i
AKU MENCINTAIMU BUKAN KARENA CINTA
SaifZuhri, dkk
PENERBIT CV.EUREKA MEDIA AKSARA
ii
AKU MENCINTAIMU BUKAN KARENA CINTA
Penulis : SaifZuhri
Marlina Susilawati Dwi Arca Martiani, S.Pd Masniati, S.Pd
Randa Anggarista Bukran Irfan Nurhuda Muslih Baiq Uniq Sri Wahyuni Sumiati
Abu Ikbal
Desain Sampul : Eri Setiawan
Tata Letak : Herlina Sukma
ISBN : 978-623-487-069-5
Diterbitkan oleh : EUREKA MEDIA AKSARA, JULI 2022 ANGGOTA IKAPI JAWA TENGAH
NO. 225/JTE/2022
Redaksi :
Jalan Banjaran, Desa Banjaran RT 20 RW 10 Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga Telp. 0858-5343-1992
Surel : [email protected]
Cetakan Pertama : 2022
All right reserved
Hak Cipta dilindungi undang-undang
Dilarang memperbanyak atau memindahkan sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun dan dengan cara apapun, termasuk memfotokopi, merekam, atau dengan teknik perekaman lainnya tanpa seizin tertulis dari penerbit.
iii KATA PENGANTAR
Terucap puji syukur hanya milik Allah SWT, Dzat yang patut dipuji dan dipuja karena tiada dua-Nya. Rahmat yang tercurah untuk segala alam menjadi sangat berarti bagi hidup dan kehidupan. Luruh selawat salam kepada manusia yang terpuji, Rasulullah SAW, berkat bimbingan dan jerih payah beliau, petunjuk untuk berbuat baik selalu tertanam dalam sanubari.
Alhamdulillah buku “Kumpulan Kisah Inspiratif II”
terselesaikan dengan baik. Buku yang berjudul “Kumencintaimu Bukan Karena Cinta” ini merupakan salah satu tulisan dari sekian judul tulisan teman-teman KLM (Komunitas Lombok Menulis).
Buku ini adalah buku kedua setelah buku “Tersekat di Penghujung Senja” yang terbit perdana pada awal tahun 2022. Tentu KLM akan terus berupaya memberikan sajian terbaik sambil berbenah dengan segala kekurangan yang ada.
Tak ada kata sempurna kalau tidak disempurnakan. Tidak ada kesuksesan kalau tidak mencicipi rintangan. Kekurangan dan rintangan akan terasa sangat menyentuh bila dibarengi dengan semangat, ikhtiar dan do’a yang selalu dipanjatkan. Dengan ikhtiar dan do’a semua akan terwujud untuk mencapai titik kesuksesan.
Penulis berharap segala kurang dan khilaf diberikan saran dan kritik menuju kesempurnaan.
Dan akhirnya hanya ma’af yang penulis utarakan atas segala khilaf. Kontribusi positif dari semua kami sangat harapkan untuk mendukung karya KLM berikutnya.
Selong, 28 Juli 2022 Ketua KLM, SaifZuhri
iv
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... iii DAFTAR ISI ... iv KUMENCINTAIMU BUKAN KARENA CINTA
SaifZuhri ... 1 MENYELAMI LAUTAN AKSARA
Marlina Susilawati... 9 KEJUTAN MANIS DARI GUNTUR
Dwi Arica Martiani, S.Pd ... 22 NYANYIAN FAJAR GADIS DESA
Masniati, S.Pd ... 28 PIDATO KENEGARAAN BAPAK PRESIDEN
Randa Anggarista ... 32 TILAWAH INJAK TURKI
Bukran Irfan... 40 PENGANTIN SATU MALAM
Nurhuda Muslih ... 45 PEREMPUAN SETUMPUK MISTERI
SaifZuhri ... 54 PRAHARA PELIK
Baiq Uniq Sri Wahyuni ... 59 CINTA TAK TERPERI UNTUKMU IBU
Sumiati ... 63 ONLY SPECIAL ONE
Abu Ikbal... 76 TENTANG PENULIS ... 90
1
KUMENCINTAIMU BUKAN KARENA CINTA
SaifZuhri
Cinta terlahir dalam dekap nurani milik siapapun. Lantunan kidung indah secara tiba-tiba mengalir lirih karena cinta tak berkata seuntai saja, namun ia akan mengalun lembut, tulus ketika dimanja dan tak disakiti. Patah hati, kecewa, dihianati jangan sampai ada karena ketika itu sering melanda, justru cinta akan terkikis berlalu tanpa pamit dan enggan berjabat tangan bahkan sulit untuk kembali lagi.
