• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI. Diajukan untuk Memenui Salah Satu Syarat untuk Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SKRIPSI. Diajukan untuk Memenui Salah Satu Syarat untuk Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI)"

Copied!
162
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenui Salah Satu Syarat untuk Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI)

Disusun oleh:

Novia Reza 2114.074

Pembimbing I Pembimbing II

Dr. Deswalantri, S.S, M.Pd NIP.19681229200006041001

Dr. Iswantir M, M.Ag NIP.197605192006041001

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (FTIK)

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) BUKITTINGGI 1440 H/ 2019 M

(2)

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenui Salah Satu Syarat untuk Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI)

Disusun oleh:

Novia Reza 2114.074

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (FTIK)

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) BUKITTINGGI 1440 H/ 2019 M

(3)

Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan

saling menasehati untuk kesabaran (QS:Al-‘Asr :1-3)

Ya Allah terimakasih atas segala nikmat yang telah Engkau berikan pada hamba-Mu yang hina ini.

Terimakasih telah memberikan hamba waktu yang yang sangat berwana. Warna dengan kebahagiaan,

kesedihan, serta bertemu dengan mereka yang telah mau membagi pengalamannya dengan hamba.

Ya Allah hamba sangat bertemakasih pada-Mu karna telah memberikan hamba waktu terdahulu sebagai pengalaman, waktu sekarang sebagai pembelajaran dan

waktu yang akan sebagai acuan hudup hamba Ya

Allah.

(4)

Ungkapan terimakasih tak luput saya berikan kepada orang tua yang telah merawat dan membesarkan saya hingga mampu berada pada tahap ini.kepada Bapak

Amiruddin dan Ibu Yusnalizar yang saya

hormati dan saya cintai. Yang telah memberikan saya kesempatan untuk berada pada tahap ini untuk

menggapai impian yang kemudian jadi nyata.

Kepada adik yang ku sayangi Jeni Freniko Putra ,

terimakasi telah selalu menyemangati kakak mu ini hingga apa yang kita harapkan bersama menjadi kenyataan. Adikku yang selalu membawa kebahagiaan

serta membawa semangat untuk kakakmu ini dek.terimakasih dek....

Bagi dosen pembimbing saya Ibuk Dr.Deswalantri, SS, M.Pd dan Bapak Dr. Iswantir M,M.Ag,

terimakasih karna telah membimbing saya dan membagi

pengetahuan serta pengalaman kepada saya.

(5)

semoga kita mampu untuk mencapai mimpi yang telah kita citakan dari dulu. Aminnn...

Bagi sahabat-sahabatku tercinta Nono Awida, Hainul Husna,Mutia Rahmi, Suci Rahmaneli,

Rika Andriani ,....terima kasih teman-teman karna sudah mau berbagi pengalaman serta susah senang bersama selama ini.Semoga bagi kita semua apapun yang kita inginkan dan kita impikan dapat terkabul dan

semoga kita semua diberikan kesehatan dan keselamatan, Aminnn...

Terakhir bagi teman-teman yang tidak tersebutkan oleh saya terima kasih karna telah mau berbagi pengalaman, susah, bahagia serta telah mau memberi semangat yang mungkin tidak dapat terbayar dengan apapun. Semoga

kita saat bertemu lagi nantinya masih bisa saling

berbagi, Aminnn....

(6)

menghormati

menghargai menghormati orang lain perlu tapi jangan hanya ingin dihargai dihormati saja

namun kita harus mengahargai dan menghormati orang lain terlebih dahulu

jangan terlalu egois

karna hanya akan merugikan saja.

By: Novia Reza

(7)

Skripsi dengan judul “Pengaruh Pendekatan StudentCenter terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits Kelas VIII MTs TI Tarusan Kamang Mudiak Kabupaten Agam”, disusun oleh Novia Reza, NIM 2114.074, telah memenuhi persyaratan ilmiah dan disetujui untuk diajukan ke sidang munaqasah.

Bukittinggi, 02 Februari 2019

Pembimbing I

Dr. Deswalantri, Ss, M.Pd Nip.196812292000032001

Pembimbing II

Dr.Iswantir M, M.Ag Nip.197605192006041001

(8)

Slripsi dengan judul

pdd.lrt.r Jrxd.zrc.r&,

t.rhadrp Ea3il

E€ltjr Pmrrr Didit p.d, M t p&j.n, At&r,.r

Eldit3

I&t.e

\IIl

MTe

TI 'r.rrs. rrorng Mrdirk (lbup.rer Agrr",

disusu oteh

Itovi. R@,

NIM 2tt4.O7ll, letah

Ddmutu

pesydalan itnxah dm dnetujui

utuk diajuttu te sidsg murqasan.

Butitlihgg, 02

reboai

2019

Dr

Dcsuldlri.

Ss. M.?d

Nip i96812292000032001 Nip 197605192006041001

(9)

Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Institut Agama Islam Negri (IAIN) Bukittinggi, hari Selasa tanggal 12 Februari 2019 dan dinyatakan telah dapat diterima sebagai salah satu syarat dalam mencapai gelar sarjana strata satu (S-1) pada Prodi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Bukittinggi,12 Februari 2019 Tim Penguji,

Ketua

Dr. Deswalantri, M.Pd NIP.196812292000032001

Sekretaris

Dr. Iswantir Mhd, M.Ag NIP.197605192006041001 Anggota,

Penguji Utama

Dr. Arman Husni, Lc, M.A NIP.197212122003121001

Penguji Utama

Dr. Hj. Mona Eliza, M.Ag NIP.195712301987032001 Penguji Pendamping

Dr. Deswalantri, M.Pd NIP.196812292000032001

Penguji Pendamping

Dr. Iswantir Mhd, M.Ag NIP.197605192006041001 Mengesahkan,

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Bukittinggi

Dr. Nunu Burhanuddin, Lc, M.Ag NIP. 197305102000121002

(10)

souddi Noyia

RE.,

NIM 2114.074, lelatr d,rji dalm sidaDg nrunaqaeh pada

Prodi Pmdidikd Asama hlam (PAl), Fakullas Tadiyin

dm

llmu Kesurum (FTIK), l.shtui Asara lslam Ncg1 (lAINl Bukilti.lai, Ian S.laa ta.Erqal 12

Ftbruari 2019dan dinyatatan relan drpar diredm! seb.gaisal0h saru syrrat d.lam de.capai gelar saiana srBl!

eru

(S

l)

pada

lrodi

Petrdidikan Agana lslan

Falultas Taibiyrh

dd

Ilmu

K€Bmd

Bukiti.r*i. I 2 Febtuad 2019

A!..gi.U!!4-EI4.Ms

NrP.r957r2:r019a701rn0r

Dcr,b Frkullr3

Tfibly.l] du

llmu Keguru,n

i.,itP.1972 12122003121001

(11)

Nama : Novia Reza

Nim : 2114.074

Fakultas : Tarbiah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Prodi : Pendidikan Agama Islam (PAI)

Judul skripsi : Pengaruh Pendekatan Student Center terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits Kelas VIII MTs TI Tarusan Kamang Mudiak Kabupaten Agam

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi saya dengan judul di atas adalah asli karya saya sendiri. Apabila di kemudian hari terbukti bahwa skripsi ini bukan karya sendiri, maka saya bersedia diproses sesuai hukum yang berlaku dan gelar sarjana saya dicabut sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya untuk dipergunakan dengan semestinya.

Bukittinggi, 2 Februari 2019 Saya yang menyatakan,

NOVIA REZA NIM. 2114.074

(12)

Nama

: Novio Rea

Nim

:2114.014

!

akultas

: Ttu$ian dm

lnu

Kesuruar (FIIK)

Podi

: Pmdidikm Agma lslafr (PAI)

Iudul

skipsi

: PmAmh P€ndekard Si,/.n, C,nra letadap Hasil Belajar P6ar. Didi[ pad,

M

a

]elijm Al-Qu'e

Hadls Keia

Vlll Ml\ Tl IrNb Kdins

Mudiak

(abupalo Aean

MenyarJtan deogd s6wesuhlya banwa skrilsi sar€ d6san judul di

atas odalah asli l@ra saya

sdin.

