• Tidak ada hasil yang ditemukan

KIAT MENGEMBANGKAN KREATIVITAS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KIAT MENGEMBANGKAN KREATIVITAS"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

1

KIAT MENGEMBANGKAN KREATIVITAS

(Materi Tambahan pada Mata Diklat Menyusun Karya Inovatif Pembelajaran Bahasa Inggris)

Oleh:

Kusnul Ika Sandra (Widyaiswara BDK Surabaya)

Abstrak

Be creatif ! Everyone wants to be creative. But many people have not been able to maximize their creativity. This article try to answer the question: how to develop people’s creativity. From the discussion, it can be concluded that creativity can be increased by six ways; train the balance right and left brain work, creating an environment that is "safe", hone creative thinking by using the "game", to train childrean to always be creative, motivation and extensive relationships.

Keyword: Creativity, develop, cre ative thinking.

A. Pendahuluan

Dahulu orang beranggapan bahwa kreativitas sebagai “anugerah yang ajaib” dan hanya dimiliki oleh segelintir orang dan dari keturunan tertentu saja. Mereka lupa bahwa Semua anak dilahirkan dalam keadaan pintar dan unik. Mereka dilengkapi oleh berbagai potensi yang dapat dikembangkan dikemudian hari. Salah satu potensi adalah potensi kreatif. Potensi kreatif ini pada dasarnya dimiliki oleh setiap anak yang lahir ke dunia ini, yang memiliki ciri ciri oleh para ahli sering digolongkan sebagai individu kreatif, misalnya rasa ingin tahu yang besar, senang bertanya, imajenasi yang tinggi, berani menghadapi resiko, senang akan hal hal yang baru, dan lain sebagainya. Namun demikian faktor orang tua, guru disekolah, dan lingkungan merupakan faktor penting yang sangat mempengaruhi perkembangan kreatifitas tersebut. Kreatifitas merupakan suatu aktifitas dan kemampuan untuk mencipta sesuatu atau kombinasi baru berdasarkan unsur unsur yang telah ada

(2)

2

sebelumnya menjadi sesuatu yang berarti dan bermanfaat. Kreativitas dapat terwujud dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja tanpa memandang usia maupun tingkat pendidikan tertentu. Menyibukkan diri dengan melakukan hal hal yang kreatif sangat bermanfaat dan memberikan kepuasan tersendiri. Tidak dipungkiri lagi bahwa kreatifitas dapat meningkatkan kualitas hidup. Ide ide kreatif yang tercipta dapat berguna bagi diri sendiri, orang lain bahkan Negara terbukti dengan pesatnya kemajuan teknologi dan berkembangnya ilmu pengetahuan.

Semua itu merupakan salah satu sumbangan kreativitas.

Kreativitas adalah hasil dari proses interaksi antara individu dan lingkungannya. Seseorang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan dimana ia berada, dengan demikian baik perubahan didalam individu maupun didalam lingkungan dapat menunjang atau dapat menghambat upaya kreatif. Implikasinya adalah bahwa kemampuan kreatif dapat ditingkatkan melalui proses pendidikan.

Mengingat bahwa kreativitas merupakan bakat yang secara potensial dimiliki oleh setiap orang yang dapat ditemukan (diidentifikasi) dan dipupuk melalui pendidikan yang tepat. Salah satu masalah yang kritis adalah bagaimana dapat menggali dan mengembangkan potensi kreatif yang telah kita miliki melalui pengalaman pendidikan.

B. Pembahasan

1. Pengertian Kreativitas

Kata Kreativitas (Creativity) sudah banyak dikenal orang di semua lini kehidupan baik orang awam, intelektual maupun para ahli di bidang psikologi maupun pendidikan. Kreativitas sering disebut berpikir kreatif (creative thinking) atau berpikir inovatif ( innovative thinking). Pengertian kreativitas jika di dalam konteks pemecahan masalah, kreativitas diartikan dengan kemampuan untuk menghasilkan gagasan gagasan baru yang menarik dan bernilai bagi pemecahan suatu masalah (Buzan, 2004;Stemberg,1997). Kreativitas bisa diartikan dengan setiap tindakan, gagasan (ide) / hasil karya (produk) yang mengubah kawasan yang sudah ada dalam kawasan yang baru (Csikszenumihalyi, 1996).

