28 3.1 Objek Penelitian
3.1.1 Gambaran Umum Perusahaan
PT Setia Utama Motor adalah Jaringan Dealer Sepeda Motor Honda di Indonesia, berdiri sejak awal tahun 2009. Komitmen perusahaan adalah mengembangkan bisnis diseluruh Indonesia dengan target minimal 1 dealer di seluruh profinsi yang ada di Indonesia. Bisnis yang dijalankan adalah Bisnis Penjualan Sepeda Motor Honda, Bisnis Bengkel Sepeda Motor Honda, dan Bisnis Penjualan Suku Cadang Sepeda Motor Honda. Sampai dengan Oktober 2010 Group Dealer Setia Utama Motor memiliki 3 cabang yaitu:
1] DEALER RESMI MOTOR HONDA SETIA UTAMA MOTOR CILEDUG – Tangerang Banten
Jl. HOS Cokroaminoto No.5 – CILEDUG – Tangerang – Banten
[2] DEALER RESMI MOTOR HONDA SETIA UTAMA MOTOR DEPOK – Jawa Barat
SIDOARJO – JAWA TIMUR JL. Raya Kedungturi No: 11
Kedungturi-Taman – SIDOARJO – JAWA TIMUR
3.1.2 .:: Visi dan Misi
Menjadi Dealer pilihan pertama konsumen di Indonesia. Kami selalu mengedepankan kepuasan konsumen dalam bisnis sepeda motor Honda ini, buktikan komitmen kami dengan datang ke cabang-cabang kami yang terdekat…
1. H1- SALES
Showroom resmi kami, berlogo H1 pada eksteriornya, selalu memberikan kepuasan bagi konsumen sepeda motor Honda. Pada showroom resmi kami selalu menyediakan koleksi lengkap sepeda motor Honda.
Anda akan mendapatkan kepuasan layanan yang ramah, sopan melalui sales counter dan salesman kami. Selain itu, informasi lengkap mengenai spesifikasi sepeda motor seperti :
• Harga
• Pilihan kredit pembelian dan pembiayaan • Pengurusan dokumen
• Program Garansi (Warranty Extension Program) bisa Anda dapatkan di showroom yang terdaftar ini.
Jangan ragu untuk mengunjungi showroom resmi kami yang akan senantiasa menjamin kualitas sepeda motor Honda yang dijual dengan terlebih dahulu melakukan Pre Delivery Inspection (PDI) oleh mekanik handal kami sebelum mengirim sepeda motor pilihan ke rumah Anda.
2. H-2 SERVICE
Bengkel resmi kami, berlogo H2 pada eksteriornya, selalu memberikan kepuasan bagi konsumen sepeda motor Honda.
Jaringan pemeliharaan (H2) adalah bagian dari PT. Astra Honda Motor yang salah satu tugasnya adalah sebagai layanan purna jual yaitu:
Menjadi yang terbaik dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan (Customer Satisfaction Index No. 1) yaitu dengan memberikan perbaikan dan pelayanan terbaik di bengkel resmi Honda/AHASS (Astra Honda Authorized Service Station).
Bengkel kami ditunjang oleh kualitas yang baik, yaitu melalui klasifikasi bintang, kemampuan mekanik yang handal, peralatan dan perlengkapan yang canggih (factory look) serta kesadaran akan pentingnya pemeliharaan lingkungan dengan tetap menjaga kebersihan dan kehijauan ruang kerja.
memanfaatkan secara maksimal teknologi informasi. Penggunaan software bengkel menjadikan proses pelayanan service menjadi lebih baik karena analisa history services dapat dengan cepat diinformasikan kepada service analyst ataupun mekanik.
Hal lain yang bisa ditonjolkan adalah corporate identity yang bisa dilihat dari bentuk tampak depan yang standar serta dilengkapi nomor AHASS sebagai identitas. Selain itu juga dilengkapi front desk, piping sistem, lantai dan dinding keramik, sistem pembuangan minyak pelumas dan sistem pembuangan udara.
