KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA (K3)
Kesehatan Kerja
• mengarah pada promosi, dan pemeliharaan derajat kesehatan yang paling tinggi secara fisik, mental, dan sosial yang baik dari para tenaga kerja dalam semua jenis pekerjaan dan jabatan.
• pencegahan di antara para tenaga kerja dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kondisi kerja.
• perlindungan para tenaga kerja dalam pekerjaannya dari risiko sebagai akibat faktor-faktor yang merugikan kesehatan.
• penempatan dan pemeliharaan tenaga kerja dalam lingkungan kerja yang diadaptasikan pada kemampuan fisiologis dan psikologis.
• penyesuaian pekerjaan pada manusia dan setiap orang pada pekerjaannya.
Fokus Utama Kesehatan Kerja
• Pemeliharaan & promosi kesehatan para tenaga kerja
• Perbaikan lingkungan kerja & pekerjaan agar menjadi kondusif terhadap keselamatan & kesehatan T.K.
• Pengembangan organisasi kerja & budaya kerja ke arah
yang mendukung kesehatan & keselamatan di tempat
kerja & untuk menjalankannya,serta mempromosikan
suasana sosial yang positif dan operasi produksi yang
lancar shg dapat meningkatkan produktivitas
perusahaan.
Tujuan K3
Mencegah terjadinya kecelakaan
kerja
Mencegah timbulnya penyakit akibat
suatu pekerjaan Menjamin
tempat kerja yang sehat, bersih, nyaman
dan aman
TUJUAN KESELAMATAN
KERJA
Mencegah/
mengurangi kematian
Mengamankan material dan
lain lain Meningkatkan
produktivitas kerja
TUJUAN K3
• Melindungi para pekerja dan orang lain di tempat kerja
• Menjamin agar setiap sumber produksi dapat dipakai secara aman dan efisien
• Menjamin proses produksi berjalan lancar
Batasan Keselamatan Kerja
• Keselamatan kerja adalah keselamatan yg berkaitan dengan mesin, pesawat, alat kerja. Bahan & proses pengolahannya, landasan tempat kerja &
lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan.
• Keselamatan kerja bersasaran segala tempat kerja, baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air, maupun di udara.
• Keselamatan kerja menyangkut segenap proses
produksi & distribusi, baik barang maupun jasa.
Tujuan Keselamatan Kerja
• Melindungi T.K. Atas hak keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas nasional.
• Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada di tempat kerja.
• Sumber produksi dipelihara dan dipergunakan
secara aman & efisien.
Hubungan Keselamatan Kerja dg Peningkatan Produktivitas
• Keselamatan kerja berkaitan erat dg peningkatan produktivitas & produksi
• Produktivitas adalah perbandingan antara hasil kerja
(O) dan upaya yang dipergunakan (I)
Hubungan K. Kerja dg Peningkatan Produksi & Produktivitas
• Tingkat keselamatan kerja yang tinggi, kecelakaan
2yang menjadi sebab sakit, cacat, & kematian dapat dikurangi atau ditekan sekecil
2nya, sehingga pembiayaan yang tdk perlu dapat dihindari.
• Tingkat keselamatan yang tinggi sejalan dengan
pemeliharaan & penggunaan peralatan kerja serta
mesin yang produktif & efisien yang berkaitan dg
tingkat produksi & produktivitas tinggi.
Hubungan K. Kerja dg Peningkatan Produksi & Produktivitas - Lanjutan
• Pada berbagai hal, tingkat keselamatan yang tinggi menciptakan kondisi
2yang mendukung kenyamanan serta kegairahan kerja, sehingga faktor manusia dapat diserasikan dg tingkat efisiensi yg tinggi pula.
• Praktik keselamatan tdk bisa dipisahkan dari
keterampilan, keduanya berjalan sejajar & merupakan
unsur
2esensial bagi kelangsunga proses produksi.
Hubungan K. Kerja dg Peningkatan Produksi & Produktivitas – Lanjutan
• K. Kerja yg dilaksanakan sebaik-baiknya dg partisipasi pengusaha & buruh akan membawa iklim keamanan &
ketenangakerjaan, shg sangat membantu bagi
hubungan buruh & pengusaha yg merupakan landasan
kuat bagi terciptanya kelancaran produksi.
FOKUS PELAKSANAAN K3
• Mencegah Kecelakaan Kerja
• Mencegah Penyakit Akibat Kerja
KECELAKAAN KERJA
Suatu kejadian yang tidak di semula dan tidak dikehendaki yang mengacaukan proses yang telah diatur dari suatu aktivitas dan dapat
menimbul kan kerugian harta benda dan korban manusia
PENYAKIT AKIBAT KERJA
Penyakit yang timbul karena hubungan kerja
Telaah Istilah dalam Keselamatan Kerja
• Keselamatan kerja atau safety adalah suatu usaha untuk menciptakan keadaan lingkungan kerja yang aman bebas dari kecelakaan.