(3)

3

Imam Musbikin (2006 : 6), kreativitas adalah kemampuan memulai ide, melihat hubungan yang baru, atau tak diduga sebelumnya, kemampuan memformulasikan konsep yang tak sekedar menghafal, menciptakan jawaban baru untuk soal-soal yang ada, dan mendapatkan pertanyaan baru yang perlu di jawab.

Munandar (2003) menjelaskan bahwa “perkembangan optimal dari kemampuan berpikir kreatif berhubungan erat dengan cara mengajar”. Guildford (Ali & Asrori, 2005) menyatakan bahwa kreativitas mengacu pada kemampuan yang menandai ciri ciri orang kreatif. Salah satunya adalah kemampuan berpikir divergen. Kemampuan berpikir divergen merupakan kemampuan individu untuk mencari berbagai alternatif jawaban terhadap suatu persoalan. Guilford menekankan bahwa orang orang kreatif lebih banyak memiliki cara divergen dari pada konvergen (cara berfikir individu yang menganggap hanya ada satu alternatif jawaban dari suatu permasalahan).

Ada banyak alasan mengapa kreativitas harus dikembangkan sejak dini.

Diantaranya karena kreativitas sangat berpengaruh dalam kehidupan anak sehari- hari dan terutama untuk mempersiapkan anak menghadapi era globalisasi . Kreativitas juga memiliki kegunaan lain, seperti :

- Membantu anak mengaktualisasi atau menunjukkan dirinya

- Memungkinkan anak berpikir kreatif untuk melihat berbagai kemungkinan pemecahan sebuah masalah.

- Memberikan kepuasan pada anak yang bisa bersibuk diri secara kreatif - Memungkinkan seorang anak meningkatkan kualitas hidupnya.

Setiap orang memiliki potensi untuk menjadi kreatif, karena kreativitas sudah dimiliki seorang anak sejak lahir. Tergantung bagaimana mengembangkannya. Para pendidik yang terdiri dari para orang tua dan para guru harus bisa bekerja sama untuk dapat mengembangkan kreativitas anak. Misalnya bagi orang tua dengan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak untuk mengekspresikan kreativiatsnya.

Guru juga bertanggung jawab dalam mengembangkan kreativitas anak misalnya dengan mencoba menghormati anak didiknya sebagai individu sekaligus menghargai keunikan anak tersebut. Apabila semua dilaksanakan dengan baik maka

(4)

4

anak akan memiliki kebebasan mengekspresikan ide-ide kreatifnya dan bila tiba waktunya terjun ke masyarakat mereka akan jauh lebih kreatif karena telah banyak memiliki pengalaman dan pelajaran sebelumnya.

2. Karakteristik Orang Kreatif

Dari beberapa penelitian para ahli dapat disimpulkan bahwa orang orag kreatif memiliki karakteristik pribadi yang kompleks, paradok dan dialektis diantara dua ujung sifat yang saling berlawanan jika dikenakan oleh orang orang pada umumnya.

Misalnya di satu sisi orang orang kreatif dapat bersikap dan bertindak introver pada suatu waktu, dan disisi lain mereka juga dapat bersikap dan bertindak ekstrover. Hal ini sangat bergantung pada konteks dan tuntutan situasi yang dihadapi.

Csikszentmihalyi menyimpulkan bahwa ada 10 Karakteristik pribadi yang dimiliki oleh orang orang kreatif, yaitu :

1. Memiliki energi fisik yang besar, tetapi juga sering beristirahat.

Penggunaan energi fisik yang besar di dalam menjalankan suatu aktivitas lebih banyak diatur dan ditentukan oleh mereka sendiri dan tidak semata mata mengejar target waktu atau jadwal kerja yang dibuat oleh pihak luar.

