• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III TINJAUAN KHUSUS TEMA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III TINJAUAN KHUSUS TEMA"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

TINJAUAN KHUSUS TEMA

III.1 Temaproyek

Tema dari proyek ini adalah Pemanfaatan teknologi bangunan Prefabrikasi.

III.1.1 Pengertian

Pengertian teknologi bangunan Prefabrikasi adalah industrialisasi metode konstruksi di mana komponen-komponennya diproduksi secara massal dirakit (assemble) dalam bangunan dengan bantuan crane dan alat-alat pengangkat dan penanganan yang lain10.

III.1.2 Prefabricated Structural Components

Prefabricated Structural Components (Komponen Struktur Prefabrikasi) dibuat dari beton melalui precast elements (unit cetakan), percetakan dikontrol dengan baik di beri waktu untuk pengerasan dan mencapai kekuatan tertentu yang diinginkan sebelum diangkat dan dibawa menuju tapak kontruksi sesungguhnya. Metode konstruksi yang dibuat dengan menggunakan komponen prefabrikasi secara kolektif disebut sebagai prefabricated contruction (konstruksi prefabrikasi). Konstruksi Prefabrikasi dapat berupa sektor aktifitas bangunan utamanya : industrial architecture (Arsitektur industri), General Engineering (Rekayasa struktur secara umum) dan Civil Engineering.

Precast Struktural Components (komponen Struktur Pracetak), alternatifnya dibuat untuk bangunan pada site tertentu. Kecenderungan ini mengarah pada pabrik pembuat komponen.

III.1.3 Keuntungan dan permasalahan kontruksi Prefabrikasi

Beberapa keuntungan konstruksi prefabrikasi dalam industri bangunan adalah : 1) Waktu konstruksi yang lebih cepat, sejak pekerjaan struktur di tapak,

konstruksi pondasi dan pendirian komponen prefabrikasi. 2) Jumlah material yang dibutuhkan tidak berkurang.

10

Arif Rahman.tahun tidak diketahui. Bahan kuliah struktur kontruksi-5. Prinsip dan gambaran

umum konstruksi Prefabrikasi. (Download) http://staff.gunadarma.ac.id/ Downloads/files/ 11141/ Handout-SK4.doc (diakses ulang 24 Jan. 2012 ).

(2)

3) produksi unit pracetak dalam skala luas menjadikan lebih praktis untuk menggunakan mesin dan karenanya kebutuhan jumlah pekerja yang terlalu banyak dapat diatasi.

4) Pengurangan kebutuhan tenaga kerja manusia dan menuntut memiliki keahlian yang lebih.

5) Kualitas yang dihasilkan lebih baik sebagai hasil proses pabrik yang selalu di bawah pengawasan yang ketat dan tetap, penggunann mesin dan lingkungan kerja yang rapih.

6) Pekerjaan konstruksi dapat dilaksanakan tanpa tergantung pada kondisi cuaca.

Beberapa permasalahan dalam konstruksi prefabrikasi adalah : 1) Transportasi komponen dari pabrik kelokasi proyek.

2) Kesulitan dalam penanganan di lapangan khususnya dalam erection (pendirian), lifting (pengangkatan) dan connecting (penyambungan )pada saat finalisasi konstruksi.

3) Pelaksanan yang demikian berarti ada tambahan biaya dan problem teknis.

III.1.4 Problem Material

Hal yang paling penting dalam matrial adalah bahwa material harus memiliki kualifikasi sebagai berikut :

1) Mengisolasi panas, tahan air dan anti pembusukan. 2) Anti api dan dapat dicetak secra volumetric.

3) Dapat dipaku dan digergaji sehingga memungkinkan untuk perubahan. 4) Tidak banyak membutuhkan pemeliharaan (maintenance).

5) Memiliki kekuatan yang tinggi.

