• Tidak ada hasil yang ditemukan

laporan tes kehamilan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "laporan tes kehamilan"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

laporan tes kehamilan

BAB I

PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

Manusia mempunyai kebutuhan yang konstan akan kasih sayang, kedekatan, dan penerimaan oleh seseorang. Intensitas dari dorongan-dorongan ini berfluktasi dari waktu ke waktu

tergantung situasi. Ekspresi yang mendalam dari dorongan ini diistilahkan sebagai siklus respon seksual.

Fungsi reproduksi wanita dapat dibagi menjadi dua tahapan utama, yaitu persiapan tubuh wanita untuk menerima konsepsi dan kehamilan dan masa kehamilan itu sendiri.

Setiap bulan wanita melepaskan 1 atau 2 sel telur (ovum) dari indung telur (ovulasi), yang ditangkap oleh umbai-umbai (fimbriae) dan masuk ke dalam saluran telur. Waktu

persetubuhan, cairan semen tumpah ke dalam vagina dan berjuta-juta sel mani (sperma) bergerak memasuki rongga rahim lalu masuk ke saluran telur. Pembuahan sel telur oleh sperma biasanya terjadi di bagian yang menggembung dari tuba fallopii.

Kehamilan adalah suatu keadaan fisiologis, akan tetapi pentingnya diagnosis kehamilan tidak dapat diabaikan. Dalam kehidupan wanita, hanya sedikit diagnosis yang lebih penting

daripada diagnosis kehamilan. Hanya sedikit pengalaman hidup yang dapat memicu emosi, baik berupa kebahagiaan luar biasa atau sebaliknya kesedihan mendalam.

Banyak manivestasi dari adaptasi fisiologis terhadap kehamilan yang mudah dikenali dan merupakan petunjuk penting bagi diagnosis dan evaluasi kemajuan kehamilan. Sebagian dari perubahan-perubahan selama kehamilan dapat diperkirakan waktunya secara relatife tepat sehingga merupakan patokan penting untuk memperkirakan usia gestasi janin.

Diagnosis kehamilan biasanya sangat mudah ditegakkan, tetapi sayangnya hal ini tidak selalu terjadi. Proses farmakologis atau patofisiologis kadang-kadang memicu perubahan-perubahan endokrin atau anatomis yang menyerupai kehamilan, sehingga membingungkan wanita, dan kadang-kadang juga dokternya. Dengan demikian, kadang-kadang diagnosis kehamilan tidak mudah ditegakkan, tetapi kehamilan jarang tidak terdiagnosis apabila telah dilakukan

pemeriksaan klinis dan laboratorium yang benar. Perubahan endokrinologis, fisiologis, dan anatomis yang menyertai kehamilan menimbulkan gejala dan tanda yang memberikan bukti adanya kehamilan.

Bertolak dari hal di atas percobaan ini menjadi sangat penting untuk dilakukan dimana, dengan percobaan tes kehamilan dapat membantu mahasiswa calon perawat untuk mengetahui ada tidaknya kehamilan secara dini pada klien khususnya berdasarkan atas adanya hormon Chorionic Gonadotropin pada urine klien (wanita hamil).

I.2 Tujuan Percobaan

Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu mengetahui ada tidaknya kehamilan secara dini berdasarkan atas adanya hormon Chorionic Gonadothropin dalam urine wanita hamil.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 1. Definisi Kehamilan

Kehamilan yaitu peristiwa dibuahinya ovum oleh sel sperma yang akhirnya berkembang sampai menjadi fetus yang aterm, (Guyton & Hall, 1997 : 1305).

Kehamilan adalah suatu keadaan fisiologis, akan tetapi pentingnya diagnosis kehamilan tidak dapat diabaikan. Dalam kehidupan wanita, hanya sedikit diagnosis yang lebih penting

(2)

daripada diagnosis kehamilan. Hanya sedikit pengalaman hidup yang dapat memicu emosi, baik berupa kebahagiaan luar biasa atau sebaliknya kesedihan mendalam.(F.Gary

Cunningham, 2006 : 23) 2. Proses Kehamilan

Proses kehamilan merupakan mata rantai yang berkesinambungan dan terdiri dari : ovulasi pelepasan ovum, terjadi migrasi spermatozoa dan ovum, terjadi konsepsi, terjadi nidasi (implantasi) pada uterus, pembentukan plasenta, dan tumbuh kembang hasil konsepsi sampai aterm. (Ida Bagus Gde Manuaba, 2000 : 95).

