PABRIK BEZALDEHIDE DARI TOLUENE
DENGAN PROSES OKSIDASI
PRA RENCANA PABRIK
Oleh :
EDVIN MAHARDIKA
0631010059
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
JAWA TIMUR
PABRIK BEZALDEHIDE DARI TOLUENE
DENGAN PROSES OKSIDASI
PRA RENCANA PABRIK
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk
Memperoleh Gelar Sarjana Teknik
Jurusan Teknik Kimia
Oleh :
EDVIN MAHARDIKA
0631010059
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
JAWA TIMUR
LEMBAR PENGESAHAN
PABRIK BEZALDEHIDE DARI TOLUENE
DENGAN PROSES OKSIDASI
Oleh :
EDVIN MAHARDIKA
0631010059
Disetujui untuk diajukan dalam Ujian Lisan
Dosen Pembimbing
Ir. DWI HERI ASTUTI, MT
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha esa dan
dengan segala rahmat serta karuniaNya sehingga penyusun telah dapat
menyelesaikan Tugas Akhir dengan judul :
“Pra Rencana Pabrik Benzadehide Dari Toluene Dengan Proses Oksidasi”
dimana Tugas Akhir ini merupakan tugas yang diberikan sebagai
salah satu syarat untuk menyelesaikan program pendidikan kesarjanaan di Jurusan
Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Pembangunan Nasional
“Veteran” Jawa Timur.
Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih atas segala
bantuan baik berupa saran, sarana maupun prasarana sampai tersusunya Tugas
Akhir ini kepada :
1. Bapak Ir. Sutiyono,MT , selaku Dekan FTI UPN “Veteran” Jawa Timur
2. Ibu Ir. Retno Dewati,MT, selaku Ketua Jurusan Teknik Kimia, FTI UPN
“Veteran” Jawa Timur
3. Ibu Ir. Dwi Heri Astuti, MT , selaku Dosen Pembimbing Tugas Akhir
4. Dosen Jurusan Teknik Kimia, FTI UPN “Veteran” Jawa Timur
5. Seluruh Civitas Akademik Jurusan Teknik Kimia, FTI UPN “Veteran”
Jawa Timur
7. Semua Teman – Teman yang mendoakan dan mendukung saya
8. Semua pihak yang telah membantu, memberikan bantuan, saran serta
dorongan dalam penyelesaian tugas akhir in.
Saya menyadari bahwa tugas akhir ini masih jauh dari sempurna,
karena itu segala kritik dan saran yang membangun saya harapkan dalam
sempurnanya tugas akhir ini.
Sebagai akhir kata, penyusun mengharapkan semoga Tugas Akhir
yang telah disusun ini dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi
mahasiswa Fakultas Teknologi Indusri Jurusan Teknik Kimia.
Surabaya, November 2010
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL i
KATA PENGANTAR ii
INTISARI iv
DAFTAR TABEL vi
DAFTAR GAMBAR viii
DAFTAR ISI ix
BAB I PENDAHULUAN I-1
BAB II SELEKSI DAN URAIAN PROSES II-1
BAB III NERACA MASSA III-1
BAB IV NERACA PANAS IV-1
BAB V SPESIFIKASI ALAT V-1
BAB VI PERENCANAAN ALAT UTAMA VI-1
BAB VII INSTRUMENTASI DAN KESELAMATAN KERJA VII-1
BAB VIII UTILITAS VIII-1
BAB IX LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK IX-1
BAB X ORGANISASI PERUSAHAAN X-1
BAB XI ANALISA EKONOMI XI-1
BAB XII PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN XII-1
Daftar Isi
kebutuhan Indonesia. Pada pembuatan produk Benzaldehide ini dipakai bahan
baku Toluene dan Udara, dimana Benzaldehide dibuat dari Toluene dengan
oksidasi menggunakan katalis UO2 dan MoO2.
Benzaldehide terdri dari 2 unit yaitu unit Clorinasi Toluene dan unit
Oksidasi Toluene. Unit Oksidasi Toluene memproduksi Benzaldehide dengan cara
oksidasi Reaktor dalam reaktor Multi-tube pada suhu 500°C. produk yang keluar berupa gas kemudian diumpankan ke Kondensor untuk dipisahkan Benzaldehide
dari campuran gas. Karena produk masih mengandung asam benzoat, maka
diumpankan ke distilasi untuk memisahkan asam benzoat dari larutan
benzaldehide.
Pabrik Benzaldehide ini direncanakan beroperasi secara kontinyu 24
jam/hari dan 300 hari/tahun dengan data – data sebagai berikut :
• Kapasitas produksi : 20000 ton/tahun
• Bahan Baku :
a. Toluene : 5982.5225 kg/jam
b. Udara :1 : 14 dari toluene
• Lokasi Pabrik : Bojonegoro, Jawa Timur
Pendahuluan I- 1
Pra Rencana Pabrik Benzaldehide Dari Toluene Dengan Proses Oksidasi
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang.
Benzaldehide adalah aldehide aromatik yang penting dalam industry. Benzaldehide banyak digunakan oleh industry farmasi dan industry parfum. Selain itu, benzaldehide juga sangat dibutuhka dalam industry electroplating. Jadi benzaldehide merupakan bahan baku yang sangat penting bagi banyak industry lain.
Benzaldehide dapat dibuat secara sintetik antara lain dengan oksidasi toluene, reaksi cabang klorinasi toluene ke benzal klorida disertai hidrolisa benzaldehide, reaksi Sommelet, sintesa Gattermen Koch dan masih banyak lagi. (Kirk othmer.OF.,1965).
Meskipun banyak cara pembuatan benzaldehide secara sintetik tetapi hanya cara oksidasi toluene langsung dan reaksi cabang klorinasi toluene ke benzal klorida yang disertai hidrolisa benzaldehide yang mempunyai pengaruh ekonomis. (Kirk othmer.OF.,1965).
Lebih lanjut dengan berdirinya pabrik benzaldehide diharapkan dapat mendukung dan mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia yang saat ini sedang menurun serta mengurangi ketergantungan terhadap Negara lain dan tentunya bisa menambah devisa Negara.
I.2. Manfaat
1. Benzaldehyde banyak digunakan sebagai bahan intermediate dalam industry pembuatan parfum atau wewangian.
2. Digunakan sebagai penghambat korosi.
3. Sebagai pelarut untuk resin polyester.
I.3. Aspek Ekonomi
Dengan banyaknya industri yang membutuhkan benzaldehyde atau sebagai bahan dasar atau sebagai bahan baku dan juga dengan hasil samping yang cukup banyak dibutuhkan, maka pabrik benzaldehyde ini sangat potensial untuk didirikan baik untuk memenuhi kebutuhan industry dalam negeri maupun untuk ekspor.
Di bawah ini table kebutuhan impor benzaldehyde untuk tiga tahun terakhir berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik:
Table 1. Data kebutuhan impor benzaldehyde
Dilihat dari tabel di atas, kebutuhan industri dalam negeri akan benzaldehyde tidak terlalu besar, maka pabrik kami ini akan dibangun dengan orientasa ekspor.
I.4. Sifat-sifat Fisisk dan Kimia
I.4.1 Bahan Baku
a. Toluene
Rumus Kimia: C6H5CH3 Sifat-sifat fisika:
Bentuk : padat, dalam cairan
tidak bewarna, dan beraroma seperti benzene.
Berat molekul : 92.14
Densitas : 0.866 gram / cm3
Titik beku : -94.5 oC
No Tahun Kebutuhan impor (kg)
1 2005 23.776
2 2006 15.677
3 2007 24.526
Pendahuluan I- 3
Pra Rencana Pabrik Benzaldehide Dari Toluene Dengan Proses Oksidasi
Titik didih : 110.7 oC
Flash point : 40 oF
Ignition temperature : 552 oC
Kelarutan/ 100 bagian air : 0.05
Panas spesifik : 40.48 cal / mol oK
Panas pembentukan : 2.87 kcal / mol
Specific gravity : 0.866 pada 20 oC
Sifat-sifat kimia:
Larut dalam alcohol,benzene dan eter tetapi tidak laruk dalam air
I.4.2. Produk
Benzaldehyde Sifat-sifat fisika :
Rumus molekul : C6H5CHO
Berat molekul : 106.12
Titik didih : 179 oC @ 760mmHg
Titik beku : -26 oC
Spesifik gravity : 1.046
Refraktif indeks : 1.5455 @ 17.6 oC
Auto ignition temperature : 192 oC
Tekanan uap : 10mmHg @ 62 oC
60mmHg @ 99.6 oC 100mmHg @ 112.5 oC 400mmHg @ 154.1 oC Kalor spesifik (liquid) : 1.615 J/g oK @ 25 oC Kelarutan dalam air : 0.6 wt. @ 20 oC
Viskositas :1.4 centipoise @ 25 oC
Uraian Dan Seleksi Proses II- 1
Pra Rencana Pabrik Benzaldehide Dari Toluene Dengan Proses Oksidasi
BAB II
SELEKSI DAN PEMLILIHAN PROSES
II.1. Macam-Macam Proses.
