• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI PENGELOLAAN UNIT USAHA DI SMK NEGERI 1 SURABAYA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "STRATEGI PENGELOLAAN UNIT USAHA DI SMK NEGERI 1 SURABAYA."

Copied!
81
0
0

Teks penuh

(1)

STRATEGI PENGELOLAAN UNIT USAHA

DI SMK NEGERI 1 SURABAYA

SKRIPSI

Oleh:

NICKY DWI PANGESTIKA NIM. D03212026

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

JURUSAN KEPENDIDIKAN ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

ABSTRAK

Nicky Dwi Pangestika, 2016, “Strategi Pengelolaan Unit Usaha di SMK Negeri 1 Surabaya”.

Perlu disadari bahwa saat ini sekolah tidak cukup hanya mengandalkan bantuan operasional dari pemerintah saja tetapi sekolah perlu mengembangkan kreativitasnya dengan mendirikan sebuah unit usaha terlebih sekolah menengah kejuruan yang memang lulusan SMK diorientasikan untuk siap memasuki dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, pertama bentuk-bentuk unit usaha di SMK Negeri 1 Surabaya, kedua pengelolaan unit usaha di SMK Negeri 1 Surabaya, ketiga strategi pengelolaan unit usaha di SMK Negeri 1 Surabaya.

Dalam menjawab permasalahan di atas, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif suatu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena mengenai unit usaha di sekolah ini, berupa bagaimana bentuk-bentuk unit usaha yang dikelola oleh sekolah ini serta bagaimana pengelolaan itu dilakukan agar unit usaha tersebut dapat berjalan sebagaimana tujuan yang telah ditentukan.

Dalam penelitian ini diperoleh temuan-temuan, bahwasanya di SMK Negeri 1 Surabaya memiliki tujuh unit usaha diantaranya aula, bank mini sekolah, elegant production, pujasera, small bisnis, smesa mart, dan smesa edu hotel. strategi pengelolaan yang telah dilakukan oleh pihak smesa mart dan smesa edu hotel semuanya telah dilakukan dengan sebaik-baiknya dengan menggerakkan semua stakeholder yang dimiliki sehingga jika terjadi hambatan semua bisa diatasi dengan mudah. Dalam penyusunan strategi pengelolaannya, pengelola menggerakkan semua anggota unit usaha pada masing-masing bidangnya untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

(7)

DAFTAR ISI

SAMPUL DALAM... i

PERSETUJUAN PEMBIMBING SKRIPSI ... ii

PENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI ... iii

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ... iv

MOTTO... v

PERSEMBAHAN... vi

ABSTRAK... vii

KATAPENGANTAR...viii

DAFTAR ISI... x

DAFTAR GAMBAR...xiii

BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 5

C. Tujuan Penelitian ... 5

D. Manfaat Penelitian ... 5

E. Batasan Penelitian ... 6

F. Definisi Operasional ... 6

G. Hasil Penelitian Terdahulu ... 11

H. Sistematika Pembahasan ... 12

BAB II : KAJIAN TEORI A. Unit Usaha 1. Pengertian unit usaha ... 14

2. Tujuan unit usaha ... 16

3. Manfaat unit usaha ... 17

4. Bentuk-bentuk unit usaha ... 18

B. Pengelolaan (Manejemen) 1. Pengertian manajemen unit usaha ... 21

2. Prinsip manajemen unit usaha... 21

(8)

C. Strategi Pengelolaan

1. Strategi pengelolaan unit usaha... 28

2. Proses penyusunan strategi unit usaha ... 29

3. Tujuan strategi pengelolaan unit usaha ... 32

4. Manfaat strategi pengelolaan unit usaha ... 32

BAB III : METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 34

B. Objek Penelitian... 35

C. Lokasi Penelitian... 36

D. Sumber Data ... 36

E. Teknik Pengumpulan Data... 37

F. Teknik Analisis Data ... 40

G. Teknik Keabsahan Data ... 41

Bab IV : LAPORAN HASIL PENELITIAN A. GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN 1. Profil SMK Negeri 1 Surabaya ... 43

2. Letak Geografis ... 43

3. Program keahlian SMK Negeri 1 Surabaya ... 44

4. Struktur Organisasi SMK Negeri 1 Surabaya ... 45

5. Motto SMK Negeri 1 Surabaya... 45

6. Visi SMK Negeri 1 Surabaya... 46

7. Misi SMK Negeri 1 Surabaya ... 46

8. Kebijakan mutu SMK Negeri 1 Surabaya... 46

9. Fasilitas SMK Negeri 1 Surabaya ... 47

10. Struktur organisasi unit usaha ... 48

11. Tujuan unit usaha ... 48

12. Faktor pendukung unit usaha ... 49

13. Faktor penghambat unit usaha ... 49

B. PENYAJIAN DATA 1. Pemaparan bentuk-bentuk unit usaha SMK Negeri 1 Surabaya 49 2. Pengelolaan unit usaha SMK Negeri 1 Surabaya ... 53

(9)

C. ANALISIS DATA

1. Pemaparan bentuk-bentuk unit usaha SMK Negeri 1 Surabaya 59

2. Pengelolaan unit usaha SMK Negeri 1 Surabaya ... 60

3. Strategi pengelolaan unit usaha di SMK Negeri 1 Surabaya 66 BAB V : PENUTUP A. Kesimpulan ... 69

B. Saran ... 70

DAFTAR PUSTAKA ... 71

(10)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Dewasa ini kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan semakin

meningkat, orang-orang yang dulunya kurang memperhatikan pendidikan kini

telah berubah dan menjadikan pendidikan sebagai hal terpenting. Hal ini

berdampak terhadap semakin banyaknya sekolah yang memawarkan layanan

pendidikan yang diinginkan oleh para konsumen. Namun banyaknya sekolah

ini juga berdampak terhadap semakin besarnya anggaran pemerintah yang

harus dikeluarkan pada bidang pendidikan demi memberikan hak belajar

terhadap masyarakatnya. Namun pihak sekolah seharusnya tidak serta merta

menjadikan dana bantuan pemerintah ini sebagai dana pemasukan utama,

dimana harus ada pemasukan-pemasukan dari pihak lain, misalnya dari para

donatur atau bahkan dengan mendirikan usaha sendiri.

Berdasarkan tuntutan kebutuhan sekolah tersebut, terutama kebutuhan

pengembangan pembelajaran yang membutuhkan biaya yang relatif besar,

sumber pendapatan diupayakan dari berbagai pihak agar membantu

penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Akan tetapi, sekolah harus melakukan

usaha mandiri yang bisa menghasilkan dana. Hal ini akan terwujud apabila

manajemen sekolah dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan

menjadikan kreativitas sekolah sebagai andalan utama. Garner

mengungkapkan adanya pengaruh langsung ataupun tidak langsung dalam

(11)

2

sesuai dengan akuntansi(accounting), sekolah yang memiliki piagam(charter

schools), daya tarik sekolah (magnet school), privatisasi sekolah (the

privatization of school), vouchers, sistem yang terbuka dalam mengelola

sekolah(open systems), dan manajemen berdasarkan kondisi riil sekolah

(site-based management).1

Sumber-sumber pendapatan sekolah bisa berasal dari pemerintah,

usaha mandiri sekolah, orang tua siswa, dunia usaha dan industri, sumber lain,

misalnya hibah yang tidak bertentangan dengan peraturan perundangan yang

berlaku, yayasan penyelenggara pendidikan bagi lembaga pendidikan swasta,

serta masyarakat luas. Sember keuangan dari pemerintah bisa berasal dari

pemerintah pusat ataupun pemerintah kabupaten/kota. Sumber keuangan

pendidikan yang berasal dari pemerintah pusat dialokasikan melalui Anggaran

Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sedangkan yang berasal dari

pemerintah kabupaten dan kota dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan

dan Belanja Daerah (APBD). Selanjutnya melalui kebijakan pemerintah yang

ada, pada tahun 2007 di dalam pengelolaan keuangan dikenal sumber

anggaran yang disebut Dana Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). DIPA

meliputi Administrasi Umum, yaitu alokasi dari pemerintah yang bersumber

APBN penerimaan dari pajak, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB)

yang bersumber dari dana masyarakat.2

Sekolah sudah saatnya menggali kreatifitasnya dalam bidang usaha

demi meningkatkan kualitas pendidikan pada lembaganya, karena usaha ini

1

Karna Husni,Manajemen Perubahan Sekolah, cet I(Bandung:Pustaka Setia,2015),285

2Ibid

(12)

3

akan sangat berguna jika benar-benar dikelola dengan baik. Dengan

mendirikan usaha tentunya sekolah akan menjadi lebih mandiri dalam

memenuhi kebutuhannya tanpa harus selalu bergantung terhadap

asupan-asupan dana dari luar. Terlebih jika sekolah tersebut berorientasi pada kerja

seperti sekolah menengah kejuruan, tentu usaha ini juga bisa dijadikan sebagai

praktik langsung para siswanya dalam mengamalkan ilmunya. Contohnya

SMK yang punya jurusan otomotif bisa langsung membuka usaha bengkel di

dekat sekolahnya, ini akan sangat-sangat memberikan keuntungan yang sangat

besar, baik bagi siswa maupun bagi sekolah.

