commit to user
44
BAB IV
KONSEP KREATIF DAN PERANCANGAN MEDIA
A. Metode Perancangan
Museum Gunung Api Merapi merupakan sebuah Museum edukatif yang khusus untuk mempelajari vulkanologi dan kegunungapian. Sebenarnya Museum Gunung Api Merapi yang terletak di bagian utara Kabupaten Sleman ini sangat menarik, namun sangat disayangkan melihat kondisi museum yang sepi akan pengunjung. Kesadaran pelajar yang seharusnya sadar akan pendidikan kegunung apian mengingat wilayah Sleman merupakan daerah rawan bencana Guung Merapi, seakan tidak peduli dengan keadaan Museum Gunung Merapi.
Untuk itu, diperlukan sebuah strategi sosialisasi yang menarik sehingga minat dan kesadaran pelajar di Yogyakarta akan pendidikan vulkanologi lebih meningkat.
Skema urutan pelaksanaan perancangan, yaitu :
Bagan 4.1. Skema Urutan Pelaksanaan Perancangan
commit to user
1. Pengumpulan data perusahaan serta data produk melalui wawancara dan observasi secara langsung untuk mengetahui informasi perusahaan dan karakter produk sebagai pedoman untuk menentukan tema, tujuan media dan tujuan kratif.
2. Mencari permasalahan dengan menggunakan analisi SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, Threat) untuk menentukan kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman produk.
3. Menentukan Unique Selling Proposition (USP) dan Positioning yang sesuai dengan target audience.
4. Identifikasi Target Market dan Target Audiens.
5. Merancang strategi kreatif.
6. Merancangan konsep penyajian website dan kegiatan studi wisata yang mampu menarik perhatian target audiens.
7. Menetapkan media yang sesuai dengan karakteristik Target Market dan Target Audiens.
8. Merencanakan anggaran yang diperlukan dalam pembuatan media promosi website dan media pendukung untuk Museum Gunung Api Merapi.
Dengan sistematika diatas, maka akan diperoleh perancangan yang tepat sasaran, komunikatif, efisien dan kreatif dalam pelaksanaan perancangan strategi sosialisasi Museum Gunung Api Merapi dengan website sebagai media sosialisasi utama.
commit to user
B. Target Market dan Target Audience
Target Market adalah pengguna dari produk/jasa yang dijabarkan dengan data statistik khusunya data demografi dan geografi. Target Audience adalah faktor pengaruh yang dijabarkan dengan data psikologi. Adapun Target Market dan Target Audience pada perancangan sosialisasi Museum Gunung Api Merapi adalah sebagai berikut :
1. Target Market
1.1. Segmen Demografi
1) Kelompok usia : 12-18 tahun
2) Jenis kelamin : laki-laki dan perempuan 3) Agama : semua agama
4) Ekonomi : semua kalangan 1.2. Segmen Geografi
Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
2. Target Audience
Dilihat dari segmen psikografi, Target Audiens Museum Gunung Api Merapi ialah para pelajar di Yogyakarta yang tinggal di sisi selatan Gunung Merapi, untuk lebih memperkaya informasi dan pengetahuan tentang Gunung Merapi.
commit to user
C. Strategi Pelaksanaan Program Sosialisasi
Dalam kegiatan sosialisasi Museum Gunung Api Merapi ada proses pelaksanaan program sosialisasi yang akan dilakukan. Dalam proses sosialisasi ini dibagi menjadi tiga tahapan, antara lain:
1. Pengenalan Museum Gunung Merapi.
2. Mempresentasikan Fasilitas Museum dalam bentuk website.
3. Pelaksanaan kegiatan studi wisata yang telah diprogramkan oleh sekolah yang bersangkutan.
D. Konsep Kreatif
Kreatif merupakan sebuah kata yang sangat lekat dari dunia desain.