Skema dari pembuahan sampai bayi, (Rustam Muchtar, 2000 :22) Peristiwa Hasil Tempat

Spermatogenesis Sperma Testis

Oogenesis Ovum Ovarium Konsepsi Zygote Tuba Pembelahan Morula Tuba Nidasi Blastula Endometrium Trofoblas

Desidua

Lempeng embrional

embriogenesis Mudigah (embrio) Endometrium Rongga rahim

Organogenesis Janin Rongga rahim Plasenta

Tali pusat

Persalinan Bayi (neonatus) Jalan lahir

1. Konsepsi

Pertemuan inti ovum dengan inti spermatozoa disebut konsepsi atau vertilisasi dan membentuk zigot. Proses konsepsi dapat berlangsung sebagai berikut, (Ida Bagus Gde Manuaba, 2000 : 99) :

a. Ovum yang dilepaskan dalam proses ovulasi, diliputi oleh korona radiate, yang mengandung persediaan nutrisi.

b. Pada ovum dijumpai inti dalam bentuk metaphase ditengah sitoplasma yang disebut vitellus.

c. Dalam perjalanan korona radiate makin berkurang pada zona pelusida. Nutrisi dialirkan ke dalam vittellus, melalui saluran pada zona pellusida.

d. Konsepsi terjadi pada pars ampularis tuba : - Tempat yang paling luas

- Dindingnya penuh jonjot, tertutup sel yang mempunyai silia.

- Ovum mempunyai waktu terlama dalam ampula tuba.

e. Ovum siap dibuahi setelah 12 jam dan hidup selam 48 jam.

- Spermatozoa ditumpahkan, masuk melalui kanalis servikalis dengan kekuatan sendiri.

- Dalam kavum uteri terjadi proses kapasitasi, yaitu pelepasan sebagian dari ― Liproteinnya ― sehingga mampu mengadakan fertilisasi.

- Spermatozoa hidup selama 3 hari dalam genetalia interna.

- Spermatozoa melanjutkan perjalanan menuju tuba

- Spermatozoa akan mengelilingi ovum yang telah siap dibuahi serta mengikis korona radiate dan pellusida dengan proses enzimatik, hialuronidase.

- Melalui stomata spermatozoa memasuki ovum.

(3)

- Setelah kepala spermatozoa masuk ke dalam ovum, ekornya lepas dan tertinggal di luar.

- Kedua inti ovum dan initi spermatozoa bertemu dengan membentuk zigot.

Keseluruhan proses tersebut merupakan mata rantai fertilisasi atau konsepsi.

2. Proses nidasi atau implantasi

Dengan masuknya inti spermatozoa ke dalam sitoplasma ― vitellus ― membangkitkan kembali pembelahan dalam inti ovum yang dalam keadaan ― metaphase ―. Proses pemecahan dan pematangan mengikuti bentuk anaphase dan telofase sehingga pronukleusnya menjadi ― Haploid ―. Pronukleus spermatozoa dalam keadaan haploid saling mendekati dengan inti ovum yang kini haploid dan bertemu dalam pasangan pembawa tanda dari pihak pria dan pihak wanita. (Ida Bagus Gde Manuaba, 2000 : 99)

Setelah pertemuan kedua inti ovum dan spermatozoa terbentuk zigot yang dalam beberapa jam telah mampu membelah dirinya menjadi dua dan seterusnya. Berbarengan dengan pembelahan inti, hasil konsepsi terus berjalan menuju uterus. Hasil pembelahan sel

memenuhi seluruh ruangan yang besarnya 100 MU atau 0,1 mm dan disebut stadia morula.

(Ida Bagus Gde Manuaba, 2000 : 101).

Selama pembelahan sel di bagian dalam, terjadi pembentukan sel di bagian morula yang kemungkinan berasal dari korona radiate yang menjadi sel tropoblas. Sel tropoblas dalam pertumbuhannya, mampu mengeluarkan hormone korionik gonadotropin, yang

mempertahankan korpus luteum gravidarum. ( Ida Bagus Gde Manuaba, 2000 : 102).

Pembelahan berjalan terus dan di dalam morula terjadi ruangan yang mengandung cairan yang disebut ― blastula ―. Perkembangan dan pertumbuhan berjalan blastula dengan vilik korealisnya yang dilapisi sel tropoblas telah siap untuk mengadakan nadiasi. Sementara itu fase sekresi endometrium telah makin gembur dan makin banyak mengandung glikogen yang disebut desidua, (Ida Bagus Gde Manuala, 2000 : 102).

Sel trofoblas yang meliputi ―primer villi korealis‖ melakukan dekstruksi enzimatik- proteolitik, sehingga dapat menanamkan diri di dalam endometrium. Proses penanaman blastula disebut nidasi atau implantasi terjadi pada hari ke 6 sampai 7 setelah konsepsi, (Ida Bagus Gde Manuala, 2000 : 102).

Pada saat tertanamnya blastula ke dalam endometrium, mungkin terjadi pendarahan yang disebut tanda Hartman.

3. Pembentukan plasenta

Nidasi atau implantasi terjadi pada bagian fundus uteri di dinding depan atau belakang. Pada blastula penyebaran sel tropoblas yang tumbuh kembang tidak rata sehingga bagian blastula dengan inner cell mass akan tetanam ke dalam endometrium sel tropoblas mendestruksi endometrium sampai terjadi pembentukan plasenta yang berasal dari primer villi korealis, (Ida Bagus Gde Manuala, 2000 : 102).

