15 BAB III
METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Kegiatan ini dilaksanakan kurang lebih selama empat bulan yaitu pada bulan Maret sampai Mei 2019 di Screen House Jurusan Kehutanan Universitas Muhammadiyah Malang.
3.2 Alat Dan Bahan
Kegiatan ini menggunakan alat diantaranya timbangan, pipet mikro, kamera, gelas ukur, mistar, jangka sorong, acir, dan alat tulis. Bahan yang digunakan dalam menunjang kegiatan ini yaitu benih mahoni (Swietenia macrophylla King), GA3, alkohol, aquades, polybag, media tanam, pupuk
kandang, dan furudan.
3.3 Metode Penelitian 3.4.1. Persiapan Penelitian a. Pembuatan stimulan
Stimulan yang digunakan dalam penelitian ini dibuat dari GA3 dengan lama perendaman dan konsentrasi larutan zat pengatur tumbuh. Lama perendaman dibagi menjadi 3 yaitu perendaman selama 6 jam, 12 jam, dan 24 jam. Jenis zat pengatur tumbuh yang digunakan yaitu gibberellin (GA3) dengan konsentrasi larutan stimulansia yang dipakai dalam penelitian ini terdiri atas empat level, yakni: 0 ppm, 100 ppm, 200 ppm, dan 300 ppm.
16 b. Rancangan Percobaan
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu lama perendaman dan faktor kedua yaitu konsentrasi larutan zat pengatur tumbuh. Faktor percobaan tersebut sebagai berikut:
Faktor 1: Lama perendaman (T) Terdiri dari 3 level yaitu:
1. T1: perendama benih selama 6 jam 2. T2: perendaman benih selama12 jam 3. T3: perendaman benih selama 24 jam Faktor 2: Konsentrasi Larutan (G) Terdiri dari 4 level yaitu:
1. G1: tanpa GA3, sebagai kontrol 2. G2: konsentrasi larutan GA3 100 ppm 3. G3: konsentrasi larutan GA3 200 ppm 4. G4: konsentrasi larutan GA3 300 ppm
Masing – masing perlakuan diulang 3 kali sehingga terdapat 3 x 4 x 3 = 36 unit percobaan. Untuk masing-masing perlakuan digunakan sebanyak 10 benih mahoni. Jumlah benih yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berjumlah 360 benih dengan membandingkan jumlah waktu dengan jumlah konsentrasi larutan zat pengatur tumbuh.
17 Kombinasi perlakuan
Perlakuan G
Perlakuan T
G1 G2 G3 G4
T1 T1G1 T1G2 T1G3 T1G4
T2 T2G1 T2G2 T2G3 T2G4
T3 T3G3 T3G2 T3G3 T3G4
Keterangan :
T1GI: lama perendaman benih selama 6 jam + konsentrasi larutan zat pengatur tumbuh GA3 0 ppm
T1G2: lama perendaman benih selama 6 jam + konsentrasi larutan zat pengatur tumbuh GA3 100 ppm
T1G3: lama perendaman benih selama 6 jam + konsentrasi larutan zat pengatur tumbuh GA3 200 ppm
T1G4: lama perendaman benih selama 6 jam + konsentrasi larutan zat pengatur tumbuh GA3 300 ppm
T2G1: lama perendaman benih selama 12 jam + konsentrasi larutan zat pengatur tumbuh GA3 0 ppm
T2G2: lama perendaman benih selama 12 jam + konsentrasi larutan zat pengatur tumbuh GA3 100 ppm
T2G3: lama perendaman benih selama 12 jam + konsentrasi larutan zat pengatur tumbuh GA3 200 ppm
T2G4: lama perendaman benih selama 12 jam + konsentrasi larutan zat pengatur tumbuh GA3 300 ppm
T3G1: lama perendaman benih selama 24 jam + konsentrasi larutan zat pengatur tumbuh GA3 0 ppm
T3G2: lama perendaman benih selama 24 jam + konsentrasi larutan zat pengatur tumbuh GA3 100 ppm
T3G3: lama perendaman benih selama 24 jam + konsentrasi larutan zat pengatur tumbuh GA3 200 ppm
T3G4: lama perendaman benih selama 24 jam + konsentrasi larutan zat pengatur tumbuh GA3 300 ppm
18 c. Denah Percobaan
Setelah mengetahui kombinasi perlakuannya, kemudian dilakukan pengacakan perlakuan untuk membuat denah percobaan sebagai berikut
:
Gambar 1. Denah unit percobaan
T2G3
T2G4 T2G3 T2G1
T3G2 T1G4 T2G4
T3G4 T1G1 T2G2
T2G3 T1G3 T1G2
T3G1 T3G3 T1G3
T3G3 T2G4 T1G4
T1G2 T2G1 T3G3
T1G4 T1G2 T3G2
T2G2 T3G2 T3G1
T1G1 T3G4
T3G1 T1G3 T1G1
T2G1 T2G2 T3G4
Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3
U
U
U
U
30 cm
10 cm
19 d. Persiapan lapangan
Untuk memudahkan jalannya penelitian, perlu dilakukan pekerjaan persiapan lapangan yang terdiri atas rangkaian kegiatan sebagai berikut:
1. Pembuatan larutan GA3
GA3 sebanyak 1 g dilarutkan dengan menambahkan sedikit alkohol 70% ke dalam labu takar 1000 ml, kemudian ditambahkan akuades sampai volume akhir 1000 ml, sehingga didapatkan GA3 dengan konsentrasi larutan 1000 ppm sebagai larutan stok. Kemudian untuk mendapatkan GA3 yang diperlukan sesuai perlakuan, maka dilakukan pengenceran dari larutan stok.