Tugas utama dari lembaga pendidikan memang mencetak para

generasi bangsa yang mempunyai luas dalam bidang keilmuan, namun hal ini

tentunya tidak bisa dijadikan alasan oleh pihak sekolah untuk tidak

memperhatikan terhadap pengadaan usaha. Fakta yang ada memang sekolah

masih kurang memperhatikan hal ini dimana masih sebagian kecil sekolah

yang sudah mempunyai usaha sendiri, entah memang dikarenakan kurangnya

pengetahuan pihak lembaga dalam mengelola suatu usaha atau mungkin

memang belum adanya sebuah wacana untuk mendirikan usaha tersebut.

Kebanyakan sekolah di Surabaya masih belum bisa berkembang dalam

mendirikan sebuah usaha, keadaan sekolah masih tetap seperti dulu, sekolah

hanya memikirkan pembelajaran yang digunakan. Untuk masalah dana,

sekolah masih mengandalkan bantuan dari pemerintah dan donatur-donatur

yang ada. Kreatifitas untuk menjadi lembaga yang mandiri belum terfikirkan

(13)

4

kejuruan,yang telah mempunyai banyak prestasi di berbagai jurusan tetapi

untuk mendirikan sebuah usaha yang notabenenya untuk praktek sekaligus

pemasukan dana masih belum ada.

Mendirikan usaha memang tidak mudah karena usaha perlu perhatian

khusus dari pihak sekolah. Sebuah usaha memerlukan suatu pengelolaan dari

pihak-pihak tertentu yang akan ditunjuk sekolah. Usaha akan berjalan dengan

baik apabila memiliki manajemen yang baik yaitu sebuah perencanaan,

perlaksanaan, controling, dan evaluasi yang baik pula. Adanya usaha

sebenarnya sangat menguntungkan bagi pihak sekolah, maupun peserta

didiknya karena usaha tersebut bagi peserta didik mampu melatih percaya diri

untuk langsung praktek pada dunia kerja.

SMK Negeri 1 Surabaya merupakan salah satu sekolah yang telah

memiliki unit usaha sendiri. Dengan adanya unit usaha ini membuat SMK

Negeri 1 Surabaya menjadi lebih mandiri sehingga tidak bergantung pada

bantuan operasional pemerintah dan juga sumbangan-sumbangan dari wali

murid. Hal ini yang menjadi alasan bagi peneliti untuk lebih jauh menelitinya

karena objek penelitian ini adalah unit usaha yang dimiliki. Dengan analisis di

atas, penulis merasa tertarik untuk meneliti dan mengkaji lebih lanjut

(14)

5

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang sudah dipaparkan penulis,

maka rumusan masalah penelitian adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana bentuk-bentuk unit usaha di SMK Negeri 1 Surabaya?

2. Bagaimana pengelolaan unit usaha di SMK Negeri 1 Surabaya?

3. Bagaimana strategi pengelolaan unit usaha di SMK Negeri 1 Surabaya?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah,penelitian ini bertujuan :

1. Untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk unit usaha yang terdapat di SMK

Negeri 1 Surabaya.

2. Untuk mendeskripsikan pengelolaan unit usaha di SMK Negeri 1

Surabaya.

3. Untuk mendeskripsikan strategi pengelolaan unit usaha di SMK Negeri 1

Surabaya.

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam

pengembangan teori, khususnya dalam bidang strategi pengelolaan unit

usaha di SMK Negeri 1 Surabaya.

2. Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan atau

(15)

6

E. Batasan Penelitian

Untuk membatasi ruang lingkup penelitian di SMK Negeri 1 Surabaya

sangat diperlukan batasan penelitian dengan maksud agar variabel yang diteliti

tidak meluas dan tetap fokus pada permasalahan. Dalam penelitian ini peneliti

hanya fokus pada bagaimana strategi pengelolaan unit usaha di SMK Negeri 1

Surabaya.

F. Definisi Operasional

1. Unit Usaha

Usaha adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan

memperoleh hasil berupa keuntungan, upah, atau laba usaha. usaha adalah

kegiatan dengan mengerahkan tenaga, pikiran, atau badan untuk mencapai

suatu maksud pekerjaan (perbuatan, prakarsa, ikhtiar, daya upaya) untuk

mencapai sesuatu.3

Usaha kecil, menurut surat edaran Bank Indonesia No. 26/1/UKK

tanggal 29 Mei 1993 perihal Kredit Usaha Kecil (KUK) adalah usaha yang

memiliki total aset maksimum Rp 600 juta (enam ratus juta) tidak

termasuk tanah dan rumah yang ditempati. Pengertian usaha kecil ini

meliputi usaha perseorangan, badan usaha swasta, dan koperasi, sepanjang

aset yang dimiliki tidak melebihi nilai Rp 600 juta.4

Sedangkan berdasarkan UU No. 9/1995 tentang Usaha Kecil, yang

dimaksud dengan usaha kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang

3

KBBI onlen diakses pada tanggal 17 november 2015

4

(16)

7

berskala kecil dalam memenuhi kriteria kekayaan bersih atau hasil

penjualan tahunan, seperti kepemilikan yang diatur dalam Undang-undang

ini. Usaha kecil memiliki karakteristik sebagai berikut :5

a. Sistem pembukaan yang relatif sederhana dan cenderung tidak

mengikuti kaidah administrasi pembukaan standar. Kadangkala

pembukaan tidak di up to date sehingga sulit untuk menilai usaha

kerjanya.

b. Modal terbatas.

c. Pengalaman manajerial dalam mengelola perusahaan masih cenderung

terbatas.

Unit produksi atau unit usaha sekolah ialah suatu proses kegiatan

usaha yang dilakukan sekolah secara berkesinambungan, bersifat akademis

dan bisnis dengan memberdayakan warga sekolah dan lingkungan dalam

bentuk unit usaha produksi yang dikelola secara profesional. Karena unit

produksi adalah wadah kewirausahaan di sekolah maka ia harus dikelola

secara akademis/bisnis dan dilembagakan dalam suatu wadah usaha.6

Tujuan dilaksanakannya kegiatan produksi disekolah yaitu :

a. Sarana pelatihan berbasis produksi bagi siswa

b. Menumbuhkan dan mengembangkan jiwa wirausaha guru dan siswa

c. Membantu pendanaan untuk pemeliharaan, penambahan fasilitas dan

biaya-biaya operasional lainnya

5 Ibid,,46

6

(17)

8

d. Menambah semangat kebersamaan untuk meningkatkan aktivitas

produktif dan kesejahteraan bagi guru dan siswa

e. Mengembangkan sikap mandiri dan percaya diri dalam pelaksanaan

kegiatan praktek siswa

f. Meningkatkan kreatifitas dan inovasi dikalangan siswa, guru, dan

manajemen sekolah, serta membangun kemampuan sekolah dalam

menjalin kerjasama sinergis dengan pihak luar dan lingkungan serta

masyarakat luas.

2. Pengelolaan

Kata “Pengelolaan” dapat disamakan dengan manajemen, yang

berarti pula pengaturan atau pengurusan. Pengelolaan diartikan sebagai

suatu rangkaian pekerjaan atau usaha yang dilakukan oleh sekelompok

orang untuk melakukan serangkaian kerja dalam mencapai tujuan tertentu.7

3. Strategi Pengelolaan

Strategi pada dasarnya merupakan seni dan ilmu menggunakan dan

mengembangkan kekuatan (ideologi, politik, ekonomi, dan sosial-budaya)

untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Strategi adalah

pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan

pelaksanaan gagasan,perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam

kurun waktu tertentu. Strategi adalah taktik atau rencana yang disusun

7

(18)

9

untuk mencapai sasaran dan tujuan. Berikut ini adalah definisi strategi

menurut beberapa ahli :8

a. Alfred Chandler, Strategi adalah penetapan sasaran dan tujuan jangka

panjang sebuah perusahaan, dan arah tidakan secara alokasi sumber

daya yang diperlukan untuk mencapai sasaran dan tujuan itu.

b. Buzzel and Gale, Strategi adalah kebijakan dan keputusan kunci yang

digunakan oleh manajemen, yang memiliki dampak besar pada kinerja

keuangan. Kebijakan dan keputusan ini biasanya melibatkan komitmen

sumber daya yang penting dan tidak dapat diganti dengan mudah.

c. Kenneth Andrew, Strategi adalah pola sasaran, maksud atau tujuan dan

kebijakan, serta rencana-rencana penting untuk mencapai tujuan itu,

yang dinyatakan dengan cara seperti menetapkan bisnis yang dianut

oleh perusahaan, dan jenis atau akan menjadi jenis apa perusahaan ini.