Luapan rasa ketika mengenal cinta bukanlah karena terpaksa dan terungkap sebatas angan sementara, namun cinta tidak sebatas gurauan dan ungkapan basa basi yang semudah terungkap semudah itu pula hendak dimuntahkan. Dalam diri, pasti merasa bahagia dengan apa yang terasa meningkatkan kasih dan kata manja mesra, begitu pula akan terasa sakit bila ulu hati terhujam penghianatan dan goresan sembilu yang sudah mampu mencipta luka bercabang dua bahkan tiga. Walaupun kodrat untuk mendapatkan lebih dari yang sudah ada selalu muncul bagi insan yang punya kesadaran dan normal etika hidupnya. Wal hal, aku dari sekian makhluk Tuhan yang bisa mencinta dan dicinta dengan segala aroma kisah suka duka sampai maut memisahkan sua.
Benarlah cinta itu butuh pengertian dan saling memahami dari segala kekurangan dan kelebihan Yang Kuasa telah anugerahkan kepada hamba-Nya.
9
MENYELAMI LAUTAN AKSARA
Marlina Susilawati
Dengan langkah pelan Ema, gadis berkulit putih dengan badan yang agak mungil ini memasuki ruangan yang masih terlihat sepi. Dia mencoba memindai ruangan yang tidak terlalu luas itu.
Warna soft menenangkan mendominasi ruangan, dan tidak terlihat pernak-pernik berlebihan terpajang. Membuat ruangan terasa nyaman dan luas. Terlihat ada beberapa orang duduk berkelompok dua atau tiga orang berbicara tenang sambil menikmati sajian yang sudah siap di meja prasmanan.
Setelah puas melihat semuanya dan merasa tidak ada yang dikenalnya perempuan berpakaian santai yang dipadu jilbab motif bunga kecil-kecil ini pun mengambil kursi kosong yang terdekat dengan tempatnya berdiri sejak awal dia datang dan tidak bergerak sedikitpun. Hanya matanya saja yang menari kesana kemari sejak tadi.
Dia membuka kembali gedgetnya, membuka aplikasi WA untuk melihat informasi di salah satu WAG terkait kegiatan yang dihadirinya ini. Ratusan chat sudah memenuhi group begitu dia membukanya. Mencroll perlahan percakapan dari teman-teman SMAnya menghadirkan berbagai ekspresi dengan dominan tersenyum tentunya.
Foto teman-temannya yang sudah ada di ruangan ini pun sudah lengkap terkirim, sambil meminta teman yang belum hadir untuk segera ke lokasi. kecuali dia tentunya. Sejak awal digabungkan di group alumni SMA ini bulan lalu, dia cukup merasa puas hanya dengan menjadi silent reader sambil sesekali memberikan emoji ringan kalau ada yang menurut dia menarik.
22
KEJUTAN MANIS DARI GUNTUR
Dwi Arica Martiani, S.Pd
Saya adalah seorang guru pada sebuah SMA Negeri di Kabupaten Lombok Barat, NTB. Menjadi seorang guru sebenarnya bukanlah cita – cita dari masa kecil, tetapi keberuntungan saya sebagai mahasiswa PMJK (Penyaringan Mahasiswa Jalur Khusus) pada jurusan MIPA program studi pendidikan kimia di sebuah Universitas Negeri di daerah saya telah mengubah masa depan saya ke arah yang lebih cerah, dan saya bertekad akan mengabdikan diri saya untuk menjadi seorang pendidik yang berkualitas dan berintegritas.
Menjadi guru SMA adalah pekerjaan yang memiliki tantangan luar biasa, karena harus berhadapan dengan siswa – siswa yang sudah memiliki kepribadian kompleks. Pada awal – awal mengajar saya mendapatkan kesulitan yang cukup besar menyangkut pengelolaan kelas. Kecendrungan peserta didik yang masih suka “ramai sendiri” begitu saya memberikan istilah, menyebabkan proses pembelajaran terkadang tidak kondusif.
Terlebih lagi pada bidang studi yang saya ajarkan (kimia), dimana sudah menjadi momok tersendiri bagi siswa yang menganggap bahwa ini adalah pelajaran abstrak, sulit difahami, tidak menyenangkan, fungsinya dalam kehidupan sehari – hari juga tidak jelas, dan masih banyak lagi argumen – argumen aneh yang melebeli si “kimia” ini. Maka saya cukup memeras otak untuk mencari strategi apa yang harus saya gunakan agar kimia bisa diterima dengan mudah dan menyenangkan.