• Kecelakaan adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan atau tidak disengaja serta tiba-tiba dan menimbulkan kerugian, baik harta maupun jiwa
manusia.
• Kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja atau sedang melakukan pekerjaan disuatu tempat kerja.
• Keselamatan kerja adalah menjamin keadaan,
keutuhan dan kesempurnaan, baik jasmaniah maupun rohaniah manusia serta hasil karya dan budayanya
tertuju pada kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan manusia pada khususnya.
Keselamatan kerja ditujukan bagi:
Manusia (pekerja dan masyarakat)
Benda (alat, mesin, bangunan dll)
Lingkungan (air, udara,
cahaya, dll)
Dasar Hukum Penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Di Tempat Kerja
UU No 1 Tahun 1970 Tentang keselamatan Kerja :
Pelaksanaan UU NO.1
Tahun 1970 ditentukan oleh 3 unsur :
1. Tempat kerja digunakan untuk kegiatan usaha
RUANG LINGKUP UU NO.1 TAHUN 1970
Tempat Kerja Tenaga
Kerja
2. Tenaga kerja
melakukan pekerjaan untuk keperluan usaha
3. Sumber bahaya berpotensi sebagai penyebab kecelakaan dan penyakit akibat kerja
Sumber Bahaya
TEMPAT KERJA
1. Adanya Usaha, baik itu usaha yang bersifat ekonomis maupun usaha sosial
2. Adanya Tenaga Kerja yang bekerja
didalamnya baik secara terus menerus maupun hanya sewaktu-waktu
3. Adanya Sumber Bahaya
Dasar Hukum Penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Di Tempat Kerja
Permenaker No 5 Tahun 1996 Tentang Sistem Manajemen K3 :
Setiap perusahaan yang memperkerjakan seratus tenaga kerja atau lebih dan atau yang mengandung potensi
bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran
lingkungan dan penyakit akibat kerja (PAK).
Dasar Hukum Penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Di Tempat Kerja
Permenaker No 4 Tahun 1987 Tentang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) :
• Tempat kerja dimana pengusaha atau pengurus memperkerjakan 100 orang atau lebih.
• Tempat kerja dimana pengusaha memperkerjakan
kurang dari seratus orang tetapi menggunakan bahan, proses dan instalasi yang memiliki resiko besar akan terjadinya peledakan, kebakaran, keracunan dan
pencemaran radioaktif.
• Hukum
• Kemanusiaan
• Ekonomi
Pendekatan K3
• Philosophy
• Keilmuan
UTAMAKAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Pendekatan K3
• Pendekatan Hukum
• K3 merupakan ketentuan perundangan .
• K3 wajib dilaksanakan
• Pelanggaran terhadap K3 dapat dikenakan sangsi pidana
(denda/kurungan)
• Tujuan :
• Melindungi TK dan orang lain, asset dan lingkungan hidup
Undang undang No 1 tahun1970 KeselamatanKerja
• Pendekatan Kemanusiaan
• Kecelakaan menimbulkan penderitaan bagi
Pendekatan K3
sikorban/ keluarganya.
• K3 melindungi pekerja dan masyarakat
• K3 bagian dari HAM
• Pendekatan Ekonomi
• K3 mencegah kerugian
• Meningkatkan produktivitas
Pendekatan K3
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Philosophy
Upaya untuk menjamin
keutuhan dan kesempurnaan tenaga kerja dan manusia pada umumnya, hasil karya dan
budayanya menuju masyarakat
yang adil dan sejahtera.
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Keilmuan
Suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam upaya mencegah kecelakaan,
kebakaran, peledakan,
pencemaran, penyakit, dll
a
Perencanaan
a. Pemasangan
b. Pemakaian
c. Perawatan PENGENDALIAN
• Administratif,
• Legalitas/perijinan,
• Standarisasi
• Sertifikasi
ASPEK PENERAPAN K3
Identifikasi Bahaya
• Sebelum memulai suatu pekerjaan, harus
dilakukan Identifikasi Bahaya guna mengetahui potensi bahaya dalam setiap pekerjaan.
• Identifikasi Bahaya dilakukan bersama pengawas pekerjaan dan Safety Departement.
• Semua hasil identifikasi Bahaya harus
didokumentasikan dengan baik dan dijadikan sebagai pedoman dalam melakukan setiap
kegiatan.
