PRESENTASI KASUS
PRESENTASI KASUS
DEMAM TIFOID
DEMAM TIFOID
PEMBIMBING PEMBIMBINGDr. Harmon, Sp. A
Dr. Harmon, Sp. A
DISUSUN OLEH DISUSUN OLEHKesuma
Kesuma Larasati
Larasati
406100116
406100116
R
Riitta
a T
Ta
ao
olliin
n
4
40
06
61
10
00
01
12
26
6
KEPANITERAAN ILMU KESEHATAN ANAK KEPANITERAAN ILMU KESEHATAN ANAK
RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA
PERIODE
PERIODE 6 Desember s/d 12 Februari 6 Desember s/d 12 Februari 20112011 PRESENTASI KASUS DEMAM TIFOID PRESENTASI KASUS DEMAM TIFOID KEPANITERAAN ILMU KESEHATAN ANAK KEPANITERAAN ILMU KESEHATAN ANAK
RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS
IDENTITAS PASIEN IDENTITAS PASIEN
N
Naammaa : : AAnn. . NNaa U
Ummuurr : : 6 6 ttaahhuun n 3 3 bbuullaann A
Allaammaatt : : JJll..cciimmppaaeeuun n RRT T 0044//005 5 nnoo..0033 JJeenniis s KKeellaammiinn : : PPeerreemmppuuaann
A
Aggaammaa : : IIssllaamm Ta
Tangnggagal mal masusuk RS k RS SMSM : 24 : 24 DeDesesembmber 2er 2010100
RIWAYAT PENYAKIT RIWAYAT PENYAKIT
K
Keelluuhhaan n UUttaammaa : : ppaannaas s ttiinnggggi i sseejjaak k 7 7 hhaarri i sseebbeelluum m mmaassuuk k rruummaahh sakit
sakit
RIWAYAT PERJALANAN PENYAKIT SEKARANG RIWAYAT PERJALANAN PENYAKIT SEKARANG
Pasien datang dengan keluhan utama panas tinggi sejak 7 hari sebelum Pasien datang dengan keluhan utama panas tinggi sejak 7 hari sebelum masuk rumah sakit. Panas timbul mendadak tinggi hingga 39º C, bersifat naik masuk rumah sakit. Panas timbul mendadak tinggi hingga 39º C, bersifat naik turun dan panas mulai meninggi ketika sore menjelang malam hari, panas tidak turun dan panas mulai meninggi ketika sore menjelang malam hari, panas tidak dis
disertertai ai kejkejanang. g. SaSaat at papananas s papasiesien n sesempmpat at memengnggiggigil, il, memengngigaigau u dadan n tidtidak ak mengalami penurunan kesadaran. Pasien sudah sempat dibawa ke dokter dan mengalami penurunan kesadaran. Pasien sudah sempat dibawa ke dokter dan diberi obat puyer penurun panas namun belum ada perbaikan dan panas kembali diberi obat puyer penurun panas namun belum ada perbaikan dan panas kembali meninggi. Pasien tidak mengeluh nyeri sendi, tidak ada mimisan ataupun gusi meninggi. Pasien tidak mengeluh nyeri sendi, tidak ada mimisan ataupun gusi berdarah dan tidak timbul bintik merah pada kulit. Pasien juga kadang-kadang berdarah dan tidak timbul bintik merah pada kulit. Pasien juga kadang-kadang batuk berdahak sejak sakit tetapi tidak ada darah namun disertai sedikit sesak batuk berdahak sejak sakit tetapi tidak ada darah namun disertai sedikit sesak
napas. napas.
Har
Hari i perpertama panastama panas, , paspasien mengelien mengeluh uh muamual, l, nyenyeri ri padpada a ulu hati ulu hati dan adadan ada muntah 1 kali, cair, ada sisa makanan, ada lendir, tidak ada darah, kira-kira muntah 1 kali, cair, ada sisa makanan, ada lendir, tidak ada darah, kira-kira sebanyak ½ gelas aqua (±100 cc). Pasien juga mengeluh belum BAB ± 3 hari sebanyak ½ gelas aqua (±100 cc). Pasien juga mengeluh belum BAB ± 3 hari SMRS.BAK normal.
SMRS.BAK normal.
Pasien belum pernah mengalami sakit seperti ini
Pasien belum pernah mengalami sakit seperti ini sebelusebelumnya. Di mnya. Di keluargkeluargaa dan lingkungan keluarga pasien tidak ada yang menderita demam berdarah dan lingkungan keluarga pasien tidak ada yang menderita demam berdarah ataupun mengalami sakit serupa.
ataupun mengalami sakit serupa.
Ri
Riwawayayat mat makakann : Se: Sebebelum lum sasakit kit papasisien men makaakan bn bananyayak 3 kk 3 kali ali sesehahari ari atautau lebih,
lebih, porsi cukup porsi cukup dan dan bervariasi. Kadang-kadangbervariasi. Kadang-kadang pasien s
pasien suka jajuka jajan makanan makanan dan minan dan minuman di uman di luar rumluar rumah,ah, seperti burger dan chiki-chikian. Namun, saat sakit
seperti burger dan chiki-chikian. Namun, saat sakit nafsu makan pasien berkurang.
Ri
Riwawayayat Bt BABAB : S: Sebebelelum um sasakikit Bt BAB AB papasisien en lalancncarar, t, tereratatur ur 1x 1x sesehahariri,, konsistensi lunak, warna coklat kekuningan, darah (-), konsistensi lunak, warna coklat kekuningan, darah (-), lendir (-). Saat sakit pasien mengeluh susah BAB. lendir (-). Saat sakit pasien mengeluh susah BAB. Ri
Riwawayayat Bt BAKAK : L: Lanancacar, r, babanynyakak, k, kununining, g, titidadak nk nyeyeri ri sesewawaktktu Bu BAKAK..
RIWAYAT PENYAKIT SEBELUMNYA RIWAYAT PENYAKIT SEBELUMNYA
Ada riwayat alergi terhadap debu, dingin. Biasanya berupa bersin-bersinAda riwayat alergi terhadap debu, dingin. Biasanya berupa bersin-bersin dan sesak pada dada. Dan pada umur < 1 tahun alergi terhadap susu sapi. dan sesak pada dada. Dan pada umur < 1 tahun alergi terhadap susu sapi.
Ada riwayat asmaAda riwayat asma
Ada riwayat penyakit flek paru dan sudah dilakukan pengobatan selama 6Ada riwayat penyakit flek paru dan sudah dilakukan pengobatan selama 6 bulan
bulan
Tidak ada riwayat kejangTidak ada riwayat kejang
RIWAYAT KEHAMILAN DAN KELAHIRAN RIWAYAT KEHAMILAN DAN KELAHIRAN
A
A.. RRiiwwaayyaat Kt Keehhaammililaan dn daan Kn Keelalahhiirarann Pa
Pasisien en dikdikanandudung ng cucukukup p bubulan dan lan dan sesesusuai ai mamasa sa kekehahamilmilanan. . IbIbu u papasiesienn memeriksakan kehamilannya secara teratur selama hamil. Ibu pasien tidak memeriksakan kehamilannya secara teratur selama hamil. Ibu pasien tidak memiliki keluhan yang berarti. Pasien dilahirkan di klinik di Bantu oleh memiliki keluhan yang berarti. Pasien dilahirkan di klinik di Bantu oleh dokter. Lahir spontan, langsung menangis, pergerakan aktif dan tidak ada dokter. Lahir spontan, langsung menangis, pergerakan aktif dan tidak ada cacat fisik maupun trauma lahir. Berat badan lahir 3600 gr, panjang badan cacat fisik maupun trauma lahir. Berat badan lahir 3600 gr, panjang badan lahir 51 cm.
lahir 51 cm.
Kesan: Riwayat kehamilan dan persalinan baik. Kesan: Riwayat kehamilan dan persalinan baik. B.
B. RiwayaRiwayat Pertut Pertumbuhan mbuhan dan pedan perkembarkembanganngan Riwayat Pertumbuhan
Riwayat Pertumbuhan
Menurut ibu pasien pertambahan berat badan dan tinggi badan pasien terus Menurut ibu pasien pertambahan berat badan dan tinggi badan pasien terus meningkat sampai sekarang. Penimbangan berat dan panjang badan pada meningkat sampai sekarang. Penimbangan berat dan panjang badan pada masa bayi dilakukan pada waktu akan melakukan imunisasi di RS oleh masa bayi dilakukan pada waktu akan melakukan imunisasi di RS oleh dokter spesialis anak hingga berumur 3 tahun. KMS pasien sudah hilang. dokter spesialis anak hingga berumur 3 tahun. KMS pasien sudah hilang.
Riwayat Perkembangan Riwayat Perkembangan
MMeennggaannggkkaat t kkeeppaallaa : : 4 4 bbuullaann
TTeennggkkuurraap p ddaan n bbeerrbbaalliikk : : 6 6 bbuullaann
PPeerrttuummbbuuhhaan n ggiiggi i ppeerrttaammaa : : 7 7 bbuullaann
DDuudduukk : : 8 8 bbuullaann
BBeerrddiirri i sseennddiirrii : : 110 0 bbuullaann
BBeerrjjaallaann : : 111 1 bbuullaann
BBeerrbbiiccaarraa : : 112 2 bbuullaann Kesan: Riwayat tumbuh kembang baik Kesan: Riwayat tumbuh kembang baik C.
