Itobile lnternet
Berbasis
Telepon
seluler
Multikoneksi
untuk
Mendukung
E-le
arning
Uji
Aktivitas
Antiviral
Beberapa
Rimpang
Tumbuhan
Zingiberaceae
Perintisan
Bank
Resep
Elektronik
Menggunakan Data
Base
MySQL
(Structured Query
Language)
Keanekaragaman
Genetik
Bakteri
Resisten Uranium
dan
Strategi Bioremediasi Uranium
Sintesis
Busa
Poliuretan
dari Minyak Jarak
sebagai
Bahan
lsolator
Panas
Analisis Biomekanik Teknik Servis
pada
Atlet
senior
Dly
Proses
Karburising
Padat
dengan
Media Arang
Tempurung
Kelapa
yang
Digunakan
secara Berulang
pada
Pengerasan
Baja Karbon
Rendah
T,RNAL
PENEL
T
AN
Safi
nGck
Penerbit:
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Yogyakarta
Pemimpin Umum/Penanggung
Jawab:Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Yogyakarta
Redaksi:
Ketua
:
Prof. Dr. SriAtunSekretaris
:
Retno Arianingrum, M.Si.RedakturAhli :
1.
Dr. Wardan Suyanto, M.A.2.
Dr. dr. BM Wara Kushartanti, M.S. RedakturPelaksana
:
Retno Hidayah, Ph.D.Anggota
Redaktur
:
1.
Dr. Heru Kuswanto2.
Slamet Widodo, M.T.3.
Agus Budiman, M.Pd., M.T.Mitra
Bestari
:
1.
Dr. Samsul Hadi2.
Dr. Endang Wijayanti LFX3.
Dr. MujiyonoTata Usaha/Pelaksana: Poni Pujiyati, S.Si.
Setting
dan Tata Letak: Ant.HediAri
Punvanto, S.lP.Alamat Redaksi/Tata Usaha:
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Yogyakarta
Kampus Karang malang, Yogyakarta 55281
Telepon (0274) 586168 pesawat
242,262,Fax.
(0274) 518617 Website : http ://www. uny.ac. id/penel itian-dan-pen gabd ian/leml itEmail: [email protected] [email protected]
Jurnal Penelitian Saintek merupakan lanjutan dari Jurnal Penelitian lptek dan Humaniora
LrA..SafimGek
Volume 16, Nomor 1, April
2011
ISSN: 1412-3991DAFTAR
ISIDaftar
Isi
Mobile
Internet
Berbasis Telepon
seluler
Multikoneksi
untuk MendukungE-LearningOleh:
HermanDwi
Surjono, EkoMarpanaji,
Suprapto, KadarismanTejoYuwono...
1-
gUj i Aktivitas
Antiviral
B eb erap a Rimp ang Tumb uhan Zi n g i b e r a c e a eOleh: SriAtun, NurfinaAznam, Retno Arianingrum, Sri lVurestri
...
g - ZzPerintisan
Bank
Resep E,lektronik Menggunal<anData
Buse MySeL(S t ruc ture d Qu ery L an gua ge)
Oleh: Endang Mulyatiningsih, Ilmawan dan Sri
palupi
...
23-35Keanekaragaman
Genetik Bakteri
Resistenuranium
dan
Strategi Bioremediasi Uraniumoleh:
Bernadetta
octavia,
siti
(Jmniyatie,Aris
Bastianudin
danL.
Sembiring
36-56Sintesis Busa
Poliuretan
dariMinyak
larak
sebagai Bahan IsolatorPanas
Oleh:
Eli
Rohaetidan Suyaruta...
57-72Analisi s B iomekanik Teknik S erwis pada
Atlet
S eniorDIy
Oleh: Cerika Rismayanthi,
AbdutAtim
...
73_g6Proses Karburising Padat dengan MediaArang Tempurung I{elapa yang
Digunakan Secara Berulang pada pengerasan Baja Karbon Rendah
Sintesis Bttsa Poliuretqn (Eli Rohaeti dan Suyanta)
SINTESIS BUSA
POLIURETANDARI
MINYAK JARAK
SEBAGAI BAHAN
ISOLATOR
PANASEli
Rohaeti dan SuyantaFakultas Matematika dan
Ilmu
Pengetahuan AIamflniversitas
Negeri Yogyakarta JI. Colombo No. 1 Yogyakarta 55281Abstrak
Penelitian
ini
bertujuan untuk mensintesis busa poliuretan dengan memanfaatkan monomer berbasis minyakjarak.
Minyak
jarak
direaksikan dengan senyawaisosianat dan dengan penambahan
air
pada komposisi bervariasi. Karakterisasi poliuretanmeliputi
penentuan gugus fungsi, massa jer-ris, konduktivitas termal,ikatan
silang
melalui
uji
penggembungan,dan
pengamatan permukaan menggunakan Scanning Electron Microscopy. Poliuretan berhasil disintesis dari minyakjarak
danTDI
dengan penambahanair
danaditif
(p8G400, pEG1000, etilendiamin, 1,4-butanadiol, dan asam oleat) ditunjukkan oleh karakteristik gugusfungsi khas.
Poliuretan
memiliki
ikatan silang ditunjukkan
oleh
derajat penggembunganbernilai
positif.
Penambahanair
dalam
sintesis
dapat menurunkan massajenis
busa poliuretan. Penambahanaditif
berupa PEG400, PEG1000, 1.4-butanadiol, dan asam oleat dalam sintesis poliuretan menyebabkan struktur sel busa yang dihasilkan memiliki permukaan dengan ukuran gelembunglebih
besar. Penurunan konduktivitastermal
busa poliuretan dengan adanya penambahanair
disebabkan oleh penurunan massajenis
busa poliuretan denganpenambahan air dalam sintesis busa.
Kata kunci: busa poliuretan, konduktivitas termal, minyak jarak, poliuretan.