Penentuan Faktor Resiko
• Sifat Pekerjaan
• Lokasi Kerja
• Potensi bahaya di tempat kerja
• Potensi/kualifikasi kontraktor
• Lamanya pekerjaan
• Pengalaman dan keahlian kontraktor
ANALISA KECELAKAAN, bertujuan
menemukan faktor penyebab utamanya dan menentukan tindakan pencegahan terjadinya peristiwa yang sama
ANALYSIS KECELAKAAN
Korban manusia
- Meninggal - Luka berat - Luka ringan
Kerugian Material (Rp…………)
- Bangunan
- Peralatan/Mesin A.
Akibat
kecelakaan
Loss
- Bahan Baku
- Bahan setengah jadi - Bahan jadi
Kerugian waktu kerja
…… jam kerja orang
People Property
Process (Profit)
1. Mesin produksi
2. Penggerak mula dan pompa 3. Lift
4. Pesawat angkat.
5. Converyor
6. Pesawat angkut
7 Alat transmisi mekanik (rantai, pulley, dll).
8 Perkakas kerja tangan
9. Pesawat uap dan bejana tekan 10. Peralatan listrik
11. Bahan kimia 12. Debu berbahaya
13. Radiasi dan bahan radioaktif 14. Faktor lingkungan
15. Bahan mudah terbakar dan benda panas 16. Binatang
17. Permukaan lantai kerja 18. Lain-lain.
B.
Sumber
Kecelakaan
Incident
Contact With Energy or Substance
1.
2.
3.
C.
Type
Kecelakaan
Incident
Terbentur Terpukul
Tertangkap pada, dalam atau diantara benda
4 Jatuh dari ketinggian yang sama.
5. Jatuh dari ketinggian yang berbeda.
6. Tergelincir.
7. Terpapar
8. Penghisapan, penyerapan 9. Tersentuh aliran listrik.
10. Lain-lain.
Contact With Energy or Substance
D.
Kondisi berbahaya
D.
Kondisi berbahaya
1. Pengamanan yang tidak sempurna
2 Peralatan/bahan yang tidak seharusnya 3. Kecacatan, ketidak sempurnaan
4. Prosedur yang tidak aman 5. Penerangan tidak sempurna 6. Iklim kerja yang tidak aman
7. Tekanan udara yang tidak aman 8. Getaran yang berbahaya
9. Pakaian, kelengkapan yang tidak aman 10. Kejadian berbahaya lainnya
Immediate Causes
Substandard Acts Substandard
Conditions
E.
Tindakan berbahaya
E.
Tindakan berbahaya
Immediate Causes
1. Melakukan pekerjaan tanpa wewenang, 2. Bekerja dengan kecepatan berbahaya.
3. Membuat alat pengaman tidak berfungsi
4 Memakai peralatan yang tidak aman, tanpa peralatan.
5. Melakukan Proses dengan tidak aman 6. Posisi atau sikap tubuh tidak aman
7. Bekerja pada objek yang berputar atau berbahaya
8. Mengalihkan perhatian, mengganggu, sembrono / berkelakar, mengagetkan dan lain-lain.
9. Melalaikan penggunaan alat pelindung diri yang ditentukan.
10. Lain-lain.
Substandard Acts Substandard
Conditions
Pencegahan Kecelakaan Kerja
1. Peraturan 2. Standardisasi 3. Pengawasan
4. Penelitan Teknik 5. Penelitian Medis 6. Penelitian Psikologis 7. Penelitian Statistik 8. Pendidikan
9. Pelatihan 10. Persuasi 11. Asuransi
12. Penerangan 1 s/d 11
Faktor Manusia
• Sangat dominan di lingkungan konstruksi.
• Pekerja Heterogen, Tingkat skill dan edukasi berbeda, Pengetahuan tentang keselamatan rendah.
• Perlu penanganan khusus
Faktor Teknis
• Berkaitan dengan kegiatan kerja Proyek seperti penggunaan peralatan dan alat berat,
penggalian, pembangunan, pengangkutan dsb.
• Disebabkan kondisi teknis dan metoda kerja
yang tidak memenuhi standar keselamatan
(substandards condition)
Pencegahan Faktor Manusia
• Pemilihan Tenaga Kerja
• Pelatihan sebelum mulai kerja
• Pembinaan dan pengawasan selama kegiatan
berlangsung
Pencegahan Faktor Teknis
• Perencanaan Kerja yang baik.
• Pemeliharaan dan perawatan peralatan
• Pengawasan dan pengujian peralatan kerja
• Penggunaan metoda dan teknik konstruksi yang aman
• Penerapan Sistim Manajemen Mutu
PRINSIP DASAR UU NO.1 TAHUN 1970
Sentralisasi kebijakan dan desentralisasi pelaksanaan melalui pengangkatan ahli K3
Manajemen partisipatif, keikutsertaan pekerja sebagai anggota P2K2 dan ikut merumuskan kebijakan K3 yang
berkaitan dengan kepentingan pekerja Pemberdayaan pekerja dan pengusaha
UU NO.1 TAHUN 1970 PASAL 3 SYARAT-SYARAT K3
MENCEGAH & PENGURANGI KECELAKAAN
SYARAT-SYARAT K3
1. Mencegah dan mengurangi kecelakaan
2. Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran 3. Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan
4. Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian-kejadian lain yang berbahaya.