Terjadinya nidasi atau implantasi mendorong sel blastula mengadakan deferensiasi. Sel yang dekat dengan ruangan eksoselom membentuk ―endoterm‖ dan yolk sac (kantung yolk).

Sedangkan sel lain membentuk ―ektoderm‖ dan ruangan amnion. Plat embrio (embryonal plate) terbentuk diantara dua ruangan yaitu ruangan amnion dan kantung yolk. Plate embrio terdiri atas unsure ektoderm, entoderm, dan meroderm. Ruangan amnion dengan cepat mendekati karion sehingga jaringan yang terdapat antara amnion dan embrio padat dan berkembang menjadi tali pusat, (Ida Bagus Gde Manuala, 2000 : 102).

Plasenta itu adalah satu organ/ bagian badan, yang terikat pada lapisan kandungan, yang berguna sebagai saluran penyedia darah pada bayi , dan juga menjaga dua bagian.. Dengan penghubung penyediaan darah, plasenta menyelesaikan fungsi-fungsi pada bayi yang belum lahir yang tidak bisa dilaksanakan sendiri. Bayi yang belum lahir mengambang dan pindah ke suatu kantong dari cairan disebut kantung amniotic, yang dibuat dari selaput-selaput. Plasenta itu terhubung dengan bayi oleh tali pusar,

(http://www.nhsdirect.nhs.uk/articles/article.aspx?articleId=2309, 30 Mei 2008).

(4)

Oksigen dan makanan lewat melalui darah menyediakan ke dalam plasenta. Dari sana, tali pusar membawa oksigen dan makanan kepada bayi yang belum lahir. Sisa buangan dari bayi, seperti gas asam-arang, dikembalikan sepanjang tali pusar kembali ke plasenta dan lalu ke dalam aliran darah, (http://www.nhsdirect.nhs.uk/articles/article.aspx?articleId=2309, 30 Mei 2008).

Antibodi pada bayi masuk melalui cara yang sama, untuk melindungi dari

infeksi/peradangan. Plasenta melindungi bayi melawan kebanyakan bakteri; termasuk bakteri yang menyebabkan sipilis dan TBC. Alkohol, nikotin dan narkoba lain dapat juga melewati khatulistiwa plasenta dan dapat menyebabkan kerusakan pada bayi yang belum lahir, (http://www.nhsdirect.nhs.uk/articles/article.aspx?articleId=2309, 30 Mei 2008).

Plasenta menghasilkan hormon-hormon bahwa bayi untuk bertumbuh dan berkembang.

Plasenta lewat zat darah penyerang kuman dari ibu ke bayi, memberikan imunitas untuk tiga yang pertama bulan setelah kelahiran,

(http://www.nhsdirect.nhs.uk/articles/article.aspx?articleId=2309, 30 Mei 2008).

Pada permulaan kantong berfungsi sebagai pembentuk darah bersama dengan hepar , limpa, dan sumsum tulang. Pada minggu kedua sampai ketiga terbentuk bakal jantung dengan pembuluh darahnya yang menuju body stalk (bakal tali pusat). Jantung bayi mulai dapat dideteksi pada minggu 6 sampai 8 dengan mempergunakan Ultrasonografi atau system Doppler, (Ida Bagus Gde Manuala, 2000 : 102).

Pembuluh darah pada body stalk terdiri dari arteri umbikalis dan vena umbilikalis. Cabang arteri dan vena umbilikalis masuk ke villi korealis sehingga dapat melakukan pertukaran nutrisi dan sekaligus membuang hasil metabolisme yang tidak diperlukan, (Ida Bagus Gde Manuala, 2000 : 102).

Dengan berbagai bentuk implantasi (nidasi) dimana posisi plat embrio berada, akan dijumpai berbagai variasi dari insersio tali pusat, yaitu insersio sentralis, parasentralis, marginalis atau insersio vilamentosa, (Ida Bagus Gde Manuala, 2000 : 102).

Vili korealis menghancurkan desidua sampai pembuluh darah, mulai dengan pembuluh darah vena pada hari ke 10 sampai ke 11 setelah konsepsi, sehingga sejak saat itu embrio mendapat tambahan nutrisi dari darah ibu secara langsung. Selanjutnya vili korealis menghancurkan pembuluh darah arteri sehingga terjadilah aliran darah pertama reptroplasenter pada hari ke 14 sampai ke 15 setelah konsepsi, (Ida Bagus Gde Manuala, 2000 : 102).

Bagian desidua yang tidak dihancurkan membagi plasenta menjadi sekitar 15 sampai 20 kotiledon maternal. Sedangkan dari sudut vetus, maka plasenta akan dibagi menjadi seitar 200 kotiledon fetus. Setiap kotiledon fetus terus bercabang dan mengambang di tengah aliran darah untuk menunaikan fungsinya memberikan nutrisi, pertumbuhan, dan perkembangan janin dalam rahim ibu, (Ida Bagus Gde Manuala, 2000 : 103).