C. RiwRiwayaayat Imunt Imunisasisasi Dasai Dasar r
HeHepapatitititis Bs B : 3 k: 3 kalalii
BBCCGG : : 1 1 kkaallii
DDPPTT : : 3 3 kkaallii
PPoolliioo : : 4 4 kkaallii
CCaammppaakk : : 1 1 kkaallii
Kesan: Riwayat imunisasi dasar baik Kesan: Riwayat imunisasi dasar baik D
D.. RRiiwwaayyaat t MMaakkaannaann 0
0 - - 3 3 bbuulalann : AS: ASII, > , > 33x sex sehhaariri, pa, passieien min minnum Aum ASSI saI sammppaai i teterrtitidduur dar dann bergantian pada kedua payudara.
bergantian pada kedua payudara. 3 -
3 - 12 12 bubulalann : A: ASI SI didigagantnti oi oleleh sh sususu su soyoya 3 a 3 kakali li sesehahariri.. 12
12 - 24 - 24 bulabulann : Su: Susu ssu sapi api kalkalengeng. Ma. Makankanan lan lunaunak, k, bubbubur nur nasi, asi, hatihati
ayam, sayuran, telur, 3 piring sehari. Sekali - kali pasien ayam, sayuran, telur, 3 piring sehari. Sekali - kali pasien diberikan buah – buahan seperti pepaya dan pisang
diberikan buah – buahan seperti pepaya dan pisang sekali sehari.
sekali sehari. 24 -
24 - seksekaranarangg : Ma: Makan kan biabiasa nasa nasi pasi padat dat dendengan gan laulauk ikk ikan/dan/daginaging dag dann sayuran, 3 kali sehari, teratur, buah-buahan sekali sayuran, 3 kali sehari, teratur, buah-buahan sekali sehari. Susu kaleng atau kemasan.
sehari. Susu kaleng atau kemasan. E
E.. RRiiwwaayyaat Pt Peennyyaakkit it yyaanng Pg Peernrnaah Dh Diiddeeririttaa
P
Peennyyaakkiitt UUmmuurr PPeennyyaakkiitt UUmmuurr
D
Diiaarree -- DDaarraahh
--O
Ottiittiiss -- DDiifftteerrii --R
Raaddaanng g ppaarruu -- MMoorrbbiillii --T
Tuubbeerrkkuulloossiiss ++ PPaarroottiittiiss --K
Keejjaanngg -- DDeemmaam m bbeerrddaarraahh --G
Giinnjjaall -- DDeemmaam m TTyypphhooiidd --JJaannttuunngg -- OOppeerraassii --C
Caacciinnggaann -- KKeecceellaakkaaaann --A
--F
F.. RRiiwwaayyaat t KKeelluuaarrggaa N
Noo.. TTggl l llaahhiirr JJeenniiss Kelamin Kelamin H Hiidduupp LLaahhiir r mati mati A Abboorrttuuss MMaattii (sebab) (sebab) Ket. Ket. Kesehatan Kesehatan 1 2 1 233--0099--22000044 ♀♀ ++ -- -- -- --2 2 2 222--0011--22000066 ♂♂ ++ -- -- -- --G G.. DDaatta a KKeelluuaarrggaa A Ayyaahh IIbbuu P
Peerrkkaawwiinnaann kkee-- 11 11 U
Ummuur r ssaaaat t mmeenniikkaahh 3300 2255 K
Keeaaddaaaan n kkeesseehhaattaann bbaaiikk BBaaiik k
RIWAYAT PENYAKIT DALAM KELUARGA RIWAYAT PENYAKIT DALAM KELUARGA
Di keluarga pasien tidak ada yang menderita penyakit tertentu. Sekarang Di keluarga pasien tidak ada yang menderita penyakit tertentu. Sekarang tidak ada yang menderita penyakit serupa dengan pasien.
tidak ada yang menderita penyakit serupa dengan pasien.
PEMERIKSAAN FISIK PEMERIKSAAN FISIK
Tanggal
Tanggal : : 24 24 Desember Desember 2010 2010 Jam Jam : : 10.0010.00
PEMERIKSAAN UMUM PEMERIKSAAN UMUM
•
• KeKeadadaaaan n uumumumm : : tatammpapak k sasakikit t sesedadangng •
• Kesadaran Kesadaran : : compos compos mentismentis •
• Tanda Tanda vital vital ::
Frekuensi Frekuensi nadi nadi : : 124x 124x / / menitmenit
Tekanan Tekanan darah darah : : 120 120 / / 80 80 mmHgmmHg
Frekuensi Frekuensi napas napas : : 24x 24x / / menitmenit
Suhu Suhu tubuh tubuh : : 37,1 37,1 CC
DATA ANTROPOMETRI DATA ANTROPOMETRI
Berat Berat badan badan : : 44 44 kgkg
Tinggi Tinggi badan badan : : 110 110 cmcm
Lingkar Lingkar kepala kepala : : 54 54 cmcm
PEMERIKSAAN SISTEMATIS PEMERIKSAAN SISTEMATIS KEPALA
KEPALA
Bentuk Bentuk dan dan ukuran ukuran : : normocephalnormocephal
Rambut dan Rambut dan kulit kepala kulit kepala : hitam : hitam terdistribusi merata, tidak mudah terdistribusi merata, tidak mudah dicabutdicabut Mata Mata : : palpebra palpebra superior superior tidak tidak edema, edema, mata mata tidak tidak
cekung, konjungtiva tidak anemis, sclera tidak cekung, konjungtiva tidak anemis, sclera tidak anemis, pupil bulat isokor, diameter 3mm, anemis, pupil bulat isokor, diameter 3mm, refleks cahaya +/+
refleks cahaya +/+
Telinga Telinga : : bentuk bentuk normal, normal, liang liang telinga telinga lapang, lapang, tidak tidak adaada sekret
sekret
Hidung Hidung : : bentuk bentuk normal, normal, tidak tidak ada ada septum septum deviasi, deviasi, tidak tidak ada sekret, tidak ada pernapasan cuping
ada sekret, tidak ada pernapasan cuping hidung
hidung
Mulut Mulut : : bentuk bentuk normal, normal, bibir bibir tidak tidak kering, kering, tidak tidak adaada sianosis, tidak keluar darah dari mulut,
sianosis, tidak keluar darah dari mulut, ditemukan adanya stomatitis,
ditemukan adanya stomatitis, lidah kotor dilidah kotor di bagian tengah, tepi lidah hiperemis, tidak bagian tengah, tepi lidah hiperemis, tidak ada tremor lidah
ada tremor lidah
Tenggorokan Tenggorokan : : faring faring tidak tidak hiperemis, hiperemis, tonsil tonsil T1 T1 tenangtenang
Leher Leher : : trakea trakea di di tengah, tengah, kelenjar kelenjar tiroid tiroid tidak tidak teraba,teraba, kelenjar submandibula, supra-infra clavicula kelenjar submandibula, supra-infra clavicula dan cervical tidak teraba
dan cervical tidak teraba
THORAX THORAX ParuParu
-
- InInspspekeksi si : : pepergrgererakakan an dadada da sisimemetrtris is dadalalam m kekeadadaaaan n ststatatis is dadann dinamis, tidak terdapat retraksi intercostae dan suprasternal dinamis, tidak terdapat retraksi intercostae dan suprasternal - P
- Palalpapasisi : ste: stem fm freremmititus us kakananan-n-kikiri ri dadan dn depepanan-b-belelakakanang sg samama ka kuauatt -
- PerkusPerkusi i : : sonor sonor pada pada kedua kedua lapang lapang paru paru batas batas paru-heparu-hepar par di di ICS ICS VIVI MCL dektra
MCL dektra -
- Auskultasi Auskultasi : : suara suara pernapasan pernapasan vesikuler, vesikuler, ronkhi ronkhi -/- -/- , , wheezing wheezing -/-
-/- JantungJantung -
- InInspspekeksisi : : ikiktutus s kokordrdis is titidadak k tatampmpak ak - P
- Palalpapasisi : ik: iktutus ks korordidis ts tererababa da di sei sela la igiga V ma V mididklklavavikikulula ka kiririi -
- Perkusi Perkusi : : redup, redup, batas batas jantung jantung kiri kiri : : sela sela iga iga V V linea linea midclaviculamidclavicula sinistra
kkaannaann : : ppaararassteterrnnaall
aattaass : : sseella a iigga a III I lliinneea a ppaarraasstteerrnnaall sinistra
sinistra - Auskult
- Auskultasiasi : BJ I dan II murni, mu: BJ I dan II murni, murmur (-), Garmur (-), Gallop (-)llop (-)
ABDOMEN ABDOMEN
-
- IInnssppeekkssi i : : ttaammppaak k ddaattaar r -
- Palpasi Palpasi :: hepar teraba 2 cm di bawah arcus costae dextra,hepar teraba 2 cm di bawah arcus costae dextra,
konsisitensi kenyal, tepi tajam, permukaan licin, nyeri konsisitensi kenyal, tepi tajam, permukaan licin, nyeri tekan (+)
tekan (+), lien tidak teraba, lien tidak teraba,, defans muskular (-)defans muskular (-)
-
- Perkusi Perkusi : : timpani, timpani, shifting shifting dullness dullness (-), (-), meteorismus meteorismus (+)(+) - A
- Auusskkuulltatassi i : b: biissining ug ussus us ((++) n) noormrmaall
GENITALIA
GENITALIA : ♀, bentuk normal: ♀, bentuk normal ANUS REKTUM
ANUS REKTUM : tidak tampak kelainan dari luar : tidak tampak kelainan dari luar EKSTREMITAS
EKSTREMITAS : akral hangat, tidak sianosis, tidak ada edema, tidak : akral hangat, tidak sianosis, tidak ada edema, tidak
ada deformitas ada deformitas
KULIT
KULIT : turgor baik, petechiae (-): turgor baik, petechiae (-) KGB
KGB : submandibula, cervical, supra-infra clavicula, axilla,: submandibula, cervical, supra-infra clavicula, axilla,
inguinal tidak teraba inguinal tidak teraba
PEMERIKSAAN NEUROLOGIS PEMERIKSAAN NEUROLOGIS Refleks FisiologisRefleks Fisiologis
T
Teennddoon n aacchhilillleess : : ++//++, , nonorrmmaall L
Luuttuutt : : ++//++, , nnoorrmmaall B
Biicceeppss : : ++//++, , nnoorrmmaall T
Trriicceeppss : : ++//++, , nnoorrmmaall
Refleks PatologisRefleks Patologis B
Baabbiinnsskkii : : --//--, , nnoorrmmaall C
Chhaaddddoocckk : : --//--, , nnoorrmmaall O
Oppppeennhheeiimm : : --//--, , nnoorrmmaall G
PEMERIKSAAN LABORATORIUM PEMERIKSAAN LABORATORIUM Tanggal 24 Desember 2010
Tanggal 24 Desember 2010 P
Peemmeerriikkssaaaan n HHaassiill NNiillaai i NNoorrmmaall Hematologi
Hematologi
H
Heemmoogglloobbiinn 1133,,2 2 ggrr%% 1111,,77--1155,,55 H
Heemmaattookkrriitt 440 0 vvooll%% 3355--4477 T Trroommbboossiitt 227799..000000//μμll 115500..000000--444400..000000 L Leeuukkoossiitt 66..330000//μμll 33..660000--1111..000000 Serologi Widal Serologi Widal S
Saallmmoonneelllla a TTyypphhi i OO ((++) ) 11//332200 S
Saallmmoonneelllla a TTyypphhi i HH ((--)) S
Saallmmoonneelllla a PPaarraattyypphhi i A A OO ((--)) S
Saallmmoonneelllla a PPaarraattyypphhi i A A HH ((--)) S
Saallmmoonneelllla a PPaarraattyypphhi i B B OO ((--)) S
Saallmmoonneelllla a PPaarraattyypphhi i B B HH ((--)) S
Saallmmoonneelllla a PPaarraattyypphhi i C C OO ((++) ) 11//332200 S
Saallmmoonneelllla a PPaarraattyypphhi i C C HH ((--))
RESUME RESUME
Telah diperiksa seorang anak berumur 6 tahun 3 bulan datang ke RS Telah diperiksa seorang anak berumur 6 tahun 3 bulan datang ke RS Sen
Sentra tra MedMedika ika dendengan gan kelukeluhan han utamutama a demdemam am tingtinggi gi menmendaddadak ak yanyang g hilahilangng timbul sejak 7 hari sebelum masuk rumah sakit. Demam bersifat naik turun timbul sejak 7 hari sebelum masuk rumah sakit. Demam bersifat naik turun teru
terutamtama a sorsore e menmenjeljelang ang malamalam m harihari, , menmenggiggigil gil dan dan menmengigagigau. u. SaaSaat t panpanasas pasien kadang-kadang batuk berdahak dan sedikit sesak. Pasien juga menderita pasien kadang-kadang batuk berdahak dan sedikit sesak. Pasien juga menderita
mual dan sempat muntah 1x
mual dan sempat muntah 1x cair, ada lendir,tidak ada darah, kira-kira sebanycair, ada lendir,tidak ada darah, kira-kira sebanyak ak 1/2 gelas aqua sejak 4 hari sebelum masuk rumah sakit. Pasien juga mengeluh 1/2 gelas aqua sejak 4 hari sebelum masuk rumah sakit. Pasien juga mengeluh susah BAB sejak ± 3hari SMRS, BAK pasien normal. Tidak ada yang menderita susah BAB sejak ± 3hari SMRS, BAK pasien normal. Tidak ada yang menderita ke
kelailainanan n seserurupa pa di di kekelualuarga rga dadan n linlingkgkunungagan n tettetanangggga. a. PaPasiesien n seserinring g jajajajann makanan di luar rumah. Pasien mempunyai riwayat alergi terhadap debu, dingin makanan di luar rumah. Pasien mempunyai riwayat alergi terhadap debu, dingin dan susu sapi saat bayi.