5. Memberi pertolongan pada keelakaan 6. Memberi APD diri pada para pekerja
7. Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja.
8. Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya 9. dan seterusnya………….
Tujuan keselamatan kerja adalah :
1. Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan
hidup dan meningkatkan produksi serta produktifitas nasional.
2. Menjamin keselamatan setiap orang yang berada di tempat kerja.
3. Sumber produksi dipelihara dan dipergunakan
secara aman dan efesien.
Pengertian Kesehatan Kerja
Kesehatan kerja adalah Suatu keadaan para
pekerja/masyarakat pekerja dimana kondisi jasmani dan rohani dalam keadaan bebas dari berbagai macam
penyakit yang diakibatkan oleh berbagai macam faktor pekerjaan dan lingkungan kerja.
Tujuan kesehatan kerja adalah:
1. Agar para pekerja/masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehataan setinggi tingginya, baik fisik maupun mental, baik idividual maupun social dengan usaha-usaha preventif dan kuratif terhadap penyakit-penyakit / ganguan-ganguan
kesehatan yang diakibatkan oleh faktor-faktor pekerjaan dan lingkungan kerja serta terhadap penyakit umum.
2. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan dan gizi tenaga kerja
3. perawatan dan mempertinggi efesiensi dan produktifitas tenaga kerja
Prosedur K3
Prosedur K3 adalah aturan-aturan atau cara kerja yang berlaku saat melakukan suatu pekerjaan dalam bidang
pekerjaan tertu yang fungsinya dalam keadaan yang berbeda- beda sehingga prosedur K3 tidak sembarangan ditetapkan
salam suatu pekerjaan
Prosedur bekerja yang aman dan tertip :
1.Menetapkan standar K3
2.Menetapkan tata tertip yang harus dipatuhi 3.Menetapkan peraturan-peraturan
4.Mensosialisasikan peraturan dan perundang-
undangan k3 ini kepada seluruh tenaga kerja
5.Memonitor pelaksanaan peraturan-peraturan
Faktor timbulnya kecelakaan kerja
1.Faktor nasip dari para tenaga kerja
2.Faktor lingkungan fisik tenaga kerja, seperti mesin, gedung, ruang, peralatan
3.Faktor kelaalaian manusia
4.Faktor ketidakserasian kombinasi faktor-faktor
produksi yang dikelola dalam perusahaan.
Cara mengantisipasi kecelakaan kerja
1.Memerapkam prosedur bekerja sesuai dengan
SOP (Standard Operational Procedure)
a)Seluruh unsur yang ada harus mengetahui sarana, peraturan kesehatan dan prosedur kemanan organisasi
b)Seluruh staf bekerja sesuai dengan tugas atau kewajibannya c)Tenaga kerja yang tidak dapat melakasanakan kewajiban harus melapor kepada pihak yang berwenang agar ada
antisipasi jika timbul masalah.
Penilaian
Pilihlah (klik) pada huruf a,b,c atau d di depan dengan jawaban yang tepat
1. Keselamatan kerja dalam bahasa inggris adalah…
a. Storage safety b. Work safety c. Bag safety
d. Work storage
2. Prosedur K3 perlu dimengerti oleh….
a. Semua personal yang terlibat di perusahaan yang bersangkutan
b. Hanya pekerja yang melakukan pekerjaan tersebut saja c. Oleh pengunjung proyek
d. Para manajemen perusahaan
3. Tujuan K3 untuk karyawan adalah…
a. Meningkatkan kesejahteraan rohani dan jasmani karyawan b.Terciptanya keselamatan karyawan saat sedang bekerja dan setelah bekerja
c. Meningkatkan kinerja dan omset perusahaan d. Mencegah terjadinya kerugian
4. Salah satu dampak serius terjadinya cidera adalah…
a. Hilangnya kesempatan kerja b. Kematian
c. Berkurangnya penghasilan d. Pengangguran
5. Penelitian penyebab kecelakaan kerja menunjukkan beberapa fakta penting yaitu…
a. Pekerja muda yang baru bekerja lebih banyak mengalami kecelakaan dibanding pekerja yang sebaliknya
b. Pekerja yang sudah lama bekerja lebih banyak mengalami kecelakaan kerja
c. Pekerjaan yang sudah lama bekerja sering teledor d. Pekerja yang sudah lama bekerja tidak produktif