• Tidak ada hasil yang ditemukan

ISSN Jurnal Akuntanika, Vol. 6, No. 2, Juli Desember 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ISSN Jurnal Akuntanika, Vol. 6, No. 2, Juli Desember 2020"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

45

PENGARUH KEPEMIMPINAN, MOTIVASI DAN GOOD CORPORATE

GOVERNANCE (GCG) TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI DIVISI

SEKRETARIAT PERUSAHAAN PT PUPUK SRIWIDJAJA

PALEMBANG

Amir Hamzah, MM., QRMA

Program Studi Administrasi Bisnis, Politeknik Anika Palembang email: [email protected]

Abstract

This study aims to determine the effect of Leadership, Motivation and Good Corporate Governance (GCG) on Employee Performance in the Company Secretariat Division PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang. In this study the population size is 44 people with the details of 14 people as a test sample and a sample of 30 people. The samples in this study using techniques Saturated Samples. From the results of this study are the effects of Leadership, Motivation and Good Corporate Governance (GCG) jointly to employee performance in the Division of Corporate Secretary of PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang. With multiple regression equation Ŷ = 8,080 + 0,400 X1 + 0,304 X2 + 0,251 X3 + e. Correlation value (R) of 0.819 and the coefficient of determination of Adjusted R Square of 0.633 or 63.3%. There is a leadership influence on the performance of employees in the Division of Corporate Secretary of PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang. Indicated sig t of 0.002 <α (0.05). There is the influence of motivation on employee performance in the Division of Corporate Secretary of PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang. Indicated value of 0,035 t sig <α (0.05). Effect of Good Corporate Governance (GCG) of the employee performance in the Company Secretariat Division PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang. Indicated value of 0,047 t sig <α (0.05). Leadership variables have a more dominant influence by 0,400 or 40%. Implementation is an effort to improve leadership, as considered in making the decision, the subordinate role in the task, execution of daily tasks, problem-solving skills, interaction and cooperation, attention and guidance, environment, trust in subordinates, responsibility subordinate to the duties, delegation of tasks , subordinate initiative, organization and implementation of policy objectives. Efforts to increase motivation, such as the presence of high motivation to excel, Want to get the recognition, compensation, satisfaction in work and working environment as expected. Efforts to improve the Good Corporate Governance (GCG), such as through a transparency (Transparency), accountability (Accountability), responsibility (Responsibility), independence (Independency) and the Equality and Fairness (Fairness).

.

Keywords: Performance, Leadership, Motivation and Good Corporate Governance (GCG

)

PENDAHULUAN Latar Belakang

Perekonomian nasional Indonesia tidak bisa lepas dari globalisasi yang telah melanda dunia akhir-akhir ini. Dampak yang secara langsung dirasakan adalah adanya perkembangan dunia usaha dalam negeri yang mengalami kemajuan yang cukup pesat baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun swastaMenurunnya kinerja pegawai disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah menurunnya keinginan pegawai untuk mencapai prestasi kerja, kurangnya ketepatan waktu dalam penyelesaian pekerjaan sehingga

kurang menaati peraturan, pengaruh yang berasal dari lingkungannya, teman sekerja yang juga menurun semangatnya dan tidak adanya contoh yang harus dijadikan acuan dalam pencapaian prestasi kerja yang baik. Semua itu merupakan sebab menurunya kinerja pegawai dalam bekerja. Faktor-faktor yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja diantaranya adalah Kepemimpinan, Motivasi dan Good Corporate Governance (GCG).

Tujuan penerapan Good Corporate

Governance (GCG) pada perusahaan adalah

mengoptimalkan nilai perusahaan agar perusahaan memiliki daya saing yang kuat, baik

(2)

46

secara nasional maupun internasional,

mendorong pengelolaan perusahaan secara profesional, efisien dan efektif serta memberdayakan fungsi dan meningkatkan kemandirian perusahaan, meningkatkan kontribusi perusahaan dalam perekonomian nasional dan meningkatkan iklim yang kondusif bagi perkembangan investasi nasional.

Identifikasi Masalah

Sesuai uraian pada latar belakang masalah di atas dapat diidentifikasi masalah yang mempergaruhi Kinerja Karyawan di Divisi Sekretariat Perusahaan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang antara lain :

1. Pimpinan belum sepenuhnya mampu menjadi motivator bagi peningkatan kinerja karyawan seperti memperhatikan para karyawan secara langsung.

2. Masih rendahnya motivasi yang dimilki para karyawan yang terlihat dari masih rendahnya karyawan yang menunjukkan prestasi kerja, masih rendahnya keinginan karyawan untuk meningkatkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi dan masih rendahnya kecintaan karyawan terhadap bidang pekerjaannya.

3. Belum optimalnya penerapan prinsip Good

Corporate Governance sehingga

menyebabkan timbulnya risiko dan kecurangan dalam laporan hasil pekerjaan. 4. Lingkungan kerja yang kurang kondusif,

dimana tingkat kerja sama antar karyawan masih kurang dengan adanya egoisme divisi masing-masing.

5. Evaluasi kinerja pegawai harus diberikan perhatian serius pada setiap kemajuan yang dicapai oleh setiap pegawai belum berjalan secara intensif.

Rumusan Masalah

Adapun masalah yang akan diselesaikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Apakah Kepemimpinan, Motivasi dan

Good Corporate Governance (GCG)

berpengaruh secara bersama-sama terhadap Kinerja Karyawan di Divisi Sekretariat Perusahaan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang?

2. Apakah Kepemimpinan berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan di Divisi Sekretariat Perusahaan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang?

3. Apakah Motivasi berpengaruh terhadap

Kinerja Karyawan di Divisi Sekretariat Perusahaan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang?

4. Apakah Good Corporate Governance (GCG) berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan di Divisi Sekretariat Perusahaan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang?

.

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, menganalisis dan membuktikan pengaruh :

a. Kepemimpinan, Motivasi dan Good Corporate Governance (GCG) secara

bersama-sama terhadap Kinerja Karyawan di Divisi Sekretariat Perusahaan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.

b. Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan di Divisi Sekretariat Perusahaan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.

c. Motivasi terhadap Kinerja Karyawan di Divisi Sekretariat Perusahaan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.

d. Good Corporate Governance (GCG) terhadap Kinerja Karyawan di Divisi Sekretariat Perusahaan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.

TINJAUAN LITERATUR Kinerja

Pengertian Kinerja

Banyak pengertian yang diberikan oleh para ahli mengenai istilah kinerja atau prestasi kerja, tetapi semua pengertian itu dapat dikategorikan kedalam empat pengertian yaitu: Hasil kerja (output), prilaku, proses dan cita-cita individu.

Penilaian Kinerja

Untuk melakukan penilain kinerja diperlukan dimensi atau ukuran kinerja yang juga disebut standar pekerjaan. Standar pekerjaan adalah sejumlah kriteria yang menjadi ukuran dalam penilaian kinerja yang digunakan sebagai pembanding cara dan hasil pelaksanaan tugas-tugas dari suatu pekerjaan/ jabatan (Hadari Nawawi, 2000 : 234).

Kepemimpinan

a. Pengertian Kepemimpinan

Menurut Buchari, jika digambarkan dengan satu skema yang sederhana akan terlihat hubungan antar organisasi yang berada di bawah seorang pemimpin dengan tujuan organisasi, kebutuhan dasar manusia dan alat

(3)

47

perangsang seperti terlihat pada gambar di

bawah ini :

Sumber : Manajemen dan motivasi, Buchari Zainun (1989)

Gambar 1.

Organisasi, Pemimpin dan Motivasi Kebutuhan Dasar

Motivasi

Pengertian Motivasi

Menurut Luthans (2006 : 13) motivasi adalah proses sebagai langkah awal seseorang melakukan tindakan akibat kekurangan secara fisik dan psikis atau dengan kata lain adalah suatu dorongan yang ditunjukan untuk memenuhi tujuan tertentu.

Ada banyak teori mengenai motivasi yang dikemukan oleh banyak ahli diantaranya sebagai berikut :

1) Teori Hirarki

Teori hirarki yang terkenal adalah teori yang dikemukakan oleh Maslow.

Teori kebutuhan Maslow dapat digambarkan dibawah ini :

Gambar 2.

Teori Maslow dan Teori Herzberg

2) Teori ERG

Ahli lain yaitu Alderter disebut teori ERG. 3) Teori Kesehatan Motivator

Teori dua faktor dikemukakan oleh psikolog Herzberg.

4) Teori Kebutuhan Mc Clelland

Teori kebutuhan Mc Clelland terfokus pada

tingkat kebutuhan.