Apabila

di km$iM hdi

terbukri bshwa skirpsi ini bukm korya s@diri,

m.l. *ya

b€Eedia dirrcs6 sesu.i

LutM ydg trnllla

dan geld sdma 3aya diobut

mpai

bals waltu yas tidak ditenlukdl

Ddikian $nl pmral@ ini

s.ya buat

d6ge

sesmgauhrya

urul dir.rslMttudens

sem6tinya.

B*inioggi, 2

Febo

i 2019 Sas

}dg mqt.ratin.

r:*{"sJ*15- ffi

MM.ll1.1.07!

(13)

i

Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Bukittinggi 2019.

Latar belakang penelitian ini berawal dari kenyataan bahwa di sekolah proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan teacher center sehingga peserta didik kurang aktif dalam pembelajaran dan banyak yang tidak memperhatikan pembelajaran yang diberikan oleh pendidiknya. Kondisi seperti ini akan berakibat pada hasil belajar peserta didik yang juga akan menurun. Untuk mengatasi masalah tersebut maka diperlukan pendekatan yang mampu membuat peserta didik menjadi lebih aktif dan juga mampu bekerja sama dengan peserta didik lainnyaguna meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai materi Al- Qur’an Hadits yang diberikan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh pendekatan student center terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits kelas VIII MTs TI Tarusan Kamang Mudiak Kabupaten Agam. Hipotesis yang dirumuskan adalah “pendekatan student center berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik”.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar Al-Qur’an Hadits setelah menggunakan pendekatan student center. Jenis dari penelitian ini adalah pre-eksperimen design dengan rancangan penelitian one shoot case study.

Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII MTs TI Tarusan Kamang tahun ajaran 2018/2019 yang terdiri dari 23 orang peserta didik. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik total quota sampling yakni dengan menjadikan seluruh populasi yang ada sebagai sampel dalam penelitian. Sampel penelitian ini adalah 23 orang kelas VIII MTs TI Tarusan Kamang.

Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan memberikan tes berupa soal essay. Pengujian data penelitian ini dengan menggunakan uji t satu pihak (pihak kanan). Berdasarkan analisis yang dilakukan maka diperoleh rata-rata hasil belajar = 89,6 dibandingkan dengan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) = 75, sehingga terlihat jelas bahwa hasil belajar peserta didik telah mencapai nilai KKM. Hasil belajar peserta didik kemudian diolah dengan menggunakan uji t dengan hasil analisis berupa thitung˃ ttabeldengan taraf signifikan 5% dan diperoleh thitung = 2,75 dan ttabel = 2,07. Sehingga hipotesis Ha diterima dan hipotesis H0 ditolah. Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pengunaan pendekatan student center terhadap hasil belajar peserta didik.

Keyword: Pendekatan Student Center, Hasil Belajar

(14)

Tdbitth dm llnu

(cgxruan

(FIIK), Ifttitul

Agana

lsld

N€geri (tAtN), BukiltingSi20l9

lald

helak g penelirian ini beBwal dari kenyal@ bahwa di skotah

proses Fnb.lajaEn denean

nenssuato

p€nrjekahn

r.,.rsr entet

sebinas

p€srra

didit

kuEng

atrif

dalam

pedbelajri

dan banyak yang ridak merpflhdulan perbeld.rrn qn8 drbenkal oteh p€rdrdrt^nyr. ,\ondFr

{Fni

inr dlan

benllbr

padd hbrl brlajr le.pia ddrL )ane rus! akan menum

L;tu(

nogalasi Malah teBebln maka diperluk& F.ndekaun

!

s manpu menbut

pe\ena didit menJ.Jr lcbrh

dlif

dan tida mmpu b{e.Ja sma denpn prsetu didi\ laim),r

'ld ncr,nckarrrn oemahrmon

pc*.a J'd't

melsen.r

iara

a,

Quaa. tladlls

rrns

drb.nkan Rumusan masalah dahm perctiti.n ,tu .dalah apakab radlFr penearuh p.ndelatn tulent ce"ter :dnanzp hsit betaJar pesna didik pada mah Flaja,m

Al-Qu'

Hrdits kelas

Vltl

MTs Tr Tarue. Kmang

Mudial

Kabupalen Aeam.

ijiFl€sis ymg diMusk.n

adalel ..pendekab;

su.le

centel bprpenseh tethzdap n6il belajd peertr drdik"

Tujun

d{i

p€nelirian inj adalah uihrr me.setahui hasil belajai Al-euian

Itudits sielah me.gguakan

p€adek

lttuleat .enter Jenis

dri peftlni& i.i

.d^lah

prcalsp

heh

.lerst

drngm

mang.

Frclirian

,,e

sr@/

.ae

rr?xr.

Populbi dalam F..elinln

n

sd.lrh ,e$na didik

kels \rIiI

MTs TI

Imu

Kdds

rahu aia6n 2018/2019 yog lerdiri d.ri 23 orang p.sena didi*. Teknit pengatobilm

spel

dBlan pe@liti.,

ini

adalah d€ngd mmgeunakan

&k

ik total q@ta

lhplins

yakni &ngan nebladi*s seluul populasi

ydg

ad! sebagai

mp€l

dalm p.nelitid. Smpd

pe*liris

ini adabn 2l oi&g kels

vll

MTs Tl

Tekrit pensmpultu drla yeg dilakuke dergm nenberilai Gs betups sod esey. Penguji.n

dat

leneliti&

ifl

denso nmggbaka, ujr

I

salu piha&

(pin* kMi)

Berdasrkan malisis ydg dilakulm mala diperoleh Btaj.la lEsil belajar = 89.6 dibandingts denge kiteria Ketutasd Mmimm (KKM) = ?5,

lhilgga

&rlihol jelas bahwa hasil

b.ldj

pe$rra didk lelah

maqp6i

nilai

KXM Hbi

b€'aiar

p6@ drdt

temudia droldn dengan ncngSdmran ujr I dcnean hail atu FF betopa r

,us

.

,"-

deigm

rral

ngnr fi Lln 5. o dd1 diFroleh /6tus = 2,?5 d.n 4,uj

:

2,07. S€hing8! hipot*n

H.

dileriha

ds

hiloresB Ho

diblall Jadi, dapal dinmpultan b.hffi ter<llpal peDgaruh

Fngu@

pendekatan

$kfunr cc,rer lcrhadap lEsil

trlajd p€$u

didik

Ke!tu

: Pehdekat^n Stuleto Cea,er, Hasil

Beiaj(

(15)

ii

Sembari mengharap Rahmat dan Ridho Allah SWT yang telah melimpahkan segala karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Pendekatan Student Center terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits Kelas VIII MTs TI Tarusan Kamang Mudiak Kabupaten Agam”. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah buat junjungan alam yakni Nabi Muhammad SAW selaku pejuang revolusioner yang telah meninggalkan dua pusaka bagi umatnya sebagai pedoman hidup yakni Al-Qur’an dan Hadits.

Penulis menyadari bahwa dalam menyelesaikan skripsi ini tidak terlepas dari perhatian, bimbingan, serta motivasi dari berbagai pihak yang sungguh berarti bagi penulis, baik secara langsung maupun tidak langsung. Penghargaan dan cinta serta kasih dan sayang, rasa syukur dan tetesan air mata penulis berikan kepada Ayahanda Amiruddin dan Ibunda Yusnalizar yang telah mendidik dan membimbing penulis dengan kasih sayang serta telah memberikan pendidikan dari kecil hingga sampai saat sekarang ini, dan telah memberikan dukungan, bimbingan, nasehat, serta finansial yang tiada terhitung dan tiada terbayarkan serta do’a dalam mencapai cita-cita penulis. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada:

1. Rektor : Dr. Ridha Ahida, M.Hum dan wakil Rektor : Dr. Asyari, S.Ag, M. SI.

Novi Hendri, M. Ag, Dra. Hj. Nuraisyah, M. Ag. Institut Agama Islam Negeri

(16)

iii

Aprison, M. Ag, Charles, S. Ag, M. Pd. I, Drs. Khairuddin, M. Pd. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Bukittinggi yang telah memberikan didikan, bimbingan dan saran kepada penulis selama penulis belajar di (IAIN) Bukittinggi.

3. Ketua Prodi Pendidikan Agama Islam Bapak: Fauzan, M. Ag yang telah memberikan fasilitas dan bantuan serta petunjuk kepada penulis dalam menambah Ilmu pengetahuan di (IAIN) Bukittinggi.

