3.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
Mal Puri Indah beralamat di Jalan Puri Agung No. 75 B, Kembangan, Jakarta Barat. Mal Puri Indah didirikan oleh Grup Pondok Indah pada 1 November 1997. Dengan tujuan utama sebagai kesatuan untuk memenuhi kebutuhan berbelanja bagi masyarakat yang tinggal di kawasan Puri Indah dan sekitarnya.
Mal Puri Indah memiliki luas tanah 145.000 m2 dengan luas bangunan
125.000 m2, luas area yang disewakan yaitu 56.000 m2, dan luas parkir 46.000
m2. Dari luas parkir tersebut, dapat menampung kendaraan pengunjung dalam
jumlah banyak. Kapasitas mobil yang dapat ditampung yaitu sebanyak 2.200 buah dan motor sebanyak 3.500 buah. Dan Mal Puri Indah memiliki 250 penyewa.
Dari waktu ke waktu Mal Puri Indah, dengan konsep mal keluarga-nya, telah diterima dengan baik oleh seluruh masyarakat Jakarta Barat bahkan di luar Jakarta sekalipun, seperti Depok, Bogor, dan Tangerang. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya jumlah pengunjung Mal Puri Indah. Pada hari biasa (weekdays) jumlah pengunjung mencapai 22.000 – 27.000 orang, sedangkan untuk akhir pekan (weekend) jumlah pengujung melonjak hingga
mencapai 30.000 – 40.000 orang dengan pertumbuhan pengunjung minimal 20% setiap bulannya.
Toko-toko penyewa yang ada di Mal Puri Indah sangat beragam, dari toko yang menjual pakaian, mainan, buku, olah raga, perkakas rumah tangga,
furniture, dan lain sebagainya. Toko-toko pakaian yang ada di Mal Puri Indah,
diantaranya adalah Batik Keris, Promod, The Executive, Woods, Giordano, Guess, Et Cetera, Samuel & Kevin, Gaudi, Mannequin, Cool, Color Box, Mother Care, Polo, Monaco, Magnolia, dan sebagainya.
Mal Puri Indah telah dikembangkan oleh Grup Pondok Indah yang melakukan joint venture dengan PT. Antilope Madju Puri Indah.
Pasar target Mal Puri Indah adalah :
Gambar 3.1
Pasar Target Mal Puri Indah
Lifestyle
Shopper
Convenience Shopper (Market Street) Image Conscious (Fashion Walk) Energetic Shopper (Planet Youth) Leisure Shopper (Food and Fun)Family Shopper (Loft, Food and Fun)
Mal Puri Indah menargetkan pasarnya menjadi kelompok-kelompok berdasarkan gaya hidup pembeli.
a) Convenience Shopper, yaitu para pembeli yang menginginkan kenyamanan dalam berbelanja.
b) Image Conscious, yaitu kelompok pembeli yang membeli barang untuk meningkatkan pencitraan dirinya
c) Energetic Shopper, yaitu para pembeli remaja.
d) Leisure Shopper, para pembeli yang datang untuk menghabiskan waktu luang mereka (untuk makan dan hiburan).
e) Family Shopper, yaitu pembeli yang datang bersama keluarga mereka (untuk makan, atau hiburan).
Mal Puri Indah dikelilingi oleh area perumahan kelas menengah ke atas di mana terdiri tidak kurang dari 40.000 keluarga. Perumahan-perumahan yang mengelilingi Mal Puri Indah diantaranya :
1. Perumahan Puri Indah 11. Delta Kedoya
2. Taman Permata Buana 12. Taman Kedoya Permai 3. Duri Kosambi 13. Mutiara Kedoya 4. Taman Semanan Indah 14. Taman Kedoya Baru 5. Kosambi Baru 15. Green Garden
6. Griya Permata 16. Green Ville 7. Citra Garden I – VI 17. Vila Kedoya 8. Mega Kebon Jeruk 18. Taman Aries 9. Kavling DKI 19. Puri Mansion
