ABSTRACT
Rating the performance of many companies at this time do to get the right investment choices, and safe for the investors. In addition, the performance assessment also aims to describe the financial situation of an enterprise so that companies now are required to be able to create a value for the shareholders.
PT. Tambang Batubara Bukit Asam, Tbk (PTBA) is a mining company in Indonesia which was established since 1919. This research is done in the PTBA the period 2006-2008 which aims to see the company using the method of EVA (Economic Value Added) as a basis for investment decisions for investors.
Results on the calculation of the value of EVA PT. Tambang Batubara Bukit Asam, Tbk years 2006 and 2007 amounted to (Rp.17.431, 84) (in millions of rupiah) and (Rp.508.202, 40) (in million rupiah). This indicates the existence of destroyed value by the company. While the EVA in the year 2008 amounted to Rp.4.680.275, 83 (in millions of rupiah). Although in 2008 the company succeeded in making the creation of value, but for the year 2008 is going global crisis that caused a negative market value, giving benefits to the value of EVA companies. So that investment decisions of PTBA is not feasible because the company is not able to provide prosperity for the stakeholders.
viii Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK
Penilaian kinerja perusahaan saat ini banyak dilakukan guna mendapatkan pilihan investasi yang tepat dan aman bagi para investor. Selain itu, penilaian kinerja juga bertujuan untuk menggambarkan keadaan financial dari suatu perusahaan sehingga perusahaan sekarang dituntut untuk dapat menciptakan suatu nilai (value) bagi shareholders.
PT. Tambang Batubara Bukit Asam, Tbk (PTBA) merupakan salah satu perusahaan pertambangan di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1919. Penelitian ini dilakukan pada PTBA periode 2006-2008 yang bertujuan untuk melihat keadaan perusahaan dengan menggunakan metode EVA (Economic Value Added) sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan investasi bagi para investor.
Hasil perhitungan nilai EVA pada PT. Tambang Batubara Bukit Asam, Tbk tahun 2006 dan 2007 adalah sebesar (Rp.17.431,84) (dalam jutaan rupiah) dan (Rp.508.202,40) (dalam jutaan rupiah). Hal ini menunjukkan adanya destroyed value (penghancuran nilai) oleh perusahaan. Sedangkan EVA pada tahun 2008 adalah sebesar Rp.4.680.275,83 (dalam jutaan rupiah). Walaupun pada tahun 2008 perusahaan berhasil melakukan penciptaan nilai, namun untuk tahun 2008 tersebut sedang terjadi krisis global yang menyebabkan nilai pasar negatif sehingga memberikan manfaat bagi nilai EVA perusahaan. Sehingga keputusan investasi terhadap PTBA adalah tidak layak karena perusahaan ini tidak mampu memberikan kemakmuran bagi pemegang sahamnya.