III.1.5 Pemilihan material

Dalam studi perancangan ini, teknologi bangunan Prefabrikasi di titik beratkan pada matrial Beton Pracetak. Pada dasarnya beton dengan sistem ini tidak jauh berbeda dengan sistem beton konvensional perbedaannya hanya pada lokasi pengerjaannya saja. Bila beton konvensional pengecoran di lakukan langsung on site proyek, sedangkan beton pracetak di lakukan di pabrik dan dalam bentuk yang modular, kerena di produksi secara masal.

(3)

III.2 Tinjauanteoritispenerapanbetonpracetak

Untuk penerapan teknologi beton pracetak terdapat beberapa hal yang harus mendapat perhatian khusus :

III.2.1 Sistem koneksi11

III.2.1.1 Sambungan

Pada umumnya sambungan – sambungan bias dikelompokkan sebagai berikut : a) Sambungan yang pada pemasangan harus langsung menerima beban

(biasanya beban vertikal ) akibat beban sendiri dari komponen .

b) Sambungan yang pada keadaan akhir akan harus menerima beban-beban yang selama pemasangan diterima oleh pendukung pembantu.

c) Sambungan pada mana tidak ada persyaratan ilmu gaya tapi harus memenuhi persyaratan lain seperti : kekedapan air, kekedapan suara.

d) Sambungan-sambungan tanpa persyaratan konstruktif dan semata-mata menyediakan ruang gerak untuk pemasangan .

III.2.1.2 Ikatan

Cara mengikatkan atau melekatkan suatu komponen terhadap bagian komponen konstuksi yang lain secara prinsip dibedakan sebagai berikut :

a) Ikatan Cor ( In Situ Concrete Joint )

Penyaluran gaya dilakukan lewat beton yang dicorkan. Diperlukan penunjang / pendukung pembantu selama pemasangan sampai beton cor mengeras. Penyetelan berlangsung dengan bantuan adanya penunjang / pendukung pembantu. Toleransi penyusutan ‘ diserap ‘ oleh Coran Beton. b) Ikatan Terapan

Cara menghubungkan komponen satu dengan yang lain secara “lego” (permainan balok susun anak-anak) disebut Ikatan Terapan. Dimulai dengan cara hubungan “PELETAKAN“, kemudian berkembang menjadi “Saling Menggigit“ .Proses pemasangan dimungkinkan tanpa adanya pendukung / penunjang pembantu.

11

Desain Omahku. 2010. Beton Precast. Jurnal Artikel. (Online),

(4)

c) Ikatan Baja

Bahan pengikat yang dipakai : Plat baja dan Angkur. Sistem ikatan ini dapat dibedakan sebagai berikut :

x Menyambung dengan cara di las ( Welded Steel ) x Menyambung dengan Baut / Mur / Ulir ( Corbel Steel ) d) Ikatan Tegangan

Merupakan perkembangan lebih jauh dari ikatan baja dengan memasukan unsure Post Tensioning dalam system koneksi.

x Memerlukan penunjang / pendukung Bantu selama pemasangan. x Perlu tempat / ruang yang relatuf besar untuk Post Tensioning. x Angkur cukup mahal

III.2.1.3 Simpul

Merupakan kunci dalam struktur yang memakai komponen pracetak dan merupakan tempat pertemuan antara 2 atau lebih komponen struktur. Secara garis besar dapat dikelompokkan sebagai berikut :

a) Simpul Primer

Pertemuan yang menghubungkan kolom dengan balok dan juga terhadap plat lantai. Disisni beban dari plat akan diteruskan ke pendukung-pendukung vertical.

b) Simpul Pertemuan Kolom

Pertemuan dimana beban-beban vertical dan sesewaktu momen-momen juga disalurkan.

c) Simpul Penyalur Sekunder-Primer ( Pelat Balok ) d) Untuk menyalurkan beban vertical

Simpul Pendukung sesama Plat / dengan Balok dan Kolom

Untuk menyalurkan beban horizontal dalam bentuk tegangan tekan – tarik dan geser

e) Simpul yang Mampu Menahan Momen

Yang secara statis bisa membentuk komponen pendukung tapi oleh alasan tertentu. Misal : Transportasi dibuat terdiri dari 2 atau lebih bagian

(5)