Hakikat Motivasi

Menurut Siagian, (2003 : 26) seseorang yang memiliki kebutuhan untuk berprestasi akan mempunyai keinginan yang kuat untuk mencapai keberhasilan atau kepuasan yang dicirikan sebagai berikut :

a. Pegawai tersebut menentukan tujuannya tidak terlalu muluk-muluk dan juga tidak terlalu rendah, tetapi cukup mempunyai tantangan untuk dapat dikerjakan lebih baik.

b. Pegawai menetukan tujuan karena secara individu dapat mengetahui bahwa hasilnya dapat dikuasai bila mereka kerjakan sendiri. c. Pegawai senang terhadap pekerjaannya

karena merasa sangat berkepentingan dengan keberhasilannya sendiri.

d. Pegawai lebih senang bekerja didalam tugas-tugasnya yang dapat memberikan gambaran bagaimana keadaan pekerjaannya.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi

Memberikan motivasi kepada pegawai oleh pimpinannya merupakan proses kegiatan pemberian motivasi kerja, sehingga pegawai tersebut berkemampuan untuk pelaksanaan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab.

1. Good Corporate Governance (GCG) Pengertian Good Corporate Governance

Corporate governance adalah

rangkaian proses terstruktur yang digunakan untuk mengelola serta mengarahkan atau memimpin bisnis atau usaha usaha korporasi dengan tujuan untuk meningkatkan nilai-nilai perusahaan serta komunitas usaha. Terdapat beberapa pemahaman tentang pengertian

corporate governance.

Menurut Suprayitno (2009 : 47) IICG

(The Indonesian Institute for Corporate Governance), pengertian Good Corporate

Governance dapat didefinisikan sebagai

struktur, sistem, dan proses yang digunakan oleh organisasi perusahaan sebagai upaya untuk memberikan nilai tambah perusahaan secara berkesinambungan dalam jangka panjang, dengan tetap memperhatikan kepentingan

stakeholder lainnya, berlandaskan peraturan

perundangan dan norma yang berlaku.

Menurut OECD (The Organization for

Economic Cooperation and Development)

(2003), sebagaimana dikutip oleh Wahyudin Zarkasyi (2008 : 35), Tata kelola perusahaan

Organisasi

Pemimpin

Kinerja

(4)

48

yang baik (good corporate governance)

merupakan struktur yang oleh stakeholders, pemegang saham, komisaris dan manajer menyusun tujuan perusahaan dan sarana untuk mencapai tujuan tersebut dan mengawasi kinerja.

Konsep Dasar Good Corporate Governance

Dua teori utama yang terkait dengan

corporate governance menurut Chinn dan Shaw

(2003 : 26) adalah stewardship theory dan

agency theori. Stewardship theory dibangun di

atas asumsi filosofis mengenai sifat manusia yakni bahwa manusia pada hakekatnya dapat dipercaya, mampu bertindak dengan penuh tanggung jawab, memiliki integritas dan kejujuran terhadap pihak lain.

Prinsip-Prinsip Dasar Good Corporate

Governance

Sistem yang mengatur keseimbangan dalam pengelolaan perusahaan perlu dituangkan dalam bentuk prinsip-prinsip yang harus dipatuhi untuk menuju tata kelola perusahaan yang baik. Berdasarkan Keputusan Menteri nomor : KEP-117/M-MBU/2002. Prinsip-prinsip Good Corporate Governance yaitu:

transparency, accountability, responsibility independency dan fairness. Prinsip-prinsip

tersebut dijabarkan sebagai berikut : 1. Keterbukaan Informasi (Transparency) 2. Akuntabilitas (Accountability)

3. (Responsibilities)

4. Kemandirian (Independency)

5. Kesetaraan dan Kewajaran (Fairness)

Tujuan dan Manfaat Good Corporate

Governance

Penerapan GCG di lingkungan BUMN dan BUMD mempunyai tujuan sesuai KEPMEN BUMN No. PER – 01/MBU/2011 tahun 2011 pada pasal 4, yaitu:

1) Mengoptimalkan nilai BUMN agar perusahaan memiliki daya saing yang kuat, baik secara nasional maupun internasional, sehingga mampu mempertahankan keberadaannya dan hidup berkelanjutan untuk mencapai maksud dan tujuan BUMN 2) Mendorong pengelolaan BUMN secara

profesional, efisien, dan efektif, serta memberdayakan fungsi dan meningkatkan kemandirian Organ Persero

3) Mendorong agar Organ Persero/Organ Perum dalam membuat keputusan dan menjalankan tindakan dilandasi nilai moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta

kesadaran akan adanya tanggung jawab sosial BUMN terhadap Pemangku Kepentingan maupun kelestarian BUMN dalam perekonomian nasional

4) Meningkatkan kontribusi BUMN dalam perekonomian nasional

5) Meningkatkan iklim yang kondusif bagi perkembangan investasi nasional

Sedangkan menurut Siswanto Sutojo dan E. John Aldridge (2005:5-6), Good

Corporate Governance mempunyai lima

macam tujuan utama, kelima tujuan tersebut adalah sebagai berikut:

1) Melindungi hak dan kepentingan pemegang saham.

2) Melindungi hak dan kepentingan para anggota stakeholders non-pemegang saham 3) Meningkatkan nilai perusahaan dan para

pemegang saham.

4) Meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja Dewan Pengurus atau Board of Directors dan manajemen perusahaan, dan

5) Meningkatkan mutu hubungan Board of

Directors dengan manajemen senior

perusahaan.

Elemen-elemen Penting Pendukung

Efektivitas Good Corporate Governance

Elemen-elemen penting GCG tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1) Sistem Pengendalian Internal

Sistem pengendalian internal dimaksudkan untuk melindungi perusahaan terhadap penyelewengan finansial dan hukum, serta untuk mengidentifikasi dan menangani resiko dengan tujuan untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya perusahaan secara etis, efektif, dan efisien, dalam upaya mencapai sasaran-sasaran perusahaan. 2) Sistem Audit

Sistem audit dan peran audit internal atau dikenal sebagai Satuan Pengawas Internal (SPI) amat penting bagi perusahaan. Standar praktek internasional sistem audit yang dikembangkan dan direkomendasikan oleh organisasi The Institute of Internal

Auditors (IAA) sangat menekankan arti

penting audit internal. 3) Manajemen Risiko

Manajemen resiko adalah upaya untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola resiko sedemikian rupa sehingga perusahaan senantiasa dapat menerapkan pengendalian atas kondisi saat ini maupun mengantisipasi resiko yang mungkin timbul

(5)

49

sehingga perusahaan dapat memenuhi

tujuan dan sasarannya. 4) Pelaporan Perusahaan

Dewan Komisaris dan Direksi bertanggung jawab untuk memastikan bahwa perusahaan telah menyajikan laporan keuangan dan hasil-hasil operasi perusahaan dengan penuh integritas.

Kerangka Berpikir

Kerangka berfikir dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

Gambar 3 Kerangka Berpikir

Hipotesis Penelitian

Berdasarkan kerangka berpikir diatas, hipotesis penelitian yang akan diajukan dalam penelitian ini adalah :

1. Diduga Kepemimpinan, Motivasi dan Good

Corporate Governance (GCG) berpengaruh

secara bersama-sama terhadap Kinerja Karyawan di Divisi Sekretariat Perusahaan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.

2. Diduga Kepemimpinan berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan di Divisi Sekretariat Perusahaan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.

3. Diduga Motivasi berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan di Divisi Sekretariat Perusahaan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.

4. Diduga Good Corporate Governance

(GCG) berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan di Divisi Sekretariat Perusahaan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.

METODOLOGI PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di PT Pupuk Sriwidjaja Palembang dengan alamat Jl. Mayor Zen, Palembang 30118, penelitian ini diharapkan dapat memberikan andil dan manfaat dalam peningkatan Kinerja melalui Kepemimpinan, Motivasi dan Good Corporate

Governance (GCG). Dalam penelitian ini

dilaksanakan selama 5 (Lima) bulan dari bulan Juni sampai bulan Oktober 2014.

Populasi, Sampel dan Teknik Sampling Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan Divisi Sekretariat Perusahaan PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang sedangkan sampel adalah bagian dari populasi yang akan dijadikan objek penelitian. Dalam penelitian ini jumlah populasi adalah 44 orang.

Tabel 1. Populasi

No. Uraian Jumlah

1. Manager Sekretariat dan Tata

Kelola Perusahaan 1

2. Manager Hubungan Masyarakat 1

3. Staf 42

Jumlah 44

Sumber : Divisi Sekretariat Perusahaan PT. Pusri Palembang, 2014

Sampel dan Teknik Sampling

Pengambilan sampel dilakukan secara keseluruhan dari jumlah populasi dengan mempertimbangkan jumlah sampel sebesar 44 orang maka penulis mengambil keseluruhan jumlah populasi yaitu sebanyak 44 orang dengan rincian 14 orang sebagai sampel uji coba dan 30 orang sebagai sampel penelitian.

