• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGGUNAAN METODE SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PAI PADA SISWA KELASV SDN MUARA LAUNG I-2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGGUNAAN METODE SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PAI PADA SISWA KELASV SDN MUARA LAUNG I-2"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Palangka Raya.

PENGGUNAAN METODE SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PAI

PADA SISWA KELASV SDN MUARA LAUNG I-2

Hatmi Hartiyah1

1IAIN Palangka Raya, Indonesia Email: [email protected]

Abstract

Penelitian ini berjudul “Penggunaan Metode Snowball Throwing UntukMeningkatkan Minat Belajar PAI Pada Siswa Kelas V SDN Muara Laung I-2”. Penelitian ini berdasarkan keadaan proses pembelajaran dikelas yang kurang aktif. Jadi digunakan suatu metode pembelajaran untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. dengan rumusan masalah “Bagaimana penggunaan metode Snowball Throwing dalam meningkatkan minat belajar PAI pada siswa kelas V SDN Muara Laung I-2”.

Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) . Subyek penelitiannya adalah siswa kelas V SDN Muara Laung I-2 . Data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu data kuantitatif dan kualitatif. data kuantitatif diperoleh untuk mencari nilai rata-rata kelas. Sedangkan data kualitatifuntuk menganalisis peningkatan minat dalam belajar siswa.

Penelitan dilaksanakan dalam empat tahap, tahap pertama adalah siklus I dengan metode Snowball Throwing dengan hasil rata-rata 72.85 dan kriteria ketuntasan minimal (KKM) 70 dicapai oleh 20 siswa yang tuntas dari 28 siswa. Pada siklus II dengan nilai rata-rata 81,42 dicapai oleh 27 siswa yang tuntas dari 28 siswa. Berdasarkan data tersebut dengan penerapan metode Snowball Throwing siklus I dan siklus II dapat diketahui peningkatan hasil belajar setelah diterapkannya metode Snowball Throwing, peningkatan nilai tersebut menunjukkan peningkatan minat belajar dalam proses pembelajaran.

Kata kunci : Metode Snowball Throwing PENDAHULUAN

Pendidikan dan pembelajaran merupakan satu kesatuan yang saling terkait. Pembelajaran merupakan wujud dari pelaksanaan pendidikan. Gagne, Briggs, dan Wager berpendapat bahwa pembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada siswa (Gayatri, 2009).

(2)

Palangka Raya.

Namun demikian isu yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia sangat rendah bila dibandingkan dengannegara lainnya. Hal ini tentunya menjadi perhatian yang serius untuk mengatasinya baik di tingkat institusi, regional maupun nasional.

Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar secara umum adalah faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah merupakan faktor yang berasal dari diri individu yang bersangkutan, antara lain jasmani (fisik) danrohani (psikis). Sedang faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar individu yang bersangkutan atau sering disebut sebagai faktor lingkungan.

Sedangkan secara khusus faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah: Siswa kurang motivasi dalam belajar, media pembelajaran yang kurang lengkap, penggunaan media pembelajaran yang tidak tepat , siswa kurang memperhatikan penjelasan guru, kepedulian orang tua terhadap anak di rumah kurang, kurangnya melaksanakan percobaan dan demonstrasi, saranadan prasarana yang kurang mendukung serta metode pembelajaran yang kurang tepat.

Guru sebagai salah satu unsur penting dalam proses pembelajaran memiliki multi peran, tidak hanya sebagai pengajar yang melakukan transfer of knowledge, tetapi juga sebagai pembimbing/pendidik yang mendorong kemampuan dan memobilisasi siswa dalam belajar. Hal itu berarti guru memiliki tugas dan tanggung jawab yang kompleks dalam pencapaian tujuan pendidikan, dimana seorang guru dituntut untuk menguasai ilmu yang akan diajarkan dan memiliki seperangkat keterampilan teknis mengajar dalam membantu siswa mencapai tujuannya apabilamengalami kesulitan dalam proses belajar mengajar (Ariana et al., 2020: 116).

Dalam proses pembelajaran, hal yang mempengaruhi keberhasilan belajar salah satunya adalah minat. faktor minat pada siswa mendorong untuk mereka berbuat lebih giat dan lebih baik dalam belajar. Siswa yang berminat mempunyai perhatian,kesenangan, keinginan, sikap, kebiasaan, dukungan,

motivasi, pengalaman, dan partisipasinya dalam proses pembelajaran.

