• Tidak ada hasil yang ditemukan

3 BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "3 BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

8

3

BAB III

PELAKSANAAN KERJA MAGANG Kedudukan dan Koordinasi

Penulis berperan sebagai graphic design intern di divisi creative selama proses praktik kerja magang. Selama menjalani internship, ada kedudukan serta koordinasi yang membentuk alur kerja lapangan.

1. Kedudukan

Penulis menempati posisi graphic design intern pada divisi creative di PT Dapoer Creative Indonesia. Sama seperti graphic designer lainnya di PT Dapoer Creative Indonesia, penulis memiliki tanggung jawab untuk mengurus seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan desain ke Creative Director yaitu Seto Setiawan serta menyiapkan file FA (Final Artwork) untuk kebutuhan cetak.

Gambar 3.1. Bagan Struktur Kedudukan Penulis sebagai Graphic Design Intern

2. Koordinasi

Creative director akan memberikan brief dari klien dan menjelaskannya secara

detail. Penjelasan dilakukan secara verbal dan terkadang digambarkan dalam

bentuk draft kasar untuk mempermudah visualisasi penulis. Setelah itu, penulis

mulai melakukan proses perancangan desain mengikuti guidelines dan draft yang

telah diberikan sebelumnya untuk diasistensikan kembali dalam bentuk preview

desain yang sudah rampung.

(2)

9 Lalu, creative director akan memberikan masukan dan mengarahkan kembali apabila ada beberapa bagian yang perlu diubah atau kurang sesuai dengan brief klien. Proses perbaikan akan terus berlanjut hingga mendekati isi brief.

Gambar 3.2. Bagan Struktur Koordinasi Penulis sebagai Graphic Design Intern 1

Ada kalanya penulis pun membantu junior graphic designer lainnya dalam membuat proyek. Misalnya, turunan desain banner. Pada proses ini, penulis dan junior graphic designer lain akan berdiskusi dan mengerjakan desain sesuai brief.

Lalu, sama seperti proyek individu, asistensi tetap dilakukan ke creative director.

Gambar 3.3. Bagan Struktur Koordinasi Penulis sebagai Graphic Design Intern 2

Tugas yang Dilakukan

Pada tabel di bawah merupakan beberapa proyek yang dilakukan penulis selama 9 minggu praktik kerja magang di PT Dapoer Creative Indonesia.

Tabel 3.1. Detail Pekerjaan yang Dilakukan Selama Magang

No. Minggu Proyek Keterangan

1

1 (1 Maret

2021 –

• Brosur Shell COOLANT

• Banner Waste Oil Change

• Brainstorm Kartu Lebaran

• Mengubah konten brosur global ke

dalam bahasa Indonesia

(3)

10 5 Maret

2021)

• Brainstorm logo

“KERABAT”

• Membuat turunan banner dari poster Waste Oil Change

• Melakukan brainstorming kartu lebaran

• Melakukan brainstorming dan sketsa logo “KERABAT”

2

2 (8 Maret

2021 – 12 Maret

2021)

• Digitalisasi logo

“KERABAT”

• Revisi brosur Shell COOLANT

• Brainstorm sampul majalah YDBA

• Digitalisasi sampul majalah YDBA

• Membuat digitalisasi logo

“KERABAT”

• Membuat revisi brosur Shell COOLANT

• Melakukan brainstorming dan digitalisasi sampul majalah YDBA

3

3 (15 Maret 2021 – 19 Maret

2021)

• Revisi brosur Shell COOLANT

• Digitalisasi sampul majalah YDBA

• Membuat leaflet Consumer Connect

• Revisi sampul majalah YDBA

• Revisi logo “KERABAT”

• Merevisi layout dan konten brosur Shell COOLANT

• Melanjutkan digitalisasi sampul majalah YDBA

• Memperbaiki layout leaflet Consumer Connect

• Membuat revisi sampul majalah YDBA dan logo “KERABAT”

4

4 (22 Maret 2021 – 27 Maret

2021)

• Revisi brosur Shell COOLANT

• Revisi logo “KERABAT”

• Menu board Lie Oppa Kupi

• Signage Lie Oppa Kupi

• Membuat revisi brosur Shell COOLANT dan logo

“KERABAT”

• Membuat tiga alternatif untuk menu board Lie Oppa Kupi

• Membuat signage dan sunglass

door sticker Lie Oppa Kupi

(4)

11

• Sunglass door sticker Lie Oppa Kupi

5

5 (29 Maret 2021 – 2 April 2021)