Dalam perkembangannya, proses pembuatan benzaldehyde secara industri dan berpengaruh ekonomis ada 3 macam :
a) Proses klorinasi toluene.
b) Proses oksidasi toluene.
A. Proses Klorinasi Toluene.
Hidrogan cloride
Beide
Clorin
Toluene
To by-product recovery
Air dan alkali bottom
Uraian Proses:
Dalam fase liquid ini, toluene diubah dahulu menjadi benzyl klorida dengan mengalirkan klorine kering ke dalam toluene yang mendidih ( 110 oC ). Benzyl klorida, benzoltriklorida dan sejumlah kecil produk klorinasi akan terbentuk sebagai produk samping.
Hydrogen klorida diperoleh kembali dengan penyerapan oleh air. Benzyl klorida dihidrolisis menjadi benzaldehyde dengan dan sedikit asam atau alkali. Benzakdehyde murni diperoleh dengan cara distilasi dengan kemurnian kurang lebih 98%.
Reaktor
Co nd en ser
Still pot
c ol o u
m c
Reaksi :
C6H5CH2 + 2CI2 C6H5CHCI2 + 2HCI ….(1)
C6H5CHCI2 + H2O C6H5CHO+ 2HCI ….(2)
B. Proses oksidasi toluene
Reaksi : C6H5CH3(l) + O2(g) C6H5CHO(l) + H2O(l)
30 – 50% Yield Basis -1 ton benzaldehide
Toluene 4.350 lb Air 60.400
Uraian proses :
Toluene teroksidasi secara langsung pada fase uap dari udara dan uap toluene dengan berat ratio 14 : 1 dengan menggunakan katalis pada suhu 500oC, dan reaksinya adalah eksotermis. Katalis yang biasanya digunakan adalah oxide logam yang termasuk golongan 5 dan 6 pada unsure periodik. Campuran dari uranium oxide (93%) dan molybdenum oxide (7%) memenuhi kebutuhan yield dari benzaldehide dengan presentasi kecil untuk melengkapi pembakaran toluene. Penambahan jumlah kecil copper oxide sebagai campuran katalis dapat mengurangi pembentukan produk samping (maleic anhydride).
Uraian Dan Seleksi Proses II- 3
Pra Rencana Pabrik Benzaldehide Dari Toluene Dengan Proses Oksidasi produk samping yg dihasilkan adalah maleic anhydride, benzoic acid ,antraquinon, dan H2O. Kemudian gas yang keluar dari separator masuk ke absorber dan scrubber untuk diolah menjadi produk samping bila perlu, dengan menggunakan pelaut air sebelum dilepaskan ke udara. Benzaldehide mentah di distilasi untuk hasi produk yang lebih baik sampai kemurnian 98%. Converssi kira-kira 10-20%, dan Yield keseluruhan adalah 30 – 50% dari penggunaan toluene.
BAB III
NERACA MASSA
1. VAPORIZER
Neraca massa vaporizer
masuk (kg/jam) keluar (kg/jam)
*dari tangki umpan (F - 110) * uap dan liquid keluar ke (F-113)
C6H5CH3 4957.6099 C6H5CH3 5502.9470
C6H6 24.9126 C6H6 27.6530
4982.5225
*recycle dari F-113
C6H6CH3 545.3371
C6H6 2.7404
548.0775
5530.6000 5530.6000
2. DRUM SEPARATOR I
neraca massa drum separator
masuk kg/jam keluar kg/jam
* uap dan liquid dari V - 112 * Uap ke R-210
C6H5CH3 5502.9470 C6H5CH3 4957.6099
C6H6 27.6530 C6H6 24.9126 +
4982.5225
* Liquid ke V - 112
C6H5CH3 545.3371
C6H6 2.740386 +
548.0775
Neraca Massa III- 2
Pra Rencana Pabrik Benzaldehide Dari Toluene Dengan Proses Oksidasi
3. REAKTOR
Komponen masuk (kg/jam)
Komponen keluar (kg/jam)
C6H5CH3 : 4957.6099 C6H5CHO : 2756,3211 C6H6 : 24.9126 C6H5COOH : 3140.4624 O2 : 14648.6164 C6H5CH3 : 48.6588
N2 : 55106.6999 H2O : 2326.4736
H2O : 1395.1063 C6H6 : 24.9126
N2 : 55106.6999
O2 : 12729.4167
Total 76132.9451 Total 76132.9451
4. DRUM SEPARATOR II
Komponen Masuk (kg/jam) Komponen keluar (kg/jam)
C6H5CHO : 2756.3211 C6H5COOH : 3140.4624 C6H5CH3 : 48.6588 O2
: 12792.4167 H2O
: 2326.4736 C6H6
: 24.9126 N2
:55106.6999
• Liquid ke D-310
C6H5CHO : 2728.7579
C6H5COOH : 3109.0578 +
5837.8157
• Gas ke D-220
C6H5CH3 : 48.6588
C6H6 : 24.9126
C6H5CHO : 27.5632 C6H5COOH : 31.4046
O2 : 12729.4167
N2 : 55106.6999
H2O : 2326.4736 +
70295.1293
5. SCRUBBER
Komponen masuk (kg/jam) Komponen keluar (kg/jam)
C6H5CH3 48.6588 C6H6 24.9126 C6H5CHO 27.5632 C6H5COOH 31.4046 O2 12729.4167 N2 55106.6999 H2O 2326.4736
Pelarut H2O 2193.1522
• Komponen gas yg tidak terserap
C6H5CH3 0.4866
C6H6 0.0249
O2 12792.4167 N2 55106.6999 C6H5CHO 0.2756 C6H5COOH 0.3140 H2O 2.3265
• Komponen gas terserap
C6H5CH3 48.1722 C6H6 24.8877 C6H5CHO 27.2876 C6H5COOH 31.0905 H2O 4517.2993
TOTAL 72488.2815 TOTAL 72488.2815
6. DISTILASI
Komposisi bahan masuk dan keluar di kolom distilasi :
Masuk (kg/jam) Keluar (kg/jam)
C6H5CHO 2728.7579 - liquid ke tangki produk :
C6H5COOH 3109.0578 C6H5CHO 2701.4703
C6H5COOH 31.0906
2732.5609
- liquid ke tangki produk samping :
C6H5CHO 27.2876
C6H5COOH 3077.9672
3105.2548
Neraca Massa III- 4
BAB IV
NERACA PANAS
1. VAPORIZER
Ner aca panas masuk dan keluar vapor izer :
Masuk (kkal) Keluar (kkal)
∆H C6H5CH3 6792.6450 ∆H C6H5CH3 130613.5215
∆H C6H6 41.2569 ∆H C6H6 800.4342
6833.9019 131413.9557
∆Hsteam 131136.8988 ∆Hloss 6556.8449
Total 1 3 7 9 7 0 .8 0 0 6 Total 1 3 7 9 7 0 .8 0 0 6
2. PRE HEATER TOLUENE
Neraca Energi :
Komponen Masuk (kkal/jam) Komponen Keluar (kkal/jam)
* Toluene dari tanki penampung * Toluene ke reaktor
C6H5CH3 130613.5215 C6H5CH3
1062158.6525
C6H6 800.4342 C6H6 5111.0971
131413.9557 1067269.7496
* Q supplay 985111.3620 * Q loss 49255.5681
Neraca Panas IV- 2
Pra Rencana Pabrik Benzaldehide Dari Toluene Dengan Proses Oksodasi
3. PRE HEATER UDARA (O2)
Neraca Energi :
Panas Masuk Panas Keluar
Komponen kkal Komponen kkal
Entalpi Udara Entalpi udara ke
dari blower reaktor
O2
15464.6477 O2 1635035.7560
N2
68574.1878 N2 6682307.0613
H2O 3117.1645 H2O 315134.8159
Total
87156.0000 8530218.1425
Q supply 8887433.8342 Q loss 444371.6917
Total 8974589.8342 Total 8974589.8342
4. REAKTOR
Massa masuk (kkal) Massa keluar (kkal)
• Toluene dari heater Campuran gas keluar reactor:
C6H5CH3 1062158.6525 C6H5CHO 519678.6561 C6H6 5111.0971 C6H5COOH 513342.9241 1067269.7496 C6H5CH3 10425.3676
• Oksigen dari heater C6H6 6712.2062 O2 1635035.7560 O2 1420820.2938 N2 6682307.0613 N2 6682195.0552 H2O 315134.8159 H2O 472310.1837 8530218.1422
• ∆Hr -2867955.3605 Q terserap 2890049.2356
5. COOLER
Neraca panas masuk dan keluar di cooler :
Masuk ( kkal ) Keluar ( kkal )
C6H5CHO 519678.6561 C6H5CHO 204421.6711
C6H5COOH 513342.9241 C6H5COOH 196144.9730
C6H5CH3 10425.3676 C6H5CH3 4015.2970
H2O 472310.1837 H2O 222853.7186
O2 1420820.2938 O2 648353.7524