Abstract
This research aimed to synthesize polyurethane foam by using cctstor oil based monomer.
Castor
oil
is
reactedwith
isocyanate and adding wqterat
variety composition.Chqracterizations of polyurethane werefunctional groups, density, thermal conductivity,
crosslinking by swelling degree, and surface observing by using Scanning Electran
Microscopy. The polyurethanes can be synthesizedfrom castor oil and TDI with adding
water and aditive (P8G400, PEG|000, etilenediqmine, 1,4-btrtanediol, and oleic acid)
successfully, is showed by characteristic of functionql group. The polyurethanes had
cross link, is showed by positive swelling degree. The adding of water in synthesis can
decreased density of palyurethane foam. The adding of aditive i.e. PEG400, P4G1000,
1,4-butanediol,'and oleic acid
in
synthesis of polyurethane increased bubbte sizeof
surface structure of polyurethane foam. The decreasingof
thermal conductivity inpolyurethane foam because
of
the decreasingof
density in polyurethane foam withadding water in synthesis of polyurethane.
Key words: polyurethane foam, thermal conductivity, castor oil, polyurethane.
E
PENDAHULUAN
Berbagai
jenis
isolator
telah
di-kembangkan industri untuk memenuhi mutu yang diinginkan. Kriteria mutu isolator panasyang diinginkan
antaralain:
konduktivitaspanas rendah,
density
butk
rendah,
danketahanan mekanik
tinggi.
Bentukdari
iso-lator panasjuga
menentukan manfaatpeng-gunaan bahan
isolator
yang
bersangkutan.Isolator
panas dalam bentuk batangan danatau selimut sering
kali
memerlukan bahandan biaya pemasangan
lebih
besardari
se-mestinya. Pen-rotongan, pelengkungan atau
pekerjaan
lain
sering diperlukan dalampe-masangan
bentuk
batanganatau
selimut.Biaya dan
kehilangan bahanyang
relatif
tinggi
pada
pemasanganisolator
bentuk batangan dan atau selimut dapat dikurangidengan menggunakan isolator tipe busa yang
dapat disemprotkan. Busa padat poliuretan merupakan salah-satu
jenis
isolator
panasyang
sangatbaik dari tipe
yang
dapatdi-semprotkan (Robert Manurung dkk, 1985).
Berdasarkan
studi
Iiteratur
bahwajenis
monomeryang
sangat beragam dankondisi polimerisasi bervariasi
memungkin-kan
banyak kombinasi
prosesyang
akanmenentukan mutu dari produk polimer yang dihasilkan
(Phillips
and Parker, 1964).De-ngan
hasil
penelitianini
maka dapat dike-tahui proses pembuatan busa poliuretanse-bagai bahan isolator panas dengan
melaku-58
kan optimasi variabel polimerisasi yang
di-duga
besar
pengaruhnya terhadap reaksi,Dalam
proses pembuatanbusa
poliuretandapat diketahui kelakuan
atau
sifat
busapadat poliuretan selama reaksi polimerisasi
berlangsung.
Keunggulan
yang
dimiliki
poliuretan
sebagai
bahan
isolator
panas(dapat disemprotkan) hampir dua
kali
dayaisolasi busa polistirena dan kemudahan
pe-masangannya mendasari
pemilihan
prosessintesis busa poliuretan untuk bahan isolator
panas sebagai objek penelitian.
Tujuan penelitian
ini
adalah untuk mempelajari proses sintesis busa poliuretandari minyak jarak dan
TDI
dan konduktivitas termal busa poliuretan sehingga busa poli-uretanyang
dihasilkan dapat diaplikasikansebagai bahan isolator panas. Urgensi
(ke-utamaan) dari penelitian yang dilakukan
ada-lah
penelitian sintesis busa poliuretanber-basis minyak
jarak
ini
memberikankontri-busi
terhadap pembaharuandan
pengem-bangan ipteks, yaitu antara
lain
dapatmem-berikan informasi
tentangcara
pembuatanpoliuretan
ramah
lingkungan
khususnyabentuk
busa sebagai bahanisolator
panasberbasis monomer
dari
minyak
jarak.
pe-nelitian
sintesis
busa poliuretan
sebagaibahan isolator panas dengan menggunakan monomer berasal
dari
bahan
alam
masih jarang dilakukan.Pemakaian
busa poliuretan
sebagaibahan isolator sudah lama digunakan dunia industri.
Di
Indonesia beberapa perusahaanteiah
memakai busa poliuretanyang
kakusebagai isolator panas. Walaupun demikian prosedur pembuatan
busa
kaku
poliuretanuntuk
isolator panas
belum
banyak dipubiikasikan.Dengan
kelangkaan infor_masi tersebut, bentuk produk yang dihasilkan seringkali tidak sesuai dengan yang diharap_
kan. Menurut informasi yang diperoleh, ke_
rugian
ekonomi
akibat
proses pembuatanbusa padat poliuretan cukup besar (Roberl
Manurung
dkk,
1985). Hal tersebut disebab_kan
kurangnya pengetahuan mengenai sifatbusa
kaku
poliuretan
selamareaksi
pem_bentukannya.
METODE
PENELITIAN
l.
Alat
dan Bahan penelitianAlat-alat
yang
digunakan
dalam penelitianini
adalahFTIR
8300 Shimadzu,SEM merk Jeol T330A,
alat
ufi
densitas(Digital
Weighing Balance
&
VernierCaliper),
Heat
Conduction
Apparatu,timbangan elektronik,
thermometer, stop_watch,
piknorneter,
dan
cetakan
Nilon.Adapun bahan-bahan yang digunakan adalah
minyak
jarak
(Castor
Oil) dari
pT
Bratachem,
TDi
teknis, polioksietilen glikol400
kualitas
pure
analysis
(p.a),polioksietilen
glikol
1000
kualitas
pureSinte.sis Busa,Foliuretan (Eti Rohaeti dan Suyanta)
analysi,s
(p.a),
1,4-butanadiol, etilendiamin,etilenglikol.
natrium
hidroksida,
kliumhidroksida, kalium bromida, dan akuades
2. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian
yang
dilakukanyaitu:
karakterisasiminyak
jarak
meliputimassa
jenis,
bilangan hidroksil, dan analisisgugus fungsi dengan spektrofotometer FTIR.
