KANDUNGAN KIMIA dalam kelor
KANDUNGAN KIMIA dalam kelor
Kelor (Moringa oleifera) Kelor (Moringa oleifera)
Kelor awalnya banyak tumbuh di India, namun kini kelor banyak ditemukan di daerah Kelor awalnya banyak tumbuh di India, namun kini kelor banyak ditemukan di daerah beriklim
beriklim tropis tropis (Grubben, (Grubben, 2004). 2004). Pada Pada beberapa beberapa Neara Neara kelor kelor dikenaldenan dikenaldenan sebutansebutan ben!oli"e,
ben!oli"e, drumsti#k drumsti#k tree, tree, kelor, kelor, marano, marano, mlone, mlone, mulanaymulanay, , nebeday, nebeday, sai$han, sai$han, dan dan sa$nasa$na (%ahey, 200&). 'orina#eae terdiri dari satu mara denan beberapa $enis yaitu '. oleiera, (%ahey, 200&). 'orina#eae terdiri dari satu mara denan beberapa $enis yaitu '. oleiera, '. arabi#a, '. pteryosperma, '. pererine. Pohon denan daun ma$emuk menyirip anda '. arabi#a, '. pteryosperma, '. pererine. Pohon denan daun ma$emuk menyirip anda 2
2* * poposissisinyinya a tetersersebabar, r, tantanpa pa dadaun un pepenunumpmpu, u, atatau au dadaun un pepenunumpmpu u teltelah ah memennalaalamimi metamorphosis sebaai kelen$arkelen$ar pada pankal tankai daun. +una ban#i, !iomor, metamorphosis sebaai kelen$arkelen$ar pada pankal tankai daun. +una ban#i, !iomor, tersusun dalam malai yan terdapat dalam ketiak daun, dasar banun mankuk, kelopak tersusun dalam malai yan terdapat dalam ketiak daun, dasar banun mankuk, kelopak terdiri atas lima daun kelopak, mahkotapun terdiri atas lima daun mahkota, lima benan sari. terdiri atas lima daun kelopak, mahkotapun terdiri atas lima daun mahkota, lima benan sari. +ak
+akal al buabuah, h, bakbakal al bi$bi$i i banybanyak, ak, buabuahnyhnya a buabuah h kenkendadaa a yanyan mebmebuka uka dendenan an titia a katkatupup denan pan$an sekitar denan pan$an sekitar *0 #m, bi$i besar, bersayap, tanpa endosperm, denan pan$an sekitar denan pan$an sekitar *0 #m, bi$i besar, bersayap, tanpa endosperm, lembaa lurus. ari sei anatomi mempunyai siat yan khas yaitu terdapat selsel mirosin lembaa lurus. ari sei anatomi mempunyai siat yan khas yaitu terdapat selsel mirosin dan buluhbuluh om dalam kulit batan dan #aban. alam musimmusim tertentu dapat dan buluhbuluh om dalam kulit batan dan #aban. alam musimmusim tertentu dapat menuurkan daunnya (meranas) (-olo et al, 200). aun sebesar u$un $ari berbentuk menuurkan daunnya (meranas) (-olo et al, 200). aun sebesar u$un $ari berbentuk bulat te
bulat telur, tersusun ma$elur, tersusun ma$emuk dan muk dan uur di uur di musim kemarau, musim kemarau, tini pohon tini pohon men#apai men#apai &/2 m,&/2 m, baian
baian u$un u$un membentuk membentuk payun, payun, batan batan lurus lurus (diameter (diameter /0*0 /0*0 #m) #m) menarpu, menarpu, berbunaberbuna sepan$an tahun berwarna putihkrem, buah berwarna hi$au muda, tipis dan lunak. 1umbuh sepan$an tahun berwarna putihkrem, buah berwarna hi$au muda, tipis dan lunak. 1umbuh subur mulai dataran rendah sampai ketinian 00 m diatas permukaan laut (3#hwar!, 2000). subur mulai dataran rendah sampai ketinian 00 m diatas permukaan laut (3#hwar!, 2000).