Rancangan Penelitian

Metode yang dipergunakan yaitu metode survey kuantitatif dengan pendekatan deskriftif.

Definisi Konseptual dan Operasional

Variabel

Sesuai masalah dan tujuan penelitian, variabel penelitian ini terdiri dari :

1. Variabel terikat yaitu kinerja

2. Variabel bebas yaitu meliputi Kepemimpinan, Motivasi dan Good Corporate Governance (GCG)

Uraian masing-masing variabel penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Variabel Kinerja

a. Definisi Konseptual

Kinerja adalah seberapa banyak pegawai memberikan kontribusi kepada organisasi.

b. Definisi Operasional

Secara operasional kinerja teridentifikasi melalui kemampuan kerja, terpenuhinya fasilitas penunjang kerja dan prosedur kerja.

(6)

50

2. Variabel Kepemimpinan

a. Definisi Konseptual

Kepemimpinan adalah suatu cara seorang pemimpin dalam usahanya untuk mempengaruhi bawahannya agar mau bekerja sama untuk mencapai tujuan organisasi.

b. Definisi Operasional

Secara operasional kepemimpinan dapat terwujud dalam bentuk Kepemimpinan Intruksi, kepemimpinan konsultasi, kepemimpinan partisipasi dan kepemimpinan delegasi.

3. Variabel Motivasi a. Definisi Konseptual

Motivasi adalah proses yang berperan pada intensitas, arah dan lamanya berlangsung upaya individu kearah pencapaian sasaran.

b. Definisi Operasional

Secara operasional motivasi teridentifikasi melalui adanya semangat yang tinggi untuk berprestasi, Ingin mendapatkan pengakuan, mendapatkan kompensasi, merasa puas dalam bekerja dan lingkungan kerja sesuai harapan.

4. Variabel Good Corporate Governance (GCG)

a. Definisi Konseptual

Good Corporate Governance (GCG)

adalah peraturan yang mengelola, dan mengawasi lainnya, mengatur hubungan antara berbagai pihak yang berkepentingan (stakeholders) demi tercapainya tujuan organisasi.

b. Definisi Operasional

Secara operasional Good Corporate

Governance (GCG) teridentifikasi

melalui keterbukaan (Transparency), akuntabilitas (Accountability), pertanggungjawaban (Responsibility), kemandirian (Independency) dan Kesetaraan dan Kewajaran (Fairness).

Instrumen Penelitian

Untuk mendapatkan data-data yang berkaitan dengan meliputi Kepemimpinan, Motivasi dan Good Corporate Governance (GCG) terhadap Kinerja digunakan instrumen berupa kuesioner dengan pengukuran menggunakan skala likert yang mempunyai lima tingkatan yang merupakan skala jenis ordinal dengan perkiraan nilai jawaban pada

setiap pertanyaan yang diajukan kepada responden. Dengan menggunakan 4 instrumen yang kemudian dikembangkan menjadi beberapa pertanyaan atau parameter yang akan diukur. (Sangat Setuju (SS) = 5, Setuju (S) = 4, Kurang Setuju (KS) = 3, Tidak Setuju (TS) = 2 dan Sangat Tidak Setuju (STS) = 1. Selanjutnya dari kuisioner-kuisioner tersebut akan dilakukan uji validasi dan reliabilitas.

Uji Validitas

Kriteria pengujian instrumen dinyatakan valid jika rhitung > rtabel.

Uji Reliabilitas

Instrumen dinyatakan reliabel bila

Cronbach Alpa > 0,05.

Teknik Analisis Data

1. Analisis Deskriftif

a. Analisis Statistik Deskriftif

Statistik deskriftif berusaha menjelaskan atau menggambarkan berbagai karakteristik data selain penyajian tabel dan grafik untuk mengetahui deskrifsi data diperlukan ukuran yang lebih eksak.

b. Analisis Butir Instrumen

Setelah dilakukan tabulasi terhadap setiap butir pertanyaan/pernyataan pada setiap variabel yang diteliti, maka dilakukan analisis butir pertanyaan/pernyataan.

Untuk menganalisis data deskriftif tentang nilai indikator dan item pertanyaan setiap variabel, dipergunakan skala penafsiran sebagai berikut :

Tabel 2

Skala Penafsiran Nilai Indikator

No Interval Nilai Penafsiran

1 0 < 1,00 Tidak Baik 2 1,00 < 2,00 Kurang Baik 3 2,00 < 3,00 Cukup Baik 4 3,00 < 4,00 Baik 5 4,00 - 5,00 Sangat Baik Sumber : Juanda (2003 : 6)

Analisis Statistik Inferensial a. Uji Persyaratan

Sebelum data dianalisis terlebih dahulu data tersebut harus memenuhi syarat uji persyaratan sebagai berikut :

1) Uji Normalitas

Untuk melakukan uji normalitas distribusi data, penulis menggunakan uji

Kolmogorof Smirnov dari program SPSS.

Normalitas distribusi data dihitung dengan cara membandingkan nilai Asymtotic Significance yang diperoleh dengan nilai α = 0,05. Apabila

(7)

51

Asymp Sig > α= 0,05 maka data dinyatakan

normal.

2) Uji Homogenitas

Menggunakan Uji Cquare dengan menetapkan signifikansi 5% (α = 0, 05). Interpretasi homogenitas data dihitung berdasarkan Asymtotic Significance yang diperoleh. Jika Asymp Sig > α 0,05 maka data dinyatakan homogen.

3) Uji Linearitas

Pengujian lineartitas variabel bebas dengan variabel terikat dilakukan dengan menggunakan One Way Anova program SPSS. Pengujian lineritas menggunakan taraf signifikansi 5% (α = 0,05).

Regresi Linier Berganda

Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi dan

Good Corporate Governance (GCG) terhadap

kinerja Persamaanya adalah : Ŷ = a + b1 X1 + b2 X2 + b3 X3 +e Dimana : Y : Variabel Kinerja a : Konstanta X1 : Variabel Kepemimpinan X2 : Variabel Motivasi

X3 : Variabel Good Corporate

Governance (GCG)

b1, b2, b3 : Koefisien regresi

e : Residu

Uji Asumsi Klasik

1. Uji Multikolinearitas

Uji asumsi multikolinieritas ini dilakukan dengan cara menghitung nilai

Variance Inflating Factor (VIF), apabila VIF

lebih kecil dari 5 maka berarti tidak terjadi multikolieritas (Santoso, 2009).

2. Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dan residual

Untuk menganalisis data deskriftif tentang nilai indikator dan item pertanyaan setiap variabel, dipergunakan skala penafsiran sebagai berikut :

Tabel 3

Skala Penafsiran Nilai Indikator

No Interval Nilai Penafsiran

1 0 < 1,00 Tidak Baik 2 1,00 < 2,00 Kurang Baik 3 2,00 < 3,00 Cukup Baik 4 3,00 < 4,00 Baik 5 4,00 - 5,00 Sangat Baik Sumber : Juanda (2003 : 6)

Untuk mengetahui pengaruh satu variabel dengan yang lain, digunakan analisis korelasi. Nilai koefisien korelasi berkisar antara -1 dan 1 atau -1 ≤ ryx ≤ 1. Penafsiran koefisien

korelasi sesuai pendapat Sugiyono (2003 : 216) adalah sebagai berikut :

Tabel 4

Penafsiran Koefisien Korelasi

No Interval Nilai Penafsiran

1 0,00 < 1,999 Sangat Rendah 2 0,200 < 0,399 Rendah 3 0,400 < 0,599 Sedang 4 0,600 < 0,799 Kuat 5 0,800 -1,000 Sangat Kuat Sumber : Sugiyono (2003 : 216) Koefisien Korelasi

Pada kasus di atas, untuk mengetahui keeratan pengaruh Kepemimpinan, Motivasi dan Good Corporate Governance (GCG) terhadap kinerja digunakan besaran yang akan dianalisis adalah korelasi (r). ukuran korelasi diterjemahkan sebagai berikut :

a) 0,70 – 1,00 (baik positif atau minus) menunjukkan adanya derajat asosiasi yang tinggi.

b) 0,40 - < 0,70 (baik positif atau minus) menunjukkan hubungan yang substansial. c) 0,20 – 0,40 (baik positif atau minus)

menunjukkan adanya korelasi yang rendah. d) < 0,20 (baik positif atau minus) korelasi

dapat diabaikan.

Koefisien Determinasi

Nilai R2 ini berkisar antara 0 – 1,

semakin mendekati 1 nilai R2 tersebut berarti semakin besar variabel independen (X) mampu menerangkan variabel dependent (Y).

Uji Hipotesis Statistik

1. Uji secara Simultan, digunakan Uji F yaitu :

a. H0 : b1,b2,b3 = 0, artinya tidak ada

pengaruh Kepemimpinan, Motivasi dan

Good Corporate Governance (GCG)

secara bersama-sama terhadap Kinerja Karyawan di Divisi Sekretariat

(8)

52

Perusahaan PT Pupuk Sriwidjaja

Palembang.

