214 BERAT BADAN PADA BAYI BERAT LAHIR REDAH
Saian Gofur1
1Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Kadiri
Corresponding Author: Saian Gofur, Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Kadiri.
E-mail: [email protected]
Received February 11, 2018; Accepted March 02, 2018; Online Published May 07, 2018
Abstrak
Bayi berat lahir ringan adalah neonatus dengan berat badan lahir pada saat kelahiran kurang dari 2.500 gram (2499 gram). BBLR termasuk faktor utama dalam peningkatan mortalitas, morbiditas dan disabilitas neonatus, bayi dan anak serta memberikan dampak jangka panjang terhadap kehidupannya dimasa depan. Pada saat kelahiran maupun sesudah kelahiran, bayi dengan berat badan lahir rendah kecenderungan untuk terjadinya masalah lebih besar jika dibandingkan dengan bayi yang berat badan lahirnya normal. Hal ini dikarenakan organ tubuhnya belum berfungsi sempurna seperti bayi normal. Tingginya angka ibu hamil yang mengalami kurang gizi, seiring dengan hidup resiko tinggi untuk melahirkan bayi BBLR dibandingkan ibu hamil yang tidak menderita kekurangan gizi.
Keywords: Berat Badan, Bayi, Berat Lahir Rendah
PENDAHULUAN
Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator yang lazim digunakan untuk menentukan derajat kesehatan masyarakat baik dari tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional.
Salah satu faktor penyebab utama terhadap kematian bayi adalah bayi berat lahir ringan (BBLR).
BBLR adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa gestasi. Berat lahir adalah berat bayi yang ditimbang dalam 1 (satu) jam setelah lahir (Ikatan Dokter Anak Indonesia, 2004). Menurut survey demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007 angka kematian neonatal 19 kematian per 1000 kelahiran hidup. Dalam 1 tahun 89000 bayi
usia 1 bulan meninggal. Dalam setiap 6 menit 1 neonatus meninggal. Penyebab terjadinya angka kematian neonatal antara lain karena BBLR, asfiksia, infeksi, kelainan bawaan dan gangguan gizi.
Pada saat kelahiran maupun sesudah kelahiran, bayi dengan berat badan lahir rendah kecenderungan untuk terjadinya masalah lebih besar jika dibandingkan dengan bayi yang berat badan lahirnya normal. Hal ini dikarenakan organ tubuhnya belum berfungsi sempurna seperti bayi normal. Tingginya angka ibu hamil yang mengalami kurang gizi, seiring dengan hidup resiko tinggi untuk melahirkan bayi BBLR dibandingkan ibu hamil yang tidak menderita kekurangan gizi. Apabila tidak meninggal pada
e-ISSN. 2541-5409 p-ISSN. 2541-4178
Open Acces
JHTM
Journal of Holistic and Traditional Medicine Vol 02 No 04, Mei 2018
www.jhtm.or.id
215 awal kelahiran, bayi BBLR akan tumbuh dan
berkembang lebih lambat, terlebih lagi apa bila mendapat ASI ekslusif yang kurang dan makanan pendamping ASI yang tidak cukup. Oleh karena itu bayi BBLR cenderung besar menjadi balita dengan status gizi yang rendah (Herry, 2004).
Bayi dengan BBLR merupakan masalah yang perlu mendapatkan perhatian karena kemungkinan terdapat penyakit maternal dan fatal sebagai faktor yang diduga sehingga masih dapat mengurangi kejadian BBLR, bahwa bayi dengan BBLR mempunyai resiko mortalitas dan morbiditas yang tinggi dampak psikologis dan neurologis setelah hidup akan menjadi masalah baru dalam lingkup keluarganya, masih ada peluang untuk memberikan terapi sehingga upaya menurunkannya dapat dilakukan, bahwa diagnosa dugaan dengan BBLR cukup sulit bahkan memerlukan alat yang canggih (Manuaba, 2007).
BERAT BADAN LAHIR RENDAH
Bayi baru lahir umur 0 - 4 minggu sesudah lahir. Terjadi penyesuaian sirkulasi dengan keadaan lingkungan, mulai bernafas dan fungsi alat tubuh lainya. Berat badan dapat turun sampai 10 % pada minggu pertama kahidupan yang dicapai lagi pada hari ke empat belas (FKUI, 2005). Bayi baru lahir adalah bayi yang baru lahir selama satu jam pertama kelahiran (Saifuddin, 2002).
Bayi baru lahir adalah bayi dari lahir sampai usia 4 minggu. Lahirnya biasanya dengan usia gestasi 38 – 42 minggu ( Danna, 2003). Bayi baru lahir adalah bayi yang lahir dengan umur kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat lahir 2500 gram sampai 4000 gram ( Depkes. RI,
2005). Bayi baru lahir normal adalah berat badan lahir antara 2500 – 4000 gram, cukup bulan, lahir lasung menangis, dan tidak ada kelaian kongenital (cacat bawaan ) yang berat (Sholeh, 2007 ).