• Signage Lie Oppa Kupi

• Sunglass door sticker Lie Oppa Kupi

• Revisi brosur Shell COOLANT

• Digitalisasi kartu lebaran

• Revisi menu board Lie Oppa Kupi

• Revisi leaflet Consumer Connect

• Membuat signage dan sunglass door sticker Lie Oppa Kupi

• Memulai digitalisasi kartu lebaran

• Membuat revisi brosur Shell COOLANT

• Membuat revisi leaflet Consumer Connect

• Membuat revisi menu board Lie Oppa Kupi

6

6 (5 April 2021 – 9

April 2021)

• Revisi logo “KERABAT”

• Revisi kartu lebaran

• Revisi leaflet Consumer Connect

• FA leaflet Consumer Connect

• Banner Soft Opening Lie Oppa Kupi

• Membuat revisi logo

“KERABAT”

• Membuat revisi leaflet Consumer Connect

• Membuat revisi kartu lebaran

• Membuat FA leaflet Consumer Connect

• Membuat banner Soft Opening Lie Oppa Kupi

7

7 (12 April

2021 – 16 April

2021)

• Revisi kartu lebaran

• Mockup kartu lebaran

• Finishing kartu lebaran

• Amplop kartu lebaran

• Stiker Lie Oppa Kupi

• Menu talenan Lie Oppa Kupi

• Membuat revisi, mockup, dan amplop kartu lebaran

• Berdiskusi finishing material kartu lebaran

• Membuat stiker protokol dan

talenan menu Lie Oppa Kupi

(5)

12 8

8 (19 April

2021 – 23 April

2021)

• FA kartu lebaran

• FA amplop lebaran

• Revisi flyer Lie Oppa Kupi

• Revisi menu board Lie Oppa Kupi

• E-card lebaran

• Membuat FA amplop dan kartu lebaran

• Membuat E-card Shell Lebaran 2021

• Membuat revisi flyer dan menu board Lie Oppa Kupi

9

9 (26 April

2021 – 30 April

2021)

• FA sablon kartu lebaran

• Revisi FA sablon kartu lebaran

• Menu PDF Lie Oppa Kupi

• Revisi E-card lebaran

• Membuat FA sablon kartu lebaran

• Membuat menu PDF Lie Oppa Kupi

• Membuat revisi e-card kartu lebaran

Uraian Pelaksanaan Kerja Magang

PT Dapoer Creative Indonesia memiliki cakupan pekerjaan yang umumnya berasal dari klien utamanya, seperti Shell Indonesia. Ada pun beberapa pekerjaan yang dilakukan adalah pembuatan promo dalam bentuk flyer, banner, poster, POP, atau post Instagram. Lalu, membuat turunan desain dari Shell Global menjadi bagian dari Shell Indonesia. PT Dapoer Creative Indonesia pun memberikan jasa desain serta percetakan untuk usaha mandiri, seperti branding dan collateral design.

Selutuh proses pelaksanaan disertai dengan proses eksplorasi dan berpikir kreatif untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan klien.

Proses Pelaksanaan

Penulis terlibat dalam beberapa proyek selama melakukan praktik kerja magang di

PT Dapoer Creative Indonesia, antara lain pembuatan desain internal untuk Shell,

sampul majalah YDBA Astra, dan desain promosi kafe Lie Oppa Kupi. Selama

merancang desain, penulis mengikuti brief dan guidelines yang disediakan pada

(6)

13 setiap proyek. Misalnya, penggunaan jenis typeface, variasi tebal dan tipis, penggunaan shape serta warna dalam desain.

3.3.1.1 Perancangan Desain Kartu Lebaran Shell

Pada setiap tahunnya, PT Dapoer Creative Indonesia selalu membuat desain kartu ucapan bagi Shell, seperti Season’s Greetings, Chinese New Year card, dan kartu lebaran. Namun, tidak ada brief khusus dari pihak Shell. Shell memberikan toleransi selama proses perancangan kartu lebaran, seperti pemilihan typeface dan warna. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan desain yang tidak terlalu kaku, namun desain tetap perlu mencerminkan identitas Shell.

Pada awalnya, pembimbing lapangan memberikan beberapa referensi kartu yang telah dibuat tim kreatif. Referensi tersebut bervariatif dari yang bersifat kaku, elegan, hingga playful. Beliau pun memberikan pesan untuk mencoba mengeskplorasi gaya desain yang berbeda untuk memberikan kesan yang baru bagi Shell. Setidaknya, perlu ada 3 jenis desain yang dapat ditampilkan, seperti desain yang kaku, eksploratif, dan yang merupakan gabungan dari keduanya.

