• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

7

BAB III

PELAKSANAAN KERJA MAGANG

Kedudukan dan Koordinasi 3.1.

Selama masa praktik kerja magang 3 bulan di Bonbin Studio, penulis berada dibagian divisi produksi yaitu sebagai junior animator. Sebagai junior animator penulis bertugas membantu kerja dari lead animator.

1. Kedudukan

Posisi penulis sebagai junior animator atau motion graphic artist di Bonbin Studio bertanggung jawab membantu lead animator mengerjakan video motion graphic. Contoh tugas yang dikerjakan seperti rigging character atau rigging mulut untuk lypsync, menganimasikan background dan character, menambahkan subtitle, dan membuat transisi antar scene.

2. Koordinasi

Gambar 3.1. Bagan Alur Koordinasi Bonbin (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

(2)

8 Alur transaksi di dalam Bonbin studio digambarkan melalui bagan seperti diatas untuk memudahkan orang-orang yang bekerja didalam perusahaan. Diawali dengan didapatinya customer/klien yang ingin berkerja sama dengan Bonbin studio, setelah itu perusahaan akan melakukan pitching/nego. Pitching dilakukan bersama dengan tim produksi, jika klien tidak setuju atau tidak puas dengan hasil pitching akan dilakukan nego ulang yang dilaksanakan maksimal 2 kali. Setelah pitching selesai masuk kepada tahap penawaran pembuatan kontrak sebelum masuk kepada bagian produksi, jika penawaran telah disetujui akan masuk kepada tahap produksi.

Produksi dimulai jika telah mendapatkan order untuk pembuatan sebuah project. Sebelum memasuki masa produksi tim produksi akan mempertimbangkan pekerjaan seperti apa yang dilaksanakan jika memang ternyata membutuhkan bantuan orang, tim akan mencari vendor yang dapat membantu jalannya project.

Alur yang berjalan akan mirip pada saat mendapatkan klien, yaitu dilakukannya pitching kepada vendor. Jika penawaran diterima akan langsung dilaksanakan proses produksi tetapi jika penawaran tidak diterima akan dilakukannya nego ulang yang dilaksanakan maksimal 2 kali.

Gambar 3.2. Bagan Alur Koordinasi Penulis (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Proses produksi masuk pada saat tahapan sebelumnya sudah terpenuhi.

Tim produksi akan mengerjakan project yang dibantu oleh anak magang seperti

penulis. Anak magang akan berkoordinasi dengan ketua masing-masing divisi

(3)

9 pada tim produksi. Seperti yang penulis lakukan, alur pengerjaan hanya antara penulis dan lead animator. Dan selanjutnya lead animator akan mereview hasil dari penulis bersama head of production dan director of production. Jika ada revisi akan dikembalikan kepada penulis melalui lead animator. Proses produksi ini berlangsung dengan waktu yang telah ditentukan pada kontrak dan timeline yang telah dirancang sebelumnya. Paska produksi akan dilaksanakan jika masa produksi telah berakhir. Paska produksi dilaksanakan bersama klien dengan preview project yang telah dikerjakan. Revisi akan dilaksanakan maksimal 2 kali, dan setelah project telah selesai akan dilaksanakannya proses delivery. Proses delivery adalah sebuah proses dimana project yang dilaksanakan telah selesai dikerjakan dan diserahkan kepada klien.

Tugas yang Dilakukan 3.2.

Berikut adalah tabel mingguan yang penulis lakukan selama magang di Bonbin Studio Bandung

Tabel 3.1. Detail Pekerjaan Yang Dilakukan Selama Magang

No. Minggu Proyek Keterangan

1 1 IDI.

Internal Bonbin Studio

Bubble text untuk IDI. Rigging Char dan animating.

2 2 Internal Bonbin Studio 30 Lower third, text box, title. Joystick n sliders for facial rigging.

3 3 Internal Bonbin Studio Animating Joystick n sliders for facial rigging. DUIK.

4 4 Internal Bonbin Studio Body rotation using joysticks n sliders.

Rigging character. Animate scene (BG + Char).

5 5 Internal Bonbin Studio Animate scene (BG + Char), transition.

Logomark Bonbin. Character rigging (DUIK) + animating.

6 6 Internal Bonbin Studio.

Kemenkumhan

Logomark Bonbin, character rigging

(DUIK) + animating, Lypsync

(4)

10 Animating, Kemenkumham Project.

7 7 Kemenkumhan Kemenkumham Project (Animating).