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
ABSTRACT ... vii
ABSTRAK ... viii
DAFTAR ISI ... ix
DAFTAR GAMBAR ... xii
DAFTAR TABEL ... xiii
DAFTAR LAMPIRAN ... xiv
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Identifikasi Masalah ... 6
1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian ... 6
1.4 Kegunaan Penelitian ... 7
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Kajian Pustaka ... 9
2.1.1 EVA (Economic Value Added).. .. ... 9
2.1.1.1 Sejarah Munculnya Konsep EVA ... 9
2.1.1.2 Definisi EVA ... 10
2.1.1.3 Alasan Penggunaan EVA Sebagai Alat Ukur Kinerja keuangan ... 12
2.1.1.4 Manfaat EVA ... 15
2.1.1.5 Prinsip Dalam Peningkatan Nilai EVA ... 16
x Universitas Kristen Maranatha
2.1.1.7 Kelemahan EVA ... 17
2.1.1.8 Tolok Ukur Metode EVA ... 19
2.1.2 Langkah-Langkah Dalam Menentukan EVA ... 20
2.1.2.1 Menghitung NOPAT ... 21
2.1.2.2 Mengidentifikasi Invested Capital ... 22
2.1.2.3 Menentukan Capital Cost Rate (WACC) yang wajar ... 22
2.1.2.4 Menghitung EVA perusahaan ... 27
2.1.3 Investasi ... 27
2.1.3.1 Definisi Investasi ... 27
2.1.3.2 Bentuk Investasi ... 28
2.1.3.3 Tipe-Tipe Investasi... 29
2.2 Kerangka Pemikiran ... 29
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian ... 32
3.1.1 Sejarah Perusahaan... 32
3.1.2 Filosofi Perusahaan ... 34
3.1.3 Unit Bisnis ... 35
3.1.4 Struktur Organisasi ... 35
3.1.5 Tata Kelola Perusahaan ... 36
3.2 Jenis Penelitian ... 38
3.3 Teknik Pengumpulan Data ... 39
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian ... 41
4.2 Pembahasan ... 61
4.2.1 Analisis Terhadap Penilaian Kinerja PT. Tambang Batubara Bukit Asam, Tbk Menggunakan Metode EVA ... 61
4.2.2 Analisis Terhadap Keputusan Investasi Bagi PT. Tambang Batubara Bukit Asam, Tbk ... 64
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan ... 66
5.2 Saran ... 68
DAFTAR PUSTAKA ... 69
LAMPIRAN ... 71
xii Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1 Tolok Ukur EVA ... 19
Tabel 3.1 Tonggak-tonggak Bersejarah PTBA ... 33
Tabel 4.1 Hasil Perhitungan NOPAT ... 42
Tabel 4.2 Hasil Perhitungan WCR ... 45
Tabel 4.3 Hasil Perhitungan Invested Capital ... 45
Tabel 4.4 Hasil Perhitungan Kd ... 48
Tabel 4.5 Hasil Perhitungan Rf ... 52
Tabel 4.6 Hasil Perhitungan Beta (β) ... 53
Tabel 4.7 Hasil Perhitungan Rm ... 54
Tabel 4.8 Hasil Perhitungan Ks ... 55
Tabel 4.9 Hasil Perhitungan Proporsi Ekuitas PTBA ... 56
Tabel 4.10 Hasil Perhitungan Proporsi Hutang PTBA ... 57
Tabel 4.11 Hasil Perhitungan WACC ... 58
Tabel 4.12 Hasil Perhitungan Capital Charges ... 59
xiv Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman Lampiran A Laporan Keuangan PTBA ... 71
Lampiran B Data IHSG, Closing Price PTBA dan SBI ... 78 Lampiran C Hasil Perhitungan Data ... 81
BAB I PENDAHULUAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada pertengahan tahun 2008, negara Amerika Serikat mengalami goncangan
yang sangat kuat akibat krisis financial yang menimpa negara tersebut. Krisis
tersebut disebabkan oleh kejadian beberapa tahun lalu melalui kebijakan pemerintah
AS dalam mengucurkan sejumlah dana yang akan digunakan sebagai fasilitas kredit
perumahan bagi warganya guna memenuhi keinginan warganya untuk memiliki
rumah. Kemudian pemerintah AS memberikan kredit perumahan bagi warganya
dengan tingkat suku bunga yang rendah. Namun selang waktu beberapa tahun, warga
AS mengalami kesulitan dalam pembayaran atas kredit yang telah diberikan tersebut
sehingga menyebabkan terjadinya kredit macet. Bermula dari kredit macet tersebut,
maka keuangan di AS mengalami goncangan yang terbukti dengan bangkrutnya
Lehman Brothers yang merupakan perusahaan sekuritas yang telah berusia 158 tahun
milik Yahudi. Pada saat terjadinya krisis global terdapat beberapa sektor yang
terkena imbasnya langsung salah satunya seperti sektor pertambangan. Hal ini dapat
dilihat dari beberapa perusahaan pertambangan yang listing di BEI yang harga
sahamnya mengalami penurunan karena banyaknya investor yang panik dan
melakukan panic selling atas saham yang dimilikinya.
