• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBANDINGAN MODEL REGRESI LOGISTIK DAN MODEL REGRESI BETA BINOMIAL DALAM KASUS KREDIT MACET. Tria Dewi Newita, Shantika Martha

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERBANDINGAN MODEL REGRESI LOGISTIK DAN MODEL REGRESI BETA BINOMIAL DALAM KASUS KREDIT MACET. Tria Dewi Newita, Shantika Martha"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Buletin Ilmiah Mat. Stat. dan Terapannya (Bimaster) Volume 07, No. 4 (2018), hal 255 – 260.

255

PERBANDINGAN MODEL REGRESI LOGISTIK DAN MODEL REGRESI BETA BINOMIAL DALAM KASUS KREDIT MACET

Tria Dewi Newita, Shantika Martha

INTISARI

Regresi logistik adalah salah satu metode statistik yang menjelaskan hubungan variabel tak bebas yang bersifat dikotomi dengan variabel bebas yang bersifat data kuantitatif dan kualitatif. Dalam regresi logistik overdispersi adalah konsep yang penting yang terjadi apabila adanya pengelompokan dan pengukuran atau percobaan yang berulang pada objek yang sama, yang mengakibatkan kesalahan pada standar eror atau kesalahan dalam penarikan kesimpulan.Oleh sebab itu untuk mengatasi overdispersi pada data biner maka dilakukan analisis dengan menggunakan model beta binomial. Model beta binomial adalah gabungan dari sebarang distribusi Beta dan distribusi Binomial dengan metode Maximum Likelihood digunakan untuk menduga parameter dari kedua model. Tujtuan penelitian ini adalah membandingkan antara model regresi Beta Binomial dan regresi Logistik pada data kredit macet di salah satu unit simpan pinjam di Kalimantan Barat. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada data terjadi overdispersi. Namun demikian yang regresi Beta Binomial tidak menunjukkan hasil yang lebih baik dibanding regresi Logistik.

Kata Kunci:Overdispersi, Maksimum Likelihood, Kredit Macet.

PENDAHULUAN

Kredit merupakan penyediaan tagihan dan uang yang bisa disamakan berdasarkan kesepakatan atau persetujuan pinjam meminjam antara pihak pemberi pinjaman dengan pihak lainnya dan mewajibkan peminjam untuk melunasi hutangnya dengan jumlah bunga, imbalan atau bagi hasilnya dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Pada sistem pengkreditan ada istilah kredit macet yaitu suatu kondisi dimana nasabah sudah tidak bisa atau tidak sanggup lagi untuk melunasi sebagian atau seluruh kewajiban kepada pihak pemberi pinjaman seperti pada perjanjian yang telah dibuat sebelumnya [1]. Untuk menganalisis kredit macet model yang dapat digunakan diantaranya adalah model regresi.

Regresi merupakan kajian terhadap ketergantungan satu variabel, yaitu variabel tak bebas terhadap satu atau lebih variabel bebas [2]. Pada kasus kredit macet variabel tak bebas terdapat dua kemungkinan yaitu macet atau tidak macet, dan regresi yang cocok digunakan adalah regresi logistik. Regresi logistik adalah model yang menjelaskan hubungan sebab akibat antara variabel tak bebas yang berupa data dikotomik/biner dengan variabel bebas berupa data berskala interval dan kategorik [3]. Pada regresi logistik terdapat asumsi yaitu ragam pengamatan sama dengan ragam dugaan. Apabila asumsi ini tidak terpenuhi maka ragam pengamatan akan lebih besar dari ragam dugaan yang sering disebut dengan overdispersi. Apabila nilai statistik uji Pearson dengan derajat bebas mendekati 1, maka dikatakan model tidak mengalami overdispersi, dengan derajat bebas n-p, dimana n adalah ukuran contoh dan p menyatakan banyak parameter dalam model.

