SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I) pada Jurusan
Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar
ST. HARLINAH ALI AR 105190084410
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 1435 H / 2014 M
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Judul Skripsi : Analisis Daya Serap Siswa Terhadap Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas X Di SMA YAPIP MAKASSAR Sungguminasa Gowa
Nama Penulis : ST. HARLINAH ALI AR
NIM : 105 19 00844 10
Jurusan : Pendidikan Agama Islam Fakultas : Fakultas Agama Islam
Setelah dengan seksama memeriksa dan meneliti, maka skripsi ini dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diajukan dan dipertahankan di hadapan tim penguji ujian skripsi Fakultas Agama Islam Unismuh Makassar.
Makassar, 10 Ramadhan 1435 H 7 juni 2014 M Disetujui:
Pembimbing I Pembimbing II
Markas Iskandar S.Ag,M.Pd.I Drs.Muri Khalid, M.Pd
NBM : 691468 NIDN: 659471
PENGESAHAN SKRIPSI Nama :ST. HARLINAH ALI. AR
Nim : 105 19 00844 10
Fakultas/ Jurusan : Agama Islam/ Pendidikan Agama Islam
Judul Skripsi : Analisis Daya Serap Siswa Terhadap Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Yayasan Pengembangan Ilmu Pengetahuan (YAPIP) Makassar Sungguminasa Gowa
Setelah dengan seksama memeriksa dan meneliti, maka proposal penelitian ini dinyatakan telah memenuhi syarat untuk dilanjutkan pada penelitian guna penyelesaian skripsi pada jurusan PAI Fakultas Agama Islam Unismuh Makassar.
Makassar, 10 Ramadhan 1435 H 15 juni 2014 M Disetujui
Pembimbing I Pembimbing II
Markas Iskandar, S.Ag, M.Pd.I Drs. Muri Khalid, M.Pd
NBM : 691 468 NIDN: 659 471
Mengetahui Wakil Dekan I
DR. Abd. Rahim Razaq, M. Pd NIDN : 0920085901
iii
ini menyatakan bahwa skripsi ini benar adalah hasil karya penulis/ peneliti sendiri.
Jika dikemudian hari terbukti bahwa ia merupakan duplikat, tiruan, plagiat, dibuat atau dibantu secara langsung oleh orang lain baik keseluruhan, maka skripsi dan gelar sarjana yang diperoleh karenanya batal hukum.
Makassar, 17 Jumadil Akhir 1435 H 17 April 2014 M
Penulis
St. Harlinah Ali AR NIM: 105 19 00844 10
iv
دﻌﺑﺎﻣا .نﯾﻌﻣﺟا ﮫﺑ ﺎﺣﺻﻟاو ...
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah swt. Tuhan semesta Alam, yang Maha Pengasih yang tiada pilih kasih, Maha Penyanyang yang rasa sayangnya tak terhenti dan berkat Rahmat, Taufik dan Inayah-Nyalah, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan sebaik- baiknya. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw., yang kita nantikan syafa’atnya fi yaumil qiyamah, beserta keluarganya, sahabatnya dan kepada seluruh umat Islam di seluruh alam.
Karya tulis yang sederhana ini diajukan kepada Fakultas Agama Islam Unismuh Makassar sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam.
Dengan kerendahan hati, penulis menyadari sepenuhnya akan kemampuan dan kekurangan dalam penyusunan skripsi ini. Banyak hambatan dan tantangan yang dilalui, akan tetapi berkat bantuan dan motivasi dari berbagai pihak maka skripsi ini dapat diselesaikan. Oleh karena itu, penulis menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada:
v
ketulusan doa yang selalu terpanjatkankan sehingga penulisan skripsi ini dapat terselesaikan, semoga semua jasa yang diberikan menjadi amal saleh serta diterima Allah swt. Skripsi ini penulis persembahkan sebagai kado kecil yang tak sepadan dengan pengorbanan mereka.
2. Suamiku, Tajuddin yang selama ini memberikan motivasi serta dana yang tiada henti.
3. Dr. H. Irwan Akib, M. Pd Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi Universitas Muhammadiyah Makassar.
4. Drs. H. Mawardi Pewangi, M.Pd.I Dekan Fakultas Agama Islam yang telah membantu penulis sejak menjadi mahasiswa hingga berakhirnya masa perkuliahan di Fakultas Agama Islam.
5. Amirah Mawardi, S.Ag, M.Si Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam yang senantiasa membantu penulis dalam persoalan akademik.
6. Markas Iskandar,S.Ag, M.Pd.I Pembimbing I dan Drs. Muri Khalid M.Pd Pembimbing II yang dalam kesibukannya tetap memberikan bimbingan dan masukan dengan penuh kesabaran hingga terselesaikan penulisan ini.
vi
8. Semua karyawan Tata Usaha Fakultas Agama Islam yang selalu melayani penulis dengan ikhlas, penulis ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
9. Bapak Kepala Sekolah, Staf Tata Usaha, Guru dan Siswa SMP Negeri 3 Bajeng Desa Bone Kec. Bajeng Kab. Gowa yang telah membantu penulis dalam melaksanakan penelitian di lapangan.
10.Teman-teman seperjuanganku “Bersamamu terjadi kenangan”
11.Semua pihak yang telah banyak membantu penulis yang tidak dapat disebutkan satu persatu
Akhir kata, Penulis berdo’a semoga Allah Swt senantiasa memberikan rahmat dan karunia-Nya dalam menjalankan kehidupan di hari-hari yang akan datang dan hanya Allah Swt yang membalas kebaikan semua pihak yang telah membantu penulis.
9 Jumadil Akhir 1435 H Makassar, ---
10 April 2014 M Penulis
St. Harlinah Ali AR NIM: 105 1900844 10
vii
MAKASSAR Sungguminasa Gowa. (Dibimbing oleh Markas Iskandar dan Muri Khalid)
Skripsi ini terfokus pada pembahasan daya serap siswa terhadap pelajaran pendidikan agama Islam, cara guru untuk menganalisis daya serap siswa terhadap pelajaran pendidikan agama Islam. Faktor-faktor yang menjadi tantangan dan peluang guru dalam menganalisis daya serap siswa terhadap pelajaran pendidikan agama islam.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 104 orang, sampel yakni guru 2 orang dan siswa 25 orang.Variabel yang digunakan dalam penelitian ini ialah variabel bebas yakni guru pendidikan agama islam sedangkan variabel terikat yakni daya serap siswa. data di kumpulkan dengan cara observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis dengan cara penggabungan antara deskriptif kualitatif dan kuantitatif.
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Analisis Daya Serap Siswa Terhadap Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas X Di SMA YAPIP MAKASSAR Sungguminasa Gowa di kategorikan rendah, ini terbukti dari 25 siswa kelas X SMA YAPIP MAKASSAR Sungguminasa yang menjadi sampel penelitian 17 orang (70,83%) yang dikategorikan rendah,. Dengan demikian hasil belajar yang diperoleh siswa kelas X SMA YAPIP MAKASSAR Sungguminasa Gowa berada pada kategori rendah dengan interval nilai antara 40-55.
Cara guru menganalisis daya serap siswa dengan melakukan tes hasil belajar setelah guru menjelaskan.
Faktor- Faktor yang menjadi tantangan dan peluang guru dalam menganalisis daya serap siswa ialah dengan mengetahui kondisi fisik siswa karena ada sebagian diantara mereka yang merasa minder karena kurang percaya diri. Faktor pendukung yang masih kurang seperti buku pelajaran sehingga siswa lambat dalam menerima dan memahami materi yang disampaikan pelajaran.