4. Ibuk Dr. Deswalantri, SS, M.Pd dan Bapak Dr. Iswantir M, M.Ag selaku pembimbing I dan pembimbing II yang telah banyak memberikan arahan, bantuan, bimbingan serta pelayanan dengan baik kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

5. Ibuk Dr. Hasnawati, M. Pd sebagai penasehat akademik penulis yang telah membina penulis selama penulis belajar dan menuntut ilmu di (IAIN) Bukittinggi.

6. Bapak dan ibu dosen serta karyawan/ti (IAIN) Bukittinggi yamg telah membekali penulis dengan berbagai macam ilmu pengetahuan tinggi ini.

7. Pimpinan serta karyawan/ti perpustakaan (IAIN) Bukittinggi yang telah menyediakan Fasilitas kepada penulis untuk mengadakan studi kepustakaan.

8. Bapak M. Phadil, S.Pd selaku kepala MTs TI Tarusan kamang yang telah berkenan dan memberikan tuntunan yang bermanfaat bagi penulis.

(17)

iv

Sinayan yang telah berkenan dan memberikan tuntunan yang bermanfaat bagi penulis.

11. Ibuk Eldayanti, S.Pd.I selaku Guru Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadis kelas VIII MTs TI Tarusan Kamang yang telah memberikan informasi kepada penulis.

12. Ibuk Budiyarti, S.Pd selaku Guru Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadis kelas VIII MTs PpTq-M Muhammadiyah Pakan Sinayan yang telah memberikan informasi kepada penulis.

13. Saudara tercinta dan tersayang penulis Jeni Freniko Putra serta keluarga besar penulis yang tidak mungkin disebutkan satu persatu, terima kasih yang tak terhingga dan tetesan air mata penulis ucapkan atas segala jenis bantuan dan doanya kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi dan studi penulis di IAIN Bukittinggi.

14. Teman-teman seperjuangan pada jurusan Pendidikan Agama Islam BP: 2014 yang tidak disebutkan satu persatu

15. Sahabat-sahabat terdekat yang selalu memberikan bantuan dan dukungan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi.

16. Selanjutnya kepada semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Do’a dan harapan saya kepada semua pihak yang telah memberikan

(18)

v

membantu dan penulis mengharapkan skripsi ini bermanfaat bagi yang membutuhkan. Amin.

Bukittinggi, 02 Februari 2019 Penulis

Novia Reza 2114.074

(19)

vi PERSETUJUAN PEMBIMBING PENGESAHAN TIM PENGUJI SURAT PERNYATAAN

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR GAMBAR ... ix

DAFTAR LAMPIRAN ... x

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 9

C. Batasan Masalah... 10

D. Rumusan Masalah ... 10

E. Tujuan Penelitian ... 10

F. Manfaat Penelitian ... 11

G. Penjelasan Judul ... 11

H. Sistematika Penulisan ... 13

BAB II LANDASAN TEORI A. Pendekatan Pembelajaran 1. Pendekatan Teaacher Center ... 14

2. Pendekatan Student Center a. Pengertian Pendekatan Student Center ... 15

b. Keunggulan Pendekatan Student Center... 16

c. Penerapan Pendekatan Student Center pada Pembelajaran ... 17

d. Metode Pendekatan Student Center ... 18

B. Hasil Belajar 1. Pengertian Hasil Belajar... 20

2. Manfaat Hasil Belajar ... 24

C. Kurikulum Pembelajaran Al-Qur’an Hadits 1. Pengertian Belajar ... 26

(20)

vii

b. Tujuan Kurikulum 2013... 31

c. Karakteristik Kurikulum 2013 ... 32

d. Landasan Kurikulum 2013... 33

e. Prinsip Pembelajaran Kurikulum 2013 ... 36

f. Perencanaan Pembelajaran Kurikulum 2013 ... 38

g. Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013... 43

h. Penilaian Hasil dan Proses Pembelajaran Kurikulum 2013 .... 48

D. Penelitian Relevan... 49

E. Kerangka Konseptual ... 51

F. Hipotesis ... 51

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian... 53

B. Populasi Dan Sampel ... 54

C. Variabel, Data, Dan Sumber Data... 55

D. Prosedur Penelitian... 57

E. Teknik Pengumpulan Data... 59

F. Instrumen Penelitian... 59

G. Teknik Analisis Data... 60

BAB IV : HASIL PENELITIAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Data ... 67

2. Uji Hipotesis ... 69

B. Pembahasan ... 72

BAB V : PENUTUP A. Kesimpulan ... 75

B. Saran ... 75 DAFTAR KEPUSTAKAAN

LAMPIRAN

(21)

viii

Tabel 3.1 Jumlah Populasi Penelitian ... 53

Tabel 3.2 Jumlah Sampel Penelitian ... 54

Tabel 4.1 Daftar Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VIII MTs TI Tarusan... 67

Tabel 4.2 Hasil Uji-t Kelas Experimen ... 70

(22)

ix

(23)

x

2. Materi Pembelajaran Al-Qur’an Hadis Kelas VIII ... 84 3. Kisi-Kisi Soal ... 95 4. Soal Tes Sebelum Validasi ... 99 5. Soal Tes Setelah Validasi dengan Validator ... 101 6. Validitas Soal Uji Coba... 103 7. Reliabilitas Soal Uji Coba... 105 8. Indeks Daya Beda Soal Uji Coba... 109 9. Indeks Kesukaran Soal Uji Coba ... 113 10. Hasil Analisis Soal Uji Coba... 117 11. Soal Tes Setelah Validasi... 118 12. Daftar Nilai Setelah Validasi ... 119 13. Uji Normalitas... 120 14. Uji Hipotesis ... 122 15. Permohonan Validasi Instrumen Penelitian

16. Penilaian Validasi Instrumen Penelitian 17. Surat Permohonan Izin Penelitian

18. Surat Rekomendasi Izin Penelitian dari Kantor Camat 19. Surat Izin Uji Coba Instrumen Penelitian

20. Surat Balasan Izin Uji Coba Instrumen Penelitian 21. Surat Bukti Penelitian

22. SK Pembimbing

(24)

1 A. Latar Belakang

Belajar merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.1Belajar tidak hanya melibatkan pendalaman terhadap suatu pengetahuan akan tetapi lebih menekankan pada semua cabang ilmu pengetahuan baik itu dalam pengetahuan sehari-hari ataupun lainnya.

Belajar merupakan sebuah kegiatan ataupun sebuah proses perubahan dari yang tidak mengetahui menjadi tahu tentang sesuatu, dari tidak mempunyai keterampilan apapun menjadi punya keterampilan akan sesuatu serta dari tidak mau menjadi mau melakukan sesuatu. Proses belajar seseorang dimulai semenjak mereka masih didalam kandungan ibu mereka. Setelah kelahirannya manusia yang tidak tahu akan apapun memulai belajarnya. Sebagaimana ayat yang berbunyi dalam Q.S An-Nahl ayat 78:

































“Artinya: dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.”

1Netty Hartati, dkk, Islam dan Psikologi, (Jakarta: PT.RajaGrafindo Persada, 2005 ), hal.53

(25)

Setelah mereka dilahirkan oleh ibu mereka dalam keadaan tidak mengetahui apapun namun Allah masih memberi mereka pendengaran, penglihatan dan juga daya nalar. Inilah yang menjadi modal dasar bagi manusia untuk belajar. Semasa hidupnya manusia terus mengembangkan secara bertahap apa yang telah diberikan oleh Allah swt.

Pada saat manusia masih kecil mereka melakukan apapun atas pendidikan dan pengajaran apa yang diberikan oleh orangtuanya. Karena pada masa kanak-kanak ini manusia seperti sebuah kertas putih yang polos dan tidak pernah terkena tinta apapun itu. Sehingga para ilmuan mengatakan bahwa pada masa ini anak-anak disebut pada masa emas mereka.

Anak-anak pada masa kecilnya diajar dan dididik oleh orang tua mereka sehingga orangtualah yang menjadi guru yang pertama dan utama bagi seorang anak. Setelah anak-anak mulai beranjak ke masa-masa penerimaan pengetahuan dalam pendidikan formal maka orang tua mereka akan mengantarkan mereka untuk mendapatkan pegetahuan yang lebih lagi dibangku pelajaran di sekolah.