dan susu sapi saat bayi.
Pada pemerisaan fisik didapatkan keadaan umum lemah, tampak sakit Pada pemerisaan fisik didapatkan keadaan umum lemah, tampak sakit sedang, dengan kesadaran compos mentis.
sedang, dengan kesadaran compos mentis. Tanda vital :
Tanda vital :
FrFrekekueuensnsi nai nadidi : 1: 124 24 x/x/memeninit, t, reregugulalar, r, isisi ci cukukupup, t, tererababa ka kuauatt
TTeekkaannaan n ddaarraahh : : 112200//880 0 mmm m HHgg
SSuuhhu u ttuubbuuhh : : 3377ººCC
Pada pemeriksaan sistematis didapatkan lidah yang kotor pada bagian Pada pemeriksaan sistematis didapatkan lidah yang kotor pada bagian permukaan dan hiperemis pada tepi lidah. Cor dan pulmo dalam batas normal. permukaan dan hiperemis pada tepi lidah. Cor dan pulmo dalam batas normal.
Pa
Pada da pepememerikriksasaan an ababdomdomen en diddidapapatkatkan an hehepapatomtomegegali ali 2 2 cm cm dibdibawawah ah arcarcusus costae, tepi tajam, permukaan licin, konsistensi kenyal, dan nyeri tekan (+).
costae, tepi tajam, permukaan licin, konsistensi kenyal, dan nyeri tekan (+). Pa
Pada da pepemmererikiksasaan an lalaboboatatooririum um papada da tatangnggagal l 24 24 nonovevembmbeer r 20201010 did
didapapatkatkan an hahasil sil popositsitif if papada da seserorologlogi i SaSalmlmononellella a TyTyphphi i O O (+(+) ) 1/31/320 20 dadann Salmonella Paratyphi C O (+) 1/320.
Salmonella Paratyphi C O (+) 1/320.
DIAGNOSA DIAGNOSA
Susp. Demam tifoid Susp. Demam tifoid
DIAGNOSA BANDING DIAGNOSA BANDING - DHF - DHF - ISK - ISK - Bronkitis - Bronkitis - Influenza - Influenza - TB paru - TB paru - Demam paratifoid - Demam paratifoid - Bronkopneumonia - Bronkopneumonia PENATALAKSANAAN PENATALAKSANAAN
Tirah baring selama ±2 mingguTirah baring selama ±2 minggu
Diet makanan lunak cukup kalori, cukup protein, rendah serat.Diet makanan lunak cukup kalori, cukup protein, rendah serat.
CausalCausal
Kloramfenikol
Kloramfenikol : 44 kg x 50 mg/kgBB/hari (dibagi 4 dosis): 44 kg x 50 mg/kgBB/hari (dibagi 4 dosis)
: 4 x 550 mg sehari : 4 x 550 mg sehari
SimptomatisSimptomatis
Paracetamol
Paracetamol : 44 kg x 10 mg/kgBB/kali: 44 kg x 10 mg/kgBB/kali : 3 x 440 mg (bila demam) : 3 x 440 mg (bila demam)
Metoclopramid
Metoclopramid : 44 kg x 0,1 mg/kgBB/kali: 44 kg x 0,1 mg/kgBB/kali : 4,4 mg (bila mual)
: 4,4 mg (bila mual)
Gliseril Guaiakolat
Gliseril Guaiakolat :100 mg x6 (tiap 4 jam):100 mg x6 (tiap 4 jam)
ANJURAN PEMERIKSAAN ANJURAN PEMERIKSAAN
Kultur darah (gaal)Kultur darah (gaal) Kultur fesesKultur feses
Pemeriksaan urine lengkapPemeriksaan urine lengkap Pemeriksaan foto thoraxPemeriksaan foto thorax
Tes mantouxTes mantoux
Widal ulangWidal ulang
PROGNOSA PROGNOSA A Ad d vviittaamm : : bboonnaamm A Ad d ffuunnggttiioonnaamm : b: boonnaamm A Ad d ssaannaattiioonnaamm : : bboonnaamm FOLLOW UP PASIEN FOLLOW UP PASIEN Tanggal 24 Desember 2010 Tanggal 24 Desember 2010 S
S : D: Dememam am (+(+), ), mumual al (+(+), ), nynyereri pei perurut (+t (+), ), babatutuk (k (+)+), p, pililek ek (-(-), ), titidadak sk sakakitit menelan. BAB dan BAK lancar normal.
menelan. BAB dan BAK lancar normal. O
O : : KKUU: : ttaammppaak k ssaakkiit t sseeddaanngg Kesadaran : CM Kesadaran : CM Tensi : 120/70 mmHg Tensi : 120/70 mmHg Nadi : 116x/menit Nadi : 116x/menit Suhu : 38°C Suhu : 38°C Respirasi : 30x/menit Respirasi : 30x/menit
Pemeriksaan fisik abdomen : Pemeriksaan fisik abdomen :
Kepala
Kepala : : NormocephalNormocephal Mata
Mata : : CA CA -/- -/- SI SI -/- -/-Telinga
Telinga : : Serumen Serumen -/- -/-H
Hiidduunngg : : SSeekkrreet t --//--M
Muulluutt : : PPeerriioorraal l SSiiaannoossiis s - - ; ; LLiiddaah h KKoottoor +r + T
Teennggggoorrookk : : FFaarriinng g HHiippeerreemmiis s --T
Tuurrggoorr : : NNoorrmmaal l ; ; TToonnuus s NNoorrmmaall E
Exxttrreemmiittaass : : AAkkrraal l hhaannggaatt; ; NNoorrmmaal l ; ; OOeeddeem -m -Thorax
Thorax : : BJ BJ I-II I-II +, +, regular regular Whz ; Rh Whz ; Rh -/-A
Abbddoommeen n BBUU : : NNoorrmmaall
Laboratorium tanggal 24 Desember 2010 Laboratorium tanggal 24 Desember 2010
H
Hbb : : 1133,,2 2 ggrr//ddll H
T
Trroommbbaassiitt : 27799..00000 u: 2 0 ull Leukosit
Leukosit : : 6.200 6.200 ulul S
Saallmmoonneelllla a ttyypphhi i OO ((++) ) 11//332200 S
Saallmmoonneelllla a ttyypphhi i HH ((--))
Salmonella paratyphi CO (+) 1/320 Salmonella paratyphi CO (+) 1/320
Tanggal 25 Desember 2010 Tanggal 25 Desember 2010
S
S : De: Demmaam (+m (+)), mu, muaal l ((++)), mu, munntatah (-h (-), s), saakkit pit peerurut (+t (+)), ba, battuuk (+k (+) ka) kaddaanngg--kadang. BAK lancar, warna kuning jernih. BAB (-)
kadang. BAK lancar, warna kuning jernih. BAB (-) O
O : : KKU U : : ttaammppaak k ssaakkiit t sseeddaanngg Kesadaran : CM Kesadaran : CM Tensi : 110/70 mmHg Tensi : 110/70 mmHg Nadi : 100x/menit Nadi : 100x/menit Suhu : 37,7ºC Suhu : 37,7ºC Respirasi : 28x/menit Respirasi : 28x/menit
Pemeriksaan fisik abdomen : Pemeriksaan fisik abdomen :
Kepala
Kepala : : NormocephalNormocephal Mata
Mata : : CA CA -/- -/- SI SI -/- -/-Telinga
Telinga : : Serumen Serumen -/- -/-H
Hiidduunngg : : SSeekkrreet t --//--M
Muulluutt : : PPeerriioorraal l SSiiaannoossiis s - - ; ; LLiiddaah h KKoottoor +r + T
Teennggggoorrookk : : FFaarriinng g HHiippeerreemmiis s --T
Tuurrggoorr : : NNoorrmmaal l ; ; TToonnuus s NNoorrmmaall E
Exxttrreemmiittaass : : AAkkrraal l hhaannggaatt; ; NNoorrmmaal l ; ; OOeeddeem -m -Thorax
Thorax : : BJ BJ I-II I-II +, +, regular regular Whz ; Rh Whz ; Rh -/-A
Abbddoommeen n BBUU : : NNoorrmmaall
Tanggal 26 Desember 2010 Tanggal 26 Desember 2010
S
S : D: Dememam am (-(-), ), mumual (al (-)-), m, mununtatah (-h (-), ), babatutuk kk kadadanang-g-kakadadangng. O. Os sus susasah mah makakann tapi mau minum. BAK lancar dan banyak. BAB (-)
tapi mau minum. BAK lancar dan banyak. BAB (-) O
O : : KKU U : : ttaammppaak k ssaakkiit t sseeddaanngg Kesadaran : CM Kesadaran : CM Tensi : 100/70 mmHg Tensi : 100/70 mmHg Nadi : 96x/menit Nadi : 96x/menit Suhu : 37°C Suhu : 37°C
Respirasi : 30x/menit Respirasi : 30x/menit
Pemeriksaan fisik abdomen : Pemeriksaan fisik abdomen :
Kepala
Kepala : : NormocephalNormocephal Mata
Mata : : CA CA -/- -/- SI SI -/- -/-Telinga
Telinga : : Serumen Serumen -/- -/-H
Hiidduunngg : : SSeekkrreet t --//--M
Muulluutt : : PPeerriioorraal l SSiiaannoossiis s - - ; ; LLiiddaah h KKoottoor +r + T
Teennggggoorrookk : : FFaarriinng g HHiippeerreemmiis s --T
Tuurrggoorr : : NNoorrmmaal l ; ; TToonnuus s NNoorrmmaall E
Exxttrreemmiittaass : : AAkkrraal l hhaannggaatt; ; NNoorrmmaal l ; ; OOeeddeem -m -Thorax
Thorax : : BJ BJ I-II I-II +, +, regular regular Whz ; Rh Whz ; Rh -/-A
Abbddoommeen n BBUU : : NNoorrmmaall
Laboratorium tanggal 26 Desember 2010 Laboratorium tanggal 26 Desember 2010
H
Hbb : : 1122,,8 8 ggrr//ddll H
Ht t : : 4411%% T
Trroommbboossitit : 2: 23311..00000 u0 ull L
Leeuukkoossiitt : : 55..44000 0 uull
Tanggal 27 Desember 2010 Tanggal 27 Desember 2010
S
S : D: Dememam am (-(-), ), mumual (al (-)-), m, mununtatah (-h (-), ), babatutuk kk kadadanang-g-kakadadangng. O. Os sus susasah mah makakann tapi mau minum. BAK lancar dan banyak. BAB (-)
tapi mau minum. BAK lancar dan banyak. BAB (-) O
O : : KKU U : : ttaammppaak k ssaakkiit t sseeddaanngg Kesadaran : CM Kesadaran : CM Tensi : 110/70 mmHg Tensi : 110/70 mmHg Nadi : 90x/menit Nadi : 90x/menit Suhu : 36,5°C Suhu : 36,5°C Respirasi : 26x/menit Respirasi : 26x/menit