Selanjutnya minat diekspresikan dalam aktivitas tertentu misalnya siswa yang mempunyai minat terhadap pelajaran PAI, maka ia selalu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap pelajaran tersebut .(Surawan,2020)

Pembelajaran tanpa menggunakan metode pembelajaran yang tepat berdampak pada pemahaman siswa kesulitan memahami konsep

(3)

Palangka Raya.

yang dipelajari. Akibatnya hasil belajar siswa akan mengecewakan.

Upaya untuk mencapai tujuan tersebut, guru dalam membelajarkan siswa-siswanya harus dapat menumbuhkan minatbelajar. Ada beberapa alternative cara menumbuhkan minat belajar siswa. Salah satu diantaranya guru harus menggunakan metode belajar yang tepat yaitu metode bola-bola salju (Snowball Throwing).

Pada Sekolah Dasar Negeri Muara Laung I-2 terlihat minat belajar yangkurang pada pembelajaran PAI materi sholat tarawih, hal ini ditunjukkan dengan adanya perilaku siswa yang malas-malasan, kurang memperhatikan dan hasil belajar yang kurang memuaskan.

Dengan memperhatikan hal di atas, maka penerapan metode Snowball Throwing diharapkan mampu meningkatkan minat belajar PAI tentang sholattarawih pada siswa kelas V SDN Muara Laung I-2.

Sehingga dalam kesempatanini, peneliti melakukan penelitian dengan judul “Penggunaan Metode SnowballThrowing Untuk Meningkatkan Minat Belajar PAI Pada Siswa Kelas V SDN Muara Laung I-2”.

METODE

1. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas atau disebut dengan PTK, merupakan penelitian yang dilakukan oleh guru di dalamkelasnya sendiri untuk memperbaiki masalah yang ada di kelas.

Penelitiantindakan kelas ini dilakukan dengan menggunakan desain model PTK Kemmis S. and Mc. Taggart dengan langkah-langkah setiap siklus yaitu rencanaan, pelaksanaan, observasi danrefleksi (Darmi, Ismail, 2018:

266).

Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) . Subyek penelitiannya adalah siswa kelas V SDN Muara Laung I-2 . Data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu data kuantitatif dan kualitatif. data kuantitatif diperoleh untuk mencari nilai rata- rata kelas. Sedangkan data kualitatif untuk menganalisis peningkatan minat dalam belajar siswa.

1. Lokasi dan Waktu penelitian

Penelitian dilakukan SDN Muara Laung I-2 Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah. Kantor dinas, Yayasan Pembina, dan Satuan pendidikan terdekat yaitu Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (200.08 km), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Murung Raya(25.86 km).

sekolah sekitar SDN Muara Laung I-4,SDN Muara Laung II-1, SDN Muara Laun I-3. Dan waktu Penelitian Waktu pelaksanaan penelitian

(4)

Palangka Raya.

selama 1 bulan.

2. Subjek dan Objek Penelitian

Subyek penelitian yaitu siswa kelas V SDN Muara Laung I-2 Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah. Obyek penelitian yaitu penggunaan metode snowball throwing untuk meningkatkan minat belajar siswa dalam materi sholat tarawih pada mata pelajaran PAI.

3. Teknik Pengumpulan Data

a. Observasi, dilakukan oleh guru ( peneliti ) selama proses pembelajaran berlangsungAngket, dilakukan oleh guru ( peneliti )

b. Dokumen yang peroleh dari guru ( peneliti ) dari LKS, lembarpengamatan, portofolio, dan daftar nilai harian.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Secara umum tujuan dari penelitian tindakan kelas adalah upaya meningkatkan hasil yaitu meningkatkan untuk menjadi yang lebih baik dari sebelumnya. Agar tujuan ini dapat tercapai ada beberapa tahapan yang harus dilakukan secara rinci ada 4 tahap yaitu Perencanaan Tindakan, pelaksanaan, Observasi, dan refleksi.

Pada Siklus I diperoleh data kualitatif dan kuantitatif, yang termasuk data kualitatif yaitu : lembar keaktivan siswa dan lembar kinerja guru.

Sedangkan data kuantitatif yaitu nilai hasil belajar siswa. Nilai hasil belajar siswa diperoleh melalui tes tertulis, instrument tes yang digunakan berupa lembar evaluasi.

Hasil penelitian Siklus I

Data hasil belajar siswa pada siklus I seperti table di bawah ini : Tabel 1

Data Nilai Siswa Siklus I Nama Sekolah : SDN Muara Laung 1-2

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan budi Pekerti Kelas / semester : V/2

Kompetensi Dasar : Memahami pelaksanaan salat Tarawih danMempraktekkan tata cara salat arawih

Tanggal Pelaksanaan : 11 Agustus 2021

No. Nama Siswa KKM Nilai Ulangan Ulangan

Keterangan

(5)

Palangka Raya.

