• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. moderasi beragama Kemenag, maka perlu kiranya diidentifikasi suatu jenis dan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. moderasi beragama Kemenag, maka perlu kiranya diidentifikasi suatu jenis dan"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

42 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Pendekatan Penelitian

Pembelajaran PAI di SMAN 1 Pacitan yang diduga belum cukup reflektif dalam mewujudkan gagasan deradikalisasi sebagaimana tercantum pada konsep moderasi beragama Kemenag, maka perlu kiranya diidentifikasi suatu jenis dan pendekatan penelitian yang kompatibel. Risti menguraikan bahwa suatu penelitian pendidikan pada dasarnya memiliki dua jenis – kemudian dapat dikembangkan lagi, yakni penelitian kualitatif dan kuantitatif.75

Jenis penelitian kualitatif dipilih dalam penelitian ini, sebab dianggap sebagai jenis penelitian yang paling mendekati nilai kebenaran atas hipotesis di atas. Penelitian berjenis kualitatif yang lebih mengedepankan makna di balik realitas, dianggap mampu memberikan alasan, temuan, serta ragam problematika penerapan konsep moderasi beragama perspektif Kemenag di SMAN 1 Pacitan.

Spesifikasi pendekatan yang menjadi rangkaian cara dalam melaksanakan penelitian ini adalah studi kasus. Sugiyono sebagaimana mengutip Creswell mendefinisikan studi kasus sebagai salah satu pendekatan penelitian kualitatif yang menempatkan peneliti sebagai ekplorator secara mendalam terhadap suatu peristiwa yang dianggap unik.76

75 Avanti Vera Ristip, Penelitian Pendidikan, ed. Desi Rahmawati (Yogyakarta:

Suryacahya, 2018), 3.

76 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, ed. Sofia Yustiyani Suryandari, Cetakan Ke.

(Bandung: CV Alfabeta, 2021), 6.

(2)

Tipe permasalahan pada penelitian ini yang merupakan penyimpangan atas kondisi yang biasanya terjadi, oleh Endraswara sebagaimana dikutip oleh Mudjia disebut sebagai studi kasus retrospektif (retrospective study case). Istilah studi kasus retrospektif dibedakan dengan studi kasus yang berorientasikan pada penelitian peristiwa unik yang terus berkembang.77

B. Kehadiran Peneliti

Selayaknya penelitian kualitatif pada umumnya, peneliti dalam penelitian ini hadir sebagai instrumen yang menggali dan menginterpretasikan data di lapangan. Lazimnya suatu penelitian yang bersifat empiris dan hanya berorientasikan sebatas eksplorasi dan deskripsi suatu realitas, membutuhkan

‘alat’ sebagai instrumen penelitian. Kehadiran alat ini menjadi tolok ukur atas validitas dan reliabilitas data.

Penelitian kualitatif oleh sebab data yang dibutuhkan bersifat substansial, normatif, atau maknawi, maka sebuah ‘alat’ ukur penelitian secara fisik belum cukup memadai. Instrumen penelitian yang menjadi ‘alat’ penggalian dan interpretasi data di sini adalah si peneliti. Berbekal pada beberapa landasan teoretis dan kajian pustaka pada bab II, maka diharapkan peneliti mampu menjabarkan hasil temuan di lapangan secara mendalam.

77 Mudjia Rahardjo, Studi Kasus dalam Penelitian Kualitatif: Konsep dan Prosedurnya (Malang, 2017), 6, http://repository.uin-malang.ac.id/1104/1/Studi-kasus-dalam-penelitian- kualitatif.pdf.

(3)

C. Lokasi Penelitian

Tampat yang menjadi lokasi dalam penelitian ini adalah Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Pacitan yang berada di Jalan Letnan Jenderal R.

