RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Nama Sekolah : SMP Negeri 2 Gelumbang Kelas, Semester : VIII/Ganjil Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Tahun Pelajaran : 2021/2022
Materi : Teks Eksplanasi Alokasi Waktu : 10 Menit
Kompetensi Dasar : 3.3 dan 4.3 A. Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran dengan model Problem Based Learning, peserta didik dapat menelaah struktur teks eksplanasi (KD. 3.3) dan menyajikan informasi dan data dalam teks eksplanasi (KD.4.3) dengan baik.
B. Kegiatan pembelajaran Pendahuluan (3 menit)
1. Peserta didik dan guru mengucapkan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran (religius) 2. Mengecek kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
3. Bertanya jawab tentang kompetensi yang akan dipelajari
4. Peserta didik menerima penyampaian tujuan dan kompetensi yang akan dicapai
5. Peserta didik menerima penyampaian garis besar materi dan kegiatan yang akan dilakukan 6. Peserta didik menerima penyampaian lingkup penilaian
Kegiatan Inti (5 menit)
Pertemuan Ke-1
1) Peserta didik mengamati tayangan tentang teks eksplanasi dan contoh teks eksplanasi.
Peserta didik juga diberi waktu membaca buku paket hlm. 133 s.d 135 tentang meringkas teks eksplanasi.
2) Pendidik membagi siswa menjadi beberapa kelompok.
3) Pendidik dan peserta didik bertanya-jawab tentang hal-hal yang berhubungan dengan .tayangan dan teks eksplanasi.
4) Peserta didik bekerja sama dalam kelompoknya mendiskusikan tugas meringkas teks eksplanasi yang terdapat pada LKPD.
5) Peserta didik menuliskan hasil diskusi mengenai ringkasan teks eksplanasi pada lembar kerja yang telah disediakan.
6) Peserta didik dengan penuh tanggung jawab mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya dan kelompok lain menanggapi dengan sopan dan santun.
Penutup (2 menit)
1. Pendidik dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
2. Pendidik dan peserta didik merefleksi kegiatan.
3. Pendidik memberikan tugas, motivasi, pesan, dan menutup dengan doa.
C. Penilaian
Sikap Pengetahuan Keterampilan
Melalui pengamatan:
1. Keaktifan peserta didik dalam diskusi.
2. Kerjasama dalam mengerjakan tugas.
3. Bertanggung jawab dengan hasil diskusi
Tes tertulis Uraian
Penugasan Praktik
Mengetahui
Kepala SMPN 2 Gelumbang,
Latifa Rodiah, S.Pd.
NIP 196908011995122002
Gelumbang, Juni 2022 Guru Mata Pelajaran
Erni Maryanti, S.Pd., M,Si.
NIP 197407141999032002
Lampiran 1
Lembar Kerja Siswa
Kompetensi Dasar:
4.3 Menyajikan informasi dan data teks eksplanasi secara lisan dan tertulis.
Indikator Pencapaian Kompetensi:
4.3.1 Meringkas teks eksplanasi
Cermati teks eksplanasi berikut ini!
BANJIR
Banjir adalah fenomena alam yang bersumber dari curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama pada daerah aliran sungai (DAS). Banjir dapat terjadi karena alam dan tindakan manusia. Penyebab alami banjir adalah erosi dan sedimentasi, curah hujan, pengaruh fisiografi/geofisik sungai, kapasitas sungai, drainase lahan, dan pengaruh air pasang. Penyebab banjir karena tindakan manusia adalah perubahan tata guna lahan, pembuangan sampah, kawasan padat penduduk di sepanjang sungai, dan kerusakan bangunan pengendali banjir.
Perubahan tata guna lahan Sebagai akibat, terjadi erosi sehingga sedimentasi masuk ke sungai dan daya tampung sungai menjadi berkurang. Hujan yang jatuh ke tanah airnya akan menjadi aliran permukaan (run-off) di atas tanah dan sebagian meresap ke dalam tanah, yang tentunya bergantung pada kondisi tanahnya. Ketika suatu kawasan hutan diubah menjadi permukiman, hutan yang bisa menahan aliran permukaan cukup besar diganti menjadi permukiman dengan resistensi aliran permukaan kecil. Akibatnya ada aliran permukaan tanah menuju sungai dan hal ini berakibat adanya peningkatan debit aliran sungai yang besar.