N2 6682195.0552 N2 3103200.9817
C6H6 6712.2062 C6H6 2538.9578
4381529.3517
Q terserap 5243955.3351
Total 9625484.6868 Total 9625484.6868
6. KONDENSOR
Neraca Panas masuk dan keluar Kondensor :
Masuk ( kkal ) Keluar ( kkal )
C6H5CHO 204421.6711 C6H5CHO 75138.6145
C6H5COOH 196144.9730 C6H5COOH 69941.5794
C6H5CH3 4015.2970 C6H5CH3 1452.6530
H2O 222853.7186 H2O 94240.8668
O2 648353.7524 O2 268561.9127
N2 3103200.9817 N2 1303464.7080
C6H6 2538.9578 C6H6 908.1521
1813708.4865
Q terserap 2567820.8652
Neraca Panas IV- 4
Pra Rencana Pabrik Benzaldehide Dari Toluene Dengan Proses Oksodasi
7. SCRUBBER
Neraca Energi :
Panas Masuk Panas Keluar
Komponen kkal Komponen kkal
*∆H gas umpan *∆H gas buang
C6H5CH3
1452.6530 C6H5CH3 4.9045
C6H6
908.1521 C6H6 3.0437
H2O
94240.8668 H2O 14.6159
N2
1303464.7080 N2 479951.5475
O2
268561.9127 O2 94273.9604
C6H5CHO
1023.2311 C6H5CHO 2.2056
C6H5COOH 1091.3423 C6H5COOH 2.9807
1668628.2926 *∆H produk bawah
*∆H air proses
4829.4352 C6H5CH3 485.5383
C6H6 295.4147
H2O 14600.7787
C6H5CHO 287.8788
C6H5COOH 372.7677
589629.8038
*Q terserap 1083827.9241
8. PRE HEATER DISTILASI
Neraca panas masuk dan keluar heater :
Masuk (kkal) Keluar (kkal)
∆H C6H5CHO 74371.6762 ∆H C6H5CHO 152411.3490
∆H C6H5COOH 69242.1641 ∆H C6H5COOH 144895.2797
143613.8403 251839.7451
∆Hsteam 113922.0050 ∆Hloss 5696.1003
Total 257535.8454 Total 257535.8454
9. DISTILASI
Neraca Panas Masuk dan keluar Distilasi :
Masuk (kkal) Keluar (kkal)
∆H C6H5CHO 152411.349 * Produk atas
∆H C6H5COOH 144918.2129 ∆H C6H5CHO 3445.8987
297329.5618 ∆H C6H5COOH 31.3899
3477.2887
* Produk bawah ke F-330
∆H C6H5CHO 1991.2013
∆H C6H5COOH 189069.1727
91621.0653
∆Hsteam 235448.3571 ∆H condensation 425907.1472
∆Hloss 11772.4179
Neraca Panas IV- 6
Pra Rencana Pabrik Benzaldehide Dari Toluene Dengan Proses Oksodasi
10. COOLER II
Neraca Energi :
Komponen Masuk (kkal/jam) Komponen Keluar (kkal/jam)
* Campuran dari E-314
* Campuran ke F-330
C6H5CHO 1446.0435 C6H5CHO 68.7394
C6H5COOH 132457.1557 C6H5COOH 6036.8574
133903.1992 6105.5968
* Q terserap 127797.6025
BAB VI
SPESIFIKASI PERALATAN
1.
Tangki Toluene (F-110)
Spesifikasi Alat :
Fungsi : Menampung toluene dalam bentuk liquid
Type : silinder ver tikal
Kapasitas : 4773.2620 Cuft
Diameter = 20 ft
tinggi = 20 ft
tebal shell = 1/ 2 in
th atas = 1/ 2 in
ts bawah = 1/ 2 in
Bahan kontr uksi = Car bon Stell SA - 283 gr ade C
jumlah tangki = 4 buah
2.
Pompa Toluene (L-111)
Spesifikasi Alat :
Fungsi
Mengalirkan toluene dari tangki penampung ke vaporizer
Jenis
Pompa sentrifugal
Spesifikasi Alat V- 2
Pra Rencana Pabrik Benzaldehide Dari Toluene Dengan Proses Oksidasi
Power 0.51 Hp
Eff. Pompa 41%
Eff. Motor 83%
Jumlah : 1 buah
Bahan Konstruksi : Carbon steel
3.
Vaporizer (V-112)
Spesifikasi Alat :
Fungsi : memanaskan bahan sampai dengan suhu 110 oC
Type : 1-2 Shell and Tube Heat Exchanger (fixed tube)
Tube : OD = 3/4 in16 BWG
Panjang = 16 Ft
Pitch = 1 in square
jumlah tube, Nt = 11.946
Passes = 2
Shell : ID = 17.25
Passes = 1
Heat Exchanger area, A = 37.52 ft2 = 3.377 m2
jumlah exchanger = 1 Buah
4.
Drum Separator I (F-113)
Spesifikasi Alat:
Fungsi : menampung sementara uap toluene
Type : silinder horizontal dengan tutup dished
Volume : 45.9924 cuft = 1.3018 M3
Tekanan : 1 atm
Diameter : 2.6930 ft
Panjang : 8.079 ft
tebal shell : 3/ 16 in
Tebal tutup : 3/16 in
Bahan konstruksi : Carbon Steal SA-283 grade C
(Brownell : 253)
jumlah : 1 buah
5.
Blower (G-114)
Spesifikasi Alat :
Fungsi : Untuk menarik toluene yang akan dihembuskan menuju heater
Type
: Rotary sliding vane
Kapasitas : 3.3148 Cuft / menit
Power : 68 hp
Jumlah : 1 Buah
6.
Heater Toluene (E-115)
Spesifikasi Alat :
Spesifikasi Alat V- 4
Pra Rencana Pabrik Benzaldehide Dari Toluene Dengan Proses Oksidasi Type : 1-2 Shell and Tube Heat Exchanger (fixed tube)
Tube : OD = 3/4 in16 BWG
panjang = 16 ft
pitch = 1 in square
jumlah tube, Nt = 75.169
passes = 2
Shell : ID = 17.25
passes = 1
Heat Exchanger area, A = 236.09 ft2 = 21.25 m2
jumlah exchanger = 1 buah
7.
Filter (H-120)
Spesifikasi Alat:
Fungsi : Menyaring udara bebas sebelum dihembuskan ke heater
Type : Dry-type Airmat dust arrester
Dasar Pemilihan = Penanganan otomatis sesuai dengan kebutuhan bahan
Kapasitas Debu = 5 grains/cuft
Ukuran Filter = otomatis
Kecepatan = 50 ft/menit
Resistansi
= 0.4 in water
Filter medium = Glass fiber
Jumlah
8.
Blower (G-121)
Spesifikasi Alat :
Fungsi : Untuk menarik udara yang akan dihembuskan heater
Type
: Rotary sliding vane
Kapasitas : 31720.8273 Cuft / menit
Power : 82 hp
Rate Volumetrik : 237253.7566 gpm
Jumlah : 1 Buah
9.
Heater Udara (E-123)
Spesifikasi Alat :
Fungsi : memanaskan bahan sampai dengan suhu 500 oC
Type : 1-2 Shell and Tube Heat Exchanger (fixed tube)
Tube : OD = 3/4 in16 BWG
Panjang = 16 ft
pitch = 1 in square
jumlah tube, Nt = 881.95
passes = 2
Shell : ID = 17.25
passes = 1
Heat Exchanger area, A = 2770 ft2 = 249.3 m2
Spesifikasi Alat V- 6
Pra Rencana Pabrik Benzaldehide Dari Toluene Dengan Proses Oksidasi
10.
Cooler I (E-211)
Spesifikasi Alat :
Fungsi : Mendinginkan bahan sampai dengan suhu 250 oC
Type : 1-2 Shell and Tube Heat Exchanger (fixed tube)
Tube : OD = 3/4 in16 BWG
panjang = 16 ft
pitch = 1 in square
jumlah tube, Nt = 1082
passes = 2
Shell : ID = 13.25 in
passes = 1
jumlah exchanger = 1 buah
11.Kondensor I (E-212)
Spesifikasi Alat :
Fungsi : mengkondensasi bahan dengan suhu 120oC
Type : 1-2 Shell and Tube Heat Exchanger (fixed tube)
Tube : OD = 3/4 in ; 16 BWG
panjang = 16 ft
pitch = 1 in square
jumlah tube, Nt = 758
Shell : ID
= 13.25 in
passes = 1
Heat Exchanger area, A = 2382.1595 ft2 = 221.9 m2
jumlah exchanger = 1 buah
12.
Drum Separator II (F-213)
Spesifikasi Alat :
Fungsi : menampung sementara kondensat dari kondensor
Type : silinder horizontal dengan tutup dished
Volume : 48.5690 cuft = 1.3748 M3
Tekanan : 1 atm
Diameter : 2.7000 ft
Panjang : 8.1 ft
tebal shell : 3/ 16 in
Tebal tutup : 3/16 in
Bahan konstruksi : Carbon Steal SA-283 grade C (Brownell : 253)
jumlah : 1 buah
13.