1 Adam PaturRahman 70 80 tuntas

2 Ahmad Afif Al.B 70 80 tuntas

3 Ahmad Rezaldi. S 70 80 tuntas

4 Aino Ridha 70 70 tuntas

5 Auliya Nafisa 70 50 Belum tuntas

6 Aura Ayu Nabila 70 70 Tuntas

7 Bintang Nor.H 70 80 Tuntas

8 Febi Fujani 70 70 Tuntas

9 Genta Saputra 70 80 Tuntas

10 Hesti Sanddorifa 70 70 Tuntas

11 Jum’ah 70 80 Tuntas

12 Khairul Akhmad A.F 70 80 Tuntas

13 M. Debrhine. F 70 80 Tuntas

14 Madinah 70 70 Tuntas

15 Muh. Nasiruddin 70 60 Belum tuntas

16 Muhammad Fain 70 60 Belum tuntas

17 Muh. Firtiyadi 70 60 Belum tuntas

18 Muh. Hayrul .A 70 90 Tuntas

19 Muh. Irwan 70 90 Tuntas

20 Muh. Rafa 70 80 Tuntas

21 Mushola Akbar 70 60 Belum tuntas

22 Nafisah Fitriani 70 90 Tuntas

23 Naila Susanti 70 80 Tuntas

24 Sri Mulawati 70 40 Belum tuntas

25 Zahratul. H 70 60 Belum tuntas

26 Assabiya Rafifa 70 90 Tuntas

27 Muh. Yohan. G 70 80 Tuntas

28 Amnoor Gio 70 60 Belum tuntas

Jumlah 2040

rata-rata kelas 72.85

(6)

Palangka Raya.

Nilai terendah 40

Nilai tertinggi 90

Berdasarkan data di atas dapat diketahui bahwa jumlah siswa ada 28 anak,jumlah nilai 2040, rata-rata nilai siswa 72.85, nilai tertinggi 90 dan nilai terendah40.

Data nilai tersebut dapat dikelompokkan seperti berikut : Tabel 2

Pengelompokkan Nilai Siklus I Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Kompetensi Dasar : Memahami pelaksanaan salat tarawih dan Mempraktekkantata cara salat tarawih

A 85-100 4 14.28%

B 70-84 16 57.14%

C <70 8 28.58 %

jumlah 28

Setelah dikelompokkan berdasarkan nilainya diketahui bahwa :

a. Kelompok A yang mendapat nilai 85 – 100 ada empat anak, sudah tuntas.

b. Kelompok B yang mendapat nilai 70 – 84 ada 16 anak, sudah tuntas.

c. Kelompok C yang mendapat nilai < 70 ada delapan anak, belum tuntas.

Jumlah siswa yang mendapat nilai di atas 70 ada 20 anak. Jadi, jumlah siswa yang sudah tuntas dalam pembelajaran 20 anak ( 71.43% ) sedangkan yang belum tuntas ada delapan anak ( 28.57% ).

Hasil Penelitian Siklus II Tabel 3

Data Siswa Nilai Siklus 2

Nama Sekolah : SDN Muara Laung 1-2

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

(7)

Palangka Raya.

Kelas / Semester : V/2

KompetensiDasar : Memahami pelaksanaan salat tarawih dan Mempraktekkan tata cara salat tarawih

No. Nama Siswa KKM Nilai

Ulangan Keterangan

1. Adam Patur Rahman 70 80 Tuntas

2. Ahmad Afif Al.B 70 90 Tuntas

3. Ahmad Rezaldi. S 70 100 Tuntas

4. Aino Ridha 70 80 Tuntas

5. Auliya Nafisa 70 70 Tuntas

6. Aura Ayu Nabila 70 80 Tuntas

7. Bintang Nor.H 70 80 Tuntas

8. Febi Fujani 70 90 Tuntas

9. Genta Saputra 70 90 Tuntas

10. Hesti Sanddorifa 70 80 Tuntas

11. Jum’ah 70 90 Tuntas

12. Khairul Akhmad A.F 70 90 Tuntas

13. M. Debrhine. F 70 80 Tuntas

14. Madinah 70 80 Tuntas

15. Muh. Nasiruddin 70 70 Tuntas

16. Muhammad Fain 70 70 Tuntas

17. Muh. Firtiyadi 70 70 Tuntas

18. Muh. Hayrul .A 70 100 Tuntas

19. Muh. Irwan 70 90 Tuntas

20. Muh. Rafa 70 80 Tuntas

21. Mushola Akbar 70 70 Tuntas

22. Nafisah Fitriani 70 100 Tuntas

23. Naila Susanti 70 80 Tuntas

24. Sri Mulawati 70 50 Belum tuntas

25. Zahratul. H 70 70 Tuntas

26. Assabiya Rafifa 70 100 Tuntas

27. Muh. Yohan. G 70 80 Tuntas

(8)

Palangka Raya.