Perubahan tata guna lahan merupakan penyebab utama banjir dibandingkan dengan yang lainnya. Apabila suatu hutan yang berada dalam suatu aliran sungai diubah menjadi permukiman, debit puncak sungai akan meningkat antara 6 sampai 20 kali.
Angka 6 dan angka 20 ini bergantung pada jenis hutan dan jenis permukiman. Demikian pula untuk perubahan yang lainnya akan terjadi peningkatan debit puncak yang signifikan. Deforestasi, degradasi lingkungan, dan pembangunan kota yang penuh dengan bangunan beton dan jalan-jalan aspal tanpa memperhitungkan drainase, daerah resapan, dan tanpa memperhatikan data intensitas hujan dapat menyebabkan bencana alam banjir.
Pembuangan sampah di DAS membuat sungai tersumbat sampah. Jika air melimpah, air akan keluar dari sungai karena daya tampung saluran berkurang. Kawasan padat penduduk di sepanjang sungai/drainase dapat menjadi penghambat aliran dan daya tampung sungai. Masalah kawasan kumuh dikenal sangat penting sebagai faktor sosial terhadap masalah banjir daerah perkotaan.
(Sumber: http://www.brillio.net) Tugas:
1. Temukan kalimat utama dan gagasan utama setiap paragraf dengan melengkapi kolom berikut ini!:
PARAGRAF KALIMAT UTAMA GAGASAN UTAMA
1 2 3 4
2. Buatlah ringkasan teks eksplanasi dalam satu paragraf !
Lampiran 2
PENILAIAN
A. Instrumen Penilaian 1) Jurnal
Nama Sekolah: SMP Negeri 2 Gelumbang Kelas/ Semester: VIII/Ganjil Tahun Pelajaran: 2021/2022
No Waktu Nama Siswa Catatan
Perilaku
Butir Sikap Ttd Tindak Lanjut 1
2 3
2) Keterampilan
Cermati teks eksplanasi berikut ini!
BANJIR
Banjir adalah fenomena alam yang bersumber dari curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama pada daerah aliran sungai (DAS). Banjir dapat terjadi karena alam dan tindakan manusia. Penyebab alami banjir adalah erosi dan sedimentasi, curah hujan, pengaruh fisiografi/geofisik sungai, kapasitas sungai, drainase lahan, dan pengaruh air pasang. Penyebab banjir karena tindakan manusia adalah perubahan tata guna lahan, pembuangan sampah, kawasan padat penduduk di sepanjang sungai, dan kerusakan bangunan pengendali banjir.
Perubahan tata guna lahan Sebagai akibat, terjadi erosi sehingga sedimentasi masuk ke sungai dan daya tampung sungai menjadi berkurang. Hujan yang jatuh ke tanah airnya akan menjadi aliran permukaan (run-off) di atas tanah dan sebagian meresap ke dalam tanah, yang tentunya bergantung pada kondisi tanahnya. Ketika suatu kawasan hutan diubah menjadi permukiman, hutan yang bisa menahan aliran permukaan cukup besar diganti menjadi permukiman dengan resistensi aliran permukaan kecil. Akibatnya ada aliran permukaan tanah menuju sungai dan hal ini berakibat adanya peningkatan debit aliran sungai yang besar.
Perubahan tata guna lahan merupakan penyebab utama banjir dibandingkan dengan yang lainnya. Apabila suatu hutan yang berada dalam suatu aliran sungai diubah menjadi permukiman, debit puncak sungai akan meningkat antara 6 sampai 20 kali.
Angka 6 dan angka 20 ini bergantung pada jenis hutan dan jenis permukiman. Demikian pula untuk perubahan yang lainnya akan terjadi peningkatan debit puncak yang signifikan. Deforestasi, degradasi lingkungan, dan pembangunan kota yang penuh dengan bangunan beton dan jalan-jalan aspal tanpa memperhitungkan drainase, daerah resapan, dan tanpa memperhatikan data intensitas hujan dapat menyebabkan bencana alam banjir.