2. Cenderung cerdas, namun juga naif

Untuk dapat melakukan usaha usaha kreatif seseorang cukup memiliki intelegensi diatas rata rata orang pada umumnya. Orang kreatif tidak takut menghadapi kemungkinan terjadi kegagalan demi mewujudkan hal hal baru yang diimpikan. Orang orang yang cerdas seringkali mampu merekayasa dukungan yang kompak atas pendapat pendapatnya. Makin mampu mereka merekayasa dukungan itu, makin kurang rasa butuh mereka ntuk menggali lebih dalam lagi apa yang menjadi bidang mereka. Hal ini mengakibatkan mereka terbelenggu pada satu titik pandang saja.

3. Suka bermain, namun juga disiplin

Orang orang yang cerdas tampak tidak bertanggung jawab karena suka bermain main secara intelektual. Biasanya permainan itu hanya menghasilkan kesenangan semata dan tidak mengarah pada produktivitas kekaryaan, namun

(5)

5

kenyataannya mereka tetap berpegang pada komitmen semula sehingga pada akhirnya mereka dapat berkarya.

4. Memiliki imajenasi dan fantasi yang tinggi, namun tetap berakar pada realitas.

Orang orang kreatif menggunakan imajenasinya untuk menemukan hal hal baru namun mereka tetap kembali pada dunia nyata sehingga hasil dari imajenasinya dapat berguna atau dipraktekkan dalam kehidupan nyata bukan hanya di angan angan.

5. Memiliki sifat sifat diantara pribadi ekstraver dan intraver.

Orang orang kreatif cenderung memiliki sekaligus kedua sifat pribadi. Di satu sisi mereka membuka diri dan berinteraksi dengan kelompok yang memiliki minat yang sama, disisi lain mereka menutup diri dari pergaulan dengan kelompok lain yang tidak menaruh minat yang sama dengan mereka.

6. Sangat rendah hati dan pada saat yang sama juga berbangga diri

Orang orang kreatif memiliki kemauan besar untuk menghasilkan suatu karya, namun karya tersebut bukan semata untuk kepentingan diri sendiri tetapi kepentingan masyarakat.

7. Memiliki sifat sifat maskulin dan juga feminin.

Jika jenis kelaminnya laki laki biasanya mereka memiliki sifat sifat perempuan dan sebaliknya.

8. Suka menentang dan kebebasan

Orang orang kreatif memiliki kemauan mempertanyakan kembali atau mendobrak apa yang telah lama ada dalam suatu kawasan, sehingga terjadi perkembangan perkembangan yang baru

9. Sangat mencintai pekerjaannya, namun juga tetap objektif

Dua hal yang sangat kontradiktif.Tanpa kecintaan akan apa yang dikerjakan, cepat atau lambat seseorang akan kehilangan minatnya terhadap pekerjaan atau tugas yang sulit.Namun, tanpa melihat secara objective terhadap pekerjaan atau tugastersebut, maka hasil pekerjaan seseorang tidak akan memiliki kualitas yang tinggi dan kredibilitas.

(6)

6

10. Keterbukaan dan kepekaan orang orang kreatif sering membuat mereka sendiri menderita dan sakit hati, namun mereka juga memperoleh atau merasakan kepuasan batin.

Csikszentmihakyi sepuluh sifat sifat yang kontradiktif tersebut umumnya menjadi karakteristik orang orang kreatif, namun tidak menutup kemungkinan masih terdapat karakteristik kepribadian lain yang dimiliki oleh orang orang kreatif.

Dengan sejumlah sifat sifat kontradiktif tersebut justru dapat dilahirkan berbagai pemikiran baru yang pada akhirnya dapat diterima oleh masyarakat luas.