10. Vila Meruya 20. Green Lake City, dsb.
3.2 Desain Penelitian
Untuk membuat suatu analisis dan kesimpulan terhadap suatu penelitian diperlukan metode desain yang tepat mengenai masalah-masalah yang diteliti. Maka dalam penyusunan skripsi ini metode yang digunakan adalah metode penelitian kausal. Desain penelitian kausal adalah desain penelitian yang disusun untuk meneliti kemungkinan adanya hubungan sebab-akibat antarvariabel (Sanusi, 2011). Jadi, di sini ada variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan dependen (yang dipengaruhi). Desain penelitian kasual pada penelitian ini menggunakan uji chi square karena data yang digunakan adalah data nominal.
3.3 Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara atas pertanyaan penelitian yang kebenarannya akan diuji berdasarkan data atau informasi yang dikumpulkan. Setelah melihat permasalahan yang ada, maka penulis mengambil hipotesis sebagai berikut :
H1 : Faktor demografi berpengaruh terhadap perilaku pembelian. H2 : Faktor generasi berpengaruh terhadap perilaku pembelian. H3 : Faktor demografi dan generasi berpengaruh secara
bersama-sama terhadap perilaku pembelian.
3.4 Variabel yang Diteliti dan Operasional Variabel
a. Variabel
Variabel-variabel yang penulis teliti berkenaan dengan topik pembahasan skripsi ini adalah :
1) Variabel bebas (independent) adalah variabel yang nilainya tidak tergantung oleh variabel lainnya. Dalam hal ini adalah faktor generasi dan faktor demografi.
2) Variabel terikat (dependent) adalah variabel yang nilainya tergantung oleh variabel lainnya. Dalam hal ini adalah perilaku pembelian.
Tabel 3.1
Operasional Variabel
Variabel Definisi Dimensi Indikator
Generasi
(X1) Kelompok individu yang lahir sepanjang periode yang sama dan menjalani hidup pada masa-masa yang sama
1. Generasi X 1. Lahir pada tahun 1960 – 1979
2. Mencari iklan dari media elektronik dan cetak 3. Banyak pertimbangan
dalam memilih produk 4. Tidak menyukai gaya
pemasaran yang memaksa dan agresif 5. Kritis
6. Loyal terhadap suatu merek
2. Generasi Y 1. Lahir pada thun 1980 – 1999
2. Hi-tech
3. Sering menggunakan internet
4. Membeli produk yang mencerminkan kepribadian
5. Mencari rekomendasi suatu produk dari teman 6. Pencari kepuasan yang
instan
7. Menyukai meng-customize produk
8. Fashionable
9. Memilih iklan yang menggunakan humor atau yang memiliki elemen kebenaran tentang produk 10. Nama merek sangat
penting
11. Tidak loyal terhadap suatu merek
Operasional Variabel
Variabel Definisi Dimensi Indikator
Demografi
(X2) Pembagian pasar menjadi kelompok-kelompok berdasarkan variabel demografi 1. Usia 2. Pendidikan 3. Jenis Kelamin 4. Pendapatan 5. Pekerjaan Sumber: Mahraeni (2008) Operasional Variabel
Variabel Definisi Dimensi Indikator
Perilaku Pembelian
(Y) Perilaku dan keterlibatan konsumen dalam memilih suatu produk
1. Budaya 1. Proses sewaktu tumbuh dalam masyarakat
2. Sosial 1. Kelompok kecil 2. Keluarga 3. Peran sosial 4. Status konsumen 3. Psikologi 1. Motivasi 2. Persepsi 3. Pembelajaran 4. Keyakinan 4. Pribadi 1. Karakteristik konsumen Sumber: Hakim (2011)
3.5 Jenis dan Sumber Data
Data yang digunakan dalam pembahasan skripsi ini adalah data yang bersumber dari data primer dan data sekunder.
Data primer adalah data yang berupa hasil kuesioner dengan memberikan angket yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
Data sekunder merupakan jenis data yang ada kaitannya dengan masalah yang diteliti. Data ini diperoleh melalui literatur-literatur, jurnal-jurnal penelitian terdahulu, majalah maupun data dokumen yang sekiranya diperlukan untuk menyusun penelitian ini.