Di dalam sebuah perusahaan, akan menetapkan strategi melalui

penyelarasan kemampuan perusahaan dengan peluang yang ada dalam

industri. Di dalam strategi yang baik terdapat koordinasi tim kerja,

memiliki tema, mengidentifikasi faktor pendukung yang sesuai dengan

prinsip-prinsip pelaksanaan gagasan secara rasional, efisien dalam

pendanaan, dan memiliki taktik untuk mencapai tujuan secara efektif.

Strategi pengelolaan (Manajemen strategy) didefinisikan sebagai

kumpulan keputusan dan tidakan yang menghasilkan perumusan

8

(19)

10

(formulasi) dan pelaksanaan (implementasi) rencana yang dirancang untuk

mencapai sasaran perusahaan.9

Strategi pengelolaan (Manajemen strategy) juga dapat

didefinisikan sebagai serangkaian keputusan dan tindakan mendasar yang

dibuat oleh manajemen puncak dan diimplementasikan oleh seluruh

jajaran suatu organisasi dalam rangka pencapaian organisasi tersebut.10

Sebagai suatu proses, pelaksanaan manajemen strategi terbagi menjadi tiga

tahap, yaitu tahap perumusan strategi, tahap implementasi strategi, tahap

evaluasi strategi. Untuk merumuskan strategi diperlukan aktivitas-aktivitas

yang meliputi :

a. Pengembangan misi perusahaan,

b. Pengenali peluang dan ancaman eksternal perusahaan,

c. Menetapkan kekuatan dan kelemahan internal,

d. Menetapkan objektif jangka panjang,

e. Menghasilkan strategi alternatif, dan menetapkan strategi pokok yang

perlu diimplementasikan.11

4. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Surabaya

SMK Negeri 1 Surabaya merupakan lembaga pendidikan Negeri

yang terletak di Jalan SMEA No.4 Wonokromo-Surabaya. SMK ini

memiliki 9 kompetensi kejuruan,yaitu :

a. Pemasaran

b. Administrasi perkantoran

9

Napa J awat,Manajemen Strategi (suatu pendekatan sistem), (Yogyakarta: Liberty, 1989), 20

10

Sondang P Siagan,Manajemen Stratejik, (Jakarta : Bumi Aksara, 2004), 15

11

(20)

11

c. Akuntasi

d. Desain komunikasi visual

e. Akomodasi perhotelan

f. Teknik produksi dan penyiaran program pertelevisian

g. Multimedia

h. Rekayasa perangkat lunak

i. Teknik komputer dan jaringan12

SMK Negeri 1 Surabaya juga memiliki unit usaha yang mana

merupakan tempat dimana penulis melakukan penelitian.

Dengan demikian, dari definisi-definisi yang telah dipaparkan

penulis bahwasanya judul ini akan membahas tentang bagaimana taktik

atau rencana dari manajemen puncak dalam mengatur kegiatan usaha yang

ada di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Surabaya.

G. Hasil Penelitian Terdahulu

Penelitian tentang Strategi Pengelolaan Unit Usaha di SMK Negeri 1

Surabaya telah banyak dilakukan. Seperti yang telah dilakukan oleh Eva Nur

Fatimatuz Z yang berjudul STRATEGI PENGELOLAAN USAHA

KOPERASI pada tahun 2006. Hasil penelitian yang ditulis oleh Eva Nur

Fatima tuz Z membahas tentang bagaimana strategi yang digunakan dalam

mengelola koperasi. Selain itu ia juga menitik beratkan penelitiannya hanya

pada usaha koperasi di sekolah tersebut bukan pada usaha-usaha yang lain.

12

(21)

12

Begitu juga yang telah dilakukan oleh Sri Haryanti yang berjudul STRATEGI

PENGELOLAAN PEMASARAN PRODUK MINIMARKET pada tahun

2006 membahas tentang bagaimana strategi pengelolaan dalam pemasaran

produk minimarket tersebut. Hal ini peneliti lakukan guna menekankan

bahwa penelitian yang peneliti lakukan tidak sama dengan penelitian yang

dilakukan oleh penelitian terdahulu. Dengan kata lain hasil penelitian yang

dilakukan oleh peneliti saat ini terdapat perbedaan dengan penelitian yang

dilakukan oleh peneliti terdahulu meskipun tidak menutup kemungkinan ada

poin-poin yang mungkin sama.

H. SISTEMATIKA PEMBAHASAN

Agar penelitian ini mudah dipahami, maka penulis menyusun

sistematika pembahasan yang terdiri dari :

Bab pertama adalah pendahuluan yang berisi tentang beberapa sub bab

tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat

penelitian,batasan masalah, definisi operasional, hasil penelitian terdahulu dan

sistematika pembahasan.

Bab kedua memuat kajian teori yang berisi kajian teori mengenai

pengertian unit usaha, tujuan unit usaha, manfaat unit usaha, bentuk-bentuk

unit usaha, pengertian pengelolaan, prinsip manajemen, fungsi manajemen,

pengertian strategi, proses penyusunan pembuatan strategi, pengertian strategi

(22)

13

Bab ketiga menjelaskan metodologi penelitian yang meliputi jenis

penelitian, waktu dan tempat penelitian, objek penelitian, data dan sumber

data, teknik pengumpulan data,teknik analisis data, dan teknik keabsahan data.

Bab keempat adalah memaparkan tentang: profil SMK Negeri 1

Surabaya, letak geografis SMK Negeri 1 Surabaya, program keahlian, motto,

visi dan misi SMK Negeri 1 Surabaya, kebijakan mutu, struktur organisasi

SMK Negeri 1 Surabaya, struktur organisasi unit usaha, tujuan unit usaha,

faktor pendukung dan penghambat unit usaha, serta gambaran umum tentang

unit usaha, dan analisis data, serta pembahasan hasil penelitian.

Bab kelima merupakan penutup yang meliputi kesimpulan dan saran,

(23)

14 BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Unit Usaha

1. Pengertian Unit Usaha

Usaha adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan

memperoleh hasil berupa keuntungan, upah, atau laba usaha. usaha adalah

kegiatan dengan mengerahkan tenaga, pikiran, atau badan untuk mencapai

suatu maksud pekerjaan (perbuatan, prakarsa, ikhtiar, daya upaya) untuk

mencapai sesuatu.1

Usaha kecil, menurut surat edaran Bank Indonesia No. 26/1/UKK

tanggal 29 Mei 1993 perihal Kredit Usaha Kecil (KUK) adalah usaha yang

memiliki total aset maksimum Rp 600 juta (enam ratus juta) tidak

termasuk tanah dan rumah yang ditempati. Pengertian usaha kecil ini

meliputi usaha perseorangan, badan usaha swasta, dan koperasi, sepanjang

aset yang dimiliki tidak melebihi nilai Rp 600 juta.2

Sedangkan berdasarkan UU No. 9/1995 tentang Usaha Kecil, yang

dimaksud dengan usaha kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang

berskala kecil dalam memenuhi kriteria kekayaan bersih atau hasil

penjualan tahunan, seperti kepemilikan yang diatur dalam Undang-undang

ini. Usaha kecil memiliki karakteristik sebagai berikut:3

1

KBBI onlen diakses pada tanggal 17 november 2015

2

Pandji Anoraga,Manajemen Bisnis, (Jakarta: PT. Rineka cipta, 1997), 45

3Ibid,,

(24)

15

a. Sistem pembukaan yang relatif sederhana dan cenderung tidak

mengikuti kaidah administrasi pembukaan standar. Kadangkala

pembukaan tidak di up to date sehingga sulit untuk menilai usaha

kerjanya.

b. Modal terbatas.

c. Pengalaman manajerial dalam mengelola perusahaan masih cenderung

terbatas.

Unit usaha atau unit produksi sekolah ialah suatu proses kegiatan

usaha yang dilakukan sekolah secara berkesinambungan, bersifat akademis

dan bisnis dengan memberdayakan warga sekolah dan lingkungan dalam

bentuk unit usaha produksi yang dikelola secara profesional. Karena unit

produksi adalah wadah kewirausahaan di sekolah maka ia harus dikelola

secara akademis/bisnis dan dilembagakan dalam suatu wadah usaha.4

Unit produksi adalah kegiatan usaha pada sekolah kejuruan yang

memproduksi barang atau jasa. Bailey (1993) menamakan unit produksi

sekolah sebagai school based enterprise, mendefinisikan unit produksi

sebagai suatu kegiatan yang bersponsor yang dilaksanakan di sekolah.

Lindsay (1992) dan Hadiwaratama (1992) menamakan unit produksi

dengan istilah production based education. Lauglo dan Lilis (1988)

menamakan unit produksi dengan istilahwork as educationataueducation

with production.Istilahworkdari Lauglo dan Lilis di atas digunakan untuk

maksud memproduksi barang-barang dan jasa yang bermanfaat bagi

4

(25)

16

sekolah dan lingkungannya. Istilah work lebih lanjut mengandung makna

menggambarkan situasi kerja nyata sebagai bagian dari proses pendidikan

yang menyiapkan ketrampilan untuk bekerja. Unit produksi sekolah

diciptakan sesuai situasi kerja nyata (real work situasion). Melalui unit

produksi sekolah memiliki media yang memungkinkan dunia pendidikan

dan dunia industri bertemu. Unit usaha di sekolah berfungsi sebagai unit

pelayanan atau pembuatan benda-benda untuk dijual atau bermanfaat bagi

masyarakat dan industri. Siswa dengan dibantu oleh guru mengerjakan

pekerjaan praktik kerja nyata pada unit produksi di sekolah. Produk dan

proses produksi disesuaikan dengan proses belajar, dan siswa terlibat

dalam proses produksi sesuai dengan tahapan belajar siswa.

