WALIKOTA TASIKMALAYA
LIKOTA TASIKMALAYA PERATURAN WA
NOMOR 1 TE
ANGGARAN PENDAPATAN DAN B TAHUN A DENGAN RAHM
WALIKOTA Menimbang : a. bahwa untuk ter
maka untuk membe Perangkat Daerah perlu mengatur P Belanja Daerah T
b. bahwa berdasarkan
huruf a, perlu mem Penyusunan An Tasikmalaya Tahu
Mengingat : 1. Undang-Undang Nom ntukan Kota
Tasikmalaya (Lembaran Negara Re Nomor 86, Tamb
4117);
2. Undang-Undang Nom (Lembaran Negara
Tambahan Lembaran Negara
3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3455);
4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);
5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-
6 TAHUN 2007 NTANG
PEDOMAN PENYUSUNAN
ELANJA DAERAH KOTA TASIKMALAYA NGGARAN 2008
AT TUHAN YANG MAHA ESA, TASIKMALAYA,
tib administrasi Pengelolaan Keuangan Daerah, rikan pedoman dan acuan bagi Satuan Kerja di Lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya, edoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan ahun Anggaran 2008;
pertimbangan sebagaimana dimaksud pada bentuk Peraturan Walikota tentang Pedoman ggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota
n Anggaran 2008.
or 10 Tahun 2001 tentang Pembe
publik Indonesia Tahun 2001 ahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
or 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nomor 47,
Republik lndonesia Nomor 4286);
Undang Republik Perubahan Undang Pemerintahan Da Republik Indonesia T
Negara Republik Indonesia Nomor 4548);
7. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indone Nomor 126,
Ta u
8. Peraturan Pemerin Keuangan Daerah
2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor g Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007;
10. Pe aturan Menteri
Pedoman Penyusunan Anggaran Tahun Anggaran 20
11. Peraturan Daerah Kot Pengelolaan Keuangan 70);
MEMU Menetapkan : PERATURAN WALI
Indonesia Nomor 3 Tahun 2005 tentang -Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang erah menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara
ahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran
sia Tahun 2004
mbahan Lembaran Negara Rep blik Indonesia Nomor 4438);
tah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan , (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
13 Tahun 2006 tentan
r Dalam Negeri Nomor 30 Tahun 2007 tentang Pendapatan dan Belanja Daerah 08;
a Tasikmalaya Nomor 9 Tahun 2006 tentang Daerah (Lembaran Daerah Tahun 2006 Nomor
TUSKAN:
KOTA TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN
ANGGARAN PENDA
KOTA TASIKMALAYA
Dalam Peraturan Waliko 1. Pemerintahan Dae
pemerintahan oleh Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
2. Pemerintah Daerah adalah Walikota, dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.
3. Daerah adalah Kota Tasikmalaya.
4. Walikota adalah Walikota Tasikmalaya.
5. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disingkat DPRD, adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tasikmalaya.
6. Pemegang Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Daerah adalah Walikota yang karena jabatannya mempunyai kewenangan menyelenggarakan keseluruhan pengelolaan keuangan daerah.
PATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2008.
BAB I
KETENTUAN UMUM Pasal 1
ta ini yang dimaksud dengan:
rah adalah penyelenggaraan urusan
7. Koordinator Pengelo disingkat KPKD adala 8. Pejabat Pengelola
PPKD adalah Ke ( KPKD) yang mem
APBD dan bertindak sebagai bendahara umum daerah.
9. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang selanjutnya disingkat APBD, adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah daerah dan DPRD, dan ditetapkan dengan peraturan daerah.
10. Sinkronisasi keb adalah keserasi penyelenggaraan
11. Prinsip dan kebija landasan filosofis untuk merumuskan kebijakan dan sasaran program/kegiatan dalam satu tahun anggaran, untuk dipedomani seluruh satuan kerja perangkat daerah dalam penyusunan rencana kegiata lam rangka penyusunan Rancangan APBD dan Rancangan Perubahan APBD.
12. T knis penyusun dipedomani oleh p
M
Maksud dan tujuan diben petunjuk teknis dalam Daerah sehingga terwuju dokumen Anggaran P ketentuan yang berlaku.
BAB III RUANG LINGKUP
Pasal 3
(1) Peraturan Walikota ini mengatur hal-hal yang berkenaan dengan pedoman penyusunan APBD Tahun Anggaran 2008, meliputi:
a. sinkronisasi kebijakan Pemerintah dengan kebijakan Pemerintah Daerah;
b. prinsip dan kebijakan penyusunan APBD dan perubahan APBD;
c. teknis penyusunan APBD;
d. hal-hal khusus lainnya;
e. penyelarasan kode rekening dan nomenklaturnya.
(2) Pedoman penyusunan APBD Tahun Anggaran 2008 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Walikota ini.
laan Keuangan Daerah yang selanjutnya h Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya;
Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat pala Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah punyai tugas melaksanakan pengelolaan S
ijakan pemerintah dengan pemerintah daerah an kebijakan pemerintah dengan kebijakan
pemerintahan daerah.
kan umum APBD adalah
n dan anggaran da
e an APBD adalah langkah-langkah yang harus emerintah daerah dalam menyusun APBD.
BAB II
AKSUD DAN TUJUAN Pasal 2
tuknya Peraturan Walikota ini adalah sebagai
penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja
d keseragaman dalam pembuatan dokumen-
endapatan dan Belanja Daerah, sesuai
BAB IV
KETENTUAN PENUTUP Pasal 4
Dengan berlakunya Peraturan Walikota ini, maka segala ketentuan yang mengatur hal yang sama sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Walikota ini dinyatakan masih tetap berlaku.
sal 5
Peraturan Walikota ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar pengundangan
Peraturan Walikota ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah.
pkan di Tasikmalaya
pada tanggal 14 Desember 2007 WALIKOTA TASIKMALAYA
Ttd.
H. SYARIF HIDAYAT diundangkan di Tasikmalaya
pada tanggal 14 Desember 2007
SEKRETARIS DAERAH KOTA TASIKMALAYA
Ttd.
H. ENDANG SUHENDAR
BERITA DAERAH KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2008 NOMOR 186B Pa
setiap orang mengetahuinya memerintahkan
diteta
LAMPIRA
P ANGGARAN PENDA
I. SINKRONISASI KEBIJ PEMERINTAH DAER
Sebagaimana d Tentang Sistem Perenca diwajibkan untuk menyu dokumen perencanaa a
Rencana Kerja Pe Pembangunan Jangka M mengacu pada Renc strategis, prioritas pem kerja dan pendanaan ind maupun mendorong parti
Gambaran umu pembangunan Kota pencapaian Renstra Kot Tasikmalaya pada Tahun Dalam rangka e prioritas kebijakan pem a
1. Meningkatkan ketertiban, keamanan dan penegakkan hukum Prioritas ini merup a
Meningkatkan kesada
2. Meningkatkan kualitas partisip Prioritas ini mer k
Mengembangkan par
3. Meningkatkan mutu pelayanan pendidikan, kesehatan dan pelayanan sosial
Prioritas ini merupakan upaya untuk mendukung pencapaian Misi kesatu : Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang beriman dan bertaqwa.
4. Meningkatkan kualitas prasarana dasar perkotaan, khususnya yang mendukung terhadap kegiatan perekonomian masyarakat
Prioritas ini merupakan upaya untuk mendukung pencapaian Misi ketujuh : Membangun dan mengoptimalkan sarana dan prasarana kota.
5. Meningkatkan penanganan dan pengelolaan lingkungan hidup
Prioritas ini merupakan upaya untuk mendukung pencapaian Misi keenam : Mengelola sumber daya alam dan lingkungan hidup secara berkelanjutan.
6. Meningkatkan kuantitas dan kualitas kegiatan perekonomian masyarakat Prioritas ini merupakan upaya untuk mendukung pencapaian Misi ketiga : Menumbuhkan kekuatan ekonomi kota.
7. Meningkatkan mutu sumber daya manusia
Prioritas ini merupakan upaya untuk mendukung pencapaian Misi keempat:
Menciptakan pemerintahan yang profesional dan bersih.
N PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : .16 Tahun 2007
TANGGAL : 14 Desember 2007
EDOMAN PENYUSUNAN
PATAN DAN BELANJA DAERAH KOTA TASIKMALAYA TAHUN ANGGARAN 2008
AKAN PEMERINTAH DENGAN KEBIJAKAN AH
iamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2005 naan Pembangunan Nasional bahwa Pemerintah Daerah sun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sebagai n d erah untuk periode 1 (satu) tahun.
merintah Daerah merupakan penjabaran dari Rencana enengah Daerah atau Rencana Strategis Daerah yang ana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi. RKPD memuat isu bangunan, rancangan kerangka ekonomi makro, rencana ikatif, baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah sipasi masyarakat.
m RKPD Kota Tasikmalaya memuat gambaran umum prioritas Tasikmalaya, pada dasarnya diorientasikan kepada upaya
a Tasikmalaya, khususnya guna mewujudkan Visi Kota 2012.
aks lerasi pencapaian Renstra tersebut, ditetapkan 7 (tujuh) b ngunan Tahun 2008 sebagai berikut :
ak n upaya untuk mendukung pencapaian Misi kedua : ran hukum dan menegakkan supremasi hukum.
asi masyarakat dalam pembangunan
upa an upaya untuk mendukung pencapaian Misi kelima :
tisipasi masyarakat dalam pembangunan kota.
Ketujuh Prioritas keb di atas harus dilaksanakan secara si
pembangunan maupun a prioritas kebijakan pemb sebagai berikut :
1. Meningkatkan dilaksanakan me u a. Peningkatan pem b. Pengembangan k
bantuan hukum;
c. Pengembangan b d. Peningkatan pem e. Pengembangan
Pembauran Masyara f. Pembinaan dan p n g. Pengembangan D
2. Meningkatkan kualitas n,
dilaksanakan melalu
a. Penciptaan situasi yang kondusif;
b. Peningkatan pe pemberdayaan masy c. Peningkatan pe a
pemberdayaan masyarakat dan LSM dalam kontrol sosial.
3. Meningkatkan mutu sosial, dilaksanakan a. Peningkatan minat
pendidikan dasar 9 ta
b. Peningkatan mutu a roleh pendidikan;
c. Peningkatan sara endidikan;
d. Pembinaan man efisiensi dan
efektivitas penge kependidikan;
e. Pembinaan mana f. Pengembangan
pengawasan obat, m
g. Pengembangan sistem pelayanan dan pembiayaan kesehatan serta mutu pelayanan;
h. Pengembangan diklat dan rekruitmen sumber daya manusia bidang kesehatan;
i. Pengembangan peran serta masyarakat dan kemitraan di bidang kesehatan untuk terwujudnya kemandirian;
j. Pengembangan perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS);
k. Peningkatan pencegahan, pemberantasan penyakit dan perbaikan sanitasi lingkungan permukiman serta pengembangan pelayanan kesehatan dasar yang efektif dan responsif maupun pelayanan rujukan yang proaktif dan sensitif;
l. Peningkatan status gizi keluarga;
m. Pembinaan generasi muda;
n. Pembinaan organisasi cabang olahraga;
o. Peningkatan kehidupan beragama dan kerukunan hidup beragama serta peningkatan bantuan pembinaan lembaga keagamaan;
p. Pembinaan dan pengembangan seni budaya daerah dan peningkatan apresiasi seni budaya daerah.
ija ka n pembangunan Tahun 2008 ter sebut
nergis baik antar sektor pembangunan, antar pelaku ntar wilayah. Untuk memberikan arahan lebih jelas, maka angunan tahun 2008 difokuskan kepada program-program ketertiban, keamanan, dan penegakkan hukum, lal i program-program :
ahaman peraturan perundang-undangan;
erjasama antara pemerintah dengan lembaga-lembaga udaya hukum;
ahaman UU tentang psikotropika dan zat-zat adiktif;
partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Linmas dan kat;
eni gkatan moral yang berkelanjutan terhadap PSK;
iklat PPNS dan Satpol PP.
partisipasi masyarakat dalam pembanguna i program-program :
mahaman kebijakan dan pengembangan sistem arakat;
m haman kebijakan dan pengembangan sistem pelayanan pendidikan, kesehatan dan pelayanan melalui program-program :
belajar masyarakat dan penuntasan wajib belajar hun;
d n pemerataan kesempatan mempe tan p na dan prasarana di setiap tingka
m
aje en lembaga pendidikan, peningkatan
lolaan pendidikan, serta penyetaraan dan sertifikasi tenaga jemen berbasis sekolah dan community based education;
sarana dan prasarana, perbekalan kesehatan serta
akanan dan bahan berbahaya;
4. Meningkatkan kual yang mendukung terhada
melalui program-pro a. Penyusunan renc b. Peningkatan l
c. Pemeliharaan ja penggantian
jembatan, serta p b
d. Penerapan stand standar kualitas
terminal dan sub e. Peningkatan fasil f. Penerapan stand g. Peningkatan advo h. Peningkatan
maupun inter i i. Peningkatan infra
informasi sentra i j. Peningkatan inter k. Peningkatan kem l. Peningkatan fasil m. Peningkatan pras n n. Peningkatan oper o. Peningkatan peng 5. Meningkatkan pen
dilaksanakan melalui pr a. Peningkatan sum b. Penyusunan c c. Pengembang m d. Penetapan stand e. Peningkatan perta f. Peningkatan infrastru
6. Meningkatkan kuantitas dan kualitas kegiatan perekonomian masyarakat, dilaksanakan melalu
a. Pemutakhiran dan ev b. Pengembangan siste c. Peningkatan pe
kemiskinan perkotaan d. Peningkatan peny a
e. Penetapan dan pengawasan UMK;
f. Peningkatan kesejahteraan sosial dan penanggulangan bencana;
g. Penyederhanaan proses perijinan bagi investor;
h. Pemberian bantuan modal, pemasaran, dan sarana produksi, serta peningkatan SDM koperasi dan UKM;
i. Pemberian bantuan modal bagi BMT yang menjadi BPR Syariah.
7. Meningkatkan mutu sumber daya manusia, dilaksanakan melalui program- program :
a. Pengembangan dan penataan kelembagaan, pengembangan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan serta peningkatan kemampuan kelembagaan organisasi politik, LSM dan organisasi kemasyarakatan lainnya;
b. Peningkatan pengembangan sistem informasi pengawasan, dan peningkatan koordinasi aparat pengawas fungsional pemerintah;
c. Pengembangan kualitas SDM aparatur;
d. Penciptaan lingkungan kepemerintahan yang kondusif dan jaringan kerja yang harmonis;
e. Penyelenggaraan pendidikan teknis fungsional dan tugas belajar;
itas prasarana dasar perkotaan, khususnya k
p egiatan perekonomian masyarakat, dilaksanakan gram :
ana rinci tata ruang;
fasi itas pendukung kerja pemerintahan;
lan dan jembatan, peningkatan jalan, em angunan jalan dan jembatan;
ar kualitas terminal bus, serta penerapan terminal angkot;
itas pelayanan di pasar;
ar kualitas lingkungan;
kasi perlindungan konsumen;
frekuensi penyelenggaraan pameran baik lokal, regional nas onal;
u
str ktur ke sentra-sentra industri serta peningkatan sarana ndustri kecil;
mediasi perbankan dengan industri kecil;
ampuan SDM industri kecil;
itas perlindungan HAKI;
ara a lingkungan permukiman;
asi dan pemeliharaan jaringan irigasi;
l
elo aan jaringan drainase ;
anganan dan pengelolaan lingkungan hidup, ogram-program :
ber daya alam dan pengendalian lingkungan hidup;
ren ana rinci tata ruang;
an anajemen pengelolaan sampah;
ar kualitas lingkungan hidup dan sumber daya alam;
nian terpadu;
ktur dan promosi agrowisata.
i program-program :
aluasi data objek pajak dan retribusi daerah;
m pendataan subjek dan objek PBB;
mbinaan keluarga sejahtera serta penanggulangan
;
eb rluasan informasi ketenagakerjaan;
f. Penataan sis pelayanan ad g. Penataan akuisisi h. Penyusunan
II. PRINSIP DAN KEBIJ
Anggaran pen gan
tahunan pemerintahan dae daerah dan DPRD, d
Sebagai rencan n daerah, maka dalam APBD
tergambar semua hak dan k a penyelenggaraan
pemerintahan daerah ya ng, termasuk didalamnya segala bentuk kekayaan yang berh
waktu satu tahun.
Selain sebagai renc
merupakan instrumen dal elayanan dan peningkatan kesejahteraan masyarak
Sehubungan dengan instrumen untuk mencipta pemborosan sumber daya, m supaya mengambil langkah pembahasan APBD agar pe atas Rancangan Peraturan
paling lambat 1 (satu) bulan BD dilaksanakan.
