• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

7

BAB III

PELAKSANAAN KERJA MAGANG

3.1 Kedudukan dan Koordinasi

Penulis ditempatkan menjadi art director (junior) pada saat kerja magang di Sakaspace. Sebelum itu, penulis juga pernah ditugaskan menjadi graphic designer dan set master.

1. Kedudukan

Penulis berkedudukan sebagai art director, memiliki peran untuk membuat Set design, membuat prop list, melakukan prop hunt, mengajukan propose art budget kepada producer. Tugas ini dilakukan dengan asistensi senior art director dan director yaitu Ejja Pahlevi, juga Fahmi Siddiq selaku creative director.

2. Koordinasi

Sebagai junior art director, setiap mendapatkan klien atau sebuah projek, director dan tim akan brainstorming terlebih dahulu untuk menyesuaikan konsep dan budget yang diberikan oleh klien. Setelah mendapatkan konsep sesuai, art director dan director akan menentukan mood Set design dan mendesain set. semua prop disetujui oleh director dapat diletakan di pitch deck untuk pitch dengan agency atau klien.

Gambar 3.1 Struktur Koordinasi Sakaspace (Sumber: Sakaspace)

Setelah memberikan Set design dan prop list untuk pitch deck, divisi art akan dicek ulang kesesuaiannya bersama director, klien, dan agency. Jika terdapat revisi, art director akan membuat alternatif baru dan mengasistensikan kembali ke director dan kembali kepada klien dan agency. Sakaspace memiliki art director

(2)

8 senior yang juga menjadi director untuk beberapa jenis iklan. Oleh karena itu, penulis selaku junior art director mengasistensikan langsung ke director, jika senior art director ada maka penulis bekerja dibawah senior art director.

Penulis mengerjakan Set design menyesuaikan dengan creative dan brand brief untuk menyesuaikan color palette, penempatan, dan mood media yang akan dibuat. Lalu, mengasistensikan kesesuaian dengan director agar tidak terjadi miskonsepsi dan kesalahpahaman terhadap konsep art dan konsep directing.

3.2 Tugas yang dilakukan

Berikut merupakan rincian tugas yang penulis kerjakan selama melakukan program kerja magang di Sakaspace:

Table 3.1 Tabel Rincian Pekerjaan di Sakaspace

No Minggu Proyek Keterangan

1 1 - Design Credential (alternative 1)

- Moodboard design - Pemilihan typeface

2 2 - Design Credential (alternative 1)

- Moodboard design - Merapikan data credential 3 3 - Design Credential

(alternative 2)

- Moodboard design - Merapikan data credential - Screenshot karya

4 4 - Design Credential (alternative 3)

- Moodboard design - Merapikan data credential - Screenshot karya

5 5 - Design Credential (alternative 4)

- Moodboard design - Merapikan data credential - Screenshot karya

6 6 - Lazada “Birthday Party”, The Gantengs (digital ads)

- Pre-production - PPM

- Set design, printing - Shooting

(3)

9 7 7 1/3 Malam by Studio Moral

(Horror Short Film)

- Set design - Shooting

8 8 - Lazada “Birthday Party”, The Gantengs (digital ads)

- PPM

- Set design, printing - Shooting week 2 9 9 - Joylab “Eye On Diet”

(digital ads)

- Pre-production - PPM

- Set design, printing - Shooting

10 10 - Gopay “Balada

Ramadhan” (digital ads)

- Location scouting - Recce

11 11 - Gopay “Balada

Ramadhan” (digital ads)

- Pre-production - PPM

- Set design, printing - Shooting

12 12 - Design Credential (alternative 5)

- Moodboard design - Credential design

13 13 - Rata. ID “2nd Anniversary”

(digital ads)

- Pre-production - PPM

- Set design, prop hunt

14 14 - Rata. ID “2nd Anniversary”

(digital ads)

- Shooting

3.3 Urian Pelaksanaan Kerja Magang

Awalnya penulis direkomendasikan untuk melakukan program kerja magang di Sakaspace karena pernah bekerja secara freelance di production house ini. Setelah itu, penulis ditugaskan untuk mengerjakan credential atau portfolio

(4)

10 Sakaspace oleh creative director. Penulis mengumpulkan moodboard design agar bentuk credential sesuai dengan brief creative director. Empat minggu penulis lewati dengan membuat design credential beserta 4 alternatif design credential lainnya. Jadi, penulis telah membuat 5 design untuk credential. Lalu setelah melalui 5 minggu pertama dengan credential, penulis ditugaskan untuk menjadi set master pada produksi iklan digital Lazada karena tertera pada portfolio penulis bahwa berpengalaman dalam bidang art.

Setelah menyelesaikan produksi Lazada, penulis ditugaskan kembali untuk menjadi art director untuk film pendek Studio Moral dengan Asmara Abigail yaitu 1/3 Malam. Setelah produksi film pendek, penulis diberikan tanggung jawab untuk menjadi art director digital ads Joylab untuk promosi produk baru mereka. Tidak jauh setelah Joylab, penulis kembali bekerja menjadi art director untuk iklan digital Gopay untuk membuka bulan Ramadhan yaitu Balada Bulan Ramadhan. Projek terakhir yang penulis kerjakan dalam program kerja magang adalah iklan digital Rata.id untuk memperingati anniversary 2 tahun Rata.Id.

