Pemanfataan Media Online untuk Komunikasi dan Konsultasi Program Pendidikan Kesehatan
Reproduksi Remaja
Aswad Ishak1*, Sri Sumaryani2
1. Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jl.
Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 55183
2 Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jl.
Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 55183 Email: [email protected]
DOI: 10.18196/ppm.41.801
Abstrak
Nasyiatul Aisyiyah Daerah Bantul hadir untuk membantu para remaja mencapai hidup sehat dengan mengadakan program Pelayanan Remaja Sehat Milik Nasyiyatul Aisyiyah (PASHMINA). Pada situasi normal, program PASHMINA dijalankan dengan mengadakan pertemuan tatap muka secara langsung. Situasi berubah sejak SARCOV-19 melanda Indonesia sejak Februari 2020 hingga kini. Keadaan pandemi covid masih belum dapat diprediksikan waktu akan berakhirnya. Banyak persoalan baru yang dihadapi remaja pada masa pandemi. Sehingga diperlukan konseling bagi persoalan remaja terkait kesehatan reproduksi (kespro) yang dihadapi selama masa pandemi. Media komunikasi tatap muka yang selama ini berjalan tidak lagi terlaksana. Hingga saat ini Pimpinan Daerah Nasyiyatul Aisyiyah (PDNA) Bantul belum memiliki media online yang dapat digunakan sebagai sarana komunikasi konseling. Program ini bertujuan untuk membuat media online yang diperlukan dan memberikan pelatihan teknik komunikasi. konseling virtual, dan penggunaan media edukasi o nline untuk meningkatkan kualitas pelayanan PASHMINA. Dengan meningkatkan kemampuan petugas terkait skills komunikasi khususnya melalui media online dan konseling pada pos kesehatan reproduksi dan gizi, serta tersedianya media edukasi online dapat membantu petugas untuk memberikan konseling yang efektif dalam situasi pandemi covid. Hasil akhir menunjukkan media komunikasi yang dipilih untuk layanan konsultasi online adalah instragram karena banyak diakses oleh remaja. Keterampilan komunikasi menggunakan media online bagi petugas perlu ditingkatkan untuk membantu remaja menyelesaian persolan kesehatan reproduksi yang dialami.
Kata Kunci: Komunikasi, konseling, online, remaja, kesehatan reproduksi
Pendahuluan
Permasalahan remaja tidak hanya menjadi tanggungjawab keluarga tetapi juga tanggungjawab sekolah sebagai lembaga pendidikan formal. Salah satu unit penanganan masalah siswa di sekolah adalah unit pelayanan bimbingan konseling yang memiliki peran dan fungsi yang strategis dalam pola pembentukan karakter dan perilaku sukses saat belajar di sekolah. Namun demikian masih sedikit siswa (remaja) memanfaatkan jasa bimbingan dan konseling di sekolah untuk membantu menyelesaikan masalahnya maupun mengembangkan potensi dirinya. Bimbingan dan konseling masih sering dianggap oleh siswa (remaja) sebagai lembaga pengadil bagi perilaku negatif yang dilakukan sehingga siswa cenderung menghindari hal-hal yang berkaitan dengan bimbingan dan konseling. Masa remaja merupakan masa transisi perkembangan fisik, mental, dan reproduksinya yang dapat berdampak pada status kesehatan remaja tersebut. Status kesehatan remaja dipengaruhi oleh perkembangan teknologi informasi. Kemudahan akses informasi dan teknologi dapat berdampak buruk bagi remaja apabila remaja tidak memiliki bekal pengetahuan yang baik dan memadai. Perkembangan informasi dan teknologi dapat mempengaruhi perilaku remaja termasuk perilaku merokok, dan penggunaan obat-obat terlarang, dan bahkan perilaku seksual berisiko.
Nasyiatul Aisyiyah hadir untuk membantu para remaja mencapai hidup sehat dengan mengadakan program PASHMINA. Pada situasi normal, program PASHMINA dijalankan dengan mengadakan pertemuan tatap muka secara langsung. Hal ini memberikan sentuhan
personal yang memadai dalam menyelesaikan persoalan yang tengah dihadapi remaja. Situasi berubah sejak SARCOV-19 melanda di Indonesia sejak Februari 2020 hingga kini dan menimbulkan pandemi. Keadaan pandemi covid seperti masih belum dapat diprediksikan waktu akan berakhirnya. Para remaja banyak melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring yang menghilangkan kontak secara langsung dengan guru. Tugas yang harus dikerjakan dan diselesaikan semakin banyak dilakukan secara online. Kondisi seperti ini menambah beban psikologis remaja dalam menjalankan kehidupan sosialnya. Banyak persoalan baru yang dihadapi remaja pada masa pandemi. Dengan demikian diperlukan konseling bagi persoalan remaja terkait kespro yang dihadapi selama masa pandemi. Media komunikasi tatap muka yang selama ini berjalan tidak lagi terlaksana. Hingga saat ini PDNA Bantul belum memiliki media online yang dapat digunakan sebagai sarana komunikasi konseling. Untuk itu Peru diperlukan sebuah wadah konseling berupa saluran komunikasi secara virtual yang memungkinkan remaja untuk melaksanakan konseling persoalan yang dihadapi kepada kader kesehatan PASHMINA.