28 Amnoor Gio 70 70 Tuntas

Jumlah 2.280

rata-rata kelas 81,42

Nilai terendah 100

Nilai tertinggi 50

Berdasarkan data di atas dapat diketahui bahwa jumlah siswa ada 28 anak, jumlah nilai 2.280, rata-rata nilai siswa 81,42, nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 50.

Data nilai tersebut dapat dikelompokkan seperti berikut.

Tabel 4

Pengelompokan Nilai Siklus 2

Kelompok Nilai Jumlah Siswa Presentase

A 85-100 10 35%

B 70-84 17 60%

C <70 1 3,5%

Jumlah 28 100%

Setelah dikelompokkan berdasarkan nilainya diketahui bahwa :

a. Kelompok A yang mendapat nilai 85 – 100 ada 4 anak, sudah tuntas.

b. Kelompok B yang mendapat nilai 70 – 84 ada 17 anak, sudah tuntas.

c. Kelompok C yang mendapat nilai diatas 65 ada 27 anak, dan yangmendapat nilai dibawah 70 ada 1 anak.

Jadi jumlah siswa yang sudah tuntas ada 27 anak (96,43%) dan yang belumtuntas ada 1 anak (3,57%)

Tabel 6

Perbandingan Nilai Siswa sesudah Siklus 1 dan Siklus 2

No. Nama Siswa Siklus 1 Siklus 2

1. Adam PaturRahman 80 80

2. Ahmad Afif Al.B 80 90

3. Ahmad Rezaldi. S 80 100

(9)

Palangka Raya.

4. Aino Ridha 70 80

5. Auliya Nafisa 50 70

6. Aura Ayu Nabila 70 80

7. Bintang Nor.H 80 80

8. Febi Fujani 70 90

9. Genta Saputra 80 90

10. Hesti Sanddorifa 70 80

11. Jum’ah 80 90

12. KhairulAkhmadA.F 80 90

13. M. Debrhine. F 80 80

14. Madinah 70 80

15. Muh. Nasiruddin 60 70

16. Muhammad Fain 60 70

17. Muh. Firtiyadi 60 70

18. Muh. Hayrul .A 90 100

19. Muh. Irwan 90 90

20. Muh. Rafa 80 80

21. Mushola Akbar 60 70

22. Nafisah Fitriani 90 100

23. Naila Susanti 80 80

24. Sri Mulawati 40 50

25. Zahratul. H 60 70

26. Assabiya Rafifa 90 100

27. Muh. Yohan. G 80 80

28. Amnoor Gio 60 70

Jumlah 2.040 2.280

rata-rata kelas 72,85 81,78

Nilai terendah 90 100

Nilai tertinggi 40 50

Berdasarkan hasil pengamatan dan hasil evaluasi pada pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk

(10)

Palangka Raya.

kompetensi dasar Memahami pelaksanaan salat tarawih dan Mempraktekkan tata cara salat tarawih sudah ada peningkatan lagi, diantaranya :

a. Siswa lebih semangat dalam pembelajaran.

b. Siswa lebih kreatif.

c. Semua siswa aktif dalam proses pembelajaran.

d. Siswa tidak bosan dan tidak mengantuk.

e. Proses pembelajaran dapat dilakukan dengan tepat waktu.

Hasil tes siklus 2 menunjukkan bahwa dari 28 siswa yang mengikuti tes evaluasi, yang tuntas belajar adalah 27 anak.

Dengan demikian terjadi peningkatan sebesar 25%,yaitu dari 71,43% menjadi 96,43%. Nilai rata-rata kelas juga mengalami peningkatan yang baik dari 72,85 menjadi 81,78. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan ketrampilan siswa terhadap materi pembelajaran.

(11)

Palangka Raya.

(12)

Palangka Raya.

(13)

Palangka Raya.

(14)

Palangka Raya.

Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan menggunakan metode snowball throwing dapat meningkatkan hasil belajar salat tarawih siswa kelas 5 SDN Muara Laung 1-2 Tahun Pelajaran 2021/2022.