Selanjutnya
dilakukan polimerisasi
poli_uretan. Minyak jarak direaksikan dengan
TDI
yang
masing-masing
disimpan
padaErlenmeyer berbeda dan keduanya dikondisi_
kan pada suhu 25oC dengan cara dimasukkan
ke
dalam
water
bath
yang
dilengkapitermometer
dan
sirkulasi
air.
pada
saattemperatur konstan tercapai yaitu pada 25 oC, kedua bahan
kimia
tersebut dimasukkan kedalam gelas
kimia
25 mL.
Selanjurnl,,a.dilakukan
pengadukan terhadap campuranreaksi
secara cepat karenasifat
TDI
yang sangatmudah
bereaksidan
mengeras se_hingga diperoleh poliuretan precure.
Kemu-dian
poliuretan
precure dituang
di
atascetakan dan dibiarkan mengeras. Begitu pula
untuk reaksi polimerisasi dengan penambah_
an
ai
sebagaifoaming
agent,air
ditambah_kan ke dalam minyak jarak kemudian diaduk sampai homogen. Setelah
itu
ditambahkanTDI
ke dalam campuran homogen, selanjut_nya dilakukan pengadukan dengan kecepatan
tinggi.
Cairan poliuretan kemudian dituangke dalam cetakan berukuran 3x3x2
"m,
dundibiarkan mengeras. Padatan poliuretan yang
diperoleh siap untuk dikarakterisasi. Selain
itu, dilakukan pula penambahan air, PEG400,
PEG1000, etilendiamin, 1,4-butanadiol, dan
etilenglikol dalam sintesis poiiuretan.
Karakterisasi poliuretan hasil sintesis
meliputi
pengukurankonduktivitas
termaldengan
alat
hantaran panas, massa jenis,derajat
penggembungan,analisis
gugusfungsi, dan pengamatan permukaan dengan
SEM (,Scan ning Ele ctron Microscopy),
Pengukuran konduktivitas
termaldilakukan di laboratorium PAU Teknik UGM Yogyakarla. Hal
ini
dilakukan untukmenge-tahui
pengaruhinsulasi
termal
dari
busapoliuretan
hasil
sintesis
berbasis minyak jarak pada hantaran panasdi
antara 2 logam.Ketebalan sarnpel
busa poliuretan
diukurdengan mikrometer sebelum dimasukkan ke
dalanr holder. Selanjutnya holder yang sudah
berisi
sampel dimasukkanke
dalam
alatkonduksi panas dengan cara menjepitnya di
antara heater dan
cooler. Input
daya yangdigunakan sebesar 10 watt. Selanjutnya men-catat temperatur
(T)
pada6
titik
sensor daninput
daya dibaca pada wattmeter(Q)
se-belurn
mengulangi
keseluruhan prosedur.Profil
temperatur
pada
pemanas
danpendingin diinterpolasi
pada
antarmukauntuk
menentukankemiringan
temperaturdari
isolator.AT
yang diperoleh digunakanuntuk menentukan konduktivitas termal dari
60
busa poliuretan hasil sintesis. Konduktivitas
termal dihitung menggunakan persamaan (1)
berikut: (Vishu Shah, 2007)
k
=g[-L-l
AL^rl
k
:
konduktivitas termalQ
:
laju
transfer panasper
satuan(daya)
waktu
A:
luas penampang sampelt:
ketebalan sampel berbentuk silinderAT
:
perbedaan temperaturUntuk
sampel busa poliuretanber-bentuk beraturan
diuji
massa jenisnya denganalat
Digital
l4teighing Balancetipe
DS-425dan Vernier Caliper.
Uji
rapat massa dilaku-kan dengan cara menghitung volume sampelyaitu
panjangx
lebarx
tebal, seertameng-ukur
berat
dengan
penimbangan (VishuShah, 2007).
Masing-masing
disiapkansampel
sebanyak3
spesimen berukuran sekitar0,5 cm
x
0,5 cm
x
0,5 cm
untuk sampel berbentuk kubus, sedangkan untuksampel
busa poliuretan
berbentuk silinderdisiapkan
sebanyak
3
spesimen
dengandiameter 2 9 cm dan tebal 1,09 cm.
Morfologi permukaan busa poliuretan
diamati
dengan
menggunakanalat
SEM (Scanning Electron Microscope) merk JEOLT330A
di
laboratoriumUji
Polimer
Pusatpenelitian
Fisika
LIPI
Bandung.
Metodeujinya
berupa SecondaryElectron
Image(SEI) dan preparasi sampel dilakukan dengan
(1)
teknik cocting
permukaan sampel denganEmas
(Au). Kondisi
operasiyaitu
tegangan15 kV, arus 0,5 mA, dan perbesaran 2000x.