8 8 Kemenkumhan Kemenkumham Project (Animating).

9 9 Kemenkumhan Kemenkumham Project (Animating).

10 10 Kemenkumhan Kemenkumham Project (Animating).

11 11 Kemenkumhan

Internal Bonbin Studio

Kemenkumham Project (Animating).

Logo Bonbin Studio.

12 12 Internal Bonbin Studio Logo Bonbin Studio.

Uraian Pelaksanaan Kerja Magang 3.3.

Sebagai junior animator atau motion graphic artist di Bonbin Studio, penulis bertanggung jawab membantu lead animator mengerjakan video motion graphic.

Pekerjaan penulis secara garis besar pada saat praktik kerja magang yaitu, bulan pertama penulis melakukan pengenalan dengan apa saja yang dikerjakan di Bonbin Studio contohnya diberikan tugas projek IDI, dan belajar Adobe After Effect. Bulan kedua penulis berfokus untuk mempelajari lebih dalam Adobe After effect dan mempelajari animation style Bonbin Studio. Dan bulan ketiga penulis diberikan kesempatan mengerjakan project dari Kemenkumham membantu lead animator.

3.3.1. Proses Pelaksanaan

Berikut adalah beberapa projek yang telah penulis kerjakan selama kerja praktik magang di Bonbin Studio Bandung :

1. Animated Explainer Videos Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Untuk projek IDI merupakan video tentang adanya vaksinasi dan

penjelasan tentang vaksinasi. Video IDI bercerita tentang karakter dokter

yang sedang bernyanyi tentang pandemi dan adanya vaksinasi untuk

mencegah penularan Covid19. Suara Karakter dokter yang bernyanyi juga

diisi dengan perwakilan dari Ikatan Dokter Indonesia. Pada projek kali ini

penulis diberikan 2 tugas, yang pertama yaitu membuat rigging mulut

untuk lypsync. Dan yang kedua yaitu membuat speech bubble untuk lirik

lagunya.

(5)

11

Gambar 3.3. Lypsync IDI 1

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Untuk tugas yang pertama penulis kerjakan yaitu rigging mulut untuk lypsync. Kemudian selanjutnya penulis mulai mengerjakan dengan menyusun file Illustrator atau asset mulutnya. Kemudian penulis merapikan layer dan meletakkan semua bagian mulut ditengah-tengah.

Gambar 3.4. Lypsync IDI 2 (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Setelah itu penulis memasukan file Adobe Illustrator ke Adobe

After Effect. Kemudian memotong semua layer menjadi 1 frame dan

menyusun layer menjadi sequence yang berurutan, dan setelah itu dipre-

compose.

(6)

12

Gambar 3.5. Lypsync IDI 3

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Setelah dipre-compose disatukan dengan lagu, kemudian membuat null object untuk controller mulutnya. Layer mulut diberikan effect time remaping agar durasi dari layer mulut bisa disesuaikan dengan durasi lagu.

Gambar 3.6. Lypsync IDI 4 (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Kemudian time remaping penulis berikan expression seperti yang terlihat pada lingkaran. Dan selanjutnya layer controller diberikan effect slider control untuk mengontrol bagian mulut mana yang mau kita pilih.

Setelah itu time remapping diparent keeffect slider control agar layer

(7)

13 mulut bisa dikontrol oleh layer controller, dan selanjutnya melakukan animasi lypsync.

Setelah menyelesaikan animasi lypsync penulis melakukan test render untuk diriview oleh lead animator. Penulis mendapatkan revisi untuk mengubah bentuk mulut U karena terlalu besar dan terlihat seperti O, dan juga masukan untuk memajukan kerframe lebih maju 1 frame lebih awal sebelum kata berbunyi. Dan setelah menyelesaikan revisi penulis mengirim collect file project melalui Google drive.

Gambar 3.7. Bubble Text IDI 1 (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Gambar 3.8. Bubble Text IDI 2 (Sumber: Youtube)

(8)

14 Kemudian untuk tugas yang kedua penulis mengerjakan bubble text untuk lirik lagu video IDI. Penulis diminta membuat text seperti gambar 3.7 tetapi ditambah dengan bubble text seperti gambar 3.8.

Langkah selanjutnya penulis membuat 2 shape yang digabungkan menjadi satu agar membentuk seperti bubble text. Kemudian ditambahkan effect transform untuk mengubah skew agar bubble text sedikit miring.