28
NYANYIAN FAJAR GADIS DESA
Masniati, S.Pd
Nampak matahari mulai menebar kehangatan. Bumi seakan tersenyum menyambut suguhan dari benda langit yang terbit dari arah Timur itu. Gadis itu bergegas ke samping rumah tempat ditaruhnya semua peralatan sawah oleh ayahnya. Diedarkan pandangan dari tiap sudut. Dua gembor besi untuk menyiram, dia ambil dari tempat itu. Benda itu kini setiap hari menemani pagi Ratih dan adik perempuannya. Kedua anak gadis itu melangkah meninggalkan rumah, menenteng gembor besi tadi untuk menyiram di tangan. Dengan berjalan kaki, mereka menyusuri jalan yang di kiri kanannya berjajar pohon kelapa menjulang tinggi.
Pagi itu masih terlihat kilauan embun di permukaan rumput pematang sawah. Menyapa dengan sejuknya membasahi tapak kaki. Tangan Ratih, menyingkap satu persatu plastik putih sepanjang dua puluh lima meter sebagai penutup kuburan pembibitan tembakau. Sepuluh kuburan terselesaikan dalam waktu yang tidak begitu lama. Sebab, Tini juga tidak kalah gesit membantu sang Kakak.
Sudah menjadi pekerjaan tahunan kedua gadis Aminah. Dan itu mereka lakukan setiap hari di waktu pagi dan sore hari, sampai bibit tembakau siap ditanam. Namun, tahun ini berbeda. Keduanya harus membagi waktu antara bekerja membantu orang tua dan belajar. Sebab, Ratih dan Tini akan menghadapi ujian sekolah.
Ratih mengambil air di kolam kecil yang dibuat Ayahnya, tempat menampung air yang mengalir dari parit sawah. Sementara Tini, mengguyurkan air yang diambil Ratih tadi, ke tiap kuburan bibit tembakau dengan gembor besi. Keduanya berbagi tugas, sehingga satu persatu pekerjaan tuntas dengan cepat.
"Bibit tembakaunya aman, Dek, tak ada rumput yang tumbuh di sekitarnya," ucap Ratih sambil menyeka peluh yang mengucur di wajah kepada gadis yang berdiri di sampingnya.
32
PIDATO KENEGARAAN BAPAK PRESIDEN
Randa Anggarista
Telah lama, Badar hidup dari hasil berdagang. Setiap pagi, setelah subuh berkumandang, ia menuju surau untuk bersiap menjemput mimpi-mimpi yang hampir luput. Sebelum gempa menembus Lombok pada pertengahan 2018, Badar dan istrinya masih membuka lapak pada sebuah persimpangan sudut kota.
Setiap sore menjelang, tepat di depan Taman Budaya Nusa Tenggara Barat, ia membuka lapak dagangnya. Ada nasi, beberapa jenis lauk-pauk, ditambah es, kopi, dan aneka minuman lainnya.
Ya memang begitulah kehidupan yang sejati. Badar dan istrinya masih bertahan hidup di bawah garis kemiskinan. Ia masih memiliki harapan dan cita-cita yang terus didambakannya. Setelah resmi menikah, Badar bertahan hidup di tengah deru suara kota.
Anak-anak yang berlarian setelah Indonesia resmi merdeka. Tepat tujuh puluh enam tahun lamanya. Ingat! Telah tujuh puluh enam tahun lamanya. Lombok dan kota-kota di dalamnya menyimpan sebuah misteri tentang nasib para perempuan yang menjajakan diri di beberapa sudut pedalaman kota.
Badar tak pernah mau ambil pusing. Toh kaya atau tidak, nasib manusia akan tetap sama. Akan tetap menjadi babu di bawah kaki-kaki reformasi dan pembangunan yang terus menjadi mitos abadi. Bagi Badar sendiri, memiliki istri secantik Rubaiyah, cukup sudah menjadi sebuah anugerah yang terus ia puja. Pada diri Rubaiyah, ia menemukan sebongkah emas yang telah lama ia cari sebelumnya. Badar menemukan Kartini yang masih menyalakan lilin bagi perempuan lainnya.
40
TILAWAH INJAK TURKI
Bukran Irfan
Fadhila Arianingsih, sapa saja Fadhila adalah gadis yang cantik dan sholihah lahir di Soloi Agung, Sulawesi Tenggara, 5 Agustus 2001. Fadhila sosok orang yang aktif, energik, ramah, memiliki Jiwa sosial yang tinggi, dan senang bergaul. Seperti anak desa pada umumnya, Fadhila melakoni kehidupan pada nuansa penuh keprimitipan karena memang kampung halamannya merupakan daerah yang jauh dari perkotaan, kemana saja akan mengarahkan pandangan akan sangkut pada bentangan hutan belantara yang sedit demi sedikit mulai berubah menjadi lahan pertanian dan ayah serta ibu Fadhila mengais penghidupan melalui bertani.
