• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan pendidikan : SD Negeri 5 Banjar Anyar Kelas/Semester : V / 2

Tema 8 : Lingkungan Sahabat Kita Sub Tema 1 : Perubahan Lingkungan Pembelajaran ke- : 2 (Dua)

Alokasi Waktu : 10 menit

Topik : Mengenal Lingkungan dan Upaya Pelestarian A. Tujuan Pembelajaran

1. Melalui kegiatan pengamatan, siswa mampu menceritakan terjadinya siklus air dengan baik.

2. Melalui kegiatan diskusi kelompok, siswa mampu membuat bagan sederhana untuk menjelaskan peristiwa siklus air dengan benar.

3. Melalui kegiatan diskusi kelompok, siswa dapat mengidentifikasi kegiatan manusia yang dapat mempengaruhi siklus air

4. Melalui kegiatan membaca, siswa mampu mengidentifikasi urutan peristiwa dalam bacaan dengan benar

B. Langkah-Langkah pembelajaran

KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN ALOKASI WAKTU

Pendahuluan 1) Guru membuka kegiatan dengan salam, dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh salah satu siswa. (Religius)

2) Guru memeriksa kehadiran siswa

3) Guru mengajak siswa menyanyikan salah satu lagu wajib nasional, Dari Sabang Sampai Merauke. (Nasionalisme) 4) Guru mengaitkan materi yang akan dipelajari dengan

pengalaman peserta didik. (Apersepsi)

5) Guru memberi gambaran materi yang akan dipelajari dan tujuan yang akan dicapai setelah mempelajari materi ini.

(Motivasi)

2 menit

Inti Ayo Berdiskusi

1) Siswa dibagi dalam beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5-6 orang.

2) Siswa Bersama dengan kelompoknya mengamati gambar siklus air yang telah disiapkan oleh guru. (Critical Thinking - Eksplorasi)

3) Siswa menuliskan proses-proses yang terlihat pada gambar siklus air

4) Setiap perwakilan kelompok menceritakan proses siklus air seseuai dengan gambar tersebut di depan kelas

(Communication)

6 menit

(2)

Ayo Membaca

1) Siswa membaca teks “Siklus Air ” dengan certmat

2) Siswa bersama guru melakukan tanya jawab tentang isi teks (Critical Thinking - Communication)

3) Siswa Mengerjakan Lembar Kerja yang telah dibagikan oleh guru

4) Siswa di dalam kelompok berdiskusi tentang urutan peristiwa dari siklus air dan kegiatan manusia yang dapat mempengaruhi siklus air (Collaboration-Critical Thinking)

5) Siswa Bersama dengan kelompoknya, menggambar bagan sederhana untuk menjelaskan peristiwa siklus air. (creative) 6) Masing-masing perwakilan kelompok mempresentasikan

hasil diskusi.

7) Kelompok lain menanggapi dan memberi masukan atas bagan yang dipresentasikan. Guru berperan sebagai fasilitator dalam menampung pendapat/ ide masing- masing kelompok. (Communication)

Penutup 1) Siswa dengan bantuan guru membuat kesimpulan tentang materi yang telah dipelajari

2) Siswa mengerjakan soal evaluasi

3) Guru mengajak siswa untuk melakukan kegiatan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan 4) Guru mengajak siswa untuk mengaplikasikan apa yang sudah

dipelajari, yaitu tentang upaya dalam menjaga ketersediaan air.

5) Guru mengajak siswa untuk menjaga kesehatan, selalu mematuhi protocol kesehatan, dan tetap semangat dalam belajar.

6) Salam dan doa penutup yang dipimpin salah satu siswa.

2 menit

C. Penilaian (Asesmen) 1. Teknik Penilaian

Penilaian Sikap : Observasi menggunakan lembar pengamatan Penilaian Pengetahuan : Tes tertulis

Penilaian Keterampilan : unjuk kerja 2. Bentuk Instrumen

a) Penilaian Pengetahuan

1) Mengapa di dunia ini air tidak pernah habis?

2) Apa yang dimaksud dengan evaporasi?

3) Jelaskan secara singkat proses siklus air!

4) Apakah yang dimaksud dengan kondensasi?

5) Sebutkan 3 kegiatan manusia yang dapat mengganggu peristiwa siklus air!

Kunci Jawaban

1) Karena adanya peristiwa siklus air

2) Evaporasi adalah penguapan air yang ada di permukaan bumi karena adanya pemanasan dari sinar matahari

3) Air yang ada di permukaan bumi seperti air laut, sungai , dll menguap, kemudian uap air mengalami pengembunan. Kemudian turun ke bumi sebagai hujan. Air yang sampai di tanah masuk ke tanah melalui pori-pori tanah. Begitu seterusnya.