Dalam keadaan krisis tersebut, walaupun investasi di sektor pertambangan
mengalami penurunan yang ditandai dengan penurunan harga saham yang drastis
khususnya di sektor pertambangan, namun sektor pertambangan tetap merupakan
andalan sumber penerimaan bagi negara. Di sepanjang sejarah sektor pertambangan,
BAB I PENDAHULUAN 2
Universitas Kristen Maranatha pangsa sektor pertambangan memberikan sumbangan yang tertinggi karena pada saat
itu Indonesia mengalami oil boom dengan adanya kenaikan produksi pertambangan,
khususnya migas dan juga diikuti dengan tingginya harga minyak internasional.
Setelah era oil boom sampai dengan saat ini, pangsa dan pertumbuhan sektor
pertambangan khususnya migas cenderung menurun, sementara konsumsi energi
dalam negeri terus mengalami kenaikan. Sehingga ketergantungan terhadap impor
juga cenderung meningkat. Meskipun demikian, sektor non migas justru mengalami
peningkatan secara perlahan bahkan cukup potensial untuk meningkatkan kinerja
sektor pertambangan secara umum. ( http://jurnal-ekonomi.org).
Dikarenakan sektor pertambangan merupakan sektor yang penting dalam
perekonomian negara Indonesia maka dikhawatirkan akan mengalami kesulitan
dalam mempertahankan kelangsungannya dalam jangka panjang apabila tidak
adanya investasi baru yang berperan bagi sektor pertambangan tersebut untuk
melakukan eksplorasi dan penemuan baru. Karena apabila tanpa eksplorasi dan
penemuan beberapa tahun ke depan dikhawatirkan produksi akan mengalami
penurunan. Oleh karena itu sumber investasi bagi sektor pertambangan sangat
penting dilakukan mengingat peranannya yang penting dalam menyumbang
pertumbuhan ekonomi Indonesia dan sebagai sumber energi di Indonesia.
Di negara Indonesia sendiri terdapat beberapa perusahaan pertambangan yang
telah berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi negara Indonesia yang salah satunya
adalah PT. Tambang Batubara Bukit Asam, tbk. Walaupun seperti yang telah
diketahui bahwa banyak terdapat perusahaan pertambangan besar di Indonesia, PT.
Tambang Batubara Bukit Asam, tbk juga telah membuktikan kinerja perusahaannya
BAB I PENDAHULUAN 3
telah menunjukkan angka produksi dan penjualan yang sangat fantastis di sepanjang
sejarah perusahaan tersebut berdiri. Perusahaan yang memulai operasional
penambangannya sejak tahun 1919 ini telah menunjukkan bahwa masih banyak
sekali kekayaan alam di Indonesia ini yang perlu diolah dengan baik untuk
kepentingan negara dan masyarakat tentunya. Oleh sebab itu, sangatlah penting
partisipasi para investor untuk menanamkan dananya guna eksplorasi dan
penemuan-penemuan tambang baru sehingga kekayaan alam di negara kita ini dapat
dimanfaatkan sebaik-baiknya guna mensejahterakan kepentingan masyarakat.
Dengan perkembangan di sektor pertambangan yang sangat pesat namun minat
investasi di sektor tersebut masihlah sangat minim. Iklim investasi di sektor
pertambangan di Indonesia hingga saat ini masih sarat dengan hambatan untuk
berinvestasi. Akibatnya investasi di sektor pertambangan tidak meningkat secara
signifikan meskipun kemampuan finansial dari perusahaan itu relatif bertambah
besar karena tingginya harga produk mineral. (www2.kompas.com).
Hambatan-hambatan investasi tersebut dapat disebabkan oleh adanya kebijakan pemerintah atas
sektor pertambangan maupun adanya kebijakan otonomi daerah tidak memberikan
izin untuk dilakukan penambangan di daerah tersebut karena dikhawatirkan merusak
alam maupun hambatan dalam kebijakan pajak.