Dan juga effect drop shadow untuk menambahkan volume dari bubble text dengan warna yang lebih gelap. Dan untuk munculnya bubble text penulis hanya menggerakan pada bagian transform seperti scale atau position, yang dimainkan bermacam-macam agar bervariasi.

Gambar 3.10. Bubble Text IDI 4 (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Selanjutnya penulis membuat popup text, penulis membuat 2 layer text agar terlihat mempunyai bayangan dengan warna text yang bagian

Gambar 3.9. Bubble Text IDI 3 (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

(9)

15 bawah berwarna gelap. Kemudian penulis membuat masking dan mengadjust text mengikuti bentuk garis yang dibuat agar text tidak terlalu kaku, dan juga ditambahkan effect skew agar text terbentuk stretching.

Untuk bagian gerakan atau animasi, penulis menambahkan animator position dan memakai expression selector untuk menambahkan script.

Expression yang ditambahkan dapat dilihat digambar 3.10. yaitu berguna untuk memunculkan text popup dari bawah keatas dan memantul-mantul.

Penulis membuat 2 animator position dan memakai expression selector untuk animasi in dan out.

Gambar 3.11. Bubble Text IDI 5 (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

(10)

16

Gambar 3.12. Bubble Text IDI 6

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Kemudian penulis membuat banyak text dengan cara duplicate text template dan shape yang pertama sudah dibuat, tetapi tulisannya diubah mengikuti lirik lagu yang total durasi 1 menit 48 detik dengan mengikuti arahan dari animatic storyboard pada gambar 3.11. Agar memperbanyak variasi bubble text penulis juga membuat template text lain dengan expression yang berbeda, dan juga mengubah warna-warnanya. Ada juga ditambahkan pergerakan animasi text yang simple dengan hanya memaikan bagian transform seperti scale dan position. Pada tugas ini penulis mendapatkan revisi pada template bubble text dan template text untuk lirik agar lebih disesuaikan mengikuti style dan reverensi.

2. Animated Explainer Videos Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham)

Video dari klien Kemenkumham berjumlah 5 video, dengan 1 video

awareness pembuka dan 4 lainnya merupakan video tutorial. Video

Kemenkumham berisikan tentang tata cara pengisian aplikasi analisis

beban kerja (ABK) yang berguna untuk membantu proses penataan

organisasi dan manajemen kepegawaian yang menjadikan organisasi

semakin tepat ukuran dan tepat fungsi.

(11)

17 Scene yang pertama penulis kerjakan yaitu 2.4, karakter yang sedang menuang kopi. Hal yang pertama penulis lakukan yaitu merapikan file Adobe Illustrator seperti merapikan posisi layer dan lain-lain.

Kemudian mengimport ke Adobe AfterEffect. Pada scene ini penulis membuat sequence selama 5 detik, karena scene ini hanya selingan di dalam video.

Setelah diimport ke After Effect, penulis memisahkan layer character dan background menjadi 2 sequence. Yang pertama penulis

Gambar 3.13. Scene 2.4. 1 (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Gambar 3.14. Scene 2.4. 2 (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

(12)

18 animasikan merupakan bagian character yang sedang menuang kopi.

Penulis menggunakan teknik parenting antar layer dan tidak menggunakan rigging agar mempercepat pengerjaan. Penulis hanya menggerakan bagian transform seperti rotating dan position, kemudian memperhalus keyframe dengan graph editor dibantu plugin.

Setelah sequence karakter dianimasikan, penulis menggabungkannya dengan sequence background. Layer background penulis jadikan 3 dimensi agar posisinya terlihat ada yang didepan atau dibelakang. Pada layer gimmick yaitu biji-bijian kopi, penulis menggerakannya dengan cara rotate 3d dan position. Agar menambah kesan parallax penulis menambahkan 3d camera dan menggerakannya secara zoomout. Setelah selesai penulis hanya mendapatkan revisi semua gerakan dibuat slow motion, dan penulis merevisinya dengan cara mempercepat keyframe dan menambah agar terlihat lebih natural pergerakannya karena terlihat lebih cepat.

Gambar 3.15. Scene 2.4. 3 (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

(13)

19

Gambar 3.16. Scene 2.3. 1

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Pada scene 2.3 sama seperti sebelumnya, setelah merapikan file adobe illustrator, import keadobe aftereffect dengan membuat sequence berdurasi 5 detik karena scene 2.3 sama dengan 2.4 yaitu hanya selingan pada saat VO berbicara. Kemudian penulis juga memisah sequence antara character dan background. Penulis juga melakukan hal yang sama saat menggerakkan karakter, dengan menggunakan bagian transform seperti scale dan position. Perbedaanya terletak pada layer jubah karakter, penulis menggunakan efek ripple agar membuat seperti gelombang pada jubah yang terkena angin kencang.