Pemeriksaan fisik abdomen : Pemeriksaan fisik abdomen :
Kepala
Kepala : : NormocephalNormocephal Mata
Mata : : CA CA -/- -/- SI SI -/- -/-Telinga
Telinga : : Serumen Serumen -/- -/-H
Hiidduunngg : : SSeekkrreet t --//--M
Muulluutt : : PPeerriioorraal l SSiiaannoossiis s - - ; ; LLiiddaah h KKoottoor +r + T
--T
Tuurrggoorr : : NNoorrmmaal l ; ; TToonnuus s NNoorrmmaall Extremitas
Extremitas : : Akral Akral hangat; hangat; Normal Normal ; ; Oedem Oedem --Thorax
Thorax : : BJ BJ I-II I-II +, +, regular regular Whz ; Rh Whz ; Rh -/-A
Abbddoommeen n BBUU : : NNoorrmmaall
Tanggal 28 Desember 2010 Tanggal 28 Desember 2010
S
S : De: Demmaam (-m (-)), mu, muaal (-l (-)), mu, munnttaah (-h (-)), ba, battuuk bek berrkkururaanngg. BA. BAK laK lannccaar dar dann banyak. BAB 1x konsistensi lunak, tidak ada darah dan lendir.
banyak. BAB 1x konsistensi lunak, tidak ada darah dan lendir. O
O : : KKU U : : ttaammppaak k ssaakkiit t rriinnggaann Kesadaran : CM Kesadaran : CM Tensi : 100/70 mmHg Tensi : 100/70 mmHg Nadi : 90x/menit Nadi : 90x/menit Suhu : 36°C Suhu : 36°C Respirasi : 24x/menit Respirasi : 24x/menit
Pemeriksaan fisik abdomen : Pemeriksaan fisik abdomen :
Kepala
Kepala : : NormocephalNormocephal Mata
Mata : : CA CA -/- -/- SI SI -/- -/-Telinga
Telinga : : Serumen Serumen -/- -/-H
Hiidduunngg : : SSeekkrreet t --//--M
Muulluutt : : PPeerriioorraal l SSiiaannoossiis s - - ; ; LLiiddaah h KKoottoor +r + T
Teennggggoorrookk : : FFaarriinng g HHiippeerreemmiis s --T
Tuurrggoorr : : NNoorrmmaal l ; ; TToonnuus s NNoorrmmaall Extremitas
Extremitas : : Akral Akral hangat; hangat; Normal Normal ; ; Oedem Oedem --Thorax
Thorax : : BJ BJ I-II I-II +, +, regular regular Whz ; Rh Whz ; Rh -/-A
Abbddoommeen n BBUU : : NNoorrmmaall Laboratorium tanggal 28 Desember 2010
Laboratorium tanggal 28 Desember 2010 H
Hbb : : 1133,,4 4 ggrr//ddll H
Ht t : : 4422%% T
Trroommbboossitit : 3: 33311..00000 u0 ull L
ANALISA KASUS
ANALISA KASUS
Demam typhoid pada anak biasanya memberikan gambaran klinis yang Demam typhoid pada anak biasanya memberikan gambaran klinis yang ringan bahkan asimptomatis. Walaupun gejala klinis sangat bervariasi, namun ringan bahkan asimptomatis. Walaupun gejala klinis sangat bervariasi, namun gejala yang timbul setelah inkubasi dapat dibagi dalam (1) demam, (2) gangguan gejala yang timbul setelah inkubasi dapat dibagi dalam (1) demam, (2) gangguan saluran pencernaan, (3) gangguan kesadaran. Pada kasus khas terdapat demam saluran pencernaan, (3) gangguan kesadaran. Pada kasus khas terdapat demam
remitten pada minggu pertama, biasanya menurun pada pagi hari dan meningkat remitten pada minggu pertama, biasanya menurun pada pagi hari dan meningkat pada malam hari. Dalam minggu kedua pasien terus berada dalam keadaan pada malam hari. Dalam minggu kedua pasien terus berada dalam keadaan
demam, yang turun secara berangsur-angsur pada minggu ketiga. demam, yang turun secara berangsur-angsur pada minggu ketiga.
Pada pasien ini di tegakkan diagnosa demam typhoid tanpa komplikasi. Pada pasien ini di tegakkan diagnosa demam typhoid tanpa komplikasi. Diagnosa ditegakkan berdasarkan :
Diagnosa ditegakkan berdasarkan : Anamnesis:
Anamnesis: •
• Pasien demam 7 hari yang remitten. Demam menjelang sore hari danPasien demam 7 hari yang remitten. Demam menjelang sore hari dan demam turun pagi harinya sehingga pasien dapat bersekolah pada pagi demam turun pagi harinya sehingga pasien dapat bersekolah pada pagi harinya (aktivitas pasien tidak terganggu)
harinya (aktivitas pasien tidak terganggu) •
• Demam disertai dengan gangguan pencernaan berupa mual dan konstipasiDemam disertai dengan gangguan pencernaan berupa mual dan konstipasi •
• Pasien sering jajan makanan dan minumam di luar rumah, yang tidak jelasPasien sering jajan makanan dan minumam di luar rumah, yang tidak jelas kebersihannya
kebersihannya
Pada pasien ini pemerikasaan fisiknya ditemukan : Pada pasien ini pemerikasaan fisiknya ditemukan :
•
• Didapatkan tanda-tanda vital dalam batas normal, keadaan umum yangDidapatkan tanda-tanda vital dalam batas normal, keadaan umum yang sedang, tanpa gangguan kesadaran
sedang, tanpa gangguan kesadaran •
• Pada lidah pasien ditemukan kotor pada tengahnya dan hiperemis padaPada lidah pasien ditemukan kotor pada tengahnya dan hiperemis pada pinggirnya, tremor (-)
pinggirnya, tremor (-) •
• Hepatomegali 2 cm dibawah arcus costae, tepi tajam, permukaan licin,Hepatomegali 2 cm dibawah arcus costae, tepi tajam, permukaan licin, konsistensi kenyal, dan nyeri tekan (+)
konsistensi kenyal, dan nyeri tekan (+) Pem
Pemerieriksaaksaan n penpenunjunjang ang untuuntuk k menmenegakegakkan kan diagdiagnosnosa a demdemam am typhtyphoidoid dibagi dalam 3 kelompok, yaitu (1) isolasi kuman penyebab demam typhoid dibagi dalam 3 kelompok, yaitu (1) isolasi kuman penyebab demam typhoid melalui biakan kuman dari spesimen penderita seperti darah, sumsum tulang, melalui biakan kuman dari spesimen penderita seperti darah, sumsum tulang, urin, tinja, cairan duodenum dan rose spot, (2) uji serologis untuk mendeteksi urin, tinja, cairan duodenum dan rose spot, (2) uji serologis untuk mendeteksi antibodi terhadap antigen, (3) pemeriksaan melacak DNA kuman S. Tyhpi antibodi terhadap antigen, (3) pemeriksaan melacak DNA kuman S. Tyhpi
Di
Diagagnonosisis s dedemamam m tytyphphoioid d dedengngan an bibiakakan an kukumaman n sesebebenanarnrnya ya amamatat diagnostik, namun identifikasi kuman memerlukan waktu 3-5 hari. Biakan diagnostik, namun identifikasi kuman memerlukan waktu 3-5 hari. Biakan darah positif pada 40-60% kasus yang diperiksa pada minggu pertama sakit, darah positif pada 40-60% kasus yang diperiksa pada minggu pertama sakit, sedang
sedangkan biakan feses kan biakan feses atau urin atau urin akan positif setelah minggu pertama. Biakanakan positif setelah minggu pertama. Biakan dari sumsum tulang akan
dari sumsum tulang akan positif pada penyakit stadium lanjut, dan merupakanpositif pada penyakit stadium lanjut, dan merupakan pemeriksaan yang paling sensitif. Biakan darah positif memastikan demam pemeriksaan yang paling sensitif. Biakan darah positif memastikan demam
typhoid
typhoid, tetapi , tetapi biakan darah negatif biakan darah negatif tidak menyingkirktidak menyingkirkan demam an demam typhoid. Haltyphoid. Hal ini disebabkan karena hasil biakan darah bergantung pada beberapa faktor, ini disebabkan karena hasil biakan darah bergantung pada beberapa faktor, antara lain (1) jumlah darah yang diambil, (2) perbandingan volume darah dan antara lain (1) jumlah darah yang diambil, (2) perbandingan volume darah dan media empedu, (3) waktu pengambilan darah.
media empedu, (3) waktu pengambilan darah. P
Paadda a ppaassieien n ttididaak k ddililaakkuukkaan n ppememeeririksksaaaan n kkuulltutur r ddaararah h kkaarreennaa me
membmbututuhuhkakan n wawaktktu u yayang ng cucukukup p lalama ma ununtutuk k memengngetetahahui ui hahasisilnlnya ya dadann pemeriksaan melacak DNA tidak dilakukan karena biaya yang mahal dan pemeriksaan melacak DNA tidak dilakukan karena biaya yang mahal dan
fasilitas rumah sakit yang terbatas. fasilitas rumah sakit yang terbatas.