III.2.2 Pelaksanaan Konstruksi ( Erection )

Metode dan jenis pelaksanaan konstruksi precast diantaranya adalah : a) Dirakit per elemen

b) Lift – Slab system

Adalah pengikatan elemen lantai ke kolom dengan menggunakan dongkrak hidrolis. Prinsip konstruksinya sebagai berikut :

x Lantai menggunakan plat-plat beton bertulang yang dicor pada lantai bawah

x Kolom merupakan penyalur beban vertikal dapat sebagai elemen pracetak atau cor di tempat.

x Setelah lantai cukup kuat dapat diangkat satu persatu dengan dongkrak hidrolis.

c) Slip – Form System

Pada system ini beton dituangkan diatas cetakan baja yang dapat bergerak memanjat ke atas mengikuti penambahan ketinggian dinding yang bersangkutan.

d) Push – Up / Jack – Block System

Pada system ini lantai teratas atap di cor terlebih dalu kemudian diangkat ke atas dengan hidrolic – jack yang dipasang di bawah elemen pendukung vertikal.

e) Box System

Konstruksi menggunakan dimensional berupa modul-modul kubus beton.

III.2.3 Aplikasi terhadap pembangunan apartemen

Aplikasi beton pracetak terhadap bangunan apartemen pada studi ini di lakukan pada bagian :

(6)

III.2.3.1 Lantai

Lantai pada apartemen mengunakan Hollow core slab, literature mengambil produk PT. Beton Elemenindo Perkasa ( BEP )12.

Gambar III.1 Lantai precast type hollow core slab

12

PT. Beton Elemenindo Perkasa. Catalog produk. (Download), http://www.beton.co.id/lama/ download/catalog-perkasa.pdf (diakses ulang 24 Jan. 2012 ).

(7)

III.2.3.2 Façade

Facade pada apartemen mengunakan precast concrete wall panel, literature mengambil produk PT. Beton Elemenindo Perkasa ( BEP )13. Dan beberapa sumber internet untuk pemasangan14.

13

PT. Beton Elemenindo Perkasa. Catalog produk. (Download), http://www.beton.co.id/lama/ download/catalog-perkasa.pdf (diakses ulang 24 Jan. 2012 ).

14

M.Z. Rousseau and R.L. Quirouette.1982. Precast Panel Wall Assemblies. Artikel Building

Science Forum '82. (On line) http://www.nrc-cnrc.gc.ca/eng/ibp/irc/bsi/82-precast-panel.html

(diakses ulang 24 Jan. 2012 ).

(8)

Gambar III.3 Precast concrete wall panel III.2.3.3 Tangga

Tangga pada apartemen mengunakan precast concrete stair, literature mengambil produk PT. Beton Elemenindo Perkasa ( BEP )15. Dan beberapa sumber internet untuk pemasangan16.

15

PT. Beton Elemenindo Perkasa. Catalog produk. (Download), http://www.beton.co.id/lama/ download/catalog-perkasa.pdf (diakses ulang 24 Jan. 2012 ).

16

Hollow core concrete PTY LTD. 2004. Catalog Hollow core concrete detailing manual. (Download) http://www.hollowcore.com.au/pdf/DetailingManual.pdf (diakses ulang 24 Jan. 2012)

(9)

Gambar III.4 Tangga / precast concrete stair III.3 Tinjauanempiris

Tinjauan ini akan memberikan contoh proyek beberapa apartemen yang telah dibangun untuk gambaran dan pembelajaran tentang bangunan aparteman yang memiliki kesamaan dengan proyek ini. Pembelajaran dan gambaran itu baik dari segi ruangan dan aplikasi material dan teknologi yang diterapkannya sebagai acuan perencanaan.

III.3.1 SAYAB Residential Complex in Columbia.