Ikatan silang
diuji
melalui
derajatpenggembungan
dengan
cara
sampelpoliuretan ditimbang dengan massa tertentu
kemudian direndam dalam pelarut air selama
t
hari 1
malam. SetelahI
hari 1
malam, sampel diangkatdari
pelarut dan dibiarkanmengering pada temperatur kamar. Sampel
kemudian ditimbang kembali sehingga diper-oleh selisih antara massa sampel sebelum dan
sesudah direndam dalam pelarut. penentuan
ikatan silang dilakukan
denganuji
peng-gembungan
yang
dihitung
menggunakanpersamaan (2).
m--m
s-;-x I00%
e)
S:
swelling:
derajat penggembungan (%o)m2 = rtosSo polimer setelah direndam dalam
pelarut (gram)
m1: m&sS& polirner sebelum direndam dalam
pelarut (gram)
Semakin tinggi derajat penggembung-an (swelling degree), maka semakin rendah
jumlah
ikatan silang poliuretan. Sebaliknya,semakin
rendah derajat
penggembungan,maka semakin banyak
jumlah
ikatan silang poliuretan.Apabila
derajat penggembunganSintesis Busa Poliuretan (Eti Rohaeti dan Suyanta)
bernilai negatif, berarti poliuretan
yang terbentukmemiliki
struktur rantailinier
ataubercabang, sedangkan
apabila
derajat penggembungan bernilaipositif
berartipoli-uretan
memiliki
struktur ikatan
silang. (Stevens,2001)HASIL
DANPEMBAHASAN
Minyak
jarak
yang digunakan dalampenelitian
ini
merupakan minyakjarak
yangdijual
secara komersil berupa cairan kental, jernih, dan berwarna kuning pucat.Karakteri-sasi
awal
terhadapminyak
jarak
meliputigugus fungsi dengan FTIR, massa jenis, dan
bilangan hidroksil.
Hasil
analisis
gugusfungsi minyak jarak dengan spektofotometer FTIR ditunjukkan pada Tabel
l.
Hasil
penelitian menunjukkanbesar-nya massa
jenis
minyakjarak
adalah 1,024g/mL
dan
bilangan
hidroksil
sebesar173,0673 mg/g. Berdasarkan data bilangan
hidroksil
minyakjarak,
maka minyak jarakmemiliki
gugus-OH
reaktif yang diperkuatdengan intensitas gugus
fungsi
-OH
pada3371
cm-'
sehinggaminyak
jarak
dapatdijadikan
sebagai sumber monomer dalamsintesis poliuretan.
r
Tabel 1. Beberapa gugus fungsi karakteristik minyak jarak
No. Bilangan Celombang (cm-') Gugus Fungsi
t.
3371 Ulur OH2. Uh-rr C-H
3. t747
C:O
ester4. 1600-1657
C:C
5.
tt72
l]luran-
C-
O6. 1456 CHz
Poliuretan disintesis
dari
minyakjarak
dan toluena diisosianat(TDI)
denganperbandingan komposisi minyak
jarak
:TDI
yaitu
i
'.4,2
:
3,3
'.2,
dan4
:
1.
Dari keernpat perbandingan komposisi tersebut,perbandingan
2
:3
yang dapat menghasilkan padatan busa poliuretancukup
baik
yaitumengembang dan massa jenis paling rendah.
Selain
itu juga
dilakukan variasi komposisidengan
penambahan
PEG-400,
1,4-butanadiol,
dan
etilendiamin. Sintesispoli-uretan
dan
prosescuring
dilakukan
padatemperatur
kamar (25"C).
Sifat
poliuretanhasil sintesis ditunjukkan pada Tabel 2.
Poliuretan
yang
disintesis
dari minyak jarak danTDI
dengan konsentrasi 1 :4
nrenghasilkan reratayield
untuk
3
kalisintesis
sebesar 70,46yoproduk
polimer,sedangkan
poliuretan
hasil
sintesis
dariminyak
jarak,
PEG400,dan
TDI
dengankonsentrasi
I
:
I
:4;
|
:2
:
4;
danI
:
3
: 4nrasing-masing menghasilkan rerata
yield
sebesar 65,18oh, 66,16Yo, dan 74,98Yo.
Pengamatan
kualitatif
selamapoli-merisasi
menunjukkan
bahwa
dengansemakin meningkatnya konsentrasi PEG-400,
62
PEGl000, asam oleat, etilendiamin, dan
1,4-butanadiol yang digunakan dalam
polimeri-sasi, maka waktu yang diperlukan untuk ter-bentuknya padatan poliuretan
juga
semakinlama.
PenambahanPEG-400,
PEGl000, asam oleat, etilendiamin, dan 1,4-butanadiol mempengaruhi karakteristik poliuretan hasilsintesis.
Dengan penambahan PEG400,
inten-sitas gugus fungsi
-NCO
dalam poliuretanmengalami
penurunan,dengan
kata
lainpolimerisasi
lebih
sempurna.
Adanya tambahan gugus fungsi-OH
dari
PEG400 (PEG1000, asam oleat,dan
1,4-butanadiol)menyebabkan semakin banyak gugus fungsi
-NCO
sisa atau gugus ujung yang bereaksi membentuk gugus uretan. Poliuretan tersusunatas
bagian
keras
dan
bagian
lunak(Castonguay,
2010).
Penambahanaditif
berupa PEG400, PEGI000, asam oleat, dan
1,4-butanadiol
dalam
sintesis
poliuretandapat
meningkatkanbagian keras
berupagugus uretan dan cincin aromatik dan bagian lunaknya berupa
unit
ulang
oksietilen danrantai karbon.
[image:9.612.60.546.78.730.2]btntesis Busa Politu'etan (Eli Rohaeti dan Suyanta)
Tabel 2. Sifat poliuretan hasil sintesis berbasis minyak.jarak
Komposisi minyak jarak : PEG400
:
Poiiuretan yang terbentukTDI
q
I
2_
-)
Cokiat tua. kuat, tidak lnengenrban
Coklat kekunin an, sedikit keras, sedikit Coklat kekunin n, keras.sedikit
Coklat, keras.