Gambar 3.17. Scene 2.3. 2 (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

(14)

20 Kemudian penulis menggabungkan pre-compose karakter dengan background. Pada bagian background penulis menambahkan efek cc snowfall untuk membuat salju turun, dan shape yang berbentuk seperti gelombang menggunakan efek turbulent displace. Tahap terakhir penulis membuat pre-compose baru untuk menambahkan efek getaran pada kamera dengan cara menambahkan wiggle expression pada transform position. Pada scene ini penulis mendapatkan revisi yaitu lebih memperhalus gerakan kepala karakter dan bagian jubah, penulis memperhalus keyframe dengan cara memperbaiki graph editor dibantu plugin.

Gambar 3.18. Scene 1.7-1.7b. 1 (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Pada scene 1.7-1.7b ini dibagi menjadi 2 bagian, sama seperti

sebelumnya setelah merapikan file adobe illustrator, import keadobe

aftereffect, penulis membuat 2 sequence untuk masing-masing bagian 1.7

dan 1.7b karena ada perbedaan bentuk karakternya. Di scene 1.7 penulis

tidak memisahkan background layer karena background hanya diam. Dan

selanjutnya penulis langsung menggerakkan karakter, tetapi ditambah

rigging menggunakan DUIK dibagian tangan karena ada gerakan yang

penulis buat lebih kompleks, dan bagian tubuh lainnya hanya

(15)

21 menggunakan transform. Dan pada gerakan diframe terakhir penulis membuat anticipation untuk transisi ke scene 1.7b.

Gambar 3.19. Scene 1.7-1.7b. 2 (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Selanjutnya pada scene 1.7b penulis juga menggunakan DUIK untuk rigging pada bagian tangan dan bagian tubuh lainnya hanya menggunakan transform. Penulis juga membuat gerakan anticipation pada frame awal agar setiap scene bisa terlihat nyambung walaupun berbeda bentuk karakter.

Gambar 3.20. Scene 1.7-1.7b. 3 (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

(16)

22 Dan final sequence yaitu untuk menggabungkan scene 1.7 dan 1.7b dengan durasi sekitar 15 detik. Dengan teknik cut to cut, penulis memotong bagian 1.7 saat gerakan anticipation diakhir dan bagian awal pada 1.7b. Penulis juga menambahkan garis-garis agar mengecoh pada saat transisi dan juga agar gerakan karakter terkesan cepat. Penulis juga menambahkan 3d camera agar mendramatisir gerakan saat transisi.

Karena pada scene ini belum terdapat VO, saat mengerjaan penulis membuat VO sendiri untuk timing dan pada saat VO asli sudah selesai penulis membuat lypsync dengan berbeda projek dan tinggal tempel pada scene ini. Pada scene ini penulis mendapatkan revisi pada gerakan yang masih terlihat patah dan bagian transisi yang masih terlihat. Penulis merevisi dengan mengatur ulang keyframe dan graph editor, dan memperhatikan timing and spacingnya lalu mengubah bagian anticipation agar mulus perpindahannya.

Gambar 3.21. Scene 2.5.

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Selanjutnya pada scene 2.5 karena gerakannya simple, penulis

langsung memasukan file Adobe Illustrator ke Adobe After Effect. Sama

dengan scene selingan lainnya, penulis juga membuat durasinya menjadi 5

detik pada scene ini. Kemudian penulis juga tidak memisahkan antara

karakter dan background. Pada bagian background penulis hanya

(17)

23 menggunakan efek turbulent displace agar shape pada background bisa bergerak seperti gelombang. Pada bagian karakter penulis hanya menggunakan transform untuk menggerakkannya, tetapi pada bagian tangan ditambah sedikit wiggle expression yang dikontrol menggunakan slider control. Pada scene ini penulis hanya mendapatkan revisi pada bagian badan jangan ditambahkan animasi scale.