'orina oleiera merupakan tumbuhan asli subimalaya di India, Pakistan, 'orina oleiera merupakan tumbuhan asli subimalaya di India, Pakistan, +anlades, dan 5anistan. 1e
+anlades, dan 5anistan. 1ermasuk pohon yan mudah tumbuh, termasuk pohon yan mudah tumbuh, telah diunakan olehlah diunakan oleh penduduk asli -oma,
penduduk asli -oma, 66uunani, dan 'esir. nani, dan 'esir. 3aat ini telah banyak tumbuhanperenial denan3aat ini telah banyak tumbuhanperenial denan kualitas kayu rendah, tetapi beberapa neara menunakan sebaai obat tradisional dan kualitas kayu rendah, tetapi beberapa neara menunakan sebaai obat tradisional dan penunaan industri. 'orina oleiera merupakan tumb
penunaan industri. 'orina oleiera merupakan tumbuhan pentin di India, 7tiopia,uhan pentin di India, 7tiopia, %ilipina, dan 3udan serta
%ilipina, dan 3udan serta tumbuh di baian barat, timur, dan selatan 5rika, 5sia tropis,tumbuh di baian barat, timur, dan selatan 5rika, 5sia tropis, 5merika 8atin Karibia, %lorida,
5merika 8atin Karibia, %lorida, dan Pulau Pasiik (%ahey, 200&).dan Pulau Pasiik (%ahey, 200&). Klasifikasi tumbuhan Klasifikasi tumbuhan Kindom 9 Plantae Kindom 9 Plantae i"isio 9 'anoliophyta i"isio 9 'anoliophyta :lass 9 'anoliopsida :lass 9 'anoliopsida ;rdo 9 +rassi#ales ;rdo 9 +rassi#ales %amili 9 'orina#eae %amili 9 'orina#eae Genus 9 'orina Genus 9 'orina 3pesies 9
K andungan Bahan Aktif dalam Moringa oleifera
'orina#eae kaya kandunan ula sederhana, rhamnose, dan senyawa unik yaitu lukosinolat dan isotiotianat (+ennet dkk dan %ahey dkk dalam %ahey, 200&). aun 'orina oleiera diunakan sebaai obat ineksi, antibakteri, ineksi saluran urin, luka eksternal, anti hipersensiti, antianemik, diabetes, #olitis, diare, disentri, rematik, dan lainlain. 3enyawa lukosinolat dan isotiotianat diketahui sebaai hipotensi, anti kanker dan akti"itas
antibakteri yan meliputi 4(<8rhamnopyranosylo=y) ben!yl isothio#yanate (ambar 2), pteryospermin (ambar *), dan 4(<8rhamnopyranosylo=y)ben!yllu#osinolate (ambar 4)
(%ahey, 200& dan su et al, 200>).Gambar 2 9 4(<8rhamnopyranosylo=y) Gambar * 9 Pteryospermin ben!yl isothio#yanate Gambar 4 9 4(<8rhamnopyranosylo=y) ben!yl lu#osinolate (sumber 9 %ahey, 200&) Kelor ('orina oleiera) mempunyai kandunan senyawa 4(<8rhamnopyranosylo=y) ben!yl isothio#yanate, pteryospermin, dan 4(< 8rhamnopyranosylo=y) ben!yllu#osinolate (%ahey, 200& dan su et al, 200>).
Pteriospermin menun$ukkan akti"itas antibakteri terhadap bakteri Gram positi dan neati (3oowora dalam 6onabi, 200&).