3.3.1.1.1 Alternatif Pertama

Setelah mendapatkan brief, penulis melakukan proses brainstorming yang akan digunakan sebagai pondasi dasar dalam perancangan desain. Pada alternatif pertama, penulis membuat desain kartu yang berkesan elegan dan kaku. Ukuran yang penulis tentukan adalah 15 x 15 cm. Ukuran ini menyesuaikan desain kartu ucapan yang telah dibuat di bawah naungan PT Dapoer Creative Indonesia. Berikut merupakan eksplorasi sketsa yang telah penulis buat:

Gambar 3.4. Sketsa Alternatif 1

(7)

14 Pertimbangan dalam membuat alternatif ini adalah untuk memberikan desain yang bersifat umum dan tampak berbeda dari alternatif lain. Pada tampilan depan, penulis menunjukkan aksen lebaran, yaitu bentuk bulan sabit, bintang, dan lentera. Warna biru digunakan sebagai warna background dan warna emas digunakan sebagai warna sekunder untuk menambah kesan elegan.

Gambar 3.5. Preview Alternatif 1

Lalu, pada halaman sebaliknya, penulis menggunakan warna broken white yang merupakan turunan dari palet panduan warna Shell. Penulis membagi lembaran dengan rasio 1 : 1 untuk pembagian tempat tanda tangan karyawan Shell dan vektor. Vektor yang digunakan penulis berasal dari data internal PT Dapoer Creative Indonesia yang pernah digunakan dalam desain kartu yang sebelumnya.

Namun, penulis mengubah beberapa warna pada asset yang ada untuk mengikuti

panduan warna Shell.

(8)

15

Gambar 3.6. Preview Amplop Alternatif 1

Penulis hanya mendapat feedback untuk memperbesar logo Shell dari pembimbing lapangan sehingga alternatif ini langsung dikirim ke pihak Shell. Ada pun tambahan dari pihak Shell adalah mengganti gaya desain vektor di bagian belakang menjadi bentuk outline beserta penambahan dua unit dispenser pengisian daya listrik. Berikut merupakan hasil revisi yang telah disesuaikan dengan brief klien:

Gambar 3.7. Preview Final Revisi Alternatif 1

(9)

16 3.3.1.1.2 Alternatif Kedua

Pada alternatif kedua, penulis mendapat arahan langsung dari pembimbing lapangan untuk membuat desain yang eksploratif dan colorful. Penulis menentukan ukuran 14 x 18 cm sebagai ukuran dasar kartu ucapan. Pada bagian depan, terbagi 9 bagian yang menunjukkan perusahaan dan jasa yang disediakan Shell dengan tambahan aksen lebaran. Pembagian tersebut terdiri atas:

1. Masjid dan bulan sabit 2. Social distancing 3. Pom bensin Shell 4. Bengkel Shell 5. Shell Deli2go

6. Makanan khas lebaran 7. Logo Shell

8. Perwakilan vektor karyawan Shell 9. Vektor orang yang beribadah

Gambar 3.8. Sketsa Alternatif 2

(10)

17 Penulis pun melanjutkan untuk membuat preview digitalisasi. Dalam mengerjakan alternatif 2, penulis menggunakan mayoritas warna yang cerah dan memberikannya ke pembimbing lapangan untuk melakukan proses asistensi.

Berikut merupakan hasil digitalisasi yang telah dibuat penulis:

Gambar 3.9. Preview Alternatif 2

Setelah melakukan proses asistensi, ada tambahan serta revisi yang

diberikan oleh pembimbing lapangan. Preview yang telah dibuat penulis masih

terkesan sangat kaku dari pemilihan asset dan warna. Oleh karena itu, pembimbing

lapangan menyarankan untuk melakukan penggantian warna dan asset vektor yang

(11)

18 digunakan dalam beberapa bagian. Berikut merupakan list revisi yang diberikan pembimbing lapangan pada penulis:

1. Menambah asset kapal laut yang mengangkut minyak 2. Menambah asset gedung LOBP

3. Menambah asset produk andalan Shell, yaitu drum Shell, Shell Helix, dan Shell Advanced

4. Menambah vektor keluarga yang sedang melakukan video call 5. Menambah ornamen lebaran yang tidak terlalu ramai

6. Mengubah tampilan warna menjadi gradasi 7. Mengubah urutan gambar

8. Mengubah warna tampilan dalam dan belakang

Akibat banyaknya jumlah revisi, pembimbing lapangan mengarahkan kembali supaya tidak terjadi miskomunikasi. Revisi tersebut digambarkan pembimbing lapangan melalui sketsa. Berikut merupakan tampilan yang diberikan pembimbing lapangan sebagai gambaran desain untuk penulis:

Gambar 3.10. Sketsa Revisi Alternatif 2

Usai mendapatkan feedback, penulis langsung mengubah beberapa bagian

sesuai dengan panduan pembimbing penulis. Penulis juga menambah perubahan

(12)

19 detail kecil, seperti penambahan aksen lebaran, bayangan objek, dan gradasi.