Menurut hasil studi Utami Munandar (1997) ciri ciri siswa kreatif adalah :

 Terbuka terhadap pengalaman baru

 Kelenturan dalam sikap

 Kebebasan dalam ungkapan diri

 Menghargai fantasi

 Minat dalam kegiatan kreatif

 Memiliki tingkat kepercayaan diri terhadap gagasan sendiri

 Mandiri dan menunjukkan inisiatif

 Kemandirian dalam memberi pertimbangan

Disamping sifat tersebut, siswa kreatif juga memiliki sifat sifat yang berani sehingga kadang kadang berprilaku berani menentang pendapat, menunjukkan ego yang kuat, bertindak semau gue, Menunjukkan minat yang sangat kuat terhadap yang menjadi perhatiannya namun pada saat yang berbeda mengabaikannya. Sifat sifat tersebut sering bertentangan dengan yang guru harapkan.

3. Faktor faktor yang Mempengaruhi Kreativitas

Rogers (dalam munandar, 2009) faktor faktor yang dapat mendorong terwujudnya kreativitas individu diantaranya :

a. Dorongan dari dalam diri sendiri (motivasi intrinsik)

Setiap individu memiliki kecenderungan atau dorongan dari dalam dalam dirinya untuk berkreativitas, mewujudkan potensi, mengungkapkan dan mengaktifkan semua kapasitas yang dimilikinya. Dorongan ini merupakan

(7)

7

motivasi primer untuk kreativitas ketika individu membentuk hubungan hubungan baru dengan lingkungannya dalam upaya menjadi dirinya sepenuhnya (roger dalam munandar, 2009). Hal ini juga didukung oleh pendapat munandar (2009) yang menyatakan individu harus memiliki motivasi instrinsik untuk melakukan sesuatu atas keinginan dari dirinya sendiri, selain didukung oleh perhatian, dorongan, dan pelatihan dari lingkungan.

Menurut Rogers (dalam Zulkarnain (2002) kondisi internal (internal press) yang dapat mendorong seseorang untuk berkreasi diantaranya :

1. Keterbukaan terhadap pengalaman

Keterbukaan terhadap pengalaman adalah kemampuan menerima segala sumber informasi dari pengalaman hidupnya sendiri dengan menerima apa adanya, tanpa ada usaha defense, tanpa kekakuan terhadap pengalaman pengalaman tersebut dan keterbukaan terhadap konsep secara utuh, kepercayaan, persepsi dan hipotesis.Dengan demikian individu kreatif adalah individu yang mampu menerima perbedaan.

2. Kemampuan untuk menilai situasi sesuai dengan patokan pribadi seseorang (internal locus of evaluation)

Pada dasarnya penilaian terhadap produk ciptaan seseorang terutama ditentukan oleh dirinya sendiri, bukan karena kritik dan pujian dari orang lain. Walaupun demikian individu tidak tertutup dari kemungkinan masukan dan kritikan dari orang lain.

3.Kemampuan untuk bereksperimen atau “bermain” dengan konsep konsep.

Merupakan kemampuan untuk membentuk kombinasi dari hal hal yang sudah ada sebelumnya.

b. Dorongan dari luar atau lingkungan (motivasi ekstrinsika)

Munandar (20090 mengemukakan bahwa lingkungan yang dapat mempengaruhi kreativitas seseorang dapat berupa lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Lingkungan keluarga merupakan kekuatan yang penting dan merupakan sumber pertama dan utama dalam pengembangan kreativitas individu. Pada lingkungan sekolah, pendidikan disetiap jenjangnya

(8)

8

mulai dari pra sekolah hingga ke universitas dapat berperan dalam menumbuhkan dan meningkatkan kreativitas individu.Pada lingkungan masyarakat, kebudayaan yang berkembang dalam masyarakat juga turut mempengaruhi kreativitas individu. Rogers (dalam munandar, 2009) menyatakan kondisi lingkungan yang dapat mengembangkan kreativitas ditandai dengan adanya :

1. Keamanan psikologis

Keamanan psikologis dapat terbentuk melalui 3 proses yang saling berhubungan,

yaitu :

a) Menerima individu sebagaimana adanya dengan segala kelebihan dan keterbatasannya.

b) Mengusahakan suasana yang didalamnya tidak terdapat evaluasi eksternal atau sekurang kurangnya tidak bersifat atau mempunyai efek mengancam.

c) Memberikan pengertian secara empatis, ikut menghayati perasaan, pemikiran tindakan individu, dan mampu melihat dari sudut pandang mereka dan menerimanya.