2. Tujuan dilaksanakannya unit usaha di sekolah yaitu :5

a. Sarana pelatihan berbasis produksi bagi siswa

b. Menumbuhkan dan mengembangkan jiwa wirausaha guru dan siswa

c. Membantu pendanaan untuk pemeliharaan, penambahan fasilitas dan

biaya-biaya operasional lainnya

d. Menambah semangat kebersamaan untuk meningkatkan aktivitas

produktif dan kesejahteraan bagi guru dan siswa

e. Mengembangkan sikap mandiri dan percaya diri dalam pelaksanaan

kegiatan praktek siswa

f. Meningkatkan kreatifitas dan inovasi dikalangan siswa, guru, dan

manajemen sekolah, serta membangun kemampuan sekolah dalam

5

(26)

17

menjalin kerjasama sinergis dengan pihak luar dan lingkungan serta

masyarakat luas.

3. Manfaat Unit Usaha

Dikmenjur (1997) merumuskan manfaat penyelenggaraan dan

pengelolaan unit usaha adalah sebagai berikut :6

a. Manfaat edukatif

1) Meningkatkan pengetahuan siswa, guru, dan karyawan

2) Meningkatkan keterampilan siswa, guru, dan karyawan

3) Meningkatkan kemampuan berorganisasi warga sekolah dalam

bidang usaha

4) Melatih disiplin dan inofatif

5) Melatih siswa dalam memberikan jasa pelayanan

6) Menambah intensitas belajar siswa

7) Membantu pelaksanaan PSG

8) Mengikuti perkembangan IPTEK

b. Manfaat ekonomis bagi warga sekolah

1) Meningkatkan penghasilan bagi guru dan karyawan

2) Meningkatkan kesejahteraan bagi siswa, guru, dan karyawan

3) Menciptakan lapangan kerja bagi warga sekolah

c. Manfaat ekonomis bagi sekolah

1) Meningkatkan pendapatan sekolah menuju kearah mandiri

2) Menambah sumber biaya perawatan fasilitas sekolah

6

(27)

18

3) Menambah sumber biaya operasional pendidikan (PBM praktek) di

sekolah,

4) Menambah jumlah fasilitas belajar mengajar di sekolah

4. Bentuk-bentuk Unit usaha

Unit usaha di sekolah tentunya sangat bermacam-macam, berikut

ini merupakan bentuk-bentuk unit usaha sekolah, diantaranya :

a. Kantin, pengelolaan kantin tentunya memiliki banyak manfaat bagi

warga sekolah, berupa tersedianya makanan yang bergizi, harga

terjangkau oleh warga sekolah, juga memiliki nilai bisnis yang

menguntungkan bagi warga sekolah. Hasil dari penjualan dan sewa

tempat penjualan dikumpulkan sehingga menjadi sumber rutin yang

diterima pihak sekolah.7

b. Koperasi, adanya koperasi sekolah di samping memiliki manfaat

tersedianya kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau oleh

warga sekolah. Koperasi juga memiliki nilai bisnis yang

menguntungkan bagi sekolah. Berkaitan dengan kebutuhan siswa,

usaha koperasi bisa berupa toko yang menyediakan seragam sekolah,

buku tulis, cetak, alat tulis, dan kebutuhan belajar lainnya. Berkaitan

dengan kebutuhan guru, koperasi menyediakan seragam guru, alat

tulis, dan kebutuhan rumah tangga, misalnya penyediaan sembako dan

kebutuhan lainnya. Selain toko yang menyediakan kebutuhan siswa

dan guru, koperasi juga bisa mengelola usaha simpan pinjam dengan

7

(28)

19

suku bunga yang lebih rendah daripada suku bunga di bank agar guru

dan pegawai sekolah tertarik serta merasa diuntungkan dengan adanya

koperasi di sekolah. Usaha kavling tanah dan perumahan juga bisa

diusahakan oleh sekolah jika memang sekolah mampu melakukannya.

Untuk itu, pengurus koperasi harus bekerja sama dengan perbankan

agar diperoleh modal yang sesuai kebutuhan. Pengelolaan koperasi

sekolah yang efektif harus memperhatikan hal-hal berikut :

1) Tempat koperasi strategis di dalam sekolah, yang memudahkan

warga sekolah untuk mengunjunginya, serta dapat terpantau oleh

pengelola sekolah.

2) Bangunan koperasi didesain secara baik, indah, bersih, nyaman

sehingga menyenangkan pengunjungnya.

3) Ragam barang yang dijual di koperasi bervariasi sesuai kebutuhan

pembeli dan berkualitas baik, namun harganya tidak mahal dan

sesuai dengan standar pembukuan koperasi. Hasil usaha koperasi

dikumpulkan sehingga menjadi sumber dana rutin yang diterima

pihak sekolah.8

c. Jasa antar jemput bagi siswa, bisa juga dilakukan bagi sekolah yang

lokasinya jauh dari jalur transportasi umum, meskipun anak

SMA/SMK kurang berminat menggunakannya, akan tetapi tidak ada

salahnya kalau sekolah mencoba peruntungan tersebut.9

8

Ibid,,

9

(29)

20

d. Minimarket, Menurut Hendri ma’ruf minimarket atau toko kelontong

adalah toko yang mengisi kebutuhan masyarakat akan warung yang

berformat modern yang dekat dengan permukiman penduduk sehingga

dapat mengungguli toko atau warung. Minimarket ini juga bisa

dilakukan bagi sekolah terumatama Sekolah Menengah Kejuruan

(SMK) yang mempunyai jurusan pemasaran. Jadi peserta didik bisa

dengan mudah melakukan praktek di sekolah.10

e. Hotel, adalah perusahaan yang memberikan layanan jasa dalam bentuk

penginapan atau akomodasi serta menyediakan hidangan dan fasilitas

lainnya untuk umum yang memenuhi syarat-syarat comfort, privacy

dan bertujuan komersional.11 Hotel ini masih jarang sekali ditemukan

di dalam unit usaha sekolah, karena pembangunan sebuah hotel harus

memiliki dana yang cukup besar.

B. Pengelolaan (manajemen) Unit Usaha

Kata “Pengelolaan” berasal dari kata kelola, yang berarti pengaturan

atau pengurusan. Arikunto mengemukakan bahwa, ”pengelolaan sama

pengertiannya dengan manajemen yaitu pengurusan”. Pendapat ini diperkuat

oleh Sidarta bahwa manajemen mengandung pengertian mengelola.12

Berdasarkan dua pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan

mengandung pengertian yang sama dengan manajemen. Jadi pengelolaan

dapat diartikan sebagai cara untuk mengurus atau menyelenggarakan sesuatu.

10

Pandji Anoraga dan Janti, Sugiastuti. Pengantar Bisnis Modern, Kajian Dasar Manajemen Perusahaan. (Jakarta : PT. Dunia Pustaka Jaya, 1996), 51

11

Sofyan Assauri, Manajemen Pemasaran, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2004), 187

12

(30)

21

1. Pengertian Manajemen Unit Usaha

Istilah manajemen berasal dari bahasa perancis kuno, management,

yang memiliki artiseni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum

memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Marry Parker

Follet misalnya, mendefinisikan manajemen unit usaha sebagai seni

menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa

seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk

mencapai tujuan unit usaha.13 Para ahli memiliki pandangannya

masing-masing dalam mendefinisikan manajemen, diantaranya James A.F. Stoner

yang mendefinisikan manajemen unit usaha sebagai proses perencanaan,

pengorganisasian, dan penggunaan sumber daya lainnya agar mencapai

tujuan unit usaha yang telah ditetapkan.14

2. Prinsip-prinsip Manajemen Unit Usaha

Prinsip dalam manajemen bersifat lentur, dalam arti perlu

dipertimbangkan sesuai dengan kondisi-kondisi khusus serta situasi-situasi

yang berubah. Menurut Henry Fayol pencetus teori manajemen yang

berasal dari perancis, prinsip-prinsip umum manajemen unit usaha terdiri

atas :15

a. Pembagian kerja (division of work)

b. Wewenang dan tanggung jawab (authority and responsibility)

c. Disiplin (discipline)

13

Undang Ahmad Kamaluding, dan Muhammad Alfan, Etika Manajemen Islam, (Bandung: Pustaka Setia,1994), Hal.27

14

Saefullah,Manajemen Pendidikan Islam....7

15

(31)