Gambar 3.22. Scene 2.2-2.2b. 1 (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Pada Scene 2.2-2.2b ini pengerjaannya mirip dengan scene 1.7 karena ada dua bentuk karakter yang berbeda tetapi harus dibuat transisi agar bentuk tubuh karakter terlihat berubah. Perbedaanya hanya pada bagian lypsync yang penulis kerjakan langsung pada masing-masing sequence, karena VO sudah selesai direkam dan durasinya juga mengikuti VO sekitar 7 detik. Pada scene ini juga sama cara animating dengan scene 1.7, penulis memisahkan masing-masing karakter didua sequence, lalu menggerakkannya sama seperti sebelumnya menggunakan transform.

Perbedaan pengerjaan dengan sequence 2.2b hanya bagian tangan pada

sequence 2.2b yang penulis gunakan rigging karena tangannya berada

lebih depan dan gerakannya lebih banyak.

(18)

24

Gambar 3.23. Scene 2.2-2.2b. 2

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Selanjutnya penggabungan pada sequence final. Teknik yang penulis pakai yaitu cut to cut antar 2.2 dan 2.2b dengan anticipation.

penulis juga membuat garis-garis yang bergerak mengikuti arah gerakan karakter agar saat transisi terkesan gerakan yang cepat. Revisi pada scene ini hanya mengurangi gerakan yang berlebihan dan gerakan yang kurang mulus, dan mengubah transisinya agar tidak terlihat perpindahannya.

Gambar 3.24. Scene 6.4. 1 (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Pada Scene 6.4 ini walaupun hanya 3 detik penulis membuat

gerakan yang lumayan detail untuk pergerakan karakter agar karakter

(19)

25 terlihat seperti 3d yang padahal 2d. Penulis tidak menggunakan bantuan efek apapun, hanya mengerjakan dengan detail agar hasil yang terlihat realistik. Yang pertama penulis lakukan yaitu memisah-misah bagian diAdobe Illustrator, pemisahan bagian karakter memakan waktu lumayan karena harus memisah masing-masing bagian seperti alis kiri kanan, telinga kiri kanan, mata, pupil, wajah, hidung, mulut, dan bagian badan lainnya harus dipisah masing-masing layer agar bisa digerakkan masing- masing. Kemudian dirapikan lagi perlima karakter. Setelah pemisahan lalu masuk keAdobe Aftereffect, kemudian dibagi lagi masing-masing karakter menjadi 5 sequence.

Pada gerakan karakter agar terlihat detail penulis menggerakan seluruh anggota wajah, badan, dan tangan menggunakan DUIK. Untuk cara menganimasikannya penulis hanya menggunakan transform seperti scale, rotate dan position. Kemudian untuk memberi kesan 3d saat karakter menghadap ke kiri atau ke kanan, penulis menggerakkan pada path per titik mengikuti bentuk jika karakter menghadap kiri atau kanan, contohnya bagian rambut. Lalu posisi bagian telinga yang berlawanan dengan kepala, misalnya saat kepala menunduk telinga akan menaik begitu juga sebaliknya. Pada 4 karakter lainnya penulis juga melakukan teknik

Gambar 3.25. Scene 6.4. 2 (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

(20)

26 yang sama. Pada scene ini lumayan mendapatkan banyak revisi karena karakter yang banyak, seperti gerakan yang kurang mulus dan masih terlihat kaku.

3. Internal Bonbin Studio

Gambar 3.26 Logo Bonbin Studio (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Pada tugas internal yang diberikan dari Bonbin Studio kepada

penulis yaitu membuat animasi dari logo utama dan logomark Bonbin

Studio. Pada pengerjaan logomark gambar 3.26 bagian atas penulis

membuat gerakan text simple tetapi terlihat unik, pertama muncul dengan

teknik trim path pada gambar atas kiri dan selanjutnya berputar seolah-

olah text mempunyai volume dengan 2 text yang bertumpuk kemudian

berputar terlilit yang membuat seperti 3d text. Dan pada logo utama pada

gambar 3.26 bagian bawah penulis mencoba explore animasi yang muncul

diawal adalah shape yang berwarna hijau sama dengan logo Bonbin yang

seperti terisap ketengah pada gambar bawah kiri dan akhirnya membentuk

logo Bonbin yang muncul secara popup dan rotating.

(21)

27 Kemudian penulis juga ada diminta membuat 30 lower third, 30 title, dan 30 text box. Penulis ditugaskan untuk belajar mengexplore bentuk dan warna. Karena itu penulis juga membuat masing-masing bentuk dengan style yang berbeda.

3.3.2. Kendala yang Ditemukan

Kendala utama yang penulis alami saat praktik kerja magang di Bonbin Studio adalah pelaksaan magang penulis yang dilakukan secara work from home.