Berikut merupakan hasil revisi yang telah dibuat penulis:

Gambar 3.11. Preview Revisi Alternatif 2

Penulis melakukan proses asistensi kembali pada pembimbing lapangan.

Bagian konten sudah sesuai dengan brief. Namun, ada tambahan revisi untuk

sampul alternatif 2 untuk mengubah background yang menunjukkan produk

andalan Shell serta menambahkan ornamen yang lebih sederhana. Pada revisi ini,

penulis mengubah warna background menjadi biru tua yang bergradasi ke biru

muda. Lalu, ornamen yang ada di belakang karyawan Shell dipindahkan ke

(13)

20 background produk andalan Shell. Berikut merupakan preview hasil revisi yang telah diasistensi kembali dengan pembimbing lapangan:

Gambar 3.12. Preview Final Revisi Sampul Alternatif 2

3.3.1.1.3 Alternatif Ketiga

Penulis mencari beberapa kata kunci yang berkaitan dengan lebaran dengan membuat sebuah mindmap. Dari mindmap yang dibuat, penulis mendapat beberapa kata kunci. Kata kunci tersebut adalah: excitement, hangat, dan keluarga. Pada alternatif ketiga, penulis ingin membuat bentuk lipatan kartu yang berbeda dan menyerupai referensi kartu Chinese New Year yang digunakan Shell pada tahun 2021. Berikut merupakan tampilan sketsa gambaran kartu ucapan alternatif ketiga yang telah penulis buat:

Gambar 3.13. Sketsa Alternatif 3

(14)

21 Penulis menggunakan warna hijau tua yang identik dengan warna lebaran sebagai background. Lalu, pada tampilan depan, penulis menambahkan vektor masjid dalam bentuk outline. Pada bagian dalam, penulis menyediakan ruang kosong untuk menempatkan vektor masjid, tulisan “Selamat Hari Raya Idul Fitri”, dan penempatan tanda tangan karyawan Shell di bagian bawah. Penulis pun menggunakan ornamen mandala yang merepresentasikan lebaran. Berikut merupakan preview alternatif yang telah dibuat:

Gambar 3.14. Preview Konten Alternatif 3

(15)

22 Setelahnya, penulis memberikan preview asistensi kepada pembimbing lapangan. Tidak ada masalah di bagian konten, tetapi ada sedikit revisi untuk mengganti tampilan vektor di tampilan depan karena penggunaan visualisasi masjid yang berlebihan. Penulis disarankan untuk menunjukkan beberapa vektor produk dan jasa yang disediakan Shell, seperti pom bensin, bengkel, Shell Deli2go, gedung LOBP, dan jalan raya yang menunjukkan beberapa kendaraan lalu lalang. Lalu, ornamen yang berada di background perlu dikurangi opacity-nya karena terlalu menonjol. Berikut merupakan hasil revisi yang telah dikerjakan penulis berdasarkan feedback pembimbing lapangan:

Gambar 3.15. Preview Final Revisi Sampul Alternatif 3

3.3.1.1.4 Desain Terpilih

Desain yang terpilih untuk kartu lebaran adalah alternatif ketiga. Namun, pihak Shell memberikan feedback untuk mengganti warna menjadi warna kuning.

Penambahan selanjutnya adalah pohon dan tulisan “Nature based solutions” atau

“Nature based solutions at Katingan Mentaya”.

(16)

23

Gambar 3.16. Shell Nature-based Solutions

Setelah mendapat feedback, penulis memberikan beberapa alternatif penambahan konten yang diperlukan karena pihak Shell tidak memberikan keterangan detil mengenai peletakannya. Alternatif yang dibuat juga diarahkan kembali oleh pembimbing lapangan dan terbagi menjadi 4 bagian, yaitu penempatan di sampul dan di bagian dalam kartu lebaran. Pada preview pertama, penulis menghapus seluruh gedung dan menggantinya dengan kumpulan pohon.

Gambar 3.17. Preview Alternatif 1 Penempatan Pohon

(17)

24 Pada preview kedua, penulis masih menempatkan bangunan yang merepresentasikan kota Jakarta dan menambahkan beberapa kumpulan pohon di belakangnya. Penulis juga menulis keterangan “Nature-based Solutions” di bagian kiri bawah kartu ucapan dan menambah icon pohon yang sesuai dengan referensi.