4) Kondensasi adalah peristiwa perubahan wujud gas (uap air) menjadi cair.

5) Penebangan hutan secara liar, pencemaran air, pemborosan air.

(3)

Penskoran

Jika jawaban benar skor 2 Jawaban kurang tepat skor 1

Jawaban Salah atau tidak menjawab skor 0 Nilai = jumlah skor b) Penilaian Sikap

NO NAMA MAMPU BEKERJA

SAMA

MENERIMA PENDAPAT ORANG LAIN

1 2 3 1 2 3

(4)

c) Penilaiam Keterampilan

Mengetahui Kediri, April 2022

Kepala SD Negeri 5 Banjar Anyar Guru Kelas V

Ni Nyoman Adi Sujiati, S.Pd. SD A.A. Sagung Dewi Cahya Ningrat, S.Pd NIP. 19661113 198802 2 001 NIP. 19741204 200604 2 006

(5)

LKPD

(LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK)

Kelompok :……….

NAMA :

………

………

………

………

………

Tujuan Pembelajaran

1. Melalui kegiatan pengamatan, siswa mampu menceritakan terjadinya siklus air dengan baik.

2. Melalui kegiatan diskusi kelompok, siswa mampu membuat bagan sederhana untuk menjelaskan peristiwa siklus air dengan benar.

3. Melalui kegiatan diskusi kelompok, siswa dapat mengidentifikasi kegiatan manusia yang dapat mempengaruhi siklus air

4. Melalui kegiatan membaca, siswa mampu mengidentifikasi urutan peristiwa dalam bacaan dengan benar

URAIAN KEGIATAN

1. Bacalah Teks berikut dengan cermat!

SIKLUS AIR

Manusia selalu membutuhkan air dalam kehidupan sehari-hari. Kegunaan air antara lain untuk keperluan rumah tangga, pertanian, industri, dan untuk pembangkit listrik. Begitu besarnya kebutuhan manusia akan air. Kita bersyukur, air senantiasa tersedia di bumi. Oleh karena itu, manusia seharusnya senantiasa bersyukur kepada Tuhan pencipta alam. Mengapa air selalu tersedia di bumi? Air selalu tersedia di bumi karena air mengalami siklus. Siklus air merupakan sirkulasi (perputaran) air secara terus-menerus dari bumi ke atmosfer, lalu kembali ke bumi. Siklus air ini terjadi melalui proses penguapan, pengendapan, dan pengembunan.

Air di laut, sungai, dan danau menguap akibat panas dari sinar matahari. Proses penguapan ini disebut evaporasi. Tumbuhan juga mengeluarkan uap air ke udara. Uap air dari permukaan bumi naik dan berkumpul di udara. Lama-kelamaan, udara tidak dapat lagi menampung uap air (jenuh). Proses ini disebut presipitasi (pengendapan). Ketika suhu udara turun, uap air akan berubah menjadi titik-titik air. Titik-titik air ini membentuk awan. Proses ini disebut kondensasi (pengembunan).

Titik-titik air di awan selanjutnya akan turun menjadi hujan. Air hujan akan turun di darat maupun di laut. Air hujan itu akan jatuh ke tanah atau perairan. Air hujan yang jatuh di tanah akan meresap menjadi air tanah. Selanjutnya, air tanah akan keluar melalui sumur. Air tanah juga akan merembes ke danau atau sungai. Air hujan yang jatuh ke perairan, misalnya sungai atau danau, akan menambah jumlah air di tempat tersebut.

Selanjutnya air sungai akan mengalir ke laut. Namun, sebagian air di sungai dapat menguap kembali. Air sungai yang menguap membentuk awan bersama dengan uap dari air laut dan tumbuhan. Proses siklus air pun terulang lagi.

Dari proses siklus air itu dapat disimpulkan bahwa sebenarnya jumlah air di bumi secara keseluruhan cenderung tetap. Hanya wujud dan tempatnya yang berubah.

(6)

Ceritakanlah secara singkat proses terjadinya siklus air dengan bahasamu sendiri!