22

d. Kesatuan perintah (unity of command)

e. Kesatuan pengarahan (unity of direction)

f. Mengutamakan kepentingan organisasi

g. Penggajian pegawai

h. Pemusatan (centralization)

i. Hierarki(tingkatan)

j. Ketertiban (order)

k. Keadilan dan kejujuran

l. Stabilitas kondisi karyawan

m. Prakarsa (inisiative)

n. Semangat kesatuan, semangat korps

Sedangkan Douglas merumuskan prinsip-prinsip manajemen unit

usaha sebagai berikut:16

a. Memprioritaskan kepentingan tujuan di atas kepentingan pribadi dan

kepentingan mekanisme kerja

b. Mengkoordinasikan wewenang dan tanggung jawab

c. Memberikan tanggung jawab pada personil sekolah hendaknya sesuai

dengan sifat-sifat dan kemampuannya

d. Mengenal secara baik faktor-faktor psikologis manusia

e. Relatifitas nilai-nilai

16

(32)

23

3. Fungsi Manajemen Unit Usaha

Secara garis besar dapat dipahami bahwa seluruh kegiatan

manajemen tidak dapat terlepas dari proses perencanaan,

pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi. Penjelasan

mengenai fungsi-fungsi manajemen adalah sebagai berikut:

a. Planning(perencanaan)

Perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk

mencapai hasil yang diinginkan. Menurut Stoner, planning adalah

proses menetapkan sasaran dan tindakan yang diperlukan untuk

mencapai sasaran.17

Perencanaan juga dapat diartikan pembuatan suatu target-target

yang akan dicapai atau diraih di masa depan. Dalam unit usaha

merencanakan merupakan suatu proses memikirkan dan menetapkan

secara matang arah, tujuan dan tindakan sekaligus mencapai berbagai

sumber daya dan metode atau teknik yang tepat.

Keberadaan suatu rencana sangat penting bagi organisasi

karena rencana berfungsi untuk:18

1) Menjelaskan dan merinci tujuan yang ingin dicapai

2) Memberikan pegangan dan menetapkan kegiatan-kegiatan yang

harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.

3) Organisasi memperoleh standar sumber daya terbaik dan

mendayagunakannya sesuai tugas pokok yang telah ditetapkan

17

Saefullah,Manajemen Pendidikan Islam, (Bandung:Pustaka Setia), 22

18

(33)

24

4) Menjadi rujukan anggota organisasi dalam melaksanakan aktifitas

yang konsisten sesuai prosedur dan tujuan

5) Memberikan batas wewenang dan tanggung jawab bagi seluruh

pelaksana

6) Memonitor dan mengukur berbagai keberhasilan secara internship

sehingga bisa menemuan dan memperbaiki penyimpangan secara

dini

7) Memungkinkan untuk terpeliharanya persesuaian antara kegiatan

internal dan situasi eksternal

8) Menghindari pemborosan

b. Organizing(pengorganisasian)

Mengorganisasikan adalah proses mengatur, mengalokasikan

dan mendistribusikan pekerjaan, wewenang dan sumber daya di

organisasi untuk mencapai tujuan unit usaha. Stoner menyatakan

bahwa mengorganisasikan adalah proses mempekerjakan dua orang

atau lebih untuk bekerjasama dengan cara terstruktur guna mencapai

sasaran spesifik atau atau beberapa sasaran.19

Pengorganisasian dilakukan dengan tujuan membagi kegiatan

besar menjadi kegiatan-kegiatan kecil. Pengorganisasian

mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan

menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas

yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakuakan

19Ibid

(34)

25

dengan cara menetukan tugas yang harus dikerjakan, pekerja yang

harus mengerjakannya, pengelompokan tugas-tugas tersebut,

orang-orang yang bertanggung jawab atas tugas tersebut dan tingkatan yang

berwenang untuk mengambil keputusan.

c. Actuating(pelaksanaan)

Actuating adalah kegiatan yang menggerakkan dan

mengusahakan agar para pekerja melakukan tugas dan kewajibannya

para pekerja sesuai dengan keahlian dan proporsinya segera

melaksanakan rencana dalam aktivitas konkret yang diarahkan pada

tujuan yang telah ditetapkan, dengan selalu mengadakan komunikasi,

hubungan kemanusiaan yang baik, kepemimpinan yang efektif,

memberikan motivasi, membuat perintah dan intruksi serta

mengadakan supervise dengan meningkatkan sikap dan moral setiap

anggota kelompok. Dengan demikian, dalamactuatingterdapat hal-hal

sebagai berikut :

1) Penetapan start pelaksanaan rencana kerja

2) pemberian contoh tata cara pelaksanaaan kerja dari pimpinan.

3) Pemberian motivasi para pekerja untuk segera bekerja sesuai

dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

4) Pengomunikasian seluruh arah pekerjaan dengan semua unit kerja.

5) Pembinaan para pekerja.

(35)

26

d. Controling(pengawasan)

Controling atau pengawasan dan pengendalian adalah salah

satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian,

mengadakan koreksi terhadap segala hal yang telah dilakukan oleh

bawahan sehingga dapat diarahkan kejalan yang benar sesuai dengan

tujuan. Langkah-langkah pengawasan adalah sebagai berikut :20

1) Memeriksa

2) Mengecek

3) Mencocokkan

4) Mengintropeksi

5) Mengendalikan

6) Mengatur

7) Mencegah sebelum terjadi kegagalan

Pengawasan dibagi 3, yaitu : (1) pengawasan yang bersifat top

down, yakni pengawasan yang dilakukan dari atasan langsung kepada

bawahan; (2) bottom up, yaitu pengawasan yang dilakukan daru

bawahan kepada atasan; (3) pengawasan melekat, yaiu pengawasan

yang termasuk pada self control, yaitu atasan ataupun bawahan

senantiasa mengawasi dirinya sendiri. Pengawasan ini lebih

dititikberatkan pada kesadaran pribadi, intropesi diri, dan upaya

menjadi suri tauladan bagi orang lain. Pengawasan yang lebih baik

adalah pengawasan dalam arti pembinaan dan pemberdayaan, sehingga

20

(36)

27

dalam menjalankan fungsi pengawasan, seluruh personalia organisasi

memiliki rasa pengabdian, komitmen, dan loyalitas yang tinggi pada

pekerjaan dan organisasi tempatnya pekerjaan.

Pengawasan juga merupakan pengamatan terhadap seluruh

kegiatan para pekerja dilihat dari relevansinya dengan perencanaan dan

tujuan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, dalam pengawasan

terdapat kegiatan berikut :

1) Pengamatan terhadap kinerja seluruh pegawai

2) Pembinaan terhadap pegawai

3) Penelusuran relevansi kerja dengan perencanaan

4) Pemerhatian arah pekerjaan dengan tujuan yang telah ditetapkan

5) Kontrol terhadap kualitas dan kuantitas

6) Efektivitas pelaksanaan kegiatan

7) Efisiensi penggunaan anggaran

8) Perbandingan hasil kerja masa lalu dengan masa yang sedang

dikerjakan sebagai bahan evaluasi.

e. Evaluating(mengevaluasi)

Mengevaluasi artinya menilai semua kegiatan untuk

menemukan indikator yang menyebabkan sukses atau gagalnya

pencapaian tujuan, sehingga dapat dijadikan bahan kajian berikutnya.21

Dirumuskan solusi alternatif yang dapat memperbaiki

kelemahan-kelemahan yang ada dan meningkatkan kualitas keberhasilan pada

21Ibid

(37)

28

masa yang akan datang. Evaluasi sebagai fungsi manajemen

merupakan aktivitas ubtuk meneliti dan mengetahui pelaksanaan yang

telah dilakukan di dalam proses keseluruhan organisasi untuk

mencapai hasil sesuai dengan rencana atau program yang telah

ditetapkan dalam rangk pencapaian tujuan. Dengan mengetahui

berbagai kesalahan atau kekurangan, perbaikan selanjutnya dapat

dilakukan dengan mudah, dan dapat dicari problem solvingyang tepat

dan akurat.

C. Strategi Pengelolaan Unit Usaha

1. Pengertian Strategi Pengelolaan(manajemen strategy)Unit Usaha

Strategi pengelolaan (manajemen strategy) menurut David adalah

Seni dan pengetahuan untuk merumuskan, mengimplementasikan and

mengevaluasi keputusan lintas fungsional yang membuat organisasi

mampu mencapai obyektifnya.

Strategi pengelolaan menurut Hunger dan Wheelen (2003) adalah

Serangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja

perusahaan dalam jangka panjang.

Strategi pengelolaan didefinisikan sebagai kumpulan keputusan

dan tidakan yang menghasilkan perumusan (formulasi) dan pelaksanaan

(implementasi) rencana yang dirancang untuk mencapai sasaran

perusahaan.