Untuk mengatasi masalah overdispersi, model yang sering digunakan adalah model regresi Beta Binomial. Peneliti ingin membandingkan antara model regresi logistik dan model regresi Beta Binomial pada kasus kredit macet, apabila terjadinya overdispersi pada data dapat mengakibatkan kesalahan penarikan kesimpulan. Estimasi parameter regresi logistik dilakukan dengan metode Maksimum Likelihood dan pendugaan parameter regresi logistik menggunakan metode iterasi Newton-Rapshon untuk memaksimumkan fungsi kemungkinan.

(2)

256 T.D. Newita, S.Martha

Masalah dalam penelitian ini dibatasi pada penggunaan data yaitu data kredit macet di sebuah perusahaan di Kalimantan Barat menggunakan metode Beta Binomial dan Logistik, dengan tujuan penelitian membandingkan antara model Beta Binomial dan model Logistik.

REGRESI LOGISTIK

Metode regresi merupakan analisis data yang mendeskripsikan hubungan antara variabel bebas dan variabel tak bebas [4]. Perbedaan antara regresi linear dan regresi Logistik adalah tipe pada variabel tak bebas. Regresi Logistik merupakan salah satu model yang dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan antara variabel tak bebas yang bersifat kategorik dengan variabel bebas [5]

Regresi logistik merupakan suatu model analisis data yang digunakan untuk mencari hubungan antara variabel tak bebas (y) yang bersifat biner atau dikotomus dengan variabel bebas (x) yang bersifat polikotomus [3]. Outcome dari variabel tak bebas y terdiri dari 2 kategori yaitu “sukses” dan “gagal” yang dinotasikan dengan y=1 (sukses) dan y=0 (gagal).

Dalam keadaan demikian, variabel y mengikuti distribusi Bernouli untuk setiap observasi tunggal. Dengan bentuk umumnya sebagai berikut

 

0 11

1 1 0

1 x

x

i e

x e

  (1)

Dengan

 

xi peluang kejadian sukses dan

1,

2koefisien dari variabel bebas dengan x1sebagai variabel bebas. Dengan fungsi kepadatan peluang regresi logistik adalah

 

yi

  

xi

yi

  

xi

yi

f 1 1 (2)

Dimana jika yi0 maka f

 

yi  1

 

xi dan jika yi1 maka f

 

yi

 

xi . Tabel hubungan antara eror dan probabilitas.

Tabel 1. Hubungan antara i dan probabilitas

i Probabilitas

Ketika yi 1 1

 

xi

 

xi

Ketika y1 0 

 

xi 1

 

xi

Untuk nilai rataan dan nilai varians dari model logistik adalah

 

yi i ni i

E dan Var

 

yi nii

1i

(3) Dan dengan fungsi log likelihoodnya adalah

 

   

yixij j ni xij j

L log1 exp (4)

REGRESI BETA BINOMIAL

Regresi Beta Binomial adalah gabungan dari distribusi Beta dan distribusi Binomial, misalkan terdapat. y mengikuti distribusi Binomial, bin n,i dan imengikuti distribusi Beta.[6]

yij i

i

E | 

 

i

i

ij indepbernouli

y | ~ .

i ~i.i.dbeta ,

(3)

Dimana n adalah bilangan bulat non negatif ,  0dan 0didefinisikan sebagai distribusi Beta Binomial. 

 

m adalah fungsi Gamma yang terkenal

 

m xm e 1dx

0 1

dengan m > 0, dan regresi Beta Binomial mempunyai mean dan varians sebagai berikut :

Mean dari model Beta Binomial

   

i

ij E

y

E (5)

Varians dari model Beta Binomial

 

yij E

Var

yij i

Var

E

yij i

  

Var | |

 

yij Eii Var i

Var 1

  

2



ij y

Var (6)

Berdasarkan Persamaan (6) menunjukkan yijmengikuti distribusi Bernouli dengan varians sama dengan 1E