2. Kebebasan psikologis

Lingkungan yang bebas secara psikologis memberikan kesempatan kepada individu untuk bebas mengekspresikan secara simbolis pikiran pikiran atau pearasaan.

Munandar (dalam zulkarnain, 2002) menyatakan faktor faktor yang mempengaruhi kreativitas dapat berupa kemampuan berpikir dan sifat kepribadian yang berinteraksi dengan lingkungan tertentu. Faktor kemampuan berpikir terdiri dari kecerdasan (intelegensi) dan pemerkayaan bahan berpikir berupa pengalaman dan ketrampilan. Faktor kepribadian terdiri dari ingin tahu, harga diri dan kepercayaan diri, sifat mandiri, berani mengambil resiko dan sifat asertif (Kuwato, dalam Zulkarnain, 2002).

(9)

9 4. Penghambat Kreativitas

Penghambat kreativitas dapat bersumber dari beberapa hal seperti dari dalam diri pemikir, budaya dan lingkungan alam. James L. Adam (dalam Evans, 1991) mengemukakan empat macam faktor penting yang dapat menghalangi kreativitas.

Keempat faktor penghambat tersebut adalah meliputi:

(a). Faktor perseptual,

Rintangan perseptual ini muncul didalam berbagai bentuk, antara lain ialah stereotip dan pelabelan, kesulitan mengidentifikasi pokok permasalahan, penambahan batas semu dan mencari jawaban yang aman.

(b). Keadaan emosianal,

Keadaan emosi yang kurang stabil bisa menjadi penghambat kreativitas.

Penghalang emosional terhadap pemecahan masalah secara kreatif ialah mencakup:

a. perasaan takut membuat kesalahan atau mengambil resiko b. ketidak mampuan membiarkan keadaan yang tidak pasti c. keinginan untuk selalu dalam keadaan aman dan teratur dan d. lebih suka menilai gagasan daripada menghasilkan sesuatu.

(c). Kultural dan lingkungan alam, dan

Rintangan kultural atau budaya dapat terjadi akibat nilai nilai sosial dan budaya masyarakat membatasi peluang kreativitas muncul. Pemikiran dan anggapan yang tidak lazim dianggap menyimpang dari kebudayaan mereka.

Lingkungan alam dan lingkungan fisik yang dapat menghalangi seperti Indonesia yang memiliki kekayaan alam yang melimpah dapat membuat kreativitas tidak dapat berkembang, keterbatasan lingkungan alam dapat membuat kreativitas lebih meningkat.

(d). Ekspresi intelektual.

Hal ini mencakup ketidakmampuan memiliki taktik mental yang efisien atau kekurangan bahan bakar intelektual seperti memecahkan masalah dengan

(10)

10

menggunakan metode yang kurang tepat, tidak luwes dalam menggunakan strategi, dan kurang bisa mengkomunikasikan gagasan gagasan kepada orang lain.

Disamping faktor faktor itu Suharnan (2011) menambahkannya faktor penghambat lainnya adalah

(e).Karakteristik kepribadian,

Pribadi pribadi yang memiliki kepribadian seperti ini kreativitasnya susah untuk berkembang:

1. Pribadi yang memiliki sifat selalu ingin sempurna

perfeksionis akan menghambat kreativitas. Jika seseorang selalu menghendaki segalanya sempurna, maka akan sulit dipenuhi terutama terhadap sesuatu yang baru, akibatnya ia menghindari tugas tugas kreatif.

Suatu penemuan baru biasanya tidak sempurna, lalu seiring dengan perjalanan waktu yang panjang temuan itu makin disempurnakan.

2. Motivasi ekstrinsik tinggi

Harapan yang tinggi terhadap imbalan atau penghargaan yang tinggi dari orang lain (lingkungan) akan menghambat seseorang melakukan usaha usaha dan menyelesaikan tugas tugas kreatif.