Darah ibu dan darah janin tidak berhubungan langsung dan dipisahkan oleh lapisan

tropoblast, dinding pembuluh darah janin. Fungsinya dilakukan berdasarkan system osmosis dan enzimatik serta pinositosis. Situasi olasenta demikian disebutkan system plasenta

hemokorial, (Ida Bagus Gde Manuala, 2000 : 103).

Sebagian dari vili korealis tetap berhubungan langsung dengan pars basalis desidua, tetapi tidak sampai menembusnya. Hubungan vili korealis dengan lapisan desidua tersebut dibatasi oleh jaringan fibrotic yang disebut lapisan Nitabusch. Melalui lapisan Nitabusch, plasenta dilepaskan pada saat persalinan kala ketiga (kala uri), (Ida Bagus Gde Manuala, 2000 : 103).

3. Tanda dan Gejala Kehamilan

a. Tanda-tanda presumptife, (Rustam Mocthar, 2000 : 43-44) Amenorea (tidak dapat haid)

Wanita harus mengetahui tanggal hari pertama haid terakhir (HT) supaya dapat ditaksir umur kehamilan dan taksiran tanggal persalinan (TTP), yang dihitung dengan menggunakan rumus dari Naegele :

(5)

TTP = (Hari pertama HT + 7) dan (bulan HT + 3) Mual dan muntah (nausea and vomiting).

Biasanya terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan hingga akhir triwulan pertama. Karena sering terjadi pada pagi hari, disebut morning sickness (sakit pagi). Bila mual dan muntah terlalu sering disebut hiperemesis.

Mengidam (ingin makanan khusus).

Ibu hamil sering meminta makanan atau minuman tertentu terutama pada bulan-bulan triwulan pertama.

Tidak tahan suatu bau-bauan

Pingsan (pangsan)

Bila berada pada tempat-tempat ramai yang sesak dan padat bisa pingsan.

Tidak ada selera makan (anoreksia)

Hanya berlangsung pada triwulan pertama kehamilan, kemudian nafsu makan timbul kembali.

Lelah (fatigue)

Payudara membesar, tegang, dan sedikit nyeri, disebabkan pengaruh estrogen dan progesteron yang merangsang duktus dan alveoli payudara. Kelenjar Montgomery terlihat lebih membesar.

Miksi sering, karena kandung kemih tertekan oleh rahim yang membesar. Gejala ini akan hilang pada triwulan kedua kehamilan. Pada akhir kehamilan, gejala ini kembali, karena kandung kemih ditekan oleh kepala janin.

Konstipasi/obstipasi karena tonus otot-otot usus menurun oleh pengaruh hormon steroid.

Pigmentasi kulit oleh pengaruh hormon kortikosteroid plasenta, dijumpai di muka (chloasma gravidarum), areola payudara, leher, dan dinding perut (linea nigra = grisea).

Epulis : hipertrofi dari papil gusi.

Pemekaran vena-vena (varices) dapat terjadi pada kaki, betis, dan vulva biasanya dijumpai pada triwulan akhir.

b. Tanda-tanda kemungkinan hamil, (Rustam Mocthar, 2000 : 44-45).

a. Perut membesar

b. Uterus membesar: terjadi perubahan dalam bentuk, besar, dan konsistensi dari rahim.

c. Tanda Hegar d. Tanda Chadwick e. Tanda Piscascek

f. Kontraksi-kontraksi kecil uterus bila dirangsang (brakston-hicks) g. Teraba ballotement

h. Reaksi kehamilan positif

c. Tanda pasti(tanda positif), (Rustam Mocthar, 2000 :45).

a. Gerakan janin yang dapat dilihat atau dirasa atau diraba, juga bagian-bagian janin.

b. Denyut jantung janin :

1. Didengar dengan stetoskop-monoral Laennec 2. Dicatat dan didengar dengan alat Doppler 3. Dicatat dengan veto-elektrokardiogram 4. Dilihat pada ultra sonografi

c. Terlihat tulang-tulang janin dalam foto rontgen 4. Tes-tes kehamilan

Untuk mengetahui kehamilan dapat dilakukan beberapa tes berikut, (Irene M Bobak, et. Al, 2003 : 104-105) :

a. Human chorionic gonadotropin( hCG)

Human chorionic gonodotropin (hCG) dapat diukur dengan radio imunoesai dan dideteksi

(6)

dalam darah enam hari setelah konsepsi atau sekitar 20 hari sejak periode menstruasi terakhir (LMT = Last menstrual periode). Keberadaan hormone ini dalam urine pada awal kehamilan merupakan dasar berbagai tes kehamilan di laboratorium dan kadang-kadang dapat dideteksi di dalam urine 14 hari setelah konsepsi, (Irene M. Bobak, et. Al, 2003 : 104-105).