H1 : b1,b2,b3 ≠ 0, artinya terdapat

pengaruh Kepemimpinan, Motivasi dan

Good Corporate Governance (GCG)

secara bersama-sama terhadap Kinerja Karyawan di Divisi Sekretariat Perusahaan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.

Kriteria pengujian :

1. Terima H0, jika sig.F ≥ 0,05

2. Tolak H0, jika sig.F < 0,05

2. Uji secara Parsial, digunakan Uji t :

a. H0 : b1 = 0, artinya tidak ada pengaruh

Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan di Divisi Sekretariat Perusahaan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.

H1 : b1 ≠ 0, artinya terdapat pengaruh

Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan di Divisi Sekretariat Perusahaan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.

b. H0 : b2 = 0, artinya tidak ada pengaruh

Motivasi terhadap Kinerja Karyawan di Divisi Sekretariat Perusahaan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.

H1 : b2 ≠ 0, artinya terdapat pengaruh

Motivasi terhadap Kinerja Karyawan di Divisi Sekretariat Perusahaan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.

c. H0 : b3 = 0, artinya tidak ada pengaruh

Good Corporate Governance (GCG)

terhadap Kinerja Karyawan di Divisi Sekretariat Perusahaan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.

H1 : b3 ≠ 0, artinya terdapat pengaruh

Good Corporate Governance (GCG)

terhadap Kinerja Karyawan di Divisi Sekretariat Perusahaan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.

Kriteria pengujian :

1. Terima H0, jika sig.t ≥ 0,05

2. Tolak H0, jika sig.t < 0,05

Analisis data dilakukan dengan bantuan Program Statistical Package for the Social

Science (SPSS) versi 20.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Instrumen

1. Uji Validitas

Sebelum melakukan penyebaran ke 30 orang responden penelitian perlu dilakukan penyebaran kuesioner ke responden sementara dengan jumlah 14 orang untuk pengujian validitas terhadap kuesioner sebagai alat uji yang valid.

a. Uji Validitas Variabel Kinerja (Y)

Hasil uji validitas dari 20 item pertanyaan untuk mengukur variabel kinerja (Y) dari 14 responden sementara yang diteliti terlihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 5

Hasil SPSS Korelasi Variabel Kinerja (Y)

No Pernyataan Korelasi Keterangan

1. Item 1 0.990** Valid 2. Item 2 0.973** Valid 3. Item 3 0.909** Valid 4. Item 4 0.937** Valid 5. Item 5 0.990** Valid 6. Item 6 -0.061 Tidak Valid 7. Item 7 0.724** Valid 8. Item 8 0.620** Valid 9. Item 9 0.939** Valid 10. Item 10 0.924** Valid 11. Item 11 0.990** Valid 12. Item 12 0.990** Valid 13. Item 13 0.019 Tidak Valid 14. Item 14 0.973** Valid 15. Item 15 0.905** Valid 16. Item 16 0.939** Valid 17. Item 17 0.824** Valid 18. Item 18 0.990** Valid 19. Item 19 0.990** Valid 20. Item 20 0.914** Valid Sumber: Data diolah SPSS

b. Uji Validitas Variabel Kepemimpinan (X1) Hasil uji validitas dari 18 item pertanyaan untuk mengukur variabel Kepemimpinan (X1) dari 14 responden sementara yang diteliti terlihat pada tabel dibawah ini :

(9)

53

Tabel 6

Hasil SPSS

Korelasi Variabel Kepemimpinan (X1)

No Pernyataan Korelasi Keterangan

1. Item 1 0.946** Valid 2. Item 2 0.952** Valid 3. Item 3 0.716** Valid 4. Item 4 0.933** Valid 5. Item 5 0.946** Valid 6. Item 6 0.806** Valid 7. Item 7 0.678** Valid 8. Item 8 0.557** Valid 9. Item 9 0.840** Valid 10. Item 10 0.866** Valid 11. Item 11 0.919** Valid 12. Item 12 0.772** Valid 13. Item 13 0.810** Valid 14. Item 14 0.892** Valid 15. Item 15 0.943** Valid 16. Item 16 0.860** Valid 17. Item 17 0.829** Valid 18. Item 18 0.752** Valid Sumber: Data diolah SPSS

c. Uji Validitas Variabel Motivasi (X2)

Hasil uji validitas dari 18 item pertanyaan untuk mengukur variabel Motivasi (X2) dari 14 responden sementara yang diteliti terlihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 7

Hasil SPSS Korelasi Variabel Motivasi (X2)

No Pernyataan Korelasi Keterangan

1. Item 1 0.979** Valid 2. Item 2 0.970** Valid 3. Item 3 0.907** Valid 4. Item 4 0.897** Valid 5. Item 5 0.215 Tidak Valid 6. Item 6 0.202 Tidak Valid 7. Item 7 0.733** Valid 8. Item 8 0.650** Valid 9. Item 9 0.907** Valid 10. Item 10 0.970** Valid 11. Item 11 0.970** Valid 12. Item 12 0.855** Valid 13. Item 13 0.876** Valid 14. Item 14 0.714** Valid 15. Item 15 0.891** Valid 16. Item 16 0.856** Valid 17. Item 17 0.979** Valid 18. Item 18 0.907** Valid Sumber: Data diolah SPSS

d. Uji Validitas Variabel Good Corporate

Governance (X3)

Hasil uji validitas dari 16 item pertanyaan untuk mengukur variabel Good

Corporate Governance (X3) dari 14 responden

sementara yang diteliti terlihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 8

Hasil SPSS Korelasi Variabel

Good Corporate Governance (X3)

No Pernyataan Korelasi Keterangan

1. Item 1 0.777** Valid 2. Item 2 0.871** Valid 3. Item 3 0.908** Valid 4. Item 4 0.777** Valid 5. Item 5 0.661** Valid 6. Item 6 0.933** Valid 7. Item 7 0.897** Valid 8. Item 8 0.781** Valid 9. Item 9 0.862** Valid 10. Item 10 0.963** Valid 11. Item 11 0.933** Valid 12. Item 12 0.885** Valid 13. Item 13 0.909** Valid 14. Item 14 0.963** Valid 15. Item 15 0.862** Valid 16. Item 16 0.909** Valid Sumber: Data diolah SPSS

2. Uji Reliabilitas

a. Uji Reliabilitas Kinerja (Y) Tabel 9

Uji Reliabilitas Untuk Variabel Kinerja (Y)

Sumber: Data diolah SPSS

Dari hasil analisis diatas didapat nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,988. Instrumen dinyatakan reliabel bila Cronbach Alpa > 0,6, maka dapat disimpulkan bahwa butir-butir instrumen penelitian tersebut reliabel.

Reliability Statistics

,988 18

Cronbach's

(10)

54

b. Uji Reliabilitas Kepemimpinan (X1)

Tabel 10 Uji Reliabilitas Untuk Variabel Kepemimpinan (X1)

Sumber: Data diolah SPSS

Dari hasil analisis diatas didapat nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,973. Instrumen dinyatakan reliabel bila Cronbach Alpa > 0,6, maka dapat disimpulkan bahwa butir-butir instrumen penelitian tersebut reliabel.

c. Uji Reliabilitas Motivasi (X2) Tabel 11

Uji Reliabilitas Untuk Variabel Motivasi (X2)

Sumber: Data diolah SPSS

Dari hasil analisis diatas didapat nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,981. Instrumen dinyatakan reliabel bila Cronbach Alpa > 0,6, maka dapat disimpulkan bahwa butir-butir instrumen penelitian tersebut reliabel.

d. Uji Reliabilitas Good Corporate Governance (X3)

Tabel 12 Uji Reliabilitas Untuk

Variabel Good Corporate Governance (X3)

Sumber: Data diolah SPSS

Dari hasil analisis diatas didapat nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,977. Instrumen dinyatakan reliabel bila Cronbach Alpa > 0,6, maka dapat disimpulkan bahwa butir-butir instrumen penelitian tersebut reliabel.

3. Analisis Deskriptif

1. Analisis Statistik Deskriptif

Secara terperinci deskripsi variabel-variabel tersebut berturut-turut dari nilai skor terendah, nilai skor tertinggi, nilai rata-rata, simpangan baku, median dan modusnya pada tabel dibawah ini :

Tabel 13

Data Deskriptif Variabel Penelitian

Sumber: Data diolah SPSS

a. Deskripsi Variabel Kinerja (Y)

Variabel Kinerja dengan 30 responden memiliki nilai rata-rata 69,37, median 69,50, mode 72, standar deviasi 5,834, nilai minimum 57, nilai maksimum 80 dan total 2081.