PENGESAHAN PEMBIMBING ... ii
HALAMAN KEASLIAN SKRIPSI... iii
HALAMAN PRAKATA... iv
HALAMAN ABSTRAK... vii
DAFTAR ISI... viii
DAFTAR TABEL... xi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 3
C. Tujuan Penelitian ... 4
D. Manfaat Penelitian ... 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Analisis Daya Serap Siswa ... 6
1. Pengertian Daya Serap Siswa... 6
2. Fungsi Daya Serap Bagi Siswa... ... 9
3. Faktor – faktor Penghambat Daya Serap Siswa... 10
4. Faktor – faktor Yang Mempengaruhi Daya Serap Belajar Siswa... ... 13
5. Bentuk – bentuk Analisis Guru Pai... ... 15
BAB III METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian... 27
B. Lokasi dan Obyek Penelitian ... 27
C. Variabel Penelitian... 28
D. Definisi Operasional Variabel ... 28
E. Populasi dan Sampel ... 29
F. Instrumen Penelitian ... 32
G. Tehnik Pengumpulan Data ... 33
H. Teknik Analisis Data ... 34
BAB IV TINJAUAN PUSTAKA A. Kondisi Objektif Lokasi Penelitian... 36
B. Deskripsi Analisis Daya Serap Siswa Terhadap Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas x Di SMA Yapip Makassar Sungguminasa Gowa ... ... 43 C. Deskripsi cara guru untuk menganalisis daya serap siswa
Terhadap Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas x Di SMA Yapip Makassar Sungguminasa Gowa...
SMA YAPIP MAKASSAR Sungguminasa Gowa... 45 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan... 47 B. Saran ... ... 48
DAFTAR PUSTAKA
Tabel 2 Keadaan Sampel...32
Tabel 3 Interval nilai dan kategori...35
Tabel 4 Keadaan Tenaga Pendidik...38
Tabel 5 Keadaan siswa...41
Tabel 6 Keadaan Sarana dan Prasarana...42
Tabel 7 Daftar Distribusi Frekuensi AL-Quran merupakan pembeda antara yang benar dan yang salah, yang baik dan buruk...44
Tabel 8 Daftar distribusi frekuensi fungsi hadits terhadap AL-Quran adalah sebagai bayan at-tasyri yang berarti...45
Tabel 9 Daftar distribusi frekuensisemua ibadah harus dilakukan dengan tujuan...46
Tabel 10 Daftar Distribusi frekuensi masyarakat arab sebelum Nabi Muhammad saw diutus sebagai rasul pada umumnya beragama...47
Tabel 11 Daftar distribusi frekuensi berikut ini termasuk orang-orang yang masuk islam pada waktu dakwa dilakukan Rasulullah saw secara sembunyi sembunyi, kecuali...48
Tabel 12 Daftar distribusi frekuensi salah satu ajaran islam periode mekah yang harus didakwakan Rasulullah saw di awal kenabian adalah...49
Tabel 13 Daftar distribusi frekuensi pernyataan yang termasuk syarat sah
pelaksanaan suatu hukum syara’ ialah: 1)Sala satu manfaat nikah adalah halalnya hubungan badan 2)orang yang beragama islam. 3)berdoa setelah
kecuali...51
Tabel 15 Daftar distribusi frekuensi yang termasuk perilaku yang sesuai dengan kandungan AL-Quran surah Ali imran:159 dan Asy- Syura:38, kecuali...52
Tabel 16 Daftar distribusi frekuensi keyakinan rejeki itu diatur oleh Allah swt melalui malaikatnya mendorong muslim dan muslimah apabila memperoleh rejeki.54
Tabel 17 Daftar distribusi frekuensi yang termasuk ciri orang yang beriman kepada malaikat, kecuali... ...55
Tabel 18 Daftar distribusi frekuensi yang termasuk ciri ciri orang yang beriman
kepada malaikat adalah(1) gemar melaksanakan shalat berjamaah, (2) gemar beperilaku dermawan, (3) senang memenuhi keinginan seseorang, (4)
senang menuntut ilmu, (5)gemar membaca Al-quran...57
Tabel 19 Daftar distribusi frekuensi perbedaan antara malaikat dan manusia,
kecuali...58
Tabel 20 Daftar distribusi frekuensi malaikat yang bertugas mencabut nyawa seluruh mahluk hidup bernama...59
Tabel 21 Daftar distribusi frekuensi yang termasuk orang yang percaya pada diri sendiri...60
Tabel 22 Daftar distribusi frekuensi, Persentase dan kategori hasil belajar pendidikan Agam Islam Kelas X SMA YAPIP MAKASSAR Sungguminasa Gowa...61
1 A. Latar Belakang Masalah
Bangsa indonesia telah melaksanakan pembangunan disegalah bidang. Di bidang pendidikan telah diusahakan pembaharuan-pembaharuan dengan maksud menyesuaikan dengan perkembangan yang berlangsung dalam masyarakat. Salah satunya bidang pendidikan tersebut ialah bidang agama.
Pendidikan agama merupakan mata pelajaran yang sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan siswa dalam menempuh pendidikan didunia dan akhirat kelak. Oleh karena itu pendidikan agama islam perlu mendapatkan perhatian yang sungguh – sungguh, terutama di SMA YAPIP MAKASSAR Sungguminasa. Siswa SMA dituntut untuk menguasai pendidikan agama islam yang terlihat bentuk hasil belajar yang tinggi. Namun kenyataan dilapangan masih ditemukan adanya siswa yang memperoleh hasil yang sedang bahkan masih ada yang rendah. Kondisi seperti ini berdasarkan penuturan guru-guru di SMA YAPIP MAKASSAR Sungguminasa. Adanya problema tersebut maka perlu dilakukan usaha- usaha dalam menganalisis hasil belajar pendidikan agama islam. Oleh karena itu orang tua dan guru – guru perlu mendeteksinya dengan baik.
Usaha-usaha yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan termasuk peningkatan hasil belajar pendidikan agama islam belum menjamin tercapainya hasil belajar pendidikan agama islam yang tinggi, karena banyak faktor yang terlibat didalamnya. Salah satu faktor yang palin utama ialah faktor siswa sebagai peserta didik, karena siswa merupakan sasaran sekaligus sebagai komponen pendidikan
Salah satu cara yang ditempuh untuk mengetahui keberhasilan yang dicapai anak didik adalah dengan mengadakan tes hasil belajar, yaitu suatu tes yang dilaksanakan setiap mengakhiri satu atau beberapa pokok bahasan.
Berhasil atau tidaknya seorang siswa dalam belajar dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor - faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar tersebut dapat berhasil dari dalam diri siswa itu sendiri, maupun dari luar dirinya. Faktor - faktor yang berasal dari dalam diri siswa seperti sikap, minat, bakat, kecerdasan dan kreatifitas sedangkan faktor - faktor yang berasal dari luar dirinya seperti lingkungan. Lingkungan yang berkaitan dengan perkembangan budaya dan masyarakat yang sering bertentangan dengan nilai-nilai agama mempunyai daya tarik yang sangat kuat bagi remaja untuk mencobanya.
Maka dari itu analisis daya serap siswa merupakan sebagian dari faktor yang turut menentukan hasil belajar pendidikan agama islam. Karena
semakin tinggi tingkat daya serap seorang siswa maka semakin baik pula hasil belajarnya, demikian pula sebaliknya.
Berdasarkan uraian di atas, penulis termotivasi untuk meneliti “Analisis daya serap siswa terhadap pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas X SMA YAPIP MAKASSAR Sungguminasa”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka permasahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:
1. Bagaimana daya serap siswa terhadap pelajaran pendidikan agama Islam siswa kelas
X
SMA YAPIP MAKASSAAR Sungguminasa?2. Bagaimana cara guru untuk menganalisis daya serap siswa terhadap pelajaran pendidikan agama Islam siswa kelas
X
SMA YAPIP MAKASSAR Sungguminasa?3. Faktor – faktor apa saja yang jadi tantangan dan peluang guru dalam menganalisis daya serap siswa terhadap pelajaran pendidikan agama Islam siswa kelas
X
SMA YAPIP MAKASSAR Sungguminasa?C.Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas,maka tujuan dari penelitian ini ialah:
1. Untuk mengetahui bagaimana analisis daya serap siswa terhadap pelajaran pendidikan agama Islam siswa kelas
X
SMA YAYASAN PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN (YAPIP) MAKASSAR Sungguminasa.2. Untuk mengetahui bagaimana cara guru menganalisis daya serap siswa terhadap pelajaran pendidikan agama Islam siswa kelas
X
SMA YAYASAN PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN (YAPIP) MAKASSAR Sungguminasa.3.
Unyuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat dalam menganalisis daya serap siswa terhadap pelajaran pendidikan agama islamsiswa kelasX
YAYASAN PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN (YAPIP) MAKASSARD. Manfaat penelitian
Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah:
1. Sebagai informasi yang dapat dijadikan bahan masukan bagi guru bidang studi pendidikan agama Islam dalam rangka meningkatkan hasil belajar pendidikan agama Islam.
2. Sebagai bahan perbandingan bagi peneliti-peneliti lain dibidang yang sama serta menjadi bahan masukan yang bermanfaat bagi semua pihak yang berkecimpung dalam dunia pendidikan,khususnya pendidikan agama Islam.
3. Sebagai bahan latihan bagi penulis untuk menyatakan daya nalar serta menyusun buah pikiran secara sistematis dan tertulis dalam bentuk karya ilmiah.
6 A. Analisis Daya Serap Siswa
1. Pengertian Daya Serap Siswa
Daya serap siswa adalah siswa yang mempunyai segalah macam karakter, dan sikap siswa. Oleh karena itu daya serap dalam jiwa pendidikan agama islam adalah hal yang sangat mendasar bagi siswa yang masih rendah daya serapnya dalam menerima pelajaran.
Zainal, Mukadir (2010 :21 ) berpendapat bahwa:
Daya secara bahasa mempunyai arti sebagai kemanpuan melakukan suatu atau kemampuan bertindak, upaya (yang meyebabkan sesuatu bergerak dan sebagai berikut) melihat, akal, ikhtiar, upaya (ia berusaha siswa dengan segala ada padanya ). Daya adalah tenaga atau kemanpuan untuk melakukan suatu kegiatan ;tenaga yang menyebabkan timbulnya suatu gerak usaha,ikhtiar.
Daya serap dalam kamus besar bahasa indonesia diartikan sebagai kemanpuan seseorang atau sesuatu untuk menyerap”pelajaran yang disampaikan oleh guru maka dengan cepat ia dapat mengerti ,memahami dan mengingatnya. Berdasarkan pengertian diatas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa daya serap belajar adalah keemanpuan siswa dalam mempelajari apa yang diajarkan, dibaca, didengar dan dipelajari. Daya adalah tenaga atau kemampuan untuk melakukan suatu kegiatan; tenaga yang menyebabkan timbulnya gerak usaha, ikhtiar.
Adapun defenisi belajar yang dikemukakan oleh Slameto (2003:2) mengatakan bahwa :
Belajar adalah proses usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah lakuyang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam intraksi dengan lingkungannya.
Hamdani, (2011: 21) mengatakan bahwa “Belajar adalah perubahan tingkah laku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan. Misalnya membaca, mengamati, mendengarkan, meniru, dan sebagainya”.
Oemar H. Malik dalam Khoiri (2006:24) mengatakan bahwa: “Belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara bertingkah laku berkat pengalaman dan latihan”.
Berdasarkan beberapa pengertian tersebut di atas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa daya serap siswa adalah kemampuan siswa dalam mempelajari apa yang diajarkan, dibaca, didengar, dan dipelajari.
Tujuan menuntut ilmu adalah untuk menghilangkan kebodohan dan menyiarkan agama, agar penduduk dunia dapat membenahi kehidupannya dengan agama,baik dia sebagai pejabat, pedagang petani, maupun pengusaha. Jika semuanya sudah serba agamis, maka keseluruhannya dapat hidup aman dan tentram. Sebagaimana disebutkan dalam sabda Rasulullah saw:
َرْﯾَرْھ ِبَا ْنَﻋ َو.
ِﺿَر َة َﻰ ٌنَا ُﮫْﻧَﻋ ْﷲ َل ُوْﺳَر
ْﻠِﻋ ِﮫْﯾِﻓ ُسِﺋَﺗْﻠَﯾ ﺎًﻘْﯾ ِرَط َكَﻠَﺳ ْنَﻣ َو:َلَﺎﻗ م.ص ِﷲ َلٌﮭَﺳ ﺎًﻣ
ُﷲ
(مﻠﻣ هاور).ِﺔٌﻧَﺟْا َﻰﻟِا ﺎًﻘْﯾ ِرَط ُﮫَﻟ Artinya:
Dari Abu Hurairah ra. Bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda:
“Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah memudahkan bagi orang itu karena ilmu tersebut jalan menuju ke surga.” (HR. Muslim),
Ada tiga amalan seseorang yang tidak terputus setelah ia meninggal yaitu, amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh. Rasulullah saw bersabda:
ْنَﻋ َو
م .ص ِﷲ ْل ْوُﺳَر لﺎَﻗ :َلﺎﻗ ُﮫْﻧَﻋ ُﷲ َﻰ ِﺿَر ُه ِا ُﮫُﻠَﻣَﻋ َﻊَطَﻘْﻧ ِا َم َد َا ُنْﺑا ت ﺎَﻣاَد ِا
:ٍث َﻼَﺛ ْنِﻣ ٌﻻ
ٍﺔَﯾ ِرَﺎﺟ ٍﺔَﻗ َدَﺻ
ٍحِﺎَﺻ ٍدَﻟ َو ْو َا .ِﮫِﺑ ُﻊَﻔَﺗْﻧُﯾ ٍمْﺎِﻋ ْوَا , .ُﮫَﻟ ْوُﻋْدَﯾ
(مﺎﻣ هاور) Artinya:
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Rasulullah saw. Bersabda: “Apabila anak Adam (manusia) mati, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga hal, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat,atau anak saleh yang selalu mendoakannya.”(HR. Muslim),
Orang yang keluar rumah dengan tujuan menuntut ilmu akan dilindungi oleh Allah swt.sebagaimana sabda Rasulullah saw:
ِﷲ ِلْﯾِﺑَﺳ ْرَﯾ ٌقَﺣ
.َﻊِﺟ
سﺣ تﺑ دﺣ لﻣو ىدﻣ رﺗﻟا هاور) (
Artinya:
Dari Anas ra,ia berkata:Rasulullah saw. Bersabda: “Barang siapa keluar dengan tujuan menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah sampai ia kembali.”(HR.Turmudzi),
Ada keistimewaan yang diperoleh orang – orang yang belajar.
Rasulullah saw bersabda:
ُتْﻌِﻣَﺳ :َلﺎَﻗ ُﮫْﻧَﻋ ُﷲ َﻰ ِﺿَر ُﮫْﻧﻋو
:ُل ْوُﻘَﯾ م ص ِﷲ َل ْوُﺳَر ِد ُﻻِا ﺎَﺣْﯾِﻓﺎَﻣ ٌن ْوُﻋْﺎَﻣ ﺎَﯾْﻧ ْدُﻟَا
ﻰَﻟ ﺎَﻌَﺗ ِﷲ َرْﻛ
دﻣ رﺗﻟ ا هاور) .ﺎًﻣُﺎَﻌَﺗُﻣ ْو َا ﺎَﻣِﻟ ﺎَﻋ َو ,ُهَﻻا َو ﺎَﻣ َو
(سﺣ تﯾ دﺣ ل ﺎﻗ و ى
Artinya:
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw.
Dunia dan segalah isinya adalah terkutuk kecuali zikir dan taat kepada Allah, serta orang yang alim dan orang yang belajar.” (HR.Turmudzi), 2. Fungsi daya serap bagi siswa
a. Daya serap dapat meningkatkan wawasan dan berfikir anak.sebagai contoh anak yang mempunyai daya serap tinggi pada mata pelajaran ,maka wawasan tentang pelajaran luas ,serta dapat berfikir luas tentang manfaat ilmu yang diserap pada waktu pelajaran.
b. Daya serap sebagai tenaga pendorong yang kuat.Daya serap anak untuk menguasai pelajaran bisa mendorongnya untuk terus belajar dan ingin tau secara mendalam.
c. Prestasi selalu dipengaruhi daya serap yang tinggi.Untuk dapat mengerjakan soal tes dengan baik dan benar,tentunya diharapkan siswa mempunyai dayaserap yang tinggi terhadap pelajaran.
d. Daya serap sebagai siswa dalam belajar diartikan juga sebagai minat siswa meskipun diajar oleh guru yang sama dan diberi pelajaran tapi
antara satu anak dan yang mendapatkan jumlah pengetahuan yang lebih baik.