Kreatif sangat dibutuhkan oleh desainer untuk menghasilkan konsep-konsep yang tidak seragam. Di dalam konsep kreatif dibutuhkan suatu perancangan yang matang mengenai gaya desain dan apa yang disampaikan kepada calon konsumen sehingga dapat menghasilkan rancangan karya yang dapat mengkomunikasikan maksud secara efektif. Rancangan awal untuk materi iklan terdapat pada tata letak dan lay out, sketsa desain dan sebagainya. Sedangkan untuk pesan dapat disampaikan dengan beberapa pendekatan komunikasi seperti pendekatan emosional, pendekatan rasional, pendekatan atistik, dan pendekatan kreatif.
Perencanaan sosialisasi Museum Gunung Api Merapi ini menggunakan pendekatan rasional dengan menggunakan kalimat/bahasa yang lebih menarik sehingga mampu membangkitkan rasa untuk mengetahui lebih lanjut dan pendekatan artistik yang dituangkan dalam website yang akan dibuat. Pendekatan
commit to user
artistik merupakan pendekatan komunikasi melalui daya tarik seni serta menampilkan visual yang menarik perhatian dengan tetap memperhatikan landasan-landasan teori yang ada. Tujuan dari sosialisasi Museum Gunung Api Merapi melalui website ini adalah memunculkan brand image kepada masyarakat dan pelajar pada khususnya bahwa mempelajari Gunung Merapi dan melihat koleksi yag ada di Museum Gunung Api Merapi sangat menyenangkan.
Bentuk pesan yang akan digunakan dalam sosialisasi ini ada 2, yaitu : 1. Pesan Verbal
Terdiri dari judul (headline) yang merupakan keutamaan dari pesan ingin disampaikan berupa kalimat persuasif, teks (bodycopy) yang jelas dan tidak bertele-tele sehingga mudah dimengerti oleh calon konsumen.
2. Pesan Non-verbal
Merupakan pendukung dari pesan, antara lain ilustrasi berupa foto produk yang berfungsi untuk memperjelas atau menerangkan teks atau pesan sekaligus sebagai penghias atau daya tarik, tipografi yang sesuai dengan tema, suasana, sifat pesan yang akan disampaikan, warna yang menimbulkan kesan unik dan nyaman dipandang. Serta lay out yang akan menciptakan daya persuasi yang baik.
E. Standar Visual
Media sosialisasi merupakan suatu cara mengkomunikasikan pesan melalui suatu media untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh pemberi pesan.
Oleh karena itu, dalam menyusun suatu pesan haruslah dipertimbangkan elemen-
commit to user
elemen pembentuk pesan dalam penyusunan pesan tersebut sehingga dapat mudah diterima dan dimengerti oleh penerima.
Di dalam kegiatan komunikasi sosialisasi Museum Gunung Api Merapi, media komunikasi visual yang menggunakan standar penggunaan, ialah :
1. Ilustrasi
Rancangan sosialisasi ini menggunakan ilustrasi berupa foto-foto profil bangunan, produk, peta serta teaser audio visual yang bersifat profesional.
2. Tipografi
Tipografi yang baik harus mengarah pada keterbacaan dan kemenarikan serta desain huruf tertentu yang dapat menciptakan karakter atau menjadi karakteristik subjek yang diiklankan.
Pemilihan dan penggunaan jenis untuk desain website ini disesuaikan dengan tema dan kondisi sifat isi pesan. Makna perencanaan tipografinya harus mempertimbangkan karakteristik huruf yang menarik perhatian, mudah dibaca dan diingat serta tidak tenggelam diantara ilustrasi. Namun khusus untuk situs web, tipografi yang digunakan harus lebih formal atau harus menggunakan tipografi standar windows supaya teks yang tampil di monitor tetap dapat terlihat di semua browser dan komputer di seluruh dunia. Sedangkan pertimbangan lain adalah keindahan serta keterbacaan yang tidak selalu ditentukan oleh kaidah baku.