Pterygosermin merupakan senyawa yan tidak stabil, mempunyai titik didik rendah, dan denan mudah dapat berubah men$adi ben!il isotiosianat (+I1) (;li"er dalam 6onabi, 200&).4(<8rhamnopyranosylo=y)ben!yl isothio#yanate, pter yospermin, dan 4 (<8rhamnopyranosylo=y) ben!yl lu#osinolate merupakan senyawa antimikroba (7ilert et al dalam %ahey, 200&). aun kelor ('orina oleiera) terdapat senyawa ben!il isotiosianat dan dari hasil studi itokimia daun kelor ('orina oleiera) $ua menandun senyawa metabolit sekunder la"onoid, alkaloid, phenols yan $ua dapat menhambat akti"itas bakteri (Pandey et al, 20/2).
Komposisi dan konsentrasi senyawa itokimia menalami perubahan selama
pertumbuhan tanaman. aun yan lebih muda mempunyai kandunan itokimia palin tini (+er?uist et al, 200&), hal ini terkait denan unsi dari senyawa metabolit sekunder
tersebut, yaitu untuk pertahanan melawan herbi"ora, patoen, insekta, bakteri, $amur dan "irus (3aan and 7l'ousallamy, 200@).
3elain itu senyawa itokimia dalam daun biasanya ditemukan dalam struktur bebas atau terikat se#ara likosida, denan bertambahnya tinkat ketuaan daun banyak ditemukan dalam struktur likosida yan terdapat pada membran sel. 3enyawa ini membentuk struktur yan kompleks denan karbohidrat (lukosa, =ilosa dan arabinosa) (+oukes et al., 200@). 5lkaloid merupakan kristal putih aak larut dalam air yan dikenal denan nama berberine, emetine, ?uinine, dan tetramethil pyra!in. Phenols terdapat senyawa asam amino yan dapat berperan sebaai senyawa herbisida, serta tannin yan berperan sebaai mendenaturasi protein serta men#eah proses pen#ernaan bakteri, sedankan la"onoid yaitu senyawa yan
mudah larut dalam air untuk ker$a antimikroba dan anti"irus (Naiborhu, 2002) +en!yl Isothio#yanate
Moringa oleifera 8. menandun kombinasi senyawa yan unik yaitu isotiosianat dan lukosinolat. Isotiosianat (I1:) merupakan !at yan terdapat dalam berbaai tanaman, termasuk Moringa oleifera 8., dan memiliki potensi sebaai aen kemopre"enti. 3e#ara in vivo, isotiosianat telah menun$ukkan akti"itas sebaai aen antikanker. i alam isotiosianat berada dalam bentuk ben!il isotiosianat (+I1:) AGambar 2.5B, phenetil isotiosianat (P7I1:) AGambar 2.+B, atau phenyl isotiosianat (PI1:) AGambar 2.:B (+ose, 200). Isotiosianat terlepas dari tanamannya melalui aksi en!im mirosinase setelah sel tanaman itu rusak,
seperti saat dipanen atau saat dikunyah (Chan dkk., 200). 5tas dasar aktaakta tersebut berbaai penelitian menenai isotiosianat telah banyak dilakukan.
Gambar !" #A$3truktur ben!il isotiosianat#B$ enetil isotiosianat#%$ enil
&e'uta Manfaat Dari Kelor
'anaat aun Kelor ('orina oleiera) 3eluruh baian dari pohon 'orina oleiera telah dikonsumsi oleh manusia, berdasarkan %ulie dalam %ahey (200&), keunaan 'orina oleiera meliputi9 sebaai makanan ternak (daun dan bi$i), bioas (daun), pewarna (kayu), pupuk (bi$i), obat (seluruh baian tumbuhan), puriikasi air (bi$i), artwell dalam uke /@*
menatakan bahwa buna, daun, dan akar diunakan s ebaai penobatan tradisional untuk tumor, bi$i untuk tumor perut. Dus akar diunakan untuk irit asi eksternal. aun diunakan sebaai penutup luka, dan sebaai obat pen#ahar. 3uspensi dari bi$i 'orina oleiera kerin diketahui sebaai koaulan.Ealaupun di Indonesia, khususnya di linkunan perkampunan dan pedesaan, tanaman kelor baru sampai men$adi tanaman paar hidup, batas tanah ataupun pen$alar tanaman lain, tetapi manaat dari daun dan karanan buna serta buah muda sebaai sayuran, sudah se$ak lama diunakan. 3ebaai tanaman berkhasiat obat, tanaman kelor mulai dari akar, batan, daun, dan bi$inya, sudah dikenal se$ak lama di linkunan pedesaan.