3. H3- SPAREPART
Showroom resmi kami, berlogo H3 pada eksteriornya, selalu memberikan kepuasan bagi konsumen sepeda motor Honda.
H3 merupakan Layanan Ketersediaan Suku Cadang sepeda motor Honda bagi para pemilik sepeda motor Honda. Produk suku cadang Honda yang dipasarkan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) yaitu HGP (Honda Genuine Parts) dimana suku cadang tersebut sama dengan komponen yang ada di setiap sepeda motor merk Honda.
Sebagai suku cadang asli sepeda motor Honda, PT Astra Honda Motor menjamin kualitas produk Honda Genuine Parts sama dengan yang terpasang pada sepeda motor Honda.
Dengan kualitas mengikuti standar dari pabrik sepeda motor Honda, Honda Genuine Parts (HGP) akan memberikan nilai tambah bagi konsumen terhadap produk yang dibelinya. Sistem Komputerisasi Penjualan Spareparts juga sudah diterapkan sebagai penunjang proses administrasi penjualan, pembelian, dan persediaan yang memudahkan interaksi internal, suplier dan pelanggan secara terukur dengan layanan yang lebih cepat.
Dengan mulai dipasarkannya Honda Genuine Parts (HGP) oleh AHM, para konsumen diharapkan dapat merasakan berbagai kelebihan yang tidak dimiliki merk lain. AHM tidak merekomendasikan penggunaan suku cadang merk lain yang tidak sesuai standar pabrikasi sepeda motor Honda.
1.2 Struktur Organisasi & Uraian Tugas
Gambar 2.3 Struktur Organisasi PT. SETIA UTAMA MOTOR
Sumber PT. Setia Utama Motor
Adapun tugas dari masing-masing jabatan dari struktur organisasi adalah sebagai berikut:
a. Direktur
1) Bertanggung jawab penuh terhadap kelangsungan hidup perusahaan DIREKTUR MANAGER OPERATIONAL KOORDINATOR SALESMAN SALES COUNTER KEPALA ADMINISTRASI ADMINISTRASI PENJUALAN BBN ADMINISTRASI KREDIT KEPALA BENGKEL MEKANIK GUDANG SPAREPART FRONT DESK ACCOUNTING
2) Menentukan strategi-strategi dan kebijakan yang harus diambil perusahaan
b. Accounting
1) Bertanggung jawab atas laporan keuangan perusahaan 2) Membuat laporan keuangan perusahaan setiap periodenya c. Manager Operasional
1) Bertanggung jawab atas penerimaan sepeda motor dari distributor 2) Bertanggung jawab atas pengiriman sepeda motor dari perusahaan ke
konsumen d. Kepala Administrasi
Bertanggung jawab atas penyelesaian dan kelancaran surat-surat transaksi kendaraan yang dibeli oleh konsumen
e. Kepala Bengkel
Bertanggung jawab terhadap bengkel AHASS dan komplain customer f. Koordinator Sales
Mengkoordinir para salesman dalam memenuhi target penjualam g. Salesman
Bertanggung jawab terhadap target penjualan sepeda motor yang ditentukan oleh perusahaan
h. Sales Counter
Melayani Custumer yang datang ke dealer yang ingin membeli ataupun yang hanya bertanya.
i. BBN (Bagian Balik Nama)
Bertanggung jawab atas penyelesaian dan kelancaran BPKB sepeda motor yang dibeli konsumen
j. Administrasi Penjualan
Bertanggung jawab terhadap kelancaran pembelian kradit motor baru. k. Gudang
Bertanggung jawab terhadap penyimpanan dan pengeluaran unit sepeda motor dan kelengkapannya.