Seiring dengan masa pandemic covid 19 yang belum berakhir dan belum dapat dipastikan secara pasti waktu berakhirnya, kegiatan offline konsultasi terimbas dengan adanya peniadaan aktifitas. Sehingga dengan kondisi tersebut layanan konsultasi masalah kesehatan reproduksi remaja menjadi terhenti. Sedangkan di sisi lain remaja dengan berbagai beban yang dialami pada saat pandemi menjalankan kegiatan pembelajaran daring di rumah menambah daftar panjang anak remaja mengalami kebosanan dan tertekan. Hal ini menjadikan potensi baru munculnya perilaku beresiko oleh remaja. Remaja membutuhkan tempat atau saluran untuk menyampaikan persoalan yang dihadapinya. Salmiyati (2018) menyebutkan bahwa konseling dengan teman sebaya, remaja menjadi lebih terbuka dan dapat bercerita banyak. Sehingga kecenderungannya remaja akan berkomunikasi dengan sebayanya. Kondisi psikologis yang dialami remaja seperti ini dan kemudahan akses ke media online digunakan oleh remaja untuk mencari dan menyalurkan keresahan atau permasalahan yang dihadapinya. Menurut data (2018) yang dikeluarkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional berdasarkan suvei dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa jumlah remaja mencapai 17 persen dari total populasi penduduk Indonesia pada usia 15 – 24 tahun. Ini menunjukkan bahwa potensi besar bagi remaja yang memiliki persoalan termasuk kesehatan reproduksinya serta kemampuan akses media online untuk berkomunikasi denggan sebayanya.
Sehingga perlu untuk membuat media online untuk konsultasi remaja mengenai kesehatan reproduksinya. Hal ini akan memecahkan persoalan yang dihadapi terkait ketiadaan media komunikasi yang relevan selama masa pandemi berlangsung. Dengan adanya media komunikasi online yang memungkinkan untuk berkomunikasi dua arah akan memudahkan untuk mendeteksi dan memberikan solusi persoalan yang dihadapi oleh remaja. Setelah dilakukan pembuatan media online dapat dilanjutkan dengan pembekalan kepada para kader PASHMINA dalam konsultasi secara virtual. Hal ini diperlukan mengingat adanya perbedaan cara komunikasi secara tatap muka langsung dengan media secara online.
Metode Pelaksanaan
Dalam melakukan aktifitas pemanfaatan media konsultasi online ini dilakukan beberapa tahapan. Pada tahap pertama dilaksanakan penggalian informasi. Tahapan ini dilaksanakan dengan
menggali informasi dari pengurus PDNA Bantul yang mengelola kegiatan PASHMINA. Dari tahapan ini diperoleh informasi bahwa PASHMINA PDNA Bantul selama ini belum memiliki media komunikasi online, khususnya untuk berkomunikasi secara virtual antara kader/volunteer dengan para remaja saat konsultasi. Pada tahap kedua, pembuatan media komunikasi berbasis online yang dapat dengan mudah diakses oleh kader/volunteer PASHIMNA dan remaja untuk menjalankan konsultasi secara virtual. Pada tahap ketiga dilaksanakan pelatihan komunikasi untuk melaksanakan konseling bagi para kader/volunteer PASHMINA. Tersedianya media komunikasi online dan ditunjang dengan kemampuan komunikasi secara virtual yang baik akan sangat membantu dalam menjalankan konseling secara tepat kepada para remaja dalam menghadapi permasalahan khususnya terkait kesehatan reproduksi.
Hasil dan Pembahasan
Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan diskusi dengan pengurus Pimpinan Daerah Nasyiyatul Aisyiyah Bantul yang menjadi penaggung jawab program PASHMINA. Oleh karena situasi yang belum memungkinan untuk melakukan diskusi tatap muka secara langsung, maka dilakukan secara virtual.
Gambar 1. koordinasi & diskusi need and assessment virtual
Adapun hasil yang diperoleh, bahwa PASHMINA PDNA Bantul dalam situasi pandemi kegiatan layanan konseling yang dilakukan mengalami kesulitan. Ada beberapa faktor yang menjadikan kendala dalam menjalankan layanan konsultasi tersebut. Secara eksternal kondisi pandemi yang belum melandai menjadikan pergerakan pengurus dan volunteer program menjadi semakin terbatas. Hal ini menyebabkan kegiatan layanan konsultasi belum dapat dilaksanakan.
Selama ini kegiatan kegiatan layanan konsultasi kesehatan reproduksi dilakukan secara tatap muka langsung (offline). Secara internal, PASHMINA belum memiliki media komunikasi yang dapat digunakan untuk melangsungkan kegiatan konsultasi kesehatan reproduksi bagi remaja melalui cara virtual.