Untuk menarik minat investor tersebut untuk berinvestasi di sektor
pertambangan maka sangatlah perlu melakukan suatu penilaian kinerja bagi
perusahaan-perusahaan di sektor tersebut. Dengan adanya penilaian kinerja tersebut
akan membantu para investor dalam mempertimbangkan layak atau tidaknya sektor
pertambangan sebagai pilihan investasi bagi investor. Penilaian kinerja perusahaan
BAB I PENDAHULUAN 4
Universitas Kristen Maranatha keuangan, namun ada keterbatasan karena analisis rasio keuangan kurang dapat
menggambarkan kinerja suatu perusahaan yang disebabkan karena analisis rasio
keuangan hanya menghitung kinerja perusahaan namun tidak memperhitungkan cost
of capital yang dikeluarkan oleh perusahaan sehingga tidak menggambarkan kinerja
perusahaan secara keseluruhan. Dan penilaian dengan menggunakan rasio keuangan
sangatlah bergantung pada metode akuntasi yang digunakan dalam menyusun
laporan keuangan perusahaan. Sehingga terkadang kinerja perusahaan terlihat
meningkat namun sebenarnya kinerja perusahaan tidak mengalami peningkatan.
Metode EVA (Economic Value Added) merupakan salah satu alternatif lain dalam
penilaian kinerja perusahaan yang melakukan penilaian terhadap perusahaan dari
segi kemampuan suatu perusahaan untuk menciptakan suatu nilai tambah bagi
perusahaannya sendiri. Dalam kegiatan ekonomi para pelaku bisnis memiliki
kepentingan yang berbeda sehingga dibutuhkan bagi perusahaan sendiri agar dapat
mencapai tujuannya dan diharapkan dapat menciptakan kemakmuran bagi para
pelaku bisnis tersebut. EVA (Economic Value Added) yang merupakan pergeseran
dari konsep Residual Income (RI). EVA diperkenalkan oleh Stern Steward
Management Service yang merupakan perusahaan konsultan di Amerika. EVA
sebagai metode pengukuran kinerja keuangan kontemporer yang banyak mendapat
sambutan positif. (http://lib.feb.ugm.ac.id). Sambutan positif terhadap metode EVA
tersebut, dikarenakan adanya keunggulan penilaian dibandingkan dengan
metode-metode penilaian kinerja tradisional seperti ROI, ROA yang tidak memperhitungkan
adanya biaya modal (cost of capital) yang telah dikeluarkan oleh perusahaan.
BAB I PENDAHULUAN 5
tersebut di dalam analisis kinerjanya. Oleh karena itu, metode EVA dianggap lebih
tepat dalam menggambarkan kinerja suatu perusahaan.
Menurut Tunggal (2001:2), EVA merupakan suatu tolak ukur yang berbasis
nilai. EVA merupakan suatu tolak ukur yang menggambarkan jumlah absolut dari
pemegang saham (shareholder value) yang diciptakan (created) atau dirusak
(destroyed) pada suatu periode tertentu, biasanya setahun. EVA yang positif
menunjukkan penciptaan nilai (value creation) sedangkan EVA yang negatif
menunjukkan penghancuran nilai (value destruction). Nilai tambah di dalam suatu
perusahaan secara keseluruhan sangatlah penting dalam penetapan keputusan strategi
perusahaan maupun dalam hal investasi yang berperan sebagai pedoman bagi para
investor.