3. Faktor-faktor penghambat daya serap siswa
Secara umum, faktor-faktor penyebab kurangnya daya serap siswa di sekolah antara lain:
1. Karena mereka tidak terbiasa dengan budaya membaca sehingga mereka lambat alam menganalisis sesuatu.
2. Kebiasaan dalam belajar hanya menghafal melulu. Dapat diamati bahwa siswa yang telah terbiasa dalam budaya membaca tidak mengalami kesulitan dalam proses belajar mengajar.
3. Banyaknya siswa yang tidak terbiasa dengan budaya membaca mengakibatkan mereka tidak memiliki daya serap yang tinggi
4. Daya serap yang tinggi selain disebabkan oleh faktor IQ juga ditentukan oleh pelaksanaan agenda kehidupan atau pemanfaatan waktu. Seringkali siswa yang pandai mengatur masalah waktu dan gemar disiplin dalam hal belajar, maka akan menjadikan dirinya sebagai siswa yang memiliki daya serap tinggi di sekolah. Hal ini membuktikan bahwa kedisiplinan pada diri siswa merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya serap siswa.
Adapun faktor lain penghambat daya serap siswa yaitu a. Faktor intern siswa
Gangguan atau kekurangan ke mampuan psiko-fisik siswa, yakni : rendahnya kapasitas intelektual/inteligensi siswa yang bersifat kognitif (ranah cipta), labilnya emosi dan sikap yang bersifat afektif (ranah rasa),terganggunya alat-alat indera penglihat dan pendengar (mata dan telinga) yang bersifat psikomotor (ranakarsa.)
b. Faktor Ekstern Siswa
Meliputi semua situasi dan kondisi lingkungan sekitar yang tidak mendukung aktivitas belajar siswa.
1. Faktor lingkungan ini terdiri dari:
a) Lingkungan keluarga b) Lingkungan masyarakat c) Lingkungan sekolah.
2. Diagnosis Kesulitan Belajar a) Melakukan observasi kelas
b) Memeriksa penglihatan dan pendengaran siswa khususnya yang diduga mengalami kesulitan belajar
c) Mewawancarai orang tua atau wali siswa
d) Memberikan tes diagnostik bidang kecakapan tertentu e) Memberikan tes kemampuan intelegensi (IQ).
3. Kiat Mengatasi Kesulitan Belajar a) Menganalisa hasil diagnosis
b) Mengidentifikasi dan menentukan bidang kecakapan tertentu yang memerlukan perbaikan
c) Menyusun program perbaikan, khususnya program remedial teaching (pengajaran perbaikan).
Pada tahap berikutnya mengajar ialah proses memberikan bimbingan/bantuan kepada anak didik dalam melakukan proses. Hakikat belajar adalah perubahan, maka hakikat belajar mengajar adalah proses perubahan yang dilakukan oleh guru. Ada empat jenis-jenis belajar yaitu:
a. habituasi yaitu belajar untuk menggambarkan stimulus yang menjadi familiar dan tidak memiliki konsekuensi serius.
b. Pengondisian yang dimaksud pengondisian klasik adalah belajar memulai suatu peristiwa yang terjadi setelah peristiwa lain
c. Pengondisian operat adalah orang belajar memulai sesuatu respont yang akan diikuti oleh urutan tertentu.
d. Belajar kompleks yaitu belajar melibatkan sesuatu selain membentukan asosiasi, salah satu contoh menerapkan satu strategi saat memecahkan masalah, atau mengonstruksi peta mentalnya lingkungan seseorang.
Sebagaimana dalam QS. An-Nahl (16:125 )
Terjemahnya:
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.
Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang- orang yang mendapat petunjuk. (Kemenag RI, 2011)
4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Daya Serap Belajar Siswa 1. Faktor Internal Siswa meliputi dua aspek, yakni :
a. Aspek fisiologis (yang bersifat jasmaniah) Kondisi umum jasmani dan tonus (tegangan otot) yang menandai tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan sendi-sendinya, dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran
b. Aspek psikologis (yang bersifat rohaniah) - Tingkat kecerdasan/intelegensi siswa
Intelegensi diartikan sebagai kemampuan psiko-fisik untuk mereaksi rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara yang tepat.
- Sikap siswa
Sikap adalah gejala internal yang berdimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespons (response tendency) dengan cara yang relative tetap terhadap objek orang, barang, dan sebagainya, baik secara positif maupun negatif.
- Bakat siswa
Bakat (aptitude) adalah kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang.
- Minat siswa
Minat (interest) berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Minat tidak termasuk istilah popular dalam psikologi karena ketergantungannya yang banyak pada faktor-faktor internal lainnya, seperti pemusatan perhatian, keingintahuan, motivasi dan kebutuhan.
- Motivasi siswa
Merupakan keadaan internal organisme baik manusia ataupun hewan yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu (pemasok daya). Motivasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu:
1. Motivasi intrinsik: Hal dan keadaan yang berasal dari dalam diri siswa sendiri yang mendorongnya untuk belajar.
2. Motivasi ekstrinsik. Hal dan keadaan yang datang dari luar individu siswa yang juga mendorongnya untuk belajar.
2. Faktor Eksternal Siswa a. Lingkungan Sosial
Para guru, para staf administrasi, dan teman-teman sekelas yang dapat mempengaruhi semangat belajar seorang siswa.
b. Lingkungan Nonsosial
Gedung sekolah dan letaknya, rumah tempat tinggal keluarga siswa dan letaknya, alat-alat belajar, keadaan cuaca, dan waktu belajar yang digunakan siswa.
3. Faktor Pendekatan Belajar
Merupakan cara atau strategi yang digunakan siswa dalam menunjang keefektifan dan efisiensi proses mempelajari materi tertentu. Strategi dalam hal ini berarti seperangkat langkah operasional yang direkayasa sedemikian rupa untuk memecahkan masalah atau mencapai tujuan belajar tertentu.
5. Bentuk – bentuk Analisis Guru Pai
Suharsimi Arikunto (2009:1) mengatakan bahwa: Evaluasi ialah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil keputusan.
Evaluasi dapat digunakan dalam dua jenis tehnik yaitu
1. Teknik tes; biasanya diginakan untuk mengumpulkan data mengenai aspek kemanpuan dimana yang kita kenal seperti:
a. Tes kepribadian, yaitu tes yang digunakan untuk mengungkap kepribadian seseorang. Yang diukur seperti kreatifitas, disiplin, kemanpuan khusus, dan sebagainya.
b. Tes bakat, yaitu tes yang digunakan untuk mengukur atau mengetahui bakat seseorang.
c. Tes intelegensi, yaitu tes yang digunakan untuk mengadakan estimasi atau perkiraan terhadap tingkat intelektual seseorang dengan cara memberikan berbagai tugas kepada orang yang akan diukur intelegensinya.
d. Tes sikap, yaitu alat yang digunakan untuk mengadakan pengukuran terhadap berbagai sikap seseorang.
e. Tes minat, yaitu alat untuk menggali minat seseorang terhadap sesuatu.
f. Tes prestasi, yaitu tes yang digunakan untuk mengukur pencapaian seseorang setelah mempelajari sesuatu.
2. Teknik non test; biasanya digunakan untuk menilai aspek kepribadian yang lain misalnya minat, pendapat, kecenderungan dan lain-lain, dimana digunakan:
a. wawancara b. angket
c. observasi, dan sebagainya.
d. daftar cocok
e. Riwayat hidup
B. Pendidikan Agama Islam
1. Pengertian Pendidikan Agama Islam
Pengertian pendidikan itu bermacam-macam, hal ini disebabkan karena perbedaan falsafah hidup yang dianut dan sudut pandang yang memberikan rumusan tentang pendidikan itu.
Menurut Suhertian (2000 : 1) mengatakan bahwa pendidikan adalah
"usaha sadar yang dengan sengaja dirancangkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.”
