8
3
BAB III
PELAKSANAAN KERJA MAGANG Kedudukan dan Koordinasi
Penulis berperan sebagai graphic design intern di divisi creative selama proses praktik kerja magang. Selama menjalani internship, ada kedudukan serta koordinasi yang membentuk alur kerja lapangan.
1. Kedudukan
Penulis menempati posisi graphic design intern pada divisi creative di PT Dapoer Creative Indonesia. Sama seperti graphic designer lainnya di PT Dapoer Creative Indonesia, penulis memiliki tanggung jawab untuk mengurus seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan desain ke Creative Director yaitu Seto Setiawan serta menyiapkan file FA (Final Artwork) untuk kebutuhan cetak.
Gambar 3.1. Bagan Struktur Kedudukan Penulis sebagai Graphic Design Intern
2. Koordinasi
Creative director akan memberikan brief dari klien dan menjelaskannya secara
detail. Penjelasan dilakukan secara verbal dan terkadang digambarkan dalam
bentuk draft kasar untuk mempermudah visualisasi penulis. Setelah itu, penulis
mulai melakukan proses perancangan desain mengikuti guidelines dan draft yang
telah diberikan sebelumnya untuk diasistensikan kembali dalam bentuk preview
desain yang sudah rampung.
9 Lalu, creative director akan memberikan masukan dan mengarahkan kembali apabila ada beberapa bagian yang perlu diubah atau kurang sesuai dengan brief klien. Proses perbaikan akan terus berlanjut hingga mendekati isi brief.
Gambar 3.2. Bagan Struktur Koordinasi Penulis sebagai Graphic Design Intern 1
Ada kalanya penulis pun membantu junior graphic designer lainnya dalam membuat proyek. Misalnya, turunan desain banner. Pada proses ini, penulis dan junior graphic designer lain akan berdiskusi dan mengerjakan desain sesuai brief.
Lalu, sama seperti proyek individu, asistensi tetap dilakukan ke creative director.
Gambar 3.3. Bagan Struktur Koordinasi Penulis sebagai Graphic Design Intern 2
Tugas yang Dilakukan
Pada tabel di bawah merupakan beberapa proyek yang dilakukan penulis selama 9 minggu praktik kerja magang di PT Dapoer Creative Indonesia.
Tabel 3.1. Detail Pekerjaan yang Dilakukan Selama Magang
No. Minggu Proyek Keterangan
1
1 (1 Maret
2021 –
• Brosur Shell COOLANT
• Banner Waste Oil Change
• Brainstorm Kartu Lebaran
• Mengubah konten brosur global ke
dalam bahasa Indonesia
10 5 Maret
2021)
• Brainstorm logo
“KERABAT”
• Membuat turunan banner dari poster Waste Oil Change
• Melakukan brainstorming kartu lebaran
• Melakukan brainstorming dan sketsa logo “KERABAT”
2
2 (8 Maret
2021 – 12 Maret
2021)
• Digitalisasi logo
“KERABAT”
• Revisi brosur Shell COOLANT
• Brainstorm sampul majalah YDBA
• Digitalisasi sampul majalah YDBA
• Membuat digitalisasi logo
“KERABAT”
• Membuat revisi brosur Shell COOLANT
• Melakukan brainstorming dan digitalisasi sampul majalah YDBA
3
3 (15 Maret 2021 – 19 Maret
2021)
• Revisi brosur Shell COOLANT
• Digitalisasi sampul majalah YDBA
• Membuat leaflet Consumer Connect
• Revisi sampul majalah YDBA
• Revisi logo “KERABAT”
• Merevisi layout dan konten brosur Shell COOLANT
• Melanjutkan digitalisasi sampul majalah YDBA
• Memperbaiki layout leaflet Consumer Connect
• Membuat revisi sampul majalah YDBA dan logo “KERABAT”
4
4 (22 Maret 2021 – 27 Maret
2021)
• Revisi brosur Shell COOLANT
• Revisi logo “KERABAT”
• Menu board Lie Oppa Kupi
• Signage Lie Oppa Kupi
• Membuat revisi brosur Shell COOLANT dan logo
“KERABAT”
• Membuat tiga alternatif untuk menu board Lie Oppa Kupi
• Membuat signage dan sunglass
door sticker Lie Oppa Kupi
11
• Sunglass door sticker Lie Oppa Kupi
5
5 (29 Maret 2021 – 2 April 2021)
• Signage Lie Oppa Kupi
• Sunglass door sticker Lie Oppa Kupi
• Revisi brosur Shell COOLANT
• Digitalisasi kartu lebaran
• Revisi menu board Lie Oppa Kupi
• Revisi leaflet Consumer Connect
• Membuat signage dan sunglass door sticker Lie Oppa Kupi
• Memulai digitalisasi kartu lebaran
• Membuat revisi brosur Shell COOLANT
• Membuat revisi leaflet Consumer Connect
• Membuat revisi menu board Lie Oppa Kupi
6
6 (5 April 2021 – 9
April 2021)
• Revisi logo “KERABAT”
• Revisi kartu lebaran
• Revisi leaflet Consumer Connect