Spesimen urine yang pertama kali dikeluarkan di pagi hari( urine yang didiamkan minimal selama 6 jam) mengandung kadar hCG yang kira-kira sama dengan kadar hCG di dalam serum. Kadar hCG di dalam serum meningkat secara eksponensial antara hari ke-21 dan ke- 70 (dihitung hari pertama LMP). Sampel urine yang diambil secara acak biasanya memiliki kadar yang lebih rendah. Kemampuan untuk mengenali sub unit beta hCG merupakan inovasi terbaru evolusi tes endokrin untuk mendeteksi kehamilan, (Irene M. Bobak, et. Al, 2003 : 104-105).

b. Tes Lateks aglutinotion inhibition(LAI)

Tes ini mudah dilakukan dan hasil diperoleh dalam dua menit. Tes- tes ini akurat 4-10 hari setelah terlambat haid. Contoh tes tipe ini ialah preparat Gravidex, Pregnosticon, dan UCG beta, (Irene M. Bobak, et. Al, 2003 : 105).

c. Tes Hemagglutination Inhibition (HAI)

Tes ini lebih sensitif daripada tes LAI, tetapi memerlukan satu sampai dua jam sampai hasil diperoleh. Akan tetapi, Neocept, yang memberi hasil yang akurat sebelum atau pada haid terlambat, semua tes HAI akurat sekitar empat hari sesudah terlambat haid. Di pasaran juga dijual e.p.t (early pregnancy test = tes kehamilan dini), suatu tes HAI yang dapat dilakukan di rumah dijual umum, (Irene M. Bobak, et. Al, 2003 : 105).

d. Radioreceptor Assay

Tes ini adalah salah satu kategori terbaru tes kehamilan. Tes serum 1 jam ini memerlukan peralatan yang cukup canggih. Assay radioreceptor biasanya akurat pada saat haid terlambat (14 hari setelah konsepsi). Biocept G adalah contoh tes tipe ini, (Irene M. Bobak, et. Al, 2003 : 105).

e. Tes Hamil Radioimunoesai.

Tes hamil radioimunoesai untuk subunit beta hCG memakai tanda berlabel radioaktif sehingga tes harus dilakukan di laboratorium. Bergantung kepada derajat sensitivitas yang diinginkan, waktu tes bervariasi dari 1 sampai 48 jam. Radioimunoesai adalah tes kehamilan yang paling sensitif saat ini. Kehamilan dapat didiagnosis 8 hari setelah ovulasi atau enam hari sebelum haid berikutnya, (Irene M. Bobak, et. Al, 2003 : 105).

f. Enzim Imunoassay

Tes ini memakai kompleks anti-hCG monoklonal dan enzim. Perubahan warna membuat hasil mudah dibaca. Tes baru ini memberi harapan di masa depan. Confidot adalah tes kehamilan essay imunoenzimatik yang dikerjakan di rumah, (Irene M. Bobak, et. Al, 2003 : 105).

g. Enzyme-linked Immunosorbent Assay (ELISA)

Tes ELISA adalah tes kehamilan yang paling popular. Tes ini menggunakan anti body monoklonal spesifik yang dihasilkan oleh teknologi cell-line hibrida. Suatu enzim, yang bukan merupakan senyawa radioaktif, mengidentifikasi antigen substansi yang akan diukur.

Enzim menginduksi reaksi perubahan warna. Hasil akhir tes dapat dibaca dengan mata telanjang atau spectrometer, (Irene M. Bobak, et. Al, 2003 : 105).

Tes ELISA memiliki banyak kelebihan. Antigen enzim berkonjugasi dan reagen tes stabil, peralatan yang diperlukan sederhana, dan tidak ada produk sampah nuklir. Baik di rumah atau di klinik, prosedur ELISA memerlukan waktu minimal dan member hasil dalam 5 menit dengan tikat sensitifitas dari 25—50 mIU/ml hCG dalam spesimen. Teknologi adalah dasar tes-tes baru yang dapat dibeli bebas, (Irene M. Bobak, et. Al, 2003 : 105).

h. Ultrasonografi (USG).

Dibandingkan dengan pemeriksaan rontgen, USG tidak berbahaya untuk janin, karena

(7)

memakai prinsip sonar (bunyi). USG menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menghasilkan gambaran organ atau jaringan. Refleksi gelombang suara ditransmisikan pada layar monitor sebagai lapisan jaringan dengan densitas yang berbeda. Ultrasonografi aman bagi ibu dan janin kapan saja dilakukan saat kehamilan dan dapat digunakan berulang bila digunakan. Ultrasonografi telah berhasil dengan baik menentukan embrio paling cepat minggu ke-6 dan menjadi alat diagnostik yang amat berguna dalam praktik obstetrik, secara luas menggantikan X-ray. Pada layar dapat dilihat letak, gerakan, dan gerakan jantung janin, (Persis Mary Hamilton, 2000 : 77).