Scrubber (D-220)
Spesifikasi Alat :
Fungsi : menyerap gas sebelum dihembusksn ke udara bebas
Type : Packing Kolom
Spesifikasi Alat V- 8
Pra Rencana Pabrik Benzaldehide Dari Toluene Dengan Proses Oksidasi tinggi
= 13.299 m
tebal shell = 1/4 in
tebal tutup = 1/4 in
P design = 1 atm = 14.7 Psi
jumlah = 1 buah
14.
Pompa (L-222)
Spesifikasi Alat:
Fungsi : Mengalirkan produk ke distilasi
Jenis
: Pompa sentrifugal
Kapasitas : 5896.7835 kg/jam
Power : 0.61 Hp
Eff. Pompa : 41%
Eff. Motor : 83%
Jumlah : 1 buah
Bahan Konstruksi : Carbon steel
15.
Heater (E-223)
Spesifikasi Alat :
Fungsi : memanaskan bahan sampai dengan suhu 190 oC
Type : 1-2 Shell and Tube Heat Exchanger (fixed tube)
panjang = 16 ft
pitch = 1 in square
jumlah tube, Nt = 9.6862
passes = 2
Shell : ID = 17.25
passes = 1
Heat Exchanger area, A = 30.422 ft2 = 2.738 m2
jumlah exchanger = 1 buah
16.
Distilasi (D-310)
Spesifikasi Alat :
Fungsi : memisahkan ethylene dichloride dari bahan campuran
Type : Sieve Tray Colomn
Kapasitas : 5837.8157 kg
Diameter = 5 ft
Jumlah plate = 11 ft
tebal shell = 5/16 in
tebal tutup = 3/8 in
tinggi plate = 23.4506 ft
tinggi tower = 30.9655 ft
Spesifikasi Alat V- 10
Pra Rencana Pabrik Benzaldehide Dari Toluene Dengan Proses Oksidasi
17.
Kondensor II (E-311)
Spesifikasi Alat:
Fungsi : mengkondensasi bahan dengan suhu 30oC
Type : 1-2 Shell and Tube Heat Exchanger (fixed tube)
Tube : OD = 3/4 in ; 16 BWG
panjang = 16 ft
pitch = 1 in square
jumlah tube, Nt = 763
passes = 2
Shell : ID
= 15 1/4
passes = 1
Heat Exchanger area, A = 2394.9647 ft2 = 223.1195 m2
jumlah exchanger = 1 buah
18.
Akumulator (F-312)
Spesifikasi Alat :
Fungsi
: menampung sementara kondensat dari kondensor
Type
: silinder horizontal dengan tutup dished
Volume
: 15.4640 cuft = 0.4377 m3
Tekanan
: 1 atm
Diameter
: 2.0 ft
Panjang
tebal shell
: 3/ 16 in
Tebal tutup : 3/16 in
Bahan konstruksi : Carbon Steal SA-283 grade C (Brownell : 253)
jumlah
: 1 buah
19.
Pompa (L-313)
Spesifikasi Alat:
Fungsi : Mengalirkan benzaldehide ke tangki penampung produk
Jenis
: Pompa sentrifugal
Kapasitas : 2732.5609 kg/jam
Power : 0.32 Hp
Eff. Pompa : 41%
Eff. Motor : 82%
Jumlah : 1 buah
Bahan Konstruksi : Carbon steel
20.
Tangki Penampung Produk (F-314)
Spesifikasi Alat :
Fungsi : menyimpan produk
Type : silinder vertikal
Kapasitas : 2760.1625 Cuft
Spesifikasi Alat V- 12
Pra Rencana Pabrik Benzaldehide Dari Toluene Dengan Proses Oksidasi tinggi
= 12 ft
tebal shell = 1/2 in
th atas
= 1/2 in
ts bawah = 1/2 in
Bahan kontruksi = Carbon Stell SA - 283 grade C
jumlah tangki = 3 buah
21.
Reboiler (E-320)
Spesifikasi Alat :
Fungsi : Memanaskan bahan untuk dikembalikan lagi ke Distilasi
Type : 1-2 Shell and Tube Heat Exchanger (fixed tube)
Tube : OD = 3/4 in ; 16 BWG
panjang = 6 ft
pitch = 1 in square
jumlah tube, Nt = 62
passes = 2
Shell : ID
= 33
passes = 1
Heat Exchanger area, A = 72.5346 ft2 = 6.757463 m2
22.
Cooler II (E-321)
Spesifikasi Alat :
Fungsi : mendinginkan bahan sampai dengan suhu 30oC
Type : 1-2 Shell and Tube Heat Exchanger (fixed tube)
Tube : OD = 3/4 in ; 16 BWG
panjang = 16 ft
pitch = 1 in square
jumlah tube, Nt = 76
passes = 2
Shell : ID = 12
passes = 1
Heat Exchanger area, A = 888.5951 ft2 = 83 m2
jumlah exchanger = 1 buah
23.
Tangki Produk Samping (F-322)
Spesifikasi Alat :
Fungsi : menampung produk asam benzoat
Type : silinder tegak, tutup bawah datar dan tutup atas dish
volume : 4028.5039 cuft = 114.0767 M3
Diameter : 17.2488 ft
Spesifikasi Alat V- 14
Pra Rencana Pabrik Benzaldehide Dari Toluene Dengan Proses Oksidasi
Tebal shell : 3/8 in
Tebal tutup atas : 3/8 in
Bahan konstruksi : Carbon Steal SA-283 grade C ( Brownell : 253)
BAB VI
SPESIFIKASI ALAT UTAMA
R-210
VI. A. Keterangan Alat
Nama Alat : Reaktor (R-210)
Fungsi : Mengoksidasi Toluene
Type : Reaktor multitubular
VI. B. Dasar Pemilihan
Berdasarkan pertimbangan atas fase zat yang bereaksi, dan kapasitas
produksi, maka reaktor dapat dibedakan jenisnya yaitu : reaktor berpengaduk
(mixed flow) dan reaktor pipa alir (plug flow). Pada reaktor ini, atas pertimbangan
fase bahan yang bereaksi, maka dipilih reaktor jenis reaktor pipa alir (plug flow)
Perancangan Alat Utama VI- 2
Pra Rencana Pabrik Benzaldehide Dari toluene Dengan Proses Oksidasi Reaktor pipa alir untuk fase gas ini dapat dibedakan menjadi :
1. Burner/Furnace
2. Tubular Reactor
3. Fixed Bed Reactor
Berdasarkan fase bahan yang bereaksi, maka pemilihan reaktor didasarkan pada
kapasitas bahan masuk, sehingga dipilih reaktor jenis tubular reaktor. Reaktor
jenis tubular dengan jumlah tube yang banyak dinamakan multi-tubular reaktor.
Reaktor ini berupa silinder tegak dengan tutup atas dan tutup bawah
berbentuk dished head untuk menahan tekanan berlebih dan memudahkan
pengeluaran produk.