Pekerjaan awal penulis adalah sebagai graphic designer, tetapi akhirnya dipindahkan menjadi set master dan berujung dengan menjadi junior art director di Sakaspace. Projek-projek tersebut merupakan projek yang dipercayakan Sakaspace untuk penulis.

3.3.1 Proses Pelaksanaan

Berikut merupakan rincian dan penjelasan penulis terhadap 3 projek utama yang dikerjakan oleh penulis selama melakukan program kerja magang di Sakaspace sebagai art director.

3.3.1.1 Perancangan Set design Joylab

Projek iklan digital Joylab merupakan projek perdana penulis pada program kerja magang yang ditugaskan menjadi art director. Penulis melalui beberapa tahap sampai akhirnya melewati produksi. Berikut merupakan tahapan dalam perancangan Set design iklan digital Joylab.

(5)

11 A. Brief

Penulis mendapatkan brief dari director dan melakukan breakdown dari director’s treatment. Brief tersebut merincikan moodboard, color palette, shot, tipe editing, dan script yang akan dicapai untuk produksi iklan tersebut.

Brief tersebut diberikan melalui google slides oleh agency dan director.

Gambar 3.2 Moodboard Produksi Iklan Digital Joylab (Sumber: Arsip Perusahaan)

Gambar di atas merupakan moodboard yang telah disetujui baik klien maupun agency. Warna yang digunakan sedikit berubah dari PPM pertama, dalam produksi tetap menggunakan primary color yaitu shade and tint of purple. Namun, secondary color yang digunakan adalah complementary color dari warna ungu tersebut dan merupakan warna identitas Joylab yaitu lime green. Pada iklan digital ini, klien ingin mendapatkan mood yang fun dari set, tapi mood kelelahan dari model.

Karena Joylab ingin mengeluarkan produk terbarunya yaitu krim mata untuk menyamarkan kantong mata yang bengkak dan gelap. Agar menarik bagi masyarakat, agency dan director membuat 2 jenis set yang paling umum bagi orang-orang yang memiliki masalah kantong mata yang gelap dan bengkak. Set tersebut adalah ruang tv atau ruang tamu dan ruangan kantor. Banyak orang-orang yang senang menonton film sampai larut malam dan menyebabkan kantong mata yang menghitam atau bengkak.

Tidak hanya menonton, bekerja terus menerus sampai larut juga dapat

(6)

12 membuat kantong mata menghitam dan bengkak. Oleh karena itu, director ingin membuat set yang umum dan relatable untuk banyak orang.

Gambar 3.3 Storyboard Produksi Iklan Digital Joylab (Sumber: Arsip Perusahaan)

B. Set design

Setelah penulis mendapatkan moodboard dan storyboard, dan brief, penulis langsung membuat Set design dan prop list untuk produksi ini agar director, agency, dan klien dapat melihat visual set dengan jelas. Penulis membuat Set design 2d dengan membuat kolase barang-barang yang akan diletakan di dalam set. Dalam perancangan set, setelah menyelesaikan Set design, penulis membuat prop list agar tertera jelas barang-barang yang harus dicari dan dibeli untuk produksi ini. Penulis membuat prop list di google sheets agar mudah untuk dilihat director dan tim produksi lainnya. Penulis langsung membuat sketsa digital dikarenakan deadline yang diberikan sangat dekat. Untuk set pertama yaitu ruangan tv atau ruang tamu, director telah memberikan arahan soal pemilihan warna mayoritas berwarna ungu, shades and tint of purple. Penulis membuat sketsa digital dengan mengumpulkan kolase foto props yang akan dipakai, lalu penulis sesuaikan warna untuk suasana ruangan tv tersebut. Pada alternatif pertama, director menginginkan tembok studio dicat warna lilac, jadi penulis menyesuaikan sisa dari props yang akan digunakan. Ruang tamu ini, didominasi oleh warna ungu dan komplementernya yaitu lime green dan putih.

(7)

13

Gambar 3.4 Set design Ruang TV Alternative 1 (Sumber: Arsip Pribadi)

Setelah penulis melakukan asistensi, director menyetujui Set design tersebut, agency juga setuju, tetapi setelah melakukan PPM dengan klien ada beberapa barang yang diubah warnanya dan jenis bahan yang digunakan. Seperti warna sofa, pajangan, jenis selimut, warna tv, juga warna tembok studio. Pada alternatif pertama, gambar set di atas merupakan hal yang disetujui director. Namun, terjadi perubahan karena klien ingin warna studio berubah menjadi warna putih, dan set dengan warna yang lebih netral.

Oleh karena itu, penulis membuat revisi set design dengan warna tembok studio putih, sofa berwarna abu-abu, karpet berwarna putih, selimut berwarna putih dengan bahan katun, bantal berwarna lime green, nakas tetap menggunakan nakas kayu, buku-buku pajangan berwarna ungu dan putih, tv tabung berwarna ungu, dan jam dinding berwarna lime green. Berikut

(8)

14 adalah revisi terakhir dari set design untuk ruangan tv atau ruang tamu Joylab.