Dalam kaitan itu, BD agar memperhatikan prinsip dan kebijakan sebagai berikut :
1. Prinsip Penyusunan AP a. Partisipasi Masyarakat
Hal ini mengandung makna ba penyusunan dan pen
masyarakat, sehingga dalam pelaksanaan APB b. Transparansi dan Akunta
APBD yang disusun harus dapat menyajikan informasi secara terbuka dan mudah diakses oleh masyarakat meliputi tujuan, sasaran, sumber pendanaan pada setiap jenis belanja serta korelasi antara besaran anggaran dengan manfaat dan hasil yang ingin dicapai dari suatu kegiatan yang dianggarkan.
Oleh karena itu, setiap pengguna anggaran harus bertanggung jawab terhadap penggunaan sumber daya yang dikelola untuk mencapai hasil yang ditetapkan.
c. Disiplin Anggaran
Beberapa prinsip dalam disiplin anggaran yang perlu diperhatikan antara lain:
1) Pendapatan yang direncanakan merupakan perkiraan yang terukur secara rasional yang dapat dicapai untuk setiap sumber pendapatan, sedangkan belanja yang dianggarkan merupakan batas tertinggi pengeluaran belanja;
2) Penganggaran pengeluaran harus didukung dengan adanya kepastian tersedianya penerimaan dalam jumlah yang cukup dan tidak dibenarkan melaksanakan kegiatan yang belum tersedia atau tidak mencukupi kredit anggarannya dalam APBD/Perubahan APBD;
tem informasi administrasi kependudukan dan peningkatan ministrasi kependudukan;
kearsipan;
data pemerintahan
AKAN PENYUSUNAN APBD
dapatan dan belanja daerah merupakan rencana keuan rah yang dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah an ditetapkan dengan peraturan daerah.
a keuangan tahunan pemerintaha
ewajiban daerah dalam rangk ng dapat dinilai dengan ua
ubungan dengan hak dan kewajiban daerah dalam kurun ana keuangan tahunan pemerintahan daerah, APBD am rangka mewujudkan p
at untuk tercapainya tujuan bernegara.
hal tersebut, agar APBD dapat berfungsi sebagai kan lapangan kerja, mengurangi pengangguran dan aka seluruh unsur penyelenggara pemerintahan daerah -langkah untuk mempercepat proses penyusunan dan rsetujuan bersama antara Kepala Daerah dengan DPRD Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2008 dicapai sebelum AP
maka penyusunan AP BD
hwa pengambilan keputusan dalam proses etapan APBD sedapat mungkin melibatkan partisipasi masyarakat mengetahui akan hak dan kewajibannya
D.
bilitas Anggaran
3) Semua penerimaa bersangkutan ha rekening kas umu d. Keadilan Anggaran
Pajak daerah, retribus innya yang
dibebankan kepada masyarakat harus mempertimbangkan kemampuan masyarakat untuk membayar. Masyarakat yang memiliki kemampuan pendapatan rendah s
masyarakat yang me gi diberikan
beban yang tinggi p pemerintah daerah d menghilangkan rasa keti belanja daerah, harus dapat dinikmati oleh selu pelayanan.
e. Efisiensi dan Efektivitas seoptimal mungkin un masyarakat. Oleh karen anggaran, dalam perenc 1) Tujuan, sasaran, h
dicapai;
2) Penetapan prioritas penetapan harga satu f. Taat Azas
APBD sebagai rencana dengan Peraturan Daera 1) APBD tidak bertenta lebih tinggi, mengan pembiayaan yan tersebut telah ses pemerintah, perat peraturan/keputusan/
dan mempunyai keku oleh peraturan pe perundang-undangan yang berkaitan denga
2) APBD tidak bertentangan dengan kepentingan umum, mengandung arti bahwa rancangan peraturan daerah tentang APBD lebih diarahkan agar mencerminkan keberpihakan kepada kebutuhan dan kepentingan masyarakat (publik) dan bukan membebani masyarakat. Peraturan daerah tidak boleh menimbulkan diskriminasi yang dapat mengakibatkan ketidakadilan, menghambat kelancaran arus barang dan pertumbuhan ekonomi masyarakat, pemborosan keuangan negara/daerah, memicu ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah, dan mengganggu stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat yang secara keseluruhan mengganggu jalannya penyelenggaraan pemerintahan di daerah.
3) APBD tidak bertentangan dengan peraturan daerah lainnya, mengandung arti bahwa apabila kebijakan yang dituangkan dalam peraturan daerah tentang APBD tersebut telah sesuai dengan ketentuan peraturan daerah sebagai penjabaran lebih lanjut dari peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi dengan memperhatikan ciri khas masing-masing daerah.
Sebagai konsekuensinya bahwa rancangan peraturan daerah tersebut harus sejalan dengan pengaturannya tentang pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah dan menghindari adanya tumpang tindih dengan
n dan pengeluaran daerah dalam tahun anggaran yang rus dianggarkan dalam APBD dan dilakukan melalui m daerah.
i daerah, dan pungutan daerah la
ecara proporsional diberi beban yang sama, sedangkan mpunyai kemampuan untuk membayar ting
ula. Untuk menyeimbangkan kedua kebijakan tersebut apat melakukan perbedaan tarif secara rasional guna dakadilan. Selain daripada itu dalam mengalokasikan mempertimbangkan keadilan dan pemerataan agar
ruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi pemberian Anggaran Dana yang tersedia harus dimanfaatkan tuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan
a itu, untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas anaan anggaran perlu memperhatikan:
asil dan manfaat, serta indikator kinerja yang ingin
kegiatan dan penghitungan beban kerja, serta an yang rasional.
keuangan tahunan pemerintahan daerah ditetapkan h, memperhatikan:
ngan dengan peraturan perundang-undangan yang dung arti bahwa apabila pendapatan, belanja dan g dicantumkan dalam rancangan peraturan daerah
uai dengan ketentuan undang-undang, peraturan uran presiden, keputusan presiden, atau
surat edaran menteri yang diakui keberadaannya atan hukum yang mengikat sepanjang diperintahkan rundang-undangan yang lebih tinggi. Peraturan
yang lebih tinggi dimaksud mencakup kebijakan
n keuangan daerah.
peraturan daerah la Daerah, Retrib
2. Kebijakan Penyusun Kebijakan angga melalui upaya mendu PAD dan dana perimban
Upaya-upaya y
a. Peningkatan dan pen dapatan lain.
b. Optimalisasi pera Pemungutan Pend c. Peningkatan pen
terutama bagi sum d. Pengembangan koor
dengan instansi ve e. Optimalisasi Bada
pendapatan daerah;
Adapun kebija sebagai upaya peningka a. Mendorong upaya in
Orang Pribadi Dalam
b. Meningkatkan akuras ng dijadikan
dasar perhitungan c. Meningkatkan koord
pelaksanaan Dana P Kebijakan belanja pembelanjaan yang pro antara lain adalah : a. Penggunaan inde
dengan memperh dalam Renstra Ko
b. Peningkatan efekt lurahan, dengan
pola alokasi dan p
c. Pengalokasian b da belanja aparatur
dengan memperhatikan formasi pegawai baru, kenaikan gaji pegawai dan tunjangan kesejahteraan bagi PNS serta belanja untuk mendukung operasional SKPD secara efektif dan efisien sehingga mampu menyelenggarakan organisasi dengan baik dan melaksanakan fasilitasi kegiatan pembangunan secara maksimal.
d. Pengalokasian belanja langsung (pembangunan) Kota Tasikmalaya diarahkan untuk membiayai program dan kegiatan prioritas yang terkait dengan akselerasi pencapaian IPM dan akselerasi percepatan pencapaian Visi dan Misi serta kegiatan pendukung lainnya yang memiliki keterkaitan dengan kebijakan prioritas yang menjadi tuntutan kebutuhan masyarakat dan peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan.
Sedangkan kebijakan pembiayaan akan berimplikasi pada kemungkinan terjadinya defisit anggaran. Adapun upaya yang dapat ditempuh adalah melalui : a. Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu;
b. Transfer dari Dana Cadangan Daerah.