Walaupun demikian cakrawala pemikiran dan harapan sang ayah dan ibunya jauh dirata-rata masyarkat yang ada disekitarnya, karena diam-diam mereka menaruh harapan yang tinggi pada anaknya Fadhila. Orang tuanya Fadhila ingin anaknya menjadi orang sukses dan berilmu serta berwawasan luas.
Suatu hari disela-sela kerja dikebun sebelah rumahnya sang ayah istirahat duduk termenung sambil menyandarkan punggungnya pada pohon nangka yang akar belukarnya sedikit menyatu dengan sebongkah batu, sambil menyandarkan punggungnya ayah Fadhila tertegun memandang awan tipis yang tertiup angin, karena asyik dalam lamunannya tanpa disadari ibu Fadhila sudah berada di sampingnya dan merangkul suaminya dengan suara lirih menyapa, “Abang sayang,,, yang gagah perkasa, ada apa? Begini Dik, aku sedang berfikir tentang anak kia Fadhila, ternyata sebentar lagi akan tamat SMP, kemana dia akan melanjutkan pendidikan sementara kita dihantui oleh perasaan cemas dan rasa was-was, kita berada di desa yang terpencil, sarana pendidikan tidak memadai bahkan tempatnya pun cukup jauh dari rumah, sementara kita berharap anak kita Fadhila harus punya masa depan tidak seperti teman-temannya yang tidak melanjutkan
45
PENGANTIN SATU MALAM
Nurhuda Muslih
Lama merantau dinegeri Jiran sampai lupa akan cari pasangan hidup karena menikmati pekerjaan di rantauan...Amran (nama samaran).. umur sudah kepala tiga alias 30 lebih..umur yang cukup matang bagi seorang laki laki untuk berumah tangga dan mendptkan pasangan hidup yg ideal .
Teringat akan usia yang cukup matang terpikirkan sesaat olehnya untuk mencari pasangan hidup..iseng buka buka FB status dan lihat profil profil di FB seorang cewek..dari iseng iseng buka FB dan lihat lihat status dan profil.. kecantol satu profil cukup ayu..sahaja kelihatannya..mungkin cocok dengan ku..ah coba sj di japri siapa tau ada jawaban ato ada tanggapan dr ini si cewek dalam hati Arman..
Jari jemariku mulai mengetik Tut dlm hp ku..ku menyapa..
“Assalamu'aikum... Salam kenal dr ku Arman...boleh kenalan nggak” .. sambil menunggu chat balasan dr si cewek ku lihat lihat juga profil FB di cari temen...ternyata fusiiiing juga ya buka buka profil di FB.. mau milih milih lihat lihat cewek cantik banyak juga di FB gumam Arman dlm hatinya..”he.he.he.. maklum cowok seumuranku juga mau kenalan dengan cewek langsung tatap muka bisa bisa berdiri kencing aku nanti dibuatnya...ah apa salahnya kenalan dan cari cewek lewat dumay pikirku..”
Tak lama chatku berbunyi..dibls oleh cewek itu..
“Wa'alaikum salam.jawabnys.. Salam kenal juga mas.. dr mana emangnya mas...” Ku bls.. “dr Lombok NTB...” “OYA SAMA DONG.??.. Lombok nya mana cah ayu (eh bisa juga aku ngerayu ya lewat dumay gumamku).. masaaaak?..”
Akhirnya perkenalanku dengan si dia berlanjut dr nanya nanya nama alamat asalnya.. nyambung percakapan kami lewat chat FB.... Tak sia sia ternyata lihat lihat profil cewek di hp..eeh tau nya dijawab juga chatku oleh itu cewek...arah mudahan bisa
54
PEREMPUAN SETUMPUK MISTERI
SaifZuhri
Perempuan ditakdirkan lahir sebagai kodrat yang lemah.
Namun negara yang kuat juga tertopang dengan baiknya prilaku perempuannya. Dalam diri perempuan banyak misteri yang harus disikapi agar makhluk yang tercipta dari tulang rusuk laki-laki itu selalu harus dipahami agar ia tidak bengkok dan sampai patah hati.
Kodrat perempuan yang dianggap lemah sebenarnya titik lemahnya entah dimana bila dibandingkan laki-laki yang katanya super sibuk. Perempuan jauh lebih sibuk dan kuat dari laki-laki bertubuh kekar sekalipun. Perempuan sebelum subuh sudah menyiapkan sarapan pagi untuk suami dan anaknya, mencuci dipagi hari, mengurus anak, berpikir untuk makan siang, pergi belanja, nyapu dan menyiram halaman, mengantar anak ke sekolah, mengurus keuangan dapur, mengajar, melayani suami dengan bertumpuk problematika, menyiapkan makan malam dan memastikan apakah popok si bayi sudah terpasang atau tidak dan lain-lain.