Sehingga jika diibaratkan maka sekolah adalah rumah kedua bagi si anak untuk mendapatkan ilmu dan tenaga pengajar yang mengajarkan mereka disekolah adalah orang tua kedua bagi mereka. Didalam islam belajar itu sangat dianjurkan bahkan diperintahkan. Perintah tersebut tidak hanya datang dari ayat Al-Qur’an namun juga berasal dari hadits nabi. Hal ini dikarenakan bahwa Agama Islam itu tidak menyukai jika umatnya

(26)

tersebut bodoh atau tidak mempunyai ilmu. Perintah menuntut ilmu itu sendiri terdapat dalam Al-Qur’an surah Al-Alaq ayat 1-5:



















































“Artinya: bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan.

Yang menciptakan kamu dari segumpal darah. Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Yang mengajarkan manusia dengan perantara kalam. Dia mengajarkan pada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Adapun keutamaan dari menutut ilmu itu sendiri adalah derajat dari orang yang menuntut ilmu itu sendiri diangkatkan menjadi beberapa derajat.2 Hal ini terdapat dalam Al-Qur’an surah Al-Mujadalah ayat 11 sebagai berikut:





















“…Niscaya Allah akan meninggikan beberapa derajat bagi orang-orang yang beriman dan menuntut ilmu.”

Pendidikan memang sesuatu yang tidak dapat dipisakan dari kehidupan manusia. Pendidikan sudah terlahir dengan lahirnya manusia yang dikenal dengan pendidikan inti atau pendidikan yang pertama yang diterima oleh manusia. Pendidikan kemudian berlanjut ke arah pendidikan yang lebih formal yang dikenal dengan istilah bersekolah.

2Muhibbin Syah, Psikologi Belajar, (Jakarta: Logos,1999), hal.57-58

(27)

Pendidikan sangatlah penting dalam kehidupan manusia karena melalui pendidikan manusia mampu untuk mengatur atau mengarahkan manusia ke arah yang lebih baik. Pendidikan akan dirasakan oleh manusia kapanpun dan dimanapun mereka berada. Hal ini dikarenakan manusia dalam kehidupan mereka selalu melalui yang namanya pendidikan.

Pendidikan tidak hanya akan dirasakan manusia dari proses pendidikan yang mereka dapatkan di rumah mereka saja akan tetapi pendidikan juga akan manusia dapatkan dari luar baik itu bersifat formal, informal maupun nonformal. Formal merupakan pendidikan yang didapatkan manusia dari lingkungan resmi atas yang lazim disebut sebagai sekolah. Informal merupakan pendidikan yang didapatkan manusia dari keluarga mereka ata disebut juga dengan pendidikan yang pertama dan utama yang membentuk kepribadian dasar manusia itu sendiri. Non-formal merupakan pendidikan yang didapatkan manusia dari pendidikan diluar rumah seperti les.

Setelah melewati pendidikan dasar yang berada di lingkungan keluarga manusia itu sendiri, manusia akan memulai yang namanya pendidikan formal dan akan bertemu dengan tenaga kependidikan formal.

Pendidikan di dalam undang-undang Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 diartikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, keceradasan, akhlak mulia,

(28)

serta keterampilan yang diperlukan bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Tenaga kependidikan memerlukan berbagai hal yang digunakan agar segala yang akan disampaikan atau ilmu yang akan diberikan kepada peserta didik akan mampu diserap dengan baik oleh peserta didiknya.

Salah satu hal yang terpenting yang diperlukan oleh seorang pendidik adalah pendekatan yang digunakan dalam penyampaikan pembelajaran itu sendiri.

Dalam pemakaian pendekatan pembelajaran ini seorang pendidik haruslah berhati-hati dalam memilih dan juga harus memperhatikan berbagai hal yang mendukung penggunaan pendekatan itu sendiri karena setiap pendekatan yang digunakan memiliki perbedaan yang sangat signifikan, baik itu dari peserta didik yang akan diajarkan maupun kelengkapan ruangan belajar yang mendukung jalannya pendekatan tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang akan membuat pembelajaran tertunda. Adapun akibatnya saat belajar dengan mengunakan pendekatan yang salah maka peserta didik tidak akan memahami apa yang disampaikan dan pembelajaran tidak akan berjalan dengan baik.

Pembelajaran tidak akan berjalan dengan baik akan terjadi saat peserta didik yang mengikuti pembelajaran tidak memperhatikan dan malah akan bermain-main atau tertidur selama jam pelajaran berlangsung.

Banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih sebuah

(29)

pendekatan yang cocok untuk di pakai dalam pembelajaran diantaranya adalah tujuan yang akan dicapai jika menggunakan sebuah pendekatan, bagaiman bahan atau materi ajar yang akan diajarkan serta keadaan peserta didik yang diajar. Semua pertimbangan dalam menggunakan pendekatan apapun haruslah diperhatikan dengan baik.

Permasalahan pemilihan pendekatan yang akan digunakan dalam pembelajaran merupakan permasalahan tersendiri yang dihadapi oleh semua pendidik, hal ini dikarenakan jika salah-salah dalam memilih pendekatan yang digunakan maka kemungkinan materi ajar akan tersampaikan dengan baik sangatlah kecil.

Permasalahan dalam memlih pendekatan yang akan digunakan dalam pembelajaran ini merupakan hal yang sudah umum. Hal yang biasa terjadi saat pemilihan pendekatan pembelajaran yang salah diantaranya siswa yang malas-malasan dalam mengikuti pembelajaran. Biasanya ditandai dengan banyaknya yang tidur, tidak memperhatikan pelajaran, peserta didik banyak yang berhayal, berbicara dengan teman disebelahnya, mengganggu teman yang sedang fokus dalam belajar serta ada juga yang berusaha memakan makannya di dalam kelas saat pelajaran berlangsung.

Gangguan-gangguan yang seperti ini memang haruslah dihindari oleh seorang pendidik pada saat proses belajar mengajar.

Berdasarkan observasi awal yang telah peneliti lakukan pada tanggal 25 Oktober 2018 di MTI Tarusan Kamang Kamang Mudiak Kabupaten Agam, peneliti mendapatkan gambaran keadaan peserta didik

(30)

kelas VIII pada saat mengikuti pembelajaran Al-Qur’an Hadits di dalam kelas mereka. Yang mana peserta didik pada saat mengikuti pembelajaran mereka banyak yang berbicara tentang hal yang lain pada saat pelajaran berlangsung, sesekali ada juga yang menyelinap memakan makanan yang mereka simpan di dalam laci atau di dalam kantong mereka. Terkadang ada juga diantara mereka yang mengganggu teman mereka yang sedang fokus dalam belajar. Pendidik yang mengajar di madrasah tersebut juga dalam mengajar lebih banyak menggunakan metode ceramah sehingga pembelajaran hanya berpusat pada pendidik dan menjadikan peserta didik tidak aktif dalam pembelajarannya.

Pembelajaran yang berpusat pada pendidik (teacher center) merupakan pendekatan pembelajaran yang menjadikan pendidik sebagai sumber dalam pembelajaran dan peserta didik tidak berperan aktif dalam pembelajaran. Dalam pendekatan terdapat satu jenis pendekatan lagi yakni pendekatan pembelajaran yang lebih memusatkan pandangan dan menjadikan peserta didik sebagai sujek dalam pembelajaran tersebut yang dikenal dengan pendekatan student center. Pendekatan student center ini menjadikan peserta didik lebih aktif dalam pembelajaran dan pendidik dalam pendekatan ini berperan tidak hanya sebagai sumber belajar akan tetapi juga akan berperan sebagai mitra belajar bagi peserta didik.

Banyaknya permasalahan peserta didik dalam melaksanakan proses pembelajaran Al-Qur’an Hadits ini akan sangat berdampak pada hasil belajar yang peserta didik peroleh. Hasil belajar merupakan perubahan

(31)

perilaku individu yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.

Perubahan perilaku tersebut diperoleh setelah peserta didik menyelesaikan program pembelajarannya melalui interaksi dengan berbagai sumber belajar dan lingkungan belajar.3 Maksudnya hasil belajar itu merupakan serangkaian perubahan yang dialami oleh peserta didik baik dalam ranah afektif, kognitif, maupun psikomotor yang ditunjukkan oleh peserta didik setelah mempelajari sesuatu.