Sumber: Data diolah SPSS Gambar 4

Grafik Histogram Variabel Kinerja (Y) b. Variabel Kepemimpinan (X1)

Variabel Kepemimpinan dengan 30 responden memiliki nilai rata-rata 69,50, median 69,00, mode 62, standar deviasi 6,684, nilai minimum 56, nilai maksimum 83 dan total 2085. Reliability Statistics ,973 18 Cronbach's Alpha N of Items Reliability Statistics ,981 16 Cronbach's Alpha N of Items Reliability Statistics ,977 16 Cronbach's Alpha N of Items Statistics 30 30 30 30 0 0 0 0 69,50 60,13 60,53 69,37 1,220 ,987 1,206 1,065 69,00 60,00 61,00 69,50 62a 58a 61 72 6,684 5,406 6,606 5,834 44,672 29,223 43,637 34,033 ,241 -,275 ,239 -,027 ,427 ,427 ,427 ,427 -,664 ,084 -,495 -,424 ,833 ,833 ,833 ,833 27 23 25 23 56 47 49 57 83 70 74 80 2085 1804 1816 2081 Valid Missing N Mean St d. Error of Mean Median Mode St d. Deviation Variance Sk ewness St d. Error of Skewnes s Kurtos is St d. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Kepemim

pinan Motivasi GCG Kinerja

Multiple modes ex ist. The smalles t value is shown a.

(11)

55

Sumber: Data diolah SPSS

Gambar 5

Grafik Histogram Variabel Kepemimpinan (X1) c. Variabel Motivasi (X2)

Variabel Motivasi dengan 30 responden memiliki nilai rata-rata 60,13, median 60,53, mode 58, standar deviasi 5,406, nilai minimum 47, nilai maksimum 70 dan total 1804.

Sumber: Data diolah SPSS Gambar 6

Grafik Histogram Variabel Motivasi (X2) d. Variabel Good Corporate Governance (X3)

Variabel Good Corporate Governance dengan 30 responden memiliki nilai rata-rata 60,53, median 61,00, mode 61, standar deviasi 6,606, nilai minimum 49, nilai maksimum 74 dan total 1816.

Sumber: Data diolah SPSS Gambar 7

Grafik Histogram Variabel Good Corporate

Governance (X3)

2. Analisis Butir Instrumen

Tabel 14

Hasil Nilai Rata-Rata Skor Jawaban Variabel Kinerja (Y)

Berdasarkan statistik diskriptif tersebut diatas, nilai mean menunjukkan bahwa indikator-indikator Kinerja sudah cukup optimal, karena berada pada interval nilai

3,00-4,00 yaitu pertanyaan

2,6,7,8,9,12,13,14,15,16 dan 17 telah berkategori baik, sedangkan pada pertanyaan lainnya telah berkategori sangat baik dengan interval nilai 4,00-5,00. Selanjutnya dapat dilihat pada tabel berikut yaitu distribusi nilai rata-rata skor jawaban responden untuk variabel Kepemimpinan adalah sebagai berikut :

Tabel 15

Hasil Nilai Rata-Rata Skor Jawaban Variabel Kepemimpinan (X1)

Sumber: Data diolah SPSS

Berdasarkan statistik diskriptif tersebut diatas, nilai mean menunjukkan bahwa indikator-indikator Kepemimpinan sudah cukup optimal, karena berada pada interval nilai

3,00-4,00 yaitu pertanyaan 2,4,6,7,8,9,10,11,12,13,14,16,17 dan 18 telah Descriptive Statistics 30 2 5 4,20 ,847 30 2 5 3,57 ,858 30 2 5 4,13 ,900 30 2 5 4,13 ,681 30 2 5 4,23 ,774 30 2 5 3,93 ,907 30 2 5 3,97 ,669 30 2 5 3,70 ,794 30 2 5 3,53 ,730 30 2 5 4,07 ,740 30 3 5 4,07 ,785 30 2 5 3,80 ,997 30 2 5 3,90 ,923 30 2 5 3,50 ,820 30 2 5 3,47 ,937 30 2 5 3,20 ,887 30 2 5 3,90 ,845 30 2 5 4,07 ,907 30 57 80 69,37 5,834 30 P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 P11 P12 P13 P14 P15 P16 P17 P18 Total Valid N (lis twise)

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

Descriptive Statistics 30 2 5 4,17 ,791 30 2 5 3,80 1,126 30 2 5 4,23 ,774 30 2 5 3,50 ,777 30 3 5 4,00 ,788 30 2 5 3,97 ,809 30 2 5 3,90 ,923 30 2 5 3,77 ,935 30 3 5 3,90 ,607 30 2 5 3,77 ,817 30 2 5 3,80 ,714 30 2 5 3,93 ,907 30 1 5 3,90 ,923 30 1 5 3,93 ,828 30 3 5 4,07 ,785 30 2 5 3,93 ,785 30 1 5 3,53 1,074 30 2 5 3,40 ,968 30 56 83 69,50 6,684 30 P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 P11 P12 P13 P14 P15 P16 P17 P18 Total Valid N (lis twise)

(12)

56

berkategori baik, sedangkan pada pertanyaan

lainnya telah berkategori sangat baik dengan interval nilai 4,00-5,00.

Selanjutnya dapat dilihat pada tabel berikut yaitu distribusi nilai rata-rata skor jawaban responden untuk variabel Motivasi adalah sebagai berikut :

Tabel 16

Hasil Nilai Rata-Rata Skor Jawaban Variabel Motivasi (X2)

Sumber: Data diolah SPSS

Berdasarkan statistik diskriptif tersebut menunjukkan bahwa indikator-indikator Motivasi sudah cukup optimal, karena berada pada interval nilai 3,00-4,00 yaitu pertanyaan 2,5,6,7,11,12,13,14,15 dan 16 telah berkategori baik, sedangkan pada pertanyaan lainnya telah berkategori sangat baik dengan interval nilai 4,00-5,00

Selanjutnya dapat dilihat pada tabel berikut yaitu distribusi nilai rata-rata skor jawaban responden untuk variabel Good

Corporate Governance adalah sebagai berikut :

Tabel 17

Hasil Nilai Rata-Rata Skor Jawaban Variabel

Good Corporate Governance (X3)

Sumber: Data diolah SPSS

Berdasarkan statistik diskriptif tersebut menunjukkan bahwa indikator-indikator Good

Corporate Governance sudah cukup optimal,

karena berada pada interval nilai 3,00-4,00 yaitu pertanyaan 1,2,5,6,8,9,10,11,12,13,14,15 dan 16 telah berkategori baik, sedangkan pada pertanyaan lainnya telah berkategori sangat baik dengan interval nilai 4,00-5,00.

Analisis Statistik Inferensial

1. Uji Normalitas

Tabel 18

Data Hasil Uji Normalitas

Sumber: Data diolah SPSS

Dari hasil uji normalitas maka didapat suatu kesimpulan bahwa Asymp. Sig. (2-tailed) merupakan nilai p variabel Kinerja sebesar 0,959, Kepemimpinan sebesar 0,812, Motivasi sebesar 0,991 dan Good Corporate Governance sebesar 0,894 dengan probabilitas diatas 0,05, maka fungsi distribusi populasi yang diwakili sampel distribusi data normal.

2. Uji Homogenitas

Tabel 19

Data Hasil Uji Homogenitas

Kepem impina n Moti vasi Good Corporate Governance Kinerj a Chi-Square (a,b,c) 5,200 4,13 3 14,333 6,000 df 15 15 18 17 Asymp . Sig. ,990 ,997 ,707 ,993 Sumber: Data diolah SPSS

Dari nilai Chi Square masing-masing variabel Kinerja sebesar 0,993, Kepemimpinan sebesar 0,990, Motivasi sebesar 0,997 dan

Good Corporate Governance sebesar 0,707.

Kesemua nilai Chi Square masing-masing variabel lebih besar dari α sebesar 5% maka dapat disimpulkan bahwa data populasi memiliki varians homogen.