3. Dogmatisme

Karakter pribadi dogmatisme mengutamakan hal hal yang bersumber dari keyakinan dan ajaran agama yang keduanya sering tidak mungkin dipertanyakan kembali eksistensinya.

(f). Ekspresi energi psikis,

Tiap orang memiliki potensi energi psikis yang dibutuhkan untuk mengarah kepada hidup yang lebih kreatif. Hambatan untuk mengekspresikan potensi tersebut disebabkan oleh :

1. Terlalu banyak tuntutan hidup sehingga tidak memiliki kesempatan untuk mengaktifkan energi psikis.

2. Seseorang terlalu mudah untuk dialihkan perhatiannya oleh hal hal tertentu, dan sulit belajar bagaimana menjaga dan menyalurkan energi psikis yang dimiliki.

(11)

11

3. Kemalasan atau kurang disiplin dalam mengendalikan dan mempertahankan keasyikan bagi energi psikis.

4. Tidak mengetahui apa yang harus dilakukan dengan energi psikis yang dimiliki.

(g). Organisasi

Lingkungan organisasi bisa menjadi penghambat kreativitas, terutama suasana kerja. Sejumlah variabel suasana kerja yang dapat menghambat kreativitas adalah sebagai berikut :

1. Sangat sedikit penghargaan 2. Sangat sedikit komunikasi 3. Catatan merah (red Tape) 4. Kurang memberi kebebasan 5. Apatis atau acuh tak acuh

6. Kritis, tidak realistis atau evaluasi yang tidak sesuai 7. Sumber sumber yang ada tidak memadai

8. Tekanan waktu

9. Tidak ada kemauan untuk mengambil resiko terhadap perubahan 10. Sikap defensif atau membela diri di dalam organisasi

11. Kompetitif.

(h). Ketidakstabilan politik.

Ketidakstabilan politik yang dialami suatu generasi bangsa akan menghambat kreativitas generasi berikutnya. Hal ini didasarkan pada penelitian oleh beberapa ahli.

4. Cara Mengembangkan Kreativitas

Ada beberapa cara untuk mengembangkan kreativitas, yaitu :

1. Melatih untuk menyeimbangkan kerja antara otak kanan dan otak kiri

Gelombang otak akan berbeda untuk setiap kegiatan yang berbeda. Rata rata otak membagi kegiatannya secara jelas ke dalam kegiatan “otak kiri” dan

(12)

12

kegiatan “otak kanan”. Pembagian keja otak secara garis besar adalah sebagi berikut :

Otak Kiri Otak kanan

Kata kata Irama

Logika Kesadaran Spasial

Angka Dimensi

Urutan Imajinasi

Linear Melamun

Analisis Warna

Daftar Kesadaran Holistik

Otak yang kreatif adalah otak yang digunakan seutuhnya. Otak kiri menerima informasi dan mengirimnya ke otak kanan. Kemudian otak kanan akan memproses informasi itu dengan caranya sendiri, dan mengirimnya kembali ke otak kiri, begitu seterusnya. Dengan proses ini, secara sinergis otak membangun informasi, dan menambahkannya kekuatan intelektual dan kreatifnya sendiri dengan menggabungkan berbagai elemen. Di dalam pembelajaran guru bisa melatihnya dengan melakukan Brain gym sebelum atau ditengah pembelajaran.

2. Ciptakan lingkungan yang “aman”

Lingkungan yang aman disini maksudnya adalah lingkungan yang kaya akan peluang mengekspresikan diri. Hal ini dapat ditempuh dengan dua cara yaitu : a. Menyediakan sumberdaya atau saran dan prasarana yang dapat

memunculkan ide ide kreatif seperti mainan, buku, benda bekas, ruang dan waktu untuk kreatifitas;

b. Menciptakan suasana yang membuat seseorang bebas untuk berkreasi, seperti :

1. Memiliki kesempatan untuk berkreasi atau mengekspresikan dirinya, 2. Tidak ada rasa takut akan dicela bila menghasilkan karya,

3. Tidak ada tekanan,

(13)

13

4. Dihormati semua cara yang digunakan untuk memunculkan ide ide kreatifnya,

5. Diakui dan menghargai semua hasil karya yang dihasilkan walau menurut orang umum kreatifitas orang tersebut belum terlalu istimewa tapi dengan kemampuan yang dimiliki untuk menghasilkan sesuatu yang beda dengan yang lain dan dihargai seseorang akan bisa lebih berkembang untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik.