Komposisi minyak jarak :
etilendiamin : TDI
11
Kuning keernasan, keras. kuat Kuning putih, keras, kuat Putih kekuningan, keras. rapuh Putih kekuningan, sedikit lunak. raPutih, lunak, rapuh
Komposisi minyak jarak :
butanadiol : TDI
Kuning muda, keras, bergelembung kecil, sangat mengemba
|
2
a
Kr.1i"gt""*"r"r,t.
t
as, sangat rapuh, bergelembungsedang. tidak mensem
Semua poliuretan
yang
dihasilkanberbenfuk busa, namun ada busa yang sangat
ringan, sedang, dan berat. Kemudian struktur
sel busa poliuretan ada yang terbuka dan ada
yang teftutup. Poliuretan
hasil
sintesis dariminyak jarak dan
TDI
berbentuk busa padatdengan
struktur
sel
tertutup,
tidak
me-ngembang, massa
jenis
lebih
tinggi
di-bandingkan dengan poliuretan lainnya.Untuk menurunkan massa
jenis
busapoliuretan maka
perlu
ditambahkanair
se-bagai
bahan
pembusa
(Frisch
andKordomenos,
1985; Phillips
and
parker, 1964;Woods, 1987) atau bahan aditif lainnya seperti PEG400, PEG1000, 1,4-butanadiol.Massa
jenis
poliuretanhasil
sintesis yang rendah diharapkan dapat berperan sebagaiisolator panas dengan konduklivitas termal
cukup rendah (Robert Manurung dkk, 2005).
Hasil
Karakterisasi Poliuretan
Berbasis Minyak JarakKarakterisasi poliuretan hasil sintesis
dilakukan
melalui
penentuan massa jenis,gugus
fungsi
poliuretan
menggunakan spektrofotometerFTIR,
penentuan ikatansilang melalui
uji
penggembungan, foto permukaan dengan SEM, serta konduktivitastermal.
Hasil
pengukuran massajenis
se-lengkapnya ditunjukkan oleh Tabel 3.
E
-Jurnal Penelitian Saintek, Yol. 16, Nomor l, April 201
I
Tabel 3' Massa jenis poriuretan hasir sintesis berbasis ,rinyak jarak
ak jarak : PEG-400 :
TDi
Massa ienis(s/ml
0.9400
2:0:3
0,33493:0:2
1.2470l:l:4
0,31001:2:4
0.2900o 1?'))
2:1:3
0.16282:1,5:3
0.1 936?.os.?
0.1 6783:l:2
0,19213:1,5:2
0,1 804l:1:4
0,65101:2:4
0,81401,0900
0.9800
l:3:4
0.89000,4400
0,6513
0,8140 ak iarak :PEG
1000:TDI
1,9520
Kom ak iarak : etilen
1.0856
ak iarak : air : TDI 2
:0,5 :3
ak.iarak : etilendiamin
l:1:4
1,4-butanadiol
0.6970
ak jarak : asam oleat : TDI
1:1:4
0.6100 0,7000
Poliuretan
hasil
sintesisdari
minyakjarak, PEG1000, dan
TDI
(1 : 3 : 4) memilikimassa jenis paling tinggi (lebih dari 1
)
padapenelitian
ini,
diikuti
oleh
poliuretan dari64
minyak jarak dan
TDI
(3 : 2), poliuretan dariminyak jarak, etilendiamin, dan
TDI (1 :
I
: [image:11.612.75.507.72.744.2]-minyak jarak, etilenglikol, dan
TDI (1 : 3
:4).
Penambahan
air
sebagai foamingagent
dapat menurunkan massajenis
poli-uretan dari minyak jarak dan TDI. Hal ini
da-pat disebabkan oleh reaksi yang terjadi antara
air dengan gugus isosianat menghasilkan gas
karbondioksida (Woods, 1987). Gelembung
gas yang terbentuk menyebabkan
peningkat-Sintesis Busct Poliuretan (Eli Rohaeti dan Suyanta)
an voiume poliraer sehingga massa jenis busa
padat poliuretan mengalami penurunan.
Spektrurn
FTIR
poliuretan
hasilsintesis dari minyak jarak (CO):
TDI
denganvariasi komposisi 1 : 4 dan dari minyak jarak : PEG400
:
TDI
dengan komposisi 1:
I
: 4dapat dilihat pada Gambar
l.
Hasil spektrum IR tersebut diinterpretasikan gugus fungsinyamenggunakan interpretasi
IR
standar sepertiterlihat pada Tabel 4.
Gugus Fungsi butanadiol
CO:
1,4- :TDr)
CO:
etilendiarnin :
TDr) Tabel 4. Interpretasi gugus fungsi poliuretan
CO : TDI
Q:a)
CO : PEG 400
:TDI
Bilangan Gelombans ( cm
Bengkokan
C-H
Alkena
1:3:4
810,52 671,41 810,52 590,91
-922,66
c-o
t017,15 - 1 100t0l7,l5
1157,40t232.11
C:O
allofanat I 308.1 3 1 3001540,99 1508,29
I4ll,72
1330.s51411,72
-Cincin aromatik
1508.28 1572,10
C:O
uretan t652.95 1649,60 1652,95 1639.08C:C
I 600 1649,60 l50g,2g 1600Isosianat
-NCO
2275,91 2297 2275.81--
2268.42-CH alkana 2924,10 2900- 2924.10 2900
-NH amina
sekunder 3441,23 3450,10 3441,23 3418,00
Hasil
karakterisasi terhadap
poli-uretan hasil sintesis dengan teknikspektros-kopi FTIR
menunjukkanpita
serapan padadaerah
yang
karakteristikuntuk
poliuretan.Spektrum FTIR yang diperoleh menunjukkan
adanya serapan khas pada -1649,60 cm-ldan
-
t652,95
cm-'
merupakan serapan gugusC:O
uretan. Serapan pada-2297
cm-l dan-2275,81
cm-l
merupakan serapan gugus-NCO.
Serapanpada -3441,23
cm-,
dan -3450,10cm-l
merupakan serapan gugus[image:12.612.65.527.337.745.2]
Jtrnal Penelitian Saintek Vol. 16, Nomor ! , April 201
I
aromatik pada 1.411.,72 cm-l dan 1540,99
cm-l.