Sehingga proses saat briefing dengan lead animator mengalami kendala seperti miss communication atau ada penjelasan dari lead animator yang penulis kurang pahami. Berkerja secara work from home juga menghambat pengerjaan animating karena penulis tidak bisa bertanya secara langsung kepada lead animator saat penulis kebingungan mengerjakan sesuatu. Juga sebaliknya, lead animator mengalami kesusahaan saat ingin menjelaskan sesuatu kepada penulis. Kemudian karena berkerja work from home penulis juga mengalami kendala dari waktu pengerjaan tugas. Karena saat dirumah ada saja keperluan mendadak yang harus dilakukan, seperti membantu keluarga dan lain lain.

Gambar 3.27. Lower third, Title (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

(22)

28 Kendala lainnya yaitu skill penulis yang belum terlalu mahir dalam motion graphic, terutama bagian mengoperasionalkan Adobe Illustrator. Penulis mengalami kesusahan mengoperasionalkan Adobe Illustrator karena fokus penulis yang hanya bisa mengerjakan bagian animating, sehingga saat penulis diharuskan mengoperasionalkan Adobe Illustrator proses animating-pun bisa terlambat.

Kemudian skill penulis dalam animating 2d character yang belum terlalu mahir karena sebelumnya penulis terbiasa animating karakter 3d, juga memperlambat pengerjaan animating.

3.3.3. Solusi Atas Kendala yang Ditemukan

Untuk kendala yang pertama yaitu berkerja secara work from home tentu tidak bisa dihindari karena adanya pandemic Covid19 dan posisi Bonbin Studio yang berada di Bandung berbeda dengan domisili penulis yang berada di Tangerang.

Karena itu solusi yang paling tepat adalah menjalin komunikasi dengan baik antara penulis dengan lead animator agar terhindar dari miss communication.

Kemudian saat briefing harus menggunakan video conference call agar proses briefing lebih mudah dipahami. Kemudian disaat mengalami kendala dalam proses animating sebaiknya jangan malu untuk banyak bertanya, dan lebih banyak berinisiatif belajar sendiri seperti mencari tutorial diYoutube. Dan yang terakhir, karena proses pekerjaan secara work from home tentunya waktu pengerjaan bisa fleksibel tetapi harus mengikuti jam kerja kantor, apabila berhalangan saat jam kantor biasanya penulis akan melaksanakannya di luar jam kantor agar deadline tetap terkejar.

Kemudian kendala yang kedua yaitu kurangnya skill penulis. Solusinya

yaitu penulis giat belajar banyak hal melalui Youtube seperti menonton tutorial

dan banyak bertanya dengan lead animator. Untuk mengoperasionalkan Adobe

Illustrator, saat waktu senggang penulis mecoba belajar tutorial dan pada saat

proses produksi tentunya sudah ada tim tersendiri untuk bagian asset dan

character sehingga penulis hanya melakukan bagian animating.

Referensi

Dokumen terkait

Pengguna bisa mengeklik salah satu data untuk melihat detail dari data tersebut, atau memasukkan data tyre monitoring baru dengan mengeklik tombol new.. 45 D.10 Show Tyre

Apakah dengan citra merek global pada suatu merek produk tertentu, dan adanya positive word of mouth tentang produk, serta pengaruh persepsi kualitas dari negara

Menurut Qomar, dkk (2005), habitat mikro Palem ini memiliki karakteristik sebagai berikut : Daun Sang telah ditemukan pada ketinggian 85 −175 mdpl dan sebagian besar

Berdasarkan fenomena tersebut, maka peneliti berminat untuk melakukan pengkajian terhadap proses pengelolaan pembelajaran bahasa Inggris di Madrasah Tsanawiyah Negeri

Seperti yang dilihat pada Gambar 3.6, pada modul Memory Games langkah awal yang dilakukan adalah jika semua tiles terbuka, maka akan men-generate board baru, lalu alert

Penulis banyak mendapatkan project branding dan brand implementation seperti pembuatan Fairway brand guidelines atas logo yang telah dibuat, Lukumades brand naming, VICI

Penulis dan salah satu rekan desainer ditugaskan untuk merancang desain Instagram IndiHome Smart agar memiliki khas tersendiri namun tidak lari dari brand guideline

Creative director akan memberikan brief dari klien dan menjelaskannya secara detail. Penjelasan dilakukan secara verbal dan terkadang digambarkan dalam bentuk draft