6. Tidak membanding bandingkan hasil karya yang dibuat dengan yang lainnya.

Di dalam pembelajaran hendaknya di ciptakan rasa aman ini. Anak mampu berkomunikasi dengan baik dengan guru mereka. Selain itu guru bisa mengelola kelas dengan baik.

3. Mengasah berpikir kreatif dengan menggunakan Permainan

Banyak cara untuk menemukan atau mengembangkan ide atau gagasan baru diantaranya dengan bermain. Banyak permainan yang dapat digunakan untuk mengasah kreativitas diantaranya :

a. Mind map

Otak kita tidak seperti komputer yang berpikir secara linier dan runtut, tetapi berpikir secara radial (memancar) dan eksplosif (meledak ledak). Dengan membuat mind map kita akan bergabung dengan kelompok para jenius.

Mereka menggunakan unsur unsur utama panduan mind map ketika mewujudkan pikiran mereka, sehingga membantu mereka dan orang lain membuat lompatan kreatif besar dalam bidangnya masing masing.

b. Sumbang saran (brainstorming)

Sumbang saran adalah cara yang terkenal untuk menghasilkan sejumlah besar gagasan kreatif untuk evaluasi berikutnya. Biasanya dilakukan secara kelompok. Ada aturan yang harus mereka sepakati, misalnya semua gagasan diterima meskipun kadang aneh dan gila, tidak diperkenankan menilai gagasan dll.

(14)

14 4. Melatih untuk selalu kreatif

Slogan “ practice makes perfect”. kreativitas harus selalu dilatihkan untuk bisa menjadi lebih baik (perfect) bila tidak selalu dilatihkan akan berhenti bahkan tidak akan terlaksana ide ide kreatifnya. Sayang sekali bila usaha kita hanya berjalan setengah setengah bahkan akan muncul masalah baru bila latihan untuk bisa kreatif tidak secara terus menerus.

5. Motivasi

Ada banyak sumber motivasi, ada sumber ekstrinsik (motivasi yang datang dari luar individu) anak bisa dimotivasi dengan memberikan penghargaan, support dan lain lain. Ada sumber instrinsik (motivasi yang datang dari dalam diri individu atau dari suatu interaksi antara seorang individu dan suatu tugas khusus). Amabile (1987,1989) mengidentifikasi motivasi instrinsik sebagai salah satu dari tiga elemen kunci dari dalam prilaku kreatif. Beliau yakin bahwa tipe motivasi ini terutama kemauan individu untuk eksperimen, mencoba ide ide baru, dan mengeksplor jalan kecil baru daripada memperlihatkan hafalan terbaik untuk setiap jenis ketertutupan. Beliau yakin benar bahwa mengembangkan struktur kelas yang mendukung motivasi instrinsik merupakan suatu elemen penting dalam pengembangan kreativitas disekolah.Kita melihat bahwa independensi dalam keputusan, kemauan untuk mengambil resiko, dan ketekunan dalam tugas pilihan sendiri merupakan karakteristik yang berkaitan dengan kreativitas.

6. Membina hubungan yang luas.

Membina hubungan dan relasi dengan mitra lain dapat menjadi pendorong yang cukup kuat untuk untuk meningkatkan energi kreativitas yang lebih dahsyat. Membina hubungan yang luas berarti berupaya menjalin kerja sama dengan lingkungan dan komunitas yang beragam demi mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru yang lebih segar dan mencerahkan. Bagi orang yang kreatif dalam membina hubungan dan kerja sama, biasanya selalu tercetus ide dan gagasan segar yang membangkitkan semangat dalam bekerja dan menghasilkan karya yang lebih mencerahkan serta bermanfaat bagi orang

(15)

15

lain. Hal ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan sarana dan kegiatan yang bermanfaat semisal mengadakan seminar, kegiatan sosial keagamaan dan kegiatan yang lain.

