• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUPATI SUKAMARA PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 17 TAHUN 2010

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BUPATI SUKAMARA PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 17 TAHUN 2010"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

BUPATI SUKAMARA

PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 17 TAHUN 2010

TENTANG

TAMBAHAN PENGHASILAN BAGI TENAGA DOKTER SPESIALIS, DOKTER UMUM, DAN DOKTER GIGI BERDASARKAN TEMPAT BERTUGAS DAN

KELANGKAAN PROFESI BUPATI SUKAMARA

Menimbang : a. bahwa sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, Pemerintah Daerah dapat memberikan tambahan penghasilan bagi pegawai negeri sipil daerah berdasarkan beban kerja, tempat bertugas, kondisi kerja, kelangkaan profesi dan prestasi kerja;

b. bahwa Dokter Spesialis, Dokter Umum dan Dokter Gigi yang bertugas di Wilayah Kabupaten Sukamara layak di berikan Tambahan Penghasilan berdasarkan Tempat Tugas dan Kelangkaan Profesi.;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana huruf a dan b diatas perlu menetapkan Peraturan Bupati tentang Tambahan Penghasilan bagi tenaga Dokter Spesialis, Dokter Umum dan Dokter Gigi berdasarkan Tempat Bertugas dan Kelangkaan Profesi.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (lembaran Negara Republik Indonesia tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran negara Republik Indonesia Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (lembaran Negara Republik Indonesia tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran negara Republik Indonesia Nomor 3890);

2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3495) Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor : 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2009 Nomor 144 Tambahan lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063);

3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Katingan, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Sukamara, kabupaten Lamandau, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Murung Raya, dan Kabupaten Barito Timur di Provinsi Kalimantan Tengah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 18, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4548);

(2)

4. Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 116, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4431);

5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2005 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548);

6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

7. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 153 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5072);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3637);

9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2008 tentang Pedoman Pengurus, Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan APBD, Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan APBD;

11. Keputusan Presiden Nomor 37 Tahun 1991 tentang Pengangkatan Dokter sebagai Pegawai Tidak Tetap Selama Masa Bakti;

12. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil;

13. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor

1199/MENKES/PER/X/2004 tentang Pedoman Pengadaan Tenaga Kesehatan dengan Perjanjian Kerja di Sarana Kesehatan Milik Pemerintah;

14. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 979 /MENKES/SK/VIII/2000 tentang Pendayagunaan Dokter Spesialis dan Dokter Gigi Spesialis;

15. Peraturan Daerah Kabupaten Sukamara Nomor 06 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Sukamara Tahun 2008 Nomor 06, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Sukamara Nomor 01);

16. Peraturan Daerah Kabupaten Sukamara Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Sukamara Tahun 2009 Nomor 4, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Sukamara Nomor 01);

(3)

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG PEMBERIAN TAMBAHAN PENGHASILAN BAGI TENAGA DOKTER SPESIALIS, DOKTER, DAN DOKTER GIGI BERDASARKAN TEMPAT BERTUGAS DAN KELANGKAAN PROFESI

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan :

1. Daerah adalah Kabupaten Sukamara.

2. Bupati adalah Bupati Sukamara.

3. Kepala SKPD adalah Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD.

4. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Sukamara

5. Pejabat yang berwenang adalah Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran atau Pejabat yang diberi wewenang.

6. Dokter adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh Pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan Pelayanan Kesehatan kepada masyarakat pada sarana pelayanan kesehatan.

7. Pegawai Tidak Tetap selanjutnya disingkat PTT adalah pegawai yang diangkat untuk jangka waktu tertentu guna melaksanakan tugas pemerintahan dan pembangunan yang bersifat teknis profesional dan administrasi dan kemampuan organisasi dalam kerangka sistem kepegawaian, yang tidak berkedudukan sebagai Pegawai Negeri Sipil.

8. Tenaga Kontrak adalah pegawai yang diangkat dengan suatu Keputusan Sekretaris daerah atau Kepala Dinas/Badan/kantor sesuai dengan Surat Keputusan Bupati, Kepala Dinas/Badan/kantor untuk masa satu tahun anggaran yang jumlah dan alokasinya tercantum dalam APBD.

