• Tidak ada hasil yang ditemukan

MATERI & TUGAS-TUGAS PERKULIAHAN ORNAMEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MATERI & TUGAS-TUGAS PERKULIAHAN ORNAMEN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

MATERI & TUGAS-TUGAS PERKULIAHAN ORNAMEN

Judul Mata Kuliah : Ornamen Nusantara

Kode / SKS : MKK 12103 / 3 SKS Prodi /Jurusan : D.4 - Batik / Kriya Fakultas : FSRD ISI Surakarta Semester/Tahun : I / 2016-2017

Hari pertemuan / Tempat : Selasa, 1-6 (07.30 – 12.50), di Studio Kulit Dosen Pengampu : Drs. Agus Ahmadi, M.Sn.

 

I. MANFAAT PERKULIAHAN ORNAMEN NUSANTARA

Mata Kuliah ini wajib ditempuh bagi semua mahasiswa Jurusan Kriya, Program Studi D.4 – Batik, semester I, yang bermanfaat dalam rangka membekali mahasiswa untuk memperkuat keahlian professional, dan dapat kreatif, inofatif dalam mencipta sketsa, motif dalam pola/desain ornamen di bidang Batik dan Kriya Seni. Dalam perkuliahan ini mahasiswa mendapat penjelasan tentang Teori/Pengetahuan Ornamen, dan contoh berbagai macam motif ornamen berdasar ide/ acuannya, serta ragam hias nusantara (di Indonesia).

Manfaat bagi mahasiswa yang menempuh MK Ornamen ini antara lain: mengenal berbagai bentuk ornamen tradisi nusantara serta dapat membuat, mengembangkan beragam ornamen yang kreatif, inovatif dan estetik dengan mengacu pada ornamen tradisi Nusantara (Indonesia).

II. TUJUAN PERKULIAHAN ORNAMEN NUSANTARA

Setelah mengikuti perkuliahan Ornamen Nusantara ini mahasiswa dapat menjelaskan tentang Teori Ornamen: pengertian ornamen, fungsi ornamen, pengelompokan ornamen Nusantara, sifat ornamen, motif dan pola ornamen, tata susun ornamen, dan gaya ornamen.

Serta dapat membuat Karya berupa Aneka Gambar Ornamen pada kertas gambar ukuran A3 (dua demensi), dengan materi motif: geometris, tumbuh-tumbuhan, binatang, manusia, benda alam dan motif kombinasinya, aneka motif hias / ornamen tradisional berdasar kedaerahan yang tersebar di wilayah Indonesia / Nusantara, serta dapat mengembangkan ornamen tersebut menjadi bentuk-bentuk yang kreatif, inovatif dan indah/estetik dengan gambar hitam putih maupun diwarna cat akrilik.

(2)

III. TUGAS-TUGAS PERKULIAHAN ORNAMEN NUSANTARA

Pertm

Mingg

Urutn.

Tugas Keterangan Tugas-tugas MK Ornamen Nusantara Dalam Satu Semester Mg.2

3

4 5

1.

2a.

2b.

3.

4.

Menggambar ornamen dengan motif geometris, motif Pilin & Parang/Lereng.

a. Menyusun ragam hias bermotif geometris, Kawung/Ceplok & Tumpal.

(NIM Ganjil).

b. Menyusun hiasan bermotif geometris bebas (garis, segitiga, lingkaran, dsb).

(NIM Genap).

Menggambar aneka motif hias stilasi (digayakan) bentuk daun tunggal.

Menggambar aneka motif hias stilasi (digayakan) bentuk bunga tunggal.

Mg.6

7

8

Mg.9

5a.

5b.

6a.

6b.

7a.

7b.

8.

a. Menyusun ornamen dengan motif tumbuhan simetris penuh (NIM Ganjil).

b. Menyusun ragam hias motif tumbuhan simetris tidak penuh (ada yg beda).

(NIM Genap)

a. Membuat susunan hiasan dg. motif tumbuhan non simetris. (NIM Ganjil).

b. Membuat ornamen Tumbuhan dalam Vas Bunga non Simetris (NIM Genap).

a. Menyusun motif geometris,tumbuhan dlm bentuk lingkaran / bujursangkar (NIM Ganjil).

b. Menyusun motif bebas ulangan berputar dalam bentuk bersegi 6 atau 8.