Gambar 3.5 Set Design Ruang TV (Sumber: Arsip Pribadi)

Set design ruangan pertama sudah diberikan masukan dan revisi, gambar di atas merupakan Set design ruangan kantor yang telah disesuaikan dengan konsep visual director. Karena pada akhirnya secondary color dari moodboard diganti, oleh karena itu perancangan Set design kedua juga mendapatkan revisi dari sisi warna, yaitu memperbanyak ungu dan putih agar lebih netral, dan menggunakan warna hijau lime sebagai warna aksen.

Jadi, penulis menghilangkan warna merah, pink, dan kuning pada Set design ruangan kantor. Untuk set design ruangan kedua adalah ruang kantor, awalnya director juga ingin warna background studio berwarna ungu, tetapi

(9)

15 klien menginginkan warna studio lebih netral. Oleh karena itu, penulis mengganti warna studio pada sketsa digital menjadi warna putih. Pada set ini awalnya masih didominasi dengan warna ungu, lalu ditambahkan aksen dari secondary color pada moodboard yang tertera. Pada moodboard tersebut disebutkan color palette yang ingin digunakan adalah ungu sebagai primary color, kuning, merah, dan pink menjadi secondary color. Namun, klien melihat warna-warna ini terlalu overpowering produk Joylab. Oleh karena itu klien ingin mengganti warna-warna pada alternatif pertama.

Penulis mengganti jam dinding menjadi warna lime green, rak berwarna putih dan berjumlah 2 untuk di kanan dan di kiri, kotak-kotak dan kardus berada di belakang kanan dan kiri dengan warna ungu, lampu meja berwarna lilac, casing laptop berwarna lilac, gelas berwarna lilac, tempat pensil berwarna lilac dengan isian pensil cukup variatif baik bentuk maupun warna, buku-buku dan pajangan kantor didominasi dengan lime green juga lilac, meja berwarna putih, dan tembok studio juga berubah menjadi warna putih.

Pada final ppm yang dilakukan bersama klien dan agency, seharusnya sudah tidak ada perubahan mayor pada set design karena perubahan set design terkadang memerlukan barang-barang lain untuk menggantikan barang sebelumnya. Jika ada perubahan pada final ppm, atau bahkan pada hari produksi untuk set design, hal itu akan menjadi kendala yang cukup besar. Karena diperlukan waktu untuk mencari barang-barang baru atau membeli barang-barang baru. Pada final ppm dengan agency dan klien, penulis mendapat revisi terkait warna-warna props. Oleh karena itu, penulis membeli beberapa jenis warna pylox untuk mengubah-ubah warna props yang diminta oleh klien dan agency. Tidak hanya itu, penulis juga membeli beberapa jenis selimut dengan bahan-bahan dan warna yang berbeda. Agar klien dan agency memiliki pilihan untuk set ruangan tersebut.

Berikut penulis ingin menampilkan sketsa digital alternatif pertama dan kelima (terakhir) pada set ruangan kantor.

(10)

16

Gambar 3.6 Set design Ruang Kantor Alternatif 1 (Sumber: Arsip Pribadi)

Gambar 3.7 Set design Ruang Kantor Alternatif 5 (Sumber: Arsip Pribadi)

Pada alternatif kelima dari sketsa digital yang penulis berikan, semua props sudah disetujui baik warna dan penempatan. Namun, pada hari produksi, penulis mendapat revisi terkait penempatan dan penambahan rak.

(11)

17 Contohnya, rak putih menjadi 2 di kanan dan di kiri, tidak perlu menggunakan folder pink, jam dinding diganti menjadi lilac. Karena penulis membawa semua pylox dengan warna-warna Joylab, penulis dapat mengganti warna pada hari yang sama. Berikut merupakan board prop list penulis untuk melakukan produksi Joylab.

Gambar 3.7 Prop List Ruangan TV (Sumber: Arsip Pribadi)

Gambar 3.8 Prop List Ruangan Kantor (Sumber: Arsip Pribadi)

(12)

18 Gambar diatas merupakan prop list beserta set design yang telah penulis buat untuk produksi iklan digital Joylab. Setelah melakukan asistensi kembali, director, agency, dan klien setuju dengan set design yang telah penulis buat. Setelah membuat prop list dan mendapat persetujuan, penulis mulai prop hunt dan membuat beberapa barang-barang dengan mengecat menggunakan pylox. Berikut merupakan dokumentasi pembuatan property untuk produksi iklan digital Joylab.