Berikut merupakan preview alternatif 2 penempatan pohon:

Gambar 3.18. Preview Alternatif 2 Penempatan Pohon

Pada preview ketiga, penulis memindahkan pohon ke bagian dalam kartu.

Berdasarkan arahan pembimbing lapangan, beliau menyarankan untuk mengikuti

referensi yang diberikan Shell, yaitu membuat tumpukkan pohon menjadi 3 bagian

dengan warna yang bergradasi. Berikut merupakan preview alternatif 3 penempatan

pohon:

(18)

25

Gambar 3.19. Preview Alternatif 3 Penempatan Pohon

Pada preview terakhir, penulis hanya mengubah tampilan preview alternatif ketiga menjadi outline. Namun, perbedaannya adalah penulis hanya menggunakan satu warna saja supaya tampak selaras. Berikut merupakan preview alternatif 4 penempatan pohon:

Gambar 3.20. Preview Alternatif 4 Penempatan Pohon

(19)

26 Pembimbing lapangan meneruskan keempat alternatif pada pihak Shell.

Alternatif penempatan 2 pun dipilih menjadi desain final. Kemudian, ada sedikit feedback lanjutan untuk mengubah bentuk pohon menjadi bentuk brokoli.

Penempatan tulisan nature-based solution diselipkan di dalam vektor pohon supaya menjadi satu kesatuan dengan vektor yang lain. Pembimbing lapangan juga memberikan referensi gambar pohon yang bisa dijadikan acuan. Mengikuti referensi yang diberikan pembimbing, penulis membuat vektor pohon yang berbentuk brokoli. Berikut merupakan preview revisi final desain terpilih kartu lebaran Shell:

Gambar 3.21. Preview Final Alternatif 3

(20)

27 3.3.1.1.5 Finishing

Kartu lebaran yang telah memasuki finalisasi pun perlu dibuat final artwork. Hal ini bertujuan untuk membuat mockup dalam bentuk digital printing untuk mengecek kembali desain yang telah dibuat. Setelah itu, penentuan finishing perlu diberikan kepada pihak Shell beserta mockup kartu lebaran sebagai gambaran.

Dalam menentukan finishing material, penulis turut berdiskusi dengan business director untuk membahas finishing material yang akan digunakan pada kartu lebaran. Beliau mejelaskan cara kerja finishing dan file yang perlu disiapkan untuk mencetak kartu lebaran. Finishing material yang telah ditentukan dari hasil diskusi tersebut terdiri atas poly bronze, spot uv, dan emboss. Ada pun sedikit revisi untuk mengganti warna pada potongan Idul Fitri menjadi warna solid karena outline terlalu tipis untuk diberikan laminasi poly. Berikut merupakan preview hasil diskusi finishing yang akan dipakai di kartu lebaran:

Gambar 3.22. Preview Finishing Kartu Lebaran

(21)

28 3.3.1.2 Perancangan Sampul Majalah YDBA

Majalah YDBA (Yayasan Dharma Bhakti Astra) adalah majalah di bawah naungan Astra yang memiliki misi pembinaan serta pengembangan UMKM di Indonesia.

Setiap tahunnya, YDBA mengeluarkan 4 edisi majalah dengan judul yang berbeda dalam versi cetak. Namun, akibat pandemi COVID-19, majalah YDBA hanya ditampilkan dalam bentuk majalah digital yang dapat diakses melalui website YDBA, yaitu ydba.astra.co.id.

Penulis mendapat kesempatan untuk membuat sampul majalah YDBA pada periode Maret yang bertema “Semangat Melaju Bersama UMKM Melalui YDBA”.

Dalam brief yang diberikan, pihak YDBA ingin sampul majalah yang terkesan minimalis dengan warna yang cenderung cerah dan playful. Pemilihan foto sampul yang ditentukan perlu menampilkan satu produk terbaik dari review produk UMKM. Pihak YDBA pun menentukan jenis typeface yang perlu digunakan dalam proses perancangan desain, yaitu Helvetica dan FS Lola. Berikut merupakan referensi yang diberikan pihak YDBA:

Gambar 3.23. Referensi dari Pihak YDBA

Setelah mendapat referensi yang diberikan pihak YDBA, penulis juga mendapat beberapa gambaran sampul majalah dari tahun sebelumnya. Penulis mempelajari bahwa sampul majalah YDBA di periode sebelumnya berkesan kaku dan memiliki kecenderungan yang mirip dengan beberapa sampul annual report.