VI.C Kondisi Operasi
Tekanan operasi : 1 atm
Suhu operasi : 500oC (Keyes, 1969)
Katalis : UO2 dan MoO2
Waktu tinggal : 10 detik (US Patent no.4,172,052 : 5)
VI.D Dasar Perencanaan
Penentuan volume reaktor :
Untuk reaksi oksidasi toluene menjadi benzaldehide :
Neraca Massa :
Komponen Masuk (kg/jam) Komponen keluar (kg/jam)
* Toluene dari penampung * Campuran gas ke kondensor
C6H5CH3 C6H5CHO
C6H6 C6H5COOH
O2 C6H5CH3
N2 O2
H2O H2O
C6H6
N2
4957.6099
24.9126
2756.3211
3140.4624
14648.6164
55106.6999
48.6588
12729.4167
2326.4736
24.9126
55106.6999 1395.1063
76132.9451
76132.9451 76132.9451
Feed masuk :
1. Uap toluene
2. Gas oksigen
Feed masuk :
1. Toluene teknis
Komponen Berat (kg) Fraksi berat BM
4957.6099
C6H6 24.9126
4982.5225
C6H5CH3 0.9950
0.0050 1.0000
92
78
BM campuran = ∑Bmi x Xi
= (0,9950 x 92) + (0,0050 x 78)
Perancangan Alat Utama VI- 4
Pra Rencana Pabrik Benzaldehide Dari toluene Dengan Proses Oksidasi ρgas pada P = 1,5 atm T = 500
o
C = 1100 R ; suhu udara STP = 492 R
ρ = x 1.5 x = lb/cuft
1
Rate massa = kg/jam = lb/jam
Rate volumetrik = lb/jam = cuft/jam
lb/cuft 63617.3633 10929.5468 0.1718 10929.5468 0.1718 492 1100 91.93 359 4957.6099
2. Oksigen
O2 N2 14648.6164 55106.6999 28 BM Komponen 1.0000 32 0.7900 71150.4226 0.2100 Fraksi berat Berat (kg)
H2O 1395.1063 0.0000 18
BM campuran = ∑Bmi x Xi
= (0,2100 x 32) + (0,7900 x 28)
= kg/kmol
ρgas pada P = 1,5 atm T = 500 o
C = 1100 R ; suhu udara STP = 492 R
ρ = x 1.5 x = lb/cuft
1 492 0.0539 28.84 1100 28.84 359
Rate massa = kg/jam = lb/jam
Rate volumetrik = lb/jam = cuft/jam
lb/cuft
599186.3695
14648.6164 32294.3397
32294.3397 0.0539
Total rate volumetrik = +
= cuft/jam
599186.3695
Waktu tinggal = 10 detik = = jam
Volume bahan = 662803.7328 x 0.0028 = 1841.1215 cuft
3600
10 0.0028
Asumsi volume bahan mengisi 70% volume reaktor, maka volume reaktor :
Volume reaktor = 1841.1215 = 2630 cuf
70%
VI. E.1 Perancangan Shell, Head
VI.E.1.a Dimensi Reaktor
Menentukan ukuran tangki :
Volume reaktor = 2630 cuft
Asumsi dimention ratio = H/D = 2
Volume = 1/4 x π x D2 x H
= 1/4 x π x D2 x 2D
= D3
D3 =
D = 12 ft = 143 in = m
2630
2630 1.57
1675.2698
3.7115
(D maksimum = 4 m, Urich ; T.4-18)
H = 2 x 12 = 24 ft
Menentukan tebal minimum shell :
Perancangan Alat Utama VI- 6
Pra Rencana Pabrik Benzaldehide Dari toluene Dengan Proses Oksidasi (Brownell, pers 13-1, hal 254)
Dengan :
tmin = tebal shell minimum ; in
P = tekanan tangki ; psi
ri = jari- jari tangki ; in ( 1/2 D )
C = faktor korosi ; in ( digunakan 1/8 in )
E = faktor pengelasan, digunakan double welded, E = 0,8
f = stress allowable, bahan konstruksi Carbon Steel SA-283 gradde C, maka
f = 12650 psi ( Brownell, T.13-1)
P operasi = 1 atm = 14,7 psia
P design diambil 10% lebih besar dari P operasi untuk faktor keamanan.
P = 1.1 x = psia
R = 1/2 x D = 1/2 x 143 = 71 in
tmin = x 71 +
(12650 x 0,8) - (0,6 x 16,17)
= in, digunakan t = 1/4 in
16.17 0.125
0.2390
Tutup atas dan tutup bawah, dished :
Untuk D = 143 i n dengan ts = 1/4 in, dari Brownell tabel 5.7 didapat :
icr = 7 1/4 in dan rc = 120
dengan :
th = tebal dished minimum ; in
P = tekanan tangki ; psi
rc = knuckle radius ; in (B&Y, T-5,7)
E = faktor pengelasan, digunakan double welded, E = 0,8
f = stress allowable, bahan konstruksi Carbon Steal SA-283
grade C, maka f = 12650 psi (Brownell, T.13-1)
th = x x 143
(12650 x 0,8) - (0,1 x 16,17)
= 0.2022452 in, digunakan t = 3/16 in
Perancangan Alat Utama VI- 8
Pra Rencana Pabrik Benzaldehide Dari toluene Dengan Proses Oksidasi Dimana :
ID = ID shell = 143 in
a = ID = 143 = 72 in
2 2
Untuk D = 143 i n dengan ts = 1/4 in, dari Brownell tabel 5.7 didapat :
Rc (r) = radius of dish = 120 in
icr (rc) = inside crown radius = 7 1/4 in = 7.25 in
AB = ID - icr = 72 - = in
2
BC = r - icr = 120 - = in
7.25 64.25
7.25 112.7500
AC = √(BC)2-(AB)2 = √(114.8750)2-(54,875)2
= in
b = r - √(BC)2-(AB)2
92.8062
OA icr b
sf
ID
a r
C
VI.E.1.b Penentuan jumlah tube :
asumsi : volume yang dibutuhkan untuk reaksi = volume reaktor
Digunakan : pipa 1 in sch 80 ( extra heavy IPS) (Kern, tabel 11) Surface/ft lin = ft2
Inside diameter = in = ft
Atube= π . Di . L = π x x 1
= ft2/ft panjang
Tinggi shell :
rc dished = 120 in = 10 ft
h dished = ft
0.25
0.957 0.07975
0.07975 0.25042
Perancangan Alat Utama VI- 10
Pra Rencana Pabrik Benzaldehide Dari toluene Dengan Proses Oksidasi volume dished = 1,05 h2. (3 rc - h) (Hesse ; pers. 4-15)
= x x ( 3. 10 - 1.3398)
= ft
Volume reaktor = cuft
1.05 (1.3398)2
134.33
2630.174
Volume shell = Volume reaktor - (2 x volume dished)
= - ( 2 x 54.0192)
= cuft
Tinggi shell = =
= ft
Tinggi shell = panjang shell = 20.8909f t
Atube= ft
2
/ft linier
Volume tiap tube = Atubex L tube
= x = cuft
Volume shell = cuft
Jumlah tube, N t = =
= buah
20.891 2630.174
2361.51
π/4 x D2
Volume shell
20.891
5.23141 2361.51 0.250415
π/4 x 102
2361.51
5.23141
2361.51
volume tiap tube Volume shell 0.25042
451 Untuk jumlah tube 313 buah, dari Kern tabel 9, dipilih :
Ukuran pipa = 0.75 in
Pitch = tringular pitch
Jarak pitch = 1 in
Kebutuhan katalis :
Direncanakan volume katalis mengisi volume tube :
Jumlah tube = 451 buah
Diameter tube = ft
Panjang tube = ft
Maka volume katalis tiap tube = π/4 x Dtube2 x Ltube
= x (0,07975)2 x
= cuft
Volume katalis pada 415 tube = 415 x 0,1094
= cuft
Kompos isi katalis : (www.chemicalland21.c om)
ρ campura = gr/cc = lb/cuft
Volume katalis = cuft
Komponen %Berat
0.07975
20.89096
152.33
49.3843
0.785 20.891
0.1043
49.3843
Uraniu Oxide 93.00% Molibde num Oxide 7.00%
100%
17.54
Berat total katalis = cuft x lb/cuft
= lb
= kg
49.3843 152.33
7522.7144
3412.2809
Pressure drop pada tube :
Perancangan Alat Utama VI- 12
Pra Rencana Pabrik Benzaldehide Dari toluene Dengan Proses Oksidasi
(Kern ; pers 3.47a)
Berat campuran gas, W = 4982.5225 + 69755.3163
= 76132.9451 kg/jam
= lb/jam
attube = ft2
G = W/at =
= lb/jam.ft2
Diameter tube, D = in = ft
ρ campuran gas = ∑xi . Ρi = lb/cuft
μ bahan = cP (berdasarkan sg)
= x = lb/jam.ft
g = x (10)10 ft/dt2
L = panjang tube = ft
0.25
167842.6908
2.42 1.7569
0.25 167842.6908
5.22
20.891
0.957 0.07975
0.187 671370.7631
0.726
BAB VII
INSTRUMENTASI DAN KESELAMATAN KERJA
VII. Instrumentasi
Dalam rangka pengoperasian pabrik, pemasangan alat – alat instrumentasi
sangat dibutuhkan dalam memperoleh hasil produksi yang optimal. Pemasangan
alat –alat instrumentasi disini bertujuan sebagai pengontrol jalannya proses
produksi dari peralatan – peralatan pada awal sampai akhir produksi, dimana
dengan alat insrumentasi tersebut, kegiatan maupun aktifitas tiap – tiap unit dapat
dicatat kondisi operasinya sehingga sesuai dengan kondisi operasi yang
dikehendaki serta mampu memberikan tanda – tanda apabila terjadinya
penyimpangan selama proses produksi berlangsung.
Pada uraian diatas dapat disederhanalan bahwa dengan adanya alat
instrumentasi maka :
1. Proses produksi dapat berjalan sesuai dengan kondisi – kondisi yang telah
ditentukan sehingga diperoleh hasil yang optimum.
2. Proses produksi berjalan sesuai dengan effisiensi yang telah ditentukan
dan kondisi proses tetap terjaga pada kondisi yang sama.
3. Membantu mempermudah pengoperasian alat.
4. Bila terjadi penyimpangan selama proses produksi, maka dapat segera
Instrumentasi Dan Keselamatan Kerja VII- 2
Pra Rencana Pabrik Ethylne Dichloride Adapun variabel proses yang diukur dibagi menjadi 3 bagian :
1. Variabel yang berhubungan dengan energi, seperti temperatur, tekanan,
dan radiasi.
2. Variabel yang berhubungan dengan kuantitas dan rate, seperti pada
kecepatan aliran fluida, ketinggian liquida, dan ketebalan.
3. Variabel yang berhubungan dengan karakteristik fisik dan kimia, seperti
densitas, kandungan air.