3eperti akarnya, #ampuran bersama kulit akar pepaya kemudian diilin, dihan#urkan, banyak diunakan untuk obat luar (balur) penyakit beriberi dan sebansanya. aunnya
ditambah denan kapur sirih, $ua merupakan obat kulit seperti kurap denan #ara
diosokkan (-ahmat, 200) 2.4./ aun Kelor ('orina oleiera) sebaai terapi +erbaai tanaman obat Indonesia yan diunakan sebaai alternati obat sanatlah banyak.
Penunaan tanaman obat pun saat ini berkemban sanat #epat. 3alah satu #ontoh tanaman obat Indonesia yan sudah lama diunakan adalahkelor ('orina oleiera) (Prasetyo et al, 20/2). ampir semua baian dari tanaman kelor ini dapat di$adikan bahan antimikroba. +aianbaian tanaman kelor yan telah terbukti sebaai bahan antimikroba di antaranya daun, bi$i, minyak, buna, akar, dan kulit kayu tanaman kelor (+ukar et al, 20/0). Namun, beberapa peneliti $ua menunkapkan beberapa manaat lain dari kelor ('orina oleiera)
diantaranya daun kelor ('orina oleiera) sebaai anti anemia (;duro et al, 200@), daun dan batan kelor ('orina oleiera) dapat diunakan sebaai penurun tekanan darah tini dan
obat diabetes (Giridhari et al, 20//), dan kulit dari pohon kelor ('orina oleiera) sebaai obat radan usus besar (%ulie, /) serta manaatmanaat lainnya.
Menurut ungkapan Peneliti Michael Lea ahli dari institusi riset
Clearing House yang berbasis di Kanada yang melaksanakan penelitian di
atas bahkan menyebutkan pohon Moringa Oleifera pantas dijuluki sebagai
pohon yang paling berguna di dunia, berhubung multi kegunaan yang bisa
didapatkan yakni dari daun dan bunga yang dapat dimakan, daun yang
juga dapat dijadikan pupuk, olahan bijinya untuk minyak sayur dan
minyak pelita, dan yang terpenting yakni yang berkaitan dengan riset
penelitian yakni bubuk bijinya sebagai media pemurnian air : …to purify
drinking water at virtually no cost .
aun dan buah kelor yang masih muda biasa disayur di !ali, sayur
kelor ini sangat sering dijumpai terutama di lingkungan pedesaan,
semenjak jaman dahulu tanaman kelor ini tidak saja dijadikan sebagai
sayur, melainkan juga sebagai tanaman obat. i "ndonesia, khususnya di
lingkungan perkampungan dan pedesaan, tanaman kelor baru sampai
menjadi tanaman pagar hidup, batas tanah ataupun penjalar tanaman
lain, akan tetapi man#aat dari daun dan, bunga serta buah mudanya
sebagai sayuran, sudah sejak lama digunakan.
$ebagai tanaman yang berkhasiat obat, bagian tanaman kelor
mulai dari akar, batang, daun, dan bijinya, khasiatnya sudah dikenal sejak
dahulu. $eperti akarnya, campuran bersama kulit akar pepaya kemudian
digiling%dihancurkan, banyak digunakan untuk obat luar &balur' penyakit
beri%beri dan sebangsanya. aunnya ditambah dengan kapur sirih, juga
merupakan obat kulit seperti kurap dengan cara digosokkan.