l. Front Desk
1) Melayani custumer yang akan merawat motornya dibengkel AHASS 2) Melayani penjualan sparepart
m. Gudang Spare Part
Bertanggung jawab untuk penyediaan sparepart motor
1.3 Desain Penelitian
Penelitian ini jika dihubungkan dengan berdasarkan sifat eksplorasi ilmu penelitian ini termasuk dalam tipe penelitian dasar. Penelitian dasar dimana tujuan penelitian ini adalah mengembangkan ilmu untuk mencari jawaban baru atas masalah manajemen yang terjadi dalam organisasi, perusahaan atau masyarakat. Sedangkan apabila dikategorikan berdasarkan sifat eksplanasi ilmu maka penelitian ini termasuk pada desain penelitian kausal. Penelitian ini termasuk dalam tipe desain
penelitian kausal yaitu untuk mengidentifikasi hubungan sebab dan akibat antar variabel dan peneliti mencari tipe sesungguhnya dari fakta untuk membantu memahami dan memprediksi hubungan, kemudian dikembangkan suatu bentuk model penelitian yang bertujuan untuk menguji 3 (tiga) hipotesis penelitian yang telah ditentukan sebelumnya. Berdasarkan model penelitian yang telah dikembangkan ini, diharapkan akan menjelaskan hubungan antar variabel sekaligus membuat suatu implikasi yang dapat digunakan untuk peramalan atau prediksi (Ferdinand, 2006).
3.4 Hipotesis
Hipotesis adalah suatu pertanyaan sementara atau dugaan yang paling memungkinkan yang masih harus dicari kebenarannya. Hubungan antar variabel dalam penelitian ini memiliki hipotesis sebagai berikut :
H1 : Kualitas Produk berpengaruh secara positif terhadap keputusan pembelian. H2 : Layanan Purna jual berpengaruh secara positif terhadap keputusan
pembelian .
H3 : Kualitas Produk dan Layanan Purna Jual secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian.
Gambar 3. 1 Model Penelitian
3.5 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel 3.5.1 Variabel Penelitian
Penelitian ini meliputi dua variabel inti, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Menurut Sugiyono (2010:59) yang dimaksud dengan variabel bebas dan terikat yaitu variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependent (terikat), sedangkan variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas.
Sedangkan menurut Maholtra (2009:248) “Variabel bebas (independent variable/predictor variable) merupakan variabel atau alternatif yang dimanipulasi dan yang mempengaruhi diukur dan dibandingkan. Variabel terikat (dependent variable/criterion varible) merupakanvariabel yang mengukur efek dari variabel eksogen pada unit tes” .
Kualitas Produk (X1) Layanan Purna Jual (X2) Keputusan Pembelian (Y) H1 H2 H3
Variabel independen dalam penelitian ini adalah kualitas produk (X1) dan layanan purna jual (X2), sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah keputusan pembelian (Y)
.
3.5.2 Definisi Operasional Variabel
Definisi operasional merupakan suatu petunjuk pelaksanaan bagaimana caranya mengukur suatu variabel. Menurut Singarimbun dan Effendi, 1995 (dalam Wijayanti, 2008:142) definisi operasional adalah suatu informasi ilmiah yang dapat membantu peneliti lain pada saat ingin menggunakan variabel yang sama.
Definisi operasional menurut J Soeprapto (2003) adalah terdiri dari upaya mereduksi konsep dari tingkat abstraksi (tidak jelas) menuju ketingkat yang lebih konkret, dengan jalan merinci atau memecah menjadi dimensi kemudian elemen, diikuti dengan upaya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan elemen-elemen, dimensi dari suatu konsep. Pengertian operasional variabel ini kemudian diuraikan menjadi indikator empiris yang meliputi :
a. Variabel Independen
Variabel independen dalam penelitian ini adalah:
1. Kualitas Produk ( X1 )
Kualitas produk adalah persepsi konsumen mengenai kualitas produk. Indikator-indikator kualitas produk antara lain :
