• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

6 BAB III

PELAKSANAAN KERJA MAGANG

Kedudukan dan Koordinasi 1. Kedudukan

Pada saat interview, penulis dikatakan akan menjadi production runner ketika pertama masuk ke Seven Sunday Films. Namun setelah beberapa project, posisi penulis dinaikkan menjadi production assistant oleh produser yang memimpin proyek. Menurut Manriquez dan McCluskey (2015), peranan production assistant adalah membantu pekerjaan apapun dari semua departemen, mulai dari departemen kamera, seni, hingga produksi. Pada intinya, penulis ditempatkan pada divisi produksi pada saat melakukan kegiatan praktik kerja magang di Seven Sunday Films.

2. Koordinasi

Alur koordinasi yang ada di Seven Sunday Films dalam melakukan pekerjaan (khususnya hal produksi) adalah sebagai berikut :

Pertama, agency mendapatkan sebuah proyek. Kemudian agency bekerja sama dengan production house untuk mewujudkan proyek tersebut.

Orang pertama dari production house yang mengetahui seperti apa proyeknya adalah Executive Producer. E.P yang membuat kesepakatan dengan agency untuk menerima proyeknya atau tidak. Jika sudah ada persetujuan dari kedua belah pihak, E.P mem-brief director dan produser

Gambar 3.1. Bagan Alur Koordinasi (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

AGENCY EXECUTIVE PRODUCER

DIRECTOR

PRODUCER TIM

PRODUKSI

(2)

7

mengenai proyek yang ia dapatkan. Kemudian produser akan membentuk tim produksi untuk mewujudkan proyek tersebut. Tim produksi yang dibentuk biasanya terdiri dari line producer dan production assistant.

Jumlah L.P dan P.A yang dibutuhkan ditentukan oleh seberapa besar proyek itu sendiri.

Tugas yang Dilakukan

Berikut rincian tugas yang dilakukan oleh penulis dalam tabel selama praktik magang dari periode 1 Agustus 2019 – 31 Oktober 2019 :

Tabel 3.1. Detail Pekerjaan Yang Dilakukan Selama Magang

No. Minggu Proyek Keterangan

1 Ke – 1

(1 – 7 Agustus 2019)

Wardah

‘Crystallure’

Pre-production (sebagai production runner).

2 Ke – 3

(8 – 14 Agustus 2019)

Wardah

‘Crystallure’

Mengedit video BTS syuting Wardah

‘Crsytallure’.

3 Ke – 4 (15 – 21 Agustus 2019)

Traveloka

‘Accom’

-Meeting dengan Traveloka.

-Merekam voice over untuk iklan Traveloka.

4 Ke – 5 (22 – 28 Agustus 2019)

Wardah

‘Micellar Water’

-Pre-production (sebagai production assistant).

-Syuting Wardah ‘Micellar Water’

(sebagai videografer BTS).

5 Ke – 6

(29 Agustus – 4 September 2019)

Gudang Garam

‘GG SHVR’

Pre-production (sebagai production assistant).

(3)

8 6 Ke – 7

(5 – 11 September 2019)

Gudang Garam

‘GG SHVR’

Syuting Gudang Garam

‘GG SHVR’ dan ‘GG Move’ 2 hari (sebagai production assistant).

7 Ke – 8 (12 – 18 September 2019)

Web Series Pertamina

Pre-production (membantu sebagai asisten tim wardrobe).

8 Ke – 9 (19 – 25 September 2019)

Web Series Pertamina

Pre-production (membantu sebagai production assistant).

9 Ke – 10 (26 September – 2 Oktober 2019)

Gudang Garam

‘GG SHVR’

Post-production (sebagai production assistant).

10 Ke – 11 (3 – 9 Oktober 2019)

Web Series Pertamina

Pre-production (membantu sebagai asisten tim wardrobe).

11 Ke – 11 (10 – 16 Oktober 2019)

Web Series Pertamina

Pre-production (membantu sebagai asisten tim wardrobe).

12 Ke – 12 (17 Oktober – 2 November 2019)

Web Series Pertamina

Syuting Web Series Pertamina

(sebagai videografer BTS dan production assistant).

Uraian Pelaksanaan Kerja Magang

Selama penulis melaksanakan praktik magang, Seven Sunday Films sedang menggarap berbagai macam proyek. Pada proyek pertama, yakni Wardah

‘Crystallure’, penulis hanya menjadi production runner dan editor untuk video BTS

(4)

9

(Behind The Scene) saat syuting. Sedangkan pada proyek berikutnya, seperti Wardah ‘Micellar Water’, Gudang Garam ‘GG SHVR’, dan Web Series Pertamina, posisi penulis adalah sebagai production assistant.