Melalui metode snowball throwing akan membangkitkan semangat belajar siswa. Proses pembelajaran akan lebih kreatif karena semua siswa dapat mengutarakan pendapatnya, siswa akan lebih aktif dan tidak merasa bosan. Sehingga dengan menggunakan metode snowball throwing proses pembelajaran akan lebih menyenangkan, aktif, kreatif dan tidak membosankan sehingga dengan menggunakan metode snowball throwing hasil belajar siswa dapat meningkat.

(15)

Palangka Raya.

Referensi

Ariana, Siti., Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Materi PAI MenggunakanMetode Snowball Trowing pada kelas III ., & IJTVET, J. (2020).

Asrori, I. (2012). Strategi Belajar Bahasa Arab. Malang:

Misykat.Dalyono. (1197). Psikologi Pendidikan.

Jakarta: Reneka Cipta.

(16)

Palangka Raya.

Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Darmi, Ismail, I. S. dan B. I. (2018). Metode Team Quis. Team Quiz Dapat Meningkatkan Minat Belajar Siswa SDN 13 Jaya, Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau, 7(2).

Gayatri, T. H. K. (2009). Penggunaan Metode Diskusi Untuk

Meningkatkan HasilBelajar Ipa Pada Siswa Kelas Iv Sdn Sambi 4 Tahun Pelajaran 2009/2010.

Kusumawati Naniek, P. M. P. K. Pengaruh Model Pembelajaran

Kooperatif denganSnowball Trowing Terhadap Hasil Belajar IPA Pada Siswa Kalas IV SDN Bondarang Kecamatan Sawoo Kabupaten

Ponorogo,. (2017). Jurnal KependidikanDasar Islam Berbasis Sains, 2(1).

Laporan Penelitian Tindakan Kelas.

Rohim, A. (2011). Pengaruh Minat Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa PadaBidang Studi PAI. Skripsi.

Sugiyono, M. P. K. (2013). Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sunendar. (2016). Dadang dan Iskandrwassid, Strategi Pembelajaran Bahasa.

Surawan, 2019, "Peningkatan Prestasi Belajar PAI dengan Model Pembelajaran PAKEM Pada Siswa Kelas VI Muhammadiyah

Sumbermulyo Bantul Yogyakarta", Journal of Classroom Action Reseach, Vol. 1, No. 1

Surawan, 2019. “Pola Internalisasi Nilai Keislaman Keluarga

Muhammadiyah Dan Islam Abangan”, Jurnal Hadratul Madaniyah, Vol. 4, No.2

Surawan. (2020). Dinamika Dalam Belajar : Sebuah Kajian Psikologi Penelitian. Yogyakarta : K-Media.

Suyatno. (2009). Menjelajah Pembelajaran Aktif. Surabaya: Musmedia BuanaPustaka.

Referensi

Dokumen terkait

Individu yang memiliki nilai sentralitas global terendah atau yang berperan sebagai kunci penyebar informasi pada jaringan komunikasi mengenai bibit dan pupuk adalah Ketua

resiko-resiko yang tidak diinginkan. Sekolah berharap dengan adanya jam pelajaran tambahan akan menjadikan siswa menjadi siap dalam menempuh ujian, baik itu ujian

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Gambaran Sel Darah Putih dan Indeks Stres Ayam Broiler yang Diberi Jamu Bagas Waras (Jahe, Kunyit, dan

*) Diisi untuk kerugian yang sudah terjadi maupun pasti akan terjadi loss dalam jumlah tertentu **) Diisi hanya untuk Kantor Cabang Bank Asing, apabila ada. PENDAPATAN (BEBAN)

Saya merasa sulit tidur, jika teringat pada kejadian gempa tahun 2006 Saya akan mengganti chanel TV ketika memberitakan mengenai bencana alam, karena mengingatkan saya pada

Jika komputer ini tidak dikonfigurasikan dengan drive 3,5 inci, Anda dapat memasang pembaca kartu media, drive disket atau hard drive pada ruang drive1. Ruang drive 3,5 inci terletak

7 Petugas memeriksa kembali jenis dan jumlah Resep 1 menit Kemasan Obat obat sesuai permintaan pada resep, Obat. lalu memasukkan obat kedalam wadah yang sesuai agar

Berdasarkan hasil penelitian (Lampiran 6) yang dilakukan oleh Widigdo &amp; Pariwono (2000) menunjukan bahwa nilai logam berat Cu yang diperoleh jauh lebih tinggi dibanding dengan