Kebijakan pengeluaran pembiayaan diarahkan untuk memenuhi kewajiban- kewajiban yang sangat urgen yaitu :
innya, seperti; Peraturan Daerah mengenai Pajak usi Daerah dan sebagainya.
an APBD
ran tahun 2008 untuk pendapatan daerah diarahkan kung kebutuhan belanja prioritas melalui upaya peningkatan
gan.
ang dilakukan untuk meningkatkan PAD adalah : ggalian potensi sumber-sumber pen
n dan fungsi kelembagaan serta Sistem Operasional apatan Daerah;
dapatan daerah dengan intensifikasi dan ekstensifikasi ber yang potensial;
dinasi secara sinergis di bidang pendapatan daerah al dalam penyelenggaraan pemung
rtik utan.
n Usaha Milik Daerah untuk dapat meningkatkan kontribusi kan pendapatan untuk meningkatkan dana perimbangan
tan kapasitas fiskal daerah adalah sebagai berikut :
tensifikasi dan ekstensifikasi pemungutan PBB, Pajak Negeri ( PPh OPDN ), PPh Pasal 21 dan BPHTB;
i data Sumber Daya Alam dan instrumen ya Dana Perimbangan;
inasi dengan Pemerintah Pusat dan Propinsi dalam erimbangan.
daerah tahun 2008 diupayakan dengan pengaturan pola porsional, efisien dan efektif. Upaya-upaya tersebut ks relevansi anggaran dalam penentuan anggaran belanja
atikan fixed cost dan variabel cost sesuai visi dan misi ta Tasikmalaya.
ivitas belanja bantuan keuangan kepada ke engaturannya mengacu peraturan yang berlaku.
elanja tidak langsung difokuskan pa
a. Transfer ke Dana Cadangan dialok yang tidak mungkin dibebankan dal jumlahnya san
b. Penyertaan m memenuhi ke peningkatan ki c. Kegiatan Lanj
kegiatan tahun lalu yang pelaksanaannya belum dapat terselesaikan.
III. Teknis Penyusunan
Dalam penyus a
anggaran berbasis kiner tu pendekatan penganggaran
yang mengutamakan keluaran an yang akan atau
telah dicapai sehubungan dengan kualitas yang terukur. Da
melaksanakan program dan kur secara jelas indikator kinerjanya yang direpresentasikan kedalam t
diharapkan.
Dalam menyusun APB anggaran yang terpadu (u keuangan tahunan dilakuka
melaksanakan kegiatan pemerinta efisiensi alokasi dana. P
penyusunan anggaran yan prestasi kerja.
Langkah-langkah yang teknis penyusunan APBD Ta
1. Penganggaran Pendapatan, Belanja dan Pembiay a. Anggaran pendapatan
Penganggaran Pendapatan Asli Da daerah yang sah.
Pencantuman angga lam APBD yang bersumber dari pajak daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, lain- lain pendapatan asli daerah yang sah yang ditransfer langsung ke kas daerah, dana perimbangan, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah, dianggarkan pada Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD).
Pencantuman anggaran pendapatan dalam APBD yang bersumber dari retribusi daerah, komisi, potongan, keuntungan selisih nilai tukar rupiah, pendapatan dari penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, hasil penjualan kekayaan daerah yang tidak dipisahkan dan hasil pemanfaatan atau pendayagunaan kekayaan daerah yang tidak dipisahkan yang dibawah penguasaan pengguna anggaran/pengguna barang dianggarkan pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Dalam rangka memenuhi aspek transparansi dan akuntabilitas, setiap pendapatan yang dianggarkan supaya dicantumkan dasar hukumnya (dapat berupa Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, Keputusan Presiden, Peraturan Menteri, Keputusan Menteri, dan Peraturan Daerah).
asikan untuk menutupi kebutuhan dana am 1 tahun anggaran mengingat gat besar yaitu pemilihan kepala daerah .
odal kepada Badan Usaha Milik Daerah dalam rangka wajiban penyediaan modal minimum serta dalam rangka nerja BUMD.
utan yang merupakan penganggaran terhadap program dan
APBD
unan APBD Tahun Anggaran 2008 tetap berorientasi pad ja atau prestasi kerja yaitu sua
atau hasil dari program dan kegiat
penggunaan anggaran dengan kuantitas dan lam hal ini, setiap dana yang dianggarkan untuk
kegiatan harus teru
olok ukur kinerja serta target dan sasaran yang D Tahun Anggaran 2008 ditekankan pada penyusunan
nified budget) dimana dalam penyusunan rencana n secara terintegrasi untuk seluruh jenis belanja guna
han yang didasarkan pada prinsip pencapaian enyusunan APBD secara terpadu selaras dengan
g berorientasi pada anggaran berbasis kinerja atau harus mendapatkan perhatian dan dilakukan dalam hun 2008 sebagai berikut :
aan
pendapatan dikelompokkan ke dalam anggaran erah, Dana Perimbangan dan Lain-lain pendapatan
ran pendapatan da
b. Anggaran Belanja
Belanja Daerah dikelo belanja langsung dengan ura 1. Belanja Tidak Langsung
Belanja tidak langsu yang dianggarkan tidak terkait secara langs
Berkenaan dengan digunakan untuk mencan a. Belanja pegawai yang
tunjangan serta peng Negeri Sipil yang dit undangan pada bel Daerah (SKPD);
b. Acress belanja pegaw PNS dalam obyek be c. Tambahan pengh l peningkatan kesejah tempat bertugas, kon Tambahan penghasi obyektif dengan memperoleh persetuj perundang-undangan
d. Uang represe tunjangan beras, uang paket, tunjangan jab usyawarah, tunjangan komisi, tunjangan panitia angg
alat kelengkapan perumahan, uang uang jasa peng Pimpinan dan An
e. Gaji dan tunjang iaya penunjang operasional Kepala Daerah dan Wakil Kepa
Daerah dan Wak f. Biaya pemungut pemungutan pa
Pendapatan Daerah, apabila daerah belum membentuk SKPKD;
g. Belanja bunga, belanja subsidi, belanja hibah, belanja bantuan sosial termasuk bantuan untuk partai politik, belanja bagi hasil, belanja bantuan keuangan dan belanja tidak terduga hanya dianggarkan pada Sekretariat Daerah.
2. Belanja Langsung
Belanja langsung merupakan belanja yang dianggarkan dan terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. Input belanja yang digunakan untuk menganggarkan belanja dalam rangka pelaksanaan program dan kegiatan, terdiri dari jenis belanja pegawai dalam bentuk honorarium/upah kerja, belanja barang dan jasa serta belanja modal.
Belanja modal dianggarkan dalam jenis belanja modal program dan kegiatan sebesar harga beli/bangun aset tetap. Untuk belanja honorarium panitia pengadaan dan administrasi pembelian/
pembangunan untuk memperoleh setiap aset tetap tersebut, dianggarkan mpokkan ke dalam belanja tidak langsung dan ian sebagai berikut:
ng merupakan belanja
ung dengan pelaksanaan program dan kegiatan.
hal tersebut maka dalam belanja tidak langsung tumkan Anggaran :
merupakan kompensasi dalam bentuk gaji dan hasilan lainnya yang diberikan kepada Pegawai etapkan sesuai dengan ketentuan perundang- anja masing-masing Satuan Kerja Perangkat
ai ditambahkan pada rincian obyek gaji pokok lanja gaji dan tunjangan;
asi an kepada Pegawai Negeri Sipil dalam rangka teraan pegawai berdasarkan beban kerja, disi kerja, kelangkaan profesi dan prestasi kerja.
lan tersebut berdasarkan pertimbangan yang memperhatikan kemampuan keuangan daerah dan
uan DPRD sesuai dengan ketentuan peraturan
;
ntasi, tunjangan keluarga, atan, tunjangan panitia m
aran, tunjangan badan kehormatan, tunjangan lainnya, tunjangan khusus PPh Pasal 21, tunjangan duka tewas dan wafat serta pengurusan jenazah, abdian dan tunjangan komunikasi intensif bagi ggota DPRD dianggarkan dalam pos DPRD;
an serta .dan b
la Daerah dianggarkan pada belanja Kepala il Kepala Daerah;
an Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan biaya
jak daerah dianggarkan pada belanja Dinas
dalam jenis belanja pegawa untuk program dan kegiat b 3. Anggaran pembiayaan
Pembiayaan daerah terdi a. Penerimaan pem
1. Sisa lebih perhit (SilPA);
2. Pencairan dana cada 3. Hasil penjualan kekay 4. Penerimaan pinjaman 5. Penerimaan kem 6. Penerimaan piutang d 7. Penerimaan kembali b. Pengeluaran pembiayaan
1. Pembentukan da 2. Penyertaan moda 3. Pembayaran pokok u 4. Pemberian pinjaman 5. Kegiatan Lanjutan c. Sisa l
1. Sisa lebih p
menganggarkan sisa lebih ant
surplus/defisit APBD. Pembiayaan netto merupakan selisih antara penerimaan pembiayaan dengan pengeluaran pembiayaan yang harus dapat menutup defisit anggaran yang direncanakan.