• FA leaflet Consumer Connect
• Banner Soft Opening Lie Oppa Kupi
• Membuat revisi logo
“KERABAT”
• Membuat revisi leaflet Consumer Connect
• Membuat revisi kartu lebaran
• Membuat FA leaflet Consumer Connect
• Membuat banner Soft Opening Lie Oppa Kupi
7
7 (12 April
2021 – 16 April
2021)
• Revisi kartu lebaran
• Mockup kartu lebaran
• Finishing kartu lebaran
• Amplop kartu lebaran
• Stiker Lie Oppa Kupi
• Menu talenan Lie Oppa Kupi
• Membuat revisi, mockup, dan amplop kartu lebaran
• Berdiskusi finishing material kartu lebaran
• Membuat stiker protokol dan
talenan menu Lie Oppa Kupi
12 8
8 (19 April
2021 – 23 April
2021)
• FA kartu lebaran
• FA amplop lebaran
• Revisi flyer Lie Oppa Kupi
• Revisi menu board Lie Oppa Kupi
• E-card lebaran
• Membuat FA amplop dan kartu lebaran
• Membuat E-card Shell Lebaran 2021
• Membuat revisi flyer dan menu board Lie Oppa Kupi
9
9 (26 April
2021 – 30 April
2021)
• FA sablon kartu lebaran
• Revisi FA sablon kartu lebaran
• Menu PDF Lie Oppa Kupi
• Revisi E-card lebaran
• Membuat FA sablon kartu lebaran
• Membuat menu PDF Lie Oppa Kupi
• Membuat revisi e-card kartu lebaran
Uraian Pelaksanaan Kerja Magang
PT Dapoer Creative Indonesia memiliki cakupan pekerjaan yang umumnya berasal dari klien utamanya, seperti Shell Indonesia. Ada pun beberapa pekerjaan yang dilakukan adalah pembuatan promo dalam bentuk flyer, banner, poster, POP, atau post Instagram. Lalu, membuat turunan desain dari Shell Global menjadi bagian dari Shell Indonesia. PT Dapoer Creative Indonesia pun memberikan jasa desain serta percetakan untuk usaha mandiri, seperti branding dan collateral design.
Selutuh proses pelaksanaan disertai dengan proses eksplorasi dan berpikir kreatif untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan klien.
Proses Pelaksanaan
Penulis terlibat dalam beberapa proyek selama melakukan praktik kerja magang di
PT Dapoer Creative Indonesia, antara lain pembuatan desain internal untuk Shell,
sampul majalah YDBA Astra, dan desain promosi kafe Lie Oppa Kupi. Selama
merancang desain, penulis mengikuti brief dan guidelines yang disediakan pada
13 setiap proyek. Misalnya, penggunaan jenis typeface, variasi tebal dan tipis, penggunaan shape serta warna dalam desain.
3.3.1.1 Perancangan Desain Kartu Lebaran Shell
Pada setiap tahunnya, PT Dapoer Creative Indonesia selalu membuat desain kartu ucapan bagi Shell, seperti Season’s Greetings, Chinese New Year card, dan kartu lebaran. Namun, tidak ada brief khusus dari pihak Shell. Shell memberikan toleransi selama proses perancangan kartu lebaran, seperti pemilihan typeface dan warna. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan desain yang tidak terlalu kaku, namun desain tetap perlu mencerminkan identitas Shell.
Pada awalnya, pembimbing lapangan memberikan beberapa referensi kartu yang telah dibuat tim kreatif. Referensi tersebut bervariatif dari yang bersifat kaku, elegan, hingga playful. Beliau pun memberikan pesan untuk mencoba mengeskplorasi gaya desain yang berbeda untuk memberikan kesan yang baru bagi Shell. Setidaknya, perlu ada 3 jenis desain yang dapat ditampilkan, seperti desain yang kaku, eksploratif, dan yang merupakan gabungan dari keduanya.
3.3.1.1.1 Alternatif Pertama
Setelah mendapatkan brief, penulis melakukan proses brainstorming yang akan digunakan sebagai pondasi dasar dalam perancangan desain. Pada alternatif pertama, penulis membuat desain kartu yang berkesan elegan dan kaku. Ukuran yang penulis tentukan adalah 15 x 15 cm. Ukuran ini menyesuaikan desain kartu ucapan yang telah dibuat di bawah naungan PT Dapoer Creative Indonesia. Berikut merupakan eksplorasi sketsa yang telah penulis buat:
Gambar 3.4. Sketsa Alternatif 1
14 Pertimbangan dalam membuat alternatif ini adalah untuk memberikan desain yang bersifat umum dan tampak berbeda dari alternatif lain. Pada tampilan depan, penulis menunjukkan aksen lebaran, yaitu bentuk bulan sabit, bintang, dan lentera. Warna biru digunakan sebagai warna background dan warna emas digunakan sebagai warna sekunder untuk menambah kesan elegan.