Strategi pengelolaan (juga dapat didefinisikan sebagai serangkaian

(38)

29

dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran suatu organisasi dalam rangka

pencapaian unit usaha tersebut.22 Sebagai suatu proses, pelaksanaan

strategi pengelolaan terbagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap perumusan

strategi, tahap implementasi strategi, tahap evaluasi strategi. Untuk

merumuskan strategi diperlukan aktivitas-aktivitas yang meliputi :23

a. Pengembangan misi unit usaha,

b. Pengenali peluang dan ancaman eksternal unit usaha,

c. Menetapkan kekuatan dan kelemahan internal,

d. Menetapkan objektif jangka panjang,

e. Menghasilkan strategi alternatif, dan menetapkan strategi pokok yang

perlu diimplementasikan.24

2. Proses penyusunan strategi pengelolaan unit usaha

Perlu disadari bahwa strategi pengelolaan itu diperlukan agar

tujuan unit usaha dapat tercapai, yakni survival dalam pertumbuhan yang

baik. Agar strategi pengelolaan itu dapat menjamin pertumbuhan dan

survival, maka strategi itu harus didasarkan pada perpaduan antara hasil

sorotan di luar unit usaha dengan hasil sorotan di dalam unit usaha.

Sorotan yang luas sekeliling dan jauh kedepan untuk melihat

masalah-masalah dan ancaman-ancaman yang harus dihindarkan, dan juga untuk

mencari kesempatan-kesempatan yang dimanfaatkan.

22

Sondang P Siagan,Manajemen Stratejik, (Jakarta: Bumi Aksara,2004), 15

23Ibid

,,16

24Ibid

(39)

30

Sedangkan sorotan yang tajam di dalam perusahaan ditujukan agar

diketahuinya kekuatan-kekuatan yang dapat dimanfaatkan, serta

kelemahan-kelemahan yang perlu dihindari, diatasi, dan dibenahi.

Hampir semua komponen dalam sistem itu dapat berubah

sewaktu-waktu. Perubahan itu dapat memberi manfaat atau

kesempatan-kesempatan kepada perusahaan tertentu, tapi ada pula diantaranya yang

malah mendatangkan bencana atau ancaman-ancaman. Sorotan ke luar

yang disebutkan tadi sebenarnya untuk mengenali berbagai

kesempatan-kesempatan dan ancaman-ancaman yang datang dari lingkungan luar,

dimana kitatahu bahwa diantara lingkungan yang mempunyai pengaruh

langsung terhadapa kehidupan suatu perusahaan adalah konsumen,

pemasok bahan baku, pesaing, pemerintah, dan penyalur. Sedangkan

lingkungan yang mempunyai pengaruh umum misalnya sosial, politik,

ekonomi, budaya, teknologi dan sebagainya.

Sorotan ke dalam ditujukan kepada keadaan nyata dari

sumberdaya-sumberdaya beserta proses sumberdaya yang dimaksud,

misalnya mesin-mesin, yang bersifat fisik, manusia-manusia yang dalam

perusahaan dalam berbagai tingkatan/eselon, permodalan dengan struktur

dan perimbangannya, serta berbagai aturan yang digunakan agar proses

input-outputnya dapat terlaksana.25

Perusahaan yang sekarang ini sukses dalam bidangnya tentulah

mempunyai strategi yang baik. Oleh karena itu, unsur-unsur competitive

25

(40)

31

adventage untuk suatu industri dapat ditemukan dalam suatu perusahaan

yang paling berhasil dalam industri tersebut. Caranya adalah dengan

mengenali kemampuan-kemampuannya dalam setiap fungsi yang

dikerjakan, penelitian dan pengembangan, produksi, pemasaran ke

lapangan, manajemen umum (strategi, koordinasi, informasi, training).

Kemampuan-kemampuan dalam masing-masing fungsi ini diperinci lagi

dalam kategori peralatan dan mesin-mesin (hardware), skill personil,

kemampuan organisasional, kemampuan manajerial. Tiga kategori yang

terakhir itu sering disebut sebagai software. Hasil akhir dari usaha

mengenali kemampuan-kemampuan perusahaan ini adalah sebuah profil

kemampuan. Profil kemampuan dari perusahaan yang paling dalam

cabang industrinya merupaka profil kompetitif. Profil kompetitif ini adalah

dugaan kita tentang prasyarat-prasyarat keberhasilan dalam suatu

industri.26

Strategi pengelolaan yang baik adalah hasil perpaduan antara

kesempatan yang diberikan oleh lingkungan dengan kemampuan yang

dimiliki oleh perusahaan, yang tentunya setelah mempertimbangkan resiko

dari luar dan dari dalam. Untuk meneliti kesesuaian antara prospek yang

menguntungkan di suatu bidang usaha dengan kemampuan perusahaan

untuk berhasil merealisir potensi itu, kita bandingkan profil kompetitif di

bidang usaha dengan profil kemampuan perusahaan.

26Ibid

(41)

32

Proses membandingkan ini dilakukan pada industri-industri

berikutnya sampai akhirnya diperoleh kesesuaian yang paling baik atau

sempurna. Kesesuaian yang paling sempurna ini belum tentu menunjukkan

bahwa di industri itu kelemahan kita adalah minimum.

3. Tujuan Strategi Pengelolaan Unit Usaha

Adapun tujuan dari strategi pengelolaan, diantaranya seperti

dibawah ini:27

a. Untuk menjalankan dan mengevaluasi strategi yang telah dipilih secara

efektif dan secara efisien.

b. Untuk mengevaluasi kinerja, meninjau, mengkaji ulang, malakukan

penyesuaian dan menkoreksi jika terdapat kesalahan atau

penyimpangan dalam pelaksanaan strategi.

c. Untuk memperbaharui strategi yang dirumuskan supaya sesuai dengan

perkambangan lingkungan eksternal.

d. Untuk meninjau kembali dari kekuatan, kelemahan, peluang serta

ancaman bisnis yang ada.

e. Untuk dapat melakukan inovasi atas produk atau barang supaya sesuai

dengan selera dari konsumen.

4. Manfaat Strategi Pengelolaan Unit Usaha

Beberapa manfaat yang dapat di peroleh dari strategi pengelolaan,

diantaranya seperti sebagaimana di bawah ini:28

27

Napa J Awat, Op.Cit, 32

28Ibid

(42)

33

a. Proses dari strategi pengelolaan ini dapat menghasilkan keputusan

yang terbaik karena interaksi kelompok yang mengumpulkan berbagai

macam keputusan strategi yang lebih besar atau banyak.

b. Aktivitas dari formulasi strategi pengelolaan dapat mempertinggi

kemampuan dari perusahaan dalam menghadapi berbagai macam

masalah yang sedang dihadapi.

c. Keterlibatan dari pegawai di dalam formulasi strategi pengelolaan

dapat memperbaiki pengertian mereka atas penghargaan produktivitas

di dalam setiap perencanaan strategi, dengan begitu dapat

mempertinggi motivasi kerja pegawai.

d. Penerapan dari strategi pengelolaan dapat membuat manajemen

perusahaan menjadi lebih peka terhadap ancaman eksternal (ancaman

dari luar).

e. Setidaknya strategi pengelolaan juga dapat mencegah timbulnya

berbagai macam masalah yang bersal dari dalam maupun dari luar

perusahaan serta dapat meningkatkan kemampuan perusahaan dalam

menghadapi masalah.

f. Membuat perusahaan dapat melaksanakan semua aktivitas

operasionalnya secara lebih efisien dan efektif.

g. Dapat membuat perusahaan mudah untuk beradaptasi pada perubahan

yang terjadi.

h. Dan perusahaan yang menggunakan konsep manajemen strategi akan

(43)

34 BAB III

METODE PENELITIAN

Metode adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan

data penelitiannya. Metode penelitian adalah suatu teknik, cara dan alat yang

dipergunakan untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu

pengetahuan dengan menggunakan metode ilmiah.1

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa peneliti di dalam menerapkan

metode penelitian menggunakan instrumen atau alat agar data yang diperoleh

lebih baik.2 Dalam suatu penelitian, metodologi menjadi sangat penting bagi

seorang peneliti. Ketepatan dalam menggunakan suatu metode akan dapat

menghasilkan data yang tepat pula dan dapat dipertanggung jawabkan secara

ilmiah.3

A. Jenis Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan deskriptif kualitatif,

dimana penelitian tersebut nantinya akan menghasilkan data deskriptif berupa

kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Krik

dan Miller mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu

ilmu pendidikan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan

1

Sutrisno Hadi,Metodologi Research, (Yogyakarta : Andi Offset, 1987), 4

2

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta, 1998), 151.

3

(44)

35

para manusia dan kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang tersebut

dalam bahasanya dan peristilahannya.4

Penelitian deskriptif berusaha mendiskripsikan dan

menginterpretasikan apa yang ada (bisa mengenai kondisi atau hubungan yang

ada, proses yang sedang berlangsung, akibat atas efektifitas yang sedang

berlangsung).5 Penelitian deskriptif dimaksud untuk memperoleh informasi

suatu gejala dan sifat suatu situasi pada waktu penyelidikan itu dilakukan.