9. Pelayanan Kesehatan adalah bentuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam upaya peningkatan, pencegahan, penyembuhan dan pemulihan kesehatan akibat penyakit, peningkatan derajat kesehatan masyarakat, serta pembinaan peran serta masyarakat dalam rangka kemandirian dibidang kesehatan.

10. Sarana Pelayanan Kesehatan adalah tempat yang digunakan untuk meyelenggarakan upaya kesehatan yaitu : Rumah Sakit, Puskesmas, Poliklinik dan unit kesehatan lainnya.

11. Kondisi Tempat Bertugas adalah PNS, PTT dan Tenaga Kontrak yang dalam melaksanakan Tugasnya berada di Daerah yang memiliki tingkat kesulitan tinggi dan terpencil.

12. Kelangkaan Profesi adalah PNS, PTT dan Tenaga Kontrak yang dalam Mengemban Tugas memiliki keterampilan Khusus dan Langka.

BAB II

PENERIMA TAMBAHAN PENGHASILAN BERDASARKAN TEMPAT BERTUGAS DAN KELANGKAAN PROFESI

Pasal 2

(1) Tambahan Penghasilan berdasarkan Tempat Bertugas diberikan kepada Dokter Umum Dokter Gigi dan Dokter Spesialis PNS, Dokter Umum dan Dokter Gigi PTT serta Dokter Kontrak yang bertugas di sarana pelayanan kesehatan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukamara.

(2) Tambahan Penghasilan berdasarkan Kelangkaan Profesi diberikan kepada Dokter Spesialis yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Sukamara.

(3) PNS Pindahan dari Provinsi/Kabupaten/Kota lain dalam tahun berjalan baik tenaga Struktural maupun Fungsional.

(4)

(4) Dokter Spesialis, Dokter Umum dan Dokter Gigi PTT maupun Dokter Kontrak yang bertugas pada saat bekerja atau anggarannya telah dimuat pada APBD Kabupaten Sukamara.

(5) PNS Pusat yang bekerja di Satuan Kerja Perangkat Daerah dapat menerima Tambahan Penghasilan Berdasarkan Tempat Bertugas dan Kelangkaan Profesi sepanjang yang bersangkutan tidak menerima Honorarium atau penggantian lain yang sejenis dari APBN.

(6) Tenaga Kontrak yang menerima Tambahan Penghasilan Berdasarkan Tempat Bertugas dan Kelangkaan Profesi dibayarkan berdasarkan kompetensi pendidikan menurut uraian tugasnya yang dilaksanakan dan ditetapkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sukamara.

Pasal 3

(1) Besarnya Tambahan Penghasilan Berdasarkan Tempat Bertugas dan Kelangkaan Profesi di hitung atas dasar komponen Lokasi tempat bertugas dan kelangkaan profesi sesuai dengan Keputusan Bupati Sukamara atau Kepala Satuan Kerja di Kabupaten Sukamara.

(2) Komponen Tambahan Penghasilan Berdasarkan Tempat Bertugas diatur sebagai berikut :

a. Kecamatan Sukamara Rp. 3.000.000,-

b. Kecamatan Jelai Rp. 3.500.000,-

c. Kecamatan Pantai Lunci Rp. 3.500.000,- d. Kecamatan balai Riam Rp. 3.500.000,- e. Kecamatan Permata Kecubung Rp. 3.500.000,-

f. RSUD Sukamara Rp. 3.000.000,-

(3) Komponen Tambahan Penghasilan Berdasarkan Kelangkaan Profesi 4 (Empat) Spesialis Dasar , diatur sebagai berikut:

a. Dokter Spesialis Anak(Pediatri) Rp. 15.000.000,- b. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rp. 15.000.000,- (Internis)

c. Dokter Spesialis Kandungan dan Rp. 15.000.000,- Kebidanan (Obstetri dan Gynecologi)

d. Dokter Spesialis Bedah (Surgical) Rp. 15.000.000,-

Pasal 4

Termasuk dalam pengertian penerima Tambahan Penghasilan Berdasarkan Tempat Bertugas dan Kelangkaan Profesi adalah mereka yang yang sedang :

1) Melaksanakan Perjalanan Dinas dan Diklat.

2) Cuti, sakit dan ijin.

Pasal 5

Tambahan Penghasilan Berdasarkan Tempat Bertugas dan Kelangkaan Profesi dibayarkan selambat-lambatnya tanggal 10 bulan berikutnya sesuai tugas dan profesinya dengan dikenakan Pajak Penghasilan Pasal 21 dari jumlah yang akan diterima.