De scriptive S tatistics 30 2 5 4,13 ,937 30 2 5 3,33 ,844 30 2 5 4,07 ,828 30 2 5 4,07 ,691 30 2 5 3,73 1,048 30 2 5 3,77 ,971 30 2 5 3,83 ,699 30 1 5 4,00 ,871 30 2 5 4,00 ,788 30 2 5 4,03 ,718 30 2 5 3,93 ,828 30 2 5 3,80 ,997 30 2 5 3,70 ,988 30 2 5 3,37 ,850 30 2 5 3,30 ,877 30 1 4 3,07 ,907 30 47 70 60,13 5,406 30 P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 P11 P12 P13 P14 P15 P16 Total Valid N (lis twis e)

N Minimum Maximum Mean St d. Deviation

De scriptive S tatistics 30 2 5 3,53 ,730 30 3 5 3,93 ,785 30 2 5 4,00 ,910 30 2 5 4,00 ,830 30 2 5 3,60 ,814 30 2 5 3,70 ,915 30 2 5 4,07 ,691 30 2 5 3,90 ,845 30 2 5 3,73 ,740 30 2 5 3,90 ,759 30 2 5 3,83 ,699 30 2 5 3,70 ,837 30 2 5 3,63 1,098 30 2 5 3,50 ,974 30 1 5 3,73 1,172 30 2 5 3,77 1,006 30 49 74 60,53 6,606 30 P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 P11 P12 P13 P14 P15 P16 Total Valid N (lis twis e)

N Minimum Maximum Mean St d. Deviation

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

30 30 30 30 69,50 60,13 60,53 69,37 6,684 5,406 6,606 5,834 ,116 ,080 ,105 ,093 ,116 ,051 ,105 ,093 -,098 -,080 -,071 -,049 ,637 ,438 ,576 ,507 ,812 ,991 ,894 ,959 N Mean Std. Deviation Normal Parametersa,b

Absolute Positive Negative Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z As ymp. Sig. (2-tailed)

Kepemim

pinan Motivas i GCG Kinerja

Test distribution is Normal. a.

Calculated from data. b.

(13)

57

3. Uji Linearitas

a. Uji Linearitas antara Variabel Kepemimpinan (X1) dengan Kinerja (Y)

Uji linearitas variabel bebas dengan variabel terikat dilakukan menggunakan One

Way Anova program SPSS dengan taraf

signifikan 5% (α=0,05). Berdasarkan perhitungan uji linearitas dengan Anova didapatkan nilai sig pada baris Deviation sebesar 0,374 nilai yang diperoleh > α 5% maka H0 diterima berarti variabel Kepemimpinan

(X1) dengan Kinerja (Y) mempunyai hubungan yang linear.

Tabel 20

Hasil Uji Linear Variabel Kepemimpinan (X1) dengan Kinerja (Y)

Sumber: Data diolah SPSS

b. Uji Linearitas antara Variabel Motivasi (X2) dengan Kinerja (Y)

Uji linearitas variabel bebas dengan variabel terikat dilakukan menggunakan One

Way Anova program SPSS dengan taraf

signifikan 5% (α=0,05). Berdasarkan perhitungan uji linearitas dengan Anova didapatkan nilai sig pada baris Deviation sebesar 0,836 nilai yang diperoleh > α 5% maka H0 diterima berarti variabel Motivasi (X2)

dengan Kinerja (Y) mempunyai hubungan yang linear.

Tabel 21

Hasil Uji Linear Variabel Motivasi (X2) dengan Kinerja (Y)

Sumber: Data diolah SPSS

c. Uji Linearitas antara Variabel Good

Corporate Governance (X3) dengan

Kinerja (Y)

Uji linearitas variabel bebas dengan variabel terikat dilakukan menggunakan One

Way Anova program SPSS dengan taraf

signifikan 5% (α=0,05). Berdasarkan perhitungan uji linearitas dengan Anova

didapatkan nilai sig pada baris Deviation sebesar 0,078 nilai yang diperoleh > α 5% maka H0 diterima berarti variabel Good Corporate

Governance (X3) dengan Kinerja (Y)

mempunyai hubungan yang linear. Tabel 22

Hasil Uji Linear Variabel Good Corporate

Governance (X3) dengan Kinerja (Y)

Sumber: Data diolah SPSS

Analisis Regresi Linier Berganda

a. Uji Asumsi Klasik 1) Uji Multikolinearitas

Tabel 23

Hasil Uji Multikolinearitas Variabel-Variabel Bebas

Sumber: Data diolah SPSS

Pada tabel di atas, diketahui bahwa nilai VIF dari masing-masing variabel independen lebih kecil dari pada 5, yaitu nilai VIF Variabel Kepemimpinan sebesar 1,448, nilai VIF Variabel Motivasi sebesar 1,260 dan nilai VIF Variabel Good Corporate Governance sebesar 1,466. Sedangkan pada

bagian Coefficient Correlations, dapat dilihat bahwa nilai korelasi di antara variabel independen dapat dikatakan mempunyai korelasi yang lemah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa di antara variabel independen tersebut tidak ada korelasi atau tidak terjadi Multikolinearitas pada model regresi linier. ANOVA Kinerja 767,300 15 51,153 3,260 ,016 505,820 1 505,820 32,237 ,000 261,480 14 18,677 1,190 ,374 219,667 14 15,690 986,967 29 (Combined) W eighted Deviation Linear Term Between Groups W ithin Groups Total Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

ANOVA Kinerja 570,133 15 38,009 1,277 ,327 325,895 1 325,895 10,946 ,005 244,238 14 17,446 ,586 ,836 416,833 14 29,774 986,967 29 (Combined) W eighted Deviation Linear Term Between Groups W ithin Groups Total Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

ANOV A Kinerja 859,517 18 47,751 4,121 ,010 399,624 1 399,624 34,491 ,000 459,893 17 27,053 2,335 ,078 127,450 11 11,586 986,967 29 (Combined) W eighted Deviat ion Linear Term Between Groups W ithin Groups Total Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

Coefficientsa ,691 1,448 ,794 1,260 ,682 1,466 Kepemimpinan Motivas i GCG Model 1 Tolerance VIF Collinearity Statistics

Dependent Variable: Kinerja a.

(14)

58

2)Uji Heteroskedastisitas

Tabel 24

Hasil Uji Heteroskedastisitas

Sumber: Data diolah SPSS

Dari tabel hasil perhitungan korelasi Spearman diatas diperoleh nilai korelasi antara variabel bebas dengan nilai residu absolutnya masing-masing sebesar -0,062 dengan nilai sig sebesar 0,743 untuk korelasi variabel Kepemimpinan (X1) dengan absx1 (Residual X1) sebesar -0,059 dengan nilai sig sebesar 0,756 untuk korelasi variabel Motivasi (X2) dengan absx2 (Residual X2) sebesar -0,111 dengan nilai sig sebesar 0,561 untuk korelasi variabel Good Corporate Governance (X3) dengan absx3 (Residual X3). Kesemua nilai peluang kesalahan dengan tingkat signifikan > 0,05 maka diinterpretasikan tidak terjadi Heteroskedastisitas.

b. Uji Regresi

Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi dan

Good Corporate Governance terhadap Kinerja

Untuk melihat pengaruh

Kepemimpinan, Motivasi dan Good Corporate

Governance terhadap Kinerja dapat dilihat pada

tabel berikut ini :

Tabel 25

Hasil Regresi Kepemimpinan, Motivasi dan

Good Corporate Governance terhadap Kinerja

Sumber: Data diolah SPSS

Dari tabel diatas ditemukan persamaan regresi berganda yaitu :

Ŷ = 8,080 + 0,400 X1 + 0,304 X2 + 0,251 X3 + e

Konstanta sebesar 8,080 menyatakan bahwa jika tidak ada peningkatan variabel Kepemimpinan, Motivasi dan Good Corporate

Governance maka Kinerja tetap sebesar 8,080

unit skor, sedangkan dengan melihat besarnya koefisien regresi bahwa variabel Kepemimpinan sebesar 0,400, Motivasi sebesar 0,304 dan Good Corporate Governance sebesar 0,251 artinya kecenderungan proyeksi perubahan antara variabel Kepemimpinan, Motivasi dan Good Corporate Governance terhadap variabel Kinerja menunjukkan bahwa setiap perubahan atau peningkatan variabel Kepemimpinan, Motivasi dan Good Corporate

Governance sebesar 100% maka

mengakibatkan peningkatan pula pada variabel Kinerja sebesar 40%, 30,4% dan 25,1%. Sedangkan jika dilihat dari uji F terhadap variabel Kepemimpinan, Motivasi dan Good

Corporate Governance sebesar 17,672 secara

simultan mempengaruhi Kinerja dengan tingkat signifikan yang lebih kecil dari α yaitu 0,000 < 0,05.

Tabel 26

Hasil Uji F Kepemimpinan, Motivasi dan Good

Corporate Governance terhadap Kinerja

Sumber: Data diolah SPSS Tabel 27 Hasil Uji Korelasi

Kepemimpinan, Motivasi dan Good Corporate

Governance terhadap Kinerja

Sumber: Data diolah SPSS

Berdasarkan tabel Model Summary di atas menunjukkan besarnya korelasi (R) variabel Kepemimpinan, Motivasi dan Good

Corporate Governance terhadap Kinerja

Kinerja sebesar 0,819 artinya menunjukkan Correlations 1,000 ,308 ,459* -,062 -,360 -,251 . ,097 ,011 ,743 ,051 ,180 30 30 30 30 30 30 ,308 1,000 ,392* ,047 -,059 ,005 ,097 . ,032 ,804 ,756 ,979 30 30 30 30 30 30 ,459* ,392* 1,000 -,001 -,209 -,111 ,011 ,032 . ,995 ,267 ,561 30 30 30 30 30 30 -,062 ,047 -,001 1,000 -,052 -,157 ,743 ,804 ,995 . ,784 ,408 30 30 30 30 30 30 -,360 -,059 -,209 -,052 1,000 ,170 ,051 ,756 ,267 ,784 . ,370 30 30 30 30 30 30 -,251 ,005 -,111 -,157 ,170 1,000 ,180 ,979 ,561 ,408 ,370 . 30 30 30 30 30 30 Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Kepemimpinan Motivasi GCG absx1 absx2 absx3 Spearman's rho Kepemim

pinan Motivasi GCG absx1 absx2 absx3

Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). *. Coefficientsa 8,080 8,669 ,932 ,360 ,400 ,118 ,458 3,385 ,002 ,304 ,136 ,282 2,230 ,035 ,251 ,120 ,285 2,090 ,047 (Constant) Kepemimpinan Motivas i GCG Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig.