Suprapto Nomor 49, Blumbang, Ploso, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Kode Pos 63515. SMAN 1 Pacitan menjadi lokasi yang diteliti, sebab pelaksanaan pembelajaran PAI pada objek variabel penelitian yang terkait dengan permasalahan dalam penelitian.

Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Pacitan yang diindikasikan terdapat kegiatan radikalisme – sebagaimana disampaikan oleh pihak kepolisian setempat, telah menunjukkan bahwa ada fenomena berbeda dengan fenomena sekolah negeri pada umumnya. Hal inilah yang menjadikan SMAN 1 Pacitan sebagai lokasi penelitian ini.

D. Sumber Data

Data adalah informasi yang berupa keterangan terkait suatu hal yang diteliti.

Data berlaku sebagai bahan analisis penelitian yang jika ditinjau dari tempat atau asal-muasalnya dibagi atas dua, yakni sumber data primer dan sumber data sekunder:78

1. Sumber Data Primer

Sumber data primer adalah asal data didapatkan berdasarkan pada sumber yang pertama. Artinya, pada penelitian ini digali data secara langsung terhadap pihak atau rujukan terkait yang terdiri dari:

78 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2015), 147.

(4)

a. Kepala Sekolah SMAN 1 Pacitan;

b. Guru pengampu mata pelajaran PAI;

c. Pengurus Rohis SMAN 1 Pacitan;

d. Anggota Rohis SMAN 1 Pacitan; dan e. Buku Moderasi Beragama Kemenag 2. Sumber Data Sekunder

Sumber data sekunder adalah tempat yang tidak secara langsung menjadi asal-muasal data pada penelitian ini. Sumber data sekunder penelitian ini didapatkan dari buku-buku, jurnal, artikel, majalah ilmiah, dan dokumentasi resmi SMAN 1 Pacitan yang berkaitan dengan PAI dan moderasi dalam beragama.

E. Teknik Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan pada penelitian ini dilaksanakan dengan cara observasi partisipan, wawancara terstruktur, dan dokumentasi dengan perincian sebagai berikut:

1. Observasi

Observasi merupakan teknik pengumpulan data yang menjadikan alat indera sebagai sarana untuk mendapatkan informasi mengenai objek penelitian.

Penelitian ini menggunakan teknik observasi semi partisipasi aktif, yakni suatu observasi yang memposisikan peneliti sebagai pengamat sekaligus orang yang berkontribusi dalam kegiatan yang diamati sekaligus menjadi pengamat yang berkedudukan di luar kegiatan yang diamati. Perihal yang diamati berupa subjek (actors), kegiatan (action), dan tempat (place).

(5)

2. Wawancara

Wawancara merupakan merupakan teknik pengumpulan data berbasis pada pertanyaan bagi partisipan yang sudah ditentukan. Terhadap empat subjek yang diuraikan pada pembahasan sumber data primer, peneliti melaksanakan wawancara secara semi terstruktur. Teknik wawancara semi terstruktur mengisyaratkan agar peneliti mempersiapkan serangkaian pertanyaan dan prediksi atas jawbannya, namun selain itu peneliti juga berusaha secara spontan untuk memberikan pertanyaan yang bersifat tangapan spontan terhadap jawaban partisipan.

3. Dokumentasi

Dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data data dapat dimaknai dengan dua artian, pertama sebagai cara yang digunakan untuk mencatat dan mendeskripsikan secara sementara data yang dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Makna yang kedua, dokumentasi pada teknik pengumpulan data adalah pengumpulan dokumen-dokumen terkait dengan objek penelitian, semisal silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, surat edaran atau dokumen yang lainnya.