Dalam penelitian ini tidak ada perlakuan yang diberikan / yang dikendalikan

dalam perolehan data dilapangan. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan

kondisi "apa yang ada" dalam suatu situasi. Penelitian deskriptif tidak

diarahkan untuk menguji hipotesis sehingga penelitian ini bersifat non

hipotesis.6

Untuk mengetahui lebih dalam tentang strategi pengelolaan unit usaha,

penulis menggunakan metode tersebut, karena menghasilkan gambaran yang

secermat mungkin mengenai strategi pengelolaan unit usaha di SMK Negeri 1

Surabaya.

B. Objek Penelitian

Objek dalam penelitian ini adalah unit usaha di SMK Negeri 1

Surabaya khususnya dalam bidang minimarket dan hotel. Unit usaha tersebut

tentunya memiliki struktur organisasi seperti kepala unit usaha,wakil,

sekretaris, bendahara dan seterusnya.

4

Lexy J. Moeloeng,Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung : PT Remaja Pusda Karya, 1998), 4.

5

Sumanto,Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan, (Yogyakarta : Andi Offset, 1995),77

6

(45)

36

C. Lokasi Penelitian

Penelitian ini akan dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

Negeri 1 Surabaya yang terletak di Jalan SMEA No.4 Wonokromo-Surabaya.

Adapun alasan peneliti memilih SMK Negeri 1 Surabaya adalah :

1. SMK Negeri 1 Surabaya memiliki unit usaha yang akan menjadi objek

penelitian ini.

2. Lokasi sekolah yang strategis dan mudah dijangkau oleh peneliti.

D. Sumber Data

Sumber data adalah semua keterangan seseorang yang dijadikan

responden maupun yang berasal dari dokumen-dokumen baik dalam bentuk

statistik atau dalam bentuk lainnya guna keperluan penelitian yang dimaksud.7

Sumber data juga bisa didefinisikan sebagai subjek darimana data diperoleh.8

Adapun sumber data yang digunakan peneliti dalam pengumpulan data

adalah:

1. Sumber data primer

Sumber data primer adalah data pertama yang diperoleh langsung

dari sumbernya, diamati, dicatat untuk yang pertama kali oleh peneliti.

Dalam hal ini data yang diperoleh adalah data tentang strategi pengelolaan

unit usaha sekolah. Data ini diperoleh dari hasil wawancara. Adapun yang

memberi informasi penelitian ini adalah:

7

P. Joko Subagyo, Metode Penelitian: Dalam Teori dan Praktek, ( Jakarta , Rineka Cipta, 1991),112

8

(46)

37

a. Dra. Endang Tjiptaningrum selaku kepala unit usaha di SMK Negeri 1

Surabaya

b. Dra. Sri Minarni selaku staf unit Smesa mart

c. Ricky Abdillah, S.St.Par selaku unit Perhotelan

2. Sumber data sekunder

Sumber data sekunder adalah data yang bukan diusahakan sendiri

pengumpulannya oleh peneliti. Data yang diperoleh adalah data tentang

unit usaha di SMK Negeri 1 Surabaya, yang meliputi : sejarah berdirinya,

visi misinya, struktur organisasinya dan data-data yang ada kaitannya

dengan penelitian.

E. Teknik Pengumpulan data

Dalam penelitian, disamping perlu menggunakan metode yang tepat,

juga perlu memilih teknik dan alat pengumpulan data yang tepat

memungkinkan diperoleh nya data obyektif. Dalam pengumpulan data ini,

penulis berusaha untuk dapat memilih dan menggunakan teknik yang sesuai

dengan permasalahan yang akan dipecahkan. Adapun teknik pengumpulan

data yang digunakan peneliti yaitu :

1. Metode Interview (Wawancara)

Teknik wawancara merupakan metode pengumpulan data dengan

(47)

38

Dalam berwawancara terdapat proses interaksi antara pewawancara

dengan responden.9

Peneliti memilih metode wawancara dalam penelitian ini untuk

mengetahui bagaimana pengelolaan dan strategi pengelolaan unit usaha di

SMK Negeri 1 Surabaya. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan

metode :

a. Wawancara terpimpin, Yaitu wawancara yang dilakukan dengan

menggunakan pertanyaan yang diajukan menurut daftar pertanyaan

yang telah disusun.10

b. Wawancara tidak terpimpin, Wawancara tidak terpimpin yaitu

wawancara yang dilakukan dengan cara tanya jawab bebas antara

pewawancara dengan responden.

c. Wawancara bebas terpimpin, yaitu gabungan dari wawancara bebas

dan terpimpin. Pewawancara hanya membuat pokok masalah yang

akan diteliti, selanjutnya dalam proses wawancara berlangsung

mengikuti situasi dan kondisi, sehingga pewawancara harus pandai

mengarahkan yang diwawancarai apabila keluar dari pokok bahasan.

Peneliti melontarkan beberapa pertanyaan kepada kepala pengurus unit

usaha tentang apa saja unit usaha yang dimiliki SMK Negeri 1

Surabaya? bagaimana pengelolaannya? Siapa saja yang mengelola?

Apa saja tantangannya? Bagaimana strategi pengelolaannya agar unit

usaha ini bisa tetap terlaksana? Dan pertanyaan-pertanyaan yang lain.

9

Soeratno,Metodologi Penelitian(Yogyakarta: UPP AMPYPKN, 1995), 92.

10

(48)

39

Metode ini bermanfaat bagi peneliti karena bisa menggali

informasi tentang topik penelitian secara mendalam, bahkan bisa

mengungkap hal-hal yang mungkin tidak terpikirkan oleh peneliti itu

sendiri.

2. Metode Observasi

Metode yang kedua adalah metode observasi atau pengamatan

secara langsung kepada objek penelitian. Metode observasi adalah suatu

pengamatan yang khusus dan pencatatan dengan sistematis terhadap

fenomena-fenomena yang diselidiki.11 Peneliti menggunakan metode ini

untuk mengamati secara langsung terkait strategi pengelolaan unit usaha di

SMK Negeri 1 Surabaya.

3. Metode Dokumentasi

Metode dokumentasi merupakan metode penelitian terakhir yang

peneliti gunakan. Dokumentasi adalah pengumpulan data yang diperoleh

melalui dokumen-dokumen,12

berupa tulisan, dokumen, catatan-catatan,

transkrip, buku, surat kabar, majalah, notulen rapat,selama proses

penelitian itu dilakukan.

Dengan metode ini, peneliti bisa mengkaji dan membuktikan

secara langsung strategi apa yang digunakan lembaga pendidikan tersebut.

Manfaat metode ini, peneliti bisa memperoleh hasil dokumentasi dengan

data yang memperkuat apa yang telah diwawancara dan diamati. Jadi

11

Suharsimi Arikunto, Op.Cit,133

12

(49)

40

disini, tak ada dugaan mengada-ada data ketika disertai dengan wujud

nyata penelitian.

F. Analisis Data

Setelah data terkumpul maka langkah selanjutnya adalah menganalisa

data-data tersebut, menurut Patton sebagaimana dikutip oleh Lexy J. Moleong,

analisa data adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikan ke dalam

suatu pola, kategori dan satuan uraian dasar.13

Pada teknik ini peneliti berusaha untuk mengorganisir dan

mengklarifikasikan sesuai dengan rumusan permasalahan penelitian. Serta

kerangka penelitian kualitatif yang merupakan gambaran situasi dan kondisi

dari latar belakang secara menyeluruh. Analisa data pada dasarnya adalah

upaya untuk mengklarifikasi dan menata data secara sistematis yang

merupakan hasil observasi, wawancara untuk pemahaman peneliti, serta

mengajukan sebagai temuan bagi orang lain. Adapun tahapan-tahapan

penganalisisan data yang penulis gunakan adalah sebagai berikut :

1. Editing

Yaitu meneliti kembali catatan (data) yang ada. Baik dari segi

kelengkapan ketercapaian, penjelasan makna kesesuaian satu sama

lainnya, relevansi dan keseragaman data.

13

(50)

41

2. Pengorganisasian Data

Yaitu pengaturan data yang telah diperiksa dengan sedemikian

rupa sehinggatersusun bahan-bahan atau data-data untuk merumuskan

masalah yang terkait dengan penulisan skripsi ini.

3. Penganalisaan Data

Melakukan analisa untuk memperoleh kesimpulan baru dari

beberapa fakta yang telah ditemukan di lapangan dengan teknik analisa

deskriptif dan dipaparkan sesuai dengan apa adanya dalam bentuk uraian

naratif.

G. Teknik Keabsahan Data

1. Pengamatan mendalam

Ketekunan pengamatan ini bertujuan untuk meneliti objek secara

cermat dan teliti. Peneliti memfokuskan penelitian pada strategi

pengelolaan unit usaha di SMK Negeri 1 Surabaya, oleh karena itu peneliti

hanya melakukan observasi dan wawancara kepada kepala pengurus unit

usaha dan pihak-pihak yang terlibat lainnya, sehingga data yang diperoleh

lebih lengkap dan hasil pengamatan yang diperoleh juga lebih jelas.