Oleh karena itu, dengan penilaian kinerja perusahaan menggunakan metode
EVA tersebut diharapkan dapat memberikan masukan bagi para investor untuk
melakukan investasi terhadap perusahaan khususnya sektor pertambangan yang
merupakan sektor yang berkontribusi besar terhadap negara. Dengan adanya
investasi oleh para investor tersebut sehingga dapat meningkatkan produktivitas
perusahaan yang kemudian disusul dengan penciptaan nilai tambah perusahaan yang
dapat menguntungkan bagi pemegang sahamnya. Secara sederhana tujuan dari
investasi adalah untuk memaksimalkan kemakmuran dengan cara memaksimalkan
keuntungan, dan investor selalu berusaha menanamkan dana pada investasi yang
relatif aman dan memberikan return yang tinggi bagi investor. Sedangkan dengan
menurunnya return perusahaan tersebut maka kepercayaan investor akan kinerja
BAB I PENDAHULUAN 6
Universitas Kristen Maranatha Sebab dari itu, penulis berkeinginan untuk melakukan penelitian guna untuk
menganalisis kinerja suatu perusahaan pertambangan guna mengetahui kelayakan
investasi terhadap perusahaan tersebut dengan menggunakan metode EVA yang
berguna dalam menciptakan nilai tambah terhadap para pemegang sahamnya.
Sehingga penulis mengangkat topik tersebut ke dalam sebuah penelitian yang
berjudul “ Analisis Kinerja PT. Tambang Batubara Bukit Asam, Tbk dengan
Menggunakan Metode EVA (Economic Value Added) Periode 2006-2008”.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut, penulis ingin mengetahui
dan memahami lebih lanjut secara mendalam mengenai Analisis kinerja PT.
Tambang Batubara Bukit Asam, Tbk dengan menggunakan metode EVA (Economic
Value Added) periode 2006-2008. Oleh karena itu, perumusan masalah dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana kinerja PT. Tambang Batubara Bukit Asam, Tbk dengan
menggunakan metode EVA periode 2006-2008 ?
2. Bagaimana keputusan investasi terhadap PT. Tambang Batubara Bukit
Asam, Tbk berdasarkan hasil analisis menggunakan metode EVA ?
1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian
Adapun maksud dari penelitian ini adalah mengumpulkan data dan informasi
yang relevan terhadap masalah yang akan diidentifikasi kemudian dilakukan analisis
BAB I PENDAHULUAN 7
memenuhi salah satu syarat dalam menempuh ujian sarjana di Fakultas Ekonomi
jurusan Manajemen Universitas Kristen Maranatha, Bandung.
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui kinerja PT. Tambang Batubara Bukit Asam, Tbk
dengan menggunakan metode EVA periode 2006-2008.
2. Untuk mengetahui keputusan kelayakan investasi pada PT. Tambang
Batubara Bukit Asam, Tbk.
1.4 Kegunaan Penelitian
Penelitian ini dimaksudkan dapat berguna bagi beberapa pihak, yaitu:
1. Bagi perusahaan
Penelitian ini diharapkan dapat menilai kinerja PT. Tambang Batubara
Bukit Asam, Tbk sehingga dapat mendorong perusahaan untuk dapat
meningkatkan lagi kinerjanya untuk lebih baik dan memanfaatkan
kekayaan alam di Indonesia guna kesejahteraan masyarakat umum.
2. Bagi investor
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi para investor
untuk berinvestasi di perusahaan pertambangan yang berpotensi untuk
memberikan kemakmuran karena di Indonesia sendiri merupakan negara
yang kaya akan hasil alamnya.
3. Bagi penulis
Penelitian ini sebagai salah satu syarat untuk menempuh sidang gelar
BAB I PENDAHULUAN 8
Universitas Kristen Maranatha pemikiran penulis dalam teori maupun praktiknya, khususnya mengenai
analisis penggunaan metode EVA (Economic Value Added).
