• Tidak ada hasil yang ditemukan

1.1 LATAR BELAKANG. Gambar 1.1 Prediksi potensi pasar Internet dan data Broadband Indonesia [1]

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "1.1 LATAR BELAKANG. Gambar 1.1 Prediksi potensi pasar Internet dan data Broadband Indonesia [1]"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Kebutuhan akan sistem komunikasi data Indonesia semakin bertambah khususnya di kota besar seiring dengan meningkatnya pengguna internet dan aplikasi layanan multimedia oleh pengguna personal serta berkembangnya kebutuhan intranet dan extranet pada tingkat korporasi. Prediksi demand potensi pengguna internet dan komunikasi data broadband di Indonesia pada tahun 2010 akan berkembang menjadi 60 juta pengguna internet dan 1,5 juta pengguna jasa komunikasi data broadband, seperti dapat dilihat pada Gambar 1.1.

Gambar 1.1 Prediksi potensi pasar Internet dan data Broadband Indonesia [1]

Prediksi tersebut didukung oleh adanya laju pertumbuhan pengguna internet yang tinggi antara tahun 2000 – 2007 di Indonesia, seperti dapat dilihat pada Tabel 1.1 berikut.

Tabel 1.1 Tingkat pertumbuhan penetrasi internet di Indonesia [2]

Country YEAR Users Population % Pen. GDP p.c.* Usage Source 2000 2.000.000 206.264.595 1,0% US$ 570 ITU 2007 20.000.000 234.693.997 8,5% US$ 1280 ITU INDONESIA

(2)

Profil potensi pasar internet dan komunikasi data broadband di Indonesia ini sangat menarik minat operator jasa layanan komunikasi data; diantaranya PT.Telekomunikasi Indonesia,Tbk (TELKOM) yang merupakan salah satu penyelenggara layanan jasa Informasi dan Komunikasi (Infocom) di Indonesia.

TELKOM mulai mengoperasikan layanan jaringan data pada tahun 1997 dan sejak itu terus mengembangkan dan memperluas jaringannya secara progresif.

Sampai dengan 31 Desember 2007, jaringan berbasis-IP TELKOM mencakup 310 lokasi dengan 372 router dalam lingkup nasional untuk layanan VPN IP dan dilengkapi dengan 137 remote access server di 103 lokasi [3]

Saat ini TELKOM telah memiliki beragam bentuk produk layanan komunikasi data dan internet dengan target pelanggan personal maupun korporasi, termasuk didalamnya produk layanan internet broadband “Speedy”, seperti dapat dilihat pada Tabel 1.2.

Tabel 1.2 Produk layanan komunikasi data & internet TELKOM [4]

Nama Produk Layanan Deskripsi

TELKOMNet Flexi up to 64 kbps

Akses Internet dengan kecepatan standar CDMA 2000-1x antara 30 hingga 70 KBps

TELKOMNet Instan Akses internet dial-up (0809 8 9999)

TELKOMSpeedy Akses internet (internet service) berkecepatan tinggi berbasis ADSL.

TELKOM ISDN BRA Komunikasi data dari sistem telepon yang telah terintegrasi (128 Kbps) TELKOMSpeedy Akses internet (internet service) berkecepatan tinggi berbasis ADSL.

TELKOM ISDN PRA Komunikasi data dari sistem telepon yang telah terintegrasi (2 Mbps) Solusi Enterprise -

INFONET

Layanan komunikasi data global yang dapat memperlancar komunikasi antar kantor cabang suatu perusahaan di berbagai negara di seluruh dunia

Solusi Enterprise - IP Virtual Network

VPN IP MPLS adalah layanan komunikasi data berbasis IP Multi Protocol Label Switching (MPLS) dengan berbagai Class of Service.

TELKOMLink DINAccess Komunikasi akses dedicated untuk interkoneksi antar LAN dengan kecepatan mulai dari 64 Kbps s.d 2048 Kbps atau n x 2048 kbps serta memberikan jaminan keamanan data, reliability layanan dengan pengendalian Network Management Systems terpusat.

TELKOMNet ASTINET Akses internet dan multimedia dedicated..

TELKOMNET Whole Sale (VPN DIAL)

Akses internet dial up ke intranet suatu perusahaan yang dilakukan secara remote dan mobile melalui jaringan data berbasis TCP IP (MPLS/tunneling ).

e-Business (i-deal) Layanan yang menyediakan aplikasi dan fasilitas untuk kesepakatan bisnis secara elektronis (on-line dealing) untuk mempertemukan pembeli dengan penjual, investor dengan mitra lokalnya dan produsen dengan supliernya.

e-Business (i-Settle) Layanan yang memberikan fasilitas settlement transaksi perdagangan dan pembayaran dalam sistem pembayaran elektronis (electronic paymen t).

e-Business (i-Xchange) Layanan bisnis kolaborasi yang menghubungkan satu perusahaan ke perusahaan lain.

e-Business (i-manage) Layanan yang menyediakan fasilitas hosting dan collocation.

e-Business

(TELKOMWeb Kiostron)

Layanan penempatan halaman web pelanggan di server TELKOMNet (Web Hosting ) dan terhubung ke backbone TELKOMNet.

e-Business

(TELKOMWeb Plazatron)

Layanan penempatan server pelanggan di ruang dan port LAN TELKOMNet (Co- location server ) dan terhubung ke backbone TELKOMNet.