Pada pasien ini dilakukan pemeriksaan serologis dan didapatkan hasil Pada pasien ini dilakukan pemeriksaan serologis dan didapatkan hasil positif pada serologi Salmonella typhi O dan Salmonella paratyphi CO sebesar positif pada serologi Salmonella typhi O dan Salmonella paratyphi CO sebesar
1/
1/32320. 0. WaWalaulaupupun n ujuji i seserolrologogi i WidWidal al ununtutuk k memenunnunjajang ng diadiagngnososis is dedemamamm typhoid telah luas digunakan namun manfaatnya masih menjadi perdebatan. typhoid telah luas digunakan namun manfaatnya masih menjadi perdebatan.
Penatalaksanaan penderita dengan demam typhoid, terutama pada pasien Penatalaksanaan penderita dengan demam typhoid, terutama pada pasien ini dengan perawatan bed rest, pemberian diet yang lunak yang mudah dicerna ini dengan perawatan bed rest, pemberian diet yang lunak yang mudah dicerna dengan kalori dan protein yang cukup dan rendah serat. Pemberiaan dengan kalori dan protein yang cukup dan rendah serat. Pemberiaan obat-obatan diberikan antibiotik kloramfenikol sebesar 550 mg perkali pemberian 4 obatan diberikan antibiotik kloramfenikol sebesar 550 mg perkali pemberian 4 x
x sesehahari ri sesebabagagai i pepengngobobataatan n kakaususalnalnyaya. . SeSelalain in itu itu dibdiberierikakan n anantiptipireiretik tik (p
(pararacacetetamamolol), ), ananti ti mumual al (m(metetokokloloprpramamidid), ), dadan n ekekspspekektotorarant nt (G(Gliliseseririll Guaiakolat) sebagai pengobatan simptomatis.
Guaiakolat) sebagai pengobatan simptomatis.
Untuk memastikan diagnosa dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan Untuk memastikan diagnosa dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kultur darah atau urin atau feses.
kultur darah atau urin atau feses.
Pasien diperbolehkan pulang setelah perawatan di rumah sakit karena Pasien diperbolehkan pulang setelah perawatan di rumah sakit karena tidak ada keluhan dan ada perbaikan klinis. Namun pasien tetap dianjurkan tidak ada keluhan dan ada perbaikan klinis. Namun pasien tetap dianjurkan untuk istirahat dan mobilisasi bertahap, diet makanan lunak, dan melanjutkan untuk istirahat dan mobilisasi bertahap, diet makanan lunak, dan melanjutkan antibiotik sampai 5 hari bebas demam.
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
De
Demamam m titifoifoid d adadalaalah h susuatu atu pepenynyakakit it sisistestemimik k yayang ng didisesebababkbkan an oleolehh kuman Salmonella typhi.
kesehatan masyarakat serta berkaitan erat dengan sanitasi yang buruk terutama kesehatan masyarakat serta berkaitan erat dengan sanitasi yang buruk terutama di negara-negara berkembang.
di negara-negara berkembang. 11
Pada tahun 1813 Bretoneau melaporkan pertama kali tentang gambaran Pada tahun 1813 Bretoneau melaporkan pertama kali tentang gambaran klinis dan kelainan anatomis dari demam tifoid, sedangkan Cornwalls Hewett klinis dan kelainan anatomis dari demam tifoid, sedangkan Cornwalls Hewett (18
(1826) 26) melamelaporkporkan an peruperubahbahan an patopatologilogisnysnya. a. PadPada a tahtahun un 1821829 9 PiePierre rre LouLouisis (Perancis) mengeluarkan istilah typhoid yang berarti seperti typhus. Baik kata (Perancis) mengeluarkan istilah typhoid yang berarti seperti typhus. Baik kata typhoid maupun typhus berasal dari kata Yunani typhos yang berarti asap/kabut. typhoid maupun typhus berasal dari kata Yunani typhos yang berarti asap/kabut. Te
Termrminoinolologi gi inini i didipapakakai i papada da pependnderierita ta yanyang g memengngalaalami mi dedemamam m didisesertartaii kesadaran yang terganggu. Baru pada tahun 1837 William Word Gerhard dari kesadaran yang terganggu. Baru pada tahun 1837 William Word Gerhard dari Phi
Philadeladelphilphia a dapadapat t memmembedbedakaakan n tifotifoid id dari dari typhtyphus. us. PadPada a tahtahun un 1881880 0 EbeEberthrth menemu
menemukan Bacillus typhosus pada kan Bacillus typhosus pada sediaasediaan n histologhistologi yang i yang berasal dari kelenjar berasal dari kelenjar limfe mesenterial dan limpa. Pada tahun 1884 Gaffky berhasil membiakkan limfe mesenterial dan limpa. Pada tahun 1884 Gaffky berhasil membiakkan Salmonella typhi, dan memastikan bahwa penularannya melalui air dan bukan Salmonella typhi, dan memastikan bahwa penularannya melalui air dan bukan udara. Pada tahun 1896 A. Pfeifer berhasil pertama kali menemukan kuman udara. Pada tahun 1896 A. Pfeifer berhasil pertama kali menemukan kuman Sa
Salmlmononelella la dadari ri fefeseses s pependndereritita, a, kekemumudidian an HaHaepeppe pe memenenemumukakan n kukumamann Salmonella di dalam urin, dan R. Neuhauss menemukan kuman Salmonella di Salmonella di dalam urin, dan R. Neuhauss menemukan kuman Salmonella di dala
dalam m daradarah. h. PadPada a tahutahun n yanyang g bersbersamaamaan an WidaWidal l berhberhasiasil l memmemperperkenakenalkalkann dia
diagngnososis is seserolrologogis is dedemamam m titifoifoid. d. PfPfeieifer fer dadan n WrWrighight t memencncoboba a vavaksksininasasii terhadap demam tifoid. Pada era 1970 dan 1980 mulai dicoba vaksin oral yang terhadap demam tifoid. Pada era 1970 dan 1980 mulai dicoba vaksin oral yang berisi kuman hidup yang dilemahkan dan vaksin suntik yang berisi Vi kapsul berisi kuman hidup yang dilemahkan dan vaksin suntik yang berisi Vi kapsul polisakarida. Pada tahun 1948 Woodward dkk di Malaysia menemukan bahwa polisakarida. Pada tahun 1948 Woodward dkk di Malaysia menemukan bahwa
kloramfenikol adalah efektif untuk pengobatan penyakit demam tifoid. kloramfenikol adalah efektif untuk pengobatan penyakit demam tifoid.1,21,2
Demam tifoid merupakan penyakit endemis di
Demam tifoid merupakan penyakit endemis di IndoneIndonesia yang sia yang cenderucenderungng meningkat pada masyarakat dengan standar hidup dan kebersihan yang rendah. meningkat pada masyarakat dengan standar hidup dan kebersihan yang rendah. 96 % kasus demam tifoid disebabkan oleh Salmonella typhi, sisanya disebabkan 96 % kasus demam tifoid disebabkan oleh Salmonella typhi, sisanya disebabkan oleh Salmonella paratyphi. 91 % kasus demam tifoid terjadi pada umur 3-19 oleh Salmonella paratyphi. 91 % kasus demam tifoid terjadi pada umur 3-19 tah
tahunun, , kekejajadidian an memeninningkgkat at seseteltelah ah umumur ur 5 5 tahtahunun. . PePenynyakakit it dedemamam m tiftifoioidd termasuk penyakit menular yang tercantum dalam Undang-undang nomor 6 termasuk penyakit menular yang tercantum dalam Undang-undang nomor 6
Ta
Tahuhun n 191962 62 tetentantang ng wawababah. h. KeKelolompmpok ok pepenyanyakikit t memenunular lar inini i memeruprupakakanan penyakit yang mudah menular dan dapat menyerang banyak orang sehingga penyakit yang mudah menular dan dapat menyerang banyak orang sehingga
dapat menimbulkan wabah. dapat menimbulkan wabah.33
Penyebaran bakteri Salmonella ke dalam makanan atau minuman bisa Penyebaran bakteri Salmonella ke dalam makanan atau minuman bisa terjadi akibat pencucian tangan yang kurang bersih setelah buang air besar terjadi akibat pencucian tangan yang kurang bersih setelah buang air besar maupun setelah berkemih. Lalat bisa
maupun setelah berkemih. Lalat bisa menyebmenyebarkan bakteri secara arkan bakteri secara langsunlangsung g daridari tinja ke makanan ( oro-fecal ).
tinja ke makanan ( oro-fecal ).44
TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA
DEMAM TIFOID DEMAM TIFOID
DEFINISI DEFINISI
Demam tifoid (Tifus abdominalis, Enterik fever, Eberth disease) adalah Demam tifoid (Tifus abdominalis, Enterik fever, Eberth disease) adalah penyakit infeksi akut pada usus halus (terutama didaerah illeosekal) dengan penyakit infeksi akut pada usus halus (terutama didaerah illeosekal) dengan gejala demam selama 7 hari atau lebih, gangguan saluran pencernaan, dan gejala demam selama 7 hari atau lebih, gangguan saluran pencernaan, dan gangguan kesadaran.
