• Tidak ada hasil yang ditemukan

komposisi kelompok konseling

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "komposisi kelompok konseling"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

BK KELOMPOK

Diana Septi Purnama

Email: [email protected]

KOMPOSISI KELOMPOK KONSELING

Dalam bab ini, akan dijelaskan penelitian evindensi dan observasi klinikal pada komposisi

kelompok.

A. Prediksi Perilaku Kelompok

Secara umum, pediksi dibatasi pada individu secara ekstrim, tetap, perilaku interpersonal

maladaptif sebagai alkoholik, sosiopatik, dan yang lainnya. Hampir tidak ada banyak ruang

untuk kesalahan ketika pertimbangan suatu skizopernik ketakutan dengan suatu keaktifan,

perluasan, sistem delusional penyiksaan.

Dengan biasa, bagaimanapun, dalam praktek klinik masalah merupakan kepelikan yang

lebih jauh; kebanyakan konseli yang mendaftar untuk pelayanan memiliki suatu perilaku yang

luas, dan perilaku kelompok pokok mereka kurang dapat diprediksi.

Wawancara Diangnosa Standar

Metode umum yang paling pada konseli adalah interview individu. Seringkali interview rutin ini

digunakan pada jumlah yang diterima untuk semua konseli yang mendaftar untuk pelayanan

pada suatu klinik. Prediksi yang sering secara tinggi tersendiri menetang kesimpulan dari

observasi pada suatu perilaku konseli dalam situasi tertentu.

B. Pengujian Psikologi Standar

Beberapa penguji telah mencari penggunaan test diagnosa psikologi standar sebagai suatu

prediksi perilaku kelompok. Hal ini secara mencolok melibatkan Rorschach, MMPI, TAT,

penyelesaian kalimat, dan tes Draw-a-person. Semua tes ini gagal pada prediksi valid nyata,

dengan eksepsi tripial tunggal dimana individu menggunakan penolakkan yang di pertimbangkan

(seperti diperlihatkan oleh Rorschach dan TAT) lebih sering dibuat positif, pernyataan

(2)

C. Prosedur Diagnosa Khusus

Kegagalan pada prosedur diagnosa standar ini memprediksi segala hal pada semua perilaku

kelompok yang menganggap kebutuhan untuk prosedur baru terfokuskan secara utama pada

perilaku interpersonal. Saat ini observasi klinik dan penelitian menggunakan beberapa arah

perjanjian;

1. Suatu formulasi pada sistem nosologikal interpersonal

2. Prosedur diagnosa baru yang diarahkan pada contoh perilaku relevan kelompok.

D. Prinsip komposisi Kelompok

Komposisi pada dua kelompok secara dramatikal dipengaruhi karakter karakter kerja mereka

berikutnya. Dalam waktu yang pendek, bagaimanapun anggota pada kelompok pertama merasa

lebih tegang, dan lebih dibatasi karena jangkauan yang terbatas pada pengalaman kelompok,

pembelajaran yang kurang tentang mereka sendiri.

Sehingga, kita dapat meyakinkan bahwa komposisi mempengaruhi karakter dan proses

kelompok. Konseling kelompok yang mempelajari hal tersebut secara kasar dan tidak ada studi

yang dahsyat yang meneliti hubungan antara komposisi kelompok dan kriteria pokok dari bentuk

konseling yang panjang.

E. Observasi Klinik

Beberapa ahli konseling membangun konsep peranan heterogenitas dalam pendekatan mereka

pada komposisi. Secara teori, hal tersebut merupakan orientasi yang terlihat dapat

dipertimbangkan. Secara praktek, bagaimanapun, ditahan dari kekurangan kejelasanya.

F. Studi Sistematik Pada Komposisi Kelompok

Walaupun tidak ada penelitian kelompok konseling pada keberadaan komposisi, ada beberapa

usaha untuk mempelajari hubungan antara komposisi dan hasil dalam kelompok non konseling.

Secara umum, kerja eksperimental komposisi kelompok bukanlah kualitas yang baik, sebaik

tehnik statistika dan penemuan konklusif yang dilaporkan meskipun oleh beberapa tinjauan.

(3)

Hubungan antara beberapa karateristik kelompok ini dan akibat konseling pokok pada anggota

kelompok. Lebih jauh, kita tidak jelas tentang tingkatan dimana pimpinan kelompok bisa

merubah karaterristik kelompok ini, dan kita tidak mengetahui berapa lama kelompok akan

menyatakannya. Teori teori yang digunakan pada pendekatan komposisi kelompok yaitu;

Teori mikrokos sosial yang menyatakan bahwa kelompok sebagai suatu miniatur sosial dunia

dimana konseli mengembangkan metode baru pada interaksi interpersonal.

Teori disonansi merupakan suatu teori yang menciptakan suatu keadaan yang tidak nyaman

secara psikologi dan mendorong individu berusaha untuk mencapai suatu keadaan yang lebih

konsonan. Teori Kohesif merupakan suatu teori pendekatan pada komposisi kelompok.

H. Suatu Surat Protes Akhir

Pertama, dalam kenyataannya karena kondisi yang ada dibawah kerja ahli konseling kelompok,

topik komposisi kelompok sering kali keluar dari realita yang terjadi setiap hari pada praktek

kelinik. Semakin tersedianya ahli konseling, semakin banyak banyak kompetisi propesional

untuk konseli, semakin sulit untuk memulai dan memelihara kelompok konseling. Ahli

konseling lebih memilih mengisi waktu waktu pribadi mereka dan tidak berani mengambil resiko

kehilangan seorang konseli pada suatu kelompok konseling. Akumulasi penyerahan yang begitu

lambat dimana anggota prospektif pertama yang akan diwawancarai leleah menunggu dan

Referensi

Dokumen terkait

usia yang sudah lebih dari 30 tahun dan konseli mempunyai saudara sudah dewasa dan belum menikah semua, konseli harus sadar bahwa saudara konseli sudah masuk pada usia

Asas keterbukaan, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura, baik

Konfrontasi juga membantu konseli untuk mencapai kesesuaian (congruency), yaitu suatu keadaan dimana kata-kata konseli sesuai dengan tingkah lakunya. Konselor perlu melakukan

konseli (masalah pribadi, sosial, belajar, ataupun karir), maka masalah itulah yang dibahas dalam layanan

Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang mana subjek dalam penelitian ini adalah koordinator dan guru Bimbingan

bullying yang diterima konseli memunculkan trauma sehingga mempengaruhi konseli dalam menghadapi lingkungannya. Dalam hal ini, nilai ajaran agama yang dimasukkan

semua ruangannya. Pelayanan dokter keluarga terbukti memiliki ruang tunggu yang cukup luas dan jumlah kursi yang cukup untuk pasien yang menunggu. Pelayanan dokter

yang digunakan untuk mencapai tingkah laku apa saja yang diinginkan. Dalam permasalahan ini yang ingin dicapai konselor dan konseli adalah,.. 82. konseli berani bertanya,