(NIM Genap)

Menyusun motif tumbuhan dalam repetisi (ulangan) berderet horisontal.

Evaluasi Mid Semester (Penilaian Tugas 1 s/d 8).

Mg.10

11

12

13

9a.

9b.

10a.

10b.

11a.

11b.

12.

a. Membuat ornamen aneka binatang terbang (burung, kupu, serangga, dsb).

(NIM Ganjil)

b. Membuat motif hias binatang darat (sapi, kuda, gajah, rusa, ular,dsb).

(NIM Genap)

a. Menggambar aneka motif hias binatang air (ikan, udang, kepiting, hiu, dsb).(NIM Ganjil)

b. Menggambar kehidupan di dalam air tawar / laut (ikan & lingkungannya).

(NIM Genap)

a. Membuat susunan ornamen dengan pola hias bentuk topeng / kala.

(NIM Ganjil)

b. Membuat susunan ornamen dg motif hias stilasi sosok utuh manusia.

(NIM Genap)

Menyusun motif bebas ulangan berputar dalam bentuk campuran (lingkaran dan segi empat, segi enam atau segi bebas).

Mg.14 13.

Tugas 13, 14, 15, & 16: diwarna cat acrilik seperti pewarnaan pada Batik, Blok Rata atau / dan teknik Sungging atau Gradasi):

Menyusun motif hias geometris atau bebas dengan mengacu motif hias dari 1atau 2 daerah di Sumatra (Aceh, Batak, Riau, Minangkabau, Palembang, Lampung).

(3)

15

16

Ujian

14.

15.

16.

Menyusun motif hias gabungan (tumbuhan + binatang / manusia / benda alam) mengacu motif hias tradisional di Jawa (gaya: Surakarta, Yogyakarta,

Majapahit, Jepara, dsb).

Menyusun motif hias bebas yang mengembangkan motif hias tradisional dari daerah di Kalimantan (Dayak) atau mengacu motif hias tradisional Sulawesi (Toraja).

Menyusun motif hias tradisonal daerah Bali, Sumbawa, Maluku, atau motif hias tradisional daerah Papua (Asmat) dengan pewarnaan cat akrilik. (pilih 1 motif hias daerah).

Pada waktu Ujian Semester karya tugas 1-16 yang telah disetujui dijilid yang rapi, sampul diberi keterangan / tulisan yang jelas, benar, bagus & dikumpulkan sesuai jadwal ujian praktek Ornamen.

Kriteria Penilaian:

1. Keaktifan, kedisiplinan, dan kerajinan mahasiswa mengikuti perkuliahan.

2. Penyelesaian tugas-tugas Ornamen yang benar (sesuai urutan tugas) dan selesai tepat waktu.

3. Karya tugas Ornamen dinilai berdasarkan: kebersihan, kerapian, kreatifitas, inofatif dan estetika gambar serta proporsional (bentuk, komposisi, ukuran dan pewarnaan) dari karya yang telah selesai dibuat.

IV. DAFTAR PUSTAKA untuk MK Ornamen Nusantara:

1. A.N.J.Th.a.Th. Van Der Hoop, Ragam-ragam Perhiasan Indonesia, Koninklijk, Bataviaasch Genootschap Van Kunsten En Wetenschappen, 1949.

2. Aryo Sunaryo, Ornamen Nusantara Kajian Khusus tentang Ornamen Indonesia, Semarang:

Dahara Prize, 2011.

3. Dea Sudarman, Asmat Menyingkap Budaya Suku Pedalaman Irian Jaya, Depdikbud: PT.

Pustaka Sinar Harapan, 1986.

4. Ernst Lehner, Alphabets & Ornaments, New York: Dover Publication, Inc., 1952.

5. Gustami, SP., Nukilan Seni Ornamen Indonesia, Yogyakarta: ASRI, 1980.

6. Guntur, Ornamen Sebuah Pengantar, STSI Surakarta Press, Surakarta, 2004.

7. Hery Suharsono, Desain Motif, Jakarta : Puspa Swara, 2004.

8. Pepin van Royen, Islamic Designs, Amsterdam. The Nederlands: The Pepin Press, 2002.

9. Rene Smeets, Signs, Simbol & Ornament, London, New York: Van Nostrand Reinhold Company, 1982.

10. Syafii dan Tjetjep Rohendi Rohidi, Ornamen Ukir, Semarang: IKIP Semarang, 1987.

11. Soepratno, Ornamen Ukir Kayu Tradisional Jawa 1 & 2, Semarang: Penerbit Effhar, 2004.

12. Sugeng Toekio, Mengenal Ragam Hias Indonesia, Bandung: Angkasa, 1987.,

13. Sri Sudewi Samsi, Teknik dan Ragam Hias Batik Yogya dan Solo, Yogyakarta: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Batik, 2007.