Dependent Variable: Kinerja a. ANOV Ab 662,213 3 220,738 17,672 ,000a 324,754 26 12,491 986,967 29 Regres sion Residual Total Model 1 Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

Predic tors : (Const ant), GCG, Motivasi, Kepemimpinan a.

Dependent Variable: K inerja b. Model Summary ,819a ,671 ,633 3,534 Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Es timate Predictors : (Constant), GCG, Motivasi, Kepemimpinan a.

(15)

59

korelasi yang kuat dan bersikap positif (searah).

Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh tersebut dapat dilihat dari nilai koefisien determinasinya Adjusted R Square sebesar 0,633 atau 63,3% variabel Kinerja dapat dijelaskan atau terdapat pengaruh terhadap variabel Kepemimpinan, Motivasi dan Good

Corporate Governance terhadap Kinerja

sedangkan sisanya berhubungan dengan faktor lain yang tidak diteliti.

Uji Hipotesis Statistik

a. Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi dan

Good Corporate Governance secara

Simultan (bersama-sama) terhadap

Kinerja karyawan di Divisi Sekretariat Perusahaan PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang.

Bardasarkan tabel 31 terlihat bahwa F hitung variabel Kepemimpinan, Motivasi dan

Good Corporate Governance mempunyai

pengaruh secara simultan terhadap variabel Kinerja dengan nilai sig F sebesar 0,000 < α (0,05) artinya terdapat pengaruh Kepemimpinan, Motivasi dan Good Corporate

Governance secara bersama-sama terhadap

Kinerja karyawan di Divisi Sekretariat Perusahaan PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang.

b. Pengaruh Kepemimpinan terhadap

Kinerja karyawan di Divisi Sekretariat

Perusahaan PT. Pupuk Sriwidjaja

Palembang

Berdasarkan nilai t hitung dari tabel 30 terlihat bahwa t hitung variabel Kepemimpinan mempunyai pengaruh secara parsial terhadap variabel Kinerja yang ditunjukan nilai sig t sebesar 0,002 < α (0,05) artinya terdapat pengaruh Kepemimpinan terhadap Kinerja karyawan di Divisi Sekretariat Perusahaan PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang.

c. Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja

karyawan di Divisi Sekretariat

Perusahaan PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang

Berdasarkan nilai t hitung dari tabel 30 terlihat bahwa t hitung variabel Motivasi mempunyai pengaruh secara parsial terhadap variabel Kinerja yang ditunjukan nilai sig t sebesar 0,035 < α (0,05) artinya terdapat pengaruh Motivasi terhadap Kinerja karyawan di Divisi Sekretariat Perusahaan PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang.

d. Pengaruh Good Corporate Governance dengan Kinerja karyawan di Divisi

Sekretariat Perusahaan PT. Pupuk

Sriwidjaja Palembang

Berdasarkan nilai t hitung dari tabel 30 terlihat bahwa t hitung variabel Good Corporate Governance pengaruh secara parsial

terhadap variabel Kinerja yang ditunjukan nilai sig t sebesar 0,047 < α (0,05) artinya terdapat pengaruh Good Corporate Governance

terhadap Kinerja karyawan di Divisi Sekretariat Perusahaan PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang.

Pembahasan atau Interpretasi Hasil

Penelitian

Hasil analisa statistik yang dilakukan dengan bantuan komputer meliputi analisis regresi, korelasi dan determinasi menunjukkan hal-hal sebagai berikut :

1. Konstanta sebesar 11,482 menyatakan bahwa jika tidak ada peningkatan variabel Kepemimpinan, Motivasi dan Good Corporate Governance maka Kinerja tetap

sebesar 8,080 unit skor, sedangkan dengan melihat besarnya koefisien regresi bahwa variabel Kepemimpinan sebesar 0,400, Motivasi sebesar 0,304 dan Good

Corporate Governance sebesar 0,251

artinya kecenderungan proyeksi perubahan antara variabel Kepemimpinan, Motivasi dan Good Corporate Governance terhadap variabel Kinerja menunjukkan bahwa setiap perubahan atau peningkatan variabel Kepemimpinan, Motivasi dan Good Corporate Governance sebesar 100% maka

mengakibatkan peningkatan pula pada variabel Kinerja sebesar 40%, 30,4% dan 25,1%.

2. Berdasarkan tabel Model Summary di atas menunjukkan besarnya korelasi (R) variabel Kepemimpinan, Motivasi dan

Good Corporate Governance terhadap

Kinerja Kinerja sebesar 0,819 artinya menunjukkan korelasi yang kuat dan bersikap positif (searah).

3. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh tersebut dapat dilihat dari nilai koefisien determinasinya Adjusted R Square sebesar 0,633 atau 63,3% variabel Kinerja dapat dijelaskan atau terdapat pengaruh terhadap variabel Kepemimpinan, Motivasi dan

Good Corporate Governance terhadap

Kinerja sedangkan sisanya berhubungan dengan faktor lain yang tidak diteliti

(16)

60

KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN Kesimpulan

Berdasarkan analisis data dan pengujian hipotesis yang telah dipaparkan pada Bab IV maka ditarik kesimpulan yaitu sebagai berikut :

1. Terdapat pengaruh Kepemimpinan, Motivasi dan Good Corporate Governance (GCG) secara bersama-sama terhadap Kinerja karyawan di Divisi Sekretariat Perusahaan PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang. Dengan persamaan regresi berganda Ŷ = 8,080 + 0,400 X1 + 0,304 X2 + 0,251 X3 + e. Nilai korelasi (R) sebesar 0,819 dan nilai koefisien determinasinya

Adjusted R Square sebesar 0,633 atau

63,3%.

2. Terdapat pengaruh Kepemimpinan terhadap Kinerja karyawan di Divisi Sekretariat Perusahaan PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang. Ditunjukan nilai sig t sebesar 0,002 < α (0,05).

3. Terdapat pengaruh Motivasi terhadap Kinerja karyawan di Divisi Sekretariat Perusahaan PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang. Ditunjukan nilai sig t sebesar 0,035 < α (0,05).

4. Pengaruh Good Corporate Governance

(GCG) terhadap Kinerja karyawan di Divisi

Sekretariat Perusahaan PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang. Ditunjukan nilai sig t sebesar 0,047 < α (0,05).

5. Variabel Kepemimpinan mempunyai pengaruh yang lebih dominan sebesar 0,400 atau 40%.

Implikasi

Berdasarkan uraian kesimpulan diatas, diketahui bahwa kempat hipotesis yang diajukan semuanya diterima hal ini menunjukkan bahwa upaya untuk meningkatkan Kinerja karyawan di Divisi Sekretariat Perusahaan PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang dapat dilakukan melalui upaya peningkatan Kepemimpinan, Motivasi dan Good Corporate

Governance (GCG).

1. Upaya meningkatkan Kepemimpinan, seperti mempertimbangkan dalam membuat Keputusan, peranan bawahan dalam tugas, pelaksanaan tugas sehari-hari, kemampuan memecahkan masalah, interaksi dan berkerja sama, perhatian dan bimbingan, lingkungan, kepercayaan pada bawahan, tanggung jawab bawahan terhadap tugas, pendelegasian tugas, Inisiatif bawahan,

sasaran Organisasi dan pelaksanaan Kebijakan.

2. Upaya meningkatkan Motivasi, seperti adanya semangat yang tinggi untuk berprestasi, Ingin mendapatkan pengakuan, mendapatkan kompensasi, merasa puas dalam bekerja dan lingkungan kerja sesuai harapan.

3. Upaya meningkatkan Good Corporate

Governance (GCG), seperti melalui

keterbukaan (Transparency), akuntabilitas (Accountability), pertanggungjawaban (Responsibility), kemandirian (Independency) dan Kesetaraan dan Kewajaran (Fairness).

Saran

Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian seperti dipaparkan sebelumnya maka pada bagian berikut perlu diberikan beberapa saran pada pihak-pihak yang terkait dengan penelitian ini.