Yang harus diperhatikan didalam pemilihan alat Instrumentasi adalah :
- Lavel, Range, dan fungsi dari alat instrumentasi.
- Ketelitian hasil pengukkuran.
- Konstruksi material.
- Pengaruh yang ditimbulkan terhadap kondisi operasi proses yang
berlangsung.
- Mudah diperoleh dipasaran.
- Mudah dipergunakan dan mudah diperbaiki jika rusak.
Instrumentasi yang ada dipasaran dapat dibedakan dari jenis pengoperasian
alat instrumentasi tersebut, yaitu alat instrumentasi manual atau otomatis. Pada
dasarnya alat – alat kontrol yang otomatis lebih disukai dikarenakan
pengontrolannya tidak terlalu sulit, kontinyu, dan efektif, sehingga menghemat
tenaga kerja dan waktu. Akan tetapi mengingat faktor – faktor ekonomis dan
investasi modal yang ditanamkan pada alat instrumentasi berjenis otomatis ini,
alat instrumentasi tersebut.
Adapun fungsi utama dari alat instrumentasi otomatis adalah :
- Melakukan pengukuran.
- Sebagai pembanding hasil pengukuran dengan kondisi yang harus dicapai.
- Melakukan perhitungan.
- Melakukan koreksi.
Alat instrumentasi otomatis ini dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :
1. Sensing / Primary element
Alat kontrol ini langsung merasakan adanya perubahan pada variabel yang
diukur, misalnya temperatur. Primary element merubah energi yang
dirasakan dari medium yang sedang dikontrol menjadi signal yang bisa
dibaca (yaitu dengan tekanan fluida).
2. Receiving Element / Element Pengontrol
Alat kontrol ini akan mengevaluasi signal yang didapat dari sensing
element dan diubah menjadi skala yang bisa dibaca, digambarkan dan
dibaca oleh error detector. Dengan demikian sumber energi bisa diatur
sesuai dengan perubahan – perubahan yang terjadi.
3. Transmitting Element.
Alat kontrol ini berfungsi sebagai pembawa signal dari sensing element ke
receiving element.
Disamping ketiga jenis tersebut, masih terdapat peralatan pelengkap yang
Instrumentasi Dan Keselamatan Kerja VII- 4
Pra Rencana Pabrik Ethylne Dichloride terukur pada variabel yang dikontrol dengan harga yang diinginkan dan apabila
terdapat perbedaan alat ini akan mengirimkan signal error. Amplifier akan
digunakan sebagai penguat signal yang dihasilkan oleh error detector jika signal
yang dikeluarkan lemah. Motor Operator Signal Error yang dihasilkan harus
diubah sesuai dengan kondisi yang diinginkan, yaitu dengan penambahan variabel
manipulasi. Kebanyakan sistem kontrol memerlukan operator atau motor untuk
menjalankan Final Control Element. Final Control Element adalah untuk
mengoreksi harga variabel manipulasi. Instrumentasi pada perencanaan pabrik ini
:
1. Flow Control (FC)
Mengontrol aliran setelah keluar pompa.
2. Flow Ratio Control (FRC)
Mengontrol ratio aliran yang bercabang setelah pompa.
3. Level Control (LC)
Mengontrol ketinggian bahan didalam tangki dapat juga digunakan
sebagai (WC) Weight Control.
4. Level Indicator (LI)
Mengindikasikan / informatif ketinggian bahan didalam tangki.
5. Pressure Control (PC)
Mengontrol tekanan pada aliran / alat.
6. Pressure Indicator (PI)
7. Temperatur Control (TC)
[image:56.595.110.516.218.396.2]Mengontrol suhu pada aliran / alat.
Tabel VII.1 Instrumentasi Pada Pabrik
N0. Nama Alat Instrumentasi
1. Tangki penampung LI ; PI ; WC
2. Pompa FC ; LC
3. Reaktor TC ; PC
4. Heat exchanger TC
5. Kolom distilasi LC ; PC
VII.2 Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja atau safety factor adalah hal yang paling utama yang
harus diperhatikan dalam merencanakan suatu pabrik, hal ini disebabkan karena :
- Dapat mencegah terjadinya kerusakan – kerusakan yang besar yang
disebabkan oleh kebakaran atau hal lainnya baik terhadap karyawan
maupun oleh peralatan itu sendiri.
- Terpeliharanya peralatan dengan baik sehingga dapat digunakan dalam
waktu yang cukup lama. Bahaya yang dapat timbul pada suatu pabrik
banyak sekali jenisnya, hal ini tergantung pada bahan yang akan diolah
Instrumentasi Dan Keselamatan Kerja VII- 6
Pra Rencana Pabrik Ethylne Dichloride Secara umum bahaya – bahaya tersebut dapat dibagi dalam tiga kategori, yaitu :
1. Bahaya kebakaran.
2. Bahaya kecelakaan secara kimia.
3. Bahaya terhadap zat – zat kimia.
Untuk menghindari kecelakaan yang mungkin terjadi, berikut ini terdapat
beberapa hal yang perlu mendapat perhatian pada setiap pabrik pada
umumnya dan pada pabrik ini pada khususnya.
VII.2.1 Bahaya Kebakaran
A. Penyebab Kebakaran.
1. Adanya nyala terbuka (open flame) yang datang dari unit utilitas,
workshop, dan lain – lain.
2. Adanya loncatan bunga api yang disebabkan karena konsleting aliran
listrik seperti pada stop kontak, saklar serta instrumen lainnya.
B. Pencegahan.
1. Menempatkan unit utilitas dan power plant cukup jauh dari lokasi
proses yang dikerjakan.
2. Menempatkan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang terisolasi
dan tertutup.
3. Memasang kabel atau kawat listrik ditempat – tempat yang terlindung,
jauh dari daerah yang panas yang memungkinkan terjadinya
4. Sistem alarm hendaknya ditempatkan pada lokasi dimana tenaga kerja
dengan cepat dapat mengetahui apabila terjadi kebakaran.
C. Alat Pencegah Kebakaran.
1. Instalasi permanen seperti fire hydrant system dan sprinkle otomatis.
2. Pemakaian portable fire – extinguisher bagi daerah yang mudah
dijangkau bila terjadi kebakaran. Jenis dan jumlahnya pada
perencanaan pabrik ini dapat dilihat pada tabel VII.1
3. Untuk pabrik ini lebih disukai alat pemadam kebakaran tipe karbon
dioksida.
4. Karena bahan baku ada yang beracun, maka perlu digunakan kantong –
kantong udara atau alat pernafasan yang ditempatkan pada daerah –
[image:58.595.108.537.472.702.2]daerah strategis pada pabrik ini.
Tabel VII.2 Jenis dan Jumlah Fire – Extinguisher.
No. Tempat Jenis Berat Serbuk Jarak Semprot Jumlah
1. Pos keamanan YA-10L 3,5 kg 8 m 3
2. Kantor YA-20L 6 kg 8 m 2
3. Daerah proses YA-20L 8 kg 7 m 4
4. Gudang YA-10L 4 kg 8 m 2
5. Bengkel YA-10L 8 kg 7 m 2
6. Unit pembangkit YA-20L 8 kg 7 m 2
Instrumentasi Dan Keselamatan Kerja VII- 8
Pra Rencana Pabrik Ethylne Dichloride
VII.2.2 Bahaya Kecelakaan
Karena kesalahan mekanik sering terjadi dikarenakan kelalaian pengerjaan
maupun kesalahan konstruksi dan tidak mengikuti aturan yang berlaku. Bentuk
kerusakan yang umum adalah karena korosi dan ledakan. Kejadian ini selain
mengakibatkan kerugian yang besar karena dapat mengakibatkan cacat tubuh
maupun hilangnya nyawa pekerja. Berbagai kemungkinan kecelakaan karena
mekanik pada pabrik ini dan cara pencegahannya dapat digunakan sebagai berikut
:
A. Vessel.
Kesalahan dalam perencanaan vessel dan tangki dapat
mengakibatkan kerusakan fatal, cara pencegahannya :
1. Menyeleksi dengan hati – hati bahan konstruksi yang sesuai, tahan
korosi serta memakai corrosion allowance yang wajar. Untuk pabrik
ini, semua bahan konstruksi yang umum dapat dipergunakan dengan
pengecualian adanya seng dan tembaga. Bahan konstruksi yang
biasanya dipakai untuk tangki penyimpan, perpipaan, dan peralatan
lainnya dalam pabrik ini adalah steel. Seua konstruksi harus sesuai
dengan standar ASME (America Society Mechanical Engineering).
2. Memperhatikan teknik pengelasan.
3. Memakai level gauge yang otomatis.
4. Penyediaan manhole dan handhole (bila memungkinkan) yang
tersebut harus dapat diatur sehingga mudah untuk digunakan.
B. Heat Exchanger
Kerusakan yang terjadi pada ummumnya disebabkan karena
kebocoran – kebocoran. Hal ini dapat dicegah dengan cara :
1. Pada inlet dan outlet dipaasang block valve untuk mencegah terjadinya
thermal expansion.