Ihsan (1996 : 1) mengatakan bahwa:
Pendidikan merupakan usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat dan kebudayaan. Atau dengan kata lain bahwa pendidikan dapat diartikan sebagai suatu hasil peradaban bangsa yang dikembangkan atas dasar pandangan hidup bangsa itu sendiri (nilai dan norma masyarakat) yang berfungsi sebagai filsafat pendidikannya atau sebagai cita-cita dan pernyataan tujuan pendidikannya.
Sedangkan, Zuhairani (1983 : 27) pendidikan agama islam berarti
"usaha-usaha secara sistematis dan pragmatis dalam membantu anak didik agar mereka hidup sesuai dengan ajaran Islam".
Syariat islam tidak akan dihayati dan diamalkan orang kalau hanya diajarkan saja, tetapi harus dididik melalui proses pendidikan nabi sesuai ajaran Islam dengan berbagai metode dan pendekatan dari satu segi kita
lihat bahwa pendidikan islam itu lebih banyak ditujukan kepada perbaikan sikap mental yang akan terwujud dalam amal perbuatan baik bagi keperluan diri sendiri maupun orang lain. Dari segi lainnya, pendidikan islam tidak bersifat teoritis saja, tetapi juga praktis. Ajaran islam tidak memisahkan antara iman dan amal shaleh.
Zakiah Drajat (1992 : 25-28) :
Pendidikan islam adalah sekaligus pendidikan iman dan pendidikan amal dan juga karena ajaran islam berisi tentang ajaran sikap dan tingkah laku pribadi masyarakat menuju kesejahteraan hidup perorangan dan bersama, maka pendidikan islam adalah pendidikan individu dan pendidikan masyarakat. Semula yang bertugas mendidik adalah para Nabi dan Rasul selanjutnya para ulama, dan cerdik pandailah sebagai penerus tugas, dan kewajiban mereka.
Menurut Muhaimin (2003: ), bahwa pendidikan agama islam merupakan salah satu bagian dari pendidikan islam.
Bawani (1993 : 65) mengatakan bahwa:
Pendidikan agama dapat didefenisikan sebagai upaya untuk mengaktualkan sifat-sifat kesempurnaan yang telah dianugerahkan oleh Allah Swt kepada manusia, upaya tersebut dilaksanakan tanpa pamrih apapun kecuali untuk semata-mata beribadah kepada Allah.
Ali (1995 : 139) Ahli lain juga menyebutkan bahwa:
Pendidikan agama adalah sebagai proses penyampaian informasi dalam rangka pembentukan insan yang beriman dan bertakwa agar manusia menyadari kedudukannya, tugas dan fungsinya di dunia dengan selalu memelihara hubungannya dengan Allah, dirinya sendiri, masyarakat dan alam sekitarnya serta tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa (termasuk dirinya sendiri dan lingkungan hidupnya) Para ahli pendidikan islam telah mencoba memformutasi pengertian pendidikan Islam, di antara batasan yang sangat variatif tersebut adalah :
1. Al-Syaibany mengemukakan bahwa pendidikan agama islam adalah proses mengubah tingkah laku individu peserta didik pada kehidupan pribadi, masyarakat dan alam sekitarnya. Proses tersebut dilakukan dengan cara pendidikan dan pengajaran sebagai sesuatu aktivitas asasi dan profesi di antara sekian banyak profesi asasi dalam masyarakat.
2. Muhammad fadhil al-Jamaly mendefenisikan pendidikan Islam sebagai upaya pengembangan, mendorong serta mengajak peserta didik hidup lebih dinamis dengan berdasarkan nilai-nilai yang tinggi dan kehidupan yang mulia. Dengan proses tersebut, diharapkan akan terbentuk pribadi peserta didik yang lebih sempurnah, baik yang berkaitan dengan potensi akal, perasaan maupun perbuatanya.
3. Ahmad D. Marimba mengemukakan bahwa pendidikan islam adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadian yang utama (insan kamil)
Dari batasan di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa pendidikan Islam adalah suatu sistem yang memungkinkan seseorang (peserta didik) agar dapat mengarahkan kehidupannya sesuai dengan ideologis atau gaya pandang umat islam selama hidup di dunia.
Adapun pengertian lain pendidikan agama islam secara alamiah adalah manusia tumbuh dan berkembang sejak dalam kandungan sampai meninggal, mengalami proses tahap demi tahap. Demikian pula kejadian alam semesta ini diciptakan Tuhan melalui proses setingkat demi setingkat, pola perkembangan manusia dan kejadian alam semesta yang berproses demikian adalah berlangsung di atas hukum alam yang ditetapkan oleh Allah sebagai “sunnatullah”.
Pendidikan sebagai usaha membina dan mengembangkan pribadi manusia dari aspek-aspek rohaniah dan jasmani juga harus berlangsung secara bertahap oleh karena suatu kematangan yang bertitik akhir pada
optimalisasi perkembangan dan pertumbuhan dapat tercapai bilamana berlangsung melalui proses demi proses ke arah tujuan akhir perkembangan atau pertumbuhannya.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa pendidikan agama Islam adalah usaha sadar atau kegiatan yang disengaja dilakukan untuk membimbing sekaligus mengarahkan anak didik menuju terbentuknya pribadi yang utama (insan kamil) berdasarkan nilai-nilai etika islam dengan tetap memelihara hubungan baik terhadap Allah Swt (HablumminAllah) sesama manusia (hablumminannas), dirinya sendiri dan alam sekitarnya.
2. Tujuan Pendidikan Agama Islam
Sebelum peneliti mengemukakan tujuan Pendidikan Agama tersebut terlebih dahulu akan mengemukakan tujuan pendidikan secara umum.
Tujuan pendidikan merupakan faktor yang sangat penting, karena merupakan arah yang hendak dituju oleh pendidikan itu.Demikian pula halnya dengan Pendidikan Agama Islam, yang tercakup mata pelajaran akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama.
Tujuan pendidikan secara formal diartikan sebagai rumusan kualifikasi, pengetahuan, kemampuan dan sikap yang harus dimiliki oleh anak didik
setelah selesai suatu pelajaran di sekolah, karena tujuan berfungsi mengarahkan, mengontrol dan memudahkan evaluasi suatu aktivitas sebab tujuan pendidikan itu adalah identik dengan tujuan hidup manusia.
Dari uraian di atas tujuan Pendidikan Agama peneliti sesuaikan dengan tujuan Pendidikan Agama di lembaga-lembaga pendidikan formal dan peneliti membagi tujuan Pendidikan Agama itu menjadi dua bagian dengan uraian sebagai berikut :
a) Tujuan Umum
Tujuan umum Pendidikan Agama Islam adalah untuk mencapai kwalitas yang disebutkan oleh al-Qur'an dan hadits sedangkan fungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan kmampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mengembangkan fungsi tersebut pemerintah menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional yang tercantum dalam Undang- Undang Sisdiknas no. 20 tahun 2003.
Dari tujuan umum pendidikan di atas berarti Pendidikan Agama bertugas untuk membimbing dan mengarahkan anak didik supaya menjadi muslim yang beriman teguh sebagai refleksi dari keimanan yang telah dibina
oleh penanaman pengetahuan agama yang harus dicerminkan dengan akhlak yang mulia sebagai sasaran akhir dari Pendidikan Agama itu.
Tujuan umum pendidikan Islam adalah terwujudnya manusia sebagai hambah Allah, ia mengatakan bahwa tujuan ini akan mewujudkan tujuan- tujuan khusus. Tujuan itu adalah untuk semua manusia. Jadi menurut Islam, pendidikan haruslah menjadikan seluruh manusia menjadi manusia yang menghambakan diri kepada Allah atau dengan kata lain beribadah kepada Allah. Islam menghendaki agar manusia dididik supaya ia mampu merealisasikan tujuan hidupnya sebagaimana yang telah digariskan oleh Allah. Tujuan hidup manusia itu menurut Allah adalah beribadah kepada Allah, ini diketahui dari QS. Az-Zariyat (51:56)
Terjemahnya:
dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (Kemenag RI, 2011:523)
b) Tujuan khusus pendidikan Agama adalah tujuan yang disesuaikan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai dengan jenjang pendidikan yang dilaluinya, sehingga setiap tujuan Pendidikan Agama pada setiap sekolah mempunyai tujuan yang berbeda – beda, seperti tujuan pendidikan
Agama di SMP, SMA dan berbeda pula dengan tujuan Pendidikan Agama diperguruan tinggi.