F. Teknik Analisis Data

Data apabila selesai dikumpulkan, selanjutnya dianalisis untuk kemudian dimengerti, dijabarkan, dan disimpulkan. Sugiyono mendefinisikan teknik analisis data sebagai upaya peneliti dalam menyusun, mengorganisasikan, dan

(6)

mencari relevansi antara satu data dengan data yang lainnya.79 Teknik analisis data termutakhir, menurut Miles, Huberman, dan Saldaña terdiri atas tiga, yakni kondensasi, penampilan data, dan konklusi:80

1. Kondensasi

Istilah kondensasi dalam lintasan sejarah penelitian kualitatif merupakan gagasan yang dikembangkan dari teknik reduksi. Teknik terdahulu, setelah data dikumpulkan, lalu dipilah dan dipilih terkait data yang dibutuhkan, namun pada teknik kondensasi seluruh data yang telah dikumpulkan dianggap penting sehingga data yang dikumpulkan digunakan secara menyeluruh.

Kondensasi secara kebahasaan merupakan suatu proses pengembunan dari gas menjadi zat cair. Kontekstualisasi penelitian ini menunjukkan bahwa yang dimaksud sebagai kondensasi adalah proses pemaknaan seluruh data yang sudah digali untuk kemudian diberikan makna secara elaboratif.

2. Penampilan Data

Setelah melaksanakan tahap kondensasi, peneliti melaksanakan penjabaran data secara naratif melalui Bab IV tentang “Hasil dan Pembahasan” pada penelitian ini. Penampilan data biasanya juga sering disebut dengan penyajian data.

79 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, 75.

80 Matthew B. Miles, A. Michael Huberman, and Johnny Saldana, Qualitative Data Analysis, Third edit. (Tempe: SAGE Publications, 2014), 77.

(7)

3. Konklusi

Tahapan kondensasi dan penampilan data setelah selesai dilaksanakan, keseluruhan data disimpulan secara silogisme. Tinjauan pustaka dan kajian teoretis pada Bab II penelitian ini menjadi premis mayor, adapun data temuan secara induktif berlaku sebagai premis minor untuk kemudian diberikan kesimpulan.

G. Validitas Data

Data yang menjadi acuan dalam penelitian ini, perlu kiranya diuji terlebih dahulu validitasnya. Secara kebahasaan, arti valid adalah sesuai dengan syarat dan prosedur yang berlaku.81 Data yang memenuhi persyaratan dan prosedur yang berlaku menurut Sugiyono adalah data yang memenuhi unsur kredibilitas, transferabilitas, reliabilitas, dan objektivitas.82

1. Uji Kredibilitas

Penelitian pada dasarnya perlu mengisyaratkan agar hasilnya dapat dipercaya atau memenuhi kriteria kebenaran data dalam penelitian. Sugiyono menyebutkan ada enam alternatif pengujian data yang terpercaya, yakni melalui member check, diskusi, analisis kasus yang negatif, peningkatan ketekunan, perpanjangan pengamatan, dan triangulasi.

Keterbatasan sumber daya pada penelitian ini mengisyaratkan hanya digunakan dua bentuk pengujian kredibilitas data penelitian, yakni

81 Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, “Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI):

Kamus Versi Online/Daring (Dalam Jaringan),” Kbbi.Web.Id, last modified 2016, accessed January 28, 2022, https://kbbi.web.id/valid.

82 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D, 366.

(8)

peranjangan pengamatan dan triangulasi. Pada aspek yang pertama, peneliti sudah melaksanakan perpanjangan pengamatan sejak pertengahan bulan Februari 2021 yang lalu. Artinya, peneliti sudah melaksanakan pengamatan pada objek penelitian selama 11 bulan hingga saat ini.

Aspek yang kedua, peneliti menggali dan mengkonfirmasi kebenaran data dari berbagai sumber melalui berbagai cara, berbagai situasi dan berbagai subjek.83 Istilah yang lain, aspek uji kredibilitas ini melingkupi triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Inti daripada uji kredibilitas adalah usaha peneliti untuk menunjukkan bahwa data yang diperoleh pada penelitian ini adalah data yang dapat dipercaya kebenarannya.