1. Bagi karyawan Divisi Sekretariat Perusahaan PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang, disarankan untuk lebih meningkatkan lagi kinerja yang sudah berjalan baik sekarang ini, terutama indikator yang masih rendah sesuai analisis butir instrumen yaitu setelah melaksanakan pekerjaan saya evaluasi hasil pekerjaan dan melaporkan setiap hasil pekerjaan yang diselesaikan.

2. Bagi Pimpinan Divisi Sekretariat Perusahaan PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang agar dapat lebih meningkatkan Kinerja melalui Kepemimpinan, Motivasi dan Good Corporate Governance (GCG) yang sudah terlaksana saat ini, hal ini perlu diperbaiki dan dilakukan dalam upaya meningkatkan Kepemimpinan, Motivasi dan Good Corporate Governance (GCG) secara optimal sesuai analisis butir instrumen yaitu :

a. Kepemimpinan, beberapa indikator yang masih rendah perlu dioptimalkan antara lain pimpinan melakukan koordinasi dengan bawahansebelum mengambil keputusan dan pelaksanaan kebijakan diambil berdasarkan penilaian pimpinan.

b. Motivasi, beberapa indikator yang masih rendah perlu dioptimalkan antara lain rekan kerja yang mendukung dalam penyelesaian pekerjaan dan rekan kerja yang berkoordinasi dalam

(17)

61

menyelesaikan pekerjaan.

c. Good Corporate Governance (GCG), beberapa indikator yang masih rendah perlu dioptimalkan antara lain perusahaan mengungkapkan informasi kepada publik melalui homepage

perusahaan dan media secara tepat waktu, memadai, jelas, akurat dan dapat diperbandingkan serta mudah diakses oleh pihak-pihak berkepentingan (stakeholders) sesuai dengan haknya dan seluruh jajaran perusahaan dapat mengambil keputusan secara objektif dan bebas dari segala tekanan dari pihak manapun

3. Bagi peneliti lain, untuk menindaklanjuti lebih jauh hasil penelitian ini dengan mengembangkan variabel-variabel bebas yang lain sehingga dapat meningkatkan Kinerja karyawan di Divisi Sekretariat Perusahaan PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang.

DAFTAR PUSTAKA

Abraham H. Maslow, 2005. Motivasi dan

Kepribadian. Jakarta, PT. PBP

A.M, Sardiman. 2005. Interaksi dan Motivasi

Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali

Press

Anoraga, Panji, 2001. Psikologi Kerja, PT. Rineka Cipta, Jakarta

Asnawir. 2001. Media Pembelajaran Jakarta : Ciputat Pers

A.S. Hornby (Gen.Ed), 2005. Oxford Advance

Learner’s Dictionary of Current English,

Oxford University Press, Oxford.

Bacal, Robert. 2005. Performance Management. Terjemahan Surya Dharma

dan Yanuar Irawan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Bambang Kussriyanto. 2001. Meningkatkan

Produktivitas Karyawan. Binaman

Pressindo. Jakarta.

Bernard Barber. 2005. Organisasi dan Manajemen: Perilaku, Struktur, dan Proses. Terjemahan. Jakarta: Erlangga.

Dolet Unaradjan. 2003. Manajemen Disiplin. PT. Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta

Hadari Nawawi. 2000. Manajemen Sumber

Daya Manusia. Bumi Aksara. Jakarta

Handoko, 2009. Prilaku Keorganisasian,

BPFE, Yogyakarta.

Hasibuan, 2003. Organisasi dan Motivasi :

Dasar Peningkatan Produk, Jakarta.

Bumi Aksara.

Haryono, Siswoyo, 2004. Metodologi Penelitian Bisnis. Unanti, Palembang.

Hodgetts, 2008. Manajemen Sumber Daya

Manusia, PT. Remaja Rosdakarya,

Bandung.

Imam Moedjiono. 2002. Kepemimpinan &

Keorganisasian, UII Press, Yogjakarta.

James H. Gilmore, 2004, The Experience

Economy : work is Theatre and Every Business a Stage. Boston. Harvard

Business School Press.

Juanda. 2003. Metodologi Penelitian. Gunung Agung, Jakarta.

(18)

62

Kartono, 2004. Organisasi dan Motivasi :

Dasar Peningkatan Produk, Jakarta.

Bumi Aksara

Koontz, H., C. O’Donnell, dan H. Wehrich, 2006, Manajemen, Jilid 3, Terjemahan, Erlangga, Jakarta

Kreitner, Robert, 2005. Prilaku Organisasi, Salemba Empat, Jakarta

Luthans, Fred. 2006. Organizational Behavior. New York : Mc Graw Hill.

Maister, H. David. 2008, True Professionalism, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Mangkunegara, 2001. Riset Sumber Daya

Manusia dalam organisasi, Edisi Revisi,

PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Maryoto, Susilo. 2000. Manajemen Sumber

Daya Manusia. BPFE, Yogjakarta.

Notoatmojo, Soekidjo. 2008. Analisis Serta

Perumusan Kebijaksanaan dan Strategi Organisasi. Gunung Agung, Jakarta

Ranupandojo dan Husnan, 2002. Manajemen

Personalia. Penerbit, Yogyakarta

Rietveld, H. M. 2003. A profile refinement

method for nuclear and magnetic structures." Journal of Applied Crystallography vol. 2: pp.65-71.

Santoso, Singgih, 2002. Mengatasi Berbagai

Masalah Statistik dengan SPSS. Jakarta.

Elex Media Komputindo,

Siagian, 2003. Organisasi Kepemimpinan

Perilaku Administrasi. Gunung Agung.

Jakarta.

Soetjipto, Kosasi Raflis, 2009, Profesi Keguruan, Jakarta, Rineka Cipta

Soelaiman, Sukmalana. 2005. Langkah dan

Kebijakan Evaluasi Kinerja, Universitas

Tridinanti Palembang.

Soejono, 2007. Sistem dan Prosedur Kerja. Bumi Aksara, Jakarta.

Sugiyono, 2003. Manajemen Sumber Daya

Manusia, Bumi Aksara, Jakarta.

Sulbahri Madjir dkk, 2011. Pengolahan Data

dengan Program SPSS, Unsri,

Palembang

Susilo Martoyo, 2004. Manajemen Sumber

Daya Manusia. Sulita, Bandung

Supranto, J. 2003. Pengukuran Tingkat Kepuasan pelanggan Untuk Menaikkan Pangsa Pasar, Rineke Cipta, Jakarta

Spencer, Lyle M. And Signe M. Spencer. 2003.

Competence Work: Model for Superior Performance. John Wiley and Sons, Inc.

Stephen P. Robbins, 2006. Prilaku Organisasi, PT. Prenhallindo, Jakarta

Steers, 2007. Efektivitas Organisasi,

Terjemahan Magdalena. Erlangga. Jakarta.

Purwanto.2000.Metodologi Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Pramudarno, 2000, Manajemen Personalia. Yogyakarta.

Umar, Husein. 2009. Strategic Management in

Action. PT Gramedia Pustaka Utama,

Jakarta.

T. Hani Handoko, 2002. Manajemen Sumber

Daya Manusia. Yogyakarta. Liberty

Young, 2002. Metodologi Penelitian.

Referensi

Dokumen terkait

hitung untuk variabel kepemimpinan lebih besar dari t tabel, berarti variabel kepemimpinan secara parsial mempunya pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pengurus

Pengujian simultan (Uji F) dilakukan untuk menguji pengaruh variabel independen hipotesis yang diperoleh untuk t-tabel sebesar 2,048 (lihat pada tabel statistik). Maka

Menurut perhitungan, t hitung variabel debt to total assets sebesar -2,120, lebih kecil dari - t tabel -2,0181 dengan nilai signifikansi 0,040 atau lebih kecil dari

Sementara untuk variabel X 2 yaitu Perputaran Persediaan memiliki nilai t hitung &lt; t tabel atau -1,089 &lt; 2,026 yang artinya H 0 diterima sehingga dapat disimpulkan

Hal ini dibuktikan dengan hasil regresi linier berganda diperoleh nilai koefisien regresi variabel kualitas pelayanan t hitung (1.615) &lt; t tabel (2.019), maka dapat

Berdasarkan hasil analisis variabel Budaya Organisasi, Kepemimpinan dan Motivasi mempunyai pengaruh terhadap variabel Kinerja pegawai (Y) pada Kantor

Model Logika merupakan logika yang mendasari penyusunan program yang diharapkan mengarah pada pencapaian outcome yang ditargetkan, manfaat dari model logika ini adalah

Gambar 5:Tampilan Peta RT 24 Gambar 5 dengan biru di atas dan jika diklik Rt 24 tersebut maka akan terlihat hasil perhitungan fuzzy, status kesesuaian dan grafik