 

i . Selanjutnya dicari kovarian dari model Beta Binomial.

yij,yil

cov

E

yij|i

,E

yil|i

 

E

cov

yij,yil|i

 

cov

i,i

cov +0

    

1

var 2

i  , j l (7)

Kovarian antara yijdanyklsama dengan nol untuk i k, dengan demikian didapat korelasi sebagai berikut

    

 

2

2 1

,





corryij yil

1 1

(8)

OVERDISPERSI

Jika yij

j1,2,...,ni

adalah variabel acak yang berdistribusi Binomial dengan mean . Maka yimengikuti distribusi Binomial

ni,

dengan varians ni

1

, maka model Beta Binomal menjadi

 

 

 

l

j ij il

j ij

ij Var y y y

y

Var cov ,





1

1 2i

i

n n

 

2 1 1

1 i

i

n n

Pada model Beta Binomial 0, dengan 0,0 akan menunjukkan bahwa varians lebih besar dari varians Beta Binomial ini yang disebut dengan overdispersi.

(4)

258 T.D. Newita, S.Martha

ESTIMASI PARAMETER

Setelah hasil estimasi parameter diperoleh, maka dilakukan pengujian terhadap koefisien secara multivariat/overall terhadap variabel tak bebas. Hipotesis yang digunakan adalah sebagai berikut:

0

: 1 2

0 i

H

p i

H1:Paling tidakterdapat satui 0; 1,2,,

Statistik Uji:

 

 

 

 

n

i

y i y i

n n

i i

n n n n G

1

1 0 1

1 ˆ ˆ ln 2

1 0

Dimana: 

n

i

yi

n

1

1 , 

 

n

i

yi

n

1

0 1 n n1 n0

Statistik uji G merupakan Likelihood Ratio Test dimana nilai G mengikuti distribusi Chi- Squred dengan pengambilan keputusan H0 ditolak jika G 2v, dengan v derajat bebas adalah banyaknya parameter dalam model tanpa 0. Setelah melakukan uji overall, maka dilanjutkan pengujian keberartian terhadap koefisien secara univariat/parsial. Untuk melihat variabel bebas yang apa saja yang berpengaruh, dengan menggunakan uji Wald yaitu dengan membandingkan parameter hasil maksimum likelihood, dugaan dengan standar eror parameter tersebut. Hipotesis pengujian parsial adalah sebagai berikut.

0

0 : i

H

p i

H1:i 0 ; 1,2,, dengan statisitik uji

 

i i

SE W

ˆ ˆ

Statistik uji W tersebut juga disebut sebagai statistik uji Wald, mengikuti distribusi normal sehingga H0 ditolak

W  Z

/2

METODE PENELITIAN

Data yang digunakan dalam penulisan ini adalah data sekunder mengenai data kredit macet dari salah satu unit simpan pinjam di Kalimantan Barat pada Tahun 2009 sampai dengan 2016. Data yang di gunakan meliputi data jenis kelamin, jumlah pinjaman, lama pinjaman, jumlah nasabah yang terjadi kredit macet dan jumlah peminjam. Data-data tersebut dikelompokkan ke dalam rating factors dan classes factors.

Dengan kriteria seorang nasabah dikatakan kredit macet apabila sudah lewat jatuh tempo pembayaran kredit yang telah disesuaikan dengan perjanjian. Apabila 3 hari lewat dari tanggal pembayaran sudah dianggap kredit macet

HASIL DAN PEMBAHASAN

Langkah Pertama yang harus dilakukan adalah melihat uji overall test dengan melihat nilai dari uji G dengan hipotesis sebagai berikut.:

H0 : tidak ada variabel bebas yang mempengaruhi variabel tak bebas H1 : ada salah satu variabel bebas yang mempengaruhi variabel tak bebas.