Warna yang umumnya digunakan sangat kontras dan solid.

(22)

29

Gambar 3.24. Sampul Majalah YDBA 2019

(Sumber: http://www.ydba.astra.co.id/bulletin/)

Catatan tersebut menjadi panduan kedua penulis dalam proses perancangan desain sampul. Lalu, penulis mulai membuat 4 alternatif sketsa. Dua alternatif sketsa awal dibuat mengikuti gaya desain sampul YDBA yang dibuat sebelumnya dan sisa desain lainnya mengikuti brief yang diberikan YDBA.

Gambar 3.25. Sketsa Alternatif Sampul Majalah YDBA

(23)

30 Pada alternatif 1, penulis mengikuti referensi dari pihak YDBA untuk membuat desain yang minimalis. Namun, penulis membuat desain yang cenderung kaku dan tidak menggunakan kumpulan warna yang cerah supaya masih tampak senada dengan edisi majalah di tahun sebelumnya. Lalu, alternatif 2 dan alternatif 3 bertumpu pada sampul majalah YDBA di periode sebelumnya. Penggunaan warnanya cenderung lebih solid dan menggunakan kumpulan vektor yang berasal dari elemen logo YDBA. Di alternatif 4, penulis melakukan eksplorasi layout yang menggunakan warna yang colorful. Berikut merupakan preview digitalisasi alternatif sampul majalah yang dibuat penulis:

Gambar 3.26. Preview Alternatif Sampul Majalah YDBA

(24)

31 Penulis melakukan proses asistensi pada creative director dan business director. Ada pun sedikit feedback yang diberikan adalah mengganti warna pada alternatif 4 menjadi lebih kontras. Penulis pun mengubah warna pada alternatif 4 mengikuti arahan pembimbing lapangan. Lalu, setelah menaikkan kontrasnya, pembimbing lapangan memberikan preview alternatif ke pihak YDBA. Berikut merupakan desain terpilih sampul YDBA edisi 1 pada bulan Maret:

Gambar 3.27. Preview Final Sampul Majalah YDBA

3.3.1.3 Perancangan Desain Menu, Banner, dan Flyer Lie Oppa Kupi

Penulis mendapat proyek untuk membuat desain promosi kafe Lie Oppa Kupi. Kafe

Lie Oppa Kupi adalah kafe yang baru didirikan di bulan April 2021 dan mengangkat

latar Korea Selatan sebagai konsep kafe. Pada kesempatan ini, tugas yang diberikan

pada penulis adalah membuat perancangan desain menu board, banner soft

opening, dan flyer soft opening.

(25)

32 Dalam merancang desain promosi Lie Oppa Kupi, penulis berada di bawah bimbingan Monica Cuandra selaku business director PT Dapoer Creative Indonesia. Beliau memberikan brief mengenai penggambaran kafe dan referensi desain yang bisa dijadikan acuan untuk perancangan desain menu. Brief dalam proyek ini hanya mengikuti gaya desain dari referensi yang diberikan klien dan dimodifikasi kembali menjadi lebih minimalis. Berikut merupakan referensi yang dijadikan acuan penulis selama perancangan desain menu:

Gambar 3.28. Referensi Menu Board Lie Oppa Kupi

Berdasarkan referensi yang diberikan, klien ingin menampilkan kesan yang

minimalis dengan vektor outline yang berhubungan dengan kafe. Warna yang

digunakan cenderung netral dengan layout yang berkesan minimalis. Namun, tidak

(26)

33 masalah apabila ada sentuhan yang playful sehingga desain tidak terlalu kaku.

Penulis pun mencoba membuat 3 alternatif desain menu board. Dalam perancangan desain menu board, penulis menentukan turunan dari warna kopi, teh, dan coklat.

Typeface yang digunakan pun dominan dengan handwriting dan san serif. Ada pula tambahan doodle yang berhubungan dengan menu yang ditawarkan sebagai penghias menu board. Berikut merupakan preview alternatif yang telah dibuat:

Gambar 3.29. Preview Alternatif Menu Board Lie Oppa Kupi

Ketiga alternatif diasistensikan ke business director. Alternatif 2 dan

alternatif 3 terpilih menjadi desain yang diajukan ke klien. Ada pun sedikit feedback

untuk mengubah warna background kedua alternatif menjadi warna hitam dan

mengubah warna typeface menjadi putih supaya tampak seperti papan tulis. Berikut

merupakan hasil revisi yang telah disesuaikan dengan feedback:

(27)

34

Gambar 3.30. Preview Alternatif Turunan Menu Board Lie Oppa Kupi

Setelah membuat alternatif yang baru, penulis mengajukan kembali hasil feedback ke business director. Alternatif 2 dengan background hitam dipilih menjadi desain final. Penulis pun mulai mengerjakan desain menu board untuk bagian food dan snacks. Selama proses pengerjaan, penulis tidak mendapat banyak feedback mengenai segi desain. Namun, revisi pengerjaan menu board umumnya berasal dari klien yang mengubah nama, jenis, dan harga di menu.