Gambar 3.9 Dokumentasi Pembuatan Props (Sumber: Arsip Pribadi)

C. Produksi

Penulis sudah membuat dan mengumpulkan semua properti shooting, pada tanggal 18 Maret 2021 di Kyabin Studio, Jakarta Selatan. Setiap melaksanakan produksi iklan, Sakaspace selalu mewajibkan seluruh crew untuk melakukan swab test sebelum shooting mulai. Produksi iklan ini memakan waktu sekitar 17 jam. Berbeda dengan estimasi waktu yang diprediksikan pada shooting schedule. Produksi iklan digital ini memakan waktu cukup banyak dikarenakan model yang merupakan model foto dan bukan aktor diarahkan untuk berakting. Jadi hal ini memakan cukup banyak waktu. Juga pemasangan dan pemindahan lampu, kamera, juga barang-

(13)

19 barang art memakan waktu yang cukup banyak. Untuk setiap set art memakan waktu sekitar 45 menit untuk memindah-mindahkan barang, juga merapikan set tersebut. Berbarengan dengan kamera dan lighting yang harus memasang dan memindahkan stand-stand mereka. Berikut merupakan shooting schedule yang telah dibuat untuk memperlancar jalannya produksi shooting iklan digital Joylab.

Gambar 3.10 Shooting Schedule (Sumber: Arsip Perusahaan)

Gambar 3.11 Shooting Schedule (Sumber: Arsip Perusahaan)

(14)

20 Berikut juga penulis sertakan hasil produksi shooting iklan digital Joylab untuk memperlihatkan hasil akhir dari set design yang telah penulis rancang.

Gambar 3.12 Hasil Akhir Iklan Digital Joylab (Sumber: Arsip Perusahaan)

3.3.1.2 Perancangan Set design Gopay

Projek iklan digital Gopay bertemakan “Balda Rumah Tanggap” Ramadhan edition. Iklan digital ini akan diunggah di media sosial yaitu instagram, twitter, dan facebook. Pembuatan iklan ini memakan pre-pro satu minggu, produksi 2 hari, dan post-pro 1 bulan. Pada projek ini Sakaspace dan agency membuat 10 episode + 1 episode teaser. Iklan ini diproduksikan di Urbanest Inn, TB Simatupang, Jakarta Selatan pada tanggal 9-10 April 2021. Berikut merupakan rincian dari perancangan Set design untuk iklan digital Gopay Balada Rumah Tanggap.

A. Brief

Penulis mendapatkan brief dari director dan melakukan breakdown dari director’s treatment. Awalnya penulis merupakan set master yang ditugaskan untuk mencari properti untuk diletakan di set. Namun, senior art director Sakaspace sedang mengerjakan projek Sakaspace yang lain. Oleh karena itu, penulis naik menjadi art director. Berikut merupakan brief yang

(15)

21 diberikan kepada penulis dari director’s treatment dan refrensi mood iklan digital yang akan dibuat. Director untuk projek Gopay Balada Rumah Tanggap adalah Kristo Immanuel, alumni film UMN yang berkarir di bidang iklan, film, dan komedi. Sakaspace memanggil Kristo sebagai director karena dalam projek ini diperlukan orang yang sudah memiliki sense of comedy yang tepat untuk Gopay. Komedi yang tidak membosankan, tapi yang berbeda dan artistik. Oleh karena itu, director’s treatment yang diberikan adalah komedi dengan tema lorong waktu, dimana episode-episode iklan ini akan menjadi throwback masyarakat terhadap sinetron dan program tv masa kecil pada tahun 2000an. Visual treatment yang akan diterapkan adalah kesan sinetron dan ciri khas dari masing- masing program tv. Color palette dan moodboard menyesuaikan dari setiap ciri program tv, tapi harus memperbanyak aksen hijau dan biru sebagai identitas Gojek dan Gopay. Director dan agency berpesan agar ruangan- ruangan atau set yang akan dibuat memiliki ciri khas yang mudah disadari oleh masyarakat Indonesia. Agar pesan marketing Gopay juga mudah untuk di

Gambar 3.13 Director’s Treatment dan Brand Brief (Sumber: Arsip Perusahaan)

Gambar di atas merupakan brand brief, moodboard, dan visual treatment untuk iklan digital ini. Tone yang akan digunakan pada iklan ini adalah kesan sinetron, film, dan program lama tv yang melegenda di

(16)

22 kalangan masyarakat. Set design diharapkan dapat merangkum kesan dari masing-masing ciri khas iklan dengan baik. Berikut merupakan storyboard dari director’s treatment agar crew art dan camera department dapat membayangkan peletakan prop, kamera, dan lighting di area tersebut. Pada produksi iklan digital Gopay, setiap episode memiliki 9-12 shot dengan scene yang cukup banyak. Lalu, setiap episode dibuat sekitar 30-50 detik untuk memberikan informasi terkait marketing dari Gopay. Set design yang diperlukan adalah sekitar 10 set design dengan hanya 4 ruangan. Oleh karena itu, penulis harus memaksimalkan ruangan dan perancangan set dengan baik. Karena awalnya iklan ini akan dibuat di studio dan sebeng, tetapi berakhir di sebuah clubhouse karena klien meminta semua tampilan iklan menjadi lebih “rumah-friendly”. Pesan moral yang ingin disampaikan Gopay pada iklannya adalah apapun bisa dilakukan dengan Gopay dari rumah. Jadi tidak perlu keluar-keluar di masa pandemi untuk melakukan berbagai hal, cukup menggunakan Gopay untuk memenuhi kebutuhan terutama di masa Ramadhan.