2. Berilah tanda silang (x) pada gambar yang menunjukkan kegiatan yang bisa mempengaruhi siklus air!

A

Betonisasi

B

Reboisasi C

Membuang limbah di sungai

D

Menebang hutan secara liar E

Membersihkan sungai

F

Pencemaran udara dari asap pabrik

(7)

3. Gambarlah bagan sederhana proses terjadinya siklus air!

(8)

BAHAN AJAR

TEMA 8 SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN KE 2 FOKUS PEMBELAJARAN: SIKLUS AIR

KELAS V

(9)

Siklus Air

Manusia selalu membutuhkan air dalam kehidupan sehari-hari. Kegunaan air antara lain untuk keperluan rumah tangga, pertanian, industri, dan untuk pembangkit listrik. Begitu besarnya kebutuhan manusia akan air. Kita bersyukur, air senantiasa tersedia di bumi. Oleh karena itu, manusia seharusnya senantiasa bersyukur kepada Tuhan pencipta alam. Mengapa air selalu tersedia di bumi? Air selalu tersedia di bumi karena air mengalami siklus. Siklus air merupakan sirkulasi (perputaran) air secara terus menerus dari bumi ke atmosfer, lalu kembali ke bumi.

Siklus air ini terjadi melalui proses penguapan, pengendapan, dan pengembunan. Perhatikan skema proses siklus air berikut ini!

Air di laut, sungai, dan danau menguap akibat panas dari sinar matahari. Proses penguapan ini disebut evaporasi. Tumbuhan juga mengeluarkan uap air ke udara. Uap air dari permukaan bumi naik dan berkumpul di udara. Lama-kelamaan, udara tidak dapat lagi menampung uap air (jenuh).

Proses ini disebut presipitasi (pengendapan). Ketika suhu udara turun, uap air akan berubah menjadi titik-titik air. Titik-titik air ini membentuk awan. Proses ini disebut kondensasi (pengembunan). Titik-titik air di awan selanjutnya akan turun menjadi hujan. Air hujan akan turun di darat maupun di laut. Air hujan itu akan jatuh ke tanah atau perairan. Air hujan yang jatuh di tanah akan meresap menjadi air tanah. Selanjutnya, air tanah akan keluar melalui sumur.

Air tanah juga akan merembes ke danau atau sungai. Air hujan yang jatuh ke perairan, misalnya sungai atau danau, akan menambah jumlah air di tempat tersebut. Selanjutnya air sungai akan mengalir ke laut. Namun, sebagian air di sungai dapat menguap kembali. Air sungai yang menguap membentuk awan bersama dengan uap dari air laut dan tumbuhan. Proses siklus air pun terulang lagi. Dari proses siklus air itu dapat disimpulkan bahwa sebenarnya jumlah air di bumi secara keseluruhan cenderung tetap. Hanya wujud dan tempatnya yang berubah

Berikut adalah cara menjaga lingkungan agar siklus air tidak terganggu 1) Menggunakan air seperlunya

2) Melakukan reboisasi pada lahan gundul 3) Menjaga kelestarian hutan

4) Membuat lubang atau daerah resapan air 5) Mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia 6) Membuang sampah pada tempatnya

7) Membersihakan sungai atau aliran air

Referensi

Dokumen terkait

Pengamatan simpanan karbon pada kopi Robusta kopi Arabika di KP Andung- sari pada berbagai umur tanaman dengan penaung tunggal yaitu lamtoro disajikan pada Tabel 5. Hasil

Puji syukur kepada Allah Bapa atas berkat dan anugerah yang tidak terkira sehingga penulis dapat melaksanakan dan menyelesaikan penelitian dengan judul ‘Peranan Media Sosial

Berdasarkan uraian diatas, maka akan dilakukan penelitian tentang pengaruh model Discovery Learning berbasis Numbered Heads Together dan Group Investigation terhadap

Kurva SS menunjukkan penawaran atau kuantitas barang yang ditawarkan pada berbagai harga yang mungkin menentukan bagaimana biaya produksi naik bila kuantitas yang diproduksi

19 April 1930, PSSI dibentuk di Yogyakarta dengan nama Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia sebagai organisasi olahraga yang lahir pada masa penjajahan Belanda.. PSSI

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT dengan telah diterbitkannya “BUKU SAKU KOTA SEMARANG TAHUN 2010” yang merupakan hasil kerjasama Badan Pusat Statistik Kota

Saran yang diberikan dalam penelitian ini antara lain perlu dipikirkan strategi kebijakan ekspor yang berkesinambungan yang sesuai dengan tujuan nasional pembangunan

tersebut menjadi suatu kendala bagi calon konsumen yang ingin mendapatkan produk dari PT. Mandiri Tunas Finance. Pada X 1.3 jumlah skor ada 4 responden yang menyatakan bahwa