Lain halnya dengan laki-laki, umumnya laki-laki ingin selalu dituruti dan didengar, kadang ia lupa bahwa ia yang seharusnya berbelanja ke pasar, mencuci piring, membajak sawah, mengajarkan anak dan membimbingnya menjadi pribadi yang kuat dan bijak, tidak hanya mempertontonkan bagaimana model perintah dan lakon yang justru biasanya salah ter-cap ke pihak ibu atau seorang perempuan.
Ketika sudah lain bentuk karena kurang berdandan, ia terkadang disalahkan, tidak dengan kata namun tersurat dari sikap dan perubahan pola laku seharian ketika hati sudah punya tambatan lain. Ketika aroma dan rasa makanan dirasa kurang lezat dan tidak nikmat, seringkali tatapan mata hendak mengumpat dan penyakit serasa kambuh dan kumat untuk menghujat, biasanya perempuan jadi sasar salah.
59
PRAHARA PELIK
Baiq Uniq Sri Wahyuni
Malam itu, seolah mimpi tapi nyata..sebab tidurnya malam itu pulas sekali lalu Ia pun terbangun dan bergegas mempersiapkan diri untuk keluar menghampiri suara itu. Ternyata memang benar ini suara orang gumamnya dari balik jendela.. apa aku tidak usah keluar aja ya, ujarnya dalam hati . Namun Ia pun tak sabar mendengar riuhnya ketukan pintu dan suara salam yang disuarakan berkali - kali. Mana sudah larut malam lagi ! Akhirnya Ia lalu membukakan pintu . Benar saja ada dua laki-laki muda berdiri tepat di depannya dalam hati dua orang ini butuh dan perlu sama siapa ya, yang jelas dia tidak mengenal dua laki-laki ini jawabnya dalam hati .
Sebelum Ia bertanya salah seorang dari mereka duluan berujar “ benar ini rumahnya pak Muhammad “ ya betul jawabnya.
Bapaknya ada ? tanyanya lagi. Malam ini kayaknya dia tidak akan pulang sebab tadi dia pulang sebentar cuman ganti baju lalu dia pergi lagi sahutnya. Bisa minta tolong Ibu telepon in ujarnya ‘ lalu Ibu itu pun masuk untuk mengambil HP tapi dalam hati seolah berkecamuk dan perang kata-kata ; mana pulsa kosong, quota / wifi lagi-lagi macet atau memang terputus gara-gara belum bayar.
Lengkap sudah penderitaan yang dirasakan malam itu, ditambah lagi kegamangan rasa yang diaduk-aduk kekesalan demi kekesalan yang seolah dilempar keras karena dihujani sekian orang yang datang dengan berbagai pengaduan. Ia pun keluar lagi menemui dua lelaki muda itu dan berkata “ tidak diangkat atau direject “ padahal sebenarnya Ia tau kenapa tidak tersambung ya jelas saja karena Ia kan telepon pakai sambungan suara padahal malam itu connect wifi tidak ada. Walau begitu mereka rupanya tidak begitu respon dengan suasana malam yang sdh cukup larut dan mereka tanpa basa basi nunggu dan terdengar bercengkerama sembari duduk dikursi yang ada dihalaman itu.
63
CINTA TAK TERPERI UNTUKMU IBU
Sumiati
Aku terpaku memandang wajah pucat itu,
Aku termangu menatap keriput-keriput yang perlahan mulai memenuhi wajah cantiknya.
Hatiku bagai teriris sembilu setiap mendengar ocehan yang keluar dari mulutnya.. “Ibu … andai kau tau betapa pedih perasaanku disaat kau mulai mengigau tak menentu.”
Betapa tak dapat kutahan air mataku setiap menghadapi kemanjaan yang tidak biasa kau lakukan.
Wanita yang terbaring lemah itu adalah ibuku, wanita yang terkulai tak berdaya itu adalah pahlawanku
Wanita yang sedang meringis kesakitan itu adalah malaikat tanpa sayapku.
Sudah lebih dari lima tahun ini dia berjuang melawan penyakit kanker payudara yang semakin hari semakin menggerogoti tubuhnya.Ribuan pengobatan sudah dijalani, namun tak jua dapat membebaskannya dari penyakit yang sangat mengganas itu.
Aku tiada merasa lelah mengurusnya..
Disetiap malam-malam panjangku tak pernah absen ku hamparkan sajadahku memohon iba pada Sang Ilahi Robbi agar menyembuhkan ibuku...
Ibuku ..