3. Daya tahan mesin 4. Penampilan produk
5. Teknologi yang dihadirkan .
2. Layanan Purna Jual (X2)
Layanan purna jual adalah persepsi konsumen mengenai layanan purna jual. Indikator-indikator layanan purna jual antara lain :
1. Ketersediaan bengkel resmi 2. Kemudahan mencari suku cadang 3. Pelayanan karyawan
4. Penanganan keluhan konsumen 5. Warranty Mesin 3 tahun sepeda motor
3. Variabel Dependen
Keputusan pembelian adalah serangkaian unsur-unsur yang mencerminkan keputusan konsumen dalam membeli, merupakan tahap dimana konsumen dihadapkan suatu pilihan untuk melakukan pembelian atau tidak, yang diukur melalui indikator :
1. Memenuhi kebutuhan berkendara Anda 2. Kebutuhan transportasi
3. Rekomendasi dari teman, tetangga dan keluarga fleksibel 4. Pembelian Ulang
5. Kualitas produk sebanding dengan dana yang anda keluarkan Adapun batasan atau definisi operasional variabel yang diteliti adalah :
Tabel 3.4 Variabel Penelitian No Variabel Indikator Devinisi operational variabel 1 Kualitas Produk ( X1 )
a. Keiritan bahan bakar Honda Beat dibandingkan dengan merek lain
b. Produk Honda Beat tidak mudah rusak dan memiliki umur ekonomis yang lama c. Daya tahan mesin Honda Beat yang
tangguh
d. Penampilan produk Honda Beat yang menarik
e. Teknologi yang dihadirkan Honda Beat sangat menunjang performa berkendara anda.
Kualitas produk adalah persepsi konsumen mengenai kualitas produk. (Mullins, Orville, Larreche, dan Boyd (2005:422)
2. Layanan Purna Jual (X2)
a. Ketersediaan bengkel resmi Honda b. Kemudahan mencari suku cadang Honda c. Pelayanan karyawan Honda yang baik d. Penanganan keluhan konsumen Honda
yang baik
e. Warranty Mesin 3 tahun sepeda motor Honda Beat
Layanan purna jual adalah pemberian
garansi untuk
mengurangi persepsi konsumen terhadap risiko pembelian, jasa
reparasi, dan
penyediaan suku cadang pengganti. (Tjiptono, 2000)
n pembelia
n (Y)
untuk memenuhi kebutuhan berkendara Anda
b. Saya membeli sepeda motor Honda Beat karena kebutuhan transportasi untuk menunjang aktifitas keseharian anda
c. Anda membeli sepeda motor Honda Beat karena rekomendasi dari teman, tetangga dan keluarga fleksibel
d. Anda puas membeli sepeda motor dari Honda dan akan membeli sepeda motor merek Honda kembali.
e. Setelah menggunakan Honda Beat anda merasa kualitas produk sebanding dengan dana yang anda keluarkan
adalah keputusan konsumen mengenai preferensi atas merek-merek yang ada di dalam kumpulan pilihan (Kotler dan Keler, 2009:240).
Sumber : Data Primer diolah (2013)
3.6 Populasi dan Sampel
Populasi adalah keseluruhan objek yang akan diteliti berupa manusia, benda, maupun peristiwa-peristiwa sebagai dasar untuk menarik kesimpulan.lebih lengkapnya lagi Sudjana (2005: 6) mengemukakan pengertian populasi sebagai berikut :”Totalitas semua nilai yang mungkin, hasil menghitung atau pengukuran kuantitatif maupun kualitatif mengenai karakteristik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat-sifatnya dinamakan populasi. Populasi yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen PT. Setia Utama Motor Tangerang yang membeli Honda Beat Tahun 2012. Dari data yang diperoleh dalam sebulan penjualan sepeda motor di PT. Setia Utama Motor ditahun 2012 sebanyak 1257 konsumen, konsumen Honda
Beat sebesar 30% dari total penjualan selama satu bulan ditahun 2012 , Untuk mengetahui jumlah sampel yang diambil peneliti menggunakan Rumus Slovin (Husein Umar 2000 : 82) :
n =
𝑁1+𝑁(𝑒)2
dimana: N = Jumlah Sample populasi N = Sample Unit e = Level of eror (0,1)
n =
1257 1+1257(0,1)2n =
1257 1+1257 (0,01)n =
1257 1+12.57n =
1257 13.57n = 92,6
Dari 92,6 dibulatkan menjadi 93 kemudian sample yang akan di ambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 93 orang
Ferdinand (2006) mengatakan sampel adalah subset dari populasi, terdiri dari beberapa anggota populasi. Subset ini diambil karena dalam banyak kasus tidak mungkin kita meneliti seluruh anggota populasi, oleh karena itu kita membentuk perwakilan populasi yang disebut sample. Dalam menentukan data yang akan diteliti, teknik pengambilan sampling yang digunakan adalah dengan purposive sampling yaitu teknik sampling yang digunakan peneliti jika peneliti mempunyai pertimbangan-pertimbangan tertentu di di dalam pengambilan sampelnya atau
memberikan pertimbangan untuk pengambilan sampel yang diperlukan. Responden yang dipilih adalah konsumen kendaraan Honda Beat tahun 2012 di PT. Setia Utama Motor Tangerang.