Personal Customer

Corporate Customer

(3)

Performansi pendapatan TELKOM dari layanan data dan internet berbasis jaringan Wireline dan Speedy tahun 2007 mengalami peningkatan yang sangat besar, seperti dapat dilihat pada Gambar 1.2.

Wline Wless Speedy Others 9.809 

1.515 

60  141 

10.110 

1.933 

283  595  Ytd Juli 06 Ytd Juli 07 Growth

78%

15%

2% 5% Ytd Juli 07

Wline Wless Speedy Others

“Sha re”

“Gro wth

12.921 MREV

ACH = 91,5%

GROWT = 4%

Wireline Wireless Speedy

Ytd July 07

3%

28% 335% 421%

Stream Rp. Share Growth

Psb & Mut 55.990 0,6% -41,5%

Abonemen 2.036.807 20,1% 8,5%

Lokal 1.906.541 18,9% -5,2%

SLJJ 1.682.711 16,6% -5,0%

Interkonek 3.728.090 36,9% 2,1%

TIC 273.136 2,7% 3,5%

Datin 426.706 4,2% 208,9%

Total 10.109.981 100,0% 3,1%

Wline

Stream Rp. Share Growth

Psb & Mut 55.990 0,6% -41,5%

Abonemen 2.036.807 20,1% 8,5%

Lokal 1.906.541 18,9% -5,2%

SLJJ 1.682.711 16,6% -5,0%

Interkonek 3.728.090 36,9% 2,1%

TIC 273.136 2,7% 3,5%

Datin 426.706 4,2% 208,9%

Total 10.109.981 100,0% 3,1%

Wline

Stream Rp. Share Growth

Psb & Mut 15.706 0,8% 147,8%

Abonemen 92.986 4,8% -21,1%

Lokal 486.874 25,2% 33,1%

SLJJ 228.982 11,8% -14,1%

Interkonek 813.694 42,1% 36,7%

TIC 5.678 0,3% 110,7%

Datin 289.226 15,0% 80,7%

Total 1.933.147 100% 27,6%

Wless

Stream Rp. Share Growth

Psb & Mut 15.706 0,8% 147,8%

Abonemen 92.986 4,8% -21,1%

Lokal 486.874 25,2% 33,1%

SLJJ 228.982 11,8% -14,1%

Interkonek 813.694 42,1% 36,7%

TIC 5.678 0,3% 110,7%

Datin 289.226 15,0% 80,7%

Total 1.933.147 100% 27,6%

Wless

Stream Rp. Share Growth

PSB & Mut 2.908 1,1% -113,6%

Abonemen 198.038 75,8% 393,8%

Usage 60.345 23,1% 45,7%

Total 261.292 100,0% 334,6%

Speedy

Stream Rp. Share Growth

PSB & Mut 2.908 1,1% -113,6%

Abonemen 198.038 75,8% 393,8%

Usage 60.345 23,1% 45,7%

Total 261.292 100,0% 334,6%

Speedy

Datin = Data & Internet 261

Gambar 1.2 Outlook Revenue TELKOM hingga TW-II 2007 [5]

Potensi pasar sangat berbeda dengan situasi iklim industri telekomunikasi saat ini dimana industri telekomunikasi Indonesia mulai berada di tahap “Storm Cloud” yakni mulai terjadi persaingan yang ketat antar operator regional yang semakin banyak bertumbuh di Indonesia khususnya dalam layanan komunikasi data berkecepatan tinggi [6].

Hal ini disadari oleh TELKOM karena saat ini tidak sedikit operator telekomunikasi termasuk Internet Service Provider (ISP) mulai mengembangkan layanan baru termasuk value added-nya di Indonesia sehingga mulai banyak layanan komunikasi data sejenis ataupun subtitusi terhadap produk layanan komunikasi data dan internet milik TELKOM. Peta persaingan tersebut dapat dilihat pada Gambar 1.3

(4)

Gambar 1.3 Operator telekomunikasi di Indonesia [7]

Perkembangan teknologi telekomunikasi yang cepat dan menyempitnya area layanan akan menggerakan bisnis telekomunikasi ke tahap “Perfect Storm”

yang diperkirakan terjadi pada tahun 2008 . Akibat yang bisa muncul dari tahap

“Perfect Storm” adanya situasi pasar yang di driven oleh tarif layanan [6].