Pada episode online food, Gopay memberitahu bahwa semuanya bisa diatasi dengan Gopay, pesan makanan secara online untuk mengatasi suami lupa memasak menu buka puasa. Pada episode Yuk Kita Sahur, tidak bawa dompet bukan menjadi sebuah masalah karena ada Gopay yang bisa menggantikan dompet fisikmu. Pada episode Suami-Suami Takut Istri, daripada batal puasa, lebih baik main game dan beli skin game karena semua dapat dimudahkan dengan Gopay. Pada episode Bajaj Bajuri, daripada mendengarkan iklan terus saat mencoba mendengarkan lagu, lebih baik bayar langganan lagu dengan Gopay. Setelah itu pada episode Kultum, lupa bayar listrik tidak perlu repot-repot pergi ke luar untuk membayar, cukup dengan Gopay bayar tagihan jadi lebih mudah. Pada episode Anti Sebel atau Lejel Home Shopping, belanja online sangat dipermudah dengan adanya Gopay. Pada episode Dunia Dalam Berita, Gopay ingin mengingatkan untuk membayar Zakat akan lebih mudah menggunakan Gopay. Pada episode Mamah Dede, THR tidak perlu lagi menggunakan amplop fisik, cukup

(17)

23 dengan Gopay, semua orang pasti kebagian THR. Pesan-pesan berikut perlu disampaikan dalam visual yang telah diberikan oleh director. Berikut ini adalah storyboard untuk episode-episode iklan digital Gopay.

Gambar 3.14 Storyboard (Sumber: Arsip Perusahaan)

Gambar 3.15 Storyboard (Sumber: Arsip Perusahaan)

B. Set design

Setelah penulis mendapatkan moodboard dan storyboard, dan brief, penulis membuat perancangan set dan prop list agar tim produksi melihat jelas set secara visual. Set design awalnya dibuat dengan sketsa manual, lalu dijadikan dalam bentuk 3D. Namun, terjadi perubahan, seharusnya produksi dilakukan di dalam studio dan tim art membuat sebeng atau ruangan menggunakan triplek, tetapi produksi akhirnya dilaksanakan di Urbanest

(18)

24 Inn TB Simatupang. Sketsa 3D tidak jadi digunakan, tetapi akhirnya menggunakan foto set dan berbagai prop yang ada di dalam set tersebut.

Gambar 3.16 Sketsa Set design (Sumber: Arsip Pribadi)

Penulis bertujuan untuk mendesain set sesuai dengan mood untuk masing-masing episode sesuai dengan tema yang sudah dikonsepkan oleh director. Oleh karena itu, penulis berusaha untuk menyesuaikan dengan ciri khas masing-masing program. Seperti Mamah Dede terkenal dengan penonton dan pemusiknya, Lorong Waktu Zidan terkenal akan pipa futuristic dan mesin waktu, Kultum terkenal akan Quraii Shihab berdakwah di taman, Lejel Home Shopping terkenal akan banyaknya barang yang dipromosikan, Bajaj Bajuri terkanl akan ruang tamu yang bergabung dengan salon, dan lain-lain. Namun, karena tidak jadi menggunakan sebeng dan studio, penulis harus merancang set ulang di Urbannest Inn Clubhouse.

Penulis memaksimalkan 4 ruangan yang dapat digunakan untuk menjadi 10 set. Ruangan di Urbannest Inn Clubhouse sebenarnya cukup banyak, namun penulis dan tim kamera memiliki kendala pada tinggi ceiling dari tempat tersebut yang terlalu pendek untuk tim kamera. Oleh karena itu, penulis mencari ruangan yang memiliki ukuran yang cukup untuk tim kamera dan tim art. Berikut merupakan prop list untuk 10 episode iklan digital Gopay.

(19)

25

Gambar 3.17 Foto Set dan Prop List (Sumber: Arsip Pribadi)

Gambar 3.18 Foto Set dan Prop List (Sumber: Arsip Pribadi)

Penulis harus menyesuaikan lagi props dan set art dikarenakan set yang berubah total dan juga ruangan yang harus diulik tampilannya agar setiap episode tetap terlihat berbeda. Untuk produksi di dalam clubhouse ini, walaupun sudah memiliki meja, sofa, kursi, dan kulkas, penulis masih harus membawa barang-barang lain seperti sofa rotan, kursi rotan, meja rotan, kulkas, computer, lemari, vacuum cleaner, dan barang lainnya karena tampilan sofa pada clubhouse terlalu modern dan tidak sesuai dengan konsep beberapa episode. Oleh karena itu, penulis menyewa dan membeli barang-barang yang perlu ditampilkan agar sesuai dengan moodboard director dan klien.

(20)

26 C. Produksi

Produksi memerlukan 2 hari untuk menyelesaikan produksi 11 episode. Hari pertama crew art mulai dari jam 02.00 WIB dan hari pertama memakan waktu 22 jam, selesai jam 00.00. Sedangkan hari kedua memakan waktu 24 jam untuk crew art, dimulai dari jam 04.00 sampai dengan 04.00 untuk membereskan set dan mengembalikan barang-barang. Pada hari produksi, penulis memastikan semua set dan props sesuai dengan konsep dan skrip director. Namun, pada hari produksi terdapat perubahan terkait prop dan set.