5. Hormon yang dihasilkan oleh Plasenta Hormon yang dikeluarkan oleh plasenta, yaitu :

1) Gonadotrofin korion manusia (human chorionic gonadotrophin, hCG). hCG diproduksi diproduksi pada awal hari ke-9 setelah konsepsi, dan hormon ini mencapai puncaknya pada hari ke-60. Kadar hormon ini kemudian turun dan tetap rendah sampai pada akhir kehamilan.

Fungsi hormon ini adalah memelihara corpus luteum sampai plasenta dapat menggantikannya memproduksi estrogen dan progesteron. Seperti telah disebutkan di depan, hCG

diekspresikan ke dalam urine dan menjadi dasar untuk uji diagnostic kehamilan secara imunologis, (Sylvia Verralls, 2000 : 219).

2) Human Chorionic Somato-mammotropin

Human Chorionic Somato-mammotropin menyebabkan penurunan sensitivitas insulin dan menurunkan penggunaan glukosa pada ibu, sehingga membuat jumlah glukosa yang tersedia untuk fetus lebih besar. Karena glukosa merupakan zat utama yang dipakai fetus untuk meningkatkan pertumbuhan, maka arti pengaruh hormone ini menjadi jelas. Lebih lanjut, horman ini meningkatkan asam lemak bebas dari cadangan lemak ibu, sehingga menyediakan sumber energi pengganti untuk metabolisme ibu, (Guyton & Hall, 1997 : 1312).

Hormon untuk metabolisme protein

Bersifat laktogenik dan luteotropik

Menimbulkan pertumbuhan janin

Mengatur metabolisme karbohidrat dan lemak, (Ida Bagus Gde Manuaba, 2000 : 113-114).

3) Estrogen

Kadar hormon ini meningkat selama kehamilan dan membantu mempengaruhi endometrium dan minggu-minggu awal kehamilan. Estrogen juga mengembangkan fungsi sekresi

payudara. Pada akhir kehamilan kenaikan estrogen maternal dominan, dan bersama dengan steroid fetus akan merangsang produksi prostaglandin. Keadaan ini pada gilirannya

merangsang produksi oksitosin dari glandula pituitari anterior. Estrogen juga meningkatkan kepekaan otot-otot uterus terhadap oksitosin yang memulai konstraksi uterus dan mulainya persalinan, (Sylvia Verralls, 2000 : 219).

4) Progesteron

Sejumlah besar progesterone disintesis dari kolesterol maternal, tetapi plasenta tidak mempunyai enzim yang dibutuhkan untuk mengubah sejumlah kolesterol ini menjadi estrogen (estrol, estron, dan estradiol). Sintesis ini sebenarnya dilakukan oleh glandula adrenalis fetus imatur. Kelihatannya aneh bahwa walaupun fetus tidak dapat membuat estrogen sendiri, tetapi fetus dapat mengubah dan menggunakan estrogen ibu, (Sylvia Verralls, 2000 : 219).

6. Perubahan Fisiologis pada saat Kehamilan

a. Sistem Reproduksi, (Persis Mary Hamilton, 2000 : 70).

o Suplai darah – meningkat disebabkan oleh hormon; menyebabkan gejala-gejala dan tanda khas.

o Serviks – lebih lunak (tanda Goodell’s) dan dipenuhi dengan mucus (operculum); berubah menjadi bentuk oval setelah kelahiran pertama.

o Uterus – perubahan yang sangat dalam bentuk, ukuran, dan ketebalan dinding; disokong

(8)

oleh ligamen yang menahan ditempatnya; melemah pada minggu ke – 8 (tanda Hegar’s).

o Vagina – bercak keunguan (tanda Chadwick) pada minggu ke – 8 disebabkan oleh meningkatnya vaskularisasi, sebagai leucorrhea kehamilan dan meningkatkan rangsangan seksual.

b. Sistem Integumen, (Persis Mary Hamilton, 2000 : 70).

Payudara – nyeri tekan, membesar, kolostrum, areola menjadi lebih gelap.

Kulit

Steriae gravidarum – peregangan jaringan yang menyebabkan rasa gatal dan meninggalkan rasa gatal dan meninggalkan bekas.

Pigmentasi – terjadi penumpukan sementara pada midline aabdomen (linea nigra), pada wajah (chloasma), dan pada aerola.

Sekresi kelenjar lemak dan perspirasi – meningkat selama kehamilan, memerlukan mandi yang lebih sering.

c. Sistem Endokrin, (Persis Mary Hamilton, 2000 : 70).

Ovarium dan plasenta – korpus luteum membentuk estrogen dan progesterone; plasenta membentuk juga hCG, hPL dan hCT.

Kelenjar tiroid – membesar selama kehamilan, tetapi jumlah tiroksin tetap konstan.

Kelenjar paratiroid – ukuran meningkat antara minggu ke-15 sampai ke-35, ketika kebutuhan kalsium janin meningkat.