2. Jumlah yang dianggarkan pada sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berjalan pada APBD induk merupakan angka estimasi berhubung jumlah selisih lebih perhitungan anggaran pada tahun lalu yang dicantumkan dalam APBD 2008 juga masih angka estimasi.
3. Dalam perubahan APBD tahun 2008 sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berjalan tersebut dianggarkan sepenuhnya untuk mendanai program dan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan daerah, sehingga jumlahnya menjadi sama dengan nol.
4. Penyesuaian Kode rekening dalam masa transisi.
2. Penyesuaian kode urusan pemerintahan dan kode organisasi
Pencantuman kode urusan dan kode organisasi supaya berpedoman pada tabel di bawah ini:
i dan/atau jenis belanja barang dan jasa an erkenaan.
ri dari :
biayaan, mencakup:
ungan anggaran tahun anggaran sebelumnya ngan;
aan daerah yang dipisahkan;
daerah;
bali pemberian pinjaman;
aerah;
penyertaan (investasi) daerah.
, mencakup:
na cadangan;
l (investasi) pemerintah daerah;
tang;
daerah.
ebih pembiayaan tahun berjalan (SiLPA)
embiayaan tahun anggaran berjalan digunakan untuk
ara pembiayaan netto dengan
KODE URUSAN PE ERAH DAN KODE ORGANISASI
KODE
URUSAN PEM INTA AN
KODE ORGANISA
MERINTAHAN DA
ER H SI
1. URUSAN WAJIB 1. 01 Pendidikan
1.01.01 Dinas Pendidikan
1.01.02 Kantor Perpustakaan Daerah
1.01.03 Dst.. . ..
1. 02 Kesehatan
1.02.01 Dinas Kesehatan
1.02.02 Rumah Sakit Umum Daerah Rumah Sakit Jiwa
1.02.03
1.02.04 Rumah Sakit Paru-paru
1.02.05 Rumah Sakit Ketergantungan Obat 1.02.06 Dst. .. ..
1. 03 Pekerjaan Umum
1.03.01 Dinas Pekerjaan Umum
1.03.02 Dinas Bina Marga
1.03.03 Dinas Pengairan
1.03.04 Dinas Pengawasan Bangunan d
Kota
an Tata
1.03.05 Dinas Cipta Karya
1.03.06 Dst.. . ..
1. 04 Perumahan
1.04.01 Dinas Permukiman
1.04.02 Dinas Pemadam Kebakaran
1.04.03 Dinas Pemakaman
1.04.04 Dst.. .. .
1. 05 Penataan Ruang
1.05.01 Dinas Tata Ruang
1.05.02 Dst.. ...
1. 06 Perencanaan Pembangunan
1.06.01 BAPPEDA
1.06.02 Dst.. ...
1. 07 Perhubungan
1.07.01 Dinas Perhubungan
1.07.02 Dst.. ...
1. 08 Lingkungan Hidup
1.08.01 Dinas Lingkungan Hidup & Pelayanan
Kebersihan
1.08.02 Badan Pengendalian Dampak
Lingkungan Daerah
1.08.03 Dinas Pertamanan
1.08.04 Dinas Kebersihan
1.08.05 Dst.. .. .
1. 09 Pertanahan
1.09.01 Badan Pertanahan Daerah
1.09.02 Dst. .. ..
1. 10 Kependudukan dan Ca tan S il ta ip
1.10.01 Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
1.10.02 Dinas Kependudukan a a
erja
, Keluarg Berencan dan Tenaga K
1. 11 Pemberdayaan Perempuan
1.11.01 Dinas Pemberdayaan Perempuan
1.11.02 Dst...
1. 12 Keluarga Berencana & Keluarga Sejahtera
1.12.01 Badan Koordinasi Keluarga Berencana
Daerah
1.12.02 Dst..
1. 13 Sosial
1.13.01 Dinas Sosial
1.13.02 Kantor Perlindungan Sosial
1. 14 Tenaga Kerja
1.14.01 Dinas Tenaga Kerja
1.14.02 Dst. .. ..
1. 15 Koperasi dan Usaha Kecil Menengah
1.15.01 Dinas Koperasi dan Usaha Ke l Menengahci
1.15.02 Dst.. ...
1. 16 Penanaman Modal
1.16.01 Badan Perencanaan Penanaman Modal
1.16.02 Dst.. . ..
1. 17 Kebudayaan
1.17.01 Dinas Kebudayaan
1.17.02 Permuseuman
1.17.03 Dst.. ...
1. 18 Pemuda dan Ola Ragh a
1.18.01 Dinas Pemuda dan Olah Raga
1.18.02 Dst.. ...
1. 19 Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri
1.19.01 Dinas Kesbang Linmas
1.19.02 Dinas Ketentraman dan Ketertiban
1.19.03 Kantor Satuan Polisi Pamong Praja
1.19.04 Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan
Masyarakat 1. 20 Pemerintahan Umum
1.20.01 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
1.20.02 Kepala Daerah & Wakil Kepala Daerah
1.20.03 Sekretariat Daerah
1.20.04 Sekretariat DPRD
1.20.05 Badan Pengelola Keuangan Daerah
1.20.06 Badan Penelitian dan Pengembangan
1.20.07 Badan Pengawasan Daerah
1.20.08 Kantor Penghubung
1.20.09 Kantor Kecamatan Kawalu
1.20.10 Kelurahan
1.20.11 Kantor Kecamatan Tamansari
1.20.12 Kantor Kecamatan Mangkubumi 1.20.13 Kantor Kecamatan Cibeureum 1.20.14 Kantor Kecamatan Indihiang 1.20.15 Kantor Kecamatan Cihideung 1.20.16 Kantor Kecamatan Tawang 1.20.17 Kantor Kecamatan Cipedes
1.20.18 Dinas Pendapatan
1.20.19 Dinas Perizinan
1.20.20 Dst.. ...
1. 21 Kepegawaian
1.21.01 Badan Pendidikan dan Pelatihan
1.21.02 Badan Kepegawaian Daerah
1.21.03 Dst.. ...
1. 22 Pemberdayaan Masyarakat Desa
1.22.01 Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa
1.22.02 Dst. ..
1. 23 Statistik
1.23.01 Badan Statistik Daerah
1.23.02 Kantor Statistik Daerah
1.23.03 Dst. ..
1. 24 Kearsipan
1.24.01 Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah
1.24.02 Dst...
1. 25 Komunikasi dan Informatika
1.25.01 Dinas Informasi dan Komunikasi
1.25.02 Kantor Pengolahan Data Elektronik
1.25.03 Dst...
2. URUSAN PILIHAN 2. 01 Pertanian
2.01.01 Dinas Pertanian
2.01.02 Dinas Perkebunan
2.01.03 Dinas Peternakan
2.01.04 Dinas Ketahanan Pangan
2.01.05 Dst...
2. 02 Kehutanan
2.02.01 Dinas Kehutanan
2.02.02 Dst...
2. 03 Energi dan Sumber daya Mineral
2.03.01 Dinas Pertambangan
2.03.02 Dst...
2. 04 Pariwisata
2.04.01 Dinas Pariwisata
2.04.02 Kebun Binatang
2.04.03 Dst. . .
2. 05 Kelautan dan Perikanan
2.05.01 Dinas Kelautan dan Perikanan
2.05.02 Dst…
2. 06 Perdagangan
2.06.01 Dinas Perdagangan
2.06.02 Dinas Pasar
2.06.03 Dst...
2. 07 Perindustrian
2.07.01 Dinas perindustrian
2.07.03 Dinas Perindustrian dan Perdagangan
2. 08 Transmigrasi
2.08.01 Dinas Transmigrasi
2.08.02 Dst...
Contoh penggunaan ta organisasi:
a. Organisasi/Dinas Peke aat ini menangani urusan pekerjaan umum
pengkodeannya s
Kode rusan Kode Organisasi Kode Program Kode Kegiatan Kode Akun Kode kelompok Kode Jenis Kode Obyek Kode rincian obyek
bel kode urusan pemerintahan daerah dan kode rjaan umum yang s
, urusan perumahan dan urusan penataan ruang, maka ebagai berikut:
1.03 1.03.01 XX XX X XX XX XX XX XX
1.04 1.03.01 XX XXX XX XX XX XX XX
1.05 1.03.01 XX XXX XX XX XX XX XX
Cara membaca pengkodean tersebut:
- Urusan pekerjaan umum (Kode 1.03), urusan perumahan (Kode 1.04) dan urusan penataan ruang (Kode 1.05) dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (Kode 1.03.01)
b. Organisasi/Dinas kebudayaan, selain menangani urusan kebudayaan juga menangani urusan pariwisata, pengkodeannya sebagai berikut:
Kode urusan Kode Organisasi Kode Program Kode Kegiatan Kode Akun Kode kelompok Kode Jenis Kode Obyek Kode rincian obyek
1.17 1.17.01 XX XXX XX XX XX XX XX
2.04 1.17.01 XX XXX XX XX XX XX XX
Cara membaca p
- Urusan kebud 2.04)
dilaksanakan o
Penambahan kode obyek n
pembiayaan
Penambahan kode obyek dan rincian obyek pada jenis pendapatan, belanja dan pembiayaan Daerah diperkenanka butuhan.