Pembuangan sampah di DAS membuat sungai tersumbat sampah. Jika air melimpah, air akan keluar dari sungai karena daya tampung saluran berkurang. Kawasan padat penduduk di sepanjang sungai/drainase dapat menjadi penghambat aliran dan daya tampung sungai. Masalah kawasan kumuh dikenal sangat penting sebagai faktor sosial terhadap masalah banjir daerah perkotaan.
(Sumber: http://www.brillio.net) Tugas:
1. Temukan kalimat utama dan gagasan utama setiap pagaragraf dengan melengkapi kolom berikut ini!:
PARAGRAF. KALIMAT UTAMA GAGASAN UTAMA
1 2 3 4
2. Buatlah ringkasan teks eksplanasi dalam satu paragraf!
B. Kunci Jawaban:
1. Menentukan kalimat utama dan gagasan utama.
PARAGRAF KALIMAT UTAMA GAGASAN UTAMA
1 Banjir adalah fenomena alam yang bersumber dari curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama pada daerah aliran sungai (DAS)
Banjir adalah fenomena alam
2 Perubahan tata guna lahan sebagai akibat terjadi erosi sehingga sedimentasi masuk ke sungai dan daya tampung sungai menjadi berkurang.
Perubahan tata guna lahan sebagai akibat terjadi erosi
3 Perubahan tata guna lahan merupakan penyebab utama banjir dibandingkan dengan yang lainnya.
Perubahan tata guna lahan merupakan penyebab utama banjir
4 Pembuangan sampah di DAS membuat sungai tersumbat sampah. Jika air
melimpah, air akan keluar dari sungai karena daya tampung saluran berkurang
Pembuangan sampah membuat sungai tersumbat
2. Ringkasan teks eksplanasi (Sesuai jawaban siswa) C. Pedoman Penskoran:
No. Kriteria Skor
1
Kalimat Utama
- Menuliskan 4 kalimat utama 4
- Menuliskan 3 kalimat utama 3
- Menuliskan 2 kalimat utama 2
- Menuliskan 1 kalimat utama 1
- Tidak menuliskan kalimat utama 0
Gagasan Utama
- Menuliskan 4 gagasan utama 4
- Menuliskan 3 gagasan utama 3
- Menuliskan 2 gagasan utama 2
- Menuliskan 1 gagasan utama 1
- Tidak menuliskan gagasan utama 0
Jumlah Skor: 8
2
Ringkasan
- Kesesuaian dengan teks asal 1-4
- Kepaduan antarbagian 1-4
- Keefektifan kalimat 1-4
- Ketepatan ejaan/tanda baca 1-4
Jumlah Skor: 16
JUMLAH SKOR MAKSIMAL 24
100 maksimum skor
total
perolehan skor
total
Nilai
Lampiran 3
MATERI
TEKS EKSPLANASI
A. PENGERTIAN TEKS EKSPLANASI
Teks eksplanasi merupakan teks yang berisi penjelasan mengenai suatu fenomena atau peristiwa, baik fenomena alam ,sosial atau budaya yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena alam yang dimaksud bisa berupa tanah longsor, gempa bumi, gunung meletus, kebakaran hutan, proses terbentuknya pelangi, dan sebagainya.
B. PENGERTIAN MERINGKAS
Meringkas adalah proses belajar menyajikan karangan yang panjang menjadi lebih singkat.
C. LANGKAH-LANGKAH MERINGKAS TEKS EKSPLANASI Langkah-langkah meringkas teks eksplanasi :
1. Membaca keseluruhan teks eksplanasi
2. Mencari gagasan utama yang terdapat dalam kalimat utama setiap paragraf 3. Menggabungkan gagasan setiap paragraf ke dalam satu paragraf
4. Merevisi sesuai EYD
Sumber : - Buku Bahasa Indonesia untuk SMP/MTS kelas VIII Kemendikbud - http : www.kelas pintar.id