C. Kesimpulan

Kreativitas bisa diartikan dengan setiap tindakan, gagasan (ide) / hasil karya (produk) yang mengubah kawasan yang sudah ada dalam kawasan yang baru (Csikszenumihalyi, 1996). Setiap orang memiliki potensi untuk menjadi kreatif, karena kreativitas sudah dimiliki seorang anak sejak lahir. Tergantung bagaimana mengembangkannya. Para pendidik yang terdiri dari para orang tua dan para guru harus bisa bekerja sama untuk dapat mengembangkan kreativitas anak. Misalnya bagi orang tua dengan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak untuk mengekspresikan kreativiatsnya utamanya dilingkungan rumah dan sekitarnya, sedangkan tugas guru untuk dapat menciptakan lingkungan kreatif di sekolah.

Rekomendasi

Anak kreatif adalah anak yang didambakan oleh semua orang, baik orang tua, Guru, maupun masyarakat sekitar. Oleh sebab itu kita semua memiliki peranan dalam mengembangkan kreativitasnya baik dalam lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Lingkungan yang dapat mengembangkan kreativitas sangat dibutuhkan oleh anak anak kita. Marilah kita bersama sama menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya kreativitas anak kita. Penulis menyadari artikel ini memiliki banyak kekurangan maka dibutuhkan kritik atau saran yang membangun.semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca.

(16)

16 REFERENSI

Buzan, Tony. Sepuluh cara jadi orang yang jenius kreatif, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta,2004.

Clegg,Brian & Paul Birch, Instant Creativity, penerbit Erlangga.2001 Nashori Fuad, DR. Quantum Parenting, Katahati. 2013

Petty, Geoffrey.How to be better at creativity. PT Elex Media Komputindo, Jakarta.2002.

Suharnan, M.S.Kreativitas, Teori dan Pengembangan, Laros, 2011.

Utami Munandar, Kreativitas dan Keberbakatan. PT Gramedia Utama Jakarta. 2002.

Wycoff, Joyce. Menjadi Super Kreatif Melalui Metode Pemetaan Pikiran.2003 http://www.gayabunda.com/keluarga/seputar-anak/menumbuhkan-kreatifitas- anak.html diakses tgl 10 Pebruari 2015. Jam 13.00

Referensi

Dokumen terkait

Ungkapan penolakan Melia di atas termasuk tindak tutur literal. Karena kalimat tersebut merupakan ungkapan penolakan yang dilakukan secara literal yaitu Melia

Pada penelitian ini, penurunan fase pertumbuhan mikroorganisme dan kadar bioetanol disebabkan oleh waktu tinggal yang terlalu singkat sehingga proses pertumbuhan

Telekomunikasi (Telkom) Akses Jambi dirasakan menyulitkan calon pelanggan baru dalam proses pelayanan untuk pemasangan telepon, dan modem speedy, selain itu informasi

media Pie Chart peneliti melakukan tahap pengembangan produk pembelajaran dalam hal ini peneliti mengikuti langkah-langkah Dick and Carey. Berdasarkan tahapan

APAC INTI CORPORA Bawen, Semarang berdasarkan SNI 7231:2009 tentang Metode Pengukuran Intensitas Kebisingan di Tempat Kerja dan hubungannya pada perubahan nilai ambang

Sebuah produk yang kami namakan SINTAWAKA, mesin pemusnah sampah yang benar benar inovatif yang memberikan keuntungan pengurangan drastis pada biaya investasi

Pencucian (washing) dan penyaringan (screening) dilakukan dengan tujuan untuk memisahkan material-material yang tidak diinginkan yang terdapat di dalam pulp dan dapat

Masih banyak aspek lain terkait dengan bahaya arus westernisasi terhadap pemikiran Islam, khususnya terhadap kajian Alquran yang patut diwaspadai bersama,