Posisi yang paling mendominasi penulis selama melakukan praktik magang adalah production assistant dan videografer untuk BTS syuting. Sudah menjadi budaya di Seven Sunday Films bahwa selama magang, pelajaran pertama bagi para intern/pelaku magang adalah harus menghasilkan sebuah karya, yaitu dengan membuat BTS; mulai dari merekam hingga mengeditnya sendiri.

Maka dari itu, pada bagian ini penulis akan lebih spesifik membahas mengenai tugas penulis sebagai production assistant dalam tim produksi Seven Sunday Films, baik dari pre-production hingga post-production.

1.3.1. Wardah Micellar Water

Wardah merupakan salah satu brand lokal di bidang kecantikan.

Setelah beberapa kali memegang proyek iklan Wardah, kali ini Seven Sunday Films kembali diberi kepercayaan untuk membuat iklan dari produk baru mereka yaitu, Wardah Perfect Bright Tone Up Micellar Water.

1. Pre-production

Awalnya, penulis mendapatkan tugas untuk men-translate storyboard dan director’s treatment dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris.

Gambar 3.2. Wardah Perfect Bright Tone Up Micellar Water Storyboard (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

(5)

10

Berikutnya, penulis mendapatkan tugas untuk mencari video referensi dari iklan yang menampilkan visual seorang wanita yang sedang membersihkan mukanya dengan grafis gelembung yang mengangkat kotoran dari muka wanita tersebut.

Setelah menemukan referensi visual yang paling mendekati keinginan director, penulis diminta mencari lagu korea dengan tempo yang cepat dan terdengar girly untuk referensi musik.

Gambar 3.3. Referensi visual untuk iklan (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.4. Referensi musik untuk iklan (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

(6)

11

Pada saat hari makeup and wardrobe test, penulis membantu mengurus konsumsi dan service untuk para talent serta menyusun recap hasil makeup and wardrobe test dalam bentuk PDF.

Mendekati hari syuting, penulis diminta untuk membantu mencetak dan menyusun booklet, storyboard serta mempersiapkan sign ruangan untuk dipasang di tempat syuting.

Gambar 3.5. Makeup and Wardrobe Test (Hanggini) (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.6. Booklet (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

(7)

12

Gambar 3.7. Storyboard (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.8. Room sign (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

(8)

13 2. Shooting Day

Pada hari syuting, penulis diminta untuk membuat Behind The Scene, bergantian dengan anak magang lainnya. Kamera yang penulis gunakan adalah Canon 5D Mark III, dengan lensa 30mm wide.

1.3.2. Gudang Garam ‘GG SHVR’

‘GG SHVR’ atau yang juga populer dengan sebutan Shiver Ground Festival (SGF) merupakan acara musik dari Gudang Garam yang mengundang puluhan DJ dari berbagai belahan dunia. Tahun ini, Seven Sunday Films dipercaya oleh Gudang Garam untuk membuat after movie dari SGF 2019.

1. Pre-production

Gambar 3.9. Behind The Scene – Wardah ‘ Micellar Water’

(Sumber : Dokumentasi perusahaan)

Gambar 3.10. Referensi visual untuk iklan (Sumber : Dokumentasi perusahaan)

(9)

14

Penulis diminta untuk mengunduh referensi visual sesuai dengan brief dari klien. Kemudian penulis diminta untuk memotong referensi visual tersebut dan mengambil bagian tulisannya saja, untuk menjadi referensi bagi editor nantinya.

Selain itu, penulis juga diminta untuk membuat crew and camera equiment checklist guna diberikan kepada pihak Gudang Garam. Setelah file tersebut mendapatkan persetujuan dari pihak Gudang Garam, nantinya mereka akan mencarikan sewa dari alat-alat yang terdapat pada daftar tersebut.

Kemudian penulis mengecek harddisk yang disediakan oleh Seven Sunday Films untuk para departemen kamera menyimpan footage-footage yang telah mereka dapatkan.

Setelah itu, penulis mengurus urusan administrasi seperti ID card untuk para kru agar dapat mengakses semua area selama acara maupun ID card untuk kru dengan beberapa area tertentu saja. Prosedurnya adalah penulis mengumpulkan kartu identitas / KTP dari semua kru dan disusun ke dalam PDF.