4. Bagi pihak lain
Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pihak-pihak
lain baik dalam menambah wawasan dan pengetahuan bagi para
pembacanya sehingga berguna dan bermanfaat untuk penelitian lebih
lanjut, khususnya mengenai analisis penggunaan metode EVA (Economic
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil perhitungan penilaian kinerja PT. Tambang Batubara Bukit
Asam, Tbk menggunakan metode EVA (Economic Value Added) maka dapat ditarik
kesimpulan sebagai berikut:
1. Hasil analisis kinerja PTBA menggunakan metode EVA pada tahun 2006
sebesar (Rp.17.431,84) (dalam jutaan rupiah) menunjukkan bahwa kinerja
perusahaan pada tahun 2006 tersebut menunjukkan kinerja yang buruk
karena berdasarkan hasil perhitungan metode EVA, nilai EVA PTBA
bernilai negatif (EVA<0) yang berarti bahwa perusahaan tersebut tidak
mampu menciptakan nilai bagi perusahaannya tersebut dan tidak mampu
memberikan nilai tambah bagi pemegang sahamnya.
2. Hasil analisis kinerja PTBA pada tahun 2007 menunjukkan kinerja yang
semakin memburuk dari tahun sebelumnya yang ditunjukkan dari nilai
EVA yang dihasilkan sebesar (Rp.508.202,40) (dalam jutaan rupiah).
Dibandingkan dengan tahun sebelumnya kinerja PTBA semakin
memburuk karena nilai EVA yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan
dengan tahun 2006. Hal ini menunjukkan penurunan kinerja perusahaan
dan perusahaan tidak menciptakan nilai bagi perusahaan dan pemegang
sahamnya bahkan menghancurkan nilai (destroyed value).
3. Pada tahun 2008, nilai EVA PTBA menunjukkan nilai yang cukup
fantastis dibandingkan tahun sebelumnya karena nilai EVA PTBA pada
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 67
Universitas Kristen Maranatha bahwa EVA>0 dan menunjukkan bahwa perusahaan tersebut mampu
menciptakan nilai (created value) bagi perusahaannya dan terutama bagi
pemegang sahamnya. Dengan nilai EVA yang positif menunjukkan
bahwa perusahaan mampu memberikan kemakluran bagi pemegang
sahamnya, namun di sini harus dilakukan analisis mendalam peningkatan
kinerja perusahaan tersebut. Berdasarkan analisis nilai EVA yang
dihasilkan PTBA bukan merupakan hasil kinerja dari perusahaan tersebut
namun merupakan manfaat yang diperoleh perusahaan dari keadaan pasar
yang pada saat itu terjadi krisis global sehingga keadaan pasar yang
menurun menyebabkan cost of equity (Ks) perusahaan bernilai negatif.
Dan pada tahun 2008 tersebut laba operasional PTBA mengalami
peningkatan dan tidak harus mengeluarkan biaya modal karena Ks nya
negatif sehingga perusahaan dapat meningkatkan nilai EVA. Sehingga
berdasarkan analisis, pada tahun 2008 kinerja PTBA belum dapat
dikatakan baik.
4. Berdasarkan hasil analisis penilaian kinerja PTBA dari tahun 2006-2008
menunjukkan bahwa perusahaan tersebut belum menunjukkan kinerja
yang memuaskan karena nilai EVA yang negatif pada tahun 2006 dan
2007. Sedangkan pada tahun 2008, peningkatan kinerja perusahaan bukan
berdasarkan peningkatan kinerja yang berasal dari internal perusahaan
tersebut.
5. Keputusan investasi oleh investor pada PTBA dianggap tidak layak
dikarenakan beberapa faktor seperti nilai EVA yang dihasilkan oleh
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 68
perekonomian Negara yang mengalami dampak akibat krisis global pada
tahun 2008.
5.2 Saran
Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh penulis, maka saran yang dapat
disampaikan adalah sebagai berikut:
1. Perusahaan harus dapat meningkatkan kinerjanya dengan meningkatkan
labanya dan dapat menutupi segala biaya modal perusahaannya sehingga
perusahaan tersebut dapat memperoleh nilai tambah bagi pemegang
sahamnya dan memberikan kemakmuran bagi pemegang sahamnya.
Sehingga perusahaan tidak hanya sekedar meningkatkan laba namun tetap
memperhatikan biaya modal yang akan dikeluarkan untuk meningkatkan
laba tersebut sehingga laba yang dihasilkan oleh perusahaan dapat
menutupi biaya modal yang dikeluarkan oleh perusahaan.