Konsep Berat Lahir Rendah
Berat badan lahir adalah berat badan bayi yang ditimbang 24 jam pertama kelahiran (Rini Sekarni, 2007). Berat badan lahir adalah berat badan bayi yang ditimbang dalam waktu satu jam pertama setelah bayi lahir (Kosim, 2009). Definisi diatas berat bayi lahir adalah berat bayi yang ditimbang dalam waktu satu jam sampai 24 jam pertama setelah bayi lahir.
Klasifikasi Berat Bayi Lahir
Menurut Kosim (2009) Berat badan lahir diklompokkan menjadi. 1). Berat badan bayi rendah (BBLR). Bayi yang dilahirkan dengan berat kurang dari < 2500 gram tanpa memandang usia gastesi. Menurut Prawirohaedjo (2007) BBLR adalah neonatus dengan berat lahir pada saat kelahiran < 2500 gram (sampai 2499 gram).
2). Bayi berat bayi normal. Bayi baru lahir normal adalah bayi lahir dari kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dengan berat badan lahir >
2500 gram sampai 4000 gram. 3). Bayi berat lahir lebih. Bayi berat lahir lebih adalah bayi yang dilahirkan dengan berat lahir lebih dari 4000 gram, dapat katergorikan sebagai giant baby.
Berat Badan Lahir Rendah
Berat badan lahir rendah adalah berat badannya pada saat kelahiran kurang dari 2500 gram sampai 2499 gram (Prawirohardjo, 2004) BBLR adalah neonatus dengan berat badan lahir pada saat kelahiran kurang dari 2.500 gram (2499 gram) (Saifuddin, 2001).
216 Dahulu dengan neonatus yang berat badan
lahir kurang dari 2500 gram ataupun dengan lahir 2500 gram disebut dengan premature. Pada tahun 1964 oleh WHO semua bayi yang baru lahir dengan berat lahir kurang dari 2500 gram disebut Low Birth Weight Infants (BBLR) (Yushananta, 2001).
BBLR adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa gestasi.
Berat lahir adalah berat bayi yang ditimbang dalam 1 (satu) jam setelah lahir (Ikatan Dokter Anak Indonesia, 2004). Berat badan lahir rendah adalah bayi baru lahir dengan berat badan pada saat kehamilan kurang dari 2500 gram.
Berdasarkan Kongres “European Perinatal Medicine II di London” menurut kehamilannya, dikategorikan menjadi tiga yaitu bayi kurang bulan yaitu bayi dengan masa kehamilan mulai 37 minggu sampai dengan 42 minggi atau lebih (294 hari atau lebih).
Berdasarkan definisi tersebut, BBLR dibagi menajdi dua, yaitu 1). Bayi prematuritas murni yaitu bayi yang lahir dengan umur kehamilan < 37 minggu dan mempunyai berat badan sesuai dengan berat badan untuk masa kehamilan atau neonatus kurang bulan sesuai masa kehamilan (NKB - SMK). 2). Bayi dismatur yaitu bayi yang lahir dengan berat badan yang seharusnya untuk masa kehamilan. Dapat terjadi dalam tiga kemungkinan, preterm (neonatus kurang bulan- kecil masa kehamilan) dan postterm (neonatus lebih bulan-kecil masa kehamilan) (Muslihatein.
Wafi, 2010).
Etiologi BBLR
BBLR dapat disebabkan oleh beberapa faktor. 1) Faktor ibu. Umur ibu erat hubunganya berat bayi lahir. Kehamilan dibawah umur 20 tahun merupakan kehamilan resiko tinggi, 2 – 4 kali lebih tinggi di bandingkan dengan kehamilan diusia cukup umur (sutorus, 2009). Pada umur masih muda, perkembangan organ reproduksi dan fungsi fisiologisnya belum optimal. Selain itu emosi dan kejiwaan belum cukup matang, sehingga sehingga pada saat kehamilan ibu belum dapat menanggapi kehamilan secara sempurna dan sering terjadi komplikasi. 2) Jarak Kehamilan atau Kelahiran. Menurut buku panduan praktis Kontrasepsi 2010 jarak kelahiran yang ideal adalah 2 sampai 4 tahun, karena jarak kehamilan yang pendek akan menyebabkan seseorang ibu belum cukup untuk memulihkan kondisi tubuhnya setelah melahirkan sebelumnya. Ini merupakan salah satu faktor penyebab kelemahan dan kematian ibu serta bayi yang dilahirkan. Menurut Sitorus (2009), Resiko proses reproduksi dapat ditekan apabila jarak minimal antara kelahiran 2 tahun. 3) Paritas. paritas secara luas mencakup jumalah kehamilan, prematur atau jumlah kelahiran, dan abortus atau jumlah keguguran.