Tujuan khusus pendidikan seperti di SMA adalah untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut serta meningkatkan tata cara membaca al-Qur’an dan tajwid sampai kepada tata cara menerapkan hukum bacaan mad dan wakaf.
Membiasakan perilaku terpuji seperti qanaah dan tasawuh dan menjawukan diri dari perilaku tercela seperti ananiah, hasad, ghadab dan namimah serta memahami dan meneladani tata cara mandi wajib dan shalat- shalat wajib maupun shalat sunat. Sedangkan tujuan lain untuk menjadikan anak didik agar menjadi pemeluk agama yang aktif dan menjadi masyarakat atau warga negara yang baik dimana keduanya itu terpadu untuk mewujudkan apa yang dicita-citakan merupakan suatu hakekat, sehingga setiap pemeluk agama yang aktif secara otomatis akan menjadi warga negara yang baik, terciptalah warga negara yang pancasilais dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa.
1.2 Ruang Lingkup Ajaran Islam
Ruang lingkup ajaran islam meliputi tiga bidang yaitu aqidah, syari’ah dan akhlak
a. Aqidah
Aqidah arti bahasanya ikatan atau sangkutan. Bentuk jamaknya ialah
aqa’id. Arti aqidah menurut istilah ialah keyakinan hidup atau lebih khas lagi iman. Sesuai dengan maknanya ini yang disebut aqidah ialah bidang keimanan dalam islam dengan meliputi semua hal yang harus diyakini oleh seorang muslim/mukmin. Terutama sekali yang termasuk bidang aqidah ialah rukun iman yang enam, yaitu iman kepada Allah, kepada malaikat-malaikat- Nya, kepada kitab-kitab-Nya, kepada Rasul-rasul-Nya, kepada hari Akhir dan kepada qada’dan qadar.
b. Ibadah
Ibadah ialah bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah dengan jalan menaati segala perintahnya dan menjauhi segala larangan – larangannya, dan mengamalkan segalah yang diizinkan Allah.
Ibadah ada dua macam yaitu:
1. Ibadah umum yaitu, segalah amal yang diizinkan Allah
2. Ibadah khusus yaitu, Apa yang telah ditetepkan Allah dengan segalah perincian – perinciannya, tingkahlaku dan cara – cara yag tertentu.
c. Akhlak/etika
Akhlak adalah berasal dari bahasa Arab jamat dari “khuluq” yang artinya perangai atau tabiat. Sesuai dengan arti bahasa ini, maka akhlak adalah bagian ajaran islam yang mengatur tingkahlaku perangai manusia.
Ibnu Maskawaih mendefenisikan akhlak dengan “keadaan jiwa seseorang yang mendorongnya melakukan perbuatan-perbuatan tanpa melalui
pertimbangan fikiran”. Akhlak ini meliputi akhlak manusia kepada tuhan, kepada nabi/rasul, kepada diri sendiri, kepada keluarga, kepada tetangga, kepada sesama muslim, kepada non muslim
Etika adalah perbuatan baik yang timbul dari orang yang melakukannya dengan sengaja dan berdasarkan kesadarannya sendiri serta dalam melakukan perbuatan itu dia tau bahwa itu termasuk perbuatan baik atau buruk. Etika harus dibiasakan sejak dini, seperti anak kecil ketika makan dan minum dibiasakan bagaimana etika makan atau etika minum, pembiasaan etika makan dan minum sejak kecil akan berdampak setelah dewasa. Sama halnya dengan etika berpakaian, anak perempuan dibiasakan menggunakan berpakaian berciri khas perempuan seperti jilbab sedangkan laki-laki memakai kopya dan sebagainya. Islam sangat memperhatikan etika berpakai sebagaimana yang tercantum dalam surat al-Ahsab di atas.
1.3 Pentingnya Pendidikan Agama Bagi Kehidupan
Agama sangatlah penting dalam kehidupan manusia. Demikian pentingnya agama dalam kehidupan manusia, sehingga diakui atau tidak sesungguhnya manusia sangatlah membutuhkan agama dan sangat dibutuhkanya agama oleh manusia. Tidak saja di massa premitif dulu sewaktu ilmu pengetahuan belum berkembang tetapi juga di zaman modern sekarang sewaktu ilmu dan teknologi telah demikian maju.
Berikut ini sebagian dari bukti-bukti mengapa agama itu sangat penting dalam kehidupan manusia.
a. Agama merupakan sumber moral
Manusia sangatlah memerlukan akhlaq atau moral, karena moral sangatlah penting dalam kehidupan. Moral adalah mustika hidup yang membedakan manusia dari hewan. Manusia tanpa moral pada hakekatnya adalah binatang dan manusia yang membinatang ini sangatlah berbahaya, ia akan lebih jahat dan lebih buas dari pada binatang buas sendiri.
Tanpa moral kehidupan akan kacau balau, tidak saja kehidupan perseorangan tetapi juga kehidupan masyarakat dan negara, sebab soal baik buruk atau halal haram tidak lagi dipedulikan orang. Dan kalau halal haram tidak lagi dihiraukan.Ini namanya sudah maehiavellisme. Machiavellisme adalah doktrin machiavelli “tujuan menghalalkan cara kalau betul ini yang terjadi, biasa saja kemudian bangsa dan negara hancur binasa.
”kemajuan ilmu dan teknologi mendorong manusia kepada kebiadapan”.
27 A. Jenis penelitian
Jenis penelitian ini adalah field research (penelitian lapangan) menggunakan pendekatan kualitatif.
Margono (1997: 33) mendefenisikan bahwa:
Metode kualitatif sebagai prosedur peneliti yang menghasilkan data kualitatif berupa ungkapan atau catatan orang itu sendiri atau tingkah laku mereka yang terobsesi dan penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental tergantung pada pengamatan manusia dalam kawasanya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang yang ada dilingkungan sekitarnya.
Penelitian ini di analisis dengan deskriptip kualitatif yaitu peneliti berusaha memberikan gambaran dalam tes tertulis untuk mengetahui daya serap siswa terhadap pelajaran pendidikan agama islam di SMA YAPIP MAKASSAR SUNGGUMINASA.
B. lokasi dan objek penelitian
1. Lokasi penelitian ini adalah SMA YAYASAN PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN (YAPIP) MAKASSAR Sungguminasa Gowa dengan pertimbangan bahwa di sekolah tersebut analisis daya serap siswanya masih ada yang kurang.
2. Obyek penelitian ini adalah siswa dan guru di SMA YAYASAN PENGEMBANGAN DAN ILMU PENGETAHUAN (YAPIP) MAKASSAR Sungguminasa Gowa
C. Variabel Penelitian
Munurut Sutrisno Hadi Dalam Suharsimi Arikunto (2010:159) Variabel adalah gejalah yang bervariasi yang menjadi objek peneliti.
Variabel dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu variabel bebas (independent variabel) dan variabel terikat (dependent variabel).
Dengan melihat judul diatas Analisis Daya Serap siswa Terhadap pelajaran pendidikan Agama islam kelas X SMA YAPIP MAKASSAR Sungguminasa Gowa. Maka variabel penelitian ini adalah:
Variabel bebas (independent variabe) yakni guru pendidikan agama islam sedangkan variabel terikat (dependent variabel) yakni daya serap siswa.
D. Devenisi Operasional Variabel.
Margono (1997: 40) mengemukakan bahwa :
Defenisi operasional variable dimaksudkan untuk membatasi ruang lingkup yang diteliti agar tidak terjadi salah penafsiran dalam penelitian dan untuk pengukuran atau pengamatan terhadap variable yang bersangkutan serta pengembangan instrument.
Berdasarkan berbagai pengertian yang telah diuraikan sebelumnya maka penulis merumuskan definisi operasional bahwa yang dimaksud
2 424
dengan Analisis Daya Serap siswa terhadap pelajaran pendidikan Agama islam siswa kelas X SMA YAPIP MAKASSAR Sungguminasa gowa.