Se.apan pada 1308,13 cm-lmenunjukkan
adanya ikatan silang
C:O
allofanat. Serapanglrgus allofanat
ini
menandakan adanyaikat-,..,... t4:t*t:ift a ir?:11)
an siiang (Phillips and Parker, 1964; Woods,
i987) yang diperkuat oleh hasii derajat
peng-gembungan cukup rendah yang menunjukkan jumlah ikatan silang cukup banyak.
I i
I
.6 il! rii i i 1 i j!r j!
i
-.L '?i I
i:ai
| 5 iiiti i
I
l ;#,
i$
Jfr
I rl i
t.'- *
[image:13.612.58.535.192.718.2]i{" IE It 'i*{r
(ID
.i: ,.t d-,; $: I IGambar 2. spektrum FTIR poliuretan dari
,ll?*r*rarak
: TDr (1 : 4), (rr) minyak jarak :PEG-400 :
TDI
(1 : 1:
4J,QII) minyakjarak : 1,4-butanadiol :TDI
(t,
t',
+),dan(v)
minyak jarak : etilendiamin :TDI
(1 : 3 : 4)66
j "'ir
..,,r "i 9i
it- \:q #
i I i"s tk j l I i 1
::i
""1 .,.1t;i
-l
Ii
,-l ",1 T1 1:) l-l
",.1 "",1 I-l
",1 s,l ,"1t--_'_'_ "'
-Berdasarkan
spektrum
FTIR
poli_ uretan menunjukkan masih terdapatnya se_rapan pada bilangan gelombang
-2297
cm'ldan
-
2275,81 cm-l, ini berarli masih terdapatgugus isosianat
(-NCO)
setelah polimerisasi.Namun,
berdasarkan spektrumFTIR
poli-uretan dengan penambahan pEG400, etilen_
diamin,
dan
1,4-butanadiol menyebabkan gugus isosianat(-NCO)
dari
TDI
bereaksilebih
banyak selama polimerisasi sehinggahanya
sedikit
gugus isosianat(-NCO)
dari TDI yang masih tersisa. Adanya penambahanPEG400, etilendiamin,
dan
1,4-butanadiolakan menyempurnakan polimerisasi. Reaksi antara isosianat dengan
hidroksil
polietermenghasilkan gugus uretan, sedangkan reaksi
antara isosianat dengan
air
menghasilkanpoliurea
dan
karbondioksida.pita
serapan isosianatterjadi
pada
2300-
2270
cm-1.Penurunan intensitas
dari
serapan isosianatdapat digunakan
untuk
memonitor konversigugus
fungsi
isosianat selamareaksi
ber_langsung, sedangkan pembentukan uretan,
urea
yang
dapatlarut,
dan spesi urea ber_ikatan
hidrogen selama polimerisasi dapatdiikuti
dengan memonitor daerah karbonil (Elwell et al, 1997; Woods,
lggT).Poliuretan
hasil
sintesis
berbasisminyak jarak ditentukan ikatan silangnya
me-Ialui
uji
derajat penggembungan.Hasil
ka-rakterisasi absorpsi air dan derajatpenggem-Sintesis Busa Pttiiiu-etan (Eli Rohaeii dan Suyantal
bungan dari poliuretan
dilihat
pada Tabel 5.Berdasarkan Tabel 5 diketahui bahwa derajat penggembungan semua poliuretan hasil
sin-tesis
bernilai
positif untuk
semua variasikomposisi,
Derajat
penggembungan yangbernilai
positif
tersebut, maka dalamstruk-turnya mengandung ikatan silang. poliuretan
dapat
rnenggembung
karena
molekul-molekul
air
yang digunakan sebagai pelarut dapat menembusjaringan pada
poliuretanhasil sintesis.
Semakin besar derajat penggembung_
an
menunjukkan
bahwa
poliuretan
hasilsintesis mengandung
ikatan silang
dalamjumlah
sedikit yang berarti
poliuretanter-sebut mudah ditembus oleh pelarut (Stevens,
2001). Pada poliuretan hasil sintesis (minyak
jarak-PEG
400-TDI)
t:l:4
mempunyaijumlah
ikatan silang paling sedikit. Adanyapenambahan
PEG-400
dalam
sintesis meningkatkan derajat penggembungan ataujurnlah ikatan silangnya semakin sedikit. Hal
ini
dapat disebabkanoleh
sumber hidroksilyang
digunakan
dalam sintesis
semakinbanyak sedangkan sumber
-NCO
dari TDI
dalamjumlah
tetap. Adanya
penambahanPEG-400 tersebut
dapat
menyempurnakan proses polimerisasi sehingga gugus _NCOdari
TDI
dapat bereaksi lebih banyakmeng-hasilkan poliuretan
denganstruktur
linieratau bercabang.
Jtrrnal Penelitian Saintek, Vol I6, Aiomor
l,
April 20 Il
Tabel 5. Derajat penggerr.rbu'gan poliuretan berbasis minyak jarak
Sarnpel poliuretan Derajat
embun (%
arak-TDI (1:4
5)5
4I4:PEG
400-TDI (1 : 1 :4)J 4
6 Min
Min Min
arak- I,4-butalrad
icl-TDl
rak-PEG 400-TDI (1:2:4 rak-PEC 400-TDl ( I:3:4
L:2:4)
r 8.75
17.65
7
5 Min
arak- 1,4-butanad iol-TDI
rak- 1,4-butanadiol-TDI
1:3:4
5.00 5,00 5,00
arak-et iiend iamin-TDI 0,00
arak-eti lendiam in-TDI 1 :0.1 5:4 55?
arak-etilendiam in-TDI I :0,3:4 24.45
rak-etilendiamin-TDI 22.22 rak-etilend iam in-TDl 30.00
Poliuretan hasil sintesis
dari
minyak jarak danTDf
(l
: 4), poliuretan dari nrinyakjarak,
1,4-butanadiol,dan
TDI
berbagaikomposisi, poiiuretan
dari
minyak
jarak, etilendiamin. danTDI
pada komposisi(i
: 1 :4)
dan(1 :
0,15
: 4)
memiliki
nilai
derajatpenggembungan sekitar 5Yo.