$edangkan sebagai obat dalam, air rebusan akarnya ampuh
untuk obat rematik, epilepsi, antiskorbut, diuretikum, sampai ke obat
gonorrhoea. !ahkan, biji tua kelor bersama dengan kulit jeruk dan buah
pala, akan dapat menjadi (spiritus moringae compositus) yang digunakan
sebagai stimulans, stomachikum, carminati*um sampai diuretikum.
isamping itu, man#aat lain dari batang bersama daun kelor, umumnya
digunakan sebagai (alat) untuk melumerkan atau menon%akti#kan
(kekuatan magis) seseorang, yaitu dengan cara disapu%sapukan ke bagian
muka ataupun dijadikan (alat tidur), misal seseorang yang tahan
terhadap pukulan, bacokan, bahkan tidak mempan oleh terjangan peluru,
maka dengan cara disapu%sapukan ke bagian tubuhnya, ataupun dijadikan
alas tidurnya, atau ada pula air tanaman kelor disiramkan ke seluruh
tubuhnya, maka kekuatan magis tubuhnya akan lumer atau hilang.
• BIJI KELOR UNTUK PENJERNIHAN AIR+ir sungai atau air sumur gali yang digunakan kadang berarna
coklat akibat dari campuran tanah atau lumpur. Misalnya saat musim
hujan, air sungai maupun air sumur gali akan sangat kotor, bahkan
mungkin juga mengandung kuman yang dapat menyebabkan penyakit.
+ir sungai yang tercemar oleh limbah industri dapat mengandung unsur%
unsur logam seperti besi &-e' dll. +ir yang tercampur lumpur perlu
diendapkan terlebih dahulu sebelum dikonsumsi dan perlu ada tindakan
untuk menghilangkan bahan%bahan pencemar atau logam yang
berbahaya.
Pusat%pusat pengolahan air perkotaan atau municipal water
treatment dengan skala besar menjernihkan air dengan cara
menambahkan senyaa kimia penggumpal &coagulants' ke dalam air
kotor yang akan diolah. engan cara tersebut, partikel%partikel yang
berada di dalam air akan menjadi suatu gumpalan yang lebih besar lalu
mengendap. !aru air yang di bagian atas yang bersih dipisahkan lalu
digunakan untuk keperluan sehari%hari. amun demikian, /at kimia
penggumpal yang baik ternyata tidak mudah didapatkan di berbagai
daerah terpencil. 0ikapun ada, pasti harganya tidak akan terjangkau oleh
masyarakat setempat. Misalnya adalah 1aas &+lumunium sul#at', yang
sangat baik untuk menjernihkan air akan tetapi tidak dapat ditemukan di
seluruh daerah "ndonesia terutama di daerah terpencil yang tidak
terjangkau.
$alah satu alternati# yang tersedia secara lokal adalah
penggunaan koagulan alami dari tanaman yang baragkali dapat diperoleh
di sekitar kita. Penelitian dari 1he 2n*ironmental 2ngineering 3roup di
4ni*ersitas Leicester, "nggris, telah lama mempelajari potensi
kecil, menengah dan besar. Penelitian mereka dipusatkan terhadap
potensi koagulan dari tepung biji tanaman Moringa oleifera. 1anaman
tersebut banyak tumbuh di "ndia bagian 4tara, tetapi sekarang sudah
menyebar ke seluruh kaasan tropis, termasuk "ndonesia. i "ndonesia
tanaman tersebut dikenal sebagai tanaman kelor daun yang kecil%kecil.
5leh karena itu, $ejak tahun 6789%an oleh 0urusan 1eknik
Lingkungan "1!, biji kelor digunakan untuk penjernihan air permukaan &air
kolam, air sungai, air danau sampai ke air sungai' sebagai pengendap
&koagulans' dengan hasil yang memuaskan. $aat itu #okus penelitian
ditujukan kepada program pengadaan air jernih untuk para pemukim di
kaasan pantai atau pesisir, khususnya di kaasan transmigrasi yang
mengandalkan air payau atau gambut berarna kecoklatan sebagai
sumber air minum.