2. Drainhole yang cukup harus disediakan untuk pemeliharaan.
3. Pengecekan dan pngujian terhadap setiap ruangan fluida secara sendiri
– sendiri.
4. Memakai heat exchanger yang cocok untuk ukuran tersebut. Disamping
itu juga rate aliran haru benar – benar dijaga agar tidak terjadi
perpindahan panas yang berlebihan sehingga terjadi perubahan fase
didalam pipa.
C. Peralatan yang bergerak.
Peralatan yang bergerak apabila ditempatkan tidak hati – hati,
maka akan menimbulkan bahaya bagi pekerja. Pencegahan bahaya ini
dapat dilakukan dengan :
1. Pemasangan penghalang untuk semua sambungan pipa.
2. Adanya jarak yang cukup bagi peralatan untuk memperoleh kebebasan
Instrumentasi Dan Keselamatan Kerja VII- 10
Pra Rencana Pabrik Ethylne Dichloride
D. Perpipaan.
Selain ditinnjau dari segi ekonomisnya, perpipaan juga harus
ditinjau dari segi keamanannya hal ini dikarenakan perpipaan yang kurang
teratur dapat membahayakan pekerja terutama pada malam hari, seperti
tebentur, tersandung dan sebagainya. Sambungan yang kurang baik dapat
menimbulkan juga hal – hal yang tidak diinginkan seperti kebocoran –
kebocoran bahan kimia yang berbahaya. Untuk menghindari hal – hal yang
tidak diinginkan tersebut, maka dapat dilakukan dengan cara :
1. Pemasangan pipa (untuk ukuran yang tidak besar hendaknya pada
elevasi yang tinggi tidak didalam tanah, karena dapat menimbulkan
kesulitan apabila terjadi kebocoran.
2. Bahan konstruksi yang dipakai untuk perpipaan harus memakai
konstruksi dari steel.
3. Sebelum dipakai, hendaknya diadakan pengecekan dan pengetesan
terhadap kekuatan tekan dan kerusakan yang diakibatkan karena
perubahan suhu, begitu juga harus dicegah terjadinya over stressing
atau pondasi yang bergerak.
4. Pemberian warna pada masing – masing pipa yang bersangkutan akan
E. Listrik
Kebakaran sering terjadi akibat kurang baiknya perencanaan
instalasi listrik dan kecerobohan operator yang menanganinya. Sebagai
usaha pencegahannya dapat dilakukan :
1. Alat – alat listrik dibawah tanah sebaiknya diberi tanda seperti dengan
cat warna pada penutupnya atau diberi isolasi berwarna.
2. Pemasangan alat remote shut down dari alat – alat operasi disamping
starter.
3. Penerangan yang cukup pada semua bagian pabrik supaya operator
tidak mengalami kesulitan dalam bekerja.
4. Sebaiknya untuk penerangan juga disediakan oleh PLN meskipun
kapasitas generator set mencukupi untuk penerangan dan proses.
5. Penyediaan emergency power supplies tegangan tinggi.
6. Meletakkan jalur – jalur kabel listrik pada posisi aman.
7. Merawat peralatan listrik, kabel, starter, trafo, dan lain sebagainya.
F. Isolasi.
Isolasi penting sekali terutama berpengaruh terhadap pada
karyawan dari kepanasan yang dapat mengganggu kinerja para karyawan,
oleh karena itu dilakukan :
1. Pemakian isolasi pada alat – alat yang menimbulkan panas seperti
Instrumentasi Dan Keselamatan Kerja VII- 12
Pra Rencana Pabrik Ethylne Dichloride mengganggu kosentrasi pekerjaan.
2. Pemasangan pada kabel instrumen, kawat listrik dan perpipaan yang
berada pada daerah yang panas, hal ini dimaksudkan untuk mencegah
terjadinya kebakaran.
G. Bangunan pabrik.
Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan bangunan
pabrik adalah :
1. Bangunan – bangunan yang tinggi harus diberi penangkal petir dan jika
tingginya melebihi 20 meter, maka harus diberi lampu mercu suar.
2. Sedikitnya harus ada dua jalan keluar dari dalam bangunan.
VII.2.3 Bahaya Karena Bahan Kimia
Banyak bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Biasanya para
pekerja tidak mengetahui seberapa jauh bahaya yang dapat ditimbulkan oleh
bahan kimia seperti bahan – bahan berupa gas yang tidak berbau atau tidak
berwarna yang sulit diketahui jika terjadi kebocoran. Untuk itu sering diberikan
penjelasan pendahuluan bagi para pekerja agar mereka dapat mengetahui bahwa
bahan kimia tersebut berbahaya. Cara lainnya adalah memberikan tanda – tanda
atau gambar – gambar pada daerah yang berbahaya atau pada alat – alat yang
berbahaya, sehingga semua orang yang berada didekatnya dapat lebih waspada.
kerja dalam pabrik ini adalah memperhatikan hal – hal seperti :
1. Di dalam ruang produksi para pekerja dan para operator dilarang merokok.
2. Harus memakai sepatu karet dan tidak diperkenankan memakai sepatu
yang alasnya berpaku.
3. Untuk pekerja lapangan maupun pekerja proses dan semua orang yang
memasuki daerah proses diharuskan mengenakan topi pengaman agar
terlindung dari kemungkinan kejatuhan barang – barang dari atas.
4. Karena sifat alami dari steam yang sangat berbahaya, maka harus
disediakan kacamata tahan uap, masker penutup wajah, dan sarung tangan
Utilitas VIII- 1
Pra Rencana Pabrik Ethylne Dichloride
BAB VIII
UTILITAS
Pada pabrik Benzaldehide ini diadakan suatu unit pembantu,yaitu unit utilitas sebagai unit yang berfungsi untuk menyediakan bahan maupun tenaga pembantu sehingga membantu kelancaran operasi dari pabrik.
Utilitas yang terdapat dalam pabrik benzaldehide meliputi beberapa unit yaitu : 1. Unit Penyediaan Steam
2. Unit Penyediaan Air 3. U nit Penyediaan Listrik 4. Unit Penyediaan Bahan Bakar 5. Unit Pengolahan Limbah 6. Unit Penyediaan oli
VIII.1. Unit Penyediaan Steam
Steam pada pabrik benzaldehide digunakan untuk proses Sterilisasi, pemanas Heat Exchanger dan Reaktor.
Jumlah steam yang dibutuhkan dalam pabrik ini :
No Nama Alat Steam ( lb / jam )
1 Vaporizer 2 Heater 3 Heater 4 Heater 5 Reboiler
Total
Total kebutuhan steam = lb/jam
Untuk faktor keamanan dari kebocoran-kebocoran yang terjadi, maka diren-canakan steam yang dihasilkan 20% lebih besar dari kebutuhan steam total :
= x = lb/jam
Direncanakan boiler menghasilkan steam jenuh pada tekanan :
Tekanan = kPa = psia
Suhu = oF = oC
366.6656 12587.4966
1991.0569 362.7679 118.1462
1112 600
260.3942
1.2 33999.1976 40799.0371
158.8 23.0318
808.1310 27742.8425
33999.1976
33999.1976
4388.2894 799.5405
Menghitung kebutuhan bahan bakar :
mf = ms ( h - hf )x ( Severn, W.H, hal. 142 )
eb . F
Keterangan :
mf = massa bahan bakar yang dipakai, lb / jam. ms = massa steam yang dihasilkan, lb / jam hv = enthalpy uap yang dihasilkan, Btu / lb. hf = enthalpy liquida masuk, Btu / lb.
eb = effisiensi boiler = 60 - 85% ditetapkan eb = 70% F = nilai kalor bahan bakar, Btu / lb
Boiler dipakai untuk menghasilkan steam jenuh bertekanan kPa
dan pada suhu oC
hv = kJ / kg = Btu / lb ( Steam table )
hf = kJ / kg = Btu / lb ( Steam table )
eb = ( diambil effisiensi tengah )
F = nilai kalor bahan bakar 600
2755.5 1184.865
670.423 288.28189
70
158.84
Digunakan bahan bakar diesel oil 12,6o API, sulfur 0,84%, sg 0,98 gr/cc
didapat density lb/ft3 = lb/gal (Perry 7ed tab. 27-6) Maka :
F = Btu /gal (Perry 7ed fig. 27-3)
= Btu/lb
mf = ms ( h - hf ) x ( Severn, W.H, hal. 142 ) eb . F
= ( - ) x
x
= lb/jam
= lb/hari
100
70 18707.597
2793.344 67040.26
61.18 8.1784958
153000 18707.6
100
40799.04 1184.865 288.28
Jadi diesel oil yang dibakar sebesar = lb/hari
Menghitung Power Boiler :
hp = ( Severn, W.H,pers. 172 hal. 140 )
x dimana :
Angka-angka 970,3 dan 34,5 adalah suatu peyesuaian pada penguapan
34,5 lb air / jam dari air pada 212oF menjadi uap kering pada 212oF pada tekanan 1 atm, untuk kon disi demikian diperlukan enthalpy penguapan sebesar 970,3 Btu / lb.