Hasil belajar yang diterima oleh peserta didik di kelas VIII MTs TI Tarusan Kamang kebanyakan mendapatkan nilai dibawah nilai yang telah ditetapkan oleh sekolah yang dikenal dengan nilai kriteria ketuntasan minimum (KKM). Nilai KKM yang diterapkan disekolah tersebut untuk mata pelajaran Al-Qur’an Hadits adalah 75. Adapun nilai yang diperoleh oleh peserta didik.

Tabel 1.1 Nilai Ulangan Harian Peserta Didik pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits BAB II tentang Kugapai Rezeki-Mu dengan Ikhtiarku

No. Nama Nilai No. Nama Nilai

1.

Aldo Anggraini 60 13. M. Fajral M. 65

2.

Asma Wahyuni 75 14. M. Rasyid 87

3.

Aulia Rahmadanis 73 15. Nazira Anggraini 65

4.

Ayatul Nisma 72 16. Nursa’adah 86

5.

Bunga 86 17. Rahmad Fadlan 64

6.

Fadilatul Husna 78 18. Rahmatul Dini 67

3 Rusmono, Strategi Pembelajaran Dengan Problem Based Learning Itu Perlu Untuk Meningkatkan Profesionalitas Guru, (Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia, 2014), hal.7-10

(32)

7.

Fatimah 80 19. Rona Aulia

Mardatillah

72

8.

Habibul Ihsan 72 20. Syerina Putri Ramadhani

68

9.

Iqbal Mayendri 65 21. Suryati 70

10.

Miftah Farid 70 22. Syahrul Gunawan 68

11.

Mike Kemala Sari 68 23. Zakia Aprilia 60

12.

M. Akbar 86

Sumber: Buku latihan Al-Qur’an Hadits peserta didik kelas VIII MTs TI Tarusan Kamang.

Berdasarkan tabel 1.1, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di ponpes tersebut dengan judul penelitian “Pengaruh Pendekatan Student Center terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata

Pelajaran Al-Qura’n Hadits di Kelas VIII MTs TI Tarusan Kamang Mudiak Kabupaten Agam.”

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan maka dapat diidentifikasi masalah penelitian sebagai berikut:

1. Banyaknya peserta didik yang mendapatkan nilai dibawah nilai KKM yang telah ditentukan sekolah. KKM yang ditetapkan untuk mata pelajaran Al-Qur’an Hadits adalah 75.

2. Peserta didik mengganggu teman yang sedang belajar.

3. Peserta didik yang tidak memperhatikan pendidik saat pelajaran berlangsung.

(33)

4. Peserta didik kurang aktif dalam pembelajaran karena peserta didik lebih berperan sebagai pendengar saja.

C. Batasan Masalah

Mengingat luasnya permasalahan yang ditemui maka penulis membatasi permasalahan yang akan dibahas menjadi “Pengaruh Pendekatan Student Center terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits dengan Materi Pembelajaran “ Ku Raih Ketenangan Hidup dengan Menghindari Ketamakan” di Kelas VIII MTs TI Tarusan Kamang Kamang Mudiak Kabupaten Agam.”

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan diatas maka rumusan masalah yang akan dibahas pada penelitian ini adalah “Apakah terdapat pengaruh pendekatan student center terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Al- Qur’an Hadits di kelas VIII MTs TI Tarusan Kamang Kamang Mudiak Kabupaten Agam?”.

E. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendekatan student center terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits di kelas VIII MTs TI Tarusan Kamang Mudiak Kabupaten Agam.

(34)

F. Manfaat Penelitian

Manfaat dalam penelitian ini adalah 1. Manfaat praktis

a. Dengan selesainya penelitian ini, bisa dijadikan sebagai salah satu referensi dalam penulisan penelitian yang lainnya.

b. Sebagai salah satu syarat dalam mendapatkan gelar S.Pd.

2. Manfaat teoritis

a. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pendekatan student center terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Al- Qur’an Hadits di kelas VIII MTs TI Tarusan Kamang Mudiak Kabupaten Agam.

G. Penjelasan Judul

Agar lebih mudah dalam memahami maksud yang tertulis di dalam penelitian ini maka penulis perlu memberikan beberapa penjelasan istilah dari judul penelitian ini yakni:

Pengaruh : Daya yang timbul dari sesuatu (orang, benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan, atau perbuatan seseorang.4 Daya yang ada atau yang ditimbulkan dari sesuatu (orang, benda, dsb) yang berkuasa atau yang berkekuatan.5

4Tim Penyusunan Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2007), edisi ke-3, hal.849

5Poerwadarminta, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: PN Balai Pustaka, 1982), hal. 731

(35)

Pendekatan Student Center : Cara pandang yang menjadikan peserta didik sebagai subjek didalam proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan.

Posisi peserta didik sebagai subjek dalam proses pembelajaran memungkinkan peserta didik untuk berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran.6

Hasil Belajar : Perubahan perilaku individu yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Perubahan perilaku tersebut diperoleh setelah peserta didik menyelesaikan program pembelajarannya melalui interaksi dengan berbagai sumber belajar dan lingkungan belajar.7

Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits: Sumber utama ajaran Islam dalam artian akidah dan akhlak, syari’ah/fiqih (ibadah, muamalah), sehingga kajian berada dalam setiap unsur tersebut.8

Jadi, penelitian ini dimaksudkan untuk melihat tentang pengaruh pendekatan pembelajaran student center terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran AL-Qur’an Hadits di kelas VIII MTs TI Tarusan Kamang.

6Novan Ardy Wiyani, Desain Pembelajaran Pendidikan: Tata Rancang Pembelajaran Menuju Pencapaian Kompetensi, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2013), hal. 166

7 Rusmono, Strategi Pembelajaran Dengan Problem Based Learning Itu Perlu Untuk Meningkatkan Profesionalitas Guru ... hal.7-10

8 Peraturan Meteri Agama Republik Indonesia Nomor 000912 Tahun 2013 tentang Kurikulum Madrasah 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab.

(36)

H. Sistematika Penulisan

BAB I Pendahuluan yang terdiri dari latar belakang penulisan, identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, penjelasan judul, dan sistematika penulisan.

BAB II Landasan Teori yang berkaitan dengan pendekatan student center yang mana sub pembahasannya berupa pengertian, kelebihan, kekurangan, macam-macamnya, penelitian relevan, kerangka berfikir dan hipotesis.

BAB III Metodologi Penelitian yang berisikan tentang jenis penelitian, lokasi penelitian, populasi, sampel, teknik pengumpulan data, dan teknik analisa data.

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan berisiskan hasil penelitian (deskripsi data dan uji hipotesis) dan pembahasan.

BAB V Penutup berisikan kesimpulan dan saran.

(37)

14 A. Pendekatan Pembelajaran

Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Istilah pendekatan merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. Oleh karenanya pendekatan dan metode pembelajaran yang digunakan dapat bersumer atau tergantung dari pendekatan tertentu.1Colin Marsh mengutip Duck menyatakan bahwa hanya ada dua pendekatan pembelajaran yang pokok yaitu pembelajaran berpusat pada guru (teacher - centered) dan pembelajaran berpusat pada siswa (student - centered).2 1. Pendekatan Tacher Center

Smith mengatakan bahwa teacher center merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang berdasarkan pandangan bahwa mengajar adalah menanamkan pengetahuan dan keterampilan.