Gambar 3.11. SHVR Ground Festival Crew and Camera Equipment Checklist (Sumber : Dokumentasi perusahaan)

(10)

15

Alasan penulis juga mengerjakan bagian administrasi karena hal tersebut merupakan tanggung jawab dari tim Seven Sunday Films dan penulis merupakan bagian dari Seven Sunday Films. Pada project ini terdapat dua production assistant yaitu, penulis serta teman penulis.

Teman penulis adalah laki-laki, sehingga mengerjakan bagian akomodasi yang lebih banyak membutuhkan tenaga fisik. Sedangkan penulis dipercaya untuk mengerjakan bagian administrasi yang membutuhkan lebih banyak ketelitian.

Penulis juga melakukan observasi beberapa hari sebelum syuting ke area SHVR Ground Festival bersama dengan tim produksi dan beberapa kru dari departemen kamera. Di hari yang sama, penulis mulai mengantri di ticket box untuk menukarkan data diri para kru menjadi ID card.

2. Shooting Day

Pada saat hari syuting, penulis datang lebih awal bersama tim produksi dan para kru. Penulis membagikan ID card kepada tim produksi dan kru sedari pintu masuk karena di hari H acara, siapa pun yang masuk ke dalam area wajib mengenakan ID card. Syuting SGF 2019 ini dilakukan selama 2 hari, mengikuti jadwal acara dari Gudang Garam sendiri.

Gambar 3.12. Lokasi Shiver Ground Festival 2019 (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

(11)

16

Setelah semuanya mendapatkan brief singkat dari produser serta line producer, penulis membagikan uang saku yang telah diamplopkan untuk tim produksi maupun para kru (departemen kamera) mencari makan, karena pada saat acara mereka akan berpencar dan berbaur dengan penonton untuk merekam footage sendiri-sendiri.

Pada saat acara, penulis bersama production assistant yang lain stand by di ruang istirahat tim produksi dan kru untuk menyiapkan makanan ringan dan air minum jika dibutuhkan, serta mengganti trash bag dan menjaga agar ruangan tetap bersih dan nyaman untuk dijadikan tempat istirahat.

1.3.3. Web Series Pertamina

Pertamina kali ini memberi proyek berupa Web Series mengenai perjalanan tiga orang remaja di berbagai daerah yang ada di Lampung. Syuting dilakukan selama 9 hari (dengan tambahan 1 hari dikarenakan ada utang scene).

1. Pre-production

Penulis diminta untuk mencari referensi wardrobe bertemakan

‘road travel’ untuk gadis remaja. Keinginan klien adalah tampilan wardrobe yang menggambarkan karakter tokoh namun tetap sopan.

Gambar 3.13. Referensi wardrobe untuk tokoh wanita (Sunber: Dokumentasi Perusahaan)

(12)

17

Pada saat fitting wardrobe, penulis membantu sebagai kameraman dan pengarah gaya. Fitting wardrobe dilakukan sebanyak empat kali hingga memberikan style yang diinginkan oleh klien dan agency.

Selain itu, penulis juga membantu departemen art untuk membuat tampilan desain UI handphone dan laptop, serta desain bahu jalan. Penulis juga membantu mencari dan membeli property untuk syuting seperti handphone jadul, membantu mencari dust off untuk departemen kamera dan sebagainya.

Gambar 3.14. Fitting wardrobe karakter Diaz (Sumber : Dokumentasi perusahaan)

Gambar 3.15. Desain tampilan UI HP instagram karakter Agnes (Sumber : Dokumentasi perusahaan)

(13)

18

Penulis membantu juga bagian administrastif dengan membuat daftar asuransi bagi para kru maupun tim produksi dari Seven Sunday Films. Prosedurnya adalah dengan mengumpulkan data diri para kru dan tim produksi melalui KTP dan kartu NPWP. Kemudian, ketika data sudah terkumpul, penulis mengirim data tersebut kepada office management Seven Sunday Films via e-mail.

Meskipun tugas tersebut merupakan bagian administratif dan bukan bagian produksi, penulis tetap mengerjakan tugas tersebut karena para atasan penulis di tim produksi ingin penulis mempelajari semua hal yang bisa dipelajari selama magang. Hal tersebut sangat wajar, karena para atasan penulis semuanya juga sudah pernah mengerjakan hal tersebut dan menjadi seorang production assistant, sebelum akhirnya mereka menjadi produser serta line producer.

Pada saat syuting penulis juga sempat dijadikan 2nd AD oleh sang sutradara.

Penulis pun membantu 1st AD untuk membuat callsheet selama beberapa hari.