Gambar 3.31. Preview Final Menu Board Lie Oppa Kupi

(28)

35 Penulis melanjutkan untuk membuat banner soft opening untuk Lie Oppa Kupi. Pengerjaan banner ini langsung diarahkan oleh business director. Banner ini berdimensi 1,5 m x 2 m dan akan ditampilkan di sebelah kafe. Menurut brief yang diberikan, layout banner tidak perlu disesuaikan dengan menu board. Penulis hanya perlu mengikuti referensi dan memodifikasinya sesuai keinginan klien. Objektif utama pembuatan banner ini adalah untuk menarik perhatian masyarakat sehingga perlu menggunakan warna yang lebih cerah dan kontras. Business director juga melampirkan referensi banner yang dapat dipertimbangkan sebagai acuan perancangan desain. Berikut merupakan referensi yang digunakan penulis selama pengerjaan desain banner:

Gambar 3.32. Referensi Banner Lie Oppa Kupi

Penulis membuat beberapa 2 alternatif banner soft opening. Namun,

kesannya masih terlalu kaku dan tidak mencolok sehingga penulis berdiskusi

dengan business director. Berdasarkan hasil diskusi dengan business director,

penggunaan asset yang menyerupai tiket di referensi bisa digunakan sebagai acuan

grafis penghias dan layout teks dapat menggunakan alternatif 2. Berikut merupakan

hasil eksplorasi desain yang telah dibuat penulis berdasarkan diskusi:

(29)

36

Gambar 3.33. Hasil Diskusi Desain Banner Lie Oppa Kupi

Penulis melakukan eksplorasi warna-warna lain yang cerah dan mencolok.

Ada pula alternatif lain untuk menyesuaikan desain menu board, yaitu penggunaan

warna hitam dan warna turunan dari kopi. Berikut merupakan hasil eksplorasi

warna yang telah dilakukan penulis sepanjang perancangan desain banner soft

opening Lie Oppa Kupi:

(30)

37

Gambar 3.34. Preview Eksplorasi Desain Banner Lie Oppa Kupi

Setelah melakukan proses ekplorasi warna desain banner, penulis

mengirimkannya kembali ke business director untuk diasistensi. Proses asistensi

berlangsung lancer karena tidak ada lagi tambahan revisi dari beliau. 6 alternatif

tersebut kemudian dikirim ke pihak klien. Berikut merupakan preview final desain

terpilih banner soft opening Lie Oppa Kupi:

(31)

38

Gambar 3.35. Preview Final Desain Banner Lie Oppa Kupi

Usai pembuatan banner soft opening, penulis pun mulai mengerjakan flyer.

Flyer yang akan dicetak berukuran A5. Brief yang diterima penulis adalah pada

bagian depan menggunakan turunan dari desain banner soft opening dan pada

bagian belakang menggunakan desain menu board yang memuat keseluruhan menu

Lie Oppa Kupi. Pengerjaan flyer tergolong cepat karena hanya merupakan turunan

banner dan menu board. Berikut merupakan preview hasil flyer yang telah dibuat

penulis:

(32)

39

Gambar 3.36. Preview Desain Flyer Lie Oppa Kupi

Penulis melakukan asistensi dengan business director. Namun, setelah adanya pertimbangan, business director ingin membuat flyer yang dapat digunakan berulang kali sehingga desain flyer perlu diubah sedikit. Beliau mengarahkan untuk menampilkan beberapa produk andalan Lie Oppa Kupi dan ada bagian bawah yang bisa digunting. Bagian tersebut adalah kupon yang bisa ditukar sebagai promo dalam pembelian produk Lie Oppa Kupi. Pada bagian belakang, tidak banyak mendapat revisi. Penulis hanya diminta untuk mengganti headlines “Our Menu”

dengan typeface yang berbeda dan kontras. Tambahan sub-headlines yang catchy

juga boleh ditambahkan dan dibebaskan business director. Beberapa referensi

layout juga diberikan sebagai acuan desain.