Menurut Parwati ada beberapa ciri-ciri dari pendekatan teacher center ini yakni

1. Menjadikan pendidik sebagai pusat dalam pembelajaran 2. Siswa dianggap hanya sebagai penerima informasi guru saja.

1 Wina Sanjaya, Kurikulum dan Pembelajaran: Teori dan Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), (2010, Jakarta: Kencana, cet ke-3), hal.295

2 Suyono, Hariyanto, Belajar dan Pembelajaran: Teori dan Konsep Dasar, (2017, Bandung: Rosda Karya), cet.ke-7, hal.21

(38)

3. Kegiatan pemeblajaran hanya terjadi di dalam ruangan yang sudah disediakan untuk proses pembelajaran saja.3

Tujuan utama dari pendekatan teacher center ini menguasai materi yang telah guru ajarkan padanya dan tingkat keberhasilan pembelajaran ini tergantung pada sejauh mana peserta didik menguasai materi yang telah diberikan. Dampak yang ditimbulkan dari pendekatan teacher center ini adalah guru kurang mengemangkan bahan pembelajaran dan cendrung monoton dalam menyampaikan materi pembelajaran. Pendidikan hanya akan mengembangkan bahan ajarnya jika terdapat peserta didik yang mempunyai kreatifitas tinggi, banyak bertanya, atau peserta didik yang sering mengajak untuk berdiskusi.4

2. Pendekatan Student Center

a. Pengertian pendekatan student center

Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student center) dapat diartikan sebagai cara pandang yang menjadikan peserta didik sebagai subjek didalam proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Posisi peserta didik

3 Kurdi, Fauziah Nuraini, Penerapan Student Centered Learning dari Teacher Centered Learning ,(Forum Kependidikan vol-28 No. 2 Maret 2009), hal. 109

4Sudjana S, Metode dan Teknik Pembelajaran Partisipatif, (Bandung: Production, 2005), hal. 25

(39)

sebagai subjek dalam proses pembelajaran memungkinkan peserta didik untuk berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran.5

Menurut Harsono student center merupakan pendekatan dalam pembelajaran yang memfasilitasi pembelajaran untuk terlibat dalam proses experience learning (pengalaman belajar).

Pendekatan ini diajukan untuk menjadi model pembelajaran yang sebaiknya digunakan karna memiliki beberapa keunggulan.

b. Keunggulan pendekatan student center

Adapun keunggulan dari pendekatan student center itu sendiri sebagai berikut:

1) Peserta didik dapat merasakan bahwa pembelajaran menjadi miliknya sendiri, karena diberi kesempatan luas untuk berpartisipasi.

2) Peserta didik memiliki motivasi yang kuat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.

3) Mampu menumbuhkan suasana belajar saling mengajarkan antar peserta didik.

4) Menambah wawasan pikiran dan pengetahuan bagi semua warga kelas tentang yang belum diketahui sebelumnya.

Keunggulan ini akan mampu mendukung upaya pembelajaran ke arah yang lebih efektif dan efisien. Pada

5 Novan Ardy Wiyani, Desain Pembelajaran Pendidikan: Tata Rancang Pembelajaran Menuju Pencapaian Kompetensi,(2013, Yogyakarta: Ar-Ruzz Media), hal. 166

(40)

pendekatan pembelajaran student center ini peserta didik dituntut untuk aktif mengerjakan tugas dan mendiskusikannya dengan baik.

Peran pendidik dalm pendekatan ini tidak hanya sebagai sumber belajar juga seagai mitra belajar peserta didik. Hal ini akan mendorong pendidik untuk mengembangkan dan menyessuaikan materi dengan perkembangan IPTEK.6

c. Penerapan pendekatan student center pada pembelajaran Pembelajaran yang merupakan proses pengembangan kreatifitas berfikir serta meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan peserta didik dalam memahami materi pelajaran.

Adapun ciri-ciri dari pendekatan ini adalah

1) Peserta didik membangun pengetahuan dengan belajar secara pribadi maupun belajar dalm bentuk kelompok 2) Peserta didik tidak hanya kompeten dalam belajar dalam

satu bidang studi saja tetapi juga dalam setiap mata pelajaran yang mereka hadapi.

3) Belajar menjadi sebuah pembelajaran yang difasilitasi oleh pendidik yang mampu menjadikan pembelajaran menjadi lebih berorientasi pada peserta didik.

4) Belajar lebih dimaknai sebagai belajar sepanjang hayat (lifelong learning) sesuatu yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

6Kurdi, Fauziah Nuraini, Penerapan Student centered Learning dari Teacher Centered Learning ,..., hal. 109

(41)

5) Proses pembelajaran peserta didik juga mengikuti perkemangan IPTEK yang ada.

d. Metode pendekatan student center

Terdapat beberapa metode pembelajaran yang tergolong kepada pendekatan student center yakni:

1) Metode diskusi

Disksi merupakan sebuah kegiatan bertukar pemikiran antara dua orang atau lebih yang bertujuan untuk memperoleh kesamaan pandangan tentang suatu masalah.

Keunggulan diskusi ini adalah

a) Memberikan peluang untuk saling mengemukakan pendapat.

b) Menimbulkan suasana demokratis dalam kelas.

c) Guru bebas memberikan bantuan jika diperlukan.

d) Memupuk rasa percaya diri peserta didik.

e) Kelompok dapat memecahkan masalah lebih baik dari pada memecahkan masalah sendiri.

f) Memperkuat rasa kesatuan.

g) Memperluas wawasan peserta didik.

Adapun kekurangan dari diskusi diantaranya:

a) Sukar diterapkan pada kelompok yang besar b) Tidak menjamin mufakat antar kelompok

(42)

c) Informasi yang diperoleh oleh peserta diskusi terbatas pengetahuan kelas

d) Mudah tererumus ke arah luar konteks

e) Memerlukan pemimpin kelompok yang terampil

f) Ada kemungkinan diskusi akan dikuasai oleh peserta didik yan terampil dalam berbicara.

g) Akan sangat menyulitkan bagi peserta didi yang kurang terampil dalam berbicara.

2) Metode pemberian tugas

Tugas yang diberikan baik itu bersifat individual ataupun kelompok yang dapat dilakukan didalam kelas ataupun di luar sekolah. Keunggulan dari metode ini adalah

a) Pendidik mampu untuk mengembangkan ide dalam pembelajaran tanpa hars terkekang oleh waktu

b) Pembelajaran akan terasa lebih kontekstual

c) Peserta didik dapat memperdalam pengetahuan mereka.

Kekurangan dari metode ini:

a) Tugas bisa saja tidak terpenuhi jika tugasnya terlalu kompleks

b) Tidak dapat memantau keaktifan peserta didik jika di luar sekolah

(43)

c) Kemungkinan untuk mencotek tinggi.7

B. Hasil Belajar

1. Pengertian Hasil Belajar

Semua akibat yang dapat terjadi dan dapat dijadikan sebagai indikator tentang nilai dari penggunaan suatu metode di bawah kondisi yang berbeda menurut Reigeluth sebagaimana dikutip Keller merupakan hasil belajar. Akibat ini dapat berupa akibat yang sengaja dirancang, karena itu ia merupakan akibat yang diinginkan dan bisa juga berupa akibat nyata sebagai hasil penggunaan metode pengajaran tertentu.

Snelbeker mengatakan bahwa hasil belajar adalah perubahan atau kemampuan baru yang diperoleh peserta didik setelah melakukan perbuatan belajar karena pada dasarnya hasil belajar tersebut adalah bagaimana perilaku seseorang berubah sebagai akibat dari pengalaman.

Menurut Bloom, hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang meliputi tiga ranah, yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.

Ranah kognitif meliputi tujuan-tujuan belajar yang berhubungan dengan memanggil kembali pengetahuan dan pengembangan kemampuan intelektual dan keterampilan. Ranah afektif meliputi tujuan-tujuan belajar yang menjelaskan perubahan sikap, minat, nilai-

7 Suyono, Hariyanto, Implementasi Belajar dan Pembelajaran, (Bandung: Rosdakarya, 2015), hal. 110-129

(44)

nilai, dan pengembangan apresiasi serta penyesuaian. Ranah psikomotorik mencakup perubahan perilaku yang menunjukkan bahwa siswa telah mempelajari keterampilan manipulatif fisik tertentu.

Rusmono menyatakan bahwa hasil belajar adalah perubahan perilaku individu yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Perubahan perilaku tersebut diperoleh setelah peserta didik menyelesaikan program pembelajarannya melalui interaksi dengan berbagai sumber belajar dan lingkungan belajar.8

Menurut Suprijono hasil belajar merupakan pola-pola perbuatan, nilai-nilai, penegrtian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi, dan keterampilan. Merujuk pada pemikiran Gagne, hasil belajar berupa hal-hal berikut:

a. Informasi verbal, yaitu kapabilitas mengungkapkan pengetahuan dalam bentuk bahasa, baik lisan maupun tulisan. Kemampuan merespon secara spesifik terhadap ransangan spesifik.