Sedang dalam arti khusus yaitu jumlah atau banyaknya anak yang dilahirkan. Paritas dikatakan tinggi apabila seseorang wanita yang sudah mempunyai tiga anak dan mengalami kehamilan lagi keadaan kesehatannya akan mulai menurun.
sering mengalami kurang darah (anemia), terjadi perdarahan lewat jala lahir dan kelak bayinya akan sungsang atau melintang. 4) Kadar Hemoglobin (HB). Kadar hemoglobin ibu hamil sangat mempengaruhi berat bayi yang dilahirkan.
217 Menurut Sitorus (2009), seorang ibu akan
menderita anemia apabila kadar hemoglobinnya dibawah 11 gr/dl. Amnemia pada ibu hamil akan menambah resiko mendapatkan bayi berat lahir rendah (BBLR), Resiko perdarahan sebelum dan saat persalinan, bahkan dapat menyebabkan kematian ibu dan bayinya, jika ibu hamil tersebut menderita anemia (DepKes RI, 2002). Hal ini disebabkan karena kurangnya suplai darah nutrisi akan oksigen pada placenta yang akan dipengaruh pada fungsi plasenta terhadap bayi. 5) Menurut masa gestasi. Menurut masa gestasi atau usia kehamilannya, maka klasifikasi kelahiran prematur adalah sebagai berikut (Wijayanegara, 2009)
DAFTAR PUSTAKA
Sulani, F. (2009). Masalah pertumbuhan janin terhambat (PJT) dan bayi berat lahir Suradi, R., Pratomo, H., Marnoto, B., W., & Sidi,
I., P., S. (2009).Perawatan bayi berat lahir rendah dengan metode kanguru, cetakan ke 2. Jakarta: Perinasia
Indrasanto, E., Dharmasetiawani, N., Rohsiswatmo, R., & Kaban, R. K.
(2008).Pelayanan obstetri dan neonatal emergensi komprehensif (PONEK).
Jakarta: IDI, POGI dan PPNI.
Lusmilasari, L., Surjono, A., & Haksari, E. L.
(2004).Pengaruh perawatan bayi lekat terhadap pencapaian pertumbuhan bayi berat lahir rendah di RS. DR. Sardjito Yogyakarta.Yogyakarta : Jurnal kedokteran masyarakat. http:/arc.ugm .ac.id/files/%281705-H-2004%29.pdf.
diperoleh 28 Februari 2010.
Feldman, R., Eidelman, Al., Sirota, L., & Weller, A. (2002).Comparison of skin to skin (kangaroo) and tradisional care:
Parenting outcomes and preterm infant development,
http://www.ncbi.nlm.nihgov/Pub
Med/12093942, diperoleh tanggal 25 januari 2010.
Lusmilasari L, Surjono A, Haksari, E.L.(2003).
Pengaruh Perawatan Bayi Lekat terhadap Pencapaian Pertumbuhan Bayi Berat Lahir Rendah di RS Dr. Sardjito Yogyakarta. Jurnal Berita Kedokteran Masyarakat, BKM/XX/02/49-95.
Nelson (2000). Ilmu Kesehatan Anak. Editor A.
Samik Wahab. Jakarta: EGC
Hasan, 2000. Buku Kuliah Kesehatan Anak. Jilid I. Jakarta: FKUI.
Pratomo, H. (2006), Metode Kanguru Untuk Bayi
Prematur, terdapat pada
http://www.Balitaindomedia.com.
Diakses pada tanggal 25 Oktober 2014.
Sacharin, R.M. (1993). Prinsip Keperawatan Pediatrik, Edisi 2, Editor Ni Luh Gede Yasmin Asih. Buku Kedokteran EGC.
Jakarta.
Luize, A. (2003). Merawat Bayi Ala Kangguru, terdapat pada http://www.kompas.com.
Diakses pada tanggal 25 Oktober 2009.
Triyowati, M.A. (2007). Pengaruh Perawatan Metode Kanguru Terhadap Peningkatan Berat Badan Pada Bayi BBLR Di Ruang Flamboyan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Ali S.M, Sharma J, Sharma R, Alam S. (2009).
Kangaroo Mother Care as Compared to
218 Conventional Care for Low Birth Weight
Babies. Dicle Medicice Journal Chilt/Vol 36 No. 3, 155-160.
Kosim M.S, Surjono A, Setyowireni D. (2003).
Buku Panduan Manajemen Masalah Bayi Baru Lahir untuk Dokter, Bidan, dan Perawat di Rumah Sakit. Jakarta: Depkes RI
Muscari, M. (2005).Buku panduan keperawatan pediatrik. Jakarta: Buku kedokteran EGC Notoatmodjo, S. (2003).Pendidikan dan perilaku
kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Endyarni, B., Roeslani, R. D., Rohsiswatmo, R.,
& Soedjatmiko. (2009).Mother’s response on kangaroo mother care Hasan, 2000. Buku Kuliah Kesehatan Anak. Jilid
I. Jakarta: FKUI.