3.6 Populasi dan Sampel
Menurut Sugiyono (2012), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Berdasarkan kualitas dan ciri tersebut, populasi dapat dipahami sebagai sekelompok individu atau objek pengamatan yang minimal memiliki satu persamaan karakteristik. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli pakaian jadi.
Sampel adalah sebagian dari populasi yang mempunyai karakteristik yang relatif sama dan dianggap dapat mewakili populasi. Menurut Hasan (2002), sampel adalah bagian dari populasi yang diambil melalui cara-cara tertentu yang juga memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang dianggap bisa mewakili populasi.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan non probability sampling yaitu accidental sampling. Berdasarkan accidental sampling, peneliti menentukan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan/insidenral bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui cocok sebagai sumber data (Sugiyono, 2012). Sampel pada penelitian ini adalah konsumen yang membeli pakaian jadi di Mal Puri Indah.
Sampel yang diambil adalah yang peneliti temui di lapangan tanpa ada perencanaan pertemuan terlebih dahulu. Besar kecil sampel penelitian tergantung kepada peneliti menduga ukuran atau parameter populasi dan tujuan penelitian. Maknanya semakin besar sampel mendekati populasi maka semakin kecil peluang kesalahan generalisasi dan sebaliknya apabila semakin kecil sampel dari populasi, maka semakin besar kesalahan generalisasi (diberlakukan secara umum) (Sugiyono, 2005).
Adapun penentuan jumlah sampel yang dikembangkan oleh Roscoe dalam Sugiyono (2005). Ukuran sampel untuk penelitian adalah sebagai berikut:
a) Ukuran sampel yang layak dalam penelitian adalah antara 30 sampai 500 orang
b) Apabila sampel didasarkan dari kategori seperti pria-wanita, kota-desa, maka jumlah anggota setiap kategori minimal 30 orang.
Dalam penelitian ini, penulis menetapkan sebanyak 150 responden. Selain karena berdasarkan teori tersebut, jumlah 150 merupakan jumlah kuesioner yang mampu penulis sebarkan pada waktu yang direncanakan.
3.7 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data untuk keperluan penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Sebanyak 150 pembeli pakaian jadi di lingkungan Mal Puri Indah akan berpartisipasi dalam penelitian ini. Pertanyaan-pertanyaan pada angket tertutup dibuat dengan skala Likert 1-5 dengan menggunakan pertanyaan berskala (scaling questions). Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2012). Dalam penelitian fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifikasi oleh peneliti, yang
selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian. Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif. Dan untuk keperluan analisis kuantitatif, maka jawaban itu dapat diberi skor yang ditunjukkan tabel berikut:
Tabel 3.2
Skala Likert pada Pertanyaan Tertutup
Pilihan Jawaban Skor
Sangat setuju 5
Setuju 4
Netral 3
Tidak setuju 2
Sangat tidak setuju 1
3.8. Metode Analisis Data
3.8.1 Analisis Data Kualitatif
Analisis kualitatif berguna menyimpulkan hasil yang diperoleh dari analisis kuantitatif. Analisis kualitatif adalah analisis data berdasarkan hasil yang dinyatakan dalam bentuk uraian. Data kualitatif merupakan data berupa informasi, uraian dalam bentuk bahasa prosa, kemudian dikaitkan dengan
data-data lainnya untuk mendapatkan kejelasan terhadap suatu kebenaran sehingga memperoleh gambaran baru atau memperkuat suatu gambaran yang sudah ada sebelumnya.