Hal
ini
berartipoliuretan-poliuretan
tersebut
memilikiikatan silang cukup
banyak.
poliuretanlainnya memiliki derajat
penggerl-rbunganlebih tinggi atau ikatan silang lebih rendah.
Pengamatan pennukaan dengan SEM terhadap poliuretan hasil sintesis dari minyak
jarak,
TDi
tanpadan
dengan penambahanPEG400, PEG1000,
1,4-butanadiol,
danasam oleat ditunjukkan oleh Garnbar 2.
Berdasarkan Gambar
2
menunjukkanbahwa
penambahanaditif
dalam
sintesis poliuretan dari minyak jarak danTDI
sepertiPEG400, PEG1000,
1,4-butanadiol,
danasam
oleat
akan menyebabkan struktur selbusa poliuretan
yang
dihasilkan
memilikipermukaan dengan
ukuran
pori
ataugelernbung
iebih
besardan
lebih
teratur.Penambahan 1,4-butanadiol
dalam
sintesispoliuretan
dari
minyak
jarak
dan
TDI menghasilkan sel busa dengan struktur lebih seragam.Dengan
menggunakan confocalruicroscope
sel
busa poliuretan merupakansel
multidimensionaI terslrsun atas jaringanpolihedron yang saling berhubungan (Hamza et al., 1997).
Berdasarkan pengukuran perbedaan
temperatur antarmuka
yang
panas denganyang dingin (Vishu Shah, 2007) maka dapat
dihitung konduktivitas termal poliuretan hasil sintesis seperti ditunjukkan pada
Tabel
6.Pengukuran perbedaan temperatur dilakukan
3 kali pengulangan untuk setiap komposisi.
[image:15.612.104.497.127.328.2]f"J t t {
i i ! I
Sintesis Busc Poliuretan (Eli Rohaeti dan Suyanta)
Tabel 6. Konduktivitas termal iuretan hasil sintesis
Sampel poliuretan hasil sintesis dari Konduktivitas termal r ata- rata
watt cm-l K-l Minyak iarak:air:TDI 2,24
x
[image:16.612.49.535.108.524.2]10-(v)
Gambar 2. Foto SEM poliuretan hasil sintesis dari (I) minyak jarak-TDl
(l
:4), (II)
minyak jarak-PEG4OO-TDi (1 :I
: 4),(uI)
minyakjarak-pEc1000-rot
(t
:
I
:
4),(IV)
minyak jarak-1,4-butanadiol-TDl (1 : 1 : 4), dan(v)
minyak jarak-asam oleat-TDi (1 : 1 : 4)Minyak iarak:air:TDI 2,25
x
l0-Minyak jarak:air:TDIMinyak iarak:air:TDI 2,30 2,23
x
x l0
10 Minyak iarak:air:TDI 2,24x
10-Minyak iarak:air:TDI
Sintesis busa poliuretan
dari
minyakjarak
dan
TDI
dengan
perbandingankonsentrasi
2
: 3
(g/g) ternyata penambahan2,24
x
lA'
0,5
gram
dan
1
gram
air
menyebabkan peningkatankonduktivitas busa
poliuretanJurnal Penelitian Saintek, Vol. 16, ]'loinar I, .4pril20l
I
gram menyebabkan penllrunan konduktivitas
termal
poliuretan. Penurunan konciuktivitastermal busa padat poliuretan dengan adanya
penambahan
air, hal
tersebut
dapatdisebabkan oleh penurunan massa jenis b'usa
poliuretan (Tabel 3) dengan penambahan air
dalam
sintesis
busa.
Air
akan
bereaksidengan
-NCO
menghasilkan gelembung gasCOz
(Nicholson,
1997; Woods,
1987).Penambahan
air akan
menghasilkangelembung
gas lebih
banyak
sehinggavolume
molekul polimer
meningkat
danakibatnya massa jenis rnengalami penurunan. Konduktivitas termal busa bergantung pada
konduktivitas
termal
bahan
pernbentuk,jumlah
gelembung,
dan
keseragamangelembung
(Hamza
et
&1., 1997).
Jikaperpindahan
termal
terjadi dalam
arah gradien temperatur, maka permukaan yangefektif
memindahkan panas hanyadua
pertiga
bagian saja (Philips and Parker, 1964)yaitu mengikuti persamaan berikut:
k
i,rr.:
213.u.kro11,1*I
yi.kigas(k
:
konduktivitas termal, cr:
konsentrasi padat dalarn busa,y:
konsentrasi gas dalambusa). Konduktivitas tennal busa merupakan
fingsi
konsentrasi gas. Kenaikan konsentrasigas
pengisi
gelembungakan
menurunkankonduktivitas
termal busa
secarakeseluruhan,
karena
konduktivitas
gasbiasanya
jauh
lebih
rendah
dibandingkan70
dengan
kondLrktivitas
padatan
(RoberlN4anurung, 1985; Zhang et al.. 1997).
Sintesis bLrsa poliuretan
dari
miny'ak jarak danTDI
dengan penambahan air dapatpuia nrenrrebabkan peningkatan
konduktivitas
termal
busa poliuretan.
HaltersebLrt dapat disebabkar-r penambahan air
kurang
efektif
daiarn
menambah jumlah gelembung gas atau dapat disebabkan olehgelembung
gas yang
dapat
menerobosdinding
permukaanatas
campuran reaksi,sehingga
ada
sejr-rmlah gas karbondioksida yang iolos dan tentunya tidak berfungsi lagisebagai gas pengisi gelembung dalam busa
poliuretan (Phillips and Parker, 1964; Robert
Manurung dkk, 1985).