(5)

Dengan pengambilan keputusan H0 ditolak jika G 2v,. Dibantu dengan perangkat lunak, dilakukan pendugaan untuk model regresi logistik. Untuk uji overall atau uji G pada regresi logistik didapat -22,512. Dengan  yang digunakan adalah 0,05% maka untuk nilai Chi- Squred tabel adalah 12,59. Sehingga pengambilan keputusan dari uji overall adalah -22,51<

12,59 yang artinya terima H0 yang artinya tidak ada variabel yang mempengaruhi. Setelah uji overall maka dilanjutkan dengan uji parsial.

untuk meyakinkan keputusan dari uji G atau Likelihood Ratio Test. Pada Tabel 2 adalah hasil estimasi parameter yang menunjukkan bahwa tak ada satupun variabel yang mempengaruhi terhadap kredit macet.

Tabel 2. Hasil Estimasi Parameter Logistik

Variabel Estimasi SE z Value Pr(>|z|)

Intercept 0,98 0,26 3,72 0,00

Gender perempuan 0,10 0,32 0,33 0,73

Pinjaman p2 0,07 0,37 0,20 0,83

Pinjaman p3 -0,43 0,94 -0,45 0,64

Lama pinjman l2 -0,53 0,34 -1,53 0,12

Lama pinjaman l3 0,36 0,37 0,96 0,33

Ket.gender perempuan, p2: pinjaman antara 10-30, p3: pinjaman antara 30-50, l2: lama Pinjaman 50-70 bulan, l3:

lama pinjaman lebih dari 70 bulan.

Selanjutnya di lakukan pengecekan overdispersi, dengan nilai Devians dibagi derajat bebas didapat 1,32 yang berarti terjadi overdispersi dilanjutkan dengan model regresi Beta Binomial. Untuk melihat model dari regresi logistik dilihat dari nilai estimasi sehingga didapat persamaannya sebagai berikut :

 

 

0,98 0,10 0,077( 2) 0,43( 3) 0,53( 2) 0,36( 3)

ln 1 p p l l

x x

i

i

Pertama uji overall Dengan nilai Likelihood Ratio Test atau uji G untuk regresi Beta Binomial adalah -22,71. Dengan  yang digunakan adalah 0,05% maka untuk nilai Chi- Squred Tabel adalah 12,59 yang artinya H0 diterima tak ada variabel yang berpengaruh.

Setelah uji overall maka dilanjutkan dengan uji parsial untuk membuktikan keputusan dari uji G atau Likelihood Ratio Test dilihat dari Tabel 3

Tabel 3. Hasil Estimasi Parameter Beta Binomial

Variabel Estimasi SE z Value Pr(>|z|)

Intercept 1,04 0,26 3,97 0,00

Gender perempuan -0,13 0,35 -0,39 0,70

Pinjaman p2 -0,11 0,46 -0,25 0,80

Pinjaman p3 -0,09 2,23 -0,04 0,96

Lama pinjman l2 -0,52 0,35 -1,50 0,15

Lama pinjaman l3 0,47 0,35 0,90 0,38

Ket. Ada pada Tabel.2

Dengan melihat nilai z Value semua variabel bebas tidak ada yang signifikan. Untuk melihat model dari regresi Beta Binomial dapat dilihat dari Tabel 3 dengan melihat nilai estimasi, sehingga didapat persamaannya sebagai berikut :

 

1,04 0,13

 

pr 0,11

 

p2 0,09

 

p3 0,52

 

l2 0,47

 

l3

Logit      

(6)

260 T.D. Newita, S.Martha

Dari kedua model yaitu model logistik dan model Beta Binomial tidak ada model yang dapat digunakan untuk meramal suatu kredit macet di unit simpan pinjam tersebut dikarenakan tidak ada satupun variabel yang mempengaruhi suatu kredit macet. Untuk melihat diantara model Logistik dan model Beta Binomial, model yang terbaik dapat dilihat dari nilai AIC dari masing-masing model. Nilai AIC yang paling kecil, adalah model yang baik. Nilai AIC dari model logistik adalah 57,02 sedangkan nilai AIC dari model beta binomial adalah 60,72.