3.8.2 Analisis Data Kuantitatif
a. Analisis Kelayakan Data
Analisis data kuantitatif adalah suatu pengukuran yang digunakan dalam suatu penelitian yang dapat dihitung dengan jumlah satuan tertentu atau dinyatakan dalam angka-angka. Analisis ini meliputi pengolahan data, pengorganisasian data, dan penemuan hasil (Supranto, 2000). Dalam penelitian ini, analisis data kuantitatif yang digunakan antara lain :
1. Uji Validitas
Uji signifikansi dilakukan dengan membandingkkan nilai r hitung (nilai Corrected Item - Total Correlation pada output Cronbach Alpha) dengan nilai r tabel untuk degree of freedom (df) = n - k, dalam hal ini n merupakan jumlah sampel dan k merupakan jumlah variabel independen. Jika r hitung lebih besar dari r tabel dan bernilai positif, maka butir pertanyaan atau indikator tersebut dinyatakan valid (Ghozali, 2006).
Dimana :
r = koefisien korelasi x = skor pertanyaan y = skor total
N = jumlah responden
Bila : r hitung > r tabel, berarti pernyataan tersebut dinyatakan valid. r hitung < r tabel, berarti pernyataan tersebut dinyatakan tidak valid.
2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas bertujuan untuk mengukur konsistensi konstruk atau indikator (variabel) penelitian. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali, 2006). Untuk menguji keandalan kuesioner yang digunakan, maka dilakukan analisis reliabilitas berdasarkan koefisien Alpha
Cronbach. Koefisien Alpha Cronbach menafsirkan korelasi antara skala yang
dibuat dengan semua skala indikator yang ada dengan keyakinan tingkat kendala.
Indikator yang dapat diterima apabila koefisien alpha diatas 0,60. Menurut Nunnaly (1967) dalam Ghozali (2006) suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60.
Dimana :
= koefisien berganda
r = mean korelasi item k = jumlah variabel 1 = bilangan konstan
3. Analisis Pengaruh Demografi dan Generasi terhadap Perilaku
Pembelian
Analisis pengaruh demografi dan generasi terhadap perilaku pembelian menggunakan uji hipotesis chi square (χ2). Pengujian hipotesis asosiatif χ2 adalah pengujian hipotesis untuk melihat pengaruh sebuah variabel terhadap variabel yang lain dimana variabel itu berskala pengukuran nominal.
Langkah Pengujian Hipotesis Asosiatif χ2 1. Merumuskan Hipotesis
Pada uji asosiatif χ2 hipotesis hanya ada satu, tidak ada lebih kecil atau lebih besar karena data yang sifatnya nominal.
H0 : Tidak terdapat pengaruh Ha : Terdapat pengaruh 2. Menghitung Statistika Uji
Statistika uji yang digunakan adalah :
Dimana
Oij = data hasil observasi
Eij = data hasil perhitungan ekspektasi
Untuk memudahkan perhitungan, digunakan tabel sebagai berikut :
3. Menentukan Kriteria Uji
Kriteria uji di tentukan berdasarkan besarnya tingkat keyakinan (γ) atau taraf signifikansi (α = 1 – γ) yang ditentukan dan menggunakan tabel sesuai dengan statistika uji yang digunakan. Karena yang digunakan adalah uji χ2, maka di gunakan tabel χ2 yang hanya memiliki satu daerah penolakan Ho Jika digambarkan :
Hasil perhitungan statistika uji kemudian dibandingkan dengan nilai kriteria uji dan lihat apakah jatuh di daerah penerimaan H0 atau jatuh di daerah penolakan H0
a) Jika H0 diterima berarti apa yang kita hipotesiskan salah dan apa yang berlaku yang benar.
b) Jika H0 ditolak berarti apa yang kita hipotesiskan benar, dan ini yang diharapkan.
4. Membuat Kesimpulan
Buatlah kesimpulan berdasarkan hipotesis yang dibuat. Jika hasil dari pengujian hipotesis menghasilkan H0 di tolak, atau terdapat pengaruh variabel yang satu terhadap variabel yang lain, maka dapat di lihat seberapa besar pengaruhnya dengan mengggunakan Koefisien Contingensi.
Koefisien Contingensi mempunyai nilai: -1 ≤ C ≤ 1
Dimana :
C ~ 1 artinya terdapat pengaruh yang kuat dan positif C ~ -1 artinya terdapat pengaruh yang kuat dan negatif C ~ 0 artinya tidak terdapat pengaruh