SAYAB Residential Complex in Colombia17. Ini adalah contoh pemukiman masyarakat menengah yang terbaik saat ini menurut Fundación América Sostenible, karena telah terpilih sebagai bangunan tempat tinggal yang paling berkelanjutan di Kolombia, dan telah menerima Medali

17

Guest Author. 2011. SAYAB Awarded as The Most Sustainable Residential Complex in Colombia. Artikel houses / Housing. (On line), http://www.architecturelist.com/2011/12/28/sayab-awarded-as-the-most-sustainable-residential-complex-in-colombia/(diakses ulang 24 Jan. 2012)

(10)

Emas dalam tanggung jawab lingkungan. Proyek ini dirancang oleh arsitek Luis de Garrido, dan dibangun oleh perusahaan konstruksi bergengsi IC Prefabricados.

Komplek perumahan ini terpilih karena konsep bangunannya yang berkelanjutan / sustainable building. beberapa konsep tentang bangunan bekelanjutan telah di penuhi antaranya :

¾ Tingkat tinggi pemanasan desain bioclimatic dan sistem pendingin yang tidak diperlukan.

¾ Alam pencahayaan dan ventilasi alami. ¾ konsumsi sangat rendah energy.

¾ Mengurangi tingkat limbah yang dihasilkan.

¾ Penciptaan ruang hijau yang memiliki luas dua kali lipat dari site. ¾ Meningkatkan rasa yang kuat dari masyarakat.

¾ Tiga tingkat keamanan

¾ Gunakan bahan tidak beracun dan biodegradable. ¾ Industrialisasi dan prefabrikasi dari semua komponen..

¾ Gunakan komponen dapat digunakan kembali dan diperbaiki..

¾ Dapat benar-benar dibongkar karena bangunan tidak pernah dibongkar.. ¾ siklus hidup Tak Terbatas.

¾ pemeliharaan Rendah. ¾ Biaya rendah.

SAYAB terletak di sekitar Gratamira di Cali (Kolombia). Lokasi ini cocok untuk pengembangan, dan ditujukan untuk perumahan kelas menengah di Kolombia. Kompleks perumahan terdiri dari 4 blok besar dengan total 345 rumah, dan pusat pusat sosial dan berbagai komersial. Ada dua tipe dasar perumahan: perumahan berlantai satu (dengan luas lantai 72 m2 dibangun), dan rumah dua-lantai (dengan luas dua-lantai 103 m2 perkiraan). Untuk memaksimalkan luas dua-lantai yang diijinkan, dan meminimalkan dampak dari harga tanah, luas lantai telah difokuskan pada empat blok, dengan timur-barat. Masing-masing blok terbentuk, pada bagiannya sendiri, oleh penyatuan dua blok linier, dipisahkan oleh sebuah halaman tertutup. Hal ini memastikan bahwa sinar matahari langsung tidak bisa masuk perumahan, dan karena itu mencegah overheating oleh efek rumah kaca.

(11)

Setiap blok memiliki dua pusat komunikasi vertikal, dan bangunan yang berbeda dapat diakses oleh perimeter galeri yang terletak di halaman tertutup pusat. Blok memiliki struktur arsitektur yang sangat sederhana, untuk meminimalkan biaya, dan untuk membuat sebagian dari proses komponen prefabrikasi. Meskipun kesederhanaan ini seharusnya, tidak ada dua rumah yang sama di seluruh kompleks, karena semua fasad berbeda setiap flat memiliki balkon yang berbeda. Untuk menekankan perbedaan ini, dan memberikan beberapa kompleksitas untuk proyek secara keseluruhan, balkon yang dicat dengan warna yang berbeda.

Gambar III.6 Foto dan perspektif SAYAB

Blok memiliki lubang dipotong di beberapa ruang yang digunakan sebagai teras tertutup pada ketinggian yang berbeda. Hal tersebut memberikan transparansi ke kompleks di samping itu juga menghasilkan iklim mikro yang segar di dalam gedung, dan mendorong tetangga untuk berinteraksi dan membangun rasa yang kuat dari masyarakat. Bagian dari blok menciptakan dan mempertahankan kantong udara besar sepanjang bangunan yang berfungsi untuk mendinginnkan suhu sekitar bangunan. Kompleks ini juga memiliki 4 jenis daerah hijau, terletak di lokasi yang berbeda, Pada eksterior, halaman dalam, keliling antara bangunan, dan atap blok hijau.