Tipografi yang akan digunakan yaitu : 2.1. Helvetica
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
commit to user
a b c d e f g h I j k l m n o p q r s t u v w x y z 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0
Alasan pemilihan font ini adalah :
2.1.1. Dapat digunakan untuk penulisan isi artikel web.
2.1.2. Bentuk huruf yang sangat mudah untuk dibaca.
2.1.3. Mencerminkan karakter yang kuat, tegas dan keras 2.1.4. Memiliki kesan elegan
2.1.5. Merupakan huruf standar windows pada umumnya sehingga sangat cocok digunakan pada media web.
2.2. Letter Gothic Std
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
A b c d e f g h g I j k l m n o p q r s t u v w x y z
1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 Alasan pemilihan font :
1) Memiliki kesan elegan, indah dan tajam 2) Tingkat keterbacaan masih tinggi
3) Termasuk jenis font dekoratif sehingga cocok unruk digunakan sebagai headline
3. Warna
Secara visual, warna memiliki kekuatan yang mampu mempengaruhi citra orang yang melihatnya. Masing-masing warna mampu memberikan respon secara psikologis warna dapat menimbulkan pengaruh tertentu
commit to user
terhadap perasaan, maka harus disesuaikan dengan tujuan, tema, dan latar belakang sasaran. Perencanaan warna mencerminkan karakter produk dan mendukung image produk. Untuk itu pertimbangan warna yang akan digunakan ialah sebagai berikut :
3.1. Warna harus mencerminkan karakteristik produk atau jasa yang ditawarkan.
3.2. Warna harus mampu menjadi daya tarik utama dalam suatu promosi desain.
3.3. Warna harus mendukung penampilan media promosi dalam penyajiannya.
3.4. Warna yang digunakan harus mencerminkan identitas sebagai sebuah perusahaan yang bergerak dibidang kerajinan.
3.5. Warna pada media harus dapat menarik perhatian bagi semua orang yang melihatnya.
Pemilihan warna yang baik akan menimbulkan kesan dan iklan yang lebih menarik. Warna yang digunakan dalam sosialisasi Museum Gunung Api Merapi ialah warna yang menimbulkan kesan moderen, elegan dan warna yang berhubungan dengan Alam dan gunung berapi. Warna yang digunakan ialah hitam, silver, dan warna merah.
Filosofi dalam pemilihan warna yang akan digunakan antara lain:
3.1. Warna Hitam
Hitam adalah warna tergelap. Warna ini berasosiasi dengan kegelapan, malam, kesengsaraan, bencana, perkabungan, kebodohan, misteri, ketiadaan, dan keputusasaan. Watak dan karakter warna ini adalah menekan, tegas, mendalam, dan depresive. Hitam melambangkankesedihan, malapetaka,
commit to user
kesuraman, kemurungan, kegelapan, bahkan kematian, teror, kejahatan, keburukan, ilsmu sihir, kedurjanaan, kesalahan, kekejaman, kebusukan, rahasia, ketakutan, seksualitas, ketidakbahagiaan, penyesalan yang mendalam, amarah, duka cita.
Ketakutan anak-anak pada kegelapan sangat membekas dan terbawa sampai dewasa dalam endapan bawah sadar. Banyak istilah yang berkaitan warna hitam seperti the black hands, the black flag of piracy, black Friday, Lembah Hitam, Bisnis Hitam, dan lain-lain.
Akan tetapi, hitam juga melambangkan kekuatan formalitas, dan keagungan (elegance). Hitam memang misterius, karena hitam yang berdiri sendiri mewakili watak-watak buruk, tetapi jika dikombinasi dengan warna lain, hitam akan berubah total wataknya.
Sebagai latar belakang warna, hitam berasosiasi dengan kuat, tajam, formal, bijaksana. Hitam dipergunakan bersama-sama putih mempunyai makna kemanusiaan, resolusi, tenang, sopan, keadaan mendalam, dan kebijaksanaan. Jaksa dan hakim di persidangan memakai toga hitam dengan dasi putih sebagai lambang kebijaksanaan. Terdapat istilah 'Hitam Manis' karena hitam setelah dikombinasikan dengan warna lain akan menjadi manis.