gangguan kesadaran. Pe
Penynyakakit it ini ini diditantandadai i ololeh eh dedemamam m beberkerkepapanjnjanangagan, n, ditditopopanang g dedengnganan bakteriemia tanpa keterlibatan struktur endotelial atau endokardial dan invasi bakteriemia tanpa keterlibatan struktur endotelial atau endokardial dan invasi bakteri sekaligus multiplikasi ke dalam sel fagosit mononuklear dari hati, limpa, bakteri sekaligus multiplikasi ke dalam sel fagosit mononuklear dari hati, limpa,
kelenjar limfe usus, dan Peyer’s patch. kelenjar limfe usus, dan Peyer’s patch.11
EPIDEMIOLOGI EPIDEMIOLOGI
Insiden
Insiden, , cara penyebaran dan cara penyebaran dan konsekkonsekuensi demam uensi demam enterik sangat berbedaenterik sangat berbeda di negara maju dan yang sedang berkembang. Insiden sangat menurun di negara di negara maju dan yang sedang berkembang. Insiden sangat menurun di negara maju. Demam tifoid merupakan penyakit endemis di Indonesia. 96% kasus maju. Demam tifoid merupakan penyakit endemis di Indonesia. 96% kasus de
demamam m titifoifoid d disdisebebababkakan n oleoleh h SaSalmlmononellella a typtyphihi, , sissisananya ya disdisebebababkakan n oleolehh Salmonella paratyphi. Sembilan puluh persen kasus demam tifoid terjadi pada Salmonella paratyphi. Sembilan puluh persen kasus demam tifoid terjadi pada umur 3-19 tahun, kejadian meningkat setelah umur 5 tahun.
umur 3-19 tahun, kejadian meningkat setelah umur 5 tahun.22 Sebagian besar dariSebagian besar dari
penderita (80%) yang dirawat di bagian Ilmu Kesehatan Anak RSCM berumur penderita (80%) yang dirawat di bagian Ilmu Kesehatan Anak RSCM berumur
di atas lima tahun. di atas lima tahun.55
Diperkirakan setiap tahun masih terdapat 35 juta kasus dengan 500.000 Diperkirakan setiap tahun masih terdapat 35 juta kasus dengan 500.000 kematian di seluruh dunia. Kebanyakan penyakit ini terjadi pada penduduk kematian di seluruh dunia. Kebanyakan penyakit ini terjadi pada penduduk negara dengan pendapatan yang rendah, terutama pada daerah Asia Tenggara, negara dengan pendapatan yang rendah, terutama pada daerah Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Latin.
Afrika, dan Amerika Latin.
Di negara-negara berkembang perkiraan angka kejadian demam tifoid Di negara-negara berkembang perkiraan angka kejadian demam tifoid bervariasi dari 10 sampai 540 per 100.000 penduduk. Meskipun angka kejadian bervariasi dari 10 sampai 540 per 100.000 penduduk. Meskipun angka kejadian demam tifoid turun dengan adanya perbaikan sanitasi pembuangan di berbagai demam tifoid turun dengan adanya perbaikan sanitasi pembuangan di berbagai negara berkembang. Di negara maju perkiraan angka kejadian demam tifoid negara berkembang. Di negara maju perkiraan angka kejadian demam tifoid
lebih rendah yakni setiap tahun terdapat 0,2 – 0,7 kasus per 100.000 penduduk lebih rendah yakni setiap tahun terdapat 0,2 – 0,7 kasus per 100.000 penduduk di Eropa Barat; Amerika Serikat dan Jepang serta 4,3 sampai 14,5 kasus per di Eropa Barat; Amerika Serikat dan Jepang serta 4,3 sampai 14,5 kasus per 10
100.0.00000 0 pependndududuk uk di di ErEropopa a SeSelalatatan. n. Di Di InIndodonenesisia a dedemamam m titifofoid id mamasisihh merupa
merupakan penyakit endemik kan penyakit endemik dengan angka kejadian yang dengan angka kejadian yang masih tinggi. Angkamasih tinggi. Angka kejadian demam tifoid di Indonesia diperkirakan 350-810 kasus per 100.000 kejadian demam tifoid di Indonesia diperkirakan 350-810 kasus per 100.000 penduduk per tahun; atau kurang lebih sekitar 600.000 – 1,5 juta kasus setiap penduduk per tahun; atau kurang lebih sekitar 600.000 – 1,5 juta kasus setiap tahunnya. Diantara penyakit yang tergolong penyakit infeksi usus, demam tifoid tahunnya. Diantara penyakit yang tergolong penyakit infeksi usus, demam tifoid menduduki urutan kedua setelah gastroenteritis. Di bagian Ilmu Kesehatan Anak menduduki urutan kedua setelah gastroenteritis. Di bagian Ilmu Kesehatan Anak RSCM seja
RSCM sejak tahun 1992 – 1996 tercatk tahun 1992 – 1996 tercatat 550 kasus demam tifoat 550 kasus demam tifoid yang id yang dirawadirawatt dengan angka kematian antara 2,63 – 5,13%.
dengan angka kematian antara 2,63 – 5,13%.66
Penyeb
Penyebarannya tidak bergantung pada iklim arannya tidak bergantung pada iklim maupun musim. Penyakit inimaupun musim. Penyakit ini se
serinring g memererebabak k di di dadaeraerah h yayang ng kebkeberersihsihan an lilingkngkunungagan n dadan n prpribaibadi di kukuranrangg diperhatikan.
diperhatikan.77
ETIOLOGI ETIOLOGI
Demam tifoid (termasuk para-tifoid) disebabkan oleh kuman Salmonella Demam tifoid (termasuk para-tifoid) disebabkan oleh kuman Salmonella typ
typhi, hi, SaSalmolmonenella lla paparatratyphyphi i A, A, SaSalmolmonenella lla papararatyptyphi hi B, B, dadan n SaSalmlmononellellaa paratyphi C. Jika penyebabnya adalah Salmonella paratyphi, gejalanya lebih paratyphi C. Jika penyebabnya adalah Salmonella paratyphi, gejalanya lebih ringan dibanding dengan yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Pada minggu ringan dibanding dengan yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Pada minggu pertama sakit, demam tifoid sangat sukar dibedakan dengan penyakit demam pertama sakit, demam tifoid sangat sukar dibedakan dengan penyakit demam lainnya. Untuk memastikan diagnosis diperlukan pemeriksaan biakan kuman lainnya. Untuk memastikan diagnosis diperlukan pemeriksaan biakan kuman untuk konfirmasi.
untuk konfirmasi.88
Salmonella typhi
Salmonella typhi termastermasuk uk bakteri famili bakteri famili EnterobEnterobacteriacacteriaceaeeae dari genusdari genus Salm
Salmoneonella. lla. KumKuman an SalmSalmoneonella lla typhtyphii berbentuk batang, Gram negatif, tidak berbentuk batang, Gram negatif, tidak berspo
berspora, motile, ra, motile, berflagberflagela, berkapsul, tumbuh dengan ela, berkapsul, tumbuh dengan baik pada baik pada suhu optimalsuhu optimal 37
3700C (15C (1500C-41C-4100C), bersifat fakultatif anaerobC), bersifat fakultatif anaerob, dan , dan hidup subur pada media yanghidup subur pada media yang
mengandung empedu. Kuman ini mati pada pemanasan suhu 54,4
jam dan 60
jam dan 6000C selama 15 menit, serta tahan pada pembekuan dalam jangka lama.C selama 15 menit, serta tahan pada pembekuan dalam jangka lama.
Salmonella
Salmonella mempunyai karakteristik fermentasi terhadap glukosa dan manosa,mempunyai karakteristik fermentasi terhadap glukosa dan manosa, namun tidak terhadap laktosa atau sukrosa.
namun tidak terhadap laktosa atau sukrosa.99
Salmonella typhi dapat bertahan hidup lama di lingkungan kering dan Salmonella typhi dapat bertahan hidup lama di lingkungan kering dan b
bekeku, u, pepeka ka teterhrhadadap ap prprososes es klklororininasasi i dadan n papaststeueuririsasasi si papada da susuhu hu 6363 00C.C.
Organisme ini juga dapat bertahan hidup beberapa minggu dalam air, es, debu, Organisme ini juga dapat bertahan hidup beberapa minggu dalam air, es, debu, sampah ker
sampah kering, ing, pakaianpakaian, mampu berta, mampu bertahan disampahan disampah mentah selamh mentah selama 1 minggu,a 1 minggu, da
dan n dadapapat t bebertartahahan n seserta rta beberkerkembmbanang g bibiak ak dadalalam m susususu, , dadagigingng, , teltelurur, , atatauau pr
produoduknya knya tanptanpa a mermerubaubah h warwarna na dan dan benbentukntuknya. ya. ManManusia usia mermerupaupakan kan satsatu- u-satu
satunya nya sumsumber ber penupenularalaran n alaalami mi SalmSalmonelonella la typhtyphi i melamelalui lui kontkontak ak langlangsunsungg maupun tidak langsung dengan seorang penderita demam tifoid atau karier maupun tidak langsung dengan seorang penderita demam tifoid atau karier kronis.
kronis.33
Bakteri ini berasal dari feses manusia yang sedang menderita demam Bakteri ini berasal dari feses manusia yang sedang menderita demam tifoid atau karier Salmonella typhi. Mungkin tidak ada orang Indonesia yang tifoid atau karier Salmonella typhi. Mungkin tidak ada orang Indonesia yang tidak pernah menelan bakteri ini. Bila hanya sedikit tertelan, biasanya orang tidak pernah menelan bakteri ini. Bila hanya sedikit tertelan, biasanya orang tidak menderita demam tifoid. Namun bakteri yang sedikit demi sedikit masuk tidak menderita demam tifoid. Namun bakteri yang sedikit demi sedikit masuk ke tubuh menimbulkan suatu reaksi serologi Widal yang positif dan bermakna. ke tubuh menimbulkan suatu reaksi serologi Widal yang positif dan bermakna.1010
Salmonella typhi sekurang-kurangnya mempunyai tiga macam antigen, Salmonella typhi sekurang-kurangnya mempunyai tiga macam antigen, yaitu:
yaitu:
-- AntigeAntigen O = Ohne Haucn O = Ohne Hauch = Somatik antih = Somatik antigen (tidak megen (tidak menyebar)nyebar) - Antigen H = Hauch (menyebar), terdapat pada flagella dan bersifat - Antigen H = Hauch (menyebar), terdapat pada flagella dan bersifat
termolabil. termolabil.