Pankreas – pembentukan insulin meningkat selama kehamilan, tetapi penyimpanan glikogen terbatas.

Kelenjar pituitari – FSH ditekan oleh hCG yang dihasilkan plasenta; prolaktin meningkat selama kehamilan dan laktasi; oksitosin meningkat dan menstimulasi kontraksi otot uterus.

Kelenjar adrenal – kortin meningkat tetapi epinefrin tetap konstan.

d. Sistem Kardiovaskular, (Persis Mary Hamilton, 2000 : 71).

Volume darah meningkat 30 % sampai 50 %, tetapi tekanan darah tidak berubah;

pembentukan sel-sel darah meningkat tetapi karena terjadi hemodilusi, maka berkembang psedoanemia; penekanan pada vena kava menyebabkan gejala sindrom supine hipotensi;

stasis vena dan fibrin meningkat membuat wanita lebih mudah mengalami thrombosis.

e. Sistem Muskuloskeletal, (Persis Mary Hamilton, 2000 : 71).

Gigi, tulang, dan sendi – kebutuhan kalium dan natrium meningkat; karies gigi tidak disebabkan oleh dekalsifikasi; sendi-sendi melemah.

Otot-otot – kram merupakan masalah yang umum.

f. Sistem Pernapasan, (Persis Mary Hamilton, 2000 : 71).

Paru-paru dan pernapasan – letak diafragma berubah karena pertumbuhan janin; tidal volume meningkat, meningkatkan O2 dalam darah.

Membran mukosa – pembengkakan umum terjadi, menyebabkan hidung tersumbat, serak, dispnea, dsb.

g. Sistem Gastrointestinal, (Persis Mary Hamilton, 2000 : 71).

Asam lambung menurun; mual dan muntah merupakan hal umum pada awal kehamilan;

melambatnya peristaltik menyebabkan rasa kembung; konstipasi dan nyeri ulu hati umum terjadi.

h. Sistem Perkemihan, (Persis Mary Hamilton, 2000 : 71).

Ginjal yang normal mampu mengatasi kerja tambahan tanpa menyebabkan masalah, tekanan karena pertumbuhan janin dapat menyebabkan stasis urin.

Sering berkemih pada awal masa kehamilan disebabkan karena penekanan uterus pada kandung kemih.

i. Sistem Persarafan, (Persis Mary Hamilton, 2000 : 71).

o Saraf perifer – tidak terdapat perubahan.

(9)

o Otak – tidak terdapat perubahan fisik, tetapi dipertimbangan penyesuaian psikis.

j. Penambahan berat badan, 25 sampai 40 pon.

Perhitungan Masa Subur

Masa subur perlu diperhitungkan untuk dapat menetapkan kapan melakukan hubungan seks bagi mereka yang ingin punya anak serta menghindari hubungan seks bagi mereka yang tidak ingin punya anak. Pelepasan ovum bervariasi waktunya sesuai dengan faktor emosi wanita yang mempengaruhi refleks hipotalamus sehingga dapat mempengaruhi pengeluaran di releasing factor FSH dan LH dan pengeluaran FSH dan LH, serta akan mempengaruhi waktu ovulasi, (Ida Bagus Gde Manuaba, 2000 :93-94)

Untuk menetapkan masa subur dapat dipergunakan perhitungan sebagai berikut, (Ida Bagus Gde Manuaba, 2000 :93-94) :

1. Perhitungan masa subur, mulai dari hari pertama menstruasi ditambah 12, dan masa subur berakhir ditambah 19 dengan puncaknya hari keempat belas.

Contoh :

Menstruasi tanggal 7 Januari 1993. Perhitungan minggu suburnya adalah mulai dari tanggal 19 (7 + 12) sampai tanggal 26 (7 + 19) dengan puncaknya yaitu 21 Januari 1993 (7 + 14).

2. Memperhitungkan suhu basal, karena pengaruh estrogen dan progesterone yang dapat menaikkan suhu basal dengan deviasi sekitar 0,5oC. Ovulasi menyebabkan suhu basal bersifat bifasik.

3. Memperhatikan lendir – cairan serviks yang bersifat :

• Basis

• Jernih dan transparan yang mudah ditembus spermatozoa.

• Mempunyai kemampuan regang 15 sampai 20 cm (speinbarkeit).

4. Tes cairan serviks saat ovulasi dapat membentuk susunan daun fakis.

5. Mikrokuretage menjelang atau hari pertama menstruasi yang menunjukkan fase sekresi, berarti terjadi ovulasi sehingga wanita mempunyai minggu subur, (Ida Bagus Gde Manuaba, 2000 :93-94).

Lama Kehamilan

Lama kehamilan yaitu 280 hari atau 40 pekan (minggu) atau 10 bulan (lunar months). Ibu termuda yang hamil dan melahirkan adalah Lina Medina berumur 4 tahun 8 bulan, ibu tertua hamil dan melahirkan berumur 52 tahun. Kehamilan terbagi atas tiga triwulan (trimester), (Rustam Mochtar, 2000 : 43) :

Kehamilan triwulan I antara 0 – 12 minggu.