Banyak kendaraan roda dua berwarna hitam dengan hiasan warna-warna yang tampak manis, dan ternyata paling banyak diminati.(Sadjiman, 2010:50)
3.2. Warna Abu-abu
Abu-abu adalah warna paling netral, tidak adanya kehidupan yang spesifik. Abu-abu berasosiasi dengan suasana suram, mendung, ketiadaan,
commit to user
sinar matahari secara langsung. Warna ini ada diantara putih dan hitam, sehingga berkesan ragu-ragu. Karenanya wataknya pun di antara hitam dan putih. Pengaruh emosinya berkurang dari putih, tetapi terbebas dari tekanan berat warna hitam, sehingga wataknya lebih menyenangkan, walau masih membawa watak-watak warna putih dan hitam. Putih cocok untuk latar belakang semua warna, terutama untuk warna-warna pokok merah, kuning, biru. Warna ini menyimbolkan ketenangan, kebijaksanaan, kerendahhatian, keeranian untuk mengalah, turun tahta, suasana kelabu, dan keragu-raguan.
.(Sadjiman, 2010:50)
3.3. Warna Merah
Warna merah bisa berasosiasi pada darah, api, dan juga panas.
Karakternya kuat, cepat, enerjik, semangat, gairah, marah, berani, bahaya, positif, agresif, merangsang, dan panas. Merah merupakan simbol umum dari sifat nafsu primitif, marah, berani, perselisihan, bahaya, perang, seks, kekejaman, bahaya, dan kesadisan. Dibanding warna lain, merah adalah warna paling kuat dan enerjik. Warna ini bersifat menaklukan, ekspansif, dan dominan (berkuasa). Merah adalah positif, agresif, dan enerjik; warna pertama yang digunakan pada seni primitif maupun klasik. Warna ini paling populer pada wanita. Api merupakan lambang keberanian, kekuatan, kemarahan.
Darah merupakan lambang perang, kekejaman, kesadisan. Merah dipakai dalam tanda stop, lampu merah, lapu rem, peralatan pemadam kebakaran, dan pintu keluar tanda bahaya. Merah dapat meningkatkan tekanan darah, juga detak jantung. Namun, jika merahnya dalah uda (Rose), warna ini memiliki arti kesehatan, kebugaran, keharuman bunga rose.
commit to user (Sadjiman, 2010:47)
4. Layout
Layout adalah proses penataan dan pengaturan teks atau grafik pada halaman. Penyusunan semua elemen kreatif ini berfungsi untuk membantu pembaca dalam memahami informasi dalam sebuah iklan. Dalam menyusun layout harus memperhatikan karakter produk dari perusahaan, media yang akan digunakan beserta sasaran yang akan dituju.
Layout yang digunakan berbeda untuk media cetak dan untuk media elektronik semacam website. Layout yang akan digunakan di dalam menyusun media cetak yaitu Mondrian Layout. Penyajian iklan cetak yang mengacu pada bentuk square/landscape/portrait. Masing-masing bidangnya sejajar dengan bidang penyajian serta memuat gambar/copy yang saling berpadu sehingga membentuk suatu komposisi yang konseptual.
commit to user
Gambar 4.1. Contoh Mondrian Layout sumber : www.uni.edu
Sedangkan layout yang akan digunakan dalam website adalah Ice Design. Merupakan situs dengan layout yang tidak berubah, yaitu menggunakan satuan pasti, seperti pixel. Sehingga tidak terpengaruh oleh ukuran resolusi monitor atau browser.
Gambar 4.2. Contoh ice Design sumber : www.wordpressources.com
commit to user
F. Media Promosi dan Media Placement.
Website merupakan media utama yang dipilih dalam sosialisasi Museum Gunung Api Merapi. Ini dilakukan karena Museum Gunung Api Merapi ingin membuat para pelajar dan remaja mengunjungi Museum dan dengan tujuan kedua para Guru di SMP dan SMA mau memasukan kunjungan ke museum sebagai salah satu materi dalam pelajaran. Namun demikian di samping menggunakan media elektronik seperti di atas, media-media cetak lainnya tetap digunakan sebagai media pendukung media website. Media yang digunakan ialah :
1. Website
Dalam pembuatan website Museum Gunung Api Merapi menggunakan layout sebagai berikut :
1.1. Header frame
Pada bagian header atau kepala web ini berfungsi sebagai identitas dari sebuah website. Pada bagian ini dapat diisikan logo, tag line, dan grafis.
Di dalam perancangan Museum Gunung Api ini menggunakan foto ruang utama museum untuk mengisi ruang header.