Berdasarkan nilai AIC yang diperoleh, model Logistik lebih baik dari pada model Beta Binomial. Pada studi kasus ini kedua model tidak dapat digunakan karena keduanya tidak ada variabel bebas yang signifikan, sehingga pada penelitian ini tidak dapat menampilkan interpretasi untuk model Logistik dikarenakan model kurang bagus dalam meramal suatu kredit macet.

PENUTUP

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa:

Model Logistik dengan model penuh

 

 

0,98 0,10( ) 0,077( 2) 0,43( 3) 0,53(2) 0,36( 3)

ln 1 pr p p l l

x x

i

i      



Model Beta Binomial dengan model penuh

 

1,04 0,13

 

pr 0,11

 

p2 0,09

 

p3 0,52

 

l2 0,47

 

l3

Logit      

Namun demikian model ini tidak dapat digunakan untuk meramal suatu kredit macet dikarenakan nilai dari R2 terkoreksi bernilai 0,02 yang artinya hanya 2% variansi dari variabel dependen dapat dijelaskan dari variabel independen sedangkan 98% dijelaskan oleh variabel-variabel lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Kuncoro.M dan Suhardjono.2002 Manajemen Perbankan, edisi pertama, BPFE:

Yogyakarta.

[2] Gujarati dan Porter.,2009., Dasar-Dasar Ekonometrika. Salemba. Jakarta.

[3] Hosmer, D. W. dan Lemeshow, S., 1989, Applied Logistic Regression, John Wiley and Sons, inc: New York.

[4] Hosmer, D. W. dan Lemeshow, S., 2000, Applied Logistic Regression, 2nd Edition, John Wiley and Sons, inc: New York.

[5] Agresti, A., 2002, Categorical Data Analysis, 2nd Edition, John Wiley & Sons: Canada [6] Brady.,T.,W., Kathleen., B., W., and Andrez., T., G., 2006., Linear Mixer Models., CRC

Press: Florida.

TRIA DEWI NEWITA : Jurusan Matematika FMIPA Untan, Pontianak [email protected]

SHANTIKA MARTHA : Jurusan Matematika FMIPA Untan, Pontianak [email protected]

Gambar

Tabel 1. Hubungan antara   i  dan probabilitas

Referensi

Dokumen terkait

1 Mirna Sesotyaningtyas (2012) Pengaruh Leverage, Ukuran Legislatif, Intergovernmental Revenue dan Pendapatan Pajak Daerah Terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah di Jawa 

Mengulang berhitung berkali-kali (cemas akan kesalahan pada urutan bilangan) Individu yang mengalami gangguan obsesif-kompulsif kadang memilki pikiran intrusif tanpa

Demikian surat ini dibuat dengan penuh tanggung jawab, untuk memenuhi persyaratan usulan pembangunan Rumah Khusus, dan untuk dipergunakan sebaik- baiknya

Lebih detail lagi bisa dijelaskan sinar matahari yang terdiri dari photon- photon, jika menimpa permukaaan bahan solar sel (absorber) akan diserap, dipantulkan atau dilewatkan

Hasil analisis data respons siswa terhadap perangkat dan pelaksanaan pembelajaran matematika, pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement divisions (STAD)

Maka definisi konsepsional dalam penelitian ini adalah peran penyuluh keluarga berencana dalam pengendalian pertumbuhan penduduk yang dilakukan melalui pelaksanaan, partisipasi,

Penambahan bahan kimia, dalam bentuk akselerator atau retarder, yang biasanya ditambahkan oleh pabrik untuk mengatur setting time, juga mempunyai efek untuk

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah jantan meningkat 6 kali pada induk F1 yang diimplan hormon 17  -methyl testosteron sedangkan induk F1 yang tidak