1. Daya serap siswa
Daya serap siswa dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam mempelajari apa yang diajarkan, dibaca, didengar dan dipelajari.
2. Guru pendidikan pendidikan agama islam.
Guru pendidikan agama Islam adalah usaha sadar atau kegiatan yang disengaja dilakukan untuk membimbing sekaligus mengarahkan anak didik menuju terbentuknya pribadi yang utama (insan kamil) berdasarkan nilai-nilai etika islam dengan tetap memelihara hubungan baik terhadap Allah Swt (HablumminAllah) sesama manusia (hablumminannas), dirinya sendiri dan alam sekitarnya.
Jadi analisis daya serap siswa terhadap pelajaran pendidikan agama islam ialah kegiatan yang sengaja dilakukan untuk mengetahui kemanpuan siswa tentang apa yang telah dipelajari.
E. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi adalah keseluruhan objek penelitian, yang mencakup semua elemen yang terdapat dalam wilayah penelitian.
Menurut Margono (1997: 57) mengatakan bahwa:
Populasi adalah seluruh objek yang menjadi perhatian kita dalam
suatu ruang ligkup dan waktu yang kita tentukan populasi berhubungan dengan data, buka manusianya, kalau setiap manusia memberikan suatu data, maka banyaknya ukuran populasi sama dengan banyaknya manusia.
Suharsimi Arikunto (2002: 108) mengatakan bahwa :
Populasi adalah keseluruhan objek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Jika kita hanya akan meneliti sebagian dari populasi, maka penelitian tersebut disebut penelitian sampel.
Berdasarkan definisi yang telah di kemukakan diatas. Dalam hal ini yang menjadi populasi penelitian adalah siswa-siswi kelas X SMA Yapip Makassar Sungguminasa Gowa. Keseluruhan obyek penelitian, mencakup semua elemen yang terdapat dalam wilayah penelitian.
Dari pengertian populasi di atas, maka populasi penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas X SMA YAPIP MAKASSAR Sungguminasa Gowa dengan jumlah:101 siswa, guru 2,untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel
Tabel I
Keadaan Populasi
No Siswa dan Guru Jenis kelamin Jumlah
Laki-laki Perempuan
1 Guru PAI - 2 2
2 Siswa 67 56 123
Jumlah 67 58 125
Sumber data: SMA YAPIP MAKASSAR Sungguminasa Gowa 2013
2. Sampel
Penentuan sampel merupakan sebagian kecil yang diambil dari sebuah populasi penelitian. Jadi dalam penentuan sampel tidak selamanya perlu meneliti secara keseluruhan populasi, karena hal tersebut membutuhkan dana, biaya dan anggaran yang relatif banyak, memilikiwaktu yang agak lama serta pertimbangan keterbatasan yang dimiliki oleh peneliti.
Suharsimi Arikunto (2006 : 131) mengemukakan bahwa :
Sampel adalah memilih sebagian dari keseluruhan populasi yang akan dijadikan subjek penelitian. Sampel yang diteliti nantinya akan mewakili seluruh populasi sebagai hasil untuk semua populasi tetapi jika populasi dari penelitian tersebut sedikit maka bisa saja populasi penelitian itu menjadi sampel penelitian. Apabila populasi dari sebuah penelitian itu kurang dari seratus dan sedikit maka penelitian tersebut dinamakan penelitian populasi dan populasi dari penelitian ini juga menjadi sampel penelitian.
Dengan pendapat diatas tentang sampel maka penulis dapat menyimpulkan bahwa sampel adalah sebahagian dari populasi yang akan dijadikan sasaran penelitian yang dianggap dapat mewakili yang lainnya.
Agar penelitian sesuai dengan tujuannya, maka penulis perlu menarik sampel. Penarikan sampel ini dimaksudkan untuk memperkecil obyek yang diteliti, sehingga peneliti dapat dengan mudah mengorganisasikannya, agar memperoleh hasil yang lebih obyektif. Berdasarkan pendapat Suharsimi Arikunto yang mengatakan bahwa apabila populasi lebih dari 100, maka dapat ditarik sampel antara 10-15% dan 20-25% yang dapat mewakili populasi itu. Jadi, dalam penelitian ini, peneliti mengambil sampel 20%.
Tabel 2 Keadaan Sampel
No Populasi Jenis kelamin Jumlah
Laki-laki Perempuan
1 Siswa 13 12 25
Jumlah 13 12 25
Sumber data: SMA YAPIP MAKASSAR Sungguminasa Gowa 2013
F. Instrumen Penelitian
Instrumen adalah alat yang di gunakan dalam meneliti untuk mendapatkan data di lapangan.
Sebagaimana dikatakan Suharsimi Arikunto (2002: 10-13) antara lain sebagai berikut:
a. Pedoman observasi
Suharsimi Arikunto (2010: 199) menyatakan bahwa pedoman observasi adalah pengamatan yang melip[uti kegiatan pemuatan perhatian terhadap objek dengan menggunakan seluruh alat indera.
Jadi penulis menyimpulkan bahwa pedoman observasi adalah catatan untuk mengamati secara langsung dengan sumber informasi tentang objek penelitian, yang berhubungan dengan daya serap siswa b. Pedoman Wawancara
Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 198) Menyatakan bahwa pedoman wawancara adalah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh imformasi dari orang yang di wawancarai.
Berdasarkan pendapat di atas maka penulis dapat memahami bahwa pedoman wawancara adalah alat yang digunakan dalam mengumpulkan data dengan melakukan pertanyaan kepada siswa dan guru SMA YAPIP yang peneliti anggap refresentatif untuk mendapatkan informasi-informasi atau keterangan-keterangan, yang berhubungan dengan daya serap siswa.
c. Pedoman angket
Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 194) pedoman angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui. Berdasarkan pendapat di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa pedoman angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada siswa dan/ atau guru SMA YAPIP untuk mendapatkan informasi atau keterangan yang berhubunagn dengan daya serap siswa.
d. Catatan Dokumentasi
Suharsimi Arikunto (2010: 201) mengemukakan bahwa catatan dokumentasi adalah tehnik pengumpulan data dengan benda-benda
tertulis seperti buku-buku, majalah, peraturan-peraturan, dan sebagainya.
Maka menurut penulis bahwa pedoman dokumentasi Yaitu mencatat semua data secara langsung dar referensi yang membahas tentang objek penelitian
G. Tehnik Pengumpulan Data
penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa teknik dan metode untuk mengumpulkan data sebagai berikut yaitu:
a. Angket, yaitu memberikan pertanyaan dalam bentuk daftar pertanyaan dibarengi dengan sejumlah pilihan jawaban.
b. Observasi, yaitu mengamati dan menggunakan komunikasi langsung dengan sumber informasi tentang objek peneliti.
c. Wawancara yaitu melakukan wawancara langsung terhadap obyek yang akan diteliti dalam peningkatan proses belajar mengajar.
d. Dokumentasi yaitu pengumpulan data dari dokumen atau catatan yang ada di SMA YAPIP MAKASSAR Sungguminasa Gowa.
H. Tehnik Analisis Data
Untuk menganalisis suatu data maka digunakan tehnik analisis data yaitu analisis statistik deskriptif yaitu statistik sebagai suatu pengetahuan yang berhubungan dengan cara mengumpulkan, mengolah atau
menganalisis data, menarik kesimpulan bahkan mengambil keputusan yang mempunyai landasan yang kuat, yaitu data atau fakta empiris yang berhubungan dengan angka-angka. Tentang analisis daya serap siswa terhadap pelajaran pendidikan agama islam, maka dilakukan pengelompokan kedalam lima kategori, yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Pedoman pengkategorian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Arikunto (1999) yang dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 3: Interval nilai dan kategori penilaian Analisis Daya Serap Siswa terhadap Pelajaran Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas X SMA Yapip Makassar Sungguminasa Gowa
Interval nilai Tingkat penguasaan/ Kategori
80 – 100 Sangat tinggi
66 – 79 Tinggi
66 – 65 Sedang
40 – 45 Rendah
0 – 39 Sangat Rendah
Rumus yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
= 100 %
Keterangan:
P = Angka Persentase F = Frekuensi
N = Sampel
A. Kondisi Objektif Lokasi Penelitian
1. Sejarah Berdirinya SMA Yayasan Pengembangan Ilmu Pengetahuan ( YAPIP ) Makassar Sungguminasa Gowa
SMA YAPIP Makassar Didirikan pada tahun 1982 di atas lahan berukuran 3600 m2 dan terletak di jalan A. Mallombasang No. 40 C Sungguminasa Gowa.