TELKOM sudah mulai merasakan dampak “Perfect Storm” dengan mulai melambatnya laju pertumbuhan pendapatannya. Situasi ini dapat dilihat pada Gambar 1.4.

PROFIL REVENUE TELKOM

16.452

19.964 21.927 23.941 24.163

- 5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 30.000

2003 2004 2005 2006 2007

TAHUN Miliaran Rupiah

21,3%

9,8%

9,2%

0,9%

Gambar 1.4 Profil Pendapatan TELKOM Tahun 2007 (tidak termasuk selular dan SMS) [3].

(5)

Potensi pasar dan tingkat kompetisi tertinggi untuk layanan komunikasi data berkecepatan tinggi berkonsentrasi pada area metropolitan sebagai pusat bisnis, dimana ada beragam segmen pasar mulai dari lembaga keuangan dan perbankan (finance & banking), perdagangan dan pelayanan (trading & service), sentral bisnis dan industri (trade & industrial park), pemerintahan, hingga manufaktur. Semua operator layanan komunikasi data dan internet mengembangan jaringan datanya secara intensif di metropolitan seperti Jakarta, bahkan saat ini sudah ada beberapa kompetitor TELKOM seperti Biznet, CBN, XL, dan Indosat yang telah menyajikan bentuk komunikasi data baru yang mampu memberikan layanan komunikasi data berkecepatan tinggi yang lebih fleksibel dalam aplikasi pemenuhan bandwidth yang diinginkan penggunanya walaupun masih terbatas pada area cakupan layanan tertentu.

Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan oleh Divisi Enterprise Service TELKOM terhadap market share layanan komunikasi data kecepatan tinggi di Jakarta, TELKOM telah mengalami penurunan market share hingga 10,89% dari posisi 44,47% pada TW-I tahun 2007 menjadi 33,58% pada TW-II tahun 2007, seperti dapat dilihat pada Gambar 1.5 berikut.

Gambar 1.5 Penurunan market share layanan DATIN TELKOM di Jakarta - 2007 [8]

(6)

Berdasarkan kondisi tersebut diatas, TELKOM memandang perlu untuk segera meminimisasi efek perfect storm khususnya di Jakarta yang merupakan Cash Cow bagi TELKOM dengan meluncurkan program “New Wave - Imagine Living in The World of Tomorrow Now”. Produk yang dihasilkan dari program ini salah satunya adalah TELKOM Metro[9].

Layanan TELKOM Metro merupakan produk komunikasi data yang dihasilkan dari infrastruktur jaringan metro ethernet dengan Ethernet over MPLS sebagai teknologi akses dan transport-nya

Konsep jaringan metro ethernet merupakan bagian dari Roadmap transformasi pengembangan teknologi infrastruktur telekomunikasi TELKOM untuk mendukung layanan Next Generation Network (NGN). Proses transformasi dari infrastruktur berbasis TDM ke infrastruktur berbasis IP didefinisikan dalam rencana strategis INSYNC2014.

Layanan TELKOM Metro diharapkan bisa berkompetisi memberikan komunikasi data berkecepatan tinggi dengan fleksibilitas pemenuhan bandwidth dan kualitas layanan yang lebih terukur.

1.2 IDENTIFIKASI MASALAH

Berdasarkan uraian latar belakang dapat diidentifikasi beberapa hal yang dihadapi TELKOM untuk produk komunikasi datanya yaitu sebagai berikut :

a. Adanya potensi pasar layanan komunikasi data broadband yang besar di Indonesia dengan konsentrasi pada area metro (kota besar).

b. Adanya peningkatan pendapatan TELKOM yang diperoleh dari layanan data dan internet, namun secara keseluruhan terjadi penurunan tingkat pertumbuhan pendapatan total dari tahun sebelumnya.

c. Terjadinya penurunan market share layanan komunikasi data dan internet di area Jakarta yang merupakan “Cash Cow” untuk TELKOM.

d. Bagaimana peta persaingan layanan komunikasi data yag akan dihadapi TELKOM Metro terhadap layanan sejenis dari pesaing TELKOM.

(7)

e. Bagaimana kesiapan unit O&M dan pemasaran TELKOM yang kondisi saat ini masih dominan terbiasa dengan teknologi TDM untuk mengoptimalkan dukungan jaringan metro ethernet berbasis IP terhadap layanan TELKOM Metro.

Dari identifikasi masalah diatas diperoleh rumusan masalah sebagai berikut :

a. Bagaimana menganalisis keunggulan bersaing TELKOM Metro terhadap produk layanan sejenis.

b. Bagaimana menganalisis kondisi dan pengaruh lingkungan internal TELKOM dalam mendukung layanan TELKOM Metro.

c. Bagaimana menganalisis kondisi dan pengaruh lingkungan eksternal TELKOM seperti industri, pesaing, teknologi dan karakteristik area cakupan layanan TELKOM Metro.