• CARA PENJERNIHAN AIR DENGAN BIJI KELOR
!erkaitan dengan upaya penjernihan air, langkah pertama
yang dilakukan adalah biji kelor dibiarkan sampai matang atau tua di
pohon dan baru dipanen setelah kering. $ayap bijinya yang ringan serta
kulit bijinya menjadi mudah dipisahkan sehingga meninggalkan biji yang
putih. !ila terlalu kering di pohon, polong biji akan pecah dan bijinya akan
melayang (terbang) ke mana%mana. !iji yang tak berkulit tersebut
kemudian dihancurkan dan ditumbuk sampai halus sehingga dapat
dihasilkan bubuk biji Moringa. 0umlah bubuk biji Moringa atau kelor yang
diperlukan untuk pembersihan air bagi keperluan rumah tangga atau
lainnya sangat tergantung pada seberapa jauh kotoran yang terdapat di
dalam air tersebut.
4ntuk menjernihkan air sebanyak 9 liter & 6 jerigen', kira%kira
diperlukan jumlah bubuk biji kelor sebanyak gram atau kira%kira
sendok teh &; ml'. Kemudian tambahkan sedikit air bersih ke dalam bubuk
biji kelor tersebut sehingga menjadi bentuk pasta. Letakkan pasta
tersebut ke dalam botol yang bersih dan tambahkan ke dalamnya satu
cup &99ml' lagi air bersih, lalu kocok selama lima menit hingga
tercampur sempurna. engan cara tersebut, maka terjadilah proses
akti*itasi senyaa kimia yang terdapat bubuk biji kelor.
Langkah berikutnya, saringlah larutan tersebut melalui kasin
kasa dan <ltratnya dimasukkan ke dalam air 9 liter &jeriken' yang telah
disiapkan sebelumnya untuk dijernihkan, dan kemudian diaduk secara
perlahan%lahan selama 69 = 6; menit. $elama pengadukan, butiran biji
kelor yang telah dilarutkan akan mengikat dan menggumpalkan partikel%
partikel padatan dalam air berserta mikroba dan kuman%kuman penyakit
yang terdapat didalamnya sehingga membentuk gumpalan yang lebih
besar yang akan mudah tenggalam. Mengendap ke dasar air. $etelah satu
jam, air bersihnya dapat diisap keluar untuk keperluan rumah tangga, dll.
Proses penjernihan air tersebut menurut hasil penelitian yang
telah dilaporkan mampu, mengurangi bakteri secara luar biasa, yaitu
sebanyak 79 = 77> yang melekat pada partikel%partikel padat, sekaligus
menjernihkan air, relati# aman &untuk kondisi serba keterbatasan' serta
dapat digunakaan sebagai air minum masyarakat setempat. Kandungan
senyaa yang terdapat pada serbuk biji kelor memiliki si#at antimikroba,
khususnya terhadap bakteri sehingga kalaupun di dalam air terdapat
bakteri Coli &salah satu yang disyaratkan tidak terdapat di dalam air
minum', akan tereduksi atau mati. $elain itu, menurut perhitungan yang
sudah diuji coba oleh 1im +hli dari 4P, maka kebutuhan biji kelor untuk
pengolahan air minum di kaasan pantai atau raa, cukup %? pohon
deasa selama setahun dengan keluarga sebanyak @%8 orang, dengan
perhitungan kebutuhan air sekitar 9 literAhariA jia.
amun demikian, beberapa mikroba patogen masih ada
peluang tetap berada di dalam air tersebut yang mungkin belum sempat
terendapkan khususnya bila air aalnya telah tercemar berat. "dealnya
bagi kebutuhan air minum yang pantas, pemurnian lebih lanjut masih
harus dilakukan, baik dengan cara memasak atau dengan penyaringan
dengan cara <ltrasi pasir yang sederhana.