2. Pemilihan benih
Benih mahoni yang digunakan dipilih benih yang mempunyai viabilitas/daya kecambah tinggi yaitu benih yang matang dan utuh.
3. Persiapan media tanam
Media tanam yang digunakan adalah tanah : pasir : pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1. Sebelum dimasukkan ke dalam polibag berukuran 10 x 15 cm, media tersebut dibersihkan dari kotoran seperti daun- daunan dan lainnya.
4. Penanaman benih
Benih yang akan dikecambahkan lebih dahulu direndam dalam larutan GA3 dengan lama dan konsentrasi larutan sesuai dengan masing-masing perlakuan. Benih ditanam ke dalam media tanam yang sudah dipersiapkan.
Setiap polibag berisi 1 benih mahoni. Setelah semua berkecambah, kemudian dipilih bibit yang paling baik pertumbuhannya yang akan dijadikan sampel yang akan diamati.
20 5. Pemeliharaan tanaman
Tahapan ini meliputi penyiraman, penyiangan serta pemberantasan hama dan penyakit secara fisik. Penyiraman dilakukan 2 kali sehari atau tergantung kondisi pada saat itu. Penyiangan dilakukan apabila ada gulma yang tumbuh.
6. Peubah
Peubah merupakan perhitungan pertumbuhan benih yang digunakan sebagai pembanding setiap perlakuan. Ada pun peubah yang digunakan untuk mengamati perkecambahan dan pertumbuhan benih mahoni yaitu:
1) Daya perkecambahan, yang meliputi hidup dan mati. Pengamatan ini dilakukan dari benih mulai berkecambah sampai benih berumur 15 hari.
daya perkecambahan dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
Daya Kecambah (DK)
= jumlah benih yang berkecambah hingga akhir pengamatan + benih yang tidak tumbuh namun masih baik dan utuh
jumlah benih yang ditanam
2) Laju perkecambahan benih dapat dihitung dengan cara menghitung dari jumlah hari benih berkecambah. Pengamatan ini dilakukan sejak benih ditaburkan sampai benih berumur 15 hari. Adapun rumusnya sebagai berikut:
Rata-rata hari = N1T1 + N2T2 + ... + NxTx total benih yang berkecambah
Keterangan : N= jumlah benih yang berkecambah setiap hari
X 100%
21 T= jumlah waktu antara awal pengujian sampai dengan akhir dari interval tertentu pengamatan
X= akhir pengamatan (Lita, 2002).
3) Pertumbuhan semai yang dilakukan setiap 7 hari 1 kali sampai berumur 60 hari, yang meliputi:
a) Tinggi semai, pengukuran ini dilakukan ketika benih sudah berkecambah dengan cara mengukur panjang dari pangkal batang sampai ujung batang.
b) Jumlah daun, penghitungan jumlah daun ini dilakukan apabila benih sudah berkecambah dan muncul daun sejati dengan menghitung daun yang sudah tumbuh sempurna dan berwarna hijau.
c) Diameter batang, pengukuran ini dimulai sejak semai tumbuh dengan sempurna sampai umur 60 hari dengan menggunakan jangka sorong.
d) Bobot basah, didapat dengan cara menimbang keseluruhan bagian tanaman.
Bagian tanaman yang ditimbang telah bebas dari kotoran dan ditimbang menggunakan timbangan analitik dengan satuan gram.
e) Bobot kering, didapat dari semua bagian tanaman yang telah dioven selama 24 jam kemudian ditimbang menggunakan timbangan analitik dengan satuan gram.
f) Panjang akar, pengukran panjang akar dilakukan pada akhir pengamatan dengan menghitung dari pangkal batang sampai dengan akar.
22 Yij= μ+ 𝜏i+ βj + εij
e. Analisis Data
Menurut Vincent (1997) bahwa model umum rancangan percobaan acak kelompok yang digunakan adalah :
Keterangan : I = 1, 2, . . . , t J = 1, 2, 3, . . . , n t = banyaknya perlakuan
n = banyaknya kelompok yang merupakan juga banyaknya ulangan Yij = nilai pengamatan pada perlakuan ke-i kelompok ke-j
μ = nilai tengah umum 𝜏i = pengaruh perlakuan ke-i βj = pengaruh perlakuan ke-j
εij =pengaruh acak pada perlakuan ke-i kelompok ke-j
Data yang didapat kemudian dianalisis menggunakan analis Anova.
Analisis Anova digunakan sebagai alat analisis untuk menguji hipotesis penelitian yang mana menilai adakah perbedaan rerata antar kelompok. Hasil akhir analisi Anova adalah nilai F test atau F hitung yang nantinya akan dibandingkan dengan nilai F tabel dan apabila hasil analisisnya berpengaruh nyata akan diuji lanjut menggunakan uji Duncan’s 5%.