Ibu yang separuh hidupnya berada dalam penderitaan yang tak berkesudahan..
Tiba-tiba gawaiku berbunyi, rupanya ada chat masuk dari mas robi. Mas Robi adalah suamiku, suami yang dikirimkan Tuhan untukku, suami yang penuh kasih sayang dan penuh pengertian, aku sangat bersyukur memilikinya.
Sayang...udah makan?" Tanyanya."
Udah Pa."balasku"
76
ONLY SPECIAL ONE
Abu Ikbal
Terlahir dengan kondisi cacat, bagi sebagian orang merupakan Aib, harus disembunyikan serapi mungkin, dipoles sedemikian rupa agar nampak seperti normal, dan tanpa cacat, sebagian lain menganggap cacat pisik sebagai hal yang biasa, lumrah dan tidak mesti ditutup tutupi, hanya sebagian kecil dari kita dan mereka yang berani dan menganggapnya sebagai sebuah tantangan dan peluang, harus berani bersaing untuk keberhasilan, tanpa menjadi beban orang lain, Great….
Russel, telah menikah tiga kali, dua kali sebelum cacat dan sekali setelahnya, cacat yang diderita bukan cacat bawaan sejak lahir, tetapi akibat kecelakaannya sewaktu Russel berada di Rantauan, Sebelum Berangkat merantau, Russel sempat dinasehati ibunya, “agar tidak mengendarai sepeda motor seperti di kampung, memasang Knalpot bising, sering ikut konfoy sambil kebut kebutan, dan ingatlah selalu kejadian yang menimpa almarhum bapakmu, beliau meninggal karena kecelakaan”, Bukan Russel namanya, kalau naik Motor pelan pelan, bahkan dikampungnya Russel sering dijuluki Raiders.
Russel beruntung memiliki kedua orang tua yang shalih dan taat beribadah, sehingga senakal-nakalnya Russel, nama baik kedua orang tuanya tidak jarang menjadi tameng dari rasa jengkel warga kampong. Russel terkenal anak bandel namun suka menolong dan cerdas. Buah yang baik akan jatuh tidak jauh dari pohonnya, begitulah gambaran masa remaja Russel.
90
TENTANG PENULIS
PENULIS 1
SaifZuhri, lahir dari pasangan Mun-Raihan 29 Desember 1976 di Rensing Sakra Barat Lombok Timur. Lahir dari ibu yang sederhana dan ayah yang bersahaja membuatnya tertuntun untuk selalu rendah hati, pantang menyerah dan berupaya berkarya dan mengabdi untuk masyarakat sekitarnya. Harapan ayahnya ia menjadi seorang tuan guru, namun pria pencinta seni ini lebih tertuntun untuk menekuni bidang sastra dan pengabdi pada madrasah sesuai harapan guru besarnya. Ia menamatkan Studinya di Sekolah Pascasarjana Universitas Mataram konsentrasi bidang Linguistik. Selain mengajar di perguruan tinggi dan madrasah, ia juga aktif berorganisasi seperti di BKPRMI, BKPAKSI, LAZAH NW, mendirikan Taman Bina Alqur’an An-Nahdly, Komunitas Menulis dan mencipta lagu-lagu perjuangan untuk menggerakkan semangat dalam berjuang. Dalam karya tulis, ia telah melahirkan karya seperti “Seberkas Sinar dari Al-Abror”, “Di Ujung Senja ‘97”,
“Kutemukan Cintamu Sehari Saja”, “Andai Aku Seperti Rinjani”,
“Ibu (Antologi Puisi)”, “Kurajut Asa Biar Kau Tak Lupa (Antologi Cerita Inspiratif)” dan saat ini masih aktif di Komunitas Lombok Menulis. Penulis bisa dihubungi lewat no. 081997611211 dan email [email protected]
91 PENULIS 2
Ibu dengan tiga orang anak ini lahir di Lombok, 31 Maret 1981, dan lebih akrab disapa Lina. Perempuan yang pernah kuliah di Fakultas Teknik Universitas Mataram ini telah menyukai dunia literasi sejak kecil, walaupun sebatas sebagai pembaca.
Pengalaman literasi perempuan sasak tulen ini hanya didapatkan melalui beberapa kelas online kepenulisan sejak pandemic mulai menyapa negeri, dengan ikut tantangan menulis 30 hari atau beberapa tantangan lainnya.