BAB III

TATA CARA PEMBERIAN TAMBAHAN PENGHASIILAN Pasal 6

Tata cara Pemberian Tambahan Penghasilan Berdasarkan Tempat Bertugas dan Kelangkaan Profesi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukamara ditetapkan sebagai berikut :

1) Dokter umum, Dokter Gigi dan Dokter Spesialis yang menerima Tambahan penghasilan pada masing-masing SKPD ditetapkan dengan Keputusan Kepala SKPD yang bersangkutan dengan mencantumkan Nama, NIP, Jabatan, Golongan/Pangkat, Tempat Tugas dan besarnya Tambahan Penghasilan.

(5)

2) Kepala SKPD membuat dan menandatangani Daftar Permintaan Pembayaran Tambahan Penghasilan berdasarkan Tempat Tugas dan Kelangkaan Profesi dengan melampirkan Surat Keputusan Penempatan dan Masa Aktif Kerja Tenaga PNS, Dokter PTT maupun Kontrak.

Pasal 7

Pejabat penanngungjawab mengajukan Surat Permintaan pembayaran Tambahan Penghasilan Berdasarkan Tempat Bertugas dan Kelangkaan Profesi melalui Pemegang Kas dari masing-masing satuan kerja sesuai dengan prosedur yang berlaku.

BAB IV

KETENTUAN PENUTUP Pasal 8

Dengan berlakunya ketentuan ini, segala macam bentuk honorarium di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukamara untuk Dokter Spesialis, Dokter Umum dan Dokter Gigi untuk PNS, PTT dan Dokter Kontrak ditiadakan kecuali ditentukan khusus dengan keputusan dari Bupati Sukamara.

Pasal 9

Tambahan Penghasilan Berdasarkan Tempat Bertugas dan Kelangkaan Profesi dibebankan pada Anggaran Dinas Kesehatan dan Anggaran Rumah Sakit Umum Daerah Sukamara yang tercantum dalam APBD Kabupaten Sukamara.

Pasal 10

Dengan berlakunya Peraturan Bupati ini, maka Keputusan Bupati yang mengatur hal yang sama dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi.

Pasal 11

Peraturan Bupati ini mulai pada tanggal diundangkan dan mulai dilaksanakan sejak tanggal 1 Januari 2010.

Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Sukamara.

Ditetapkan di Sukamara Pada tanggal 19 April 2010

BUPATI SUKAMARA ttd

AHMAD DIRMAN

BERITA DAERAH KABUPATEN SUKAMARA TAHUN 2010 NOMOR 17.

Diundangkan di Sukamara

pada tanggal 19 April 2010 Plt. SEKRETARIS DAERAH

KABUPATEN SUKAMARA ttd

Drs.MURYADI HARMAN, Msi.

Pembina Utama Muda NIP. 19530128 197601 1 001

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Se ba ga i cont oh per an ser t a masyar akat pada saat pr oses di ver si di l aksanakan di set

Laporan Khusus dari PBB mengenai “Kekerasan terhadap Wanita” telah mendefinisikan KDRT dalam bingkai gender sebagai “kekerasan yang dilakukan di dalam lingkup rumah tangga

Prototipe mesin sosoh tipe abrasif PSA-M3 diuji untuk menyosoh biji sorgum varietas Lokal Selayar dengan warna biji merah, hitam, dan putih.. Frekuensi penyosohan

beban bangunan yang bekerja pada struktur beton bertulang diilustrasikan sebagai gaya-gaya dalam yaitu gaya aksial, momen lentur, dan gaya geser.. Semua gaya-gaya

- Menjelaskan tugas mandiri untuk pokok bahasan pada minggu ke-13 - Menilai capaian pembelajaran mahasiswa terhadap kemampuan berfikir kreatif, kerja mandiri, kemampuan

Berdasarkan karakteristik lama perawatan, responden yang memiliki status ekonomi kelas bawah terbanyak adalah keluarga yang anggota keluarganya dirawat selama 4-6 hari

3.Menganalisis tingkat kemacetan lalu-lintas yang terjadi di ruas jalan Suprapto, jalan Ki Mangunsarkoro dan jalan Sumpah Pemuda Kota Surakarta Metode penelitian yang digunakan