Hanya saja penulis tetap berfokus pada tugas utama yang diberikan oleh produser (dari Seven Sunday Films) yaitu, menjadi production assistant.

Di hari syuting, penulis lebih banyak memegang kamera untuk membuat BTS, karena seperti yang tertulis pada bagian 3.3 bahwa budaya di Seven Sunday Films adalah para pelaku praktik magang harus membuat BTS jika ikut syuting.

Namun penulis tetap membantu ‘menambal’ lubang yang ada jika dibutuhkan, Gambar 3.16. Desain bahu jalan

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

(14)

19

seperti misalnya mencari dan memesan katering untuk makan malam hari keempat;

mencetak semua berkas yang dibutuhkan selama syuting seperti shooting breakdown, shooting schedule, callsheet, control scene, dan sebagainya.

Pertimbangan penulis dalam memilih katering adalah dari jarak tempatnya yang dekat dengan lokasi syuting serta harga yang sesuai dengan kualitas dan kuantitas dari katering tersebut. Penulis menemukan katering tersebut atas rekomendasi asisten talent yang ada di lokasi syuting.

Penulis juga membantu agency (Fortuna) untuk mengambil foto landscape yang bernuansa ‘road travel’ guna membuat poster untuk Web Series ini nantinya.

Selain itu, penulis juga membantu melayani para talent agar mood mereka tetap stabil pada saat syuting hingga selesai.

1.3.4. Kendala yang Ditemukan

Menjadi bagian dari proyek web series adalah hal yang baru bagi penulis.

Walaupun penulis memiliki basis dibidang film, tentu saja sistem dan prosedur syuting film pendek dan web series tidaklah sama. Berbeda dengan iklan karena penulis sudah ikut proyek iklan Seven Sunday Films selama 2x, sehingga lebih terbiasa dengan cara kerja kru iklan.

Selain itu awalnya penulis juga memiliki kendala yang biasa terjadi pada orang-orang yang baru saja masuk ke dunia baru, yaitu kesulitan beradaptasi dengan lingkungan kerja.

1.3.5. Solusi Atas Kendala yang Ditemukan

Pertama, solusi untuk penulis yang belum terbiasa dengan cara kerja produksi web series adalah dengan bekerja sambil mengamati para kru yang sudah handal dibidangnya. Jika masih tidak mengerti juga, penulis akan bertanya supaya tidak salah paham atau malah menimbulkan kesalahan dan masalah baru.

Kedua, soal beradaptasi di lingkungan kerja untungnya penulis selalu bertemu dengan orang-orang yang ramah dan terbuka, sehingga tidak butuh waktu lama untuk penulis agar dapat berbaur dengan satu sama lain di lingkungan kerja.

Gambar

Tabel 3.1. Detail Pekerjaan Yang Dilakukan Selama Magang
Gambar 3.2. Wardah Perfect Bright Tone Up Micellar Water Storyboard  (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)
Gambar 3.3. Referensi visual untuk iklan  (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)
Gambar 3.6. Booklet  (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pekerjaan penulis meliputi: memperbarui dan merapikan deck, menyiapkan link PPM, mencatat Minutes of Meeting (MoM) ketika PPM, berkoordinasi dengan kru, merapikan

Penulis mendapat brief dari ka Azen selaku supervisor melalui brief didalam group konten Cakap untuk membuat instagram feeds mengenai informasi lomba jagoan mengaji

Tugas pertama yang diberikan ke penulis adalah menghubungi setiap kru untuk meminta data dan nomor rekening mereka untuk kepentingan pembayaran fee mereka

Dengan angle kondisi tim jelang pertandingan dari kedua belah tim dan prediksi tim mana yang akan memenangkan pertandingan, penulis pun mencari tahu informasi

Selama melaksanakan aktivitas di PT Summa International Solution, penulis membantu beberapa tim yaitu, membantu tim implementor dalam membuat user manual, membantu tim

Penulis diberi pekerjaan untuk menulis naskah narasi video biografi singkat Herawati Sudoyo oleh Supervisor 1. Biografi dibuat dalam bentuk video infografis singkat yang

Setelah penulis mendapatkan moodboard dan storyboard, dan brief, penulis langsung membuat Set design dan prop list untuk produksi ini agar director, agency, dan klien dapat

Sistem photo shoot proyek Lafz ini adalah mengambil stock shot saat TVC sedang shooting, tetapi untuk proyek Lafz ini tim foto tidak mendapatkan slot waktu khusus seperti di