SMA Yapip Makassar Sungguminasa Gowa terdiri atas dua tingkat jenjang pendidikan antara lain : Tingkat pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Selama berdirinya SMA Yapip Makassar, SMA YAPIP Makassar Sungguminasa Gowa telah tiga kali mengalami pergantian kepala sekolah, yaitu:
a. Tahun 1982 – Tahun 1999 : Drs. H. Hannabi Rizal b. Tahun 1999 – Tahun 2005 : Drs. Muhammad Yunus c. Tahun 2005 – sekarang : Hj. St. Murni. S.Pd.
2. Visi dan Misi SMA Yapip Makassar Sungguminasa Gowa
SMA YAPIP MAKASSAR Sungguminasa Gowa telah membuat program kerja sekolah tahun pelajaran 2013/2014 dengan Visi dan Misi Sekolah sebagai berikut :
a. Visi Sekolah :
“SMA YAPIP sebagai pusat sumber daya anusia (SDM) yang cerdas, terampil, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti serta berkebudayaan sera berwawasan kebangsaan“.
b. Misi Sekolah :
1) Menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang cerdas terampil beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berbudi pekerti serta berkebudayaan dan berwawasan kebangsaan.
2) Menghasilkan manusia-manusia yang pintar untuk menjadi seorang politisi, ilmuan, negarawan, teknokrat, agamis, dan reformis kepada Bangsa dan Negara sesuai dengan keahlian yang dimiliki.
3) Menjadikan alumni sebagai panutan dan contoh tauladan ang baik bagi warga masyaakat sekitarnya serta siap dan mampu menjadikan tenaga kerja yang berkualitas dan mandiri dalam encapai cita – citanya untuk kesjahteraan hidup di dunia dan akhirat kelak.
4) Dapat mempersapkan diri menyelesaikan studi sampai kejenjang yang lebih tinggi untuk menjadi propesionaldan berkualitas serta memelihara lingkungan kehidupan dan sehingga menjadi kebanggan dan asset nasional di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
5) Menjalin kerjasama serta membantu pemerintah dan mastarakat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa agar masyarakat Bangsa dan Negara dapat serta, bahkan lebih maju dengan bangsa- bangsa lain di dunia.
3. Keadaan Tenaga Pendidik dan Kependidikan SMA Yapip Makassar Sungguminasa Gowa
Tabel 4
Keadaan Tenaga Pendidik dan Kependidikan SMA Yapip Makassar Sungguminasa Gowa
Tahun Pelajaran 2013/2014
NO NAMA GURU/NIP Gol. Tempat
Tanggal Lahir PENDIDIKAN Status MENGAJAR
BIDANG STUDI KET
1
Hj. St. Murni, S.Pd.M.Si
IV a
Sengkang, 06-04-1965
S1/Pkn S2/
Kom
pendidikan PNS PKN Kepala
Sekolah 1965040619900302010
2 Drs. Alosysius Nanggun IV a Manggarai
31-12-1957 S1/ Geografi PNS Geografi Wakasek
195712311989031039 3 Dra. Hj. Andi Nisbah
IV a Mare Bone
12-07-1961 S1/ Geografi PNS Geografi 196711191993031006
4 Muhibban, BA
IV a
Gresik 28-11-1961
Sarjana Muda/
Penjas PNS Penjas
1961111281985121001
5 Dra Hj. Andi Rosnawati IV a Tana Beru,
08-08-1962 S1/Adm
Pendidikan PNS Ekonomi -
196208081986032015
6 Drs. Muh kasim IV a Bontolebang,
1964 S1/ Bhs
Inggiris PNS Bahasa Inggris - 1964123119880301117
7 Drs. Mustari IV a Paku
09-11-1962 S1/ Otomotif PNS Fisika 197207122005022003
8 Irma suuryai DJ, S.Pd
IV a Majene
27-09-1965 S1/
Matematika PNS Matematika 196509271989032012
9 Kasmawati S.Pd
III c Sungguminasa
23-08-1964 S1/Bhs
indonesia PNS Bahasa Indonesia - 19640803198903007
10 Sri Handayani, S.Pd III b Madium
29-02-1973 S1/ Akuntansi PNS Ekonomi Akuntansi - 197309292007012009
11 Hadrah, S.Si
III b U. Pandang,
07-04-1972 S1/ Biologi PNS Biologi -
197204072005022005
12 Kasim K, S.Pd. III b Bontomanai S1/Bhs
Inggiris PNS Bahasa Inggris - 197507102007011022
13
Hj. Mustainah Kasim,
S.Pd III b Sungguminasa
24-01-1978 S1/
Matematika PNS Matematika -
197801242007022006 14 Drs. Haeruddin
IV a - S1/ Kimia PNS Kimia -
19720817 199412 2 001 15 Faridah, S.Ag, M.Pd.i
0033748651300023 III b Sungguminasa
01-07-1970 S2/ Pendais PNS Pendidikan Agama
Islam -
16 Rusli Tajuddin,S.Pd
2656754655200002 III b Sungguminasa
24-03-1976 S1/ Adm
pendidikan PNS Sosiologi -
17 Nurhayati Mansyur, S.Pd III b Pinrang,
27-09-1963 S1/Bahasa
Indonesia PNS Bahasa Indonesia - 18 Muliati l,S.Pd - Panggentungan,
18-07-1963 S1/ Biologi NON
PNS Biologi -
19 ST. Haspiah Habib,A.Md - Sungguminasa,
11-01-1975 D3/ Perpus NON
PNS PKN, BP -
20 Harmila Hambali,S.Pd - - S1/ Kimia Non
Pns Kimia -
21 Hasnah, S.Pd - - S1/ Sosiologi Non
Pns Sosiologi, Seni
Budaya -
22 Muh Hasbi HR,S.Pd - Sungguminasa,
08-05-1985 S1/Bahasa
Indonesia Non
Pns TIK, BP -
23 Nurlina, S.Pd - Sungguminasa,
20-07-1985 S1/ Tik Non
PNS Bahasa Inggris,TIK -
24 Kurniati, S.Pd - Makassar,
08-10-1985 S1/ Penjaskes Non
PNS Penjaskes -
25 Nurhasanah,S.Pd - U. pandang,
28-08-1988 S1/B. Inggiris Non
Pns Bahasa Inggris -
26 Mardiah Muhtar,S.Pd - S1/
Matematika Non
PNS Matematika -
27 Amiruddin S.Pd - Sungguminasa,
01-09-1985 S1/ Fisika NON
PNS Fisiks -
28 Suriani Majid, S.Pd - - S1/Fisika NON
PNS Fisika -
29 Mariani, S.Pd - - S1/ Kimia Non
PNS Kimia -
30 Dra. Aisyah
195812311986032051 IV a Wotu,
31-12-1958 S1/Adm
Pendidikan PNS PKN -
31 Dra. Maswah
195612311986032029 IV a - S1/Adm
Pendidikan PNS Sejarah -
32 Dra. Samawati Palad IV a - S1/Seni
Budaya Seni Budaya -
33 Sariama, S.Pd.I - - S1/ Agama NON
PNS Pendidikan Agama Islam 34 Zulhaidir HR, SE - Sungguminasa,
23-03-1980 S1/ Ekonomi NON
PNS BK KLS II- Staf TU 196303041982031002
35 Jumriah, S.Sos - - S1/ Ekonomi - - Staf TU
Sumber: Kantor Tata Usaha SMA YAPIP MAKASSAR SUNGGUMINASA GOWA
4. Kedaan Siswa SMA YAPIP MAKASSAR Sungguminasa Gowa
Siswa yang menjalani proses belajar di SMA YAPIP MAKASSAR Sungguminasa Gowa saat ini sebanyak 536 orang yang terbagi dalam 3 tingkatan kelas.