- Antigen Vi = Kapsul; merupakan kapsul yang meliputi tubuh kuman - Antigen Vi = Kapsul; merupakan kapsul yang meliputi tubuh kuman
dan melindungi O antigen terhadap fagositosis dan melindungi O antigen terhadap fagositosis
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 6 Desember s/d 12 Februari 2011
Periode 6 Desember s/d 12 Februari 2011
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Ke
Ketitiga ga jejeninis s anantitigegen n tetersrsebebut ut di di dadalalam m tutububuh h mamanunusisia a akakanan me
menimnimbubulkalkan n pepembmbententukukan an tigtiga a mamacacam m anantibtibododi i yanyang g lazlazim im didisesebubutt aglutinin.
aglutinin.
Ada 3 spesies utama yaitu : Ada 3 spesies utama yaitu :
-
- Salmonella Salmonella typhosa typhosa (satu (satu serotype)serotype) -
- Salmonella Salmonella choleraesius choleraesius (satu (satu serotype)serotype) -
- Salmonella enteretidis Salmonella enteretidis (lebih dari (lebih dari 1500 serotype)1500 serotype)22
Da
Dalalam m seserurum m pependnderierita ta teterdrdapapat at zazat t ananti ti (ag(aglulutintininin) ) teterharhadadap p keketigtigaa ma
macacam m anantitigegen n tetersrsebebutut. . MeMempmpununyayai i mamakrkromomololekekululer er lilipopopopolilisasakakariridada ko
kompmpleleks ks yayang ng mmemembebentntuk uk lalapipis s luluar ar dadari ri didindndining g sesel l dadan n didinanammakakanan endotoksin. Salmonella typhi juga dapat memperoleh plasmid faktor-R yang endotoksin. Salmonella typhi juga dapat memperoleh plasmid faktor-R yang berkaitan dengan resistensi terhadap multiple antibiotik.
berkaitan dengan resistensi terhadap multiple antibiotik.11
Dosis infeksius S. enterica serotipe typhi pada pasien bervariasi dari 1000 Dosis infeksius S. enterica serotipe typhi pada pasien bervariasi dari 1000 hingga 1 juta organisme. Strain Vi negatif dari Salmonella enterica serotipe hingga 1 juta organisme. Strain Vi negatif dari Salmonella enterica serotipe typhi ini kurang infeksius dan kurang virulen dibandingkan strain Vi positif. typhi ini kurang infeksius dan kurang virulen dibandingkan strain Vi positif. Untuk dapat mencapai usus halus biasanya Salmonella typhi ini harus dapat Untuk dapat mencapai usus halus biasanya Salmonella typhi ini harus dapat bertahan melalui sawar asam lambung dan kemudian melekat pada sel mukosa bertahan melalui sawar asam lambung dan kemudian melekat pada sel mukosa serta melakukan invasi. Sel M sebagai sel epitel khusus yang melapisi sepanjang serta melakukan invasi. Sel M sebagai sel epitel khusus yang melapisi sepanjang lapisan Peyer ini merupakan tempat potensial Salmonella typhi untuk invasi dan lapisan Peyer ini merupakan tempat potensial Salmonella typhi untuk invasi dan sebagai transpor menuju jaringan limfoid. Pasca penetrasi, bakteri ini menuju ke sebagai transpor menuju jaringan limfoid. Pasca penetrasi, bakteri ini menuju ke da
dalam lam folfolikeikel l limlimfoifoid d inintestestintinal al dadan n nonodudus s limlimfe fe memesesententerik rik dadan n kemkemududianian masuk dalam sel retikuloendotelial dalam hati dan limpa. Pada keadaan ini masuk dalam sel retikuloendotelial dalam hati dan limpa. Pada keadaan ini terd
terdapaapat t perperubaubahan han degdegeneeneratiratif, f, prolproliferiferatifatif, , dan dan grangranulomulomatosatosa a padpada a villvilli,i, kelenjar kript, lamina propria usus halus, dan kelenjar limfe mesenterica.
kelenjar kript, lamina propria usus halus, dan kelenjar limfe mesenterica.66
Organisme Salmonella typhi mampu bertahan hidup dan bermultiplikasi Organisme Salmonella typhi mampu bertahan hidup dan bermultiplikasi dalam fagosit mononuklear folikel limfoid, hati, dan limpa. Faktor penting dalam fagosit mononuklear folikel limfoid, hati, dan limpa. Faktor penting
proses ini mencakup jumlah bakteri, tingkat, tingkat virulensi dan respon tubuh. proses ini mencakup jumlah bakteri, tingkat, tingkat virulensi dan respon tubuh. Bakteri ini kemudian dilepaskan dari habitat intraseluler masuk aliran darah. Bakteri ini kemudian dilepaskan dari habitat intraseluler masuk aliran darah. Ma
Masa sa inkinkububasasi i inini i beberkirkisasar r 7-17-14 4 hahari. ri. PaPada da fasfase e babaktekterieriemimi, , babaktekteri ri akakanan menyebar dan tempat infeksi sekunder paling sering ialah hati, limpa, sumsum menyebar dan tempat infeksi sekunder paling sering ialah hati, limpa, sumsum tulang, kandung empedu, dan lapisan Peyer ileum terminal. Invasi kandung tulang, kandung empedu, dan lapisan Peyer ileum terminal. Invasi kandung empedu terjadi langsung dari asam empedu. Jumlah bakteri pada fase akut empedu terjadi langsung dari asam empedu. Jumlah bakteri pada fase akut diperkirakan 1 bakteri /ml darah (sekitar 66 % dalam sel fagositik) dan sekitar diperkirakan 1 bakteri /ml darah (sekitar 66 % dalam sel fagositik) dan sekitar 10
10 babaktekteri ri /m/ml l susumsmsum um tultulanang. g. WaWalaulaupupun n SaSalmolmonenella lla tytyphi phi memengnghahasilsilkakann endotoksin namun angka mortalitas stadium ini < 1 %. Studi menunjukkan endotoksin namun angka mortalitas stadium ini < 1 %. Studi menunjukkan peningkatan kadar proinflamasi dan sitokin anti inflamasi dalam sirkulasi pasien peningkatan kadar proinflamasi dan sitokin anti inflamasi dalam sirkulasi pasien
tifoid. tifoid.11
PATOLOGI PATOLOGI
Hu
Huckckststep ep memembmbagagi i papatoltologogi i dadalam lam plaplaquque e PePeyeyeri ri dadalam lam emempapat t fasfase.e. Ke
Keemempat pat fafase se inini i akakan an teterjarjadi di sesecacara ra beberurrurututan an bibila la tidtidak ak sesegegera ra dibdiberierikakann antibiotik yaitu :
antibiotik yaitu :
Fase 1 : hiperplasia folikel limfoid Fase 1 : hiperplasia folikel limfoid
Fase 2 : nekrosis folikel limfoid selama seminggu kedua melibatkan Fase 2 : nekrosis folikel limfoid selama seminggu kedua melibatkan mukosa dan submukosa
mukosa dan submukosa Fa
Fase 3 se 3 : : ulsulseraerasi pasi pada ada aksksis pais panjnjanang bog bowewel denl dengagan ken kemumungngkinkinanan perforasi dan pendarahan
perforasi dan pendarahan F
Faasse e 4 4 : : ppeennyyeemmbbuuhhaan n tteerjrjaaddi i ppaadda a mmininggggu u kkeeeemmppaat t ddaan n ttididaak k menyebabkan
menyebabkan terbentuknya struktur terbentuknya struktur seperti pada seperti pada tuberkulosis bowel.tuberkulosis bowel.1111
Ileum merupakan lokasi patologi tifoid klasik, tetapi folikel limfoid pada Ileum merupakan lokasi patologi tifoid klasik, tetapi folikel limfoid pada bagian trak
bagian traktus gastrointetus gastrointestinal lainnystinal lainnya juga dapat a juga dapat terlibaterlibat seperti yeyunum dant seperti yeyunum dan kolon ascending. Ileum biasanya mengandung plaque Peyeri lebih banyak dan kolon ascending. Ileum biasanya mengandung plaque Peyeri lebih banyak dan
luas
luas dibadibandindingkngkan an yeyuyeyunumnum. . JumJumlah lah folifolikel kel limlimfoid foid akaakan n berberkurakurang ng seirseiringing dengan pertambahan usia.
dengan pertambahan usia.1111
PATOFISIOLOGI PATOFISIOLOGI
Beberapa faktor yang ikut berperan penting dalam patofisiologi demam Beberapa faktor yang ikut berperan penting dalam patofisiologi demam tifoid berdasarkan penelitian terbaru ialah :
tifoid berdasarkan penelitian terbaru ialah : a.
a. bacbacteriterial type Ial type III protII protein seein secretcretion sysion system (TTtem (TTSS)SS) b.
b. lima gelima gen viruln virulensensi (A< B< C< D< dan E) of Sali (A< B< C< D< dan E) of Salmonmonella spella spp yangp yang mengkode Sips (Salmonella Invasion Proteins).
mengkode Sips (Salmonella Invasion Proteins). c.
c. ResReseptoeptor Toll R2 and Toll R4 dijr Toll R2 and Toll R4 dijumpumpai pada perai pada permukmukaan makaan makrofarofagg yan
yang g berpberperaeran n penpenting ting daladalam m signsignalisalisasi asi yanyang g dipediperantrantarai arai LPSLPS dalam makrofag
dalam makrofag d.
d. MeMekakanisnisme me pepertartahanhanan an tubtubuh uh anantatara ra lumlumen en intintesestintinal al dadan n ororgagann dalam
dalam
e.
e. PerPeranaanan n fundfundameamental ntal sel sel endoendotelitelial al padpada a devdeviasiasi i inflinflamaamasi si daridari
aliran darah menuju jaringan yang terinfeksi bakteri aliran darah menuju jaringan yang terinfeksi bakteri.12.12
Kuman Salmonella typhi
Kuman Salmonella typhi masuk ke dalam tubuh manusia melalui mulutmasuk ke dalam tubuh manusia melalui mulut bersamaan dengan
bersamaan dengan makanan makanan dan dan minuman yang minuman yang terkontaminasi.terkontaminasi. Setelah kumanSetelah kuman sampai lambung maka mula-mula timbul usaha pertahanan non spesifik yang sampai lambung maka mula-mula timbul usaha pertahanan non spesifik yang bersifat kimiawi yaitu, adanya suasana asam oleh asam lambung dan enzim yang bersifat kimiawi yaitu, adanya suasana asam oleh asam lambung dan enzim yang
diha
dihasilksilkannannya. Ada beberaya. Ada beberapa faktor yang pa faktor yang menmenentuentukan apakakan apakah h kumkuman dapatan dapat mele
melewatwati i barbarier asam lambier asam lambungung, yaitu (1) jumla, yaitu (1) jumlah h kumkuman yang an yang masmasuk dan (2)uk dan (2) kondisi asam lambung.