1.3 BATASAN MASALAH

Dari identifikasi permasalahan diatas, secara umum analisis yang dilakukan menggunakan beberapa batasan sebagai berikut :

a. Analisis potensi kompetitif layanan TELKOM Metro terhadap faktor eksternal didalam industri komunikasi data metro carrier ethernet services akan dilakukan dengan berbasis pemodelan Porter 5 Forces.

b. Analisis SWOT dan matrik Internal Eksternal akan dilakukan terhadap faktor lingkungan internal TELKOM yang dikombinasi dengan faktor lingkungan eksternal yang diperoleh dari Pemodelan Porter 5 Forces.

c. Studi kasus daerah cakupan dibatasi pada area Jakarta (DIVRE II).

1.4 TUJUAN KAJIAN

Tujuan yang ingin dicapai dari kajian ini adalah untuk menganalisis potensi kompetitif layanan TELKOM Metro serta kekuatan dan kelemahan internal TELKOM sehingga dapat digunakan dalam penyusunan strategi bersaing yang

(8)

unggul untuk memenangkan kompetisi di industri komunikasi data metro carrier ethernet services.

1.5 KERANGKA PENULISAN

BAB 1. PENDAHULUAN

Berisi latar belakang, identifikasi masalah, batasan dan rumusan masalah, tujuan dan metode penelitian pada tulisan ini.

BAB 2 LAYANAN TELKOM METRO

Berisi pemaparan tentang layanan TELKOM Metro yang merupakan produk layanan metro carrier ethernet services TELKOM termasuk pemaparan produk diferensiasi, roadmap produk, teknologi pendukung dan area cakupan layanannya.

BAB 3 PORTER 5 FORCES DAN SWOT

Pada Bab ini akan dijelaskan perihal model Porter 5 Forces beserta identifikasi variabel-variabel sumber tekanan yang berpengaruh dari masing-masing elemen dan teori mengenai analisis pesaing serta teori SWOT, berikut penentuan kuadran dan matrik IE.

BAB 4 POTENSI KOMPETITIF LAYANAN TELKOM METRO

Bab ini akan membahas analisis potensi kompetitif layanan komunikasi data TELKOM Metro dengan model Porter 5 forces.

BAB 5 ANALISIS SWOT LAYANAN TELKOM METRO

Bab ini membahas analisis SWOT produk layanan TELKOM Metro dengan maksud dapat dihasilkan strategi optimalisasi layanan.

BAB 6 KESIMPULAN

Bab ini akan menyampaikan kesimpulan terhadap proses analisis yang dilakukan pada bab 4 dan bab 5, sekaligus merupakan penutup dari keseluruhan pembahasan.

Gambar

Gambar 1.1  Prediksi potensi pasar Internet dan data Broadband Indonesia [1]
Tabel  1.2  Produk layanan komunikasi data & internet TELKOM [4]
Gambar 1.2  Outlook Revenue TELKOM hingga TW-II 2007 [5]
Gambar 1.3 Operator telekomunikasi di Indonesia [7]
+2

Referensi

Dokumen terkait

H1: (1) Terdapat perbedaan produktivitas kerja antara karyawan yang diberi insentif dengan karyawan yang tidak diberi insentif (2) Terdapat perbedaan

7.4.4 Kepala LPPM menentukan tindakan perbaikan yang harus dilakukan pada periode Pelaporan Hasil Pengabdian kepada masyarakat berikutnya.. Bidang Pengabdian kepada masyarakat

Ketika orang-orang dari budaya yang berbeda mencoba untuk berkomunikasi, upaya terbaik mereka dapat digagalkan oleh kesalahpahaman dan konflik bahkan

Dengan cara yang sama untuk menghitung luas Δ ABC bila panjang dua sisi dan besar salah satu sudut yang diapit kedua sisi tersebut diketahui akan diperoleh rumus-rumus

Dari teori-teori diatas dapat disimpulkan visi adalah suatu pandangan jauh tentang perusahaan, tujuan-tujuan perusahaan dan apa yang harus dilakukan untuk

 Inflasi Kota Bengkulu bulan Juni 2017 terjadi pada semua kelompok pengeluaran, di mana kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan mengalami Inflasi

Penataan promosi statis ialah suatu kegiatan untuk mempertunjukkan, memamerkan atau memperlihatkan hasil praktek atau produk lainnya berupa merchandise kepada masyarakat

5) Melihat animo masyarakat Kota Suwon yang begitu tinggi terhadap Kesenian Tradisional yang ditampilkan Tim Kesenian Kota Bandung, diharapkan Kota Bandung dapat