1.2. Content Frame
Berisi tombol-tombol navigasi yang menghubungkan halaman- halaman web yang satu dengan yang lainnya. Tombol navigasi dari website ini adalah :
1.2.1. Home
Tombol navigasi yamg merujuk ke halaman utama website yang berisi slide foto produk dan foto dokumentasi secara umum, serta infotmasi umum perusahaan.
commit to user 1.2.2. Galeri (gallery)
Tombol navigasi yang merujuk ke halaman foto dan informasi koleksi Museum Gunung Api Merapi.
1.2.3. Tentang
Berisi informasi profil Museum Gunung Merapi.
1.2.4. Kontak
Berisi tentang informasi alamat email dan nomor telpon, serta form untuk saran.
1.2.5. Footer Farme
Berisi copyright dan tahun terbit website.
2. Brosur
Brosur merupakan media promosi yang berukuran kecil, berukuran 21 cm x 29 cm, dengan seperti akan memperjelas gambar foto produk. Untuk bagian depan akan berisi logo, foto, alamat, kontak dan alamat website. Sedangkan di halaman belakang akan dicantumkan peta lokasi.
3. Poster
Poster akan ditempelkan di papan pengumuman, kantin, dan tempat strategis lainnya yang ada di sekitar sekolah.
4. X-Banner
X-Banner akan dipasang saat acara sosialisasi dan saat diadakan kegiatan wisata di Museum Gunung Merapi.
5. Spanduk
Spanduk akan ditempatkan pada lorong masuk sekolah saat diadakan kegiatan studi wisata.
commit to user 6. Kaos
Fungsi Kaos yaitu sebagai seragam para peserta kegiatan studi wisata di Museum Gunung Api Merapi.
7. Topi
Topi merupakan satupaket seragam yang akan dibagikan saat kegiatan studi wisata.
8. Gantungan kunci
Gantungan kunci sebagai merchandise yang akan diberikan setelah kegiatan study wisata ke Museum selesai, yaitu sebagai kenang-kenangan yang diberikan kepada peserta kegiatan study wisata.
9. Stiker
Stiker diberikan kepada peserta sebelum berangkat ke Museum dengan tujuan siswa dapat menempelkan stiker dalam alat tulis atau tas sebagai identitas kegiatan
10. Pin
Pin berfungsi sebagai identitas kegiatan yang dapat ditempelkan di topi, kaos maupun tas.
11. Totebag
Totebag berfungsi sebagai tempat menaruh semua barang-barang yang digunakan peserta study wisata dengan alasan lebih mudah mengambil dan memasukan alat tulis yang akan digunakan saat kegiatan study wisata.
commit to user
G. Prediksi Biaya
Dalam pembuatan website dan media promosi pendukung Museum Gunung Api Merapi ini tidak lepas dari biaya yang akan dikeluarkan demi keberhasilan promosi yang dilakukan. Perhitungan dan perencanaan biaya produksi sangat penting untuk mengetahui anggaran yang akan dikeluarkan untuk merancang sebuah sosialisasi ini. Perancangan biaya juga dapat digunakan agar anggaran tidak membengkak dan melenceng dari perancanaan yang sudah dibuat.
Prediksi biaya yang digunakan dalam pembuatan website dan sosialisasi Museum Gunung Api Merapi adalah sebagai berikut :
Tabel estimasi biaya
Media Ukuran Jumlah Biaya (Rp)
Desain Website - 1 buah 3.000.000
Web Hosting dan domain
1 Tahun 1 buah 500.000
maintenance web 1 bulan 1 buah 1.000.000
Poster A2 1 rim 1.700.000
Brosur 21 cm x 29 cm 1 rim 600.000
T-shirt All size 200 buah 10.000.000
x-banner 60 x 160 cm 5 buah 500.000
Spanduk 50x200 cm 1 buah 30.000
Topi All Size 200 buah 3.000.000
commit to user
Gantungan kunci 200 buah 600.000
totebag 40x30 200 buah 7.000.000
Pin 5,8cm 200buah 900.000
Stiker 1000 buah 500.000
Jumlah 25.830.000
Tabel 4.1. Prediksi Biaya