3.7 Jenis dan Sumber Data
Dalam sebuah penelitian, data memegang peranan penting yaitu sebagai alat pembuktian hipotesis serta pencapaian tujuan penelitian. Penelitian harus mengetahui jenis data apa saja yang diperlukan dan bagaimana mengidentifikasi, mengumpulkan, serta mengolah data. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.
3.8 Metode Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data dalam penelitian ini, diperlukan beberapa teknik pengumpulan data, yaitu kuesioner dan wawancara. Dimana kedua metode ini saling mendukung dalam pengumpulan data primer, berikut penjelasannya :
a. Kuesioner (Daftar Pertanyaan)
Kuesioner (Daftar Pertanyaan) dilakukan dengan mengajukan daftar pertanyaan tertulis dalam suatu daftar pertanyaan kepada responden. Pengukuran variabel dilakukan dengan skala likert yang menggunakan metode skoring sebagai berikut :
a) Jawaban sangat setuju diberi score 5 b) Jawaban setuju diberi score 4
c) Jawaban netral diberi score 3 d) Jawaban tidak setuju diberi score 2 e) Jawaban sangat tidak setuju diberi score 1
Angka 1 menunjukkan bahwa responden tidak mendukung terhadap pertanyaan yang diberikan. Sedangkan angka 5 menunjukkan bahwa responden mendukung terhadap pertanyaan yang diberikan.
b. Wawancara
Wawancara Dilakukan dengan mengajukan daftar pertanyaan kepada responden dengan cara langsung bertanya kepada responden yang akan di wawancarai.
3.7 Metode Analisis 3.7.1 Analisis Kuantitatif
Penyelesaian penelitian ini dengan menggunakan teknik analisis kuantitatif. Analisi kuantitatif dilakukan dengan cara menganalisi suatu permasalahan yang diwujudkan dengan kuantitaf. Dalam penelitian ini, karena jenis data yang digunakan adalah data kualitatif, maka analisi kuantitatif dilakukan dengan cara mengkuantifikasi data-data penelitian ke dalam bentuk angka-angka denganmenggunakan skala rasio (ratio scale) dan skala likert 5 poin (5-point likert scale).
Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi
1
2
3
4
5
ST
S
linier berganda adalah karena kemudahan penggunaaanya. Disamping itu, alasan penggunaan alat analisi regresi berganda SPSS 18 adalah karena penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen-yang mana hal tersebut cocok untuk digunakanalat analisis regresi berganda SPSS 18.
3.7.1.1 Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif digunakan untuk memberikan deskripsi suatu data yang dilihat dari rata-rata, standar deviasi, modus, maksimum-minimum. Hal ini perlu dilakukan unutk melihat gambaran keseluruhan dari sampel yang berhasil dikumpulkan dan memenuhi syarat dijadikan sampel penelitian.
3.7.1.2 Uji Reliabilitas dan Validitas
Untuk menguji apakah konstruk yang telah dirumuskan reliable dan valid, maka perlu dilakukan pengujian reliabilas dan validitasnya.
1. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas adalah pengujian untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.