2. Uji Transferabilitas

Uji transferabilitas merupakan tolok ukur sejauh mana data dalam penelitian ini dapat diterapkan pada penelitian yang lainnya. Dibandingkan dengan penelitian kuantitatif, uji transferabilitas adalah bahasa lain dari validitas eksternal. Istilah lain daripada uji transferabilitas adalah pengukuran terhadap kehasilgunaan penelitian, meskipun setiap penelitian selalu berbeda, namun ada hasil penelitian yang selalu dapat menjadi rujukan untuk dilaksanakan penelitian yang lainnya.

Paradigma yang membedakan adalah jika penelitian kuantitatif membahas soal apakah bisa data penelitian ini dapat dikontekstualisasikan pada situasi yang lain. Berbeda dengan penelitian kualitatif, tergantung kecocokan faktor peristiwa lain yang hendak ditinjau melalui data yang

83 Sugiyono, 189.

(9)

sama.84 Penelitian ini menjabarkan secara rinci, sistematis, terang, dan kredibel, sehingga pada peristiwa yang lain dapat dipertimbangkan kedayagunaan atau tidaknya data.

3. Uji Depenabilitas

Depenabilitas merupakan konsistensi yang mana data saat digali pada suatu waktu dan pada suatu kondisi memiliki kesamaan muatan informasi. Artinya peneliti harus membuktikan kondisi yang tetap dari suatu data tersebut. Uji reliabilitas dapat dilaksanakan dengan auditing data yang dilaksanakan oleh pembimbing pada penelitian ini. Uji depenabilitas menunjukkan bahwa data ini adalah data yang konstan (tidak berubah-ubah) pada saat penggalian data dilakukan, tidak berlebihan di dalam pengujian ini juga termasuk daripada triangulasi waktu.

4. Uji Konfirmabilitas

Suatu data dapat dianggap objektif (menyeluruh) tatkala mendapatkan nilai netralitas, tidak tendensius berpihak atau menghakimi subjek tertentu. Secara teknis, pelaksanaan uji objektivitas pada data penelitian ini dilakukan secara bersamaan melalui uji reliabilitas.85 Peneliti dengan serangkaian dokumentasi juga turut memberikan bukti yang kuat terhadap objektivitas data. Data yang sudah terkumpul, kembali dikonfirmasikan kepada partisipan, kemudian juga dicek kembali oleh pihak lainnya (triangulasi sumber).

84 Sugiyono, 192.

85 Sugiyono, 195.

Referensi

Dokumen terkait

Untuk kegiatan/proyek yang sumber dananya murni dari APBD masyarakat (laki-laki dan perempuan) tidak terlibat pada pelaksanaan pembangunan, hal ini disebabkan pelaksana

Untuk mencapai produksi yang tinggi pada tanaman padi, dapat dilakukan dengan menentukan dosis pupuk sesuai dengan target produksi, maka digunakan perhitungan

14 Defisiensi niacin (vitamin B3) dapat menyebabkan 3D (dermatitis, diare dan demensia) sehingga menghasilkan glossitis atau cheilitis dan telah diketahui lebih sering

Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah “kuesioner persepsi siswa kelas VII dan kelas VIII SMP Stella Duce tentang kompetensi profesional

Besi yang dililiti kawat email yang dialiri listrik DC ini akan memperkuat medan magnet dari kawat, maka dari itu besi paku ini bisa menjadi magnet, arus listrik disimpan dalam

yang diberikan oleh Lembaga Keuangan Syariah (LKS) kepada nasabah guna memperoeh manfaat suatu jasa. Bahwa LKS perlu merespon keperluan masyarakat yang berkaitan

Dan yang membedakan lagi adalah apabila peserta didik dalam menyetor hafalan terdapat kesalahan baik bacaan maupun lupa terhadap ayat yang dihafalkannya maka pembina

Konsep bangunan dengan parkir dan area servis merupakan konsep yang terkait dengan karakteristik obyek perancangan, dimana setiap laboratorium memiliki area parkir dan