Sehingga beberapa antologi pun sudah tercetak dari tulisan pendek dari kelas-kelas online tersebut. Memulai karir sebagai guru TK sejak di bangku kuliah, membuatnya memutuskan menjadi guru TK begitu wisuda meskipun dengan gelar Sarjana Teknik., meskipun akhirnya harus kuliah S1 PGPAUD lagi setelah didaulat menjadi kepala sekolah TK Islam Al Qudsiyyah Pringgasela tahun 2015 silam. Perempuan yang suka berorganisasi ini sekarang menjadi guru di TK Negeri 01 Pringgasela. Menjadi guru TK menjadikannya lebih peduli tentang dunia pengasuhan yang membawanya aktif di komunitas parenting dan kegiatan pengasuhan yang ada di lingkungannya. Penyuka warna ungu ini mulai suka menulis di akun sosmed dengan berbagai tema secara acak, terutama yang sifatnya reportase tentang berbagai hal yang dialaminya. Catatan –catatan tersebut bisa dilihat di FB Marlina Susilawati dan IG marlina812020
92
PENULIS 3
Penulis bernama Dwi Arica Martiani,S.Pd. akrab disapa Dwi.
Lahir di Keruak-Lotim, 04 Maret 1982 dari pasangan H. Makmun, S.Pd. dan Hj. Caya Khairani, M.Pd. Saat ini penulis sedang mengabdikan diri sebagai seorang pendidik di sebuah Sekolah Menengah Atas di Batulayar.
Penulis memiliki motto Hidup “Man Jadda Wajada”
Penulis bisa dihubungi di
Email : [email protected] Fb : Dwi Arica Martiani
Hp/Wa : 081918324136
PENULIS 4
Masniati, S.Pd : Seorang Ibu tiga putra, kelahiran Kabar 31 Desember 1978. Menjadi tenaga pengajar sekaligus Pembina Pramuka di Madrasah Ibtidaiyah NWDI Kabar. Dari hobi menulis telah melahirkan karya tiga buku solo dan enam belas buku antologi. FB.
Masniati Fadlli dan IG. Masniati_Fadlli.
93 PENULIS 5
Randa Anggarista merupakan Founder Lumbung Literasi yang beralamat di Dusun Selojan, Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok tengah. Pria kelahiran Barejulat, 9 Maret 1992 ini berhasil menyelesaikan Studi Sarjana (S1) di FKIP Universitas Mataram pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah tahun 2015. Kemudian melanjutkan Studi Magister (S2) ke Yogyakarta, tepatnya di Universitas Negeri Yogyakarta pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia tahun 2016, serta berhasil menyelesaikannya pada pertengahan tahun 2018. Saat ini, Randa Anggarista merupakan Dosen Tetap Yayasan di Universitas Qamarul Huda Badaruddin Bagu, pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Buku pertamanya berbentuk ontologi puisi dengan judul Dari Kaki Rinjani Hingga Pusat Kota Yogya (2020), buku teori sastra, Ekokritik: Sebuah Teori dan Praktik (2020), sebuah novel berjudul Lalu (2020), serta sehimpun cerpen Sebuah Jembatan dan Andang-Andang (2021). Selain itu, beberapa tulisannya juga termuat dalam media daring serta beberapa jurnal, baik nasional maupun internasional.
Penulis dapat dihubungi melalui narahubung 082340533987 (WA) atau melalui email di [email protected].
94
PENULIS 6
BUKRAN IRFAN, Lahir di Bagik Lonjer Desa Rensing Kec.
Sakra Barat Lombok Timur.
Aktivitas sehari-hari mengajar di SMA Negeri 1 Sakra Lombok Timur dan mengabdikan diri pada salah satu Universitas di ibukota Provinsi NTB (Mataram) yaitu Universitas Nahdlatul Wathan Mataram.
Penulis juga seorang aktivis masjid sebagai Pembina guru ngaji pada lembaga LPPTKA BKPRMI Kabupaten Lombok Timur
PENULIS 7
Nurhuda Muslih,S.HI, Lahir di Pringgasela 3 Mei 1982. Masa kecil hingga dewasa lebih banyak di Yogyakarta. Pendidikan nuansa religi sejak kecilnya menumbuhkembangkan menjadi seorang Penghulu dan aktivis guru ngaji pada LPPTKA BKPRMI Lombok Timur. Sekarang Penulis dinas di KUA Kec. Pringgasela. Disamping sebagai Ketua ODOJ (One Day One Juz) Lombok Timur, ia juga aktif memberi penyuluhan dan bimbingan ke setiap daerah.
95 PENULIS 8
Bq Sri Wahyuni terlahir di pelosok Sebuah Desa di Kabupaten Lombok Timur. Dia yang sebagian banyak hari- harinya dihabiskan bersama siswa, memiliki hoby menulis. Sebab menulis baginya adalah sebagai salah satu cara dia mengekspresikan dan mengapresiasi ide dan pikiranya sehingga menjadi sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang disekitarnya. Sebab baginya walaupun sudah mengajar tetapi masih tetap harus belajar, sebab hidup ini tak pernah berhenti mengajarkan dan akan selalu memberikan pelajaran-pelajaran baru.