kondisi asam lambung.99
Untuk menimbulk
Untuk menimbulkan an infeksi, diperlukainfeksi, diperlukan n SalmonSalmonella typhi ella typhi sebanysebanyak ak 101033
--10
mengha
menghambat mbat multiplikmultiplikasi asi SalmonSalmonellaella dan pada pH 2,0 sebagian besar kumandan pada pH 2,0 sebagian besar kuman aka
akan n terterbunubunuh h dendengan cepatgan cepat. . PadPada a penpenderiderita yang ta yang menmengalagalami gastremi gastrektomktomi,i, hi
hipopoklklororhihidrdria ia atatau au akaklolorhrhididriria a mamaka ka akakan an memempmpenengagaruruhi hi kokondndisisi i asasamam lam
lambubungng. . PaPada da keakeadadaan an tetersrsebebut ut SaSalmlmoneonella lla typtyphihi leblebih ih mumudadah h memelelewawatiti pertahanan tubuh.
pertahanan tubuh.88
Se
Sebabagigian an kukumaman n yayang ng titidadak k mamati ti akakan an memencncapapai ai ususus us hahalulus s yayangng memiliki mekanisme pertahanan lokal berupa motilitas dan flora normal usus. memiliki mekanisme pertahanan lokal berupa motilitas dan flora normal usus. Tubuh berusaha menghanyutkan kuman keluar dengan usaha pertahanan tubuh Tubuh berusaha menghanyutkan kuman keluar dengan usaha pertahanan tubuh non spesifik yaitu oleh
non spesifik yaitu oleh kekuatkekuatan peristaltik usus. Di an peristaltik usus. Di samping itu adanya bakterisamping itu adanya bakteri anaerob di usus juga akan merintangi pertumbuhan kuman dengan pembentukan anaerob di usus juga akan merintangi pertumbuhan kuman dengan pembentukan asam lemak ran
asam lemak rantai pendek yang tai pendek yang akan menimakan menimbulkan suabulkan suasana asam. Bila kumsana asam. Bila kumanan berhasil mengatasi mekanisme pertahanan tubuh di lambung, maka kuman akan berhasil mengatasi mekanisme pertahanan tubuh di lambung, maka kuman akan melekat pada permukaan usus. Setelah menembus epitel usus, kuman akan melekat pada permukaan usus. Setelah menembus epitel usus, kuman akan masuk ke dalam kripti lamina propria, berkembang biak dan selanjutnya akan masuk ke dalam kripti lamina propria, berkembang biak dan selanjutnya akan difa
difagosgositositosis is oleh oleh monmonosit osit dan dan makmakrofarofag. g. NamNamun un demdemikiaikian n SalmSalmoneonellalla typhityphi da
dapapat t berbertahtahan an hidhidup up dadan n beberkerkembmbanang g biabiak k dadalalam m fagfagososit it kakarenrena a adadananyaya perlindungan oleh kapsul kuman. Melalui plak peyeri pada ileum distal bakteri perlindungan oleh kapsul kuman. Melalui plak peyeri pada ileum distal bakteri masuk ke dalam KGB mesenterium dan mencapai aliran darah melalui duktus masuk ke dalam KGB mesenterium dan mencapai aliran darah melalui duktus torasikus menyebabkan bakteriemia pertama yg asimptomatis.
torasikus menyebabkan bakteriemia pertama yg asimptomatis.99
K
Keemmuuddiiaan n kkuummaan n aakkaan n mmaassuuk k kkeeddaallaam m oorrggaann––oorrggaan n ssyysstteemm retikuloendotelial (RES) terutama di hepar dan limpa sehingga organ tersebut retikuloendotelial (RES) terutama di hepar dan limpa sehingga organ tersebut akan membesar disertai nyeri pada perabaan. Dari sini kuman akan masuk ke akan membesar disertai nyeri pada perabaan. Dari sini kuman akan masuk ke dalam peredaran darah, sehingga terjadi bakteriemia kedua
dalam peredaran darah, sehingga terjadi bakteriemia kedua yang simptomatisyang simptomatis (menimbulkan gejala klinis). Disamping itu kuman yang ada didalam hepar akan (menimbulkan gejala klinis). Disamping itu kuman yang ada didalam hepar akan masuk ke dalam kandung empedu dan berkembang biak disana, lalu kuman masuk ke dalam kandung empedu dan berkembang biak disana, lalu kuman tersebut bersama dengan asam empedu dikeluarkan dan masuk ke dalam usus tersebut bersama dengan asam empedu dikeluarkan dan masuk ke dalam usus halus. Kemudian kuman akan menginvasi epitel usus kembali dan menimbulkan halus. Kemudian kuman akan menginvasi epitel usus kembali dan menimbulkan
tukak yang berbentuk lojong pada mukosa diatas plaque peyeri. Tukak tersebut tukak yang berbentuk lojong pada mukosa diatas plaque peyeri. Tukak tersebut da
dapapat t memengngakakibibatatkakan n teterjrjadadininya ya peperdrdararahahan an dadan n peperfrfororasasi i ususus us yayangng menimbulkan gejala peritonitis.
menimbulkan gejala peritonitis.11
Pada masa bakteriemia kuman mengeluarkan endotoksin yang susunan Pada masa bakteriemia kuman mengeluarkan endotoksin yang susunan kimianya sama dengan somatic antigen (lipopolisakarida). Endotoksin sangat kimianya sama dengan somatic antigen (lipopolisakarida). Endotoksin sangat berperan membantu proses radang lokal dimana kuman ini berkembang biak berperan membantu proses radang lokal dimana kuman ini berkembang biak yaitu merangsang sintesa dan pelepasan zat pirogen oleh leukosit pada jaringan yaitu merangsang sintesa dan pelepasan zat pirogen oleh leukosit pada jaringan yang meradang. Selanjutnya zat pirogen yang beredar di darah mempengaruhi yang meradang. Selanjutnya zat pirogen yang beredar di darah mempengaruhi pusat termoregulat
pusat termoregulator or di di hypothahypothalamus yang lamus yang mengakmengakibatkan terjadinya demam.ibatkan terjadinya demam.11
Sedangkan gejala pada saluran pencernaan disebabkan oleh kelainan pada usus. Sedangkan gejala pada saluran pencernaan disebabkan oleh kelainan pada usus.55
Akh
Akhir-air-akhir khir ini ini bebbeberaperapa a penpeneliteliti i menmengajgajukaukan n patopatogengenesiesis s terjterjadinadinyaya manife
manifestasi klinis stasi klinis sebagasebagai i berikut: Makrofag pada berikut: Makrofag pada pendependerita akan rita akan menghamenghasilkansilkan su
subsbstatansnsi i akaktitif f yayang ng didisesebubut t mmononokokinin, , seselalanjnjututnynya a mmononokokin in inini i dadapapatt me
menynyebebababkakan n neknekrorosis sis seselululer ler dadan n memeranrangsgsanang g sissistetem m imimunun, , ininstastabilbilitaitass vaskuler, depresi sumsum tulang, dan panas.
vaskuler, depresi sumsum tulang, dan panas.
Perubahan histopatologi pada umumnya ditemukan infiltrasi jaringan oleh Perubahan histopatologi pada umumnya ditemukan infiltrasi jaringan oleh makrofag yang mengandung eritrosit, kuman, limfosit yang sudah berdegenerasi makrofag yang mengandung eritrosit, kuman, limfosit yang sudah berdegenerasi yang dikenal sebagai sel tifoid. Bila sel-sel ini beragregasi, terbentuklah nodul. yang dikenal sebagai sel tifoid. Bila sel-sel ini beragregasi, terbentuklah nodul. Nodul ini sering didapatkan dalam usus halus, jaringan limfe mesenterium, Nodul ini sering didapatkan dalam usus halus, jaringan limfe mesenterium,
limpa, hati, sumsum tulang, dan organ-organ yang terinfeksi. limpa, hati, sumsum tulang, dan organ-organ yang terinfeksi.
Kelainan utama terjadi di ileum terminale dan plak peyer yang hiperplasi Kelainan utama terjadi di ileum terminale dan plak peyer yang hiperplasi (minggu pertama), nekrosis (minggu kedua), dan ulserasi (minggu ketiga) serta (minggu pertama), nekrosis (minggu kedua), dan ulserasi (minggu ketiga) serta bila sembuh tanpa adanya pembentukan jaringan parut. Sifat ulkus berbentuk bila sembuh tanpa adanya pembentukan jaringan parut. Sifat ulkus berbentuk b
bululat at lolonjnjonong g sesejajajjar ar dedengngan an susumbmbu u papanjnjanang g ususus us dadan n ululkukus s inini i dadapapatt menyebabkan perdarahan bahkan perforasi. Gambaran tersebut tidak didapatkan menyebabkan perdarahan bahkan perforasi. Gambaran tersebut tidak didapatkan pada kasus demam tifoid yang menyerang bayi maupun tifoid kongenital.
Bagan Patofisiologi Demam Typhoid Bagan Patofisiologi Demam Typhoid
GEJALA KLINIK GEJALA KLINIK
Demam tifoid pada anak biasanya memberikan gambaran klinis yang Demam tifoid pada anak biasanya memberikan gambaran klinis yang ringan bahkan asimtomatik. Walaupun gejala klinis sangat bervariasi namun ringan bahkan asimtomatik. Walaupun gejala klinis sangat bervariasi namun
KUMAN S. TYPHI KUMAN S. TYPHI Makanan + Minuman Makanan + Minuman Usus halus Usus halus
Folikel getah bening Folikel getah bening
intestinum intestinum
Multiplikasi Sel PMN Multiplikasi Sel PMN
Aliran getah bening Aliran getah bening
Mesenterika Mesenterika Airan Darah Airan Darah (Bakteremia Primer) (Bakteremia Primer) RES RES
Hati dan Limpa Hati dan Limpa
Aliran Darah Aliran Darah ( Bakteremia Sekunder) ( Bakteremia Sekunder) Hidup dan Hidup dan Berkembang Biak Berkembang Biak Multiplikasi Multiplikasi Lokal
Lokal UsusUsus
L