Berikut merupakan hasil produksi sebelum memasuki proses post-pro atau editing.

Gambar 3.19 Set Art Produksi Gopay (Sumber: Arsip Perusahaan)

Gambar 3.20 Set Art Produksi Gopay (Sumber: Arsip Perusahaan)

Gambar di atas merupakan beberapa shot yang memberikan gambaran set art yang belum melewati proses editing. Pada hari produksi shooting iklan Gopay, ada beberapa shot yang pindah ruangan. Oleh karena itu,

(21)

27 penulis harus mendesain set pada hari yang sama, juga memindahkan barang-barang ke ruangan yang akan digunakan. Set akhirnya dipindah karena, tim lighting mengalami kesulitan dalam memindahkan lampu- lampu yang digunakan. Dengan tim lighting terhambat pekerjaannya, tim art akan terlambat dalam menyusun props dalam set. Namun, akhirnya penulis dan tim art dapat menyusun props dan memindahkan barang-barang dengan waktu yang singkat.

Produksi iklan ini terlambat dari jadwal asli karena terdapat kendala- kendala yang memang memakan waktu. Contohnya, memindahkan green screen ukuran 12 m x 12 m di depan clubhouse karena tidak muat jika dipasang di dalam ruangan. Lalu, memindahkan 2 meja ke depan clubhouse agar meja lainnya dapat masuk ke ruangan. Tim art juga harus mengangkat kulkas, meja rotan, sofa, dan sofa rotan ke lantai 2 menggunakan tangga.

Pada jadwal sebelumnya, hari pertama diperkirakan akan memakan waktu sekitar 12 jam dan hari kedua 12 jam. Namun, akhirnya produksi hari pertama memakan waktu sekitar 20 jam untuk tim art, dan produksi hari kedua memakan waktu 24 jam untuk tim art. berikut merupakan dokumentasi BTS pada shooting Gopay.

Gambar 3.21 BTS Shooting Gopay

(Sumber: Arsip Perusahaan, gambar diambil oleh Refa Adiredja)

Iklan digital ini akan dipublikasikan di sosial media Instagram, facebook, dan twitter. Publikasi akan berlangsung dari awal puasa sampai lebaran.

(22)

28 3.3.1.3 Perancangan Set design Rata.Id

Projek iklan digital ini bertujuan untuk memperingati ulang tahun Rata yang kedua. Iklan ini dikonsepkan seperti fashion editorial films. Penulis ditugaskan menjadi art director. Pada projek kali ini, set dibuat di Jakarta Film Studio, studio 2, Jakarta Timur. Pembuatan iklan ini memakan 14 jam, dimulai dari jam 06.00 untuk crew art sampai 20.00. Produksi iklan digital ini merupakan projek kolaborasi dengan YessiexAigye sebagai photographer iklan.

A. Brief

Penulis mendapatkan brief dari director dan melakukan breakdown dari moodboard dan reference board yang disediakan dari director dan photographer. Pada moodboard dan reference board disediakan informasi atau copywriting untuk keseluruhan konsep video iklan. Berikut merupakan reference board dan moodboard yang diberikan kepada art director. Pada gambar di bawah ini diperlihatkan rincian shot by shot refrensi oleh director.

Konsep untuk iklan digital Rata.Id adalah casting comedy. Director ingin membuat shot frasa lalu visual, shot frasa lain, lalu masuk ke visual lainnya.

Bertujuan untuk membuat alur copywriting agar sampai ke tagline Rata.Id yaitu Dare2Choose. Director menginginkan set design yang simple tapi dapat memberikan kesan yang menarik dan sesuai dengan identitas Rata.Id.

Color palette yang diberikan adalah brand identity dari Rata.Id yaitu warna merah. Oleh karena itu, set akan didominasi warna merah dan putih, dan komplementer warnanya adalah hijau. Penulis hanya memberikan aksen warna hijau agar tidak terlalu flat.

Gambar 3.22 Reference Board Director (Sumber: Arsip Perusahaan)

(23)

29

Gambar 3.23 Storyboard (Sumber: Arsip Perusahaan)

Gambar 3.24 Copywriting (Sumber: Arsip Perusahaan)

Gambar di atas merupakan storyboard dan copywriting terkait produksi iklan digital Dare2Choose by Rata Id. Pada konsep iklan digital kali ini director’s treatment lebih ke arah fashion editorial films, set art yang dibuat sangat sederhana tapi menggunakan warna yang mencolok sesuai dengan identitas brand Rata.Id. Frasa-frasa yang digunakan adalah campaign yang bertujuan untuk berani membuat keputusan, berani memilih.

Director menggunakan kata-kata yang dapat disambungkan dengan kata RATA, agar sesuai dengan komedinya dan brand campaign. Awalnya, sebelum memakai kata rata, director menuliskan senyum sebagai kata utama. Namun, pihak klien tidak setuju karena ada aligner gigi lainnya yang

(24)

30 memiliki brand bernama zenyum. Oleh karena itu, akhirnya produksi iklan kampanye digital ini menggunakan kata Rata.