Kemampuan tersebut tidak memerlukan manipulasi simbol, pemecahan masalah, maupun penerapan aturan.

b. Keterampilan intelektual, yaitu kemampuan mempresentasikan konsep dan lambang. Keterampilan intelektual terdiri dari kemampuan mengategorisasi, kemampuan analisis sintesis fakta-konsep, dan mengembangkan prindip-prinsip keilmuan.

8 Rusmono, Strategi Pembelajaran Dengan Problem Based Learning Itu Perlu Untuk Meningkatkan Profesionalitas Guru,(2014, Bogor: Ghalia Indonesia) hal.7-10

(45)

Keterampilan intelektual merupakan kemampuan melakukan aktifitas kognitif bersifat khas.

c. Strategi kognitif, yaitu kecakapan menyalurkan dan mengarahkan aktifitas kognitifnya. Kemampuan ini meliputi penggunaan konsep dan kaidah dalam memecahkan masalah.9 Walaupun peserta didik menggunakan berbagai strategi dalam menunjang pembelajarannya strategi kognitif dikelompokka sesuai dengan fungsinya. Pengelompokkan itu disarankan oleh Weinstein dan Mayer yakni: strategi menghafal, elaborasi, pengaturan, metakognitif, dan afektif.10

d. Keterampilan motorik, yaitu kemampuan melakukan serangkaian gerakan jasmani dalam urusan dan koordinasi sehingga terwujud otomatisme gerak jasmani.

e. Sikap adalah kemampuan menerima dan menolak objek berdasarkan penilaian terhadap objek tersebut. Sikap berupa kemampuan menginternalisasi dan eksternalisasi nilai-nilai.

Sikap merupakan kemampuan menjadikan nilai-nilai sebagai standar perilaku.11 Dapat juga dikatakan sebagai pembawaan yang dapat dipelajari dan dapat mempengaruhi perilkau

9 M. Thobroni, Belajar dan Pembelajaran: Teori dan Praktik, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2015) hal. 20

10Ratna Wilis Dahar, Teori-teori Belajar dan Pembelajaran, (Bandung: Erlangga, 2011), hal. 123

11M. Thobroni, Belajar dan Pembelajaran: Teori dan Praktik,..., hal. 21

(46)

seseorang terhadap benda, kejadian, atau makhluk hidup lainnya.12

Menurut Lindgren hasil belajar meliputi kecakapan, informasi, pengertian dan sikap. M.Thobroni menyatakan bahwa hasil belajar merupakan perubahan perilaku secara keseluruhan bukan hanya hanya pada satu aspek potensi kemanusiaan manusia saja maksudnya adalah pembelajaran tidak hanya dilihat secara terpisah (fragmentaris) akan tetapi secara komprehensif.13 Jadi, dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan perubahan keseluruhan aspek perilaku manusia sebagai hasil dari sebuah proses pembelajaran terhadap sesuatu.

F.R Abbatt beragumen bahwa agar belajar kemudian memiliki hasil yang ingin dicapai, maka tujuan belajar pun harus lebih diperjelas dan dipertajam. Tujuan belajar kemudian harus menggambarkan secara jelas apa yang harus dipelajari oleh peserta didik. Dengan demikian, tujuan belajar harus menentukan dan mengacu pada:

a. Apa yang dimasukkan dalam sebuah pengajaran? Maksudnya mengendalikan isi atau apa yang akan diajarkan.

b. Bagaimana pengajaran akan dilakukan? Maksudnya metode yang akan dilkukan dalam proses pengajaran.

12Ratna Wilis Dahar, Teori-teori Belajar dan Pembelajaran, ..., hal. 123

13M. Thobroni, Belajar dan Pembelajaran: Teori dan Praktik, ..., hal. 20-22

(47)

c. Bagaimana peserta didik dinilai? Maksudnya penilaian atau ujian jenis apa yang harus diberikan kepada peserta didiknya.14 2. Manfaat Hasil Belajar

Manfaat hasil belajar ini dapat kita tinjau dari berbagai pihak yang berkepentingan, yaitu:

a. Bagi peserta didik, hasil belajar dimanfaatkan untuk:

1) Membangkitkan minat dan motivasi belajar.

2) Membentuk sikap yang positif terhadap belajar dan pembelajaran.

3) Membantu pemahaman peserta didik menjadi lebih baik.

4) Membantu peserta didik dalam memilih metode belajar yang baik dan bener.

5) Mengetahui kedudukan peserta dalam kelas.

b. Bagi guru, manfaat hasil belajar peserta didik adalah

1) Promosi peserta didik, seperti kenaikan kelas atau kelulusan.

2) Mendiagnosis peserta didik yang memiliki kelemahan atau kekurangan, baik secara perseorangan maupun kelompok.

3) Menentukan pengelompokan dan penempatan peserta didik berdasarkan prestasi masing-masing.

4) Feedback dalam melakukan perbaikan terhadap sistem pembelajaran.

14Moh. Yamin, Teori dan Metode Pembelajaran: Konsepsi, Strategi, dan Praktik Belajar yang Membangun Karakter, (Malang: Madani, 2015), hal. 44

(48)

5) Menyusun laporan kepada orang tua guna menjelaskan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik.

6) Dijadikan dasar pertimbangan dalam membuat perencanaan pembelajaran.

7) Menentukan perlu tidaknya pembelajaran remedial.

c. Bagi orang tua, manfaat hasil belajar peserta didik adalah 1) Mengetahui kemajuan belajar peserta didik.

2) Membimbing kegiatan belajar peserta didik di rumah.

3) Menentukan tindak lanjut pendidikan yang sesuai dengan kemampuan anaknya.

4) Memprakirakan kemungkinan berhasil tidaknya anak tersebut dalam bidang pekerjaannya.

d. Bagi administrator sekolah, manfaat dari hasil belaar peserta didik adalah:

1) Menentukan penempatan peserta didik.

2) Menentukan kenaikan kelas

3) Pengelompokan peserta didik di sekolah mengingat terbatasnya failitas pendidikan yang tersedia serta indikasi kemajuan peserta didik pada waktu mendatang.15

15Zainal Arifin, Evaluasi Pembelajaran : Prinsip, Teknik, dan Prosedur, (Bandung: PT.

Remaja Rosda Karya, 2009), hal. 288-289

(49)

C. Kurikulum Pembelajaran Al-Qur’an Hadits 1. Pengertian Belajar

Kata belajar akan selalu ditemukan oleh manusia sampai kapan pun. Setiap manusia pasti akan mengalami yang namanya belajar baik itu bagi yang masih kecil, balita, ataupun orang tua.16 Dengan demikian belajar tidak akan dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.

Gagne mendefinisikan belajar ini menjadi suatu proses dimana suatu organisasi berubah perilakunya sebagai akibat dari pengalaman yang dijabarkan sebagai berikut:

a. Perubahan perilaku, hal ini menjelaskan bahwa perubahan itu memerlukan waktu. Belajar terjadi pada saat diwakt yang berbeda dengan keadaan yang sama perilaku yang ditampilkan berbeda.

b. Perilaku terbuka, hal ini menjelaskan bahwa perilaku yang ditampilkan oleh seseorang merupakan salah satu penentu yang menjadi patokan mereka belajar.

c. Belajar dan pengalaman, pengalaman mengandung berbagai macam batasan perubahan perilaku yang dianggap mewakili belajar.

d. Belajar dan kematangan, kematangan tidak mewakili belajar karena kematangan tersebut terjadi karena faktor fisiologis.17

16Ratna Wilis Dahar, Teori-Teori Belajar dan Pembelajaran, ..., hal. 2

17Ratna Wilis Dahar, Teori-Teori Belajar dan Pembelajaran, ..., hal. 2-3

(50)

Skinner dalam bukunya Educational psychology berpendapat bahwa belajar adalah suatu proses adaptasi yang berlangsung secara progresif. Yang mana proses adaptasi tersebut akan mendatangkan hasil yang optimal apabila diberi penguatan. Wittig, belajar merupakan perubahan relatife menetap dan terjadi dalam keseluruhan tingkah laku suatu organisme sebagai hasil pengalaman.18

2. Pembelajaran Al-Qur’an Hadits

a. Pengertian Pembelajaran Al-Qur’an Hadits

Pembelajaran berasal dari kata dasar belajar, yaitu suatu aktifitas atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki prilaku, sikap, dan mengukuhkan kepribadian yang mengarah pada perubahan individu baik dari ilmu pengetahuan, sikap dan kepribadian sehari-hari. Menurut UU No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menyatakan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

Sedangkan menurut Depdiknas di dalam KBBI, pembelajaran dimaknai sebagai proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Muhammad Surya berpendapat bahwa pembelajaran merupakan proses yang

18Muhibbin Syah, Psikologi Belajar, (Jakarta: Logos,1999), hal.60

(51)

dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.19

Pembelajaran menurut Gagne, Briggs, dan Wager adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada peserta didik. Miarso berpendapat bahwa pembelajaran adalah suatu usaha yang disengaja, bertujuan, dan terkendali agar orang lain belajar atau terjadi perubahan yang relatif menetap pada diri orang lain. Usaha ini dapat diakukan oleh seseorang atau tim yang mempunyai kemampuan merancang atau mengembangkan sumber belajar sesuai dengan yang diperlukan.