Kehamilan triwulan II antara 12 – 28 minggu.

Kehamilan triwulan III antara 28 – 40 minggu.

(Rustam Mochtar, 2000 : 43)

BAB III

METODOLOGI PERCOBAAN III.1 Alat

Adapun alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini, yaitu : 1. Mikroskop

2. Kaca alas + kaca penutup

3. Gelas beker pyrex 600 ml + plat kaca 4. Spoit 5 ml

5. Katak jantan

6. Urine wanita yang diduga hamil III.2 Cara Kerja

(10)

1. Tes Galli Mainini

Menyuntikkan ke dalam saccus lymphaticus katak. Memasukkan katak ke dalam gelas beker yang berisi air sedikit dan menutup dengan plat kaca. Sesudah 2 jam, mengambil katak tersebut dan mengusahakan mengeluarkan urinenya di atas plat kaca kering. Meneteskan 1 – 2 tetes urine itu dengan pipet di atas kaca alas dan menutup dengan kaca penutup. Memeriksa sediaan itu di bawah mikroskop. Tes ini dinilai positif jika dalam sediaan di bawah

mikroskop nampak gerakan aktif dari spermatozoa dengan bentuk yang sempurna yaitu adanya kepala, leher, dan ekor. Tes ini negative bila tidak terdapat spermatozoa.

2. Tes Friedman

Mengasingkan kelinci betina yang telah 2 minggu dari kelinci jantan, menyuntikkan 5 ml urine wanita yang diduga hamil pada vena di telinga kelinci selama 2 hari berturut-turut.

Mengadakan laparotomi setelah 48 jam dan memeriksa ovarium. Tes positif bila nampak follikel membesar dan adanya corpus rubrum.

3. Tes Konsulof

Katak yang telah di-hipofisektomi sehingga kehilangan hormon intermedian yang berfungsi mengatur pigmentasi kulit, menyuntikkan dengan 2 ml urine wanita hamil. Tes ini positif bila kulit katak berubah menjadi gelap.

4. Tes Ascheim – Zondek

Menyuntik 5 ekor tikus putih betina yang immature dengan 0,4 ml urine pada subkutan sebanyak 6 kali dalam 2 hari. Jadi, tiap tikus menerima 2,4 ml urine. Seratus jam sesudah penyuntikkan pertama, mematikan tikus dan memeriksa ada tidaknya corpus rubrum atau corpus lutea. Tes positif bila dapat menemukan salah satu corpora tersebut pada sekurang- kurangnya seekor tikus.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1 Hasil Pengamatan

Tabel hasil pengamatan ― tes kehamilan‖ berdasarkan tes human Chorionic Gonadotropin (hCG) :

Nama orang coba Hasil tes Urine 1. Ny. X ( + )

2. Ny. R ( + ) Ket :

( + ) = hamil ( - ) = tidak hamil IV.2 Pembahasan

Kehamilan yaitu peristiwa dibuahinya ovum oleh sel sperma yang akhirnya berkembang sampai menjadi fetus yang aterm. Kehamilan adalah suatu keadaan fisiologis, akan tetapi pentingnya diagnosis kehamilan tidak dapat diabaikan. Dalam kehidupan wanita, hanya sedikit diagnosis yang lebih penting daripada diagnosis kehamilan. Hanya sedikit pengalaman hidup yang dapat memicu emosi, baik berupa kebahagiaan luar biasa atau

Referensi

Dokumen terkait

Hospitalisasi akan menjadi stressor bagi anak itu sendiri maupun bagi keluarga. Kecemasan meningkat jika orang tua tidak mengetahui prosedur dan pengobatan anak. Setelah

Khairunnisa mengenai Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Ketersediaan Fasilitas dengan Praktik Petugas Pengumpul Limbah Medis di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kabupaten

Karakteristik nilai (characterization be a value complex), yakni dengan membiasakan dengan nilai-nilai yang benar yang diyakini, dan yang diorganisir dalam laku

Sedangkan di wilayah pedesaan terdapat 9 persen rumah tangga yang menurut kategori kemiskinan seharusnya menerima raskin namun tidak menerima raskin dan sebaliknya

Kelayakan adalah ukuran akan seberapa menguntungkan atau seberapa praktis pengembangan sistem informasi terhadap organisasi. Analisis kelayakan adalah proses pengukuran

Faktor-faktor yang menjadi penyebab dalam terjadinya penyelundupan satwa liar yang dilindungi yaitu, faktor ekonomi, faktor penegakan hukum, faktor lingkungan yang

Laju pertumbuhan populasi hewan terinfeksi mengalami peningkatan hingga mencapai titik i = 154 di hari ke 1, karena terjadi penambahan populasi dari populasi ekspos dan

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta ini merupakan bentuk pertanggungjawaban atas perjanjian kinerja