B. Set design

Penulis sudah mendapatkan brand brief dan director’s treatment untuk iklan digital Rata. Setelah itu penulis membuat prop list dan membuat gambaran set sebeng agar tim produksi dapat melihat visualisasi set yang digambarkan. Berikut merupakan sketsa manual penulis mengenai set dan prop dalam produksi iklan digital Rata. Penulis membuat sebeng atau partisi kayu berukuran 7 m x 4 m berwarna merah, lengkungan partisi di depannya untuk menghasilkan depth juga berwarna merah dan berukuran 2,5 m x 1,8 m. Tidak hanya partisi, penulis juga membawa tanaman palem setinggi 1,8 m di kanan dan kiri untuk memberikan aksen warna hijau. Walaupun vas yang digunakan berwarna merah. Untuk beberapa shot, penulis menambahkan kursi berwarna putih yang memiliki perbedaan ukuran dan tinggi untuk bagian menyamaratakan posisi. Untuk pack shot, penulis menata produk dengan background yang sama, tetapi diletakan di meja dengan kain merah.

Gambar 3.25 Sketsa Manual Set design (Sumber: Arsip Pribadi)

(25)

31 Setelah melakukan sketsa manual, penulis membuat prop list dan bentuk sebeng yang akan dibangun. Berikut merupakan sketsa sebeng dan foto:

Gambar 3.26 Foto Props dan Prop List (Sumber: Arsip Pribadi)

Gambar 3.27 Detail Perancangan Sebeng (Sumber: Arsip Pribadi)

Penulis merancang dan membuat sebeng berukuran 400cm x 700cm untuk backdrop dan sebeng lengkung dengan ukuran 250cm x 180cm.

Pembuatan sebeng tidak penulis lakukan sendiri melainkan menggunakan vendor set builder yang pernah bekerja sama dengan penulis dan Sakaspace.

Pada produksi kali ini, penulis membuat clapper menjadi warna merah dengan menggunakan pylox. Untuk pack shot, penulis mendapatkan pelajaran penting dalam bidang art dan iklan, yaitu untuk menghasilkan bayangan yang keras dan jelas, lebih baik menggunakan bahan kertas

(26)

32 sebagai background dibandingkan menggunakan kain. Walaupun, kain akan terlihat lebih rapi di meja, tetapi untuk segi visual lighting dan shadow, lebih baik menggunakan bahan kertas.

C. Produksi

Produksi dilaksanakan di Jakarta Film Studio, studio 2, Jakarta Timur. Art crew mulai dari jam 06.00 pagi, dan set builder mulai dari jam 04.00 pagi untuk membentuk dan mengecat ulang panel atau sebeng tersebut.

Pekerjaan yang penulis lakukan pada saat hari produksi adalah mengatur tata letak sebeng dan props lainnya yang dibutuhkan untuk setiap shot.

Berikut merupakan hasil Set design setelah melalui tahap editing. Pada produksi ini, sesuai dengan jadwal yang ditetapkan pertama kali. Walaupun dimulai cukup terlambat, tetapi berhasil selesai tepat waktu. Set yang dibangun cukup sederhana karena hanya memerlukan kursi, sebeng, meja, kain, tanaman, clapper, toa, dan brand product.

Gambar 3.28 Set design Dalam Iklan Rata (Sumber: Arsip Perusahaan)

Gambar di atas merupakan hasil dari set design Rata.Id setelah melewati tahap editing. Kendala utama yang membuat produksi ini mulai tidak tepat waktu adalah saat proses pengecatan ulang sebeng masih banyak dempul

(27)

33 yang tidak tertutup cat dan belum kering, sehingga memperlambat produksi di pagi hari.

Gambar 3.29 Pembentukan Sebeng Set (Sumber: Arsip Pribadi)

Gambar 3.30 BTS Pembuatan Iklan Rata (Sumber: Arsip Pribadi)

(28)

34 Produksi di atas memiliki Set design dan properti yang cukup sederhana, karena menyesuaikan dengan konsep iklan yaitu fashion films.

Oleh karena itu, penggunaan props dan backdrop sangat sederhana, tetapi sesuai dengan brand identity dari Rata.Id. Warna merah menjadi primary color dalam Set design. Sedangkan, warna putih dan hijau menjadi complementary color atau secondary color dalam perancangan Set design iklan digital Rata.id.

3.3.2. Kendala yang Ditemukan

Dalam mengerjakan program kerja magang di Sakaspace, penulis menemukan beberapa kendala utama yang selalu ada di produksi shooting yang dikerjakan.

Penulis menemukan bahwa Sakaspace seringkali memiliki waktu yang sangat singkat untuk pre-production shooting. Untuk pre-pro shooting iklan digital Lazada, art department hanya diberikan 2 hari untuk recce, melakukan prop list, dan prop hunt, sama seperti produksi Joylab, Gopay, dan Rata. Penulis merasa kekurangan waktu dalam melakukan persiapan sebelum shooting atau pre- production. Terlebih lagi ada beberapa iklan yang memerlukan banyak 34ndustry yang harus dibuat dan dicetak. Sedangkan untuk mencetak tidak bisa langsung selesai, terutama untuk banner.