2. Trianggulasi

Teknik pemeriksaan data yang memanfaatkan sesuai yang lain di

luar data itu untuk keperluan pengecekan atau pembanding data, dalam hal

ini dicapai dengan jalan :

(51)

42

b. Membandingkan pendapat, perspektif seseorang dengan berbagai

pendapat atau pandangan orang lain.

c. Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen.14

14

(52)

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian

1. Profil Sekolah

a. NPSN : 20532205

b. Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Surabaya

c. Tanggal Pendirian : 13 Oktober 1950

d. Status Sekolah : Negeri

e. Kepala Sekolah : Drs. Bahrun, ST, MM

f. Alamat : Jl. SMEA No.4 Wonokromo-Surabaya

g. Telp/fax : 031-8292038,031-8292039

h. Email : [email protected]

i. Website : http://www.smkn1-sby.sch.id

2. Letak Geografis

SMK Negeri 1 Surabaya terletak di Jalan SMEA No.4

Wonokromo-Surabaya dan di sebelah barat yayasan Khodijah dan sebelah

selatan kampus Universitas NU Surabaya (UNUSA). Secara goegrafis

posisi ini sangat menguntungkan dan representatif sebagai lembaga

pendidikan hal ini di karenakan lokasi dekat :

a. Berada di tengah kota Surabaya yang mudah dijangkau dari segala

(53)

44

b. Berada di lingkungan pusat perdagangan DTC (Darmo Trade Center),

Mangga Dua dan Royal Plaza, 300 m dari jembatan layang

mayangkara atau Jln. Ahmad Yani.

c. Berada didekat lingkungan pendidikan, perkantoran dan lingkungan

bisnis.

3. Program Keahlian di SMK Negeri 1 Surabaya

a. Bidang Keahlian Bisnis Manajemen

1) Administrasi Perkantoran

2) Akuntasi

3) Marketing

b. Bidang Keahlian Tekhnologi Informasi dan Komunikasi

1) Multimedia

2) Teknik Komputer Jaringan

3) Rekayasa Perangkat Lunak

4) Teknik Produksi Program Pertelevisian

5) Desain Komunikasi Visual

c. Bidang Keahlian Pariwisata

(54)

45

Guru/Wali Kelas/Piket

Siswa SMK Negeri 1 Surabaya Multimedia

Yose Auliandi, S. ST Akuntansi

Dra. Masyitah Munir

Pro. Pertelevisian dan Penyiaran Perhotelan Dra. Adriana Abubakar Desain Komunikasi Visual

Drs. Abdul Aziz, MM Rekayasa Perangkat Lunak

Lukman Sholeh, S. Kom

Purwanto Eko S, S.pd.,S. ST.,MM Teknik Komputer Jaringan

Drs. M. Hari Supriyanto, SH, MM

Dra. Reviana Wasinanda, MM Koordinator Tata Usaha

Waka Sarana Prasarana Wiyono, S. Pd Waka Kesiswaan

Dra. Retno Pinasti, S. ST

Drs. Bahrun, ST, MM 4. Struktur Organisasi SMK Negeri 1 Surabaya

GAMBAR 4.1

5. Motto SMK Negeri 1 Surabaya

(55)

46

6. Visi SMK Negeri 1 Surabaya

Menjadi Sekolah Menengah Kejuruan berstandar Internasional

yang tamatannya professional, budi pekerti luhur, berwawasan lingkungan

serta mampu bersaing di era global.

7. Misi SMK Negeri 1 Surabaya

a. Menerapkan manajemen standar ISO dalam pengelolaan sekolah.

b. Meningkatkan Profesionalisme.

c. Meningkatkan mutu penyelenggara pendidikan.

d. Mengembangkan serta memberdayakan SMK bertaraf Internasional

sehingga menghasilkan lulusan yang memiliki jati diri bangsa dan

keunggulan kompetitif di pasar nasional dan global.

e. Mengembangkan kerjasama industri berskala nasional maupun

internasional.

8. Kebijakan Mutu SMK Negeri 1 Surabaya

SMK Negeri 1 Surabaya mencapai perbaikan yang

berkesinambungan berdasarkan sistem manajemen mutu ISO 9001: 2008

dengan mendirikan pelayanan pendidikan kejuruan yang professional

untuk:

a. Meningkatkan moral dan disiplin siswa.

b. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan keahlian siswa yang

mampu bersaing secara global.

(56)

47

d. Membekali kecakapan hidup yang bermanfaat dalam memenuhi

harapan pihak-pihak terkait dan peraturan perundang-undangan dengan

menyediakan sarana dan prasarana serta meningkatkan sumber daya

manusia yang tanggap terhadap perkembangan teknologi.

9. Fasilitas SMK Negeri 1 Surabaya

Untuk menunjang KBM, SMK Negeri 1 Surabaya mempunyai

fasilitas sebagai berikut:

a. Laboratorium

b. TV Edukasi

c. Radio FM

d. Pujasera (Kantin)

e. Ruang praktek ketik manual

f. Bank mini sekolah

g. Masjid

h. Perpustakaan

i. Hotel

j. Smesa mart

k. Small bisnis

l. Studio Broadcast

m. Taman

10. Struktur Organisasi Unit Usaha

Agar unit usaha dapat berjalan dengan lancar, maka perlu

(57)

48

pembagian antara tugas, wewenang, tanggung jawab dan kesempatan

pegawai yang sesuai dengan keahliannya. Sebagaimana mestinya suatu

usaha, unit usaha SMK Negeri 1 Surabaya memiliki struktur organisasi

tersendiri untuk membina pertumbuhan dan perkembangan serta

memelihara kelancaran dan kelanjutan unit usaha tersebut. Struktur

organisasi unit usaha SMK Negeri 1 Surabaya dapat dilihat sebagai

berikut:

GAMBAR 4.2

11. Tujuan Unit Usaha SMK Negeri 1 Surabaya

a. Sebagai sarana pelatihan peserta didik dalam berwirausaha

b. Sebagai pendapatan biaya operasional sekolah Dra. Endang Tjiptaningrum

Ketua Unit Usaha Sekolah

Dra. Reviana W, MM

Sekretaris Bendahara 1, staff BMS Bendahara 2

Dra. Sulastri (A) Dra. Maria Goreti Sri H

(58)

49

12. Faktor pendukung unit usaha SMK Negeri 1 Surabaya

a. Faktor internal

Dalam mengelola unit usaha SMK Negeri 1 Surabaya didukung

dengan adanya fasilitas-fasilitas yang cukup lengkap sehingga

memudahkan bagi pengelola untuk mengelolanya dan juga SDM yang

cukup membanggakan, karena bisa mengelola sesuai bidangnya

masing-masing.1

b. Faktor eksternal

Adanya hubungan baik dengan masyarakat sekitar dan adanya

hubungan kerjasama yang baik dengan OMI waralaba.2

13. Faktor penghambat unit usaha SMK Negeri 1 Surabaya

a. Faktor internal

Kurangnya penambahan modal karena hasil keuangan unit

usaha digabung menjadi satu.

b. Faktor eksternal

Adanya persaingan yang ketat dengan usaha disekitar sekolah.

B. Penyajian Data

1. Bentuk-bentuk Unit Usaha di SMK Negeri 1 Surabaya

SMK Negeri 1 Surabaya adalah salah satu sekolah yang berada di

Surabaya yang memiliki 7 unit usaha, kekreatifan ini yang menjadikan

1

Hasil wawancara dengan Dra.Endang Tjiptaningrum, ketua unit usaha SMK Negeri 1 Surabaya, tanggal 15 Desember 2015

2

Gambar

  Drs. Bahrun, ST, MMGAMBAR 4.1
  GAMBAR 4.2

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kegelisahan manusia di masa covid-19 dan sikap kritis dalam menghadapi pandemi

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa, adversity quotient (AQ) merupakan kemampuan seseorang dalam menghadapi masalah yang dianggapnya sulit namun ia

Sistem Damon menggunakan kekuatan atau gaya ortodonti yang tetap mempertahankan kekuatan atau gaya yang optimal pada Biozone, sehingga suplai darah pada periodonsium tidak

Kesimpulan d dari hasil penelitian ini adalah pemetaan hasil komoditas pertanian menggunakan teknologi informasi berbasis web ini dapat memudahkan dalam pencarian

(1) Kepala Sub Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis Fungsional mempunyai tugas pokok memimpin pelaksanaan tugas Sub Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis Fungsional dalam

Seperti saat diadakannya lomba-lomba di kampus yang pesertanya merupakan mahasiswa dari kampus lain karena mahasiswa FK UNAND sendiri juga memberikan

Kadar lignin pada jerami padi yang digunakan sebagai media fermentasi dapat dihitung berdasarkan prosedur AOAC yaitu dengan menggunakan asam pengoksidator (H 2 SO 4 )

Masyarakat merupakan suatu kesatuan yang di dasarkan ikatan-ikatan yang sudah teratur dan boleh di katakana stabil.sehubungan dengan ini,maka dengan sendirinya masyarakat merupakan