2. Dalam penilaian kinerja dengan menggunakan metode EVA (Economic
Value Added) cenderung hanya sebagai tolok ukur bagi perusahaan dalam
mengukur kinerja suatu perusahaan sehingga untuk memperoleh kinerja
yang baik menggunakan metode EVA harus dilakukan strategi-strategi
yang dapat mendukung kemajuan perusahaan. Dan terkadang metode
EVA terpengaruh dengan keadaan pasar sehingga terkadang nilai yang
dihasilkan kurang valid sehingga diperlukan analisis dengan
menggunakan metode lain yang dapat berfungsi sebagai pendukung
71
Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR PUSTAKA
Brigham, Eugene dan Houston, Joel. (2006). Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Edisi
kesepuluh. Salemba Empat. Jakarta.
Dierks, Paul. A. (1997). What Is EVA, and How Can It Help Your Company.
Management Accounting Journals, page 52.
Hakim, Rahmat, Perbandingan Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Metode EVA,
ROA, Dan Pengaruhnya Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Yang
Tergabung Dalam Indeks LQ-45 di Bursa Efek Jakarta, Skripsi S1 Fakultas
Ekonomi Universitas Islam Indonesia, 2006.
http://www.bi.go.id
http://www.jurnal-ekonomi.org/2008/07/17/peta-sektor-pertambangan-di-indonesia/
pada tanggal 17 Juli 2008
http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0501/31/ekonomi/1529712.htm pada tanggal
31 Januari 2005
http://lib.feb.ugm.ac.id/ebdl/gdl42/gdl.php?mod=browse&op=read&id=pfeugm--siswantije-1094&newlang=english pada tanggal 05 Agustus 2008
http://www.ptba.co.id
http://www.yahoofinance.com
Horne, James. C dan Wachowicx, John. M. (2007). Prinsip-Prinsip Manajemen
Keuangan. Salemba Empat. Jakarta.
Husnan, Suad. (2005). Dasar-Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas. Edisi
Keempat, Penerbit AMP YKPN. Yogyakarta.
Iramani, Rr dan Erie Febrian. (2005). Financial Value Added: Suatu Paradigma Dalam
Pengukuran Kinerja Dan Nilai Tambah Perusahaan. Jurnal Akuntansi &
Keuangan, 7 (1), hal. 1-10.
72
Jusuf, Jopie. (1995). Analisis Kredit Untuk Account Officer. Gramedia Pustaka Umum.
Jakarta.
Munawir. (1998). Analisa Laporan Keuangan. Liberty Yogyakarta. Yogyakarta.
Prabowo, Hartiwi. (2004). Penerapan Economic Value Added Untuk Memaksimalkan
Nilai Perusahaan: Studi Kasus PT XYZ. Journals The Winners, 5 (1), hal. 19-33.
Savarese, Craig. (2000). Economic Value Added: The practitioner’s guide to a
measurement and management framework. Australian Print Group. Australia.
Suliyanto. (2005). Metode Riset Bisnis. Andi Yogyakarta. Yogyakarta.
Sundjaja, Ridwan S. Dan Barlian, Inge. (2003). Manajemen Keuangan 1. Edisi kelima.
Intan Sejati. Klaten.
Robert N. Anthony & Vijay Gondarajan.(2002). Sistem Pengendalian Manajemen. Edisi
Pertama. Salemba Empat. Jakarta.
Utomo, Lisa Linawati. (1999). Economic Value Added Sebagai Ukuran Keberhasilan
Kinerja Manajemen Perusahaan. Jurnal Akuntansi & Keuangan, 1 (1), hal. 28-42.
Wibisono, Dermawan. (2000). Riset Bisnis. Edisi Pertama. BPFE Yogyakarta.
Yogyakarta.
Widjaja, Amin Tunggal. (2001). Economic Value Added/ EVA Teori, Soal, dan Kasus.