Dalam kaitan itu untuk penyeragaman secara nasional terhadap kode obyek dan rincian obyek tersebut, penambahan tersebut supaya terlebih dahulu diinformasikan kepada Menteri Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Keuangan Daerah.
3. Penyusunan RKA dan DPA
Guna tertib administrasi dan tercapainya azas-azas umum penganggaran, setiap SKPD dan SKPKD menuangkan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan ke dalam Fomulir RKA ( Rencana Kerja dan Anggaran ) da
( Dokumen Pelaksanaan Anggaran ).
a. Penyusunan RKA ( Rencana Kerja Anggaran )
1. Ringkasan RKA – SKPD (Formulir RKA – SKPD )
Cara Pengisian
engkodean tersebut di atas:
ayaan (Kode 1.17) dan urusan pariwisata (Kode eh Dinas Kebudayaan (Kode 1.17.01).
l
dan rincian obyek pada jenis pendapatan, belanja da
n sesuai dengan ke
n DPA
RENC N KERJ D GGARA S TUA K RJ P RA G AER H
A A A AN AN N
A N E A E N KAT D A Provinsi/Kabupaten/Kota …….
Ta n ng ……
Form RKA - SKPD hu A garan
ulir
Urusan Pemerintahan : x. xx ………. ………….
Organisasi : x. xx. xx …. ……….
Ring Anggaran Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan Satuan Kerja Perangkat Daerah
kasan
Kode Rekening
Jumlah Uraian
(Rp)
1 2 3
Surplus/ (Defisit)
Pembiayaan neto
……..,tanggal……….
Kepala SKPD
(nama lengkap)
NIP. 000 000 000
:
01. Provinsi/Kabupaten/Kota diisi dengan nama Provinsi/Kabupaten/Kota.
02. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan
03. Urusan Pemerintahan diisi dengan nomor kode urusan pemerintahan dan nama urusan Pemerintahan Daerah yang dilaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi SKPD.
Misalnya : Dinas Pendapatan
1.20. Urusan Wajib Pemerintahan Umum
04. Organisasi diisi dengan nomor kode Perangkat Daerah dan Nama Satuan Kerja Perangkat
Daerah.
Misalnya : Dinas Pendapatan 1.20.18. Dinas Penda 05. Kolom 1 ( kode rekenin
Diisi dengan nomor kode Pembiayaan Khusus SKPKD Pengisian kode rekening d pendapatan/belanja/pe pendapatan/belanja/pe pendapatan/belanja/pe 06. Kolom 2 ( uraian )
Diisi dengan uraian pen a. Pencamtuman penda
uraian kelompok dan se yang dipungut atau diter dalam formulir RKA b. Untuk belanja diaw
dalam belanja Tida
Dalam kelompok b a an
yang tercantum dal Dalam kelompok b tercantum dalam formulir c. Untuk pembiayaan diaw pembiayaan dikelompokk
Dalam kelompok Peneri aikan jenis-jenis penerimaan sesuai dengan yang tercantum dalam formulir RKA – SKPD 3.1.
Dalam kelompok Pengeluaran Pembiayaan diuraikan jenis-jenis pengeluaran sesuai dengan yang tercantum dalam formulir RKA – SKPD 3.2.
07. Kolom 3 ( jumlah )
Diisi dengan jumlah menurut kelompok, menurut jenis pendapatan, menurut jenis belanja.
Jumlah dimaksud merupakan penjumlahan dari jumlah yang tercantum dari formulir RKA – SKPD 1, formulir RKA – SKPD 2.2.1.
08. Surplus diisi apabila jumlah anggaran pendapatan diperkirakan lebih besar dari jumlah anggaran belanja.
09. Defisit diisi apabila jumlah anggaran pendapatan diperkirakan lebih kecil dari jumlah anggaran belanja.
10. Khusus formulir RKA – SKPD Sekretariat Daerah atau satuan kerja pengelola keuangan daerah sebagaimana diterangkan di atas, pada kolom 3 diisi dengan jumlah menurut kelompok, menurut jenis penerimaan dan pengeluaran pembiayaan.
11. Nama Ibukota, bulan, tahun diisi berdasarkan pembuatan formulir RKA – SKPD, dengan mencantumkan nama jabatan Kepala SKPD.
12. Formulir RKA – SKPD ditandatangani oleh Kepala SKPD dengan mencantumkan nama lengkap dan nomor induk pegawai.
13. Formulir RKA – SKPD dapat diperbanyak sesuai kebutuhan.
14. Apablia formulir RKA – SKPD lebih dari satu halaman, maka pada halaman-halaman berikutnya cukup diisi mulai dari ringkasan anggaran pendapatan, belanja dan pembiayaan satuan kerja perangkat daerah serta pengisian nama Ibukota, bulan, tahun, nama jabatan, tandatangan Kepala SKPD ditempatkan pada halaman terakhir dan setiap halaman diberi nomor urut halaman.
patan g )
rekening pendapatan/nomor kode rekening belanja. Sedang untuk .
imaksud secara berurutan dimulai dari kode rekening akun mbiayaan, diikuti dengan masing-maisng kode rekening kelompok mbiayaan dan diakhiri dengan kode rekening jenis mbiayaan.
dapatan/belanja/pembiayaan
patan diawali dengan uraian pendapatan, selanjutnya diikuti dengan tiap uraian kelompok diikuti dengan uraian jenis pendapatan ima oleh satuan perangkat daerah sebagaimana dianggarkan – SKPD 1.
ali dengan uraian belanja, selanjutnya uraian belanja dikelompokan ke k Langsung dan belanja Langsung.
elanj Tidak Langsung diuraikan jenis-jenis belanja sesuai deng am formulir RKA – SKPD 2.1.
elanja Langsung diuraikan jenis-jenis belanja sesuai dengan yang RKA – SKPD 2.2.1.
ali dengan pencantum uraian pembiayaan, selanjutnya uraian an ke dalam penerimaan dan pengeluaran Pembiayaan.
maan Pembiayaan diur
2. Ringkasan Anggaran Pendapatan Satuan Kerja Perangkat Daerah RKA – SKPD ( Formulir RKA – SKPD 1 )
Cara Pengisian :
01. Provinsi/Kabupaten/Kota abupaten/Kota.
02. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan
03. Urusan Pemerintahan diisi dengan nomor kode urusan pemerintahan dan nama urusan Pemerintahan Daerah yang dilaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi SKPD.
04. Organisasi diisi dengan nomor kode Perangkat Daerah dan Nama Satuan Kerja Perangkat Daerah.
05. Kolom 1 ( kode rekening )
Diisi dengan kode rekening akun, kelompok, jenis, objek dan rincian objek pendapatan satuan kerja perangkat daerah. Pengisian kode rekening dimaksud secara berurutan dimulai dari kode rekening akun pendapatan/ belanja/ pembiayaan, diikuti dengan masing-maisng kode rekening kelompok pendapatan/belanja/pembiayaan dan diakhiri dengan kode rekening jenis pendapatan/belanja/pembiayaan.
06. Kolom 2 ( uraian ).
Diisi dengan uraian nama akun, kelompok, jenis, objek dan rincian objek Pendapatan.