(33)

40

Gambar 3.37. Referensi Desain Flyer Lie Oppa Kupi

Dalam pengerjaan revisi, penulis juga menambah asset grafis yang menggunakan warna yang cerah, seperti merah, kuning, biru, dan hijau. Ada pula vektor outline berbentuk tangan yang memegang sumpit dan sendok dengan gaya desain yang mirip di menu board sebagai penghias. Berikut merupakan hasil revisi yang telah penulis buat:

Gambar 3.38. Preview Revisi Desain Flyer Lie Oppa Kupi

(34)

41 Asistensi kembali dilakukan ke business director. Secara layout, tidak ada masalah yang berlebihan. Penulis disarankan untuk memperbesar logo Lie Oppa Kupi dan memperkecil typeface “WE ARE NOW OPEN”. Lalu, penambahan asset menu bitterballen bisa ditambah dan diletakkan di bagian atas supaya tidak terkesan kosong. Penambahan asset gunting yang lebih kecil dan dots area potong yang berbentuk bulat. Di bagian belakang, vektor yang berada di belakang headlines dihilangkan dan dibuat polos. Sisa revisi lainnya adalah mengubah tata bahasa di bagian kupon. Berikut merupakan hasil final desain flyer Lie Oppa Kupi:

Gambar 3.39. Preview Final Desain Flyer Lie Oppa Kupi

Kendala yang Ditemukan

Selama dua bulan melakukan praktik kerja magang, penulis menemukan beberapa kendala yang menjadi penghambat dalam pekerjaan penulis, yaitu:

1. Kendala Pribadi

a. Penulis belum terbiasa dalam menggunakan shortcut sehingga kadang

kalanya progress pekerjaan menjadi sedikit lambat.

(35)

42 b. Penulis memiliki kecenderungan kurang teliti dalam mengerjakan pekerjaan,

seperti kesalahan ketik dan dari segi design wise.

2. Kendala Kerja

a. Pada beberapa proyek, penulis merasa kesulitan dalam memahami permintaan klien akibat kurangnya informasi dan detil pada brief yang diberikan. Hal ini menyebabkan banyaknya jumlah revisi yang membuat pekerjaan lainnya sedikit tertunda.

Solusi Atas Kendala yang Ditemukan

Dari kendala yang penulis alami, penulis berusaha mencari solusi agar tetap dapat bekerja secara maksimal. Berikut adalah solusi yang dilakukan penulis:

1. Kendala Pribadi

a. Penulis mempelajari tips dan trik menggunakan shortcut di internet dan bertanya pada rekan kerja lainnya.

b. Sebelum memberikan preview kepada creative director, penulis selalu memeriksa kembali setiap detail yang ada pada brief sebanyak dua kali untuk meminimalisir ketidaktelitian.

2. Kendala Kerja

a. Penulis selalu bertanya dan berdiskusi dengan tim creative untuk memahami

maksud klien. Pada dasarnya, memang ada beberapa klien yang kurang dapat

menjelaskan dengan baik. Oleh karena itu, desainer perlu aktif bertanya dan

berdiskusi supaya dapat mencapai hasil karya yang sesuai keinginan klien.

Referensi

Dokumen terkait

Terdapat 4 flowchart pada project ini yaitu flowchart Midtrans, flowchart RajaOngkir, flowchart halaman checkout, dan flowchart halaman change password yang semuanya akan diuraikan

D Tikus yang dicekok Lactobacillus plantarum mulai hari ke-1 sampai hari ke-21, ditambah cekok EPEC pada hari ke-8 sampai hari ke-14.. E Tikus yang dicekok

Bahan-bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah tikus putih Albino Norway Rats (Ratus norvegicus) galur Sprague Dawley umur 5-6 minggu sebanyak 90 ekor tikus (15 ekor

Penulis banyak mendapatkan project branding dan brand implementation seperti pembuatan Fairway brand guidelines atas logo yang telah dibuat, Lukumades brand naming, VICI

Penulis dan salah satu rekan desainer ditugaskan untuk merancang desain Instagram IndiHome Smart agar memiliki khas tersendiri namun tidak lari dari brand guideline

Pengguna bisa mengeklik salah satu data untuk melihat detail dari data tersebut, atau memasukkan data tyre monitoring baru dengan mengeklik tombol new.. 45 D.10 Show Tyre

Setelah sudah menemukan ide yang dapat dijelaskan dan dijabarkan untuk presentasi, penulis dan ketua Tim Publikasi melakukan penjadwalan konten dan konsultasi dengan

Pada Gambar 3.8 merupakan dokumentasi dari halaman home page, Pada halaman ini hanya menampilkan informasi dan pilihan menu assets, menu legal, menu absent yang dapat di akses oleh