Pembelajaran menurut Kemp adalah proses kompleks yang terdiri dari fungsi dan bagian-bagian yang terhubung antara satu dengan yang lainnya secara logis untuk mencapai keberhasilan pembelajaran. Pengertian pembelajaran tersebut dapat disimpulkan sebagai kegiatan pembelajaran yang dirancang untuk mencapai sebuah tujuan belajar yakni keberhasilan dalam pembelajaran itu sendiri.20 Jadi pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dangan lingkungannya yang

19M. Fadlillah, Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran SD/MI, SMP/MTs, &

SMA/Ma, (2014, Yogyakarta: Ar-Ruzz Media), hal. 172

20 Rusmono, Strategi Pembelajaran Dengan Problem Based Learning Itu Perlu Untuk Meningkatkan Profesionalitas Guru, ..., hal.6-7

(52)

mengakibatkan terjadinya perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.21

Al-Qur’an Hadits merupakan sumber utama ajaran Islam dalam artian akidah dan akhlak, syari’ah/fiqih (ibadah, muamalah), sehingga kajian berada dalam setiap unsur tersebut.

Al-Qur’an Hadits menekankan pada kemampuan baca tulis yang baik dan benar, memahami makna secara kontekstual dan tekstual serta mengamalka kandungannnya dalam kehidupan sehari-hari.

Mata pelajaran Al-Qur’an Hadits MTs ini merupakan kelanjutan dan kesinambungan dengan mata pelajaran Al-Qur’an Hadits pada jenjang MI dan MA, terutama pada penekanan kemampuan membaca Al-Qur’an Hadits, pemahaman surat-surat pendek dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.

b. Tujuan Pembelajaran Al-Qur’an Hadits

Adapun tujuan pembelajaran Al-Qur’an Hadits adalah

1) Meningkatkan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur’an dan Hadits.

2) Membekali peserta didik dengan dalil-dalil yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadits sebagai pedoman dalam menyikapi dan menghadapi kehidupan.

21 Kusnandar, Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru, (2009, Jakarta: Rajawali Pers), hal. 287

(53)

3) Meningkatkan kekhusyukan siswa dengan beribadah terlebih sholat, dengan menerapkan hum bacaan tajwid serta isi kandungan surat/ayat dalam surat-surat pendek yang mereka baca.

c. Ruang Lingkup Pembelajaran Al-Qur’an Hadits

Adapun ruang lingkup mata pelajaran Al-Qur’an Hadits di Madrasah Tsanawiyah meliputi:

1) Membaca dan menulis yang merupakan unsur penerapan ilmu tajwid.

2) Menerjemahkan makna (tafsiran) yang merupakan pemahaman, interpretasi ayat, dan hadits dalam mempekaya khazanah intelektual.

3) Menerapkan isi kandugan dan ayat / hadits yang merupakan pengamalan nyata dalam kehiduapan sehari-hari.22

3. Kurikulum Pembelajaran Al-Qur’an Hadits a. Pengertian Kurikulum 2013

Istilah kurikulum berasal dari bahasa latin yakni curriculae yang artinya jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari.

Kurikulum adalah jangka waktu yang harus ditempuh oleh seorang peserta didik dalam yang bertujuan untuk mendapatkan ijazah. Pada hakikatnya ijazah adalah tanda bukti bagi peserta

22 Peraturan Meteri Agama Republik Indonesia Nomor 000912 Tahun 2013 tentang Kurikulum Madrasah 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab.

(54)

didik yang telah mencapai titik finish. Dalam artian sempit kurikulum ditafsirkan seagai materi pembelajaran. Sedangkan dalam artian luas kurikulum diartikan sebagai keseluruhan program lembaga pendidikan. Jadi kurikulum pada dasarnya merujuk pada kegiatan belajar mengajarr guna mencapai tujuan sekolah.

Menurut Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi, tujuan, dan bahan pelajaran serta cara yang digunaka seagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum 2013 adalah kurrikulum yang dirancang untuk program pemelajaran yang lebih didominasi oleh keaktifan peserta didik, serta lebih menekankan pada moralitas peserta didik agar terentuk akhlak dan moral peserta didik yang baik.

b. Tujuan Kurikulum 2013

Adapun tujuan dari kurikulum 2013 adalah untuk mempersiapkan manusia indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai priadi dan warga negara yang eriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berangsa, bernegara, dan peradaban dunia.

(55)

c. Karakteristik Kurikulum 2013

Adapun karakteristik dari kurikulum 2013 adalah

1) Mengembangkan keseimangan antara pengemangan sikap spiritualis dan sosial, rasa ingin tahu, kreatifitas, kerjasama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik

2) Madrasah merupakan agian dari masyarakat yang memerikan pengalaman elajar terencana dimana peserta didik menerapka apa yang dipelajarinya di sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar.

3) Mengemangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta menerapkannya dalam beragai situasi di madrasah dan masyarakat

4) Memerikan waktu yang cukup laluasa untuk mengembangkan beragai sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

5) Kompetensi dinyatakan dalam entuk kompetensi inti kelas dan dirici lebih lanjut dalam kompetensi dasar mata pelajaran 6) Kompetensi ini kelas menjadi unsur pengorganisasian

kompetensi dasar, dimana semua kompetensi dasar dan proses pemelajaran dikemangkan untuk mencapai kompetensi dasar dan proses pemelajaran dikemangkan untuk mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam kompetensi inti.

Gambar

Tabel 1.1 Nilai Ulangan Harian Peserta Didik pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits BAB II tentang Kugapai Rezeki-Mu dengan Ikhtiarku
Tabel 3.1 Jumlah Populasi Peserta Didik Kelas VIII MTs TI Tarusan Kamang
Tabel 3.2 Jumlah Sampel Peserta Didik Kelas VIII MTs TI Tarusan Kamang
Tabel 4. 1 Daftar Hasil Belajar Peserta Didik Kelas Eksperimen
+3

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Setelah melakukan penelitian dan menganalisis data yang didapatkan dalam rangka untuk membahas skripsi yang berjudul “Pengaruh Kedisiplinan Siswa Terhadap Prestasi Belajar

Skripsi yang berjudul “MODEL PENDEKATAN ISLAMI DALAM PENANGANAN STUDENT DELINQUENCY (STUDI PADA BIMBINGAN DAN KONSELING PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP N 04 CEPIRING KENDAL TAHUN

Berdasarkan uraian latar belakang permasalahan di atas perlu adanya upaya untuk mengatasi masalah rendahnya hasil belajar matematika materi pembagian

Dari hasil observasi dan wawancara dengan berbagai nara sumber yang ada seperti tokoh masyarakat, warga pondok pesantren dan masyarakat Desa Padati Mondok, peningkatan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pelaksanaan manajemen perilaku siswa melalui strategi MPT dalam meningkatkan partisipasi belajar siswa pada mata pelajaran Qur’an

Penelitian ini berjudul ”Upaya Peningkatkan Prestasi Belajar Siswa Dengan Penerapan Metode Jigsaw Learning Pada Mata Pelajaran PKN Materi Tentang Sejarah Perumusan

Puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat, karunia, dan bimbingan-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi berjudul “Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa di

Khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, dengan adanya kelompok belajar maka materi pembelajaran akan lebih mudah dipahami dan menambah motivasi belajar karena adanya