07. Kolom 3 ( volume ).
Diisi dengan jumlah target dari rincian objek pendapatan yang direncanakan, seperti jumlah kendaraan bermotor, jumlah tingkat hunian hotel dan sebagainya.
08. Kolom 4 ( satuan ).
Diisi dengan satuan hitung dari target rincian objek yang direncanakan seperti unit, waktu/jam/hari, ukuran berat, ukuran luas, ukuran isi dan sebagainya.
09. Kolom 5 ( tarif/harga ).
Diisi dengan tarif pajak/retribusi atau harga/nilai satuan lainnya dapat berupa besarnya tingkat suku bunga, persentase bagian laba, atau harga atas penjualan barang milik daerah yang tidak dipisahkan.
10. Kolom 6 ( jumlah ).
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN Formulir SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH RKA - SKPD
Provinsi/Kabupaten/Kota …….
T
1 ahun Anggaran …
Urusan Pemerintahan : x. xx. ………
Organisasi : x. xx. xx. ………
Rincia Anggn aran Pendapatan Satuan Kerja Perangkat Daerah
Rincian Penghitungan Jumlah
Kode Tarif/ (Rp)
Rekening
Uraian
Volume Satu
an
Harga
1 2 3 4 5 6 = (3 x 5)
X x x xx xx
x x x xx xx
Jumlah
……..,tanggal …..
Kepala SKPD
(nama lengkap)
NIP. 000 000 000
Keterangan : Tanggal Pembahasan :
Catatan Hasil Pembahasan :
1.
2.
Dst Tim Anggaran Pemerintah Daerah:
No Nama Nip Jabatan Tandatangan
1
2
dst
diisi dengan nama Provinsi/K
Diisi engan jumlah pendapatan yang direncanakan menurut kelompok, jenis, objek, rincian
objek pendapatan. Jumlah pendapatan dari arkan
merupakan hasil perkalian kolom 3 dan kolom 5 11. Formulir RKA – SKPD 1 merupak input data untuk
12. Nama Ibukota, bulan, tahun diisi berdasarkan SKPD 1, dengan mencantumkan nama jabatan Kepala SKPD.
13. Formulir RKA – SKPD K a mkan nama
lengkap dan nomor indu
14. Keterangan diisi dengan ta m anggaran
pemerintah daerah. Apabila terd
pemerintah daerah untuk mendapatkan perhatian Kepala SKPD dicantum m baris catatan hasil pembahasan.
15. Seluruh anggota tim anggara tah da nan ni f KA D 1
yang telah dibahas lengkap dengan nama, Nip dan Jabata 16. Formulir RKA – SKPD 1 dapat diperbanyak sesuai kebutuha
17. Apabila formulir RKA – SKPD 1 lebih dari satu halaman, maka pada halaman- an berikutnya cukup diisi ul i ci anggaran penda atan satu kerja perangkat daerah serta pengisian a u , an, tahun, nama jabatan, tandatangan Kepala SKPD ditempatkan pada halaman terakhir dan setiap halaman diberi nomor urut halaman.
3. Ringkasan Anggaran Belanja Tidak Langsung Satuan Kerja Pe Daerah ( Formulir RKA – SKPD 2.1 )
d
setiap rincian objek yang diangg .
an menyusun formulir RKA – SKPD.
pembuatan formulir RKA – 1 ditandatangani oleh ep la SKPD dengan mencantu k pegawai
nggal pembahasan for ulir RKA – SKPD 1 oleh tim
apat catatan dari hasil pembahasan oleh tim anggaran kan dala
n pemerin erah me datanga n.
ormulir R – SKP n.
halam
m ai dar rin an p an
n ma Ib kota bul
rangkat
REN A DAN ANGGARA
SATU AT DAER
CANA KERJ N
AN KERJA PERANGK AH Provinsi/Kabupaten/Kota …….
Tahun Anggaran …
Formulir RKA SKPD 2.1
Urusan Pemerintahan : x. xx. ……….
Organisasi : x. xx. xx. ……….
Rincian Anggaran Belanja Tidak Langsung Satuan Kerja Perangkat Daerah Tahun n
Kode
Rekening Uraian
olume satuan Harga satu
Jumlah (RP)
Tahun
v an n+1
1 2 3 4 5 6=(3x5) 7
x X x xx xx
x x x xx xx
Jumlah
……..,tanggal …..
Kepala SKPD
(nama lengkap) NIP. 000 000 000
Keterangan :
Tanggal Pembahasan : Catatan Hasil Pembahasan : 1.
2.
Dst
Tim Anggaran Pemerintah Daerah:
No Nama NIP Jabatan Tandatangan
1
2
Dst
Cara Pengisian :
01. Provinsi/Kabupaten/Kota diisi dengan nama Provinsi/Kabupaten/Kota.
02. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan
03. Urusan Pemerintahan diisi dengan nomor kode urusan pemerintahan dan nama urusan Pemerintahan Daerah yang dilaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi SKPD.
04. Organisasi diisi dengan nomor kode Perangkat Daerah dan Nama Satuan Kerja Perangkat Daerah.
05. Kolom 1 ( kode rekening )
Diisi dengan kode rekening akun, kelompok, jenis, objek dan rincian objek belanja Tidak Langsung.
06. Kolom 2 ( uraian )
Diisi dengan uraian na Langsung.
07. Kolom 3 ( volume )
Diisi dengan jumlah satuan 08. Kolom 4 ( satuan )
Diisi dengan satuan waktu/jam/hari/bulan/tah 09. Kolom 5 ( harga satuan
Diisi dengan harga satu 10. Kolom 6 (jumlah tahun n)
Diisi dengan jumlah perkal satuan. Setiap uraian ri
jum h rincian objek pad mas
obj belanja berkenaan. Setiap objek belanja pada masing-masing jenis belanja kemudian dju ahkan menjadi jumlah jenis belanja.
11. Kolom 7 ( jumlah tahun n + 1 )
Diisi dengan perkiraan jumlah menurut jenis belanja untuk 1 tahun berikutnya.
12. Baris jumlah pada kolom 7 merupakan penjumlahan dari seluruh jenis belanja Tidak Langsung yang tercantum dalam kolom 7.
13. Formulir RKA – SKPD 2.1 dapat diperbanyak sesuai kebutuhan.
14. Apabila formulir RKA – SKPD 2.1 lebih dari satu halaman, maka pada halaman-halaman berikutnya cukup diisi mulai dari rincian belanja Tidak Langsung satuan kerja perangkat daerah dan pada setiap pada halaman diberi nomor urut halaman.
15. Tanggal, bulan, tahun diisi berdasarkan pembuatan RKA – SKPD 2.1.
16. Fomulir RKA – SKPD 2.1 ditandatangani oleh Kepala SKPD dengan mencantumkan nama lengkap dan NIP yang bersangkutan.
17. Keterangan isi dengan tanggal pembahasan formulir RKA – SKPD 2.1 oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah. Apabila terdapat catatan dari hasil pembahasan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah untuk mendapatkan perhatian Kepala SKPD dicantumkan dalam baris catatan hasil pembahasan.
18. Seluruh anggota Tim Anggaran Pemerintah Daerah menandatangani formulir RKA – SKPD 2.1 yang telah dibahas yang dilengkapi dengan nama, NIP dan Jabatan.
19. Apabila formulir RKA – SKPD 2.1 lebih dari satu halaman maka tanggal, bulan dan tahun pembuatan, kolom tanda tangan dan nama Kelapa SKPD, serta keterangan, tanggal pembahasan, catatan hasil pembahasan, nama, NIP, Jabatan dan tanda tangan Tim Anggaran Pemerintah Daerah ditempatkan pada halaman terakhir.
20. Formulir RKA – SKPD 2.1 merupakan input data untuk menyusun formulir RKA – SKPD.
ma akun, kelompok, jenis, objek dan rincian objek Belanja Tidak
dapat berupa jumlah orang/pegawai
hitung dari target rincian objek yang direncanakan seperti unit, un, ukuran berat, ukuran luas, ukuran isi dan sebagainya.
)
an dapat berupa tarif, harga, tingkat suku bunga, nilai kurs.
ian antara jumlah volume dengan jumlah satuan dan harga ncian objek dijumlahkan menjadi jumlah rincian objek belanja. Setiap
a ing-masing objek belanja selanjutnya dijumlahkan menjadi la
ek
ml
4. Rincia Anggaran Bela menurut Program dan per Kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah ( Formul
Cara Pengisian
n nja Langsung
ir RKA – SKPD 2.2.1 )
RENCANA AN ANGGARAN SATUAN KERJ ANGKAT DAERAH
KERJA D A PER Provinsi/Kabupaten/Kota …….