(12)

Gambar III.7 Site plan SAYAB Gambar III.8 Denah Blok SAYAB

Gambar III.9 Denah Unit apartemen

Gambar III.11 Perakitan struktur precast -2

Gambar III.10 Perakitan struktur precast - 1

Gambar III.13 Perakitan struktur precast -3

Gambar III.12 Ilustrasi perakitan wall panel

(13)

Gambar III.14 Detail wall panel

Gambar III.15 Detail pembesian wall panel

Gambar III.17 Potongan bagunan

Gambar III.16 Potongan bangunan memanjang

(14)

III.3.2 Apartemen Bersubsidi Menara Latumenten

Apartemen Menara Latumenten18 merupakan Apartemen Subsidi yang berlokasi di Jakarta Barat, tepat nya di Jl.Prof.Dr. Latumenten – Grogol. Berada tepat di seberang Season City, Apartemen Menara Latumenten menawarkan lokasi yang sangat strategis, dengan harga yang terjangkau.

Gambar III.18 Massa bangunan apartemen latumenten

Gambar III.19 Site plan apartemen latumenten

18

Ivan Setiawan. 2009. Apartemen Bersubsidi Menara Latumenten. Gran Opening. (On Line),

http://menara-latumenten.blogspot.com/search/label/Apt%20Menara%20Latumenten (diakses ulang 24 Jan.2012)

(15)

Apartemen yang di kembangkan oleh PT. Metro Margahayuland ini selain berada di daerah yang strategis apartemen ini juga di lengkapi dengan berbagai fasilitas seperti kolom renang, CCtv security, Tv kabel dan jaringan internet, taman bermain dan masih banyak lagi. Apartemen latumenten memiliki 1.150 unit satuan hunian, dan dari jumlah itu ada yang berjenis apartemen subsidi dan nonsubisidi. Untuk yang bersubsidi harganya sekitar Rp 144 juta sedangkan nonsubsidi Rp 197 juta.

Gambar III.20 Denah apartemn latumenten

Gambar III.22 denah unit 2 kamar apartemen latumenten

Gambar III.21 denah unit 1 Kamar apartemen latumenten

Gambar

Gambar III.1 Lantai precast type hollow core slab
Gambar III.2 Cara pemasangan lantai precast
Gambar III.3 Precast concrete wall panel  III.2.3.3 Tangga
Gambar III.4 Tangga / precast concrete stair  III.3 Tinjauanempiris
+6

Referensi

Dokumen terkait

Telekomunikasi Indonesia (Tbk) sebelum (2010,2011,2012) dan sesudah (2014,2015,2016) akuisisi menyimpulkan bahwa perhitungan menggunakan rasio keuangan dan uji paired sample

Dengan menggunakan persamaan model seperti diatas ini dan melakukan analisis menggunakan regresi data panel dengan dua uji kelayakan terhadap model tersebut, maka

X Y Z yang masih kurang efektif dan efisien, dan membuat sistem basis data yang akan digunakan dalam aplikasi absensi yang terkomputerisasi, user Interface untuk mengelola basis

Perilaku santri membeli obat di Koperasi Santri menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan swamedikasi penting bagi para santri khususnya pada santri SMA dikarenakan tingkat SMA

Manual ini dirancang, disusun, dan ditetapkan melalui suatu mekanisme penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan SPMI yang berlaku untuk civitas

Dalam rangka untuk mencapai terlaksananya pelatihan yang efektif bagi organisasi atau perusahaan, maka tujuan dan sasaran dari pelatihan yang ditetapkan berorientasi kepada

- Apabila muatan berlebih 3 ft lebar ke samping kendaraan, harus dilengkapi dengan bendera merah yang ditempatkan di posisi ujung dari barang yang berlebih, juga pada kedua

Diperkirakan dipertahankannya suku bunga acuan pada level 6,5% hingga akhir tahun 2010 dan berbagai penawaran produk simapanan yang menarik bagi nasabah khususnya jenis deposito,