Dalam produksi shooting Joylab penulis mendapat kendala dimana agency masih melakukan revisi setelah final ppm dan masih menunggu-nunggu jawaban dari klien soal kepastian Set design. Satu hari sebelum produksi atau shooting Joylab, jam 01.00 pagi agency masih melakukan revisi dan penambahan props untuk shooting di pagi hari. Sama kendalanya saat produksi iklan Gopay, revisi props masih dilakukan sampai hari shooting. Pada saat hari shooting, lokasi ruangan masih dipindah-pindahkan karena banyak yang tidak sesuai dengan keinginan klien dan director.

Selain itu, pada produksi Rata dan Gopay penulis mendapat kendala soal budget Set design. Seringkali budget yang diberikan tidak memenuhi untuk mencapai look yang diinginkan oleh director 34ndustry34. Oleh karena itu, penulis

(29)

35 banyak melakukan penyesuaian dan 35ndustry35ka dalam mendesain set dan membeli prop yang diperlukan. Terkadang penulis juga menggunakan barang pribadi dan Sakaspace, untuk mengurangi pengeluaran prop dan set builder.

Kendala pada umumnya yang dihadapi adalah produksi dan pre-pro terjadwal dengan minggu atau waktu yang bersamaan. Sehingga, penulis kesulitan untuk berkonsep dan membuat Set design beberapa iklan. Namun, akhirnya penulis dapat menyelesaikan dan membuat 35ndustry35ka tepat dengan waktu produksi shooting.

3.3.3. Solusi Atas Kendala yang Ditemukan

Solusi yang penulis temukan adalah menggunakan waktu yang diberikan untuk menyiapkan semua keperluan dengan semaksimal mungkin. Karena 35ndustry kreatif memang memiliki waktu yang cukup padat untuk melaksanakan produksi.

Seringkali Sakaspace mendapatkan banyak projek dalam satu bulan, oleh karena itu, setiap produksi iklan digital hanya memiliki waktu yang singkat. Jadi, penulis memang harus beradaptasi dengan alur waktu yang diberikan dalam sebuah produksi iklan.

Selain itu, budgeting memang sebuah hal yang krusial dalam sebuah produksi, terutama produksi iklan digital. Karena diperlukan budget untuk membuat dan mencari props yang akan ditampilkan pada iklan tersebut. Penulis akhirnya menemukan solusi yaitu dengan membuat sendiri atau sewa barang- barang dengan tampilan yang mirip. 35ndustry35ka membeli 35ndustry akan membuat budget menjadi semakin bengkak. Pada produksi iklan gopay, terjadi kekurangan budget untuk art department dam camera department. Oleh karena itu, producer bergerak untuk mencari alternative, yaitu studio diganti menjadi rumah yang memiliki tampilan yang mirip dengan moodboard. Terkadang kendala yang dihadapi untuk sebuah produksi juga dikarenakan oleh agency brand tersebut. Oleh karena itu, tidak ada solusi yang dapat dilakukan selain menggunakan waktu sebaik mungkin dan menyesuaikan konsep dengan iklan digital yang akan dibuat.

Sakaspace sering melakukan kolaborasi dengan agency, jadi penulis juga diajarkan untuk mengikuti alur bekerja dari industry kreatif.

Gambar

Table 3.1 Tabel Rincian Pekerjaan di Sakaspace
Gambar 3.2 Moodboard Produksi Iklan Digital Joylab  (Sumber: Arsip Perusahaan)
Gambar 3.3 Storyboard Produksi Iklan Digital Joylab  (Sumber: Arsip Perusahaan)
Gambar 3.4 Set design Ruang TV Alternative 1  (Sumber: Arsip Pribadi)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Setelah klien menjelaskan dan memberi bahan kepada Project Manager, Project Manager akan menghubungi staff magang, dalam hal ini penulis, untuk membuat motion

Dari tabel di atas, penulis kemudian dapat merancang aset dengan mengumpulkan beberapa referensi foto dan ilustrasi yang kemudian digunakan untuk membuat moodboard agar

Setelah desain yang penulis revisi tersebut disetujui oleh Art Director, Senior Brand Manager langsung mengajukan desain pada klien dan disetujui untuk kemudian

Adapun hasil akhir dari menu ini adalah Spj Belanja-Administratif ada dilembar lampiran. Memorial : Menu ini digunakan untuk membuat bukti atas transaksi non kas

Apakah dengan citra merek global pada suatu merek produk tertentu, dan adanya positive word of mouth tentang produk, serta pengaruh persepsi kualitas dari negara

Berdasarkan pada persamaan regresi yang telah dikemukakan, terlihat bahwa koefisien regresi variabel promosi adalah sebesar (+) 0,304, berarti setiap kenaikan

Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Gorontalo Sulawesi Barat Wilayah VII Kalimantan Barat 21 Juni Kalimantan Selatan Kalimantan Tengah Kalimantan Timur Kalimantan Utara

Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah data 53 ekor sapi perah betina yang telah partus dua kali atau lebih dan data berupa catatan reproduksi induk sapi perah