Mekanisme Ker'a &enyaa Antibakteri dari Daun Kelor (Moringa oleifera)
3enyawa kimia dalam tanaman dapat bersiat antibakteri yaitu mampu menhambat pertumbuhan bakteri. al itu diuraikan oleh Pel#!ar et al dalam Puspita (20//) bahwa
beberapa senyawa metabolit sekunder yan meliputi enol dan senyawa enolik, alkaloid, dan minyak atsiri (essential oil) memiliki siat antibakteri. 5ntibakteri diambarkan sebaai
produk alami oranik denan berat molekul rendah dibentuk oleh mikrooranisme dan tumbuhan yan akti melawan mikoroanisme lain pada konsentrasi rendah. Penembanan akti"itas ini melalui $umlah terbatas dari mekanisme antibakteri yan dapat mempenaruhi sintesis dindin sel, interitas membran sel, sintesis protein, replikasi N5 dan repair, transkripsi, dan metabolit intermediate (Naiborhu, 2002).+erdasarkan #ara ker$anya,
antibakteri dibedakan men$adi bakterisidal dan bakteriostatik. +akteriostatik adalah !at yan beker$a menhambat pertumbuhan bakteri sedankan bakterisidal adalah !at yan beker$a
mematikan bakteri. +eberapa !at antibakteri bersiat bakteriostatik pada konsentrasi rendah dan bersiat bakterisidal pada konsentrasi tini (:homnawan et al, 200&). 'ekanisme penhambatan mikrooranisme oleh senyawa antibakteri dapat disebabkan oleh beberapa
#ara, antara lain9
/. 'enanu pembentukan dindin sel 2. +ereaksi denan membran sel
*. 'eninakti"asi en!im
4. 'eninakti"asi unsi material eneti#
aun kelor ('orina oleiera) mempunyai kandunan bahan akti seperti la"onoid, phenols, alkaloid, dan isotiosianat (Pandey et al, 20/2), dimana senyawa senyawa tersebut $ua terkandun dalam tanaman obat lain yan mekanisme ker$anya kemunkinan sama.
Penelitian yan dilakukan Parhusip, (200>) bahwa kandunan bahan akti seperti la"onoid, phenols, dan alkaloid dalam ekstrak 5ndaliman dapat menyeran membran sitoplasma dan
mempenaruhi interitasnya, kerusakan pada membran ini menakibatkan peninkatan permeabilitas dan kebo#oran sel yan diikuti denan keluarnya materi intraseluler.
Kebo#oran sel bakteri dapat disebabkan karena rusaknya ikatan hidroobik komponen penyusun membrane sel seperti protein, osolipid, serta komponenkomponen yan berikatan se#ara hidroilik karena bereaksi denan enol, hal ini berakibat meninkatnya permeabilitas membran sel danmemunkinkan masuknya senyawasenyawa itokimia ke
dalam sel, sehina berakibat keluarnya substansi sel seperti protein dan asam nukleat yan menakibatkan kematian sel.
3enyawasenyawa isotianat, butylated hydro=yanisole (+5), butylated
hydro=ytoluena (+1), asam pkumarat, dan asam kaeat $ua dapat menyebabkan anuan pada membran sel sehina menakibatkan teranunya prosesproses metabolisme dalam
membran sel, seperti penyerapan nutrient, produksi eneri, dan transer elektron (Parhusip, 200>), namun setiap $enis isotiosianat memiliki tinkat toksisitas yan berbeda terhadap
mikrooranisme yan berbeda, terantun pada $enis lukosinolat yan terhidrolisis (6ulianti, 200). %ardia! dalam Puspita (20//) menyatakan bahwa kemampuan suatu !at antibakteri tersebut dipenaruhi oleh aktor antara lain9 (/) konsentrasi !at antibakteriF (2) waktu penyimpananF (*) suhu linkunanF (4) siatsiat isik dan kimia makanan termasuk kadar