Berdasarkan analisa kebutuhan tersebut maka yang dilakukan adalah pembuatan/aktivasi media online. Pilihan menggunakan media online karena dunia mengalami perubahan melalui transformasi digital. Semua layanan berbasis digital, dengan kata lain layanan beralih dari offline ke online. Maka media online menjadi sarana penting dalam melaksanakan kegiatan. Secara sederhana media sosial dipahami sebagai sebuah media online, dimana para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi yang meliputi blog, social network atau jejaring sosial, forum serta dunia virtual (Santosa, 2011 : 33 – 34). Sehingga pembuatan media online untuk layanan konsultasi menjadi sebuah kebutuhan yang mendesak yang harus diwujudkan.
Pilihan media online yang dapat digunakan sangat beragam. Karena melalui media sosial yang ada orang atau institusi dapat berkomunikasi dengan semua pemangku kepentingannya dengan cara yang leluasa. Menurut Hadi (2015 : ix), siapapun bebas bebas mengemukakan pendapat, bahkan menjadi produsen informasi seperti di media jejaring sosial (twitter, facebook, Instagram, blog) atau melalui aplikasi komunitas (line, WhatsApp, bbm). Dalam pilihhan media sosial yang ada dengan mempertimbangkan karakter dari para pihak yang terlibat di dalamnya yaitu konselor dan remaja maka pilihan ditentukan berdasarkan kemudahan mengakses aplikasi dan banyaknya remaja pengguna atau memiliki akun di media/aplikasi tersebut. Sehingga media online yang digunakan adalah Instagram (IG). Aplikasi IG ini dapat diisi dengan text, audio, ataupun video (Khan, 2016). Sehingga ini sangat cocok dengan kebutuhan yang diperlukan. Pertimbangan lain adalah penggunaan media IG ini tidak memerlukan sumberdaya yang besar namun mampu menjangkau secara luas. Kedepannya, apabila akan dikembangkan dengan memadukan bersama media online lainnya masih terbuka dan memungkinkan.
Melalui program ini IG dari PASHMINA PDNA Bantul ini sudah dibuat dan diaktivasi.
Pada tahap selaanjutnya para volunteer dan pengelola dapat mengisi dengan berbagai informasi dan layanan konsultasi. Sebelum program ini dijalankan, di akhir tahun 2020 para kader/volunteer PASHMINA telah pernah mendapat pelatihan komunikasi efektif dalam melakukan konsultasi.
Kemampuan komunikasi yang dimiliki mengalami peningkatan. Para volunteer telah memiliki pengetahuan dasar berkomunikasi yang memadai. Kemampuan tersebut perlu diaplikasikan ke dalam media online IG yang telah teraktivasi. Sehingga akan diketahui bagaimana berjalannya, hambatan yang ditemui dan peluang yang muncul untuk dapat dioptimalkan. Setalah dilakukan uji coba komunikasi khususnya layanan konsultasi remaja secara virtual nantinya, akan dilakukan pembekalan tambahan berupa pelatihan konseling virtual yang tentunya akan memiliki perbedaan dalam penerapan berdasarkan karakter media online yang digunakan dan interaksi yang tercipta di dalamnya.
Simpulan
Situasi pandemi berkepanjangan memerlukan cara berpikir, bersikap bertindak yang berbeda dalam menjalankan program komunikasi dan konsultasi. Kegiatan secara offline bertransformasi ke dalam aktifitas secara online. Pembuatan media online untuk komunikasi dan konsultasi telah dapat dilakukan, yaitu instagram. Langkah berikutnya yang diperlukan adalah pembuatan konten dan penyelanggaraan layanan konsultasi virtual melalui instagram. Hal ini memerlukan penyesuaian kemampuan bagi para volunteer melalui pelatihan lanjutan.
Ucapan Terima Kasih
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada :
LP3M Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang telah memberikan pendanaan dalam kegiatan berdasarkan Keputusan Kepala Lembaga Penelitian, Publikasi, Dan Pengabdian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Nomor : 546/PEN-LP3M/I/2021 Tentang Penerima Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat Program Peningkatan Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Tahun Akademik 2020/2021.
Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Bantul yang telah menjadi mitra dalam program pemanfaatan media online untuk komunikasi dan konsultasi program pendidikan kesehatan reproduksi remaja.
Daftar Pustaka
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. 2018. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017. Jakarta, Indonesia
Hadi, Ido Prijana (2015). ICT, Digital Media dan Literasi Media, dalam Hadi, Ido Prijana, hal ix – xi, Yogyakarta : ASPIKOM – Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya – Universitas Kristen Petra Surabaya – Universitas Muhammadiya Malang - Buku Litera
Khan, Rachel E (2016). Introduction, dalam Azmawati, Azman Azwan dan Khan, Rachel E (ed), Social Media in Asia : Changing Paradigms in Communication, UK : Cambridge Scholars Publishing
Salmiati, dkk (2018). Pelatihan Konselor Sebaya sebagai Strategi Pemecahan Masalah Siswa. MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 1 Maret 2018
Santosa, Hedi Pudjo (2011). Implikasi Media Sosial pada Perkembangan Ilmu Komunikasi, hal. 31 – 50, dalam Junaedi, Fajar (ed), Komunikasi 2.0 : Teoritisasi dan Implikasi, Yogyakarta : ASPIKOM – BPC Perhumas Yogyakarta - Buku Litera