ms ( h - hf )
970.3 34.5
Utilitas VIII- 3
Pra Rencana Pabrik Ethylne Dichloride
hp = ( - ) = hp
x
Penentuan Heating Surface Boiler :
Untuk 1 hp boiler = 10 ft2 heating surface. ( Severn, hal 126 )
Total heating surface = 10 x = ft2
54.6368112
970.3 34.5
54.637 546.36811
40799.04 1184.865 288.28
Kapasitas Boiler :
Q = ms ( h - hf ) ( Severn, W.H,pers. 171 )
= ( - )
= Btu/jam
40799.04 1184.865 288.28
1000 36579.73
1000
Faktor Evaporasi = h - hf ( Severn, W.H,pers. 173 )
970.3
= 1184.865 - 288.28
970.3
= 0.9240267
Air yang dibutuhkan = Jumlah steam yang dibutuhkan
=
= lb / jam
= kg / jam
Densitas air pada 30 oC = kg / m3 (Badger, App 9, hal 733)
Volume air = kg / jam
kg / m3
= m3 / jam
= m3 / hari
993.5314
20.158121
483.79491 40799.037 0.9240267 44153.526 20027.726
993.5314 20027.726
Spesifikasi :
Nama alat : Boiler
Tekanan steam : kPa
Suhu steam : oC
Type : Fire tube boiler, medium low pressure
Heating Surface : ft2
Kapasitas boiler : Btu / jam
Rate steam : lb / jam
Effisiensi :
Power : hp
Bahan bakar : Diesel oil 12,6o API
Rate bahan bakar : lb / jam
Jumlah : 1 buah
36579.728 40799.037
70% 54.636811
2793.3441 158.8
600
546.36811
VIII.2. Unit Penyediaan Air
Air di dalam pabrik memegang peranan penting dan harus meme-nuhi persyaratan tertentu yang disesuaikan dengan masing-masing keperluan di dalam pabrik. Penyediaan air untuk pabrik ini direncanakan dari air sungai.
Air sungai sebelum masuk ke dalam bak penampung, dilakukan penyaringan terlebiih dahulu dengan maksud untuk menghilangkan kot oran-kotoran yang bersifat makro dengan jalan memasang sekat-sekat kayu agar kotoran-kotoran tersebut terhalang dan tidak ikut masuk ke dalam tang-ki penampung ( resevoir ). Dari tangtang-ki penampung kemudian dilakukan pengo-lahan ( dalam unit water treatment ). Untuk menghemat pemakaian air maka diadakan sirkulasi.
Air di dalam pabrik ini dipakai untuk : 1 Air sanitasi.
2 Air umpan boiler. 3 Air proses.
VIII.2.1. Air Sanitasi
Air sanitasi untuk ke perluan minum, masak, c uci, mandi, da n lain-lain. Pada umumnya air sanitasi harus memenuhi syarat kualitas yang terdiri dari : a. Syarat fisik.
Utilitas VIII- 5
Pra Rencana Pabrik Ethylne Dichloride
c. Syarat mikroor ganisme ( bakteriologi )
Tidak mengandung kuman maupun bakteri terutama bakteri patogen. Kebutuhan air sanitasi untuk pa brik ini adalah untuk :
- Karyawan, asumsi kebutuhan air untuk ka ryawan = 27 liter / hari per orang = 27 liter / hari per orang x = m3 / hari
- Keperluan laboratorium = m3 / hari
- Untuk menyiram kebun dan kebersihan pabrik = m3 / hari
- Cadangan dan lain-lain = m3 / hari
Total kebutuhan air sanitasi = m3 / hari
2.214 20 10 8 40.214 82
VIII.2.2. Air Proses
Kebutuhan air proses untuk pa brik :
No Nama Alat Kode Alat Air ( kg / hari ) Air ( lb / hari )
1 Pelarut scrubbe D-220 2140.4423 4717.534829
Total kebutuhan air proses = lb/hari
= cuft/jam
Jadi total kebutuhan air proses = m3/jam
= m3/hari
4717.5348 75.56519
2.1158253
50.779808
VIII.2.3. Air Umpan Boiler
Air ini digunakan untuk menghasilkan steamdi dalam boiler. Air umpan boiler harus memenuhi persyaratan yang sangat ketat, ka rena kelangsungan ope rasi boiler sangat tergantung pada kondisi air umpannya.
Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain :
a. Bebas dari zat penyebab korosi seperti asam dan gas-gas terlarut. b. Bebas dari zat penyebab kerak yang disebabkan oleh kesadahan yang
tinggi, yang biasanya berupa garam-garam karbonat dan silika.
Kesadahan maksimum ppm
c. Bebas dari zat peyebab timbulnya buih ( busa ) seperti zat-zat orga-nik, a norganik da n minyak.
d. Kandungan logam dan impuritis seminimal mungkin. 550
Dianggap ke hilangan air kondesat =
maka air yang ditambahkan sebagai make up water adalah :
= x
= 96.75898 m3 / hari
20%
0.2 483.7949
VIII.3. Unit Pengolahan Air ( Water Treatment )
Air untuk ke perluan industri harus terbebas dari kontaminan-konta-minan yang merupakan faktor penyebab terbentuknya endapan, korosi pada logam, kerusakan pada struktur bahan pada menara pendingin,serta memben-tuk buih.Unmemben-tuk mengatasi masalah ini maka dari sumber air tetap memerlukan pengolahan sebelum dipergunakan.
Proses Pengolahan Air Sungai :
Air sungai dipompakan ke bak pe nampung yg terlebih dahulu dilaku-kan penyaringan dengan cara memasang serat kayu agar kotoran bersifat ma-kro akan terhalang dan tidak ikut masuk dalam bak koagulasi.Selanjutnya air sungai dipompakan ke bak pengendapan.Pada bak pengendapan ini kotoran-kotoran akan mengendap membentuk flok-flok yang sebelumnya pada koagu-lasi diberikan koa gulan Al2(SO4)3
Air bersih kemudian pada bak air jernih yang selanjutnya dilewatkan sand filter untuk menyaring kot oran yang masih terikat oleh air.Air yg keluar ditampung ke bak pe nampung air bersih. Air yang sudah ditampung dipompa-kan ke bak penampung air sanitasi dengan penambahan kaporit untuk membe-baskan dari kuman. Maka air selanjutnya dapat dimanfaatkan sesuai kebutu-han. Dari perincian di atas, dapat disimpulkan kebutuhan air dalam pabrik :
- Air umpan boiler = m3 / hari
- Air proses = m3 / hari
- Air sanitasi = m3 / hari +
Total = m3 / hari → 574.8 m3 / hari
50.7798
40.214
574.78872 483.7949
Total air yang harus disupply dari water treatment = m3 / hari Kehilangan akibat jalur pipa dalam perjalanan, untuk faktor keamanan maka direncanakan kebutuhan air sungai 20% lebih besar :
= x kebutuhan normal = 1.2 x
= m3 / hari
= m3 / jam
= kg / jam
1.2
28.73943578 28553.532
574.7887
574.78872
Utilitas VIII- 7
Pra Rencana Pabrik Ethylne Dichloride VIII.3.1. Spesifikasi Peralatan Pengolahan Air
1. Bak Penampung Air Sungai
Fungsi : Menampung air sungai sebelum diproses menjadi air bersih. Bak berbentuk persegi panjang, terbuat dari beton.
Rate volumetrik : m3 / jam = m3 / jam
Ditentukan : Waktu tinggal = 1 hari
Volume air total : m3
Dimisalkan : Panjang = Lebar = 2 x m
Tinggi = x m
28.739436 689.7
689.74646
Volume bak penampung ( direncanakan 80% terisi air ) :
= /
= m3
Volume bak penampung = 2 p x 2 l x t
= 2 X x 2 X x 1 X
= 4 X3
X = m
Panjang = 2 X m = 2 x = m
Lebar = 2 X m = 2 x = m
Tinggi = 1 X m = 1 x = m
Check volume :
Volume bak = p x l x t
= x x
= m3 = m3 ( memenuhi )
11.992 11.992 5.996
862.183 862.183
5.996 11.992
5.996 11.992
5.996
689.7465 80%
862.183
862.1831
862.1831
5.996
5.996
Spesifikasi :
Fungsi : Menampung air sungai sebelum diproses menjadi air bersih.
Kapasitas : m3
Bentuk : Empat persegi panjang terbuka.
Ukuran : Panjang = m
Lebar = m
Tinggi = m
Bahan konstruksi : Beton
Jumlah : 1 buah
862.183
2. Tangki Koagulasi
Fungsi : Tempat terjadinya koa gulasi dengan penambahan Al2(SO4)3 untuk
destabilisasi kotoran dalam air yang tidak dikehendaki. Bak tuk lingkaran yang terbuat dari beton dan dilengkapi pengaduk.
Perhitungan :
Rate volumetrik = m3/jam = liter / jam
Dosis Alum = 20 mg / liter
Kebutuhan Alum = 20 x = mg / jam