14. Th a Th Vander Hoop, Indonesishce Siermotiven Baden, Koninklijk Bataviasch Genootschap van Kunsten en wetenshcappen, 1949.

15. Team Penyusun, Risalah dan Kumpulan Data Tentang Perkembangan Seni Ukir Jepara, Jepara: Pemda Tk II Jepara, 1980.

16. Willson, Eva, 8000 Years of Ornament, London: London British Museum Press, 1994.

17. Yasper en Mas Pirngadi, De Inlandshe Kunstnijveheit, Kunsdrukery Moton, 1912.

18. Internet, Google: Ornamen; Ornamen Geomatris; Ornamen Nusantara.

(4)

V. PERALATAN untuk MK Ornamen Nusantara: Buku Gambar Ukuran A3, Potlot, Penggaris, Penghapus, Drawing Pen (No. 1, 3, 5), Tip Ex, Buku Tulis dan Ballpoint.

Pertemuan Minggu ke 12: mempersiapkan peralatan sungging: Cat Akrilik, Kuas Halus, Palet, Wadah Air, Tisu/Kain, dsb.

Dt:/ Materi & Tugas2 ORNAMEN Prodi Batik, AgA, 2016.      

MATERI AJAR PERKULIAHAN ORNAMEN

Materi Ajar untuk perkuliahan Ornamen Nusantara, Smt I, Prodi Batik ini telah disusun buku dalam ukuran A5 (agar harga dapat lebih murah), yang berjumlah 241 halaman, dengan gambar dicetak berwarana. Judul Buku dan Daftar Isinya sebagai berikut:

Teori & Aneka Kreasi

ORNAMEN NUSANTARA

   

BAHAN AJAR

MK 0RNAMEN NUSANTARA

MKK – 12103, 3 SKS, SMT I Program Studi D.4 – BATIK

Jurusan Kriya

Oleh

Drs. Agus Ahmadi, M.Sn.

FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN INSTITUT SENI INDONESIA

( I S I ) S U R A K A R T A

 

Tahun 2016

(5)

 

TEORI DAN ANEKA KREASI ORNAMEN NUSANTARA 

Oleh Agus Ahmadi    

KATA PENGANTAR       ii 

DAFTAR ISI      iii 

DAFTAR GAMBAR      v 

BAB I.  RUANG LINGKUP ORNAMEN NUSANTARA   

A. Keberagaman Karya Kriya & Ornamen di Nusantara  1    B. Pengertian Ornamen           4 

C. Ornamen Sebagai Kebudayaan Nusantara      7 

D. Fungsi Ornamen      9 

E. Sekilas Sejarah Ornamen Nusantara       10 

BAB II. KRIYA, DESAIN DAN KREASI ORNAMEN      16 

A. Seni Murni, Kriya dan Desain        16 

B. Ornamen Dalam Desain Barang Kriya      18 

C. Sifat Ornamen      20  

D. Motif, Pola dan Ornamen      21 

E. Tata Susun Ornamen      23 

F. Gaya Ornamen      27 

  G. Tatacara Menggambar Ornamen        31 

H. Pewarnaan Gambar Ornamen        35   

I. Cara Berkreasi Motif/Pola Ornamen Batik  `    41 

J. Aneka Kreasi Ornamen Batik Gaya Solo & Yogya    44 

  BAB III. PENGELOMPOKAN ORNAMEN NUSANTARA    51 

A. Beberapa Pengelompokan Ornamen Nusantara    51 

B. Kelompok Ornamen Berdasar Acuan Motif Hiasnya  52  1.  Kelompok Ragam Hias Geometris      52 

2.  Kelompok Ragam Hias Tumbuh‐tumbuhan    58 

3.  Kelompok Ragam Hias Binatang        73 

a. Motif Hias Binatang Terbang        74  

b. Motif/Pola Hias Binatang Darat       84 

c. Motif Hias Binatang Air Tawar dan Laut    91 

d. Motif Hias Hewan Melata        94 

e. Motif Hias Binatang Khayali        97 

4. Ragam Hias / Ornamen Sosok Manusia      101 

a. Motif  Sosok Utuh Manusia        101 

b. Motif Topeng, Kedok dan Kala      106 

c. Bentuk dan Motif Wayang        109 

iii      5. Motif Benda Alam dan Pemandangan      115 

6. Motif Hias Benda Teknologi dan Bangunan    117 

7. Motif Hias Kaligrafi, Jalinan dan Abstrak     120 

8. Ornamen dengan Motif Hias Campuran      125   

 