KESIMPUI-AN
Berdasarkan
hasil
penelitian
danpembahasan dapat ditarik kesimpuian bahwa
poliuretan berhasil
disintesisdari
minyak jarak danTDI
tanpa dan dengan penambahanair
dan
aditif
lainnya (PEG400, PEG1000,etilendiarnin, 1,4-butanadioi, dan asam oleat)
yang ditunjukkan
oleh
karakteristik gugusfungsi
khas
poliuretan.
Penambahan airdalam sintesis busa poliuretan
berbasisrrinyak
-iarakdan
TDI
dapat menurunkanmassa
jenis
busa poliuretan.
Poliuretan berbasis minyak jarakmemiliki
ikatan silang-minyak jarak dan
TDf
(1 : 4), poliuretan dariminyak
jarak,
1,4-butanadiol,dan
TDI berbagai komposisi, poliuretandari
minyak jarak, etilendiarr-rin, danTDI
pada komposisi(1
,
1
:4)
dan(l
:0,15:4)
memiliki
nilai derajat penggembungan sekitar 5o/o. Dengandemikian
poliuretan-poliuretan
tersebutmemiliki ikatan
silang
cukup
banyak. Penambahanaditif
dalam sintesis poliuretandari minyak
jarak
danTDI
seperti PEG400, PEG1000, 1,4-butanadiol,dan
asam oleatmenyebabkan
struktur
sel
busa
poliuretanyang dihasilkan memiliki permukaan dengan
ukuran
pori
atau gelembung iebih besar danlebih
teratur.
Penambahan 1,4-butanadiol dalam sintesis poliuretandari
minyak jarakdan
TDI
menghasilkansel
busa
denganstruktur
lebih
seragam.
Penurunankonduktivitas
termal
busa padat poliuretandengan adanya penambahan
air
disebabkanoleh penurunan massa
jenis
busa poliuretandengan penambahan air dalam sintesis busa.
DAFTAR PUSTAKA
Castonguay, M., Koberstein, J. T., Zhang, 2., Laroche, nG. Synthesis, Physicochemical
and
Surface
Characteristics of
Polyurethanes
dalam
BiomedicalApplications
of
polyurethanes. http:/hvryw.google.com, 1-
18, diaksestanggal
I
Januari 2010,jam
15.00 WIB.Elwell,
M.
J., Ryan,A.
J. Grunbauer,H.
J.M.,
Van Lieshout,H. C.
1997. Polymer Structure DevelopmentDuring
Reactive Processing:In
Situ Studiesof
a Cellular,Sintesis Busa Politu'etan (Eli RoJ.taeti dan Suyanta)
Iv{ultiphase
Block
Copolyr.ner
dalamPolymeric Foam Science ctnci TechnolopS,
(i43
-
164). WashingtcnDC
: American Chemical Society.Frisch, K. C., Kordomenos, P.i985. Urethane
Coatings,
dalam
Appliecl
PolT,merChemistry,
2"deci
(985
rc21).Washington
DC
:
ACS
Sl,mposiumSeries 285.
Hamza
R,
Zhang,X.
D.,
Macosko,C.
W. Stevens,R.,
Mark
Listemann. (1997)-"Imaging OpenCell
Poiyurethane Foamvia
Confocal
Microscopy"
dalamPolynteric
Foam
Science
and Technology. WashingtonDC
: American Clremical Society, 165-
177.Hatakeyama, H., Hirose, S. , Hatakeyama, T.,
Nakamura,
K.,
Kobashigawa,
K.,Morohoshi,
N.
1995.
Biodegradable Polyurethanes from Plant Component, .-/.Pure
Applied
Chemistry,A32(4),
743-750.
Nicholson, J.
W.
1997. Polyurethanes, dalam The Chemistryof
Polymers,2nd ed.(19,71).
Cambridge:
TheRoyal
Societyof
Chemistry.
Nicholson,
J.
W.
1997. Polymersand
theEnvironment dalam
The
Chemistryof
Polyru.ers (173).2no ed. Cambridge : The
Royal Society of Chemistry.
Owen,
S.,
Masaoka,M.,
Kawamura, R.,Sakota,
N.
1995. Biodegradation ofPoly-D,L-Lactic
Acid
Polyurethanes, dalamDegradable Polymers, Recycling,
andPlastics
Waste Management,editor
:Ann-Christine Albertsson and Samuel J.
Huang. New
York :
Marcel Dekker Inc.,81-85.
Phillips,
L.
N.,
Parker,
D.
B.
V.
1964.Polyuretharzes. London:
Illiffe
Book Ltd,.-Jurnal Penelitian Saintek, Vol. 16, l''loruor t, April2Sl
I
Robefi
Manurung, Saswinadi
Sasmojo, Lienda Aliwarga. 1985. Penelitian ProsesPeribuatan
dan
Pengujian
Poliuretan sebagai Bahan Isolator Panas, Lapor.anP e ne litian.
Dikti,
Jakarta.Stevens,
Malcolm
P,
2001. Terjemahan Iis Sopyan,Kimia
Palimer.
Jakarta:
PT.Pertja.
Vishu
Shah.2007.
Handbookof
PlasticsTesting
and Failure
Analltsis.
USA
:Wiley
Interseience JohnWiley
&
Sons,Inc.
Woods, George. 1987.
Makingpoiyurethanes,
dalam The
ICI
Polyu.rethanes Book
O-16).New York
:John Wiley and Sons.
Zltang,
X.
D., Macosko, C. W., Davis, H.T.1997 . Effect of Silicone Surfactant on
Air
Flow
of
Flexible
Polyurethanes Foams,dalarrr
Polymeric
Foam
Science
and Technology 03A-142). WashingtonDC
:American Chemic,al Societv.