Tahun Angg
Formulir
RKA – SKPD2.2.1 aran …...
Urusan Pemerintahan : x. xx. ……….
Organisasi : x. xx xx. ……….
Program : x. xx xx. xx. ……….
Kegiata : x. xx. xx. xx. xx. ……….
n
Lokasi kegiatan : ……….
Jumlah Tahun n-1 : Rp
………… …………..(……… … ….
.)
……… ………… …………
Jumlah Tahun n : Rp
………..(……… ………… ……….
.
………… ……
)
Jumlah Tahun n+1 : Rp
……… … … ………… ………… ……….
.)
… …… ………..( ……… ………
Indikator & Tolok Ukur Kinerja Belanja Langsung
Indikator Tolok Ukur Kinerja Target Kinerja Capaian Program
Masukan Keluaran Hasil
Kelompok Sasaran Kegiatan : ………….
Rincian Anggaran Belanja Langsung
menurut Progra dan Per Kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah m Rincian Penghitungan Kode
Rekening aian
Volume Satuan Harga satuan
J (Rp Ur
umlah )
1 2 3 4 5 6=(3x5)
x x x xx xx
x x x xx xx
Jumlah
……..,tanggal …..
Kepala SKPD (nama lengkap)
NIP. 000 000 000
Keterangan :
Tanggal Pembahasan :
Catatan Hasil Pembahasan :
1.
2.
Dst
Tim Anggaran Pemerintah Daerah:
No Nama Nip Jabatan Tandatangan
1
2
dst
:
01. Provinsi/Kabupaten/Kota diisi dengan nama Provinsi/Kabupaten/Kota.
02. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan
03. Urusan Pemerintahan diisi d Pemerintahan Daerah yang 04. Organisasi diisi dengan nom
Daerah.
05. Baris kolom Program diisi berkenaan.
06. Baris kolom kegiatan diisi d dilaksanakan.
07. Bari kolom lokasi kegia dilaksanakan.
08. Baris kolom jumlah Tahun n untuk 1 (satu) tahun seb 09. Baris kolom n diisi dengan
direncanaka.
10. Baris kolom jumlah Tahun n + untuk 1 (satu) tahun berik 11. Indikator dan tolok ukur kine
Contoh :
Program : Program Wa embilan Tahun
Kegiatan : Pembangunan Ge
• Tolok ukur untuk capa
: bagi seluruh anak usia pendidikan SMP
• Target kinerja untuk capaian
• Tolok ukur untuk masukan : jumla
• Target kinerja untuk masuk
• Tolok ukur untuk keluaran : tersed
• Target kinerja dari tolok ukur
• Tolok ukur untuk has
SMP
• Target kinerja dari tol
capaian program.
• Kelompok sasaran ke
sasaran.
12. Kelompok sasaran keg 13. Kolom 1 ( kode rekenin
Diisi dengan kode rekeni a 14. Kolom 2 (uraian)
Diisi dengan uraian nam 15. Kolom 3 (volume)
Diisi dengan jumlah satuan d 16. Kolom 4 (satuan)
Diisi dengan satuan waktu/jam/hari/bulan/tah 17. Kolom 5 (harga satuan)
Diisi dengan harga satuan d 18. Kolom 6 (jumlah)
Diisi dengan jumlah p l satuan. Setiap uraian ri
jumlah rincian objek pada m g-masing objek belanja selanjutnya dijumlahkan menjadi obj belanja berkenaan. Setiap objek belanja pada masing-masing jenis belanja kemudian dju ahkan menjadi jumlah jenis belanja. Penjumlah dari seluruh jenis belanja merupakan jum pok belanja Langsung yang dituangkan dalam formulir RKA – SKPD 2.2 19. Bar jumlah pada kolom 7 merupakan penjumlahan dari seluruh jenis belanja Langsung
yang tercantum pada kolom 7.
20. Formulir RKA – SKPD 2.2.1 dapat diperbanyak sesuai kebutuhan.
21. Apabila formulir RKA – SKPD 2.2.1 lebih dari satu halaman, maka pada halaman-halaman berikutnya cukup diisi mulai dari rincian belanja Langsung program perkegiatan satuan kerja perangkat daerah dan setiap halaman diberi nomor urut halaman.
22. Tanggal, bulan, tahun diisi berdasarkan pembuatan RKA – SKPD 2.2.1.
23. Fomulir RKA – SKPD 2.2.1 ditandatangani oleh Kepala SKPD dengan mencantumkan nama lengkap dan NIP yang bersangkutan.
24. Keterangan isi dengan tanggal pembahasan formulir RKA – SKPD 2.1 oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah. Apabila terdapat catatan dari hasil pembahasan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah untuk mendapatkan perhatian Kepala SKPD dicantumkan dalam baris catatan hasil pembahasan.
25. Seluruh anggota Tim Anggaran Pemerintah Daerah menandatangani formulir RKA – SKPD 2.1 yang telah dibahas yang dilengkapi dengan nama, NIP dan Jabatan.
26. Apabila formulir RKA – SKPD 2.2.1 lebih dari satu halaman maka tanggal, bulan dan tahun pembuatan, kolom tanda tangan dan nama Kelapa SKPD, serta keterangan, tanggal pembahasan, catatan hasil pembahasan, nama, NIP, Jabatan dan tanda tangan Tim Anggaran Pemerintah Daerah ditempatkan pada halaman terakhir.
27. Formulir RKA – SKPD 2 2.1 merupakan input data untuk menyusun formulir RKA – SKPD 2.2.
engan nomor kode urusan pemerintahan dan nama urusan dilaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi SKPD.
or kode Perangkat Daerah dan Nama Satuan Kerja Perangkat dengan kode program dan nama program dari kegiatan yang engan nomor kode kegiatan dan nama kegiatan yang akan tan diisi dengan nama lokasi atau tempat setiap kegiatan yang akan – 1 diisi dengan jumlah perkiraan belanja kegiatan berkenaan elumnya.
jumlah perkiraan belanja kegiatan berkenaan pada tahun yang 1 diisi dengan jumlah perkiraan belanja kegiatan berkenaan utnya.
rja belanja langsung : jib Belajar Pendidikan Dasar S
dung Sekolah SMP ian kualitas pendidikan
program : 1000 orang anak didik usia SMP h dana yang dibutuhkan
an : Rp. 5.000.000.000,-
ianya ruang belajar bagi peserta didik SMP keluaran : 5 gedung SMP
il : tersedianya ruang belajar yang dapat menampung peserta didik ok ukur hasil : 5 gedung untuk 600 peserta didik atau 60 % dari target giatan diisi dengan penjelasan terhadap karateristik kelompok iatan diisi dengan penjelasan terhadap karateristik kelompok sasaran.
g )
ng kun, kelompok, jenis, objek dan rincian objek belanja Langsung.
a akun, kelompok, jenis, objek dan rincian objek Belanja Langsung apat berupa jumlah orang/pegawai dan barang
hitung dari target rincian objek yang direncanakan seperti unit, un, ukuran berat, ukuran luas, ukuran isi dan sebagainya.
apat berupa tarif, harga, tingkat suku bunga, nilai kurs.
erka ian antara jumlah volume dengan jumlah satuan dan harga ncian objek dijumlahkan menjadi jumlah rincian objek belanja. Setiap
asin ek
ml
lah kelom
is
5. Rekapitulasi Anggaran Belanja Langsung Berdasarkan Program dan Kegiatan ( Formulir RKA – SKPD 2.2. )
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH
Provinsi/Kabupaten/Kota …….
Tahun Anggaran …
Formulir RKA-SKPD
2.2
Urusan Pemerintahan : x. xx. .……….
Organisasi : x. xx. xx. ..……….
Rekapitulasi Anggaran Belanja Langsung Berdasarkan Program dan Kegiatan
Kode Jumlah
Tahun n Program Kegiatan Uraian Lokasi
Kegiatan
Kinerja ntitatif)
Belanja Pegawai Barang & Jasa Target
(Kua
Modal Jumlah
Tahun n+1
1 2 3 4 5 6 7 8 9=6+7+8 10
xx Program …
xx Kegiatan ….
xx Kegiatan ….
xx dst ….
xx dst ….
xx dst ….
Jumlah
……..,tanggal …..
Kepala SKPD
(nama lengkap)
NIP. 000 000 000