Pengukuran reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan cara one shot (pengukuran sekali saja). Disini pengukuran hanya dilakukan sekali dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi antar jawaban
pertanyaan. Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60 (Nunnally, 1967 dalam Ghozali, 2006:45).
2. Uji Validitas
Uji validitas untuk mengukur sah atau tidaknya satu kuesioner (Ghozali, 2006). Satu kuesioner dinyatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Tingkat validitas dapat diukur dengan cara membandingkan nilai rhitungpada tabel kolom Corrected
Item-Total Correlation dengan nilai rtabel dengan ketentuan untuk degree of freedom
(df) = n-k, dimana n adalah jumlah sampel yang digunakan dan k adalah jumlah variabel independen (Ghozali, 2006). Dengan jumlah sampel (n) dan tingkat signifikasi 0,05 maka r tabel pada penelitian adalah
R (0,05; 93-2=91) 0,204
Bila : r hitung>r tabel, berarti pernnyataan tersebut dinyakatan valid.
r hitung<r tabel, berarti pernyataan tersebut dinyakatan tidak valid.
3.7.1.3 Analisis Regresi Berganda
Analisis regresi digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih, dan untuk menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen. Variabel dependen diasumsikan random/stokastik, yang berarti mempunyai distribusi probabilistik. Variabel independen diasumsikan memiliki nilai tetap (dalam pengambilan sampel yang berulang). Adapun bentuk persamaan regresi linier berganda yang digunakan dalam penelitian ini sebagai
Y = a + b1X1 + b2X2 Keterangan : a : Nilai konstanta b : koefisiensi regresi Y : Keputusan Pembelian X1 : Kualitas Produk X2 : Layanan Purna Jual Sumber : Santoso (2006 : 249)
3.7.1.3.1 Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji Statistik t)
Uji t yaitu suatu uji untuk mengetahui signifikasi pengaruh variabel bebas secara parsial atau individu terhadap variabel terikat.Kriteria yang digunakan adalah
1. H0 : bi = 0, artinya suatu variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.
2. H1 : bi> 0, artinya suatu variabel independen berpengaruh positif terhadap variabel dependen.
Sedangkan kriteria pengujian adalah sebagai berikut : a. Taraf signifikan (𝛼 = 0,05).
b. Distribusi t dengan derajat kebebasan (n-k).
c. Apabila t hitung> t tabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima d. Apabila t hitung< t tabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak
3.7.1.3.2 Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F)
Uji F yaitu suatu uji untuk mengetahui pengaruh variabel bebas, yaitu Kualitas Produk (X1) dan Layanan Purna Jual (X2) secara simultan terhadap variabel terikat, yaitu keputusan pembelian (Y). Kriteria yang digunakan adalah :
a. H0 : b1 = b2 = 0, artinya tidak ada pengaruh yang signifikan dari variabel bebas, Kualitas Produk (X1), dan Layanan Purna Jual (X2), secara simultan terhadap variabel terikat, yaitu keputusan pembelian (Y).
b. Ha : b1 – b2> 0, artinya ada pengaruh yang signifikan dari variabel bebas, Kualitas Produk (X1), Layanan Purna Jual (kepercayaan) (X2), terhadap variabel terikat, yaitu keputusan pembelian (Y)
Sedangkan kriterian pengujian adalah sebagai berikut : a. Taraf signifikan (𝛼 = 0,05)
b. Distribusi t dengan derajat kebebasan (n-k).
c. Apabila F hitung> F tabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima d. Apabila F hitung<F tabel , maka H0 diterima dan Ha ditolak
3.8 Analisis Data Kualitatif
Analisis ini dimaksudkan untuk mencari kesimpulan dari hasil yang diperoleh dari analisis kuantitatif. Analisis kualitatif adalah analisis data berdasarkan hasil yang dinyatakan dalam bentuk uraian. Data kualitatif merupakan data berupa informasi, kemudian dikaitkan dengan data-data lainnya untuk mendapatkan kejelasan terhadap suatu kebenaran sehingga memperoleh gambaran baru atau memperkuat suatu gambaran yang sudah ada sebelumnya.