(6)

 

BAB  IV.  ANEKA ORNAMEN TRADISIONAL NUSANTARA  128     A. Beberapa Ornamen Daerah Aceh        129  B. Beragam Ornamen Gaya Batak        131  C. Aneka Ornamen Gaya Minangkabau      137  D. Ornamen Gaya Lampung pada Kain Tenun      143  E. Ornamen Gaya Dayak, Kalimantan        146  F. Beberapa Ornamen Gaya Toraja, Sulawesi      150 

G. Beragam Ornamen Gaya Bali        153 

H. Ornamen Di Lombok dan Nusa Tenggara      157   I. Ragam Ornamen Suku Asmat Di Papua      163    J. Kreasi  Ornamen Mengacu Motif Hias Asmat    167  K. Kreasi Ornamen Mengacu Motif Hias Batak    169  

L. Ornamen Gaya Islam      171 

M. Pola Hias Batik Solo dan Yogya        177  N. Ragam Hias / Ornamen Garuda        192   

BAB V.  HASIL ORNAMEN KREASI MAHASISWA PRODI BATIK        DAN ORNAMEN BERWARNA / SUNGGINGAN    196  

A. Ornamen Kreasi Mahasiswa Prodi Batik Th 2013    198  B. Ornamen Kreasi Mahasiswa Prodi Batik Th 2014    202  C. Ornamen Kreasi Mahasiswa Prodi Batik Th 2015    207 

   

D. Gambar Kreasi Ornamen Berwarna / Sunggingan    214  1. Kreasi Mahasiswa Prodi Batik        214  2. Kreasi Ornamen Batik Tulis dan Batik Lukis    218  3. Karya Ornamen Kreasi Agus Ahmadi      223  4. Kreasi Ornamen Soegeng TM. & Imam Madi    225  5. Ornamen Sebagai Elemen Bangunan      227  6. Batik Art Festival (BAF) 1, FSRD ISI Surakarta 2016  230     

BAB VI. PENUTUP              234 

DAFTAR  KEPUSTAKAAN            236 

LAMPIRAN:         239 

Manfaat & Tujuan  Perkuliahan Ornamen  Tugas‐Tugas Perkuliahan Ornamen Nusantara.  

  iv   

Dt:/ Materi & Tugas2 ORNAMEN Prodi Batik, AgA, 2016. 

Referensi

Dokumen terkait

Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2012, dengan kami ini minta kepada Saudara Direktur untuk hadir dalam melakukan Pembuktian Kualifikasi dengan membawa berkas asli data perusahaan pada

dihasilkan dan skala rasio disebut data rasio dan tidak ada pembatasan terhadap alat uji statistik yang sesuai. Variabel yang diukur skala interval dan

Kandungan protein kasar daun singkong yang cukup tinggi (26,29%) diharapkan mampu mensubstitusi penggunaan BKK dalam ransum tanpa menimbulkan efek yang mengganggu

IF THE PURPOSE IS TO MANUFACTURE THE BASIC CLASS OR LIST I CHEMCIAL INTO DOSAGE FORMS, FURNISH THE FOLOWING INFORMATION:. NAME OF DOSAGE FORM (include

Metode pembelajaran yang saat ini banyak digunakan untuk mewujudkan kegiatan belajar mengajar yang berpusat pada peserta didik ( student oriented) adalah

Multiplexer pertama memiliki 3 input yaitu flux linkage motor (psiqm) yang dilambangkan dengan u[1], tegangan stator pada sisi konfigurasi q yang dilambangkan dengan u[2],

Hasil uji coba scheduled task menunjukkan bahwa scheduled task berhasil dijalanakan. Setelah itu, status anggota akan berubah menjadi Expired seperti yang ditunjukkan pada gambar