Facebook : Uniq Sri Wahyuni Instagram : becky.uniq
Surel : [email protected] Wattshap : 087763137101
PENULIS 9
Sumiati adalah seorang wanita yang lahir dari keluarga sederhana, tepatnya di Desa Kilang, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur pada tanggal 25 Mei 1983. Ketika usianya masih belia Dia memutuskan mondok di sebuah pondok pesantren yang ada di wilayah Lombok Tengah, tepatnya di Pondok Pesantren At-tohiriyyah Al-fadhiliah Bodak. Suasana pondok yang begitu damai dan menenangkan membuat dia lebih mudah mendapatkan inspirasi dalam menghadirkan suatu karya.
Sumiati, S.Pd. Seorang wanita yang berprofesi sebagai pengajar di sebuah sekolah negeri tepatnya di SMAN 11 Mataram ini memiliki hobi yang cukup banyak. Pecinta musik, membaca
96
bahkan traveling merupakan hobi yang sangat dia senangi. Wanita yang juga berprofesi sebagai pebisnis dan pernah terpilih sebagai agen terbaik oleh perusahaan Alhally Corporation dan pernah terpilih sebagai resseler terbaik dengan penjualan terbanyak tahun 2021 oleh Perusahaan Rumah Faiqa Mataram sebenarnya sudah menyenangi dunia tulis-menulis dari kecil, segala sesuatu yang dia lakukan selalu dia tuangkan ke dalam bentuk tulisan. Sampai saat ini dia sudah menuangkan empat karyanya pada buku Antologi yang berjudul,
"Arunika dan Benara, Guru Pembelajar Sekolah Perjumpaan, Aku dan Anakku, Sepenggal Cerita Menjadi Seorang Wali Kelas, Gairah Menulis Puisi Nusantara, dan Jejak Guru Penggerak dari Bumi Patuh Patut Patju”. Selain enam buah buku antologi dia sudah menghasilkan satu buah buku solo yang berjudul “Getar Dawai Hati di Ujung Senja.”
“Lakukan hal-hal Positif di setiap hembusan napasmu” merupakan motto dalam Hidupnya. Lebih jelasnya, silahkan kunjungi blog pribadinya:
Ttp://ulasantakdir.blogspot.com atau facebook Ummie Ethica
97 PENULIS 10
Abu Ikbal
Setahun sebelum tahun 1984, Jamaludin meminang Fatmah, wanita pilihan hatinya, setelah mengucap ijab kabul, dari pasangan tersebut lahirlah anak lelaki pertamanya, setelahnya jarak empat dan tiga tahun sekali Jamaludin memiliki 3 orang anak 1 putra 2 putri.
Putra pertamanya dititipkan dimadrasah Ibtida'iyyah di Desa Rensing, setamat dari sana, melanjutkan pendidikan menengah di Desa yang sama dengan latar belakang Madrasah hingga tamat tahun 2003.
Putra pertamanya yang di bernama Chairil Anwar, selanjutnya dititipkan di Darunnahdlatain Pancor semenjak 2003 hingga 2007, disana Chairil menikah dengan Rahmatul Hayati, perempuan penyemangatnya, menjalani lika liku hidup, mendaki terjal, menapaki landai, dan menahan beban saat menemukan jurang tajam dalam hidupnya.
Dari pernikahan itu Jamaludin mendapat tiga orang cucu laki laki, sebagai seorang sarja hukum, chairil banyak memberikan kritik, saran, kontribusi pemikiran yang di muat di blog blog pribadi dan laman laman resmi media sosila.
Kiprahnya tersebut membuat chairil, tidak pernah berhenti belajar, menulis, menelurkan gagasan, kritik sosial maupun dakwah secara tekstual, dalam rentang waktu sejak 2007 hingga sekarang Chairil selain aktif sebagai pendidik,konsisten mengisi laman laman website sebagai ajang penyaluran bakat, dan tempat mengasah pengalamannya.
Banyak sahabat yang memberi dudkungan banyak juga yang membantu dengan cibiran dan cemooh, tapi bagi chairil, hidup itu tidak melulu harus sesuai dengan keinginan namun haruslah hidup dijalani sebagai ujian, untuk tampil menjadi manusia seutuhnya,
Kiprah terakhir, chairil bergabung di KLM (Komunitas Lombok Menulis) sebagai Kontributor, dari komunitas itu, chairil semakin banyak dan tidak akan pernah berhenti belajar, mari bergabung di kominitas lombok menulis… selamat berkreativitas,