Gambar 3.5. Preview Alternatif 1
Lalu, pada halaman sebaliknya, penulis menggunakan warna broken white yang merupakan turunan dari palet panduan warna Shell. Penulis membagi lembaran dengan rasio 1 : 1 untuk pembagian tempat tanda tangan karyawan Shell dan vektor. Vektor yang digunakan penulis berasal dari data internal PT Dapoer Creative Indonesia yang pernah digunakan dalam desain kartu yang sebelumnya.
Namun, penulis mengubah beberapa warna pada asset yang ada untuk mengikuti
panduan warna Shell.
15
Gambar 3.6. Preview Amplop Alternatif 1Penulis hanya mendapat feedback untuk memperbesar logo Shell dari pembimbing lapangan sehingga alternatif ini langsung dikirim ke pihak Shell. Ada pun tambahan dari pihak Shell adalah mengganti gaya desain vektor di bagian belakang menjadi bentuk outline beserta penambahan dua unit dispenser pengisian daya listrik. Berikut merupakan hasil revisi yang telah disesuaikan dengan brief klien:
Gambar 3.7. Preview Final Revisi Alternatif 1
16 3.3.1.1.2 Alternatif Kedua
Pada alternatif kedua, penulis mendapat arahan langsung dari pembimbing lapangan untuk membuat desain yang eksploratif dan colorful. Penulis menentukan ukuran 14 x 18 cm sebagai ukuran dasar kartu ucapan. Pada bagian depan, terbagi 9 bagian yang menunjukkan perusahaan dan jasa yang disediakan Shell dengan tambahan aksen lebaran. Pembagian tersebut terdiri atas:
1. Masjid dan bulan sabit 2. Social distancing 3. Pom bensin Shell 4. Bengkel Shell 5. Shell Deli2go
6. Makanan khas lebaran 7. Logo Shell
8. Perwakilan vektor karyawan Shell 9. Vektor orang yang beribadah
Gambar 3.8. Sketsa Alternatif 2
17 Penulis pun melanjutkan untuk membuat preview digitalisasi. Dalam mengerjakan alternatif 2, penulis menggunakan mayoritas warna yang cerah dan memberikannya ke pembimbing lapangan untuk melakukan proses asistensi.
Berikut merupakan hasil digitalisasi yang telah dibuat penulis:
Gambar 3.9. Preview Alternatif 2
Setelah melakukan proses asistensi, ada tambahan serta revisi yang
diberikan oleh pembimbing lapangan. Preview yang telah dibuat penulis masih
terkesan sangat kaku dari pemilihan asset dan warna. Oleh karena itu, pembimbing
lapangan menyarankan untuk melakukan penggantian warna dan asset vektor yang
18 digunakan dalam beberapa bagian. Berikut merupakan list revisi yang diberikan pembimbing lapangan pada penulis:
1. Menambah asset kapal laut yang mengangkut minyak 2. Menambah asset gedung LOBP
3. Menambah asset produk andalan Shell, yaitu drum Shell, Shell Helix, dan Shell Advanced
4. Menambah vektor keluarga yang sedang melakukan video call 5. Menambah ornamen lebaran yang tidak terlalu ramai
6. Mengubah tampilan warna menjadi gradasi 7. Mengubah urutan gambar
8. Mengubah warna tampilan dalam dan belakang
Akibat banyaknya jumlah revisi, pembimbing lapangan mengarahkan kembali supaya tidak terjadi miskomunikasi. Revisi tersebut digambarkan pembimbing lapangan melalui sketsa. Berikut merupakan tampilan yang diberikan pembimbing lapangan sebagai gambaran desain untuk penulis:
Gambar 3.10. Sketsa Revisi Alternatif 2
Usai mendapatkan feedback, penulis langsung mengubah beberapa bagian
sesuai dengan panduan pembimbing penulis. Penulis juga menambah perubahan
19 detail kecil, seperti penambahan aksen lebaran, bayangan objek, dan gradasi.
Berikut merupakan hasil revisi yang telah dibuat penulis:
Gambar 3.11. Preview Revisi Alternatif 2
Penulis melakukan proses asistensi kembali pada pembimbing lapangan.
Bagian konten sudah sesuai dengan brief. Namun, ada tambahan revisi untuk
sampul alternatif 2 untuk mengubah background yang menunjukkan produk
andalan Shell serta menambahkan ornamen yang lebih sederhana. Pada revisi ini,
penulis mengubah warna background menjadi biru tua yang bergradasi ke biru
muda. Lalu, ornamen yang ada di belakang karyawan Shell dipindahkan ke
20 background produk andalan Shell. Berikut merupakan preview hasil revisi yang telah diasistensi kembali dengan pembimbing lapangan:
Gambar 3.12. Preview Final Revisi Sampul Alternatif 2
3.3.1.1.3 Alternatif Ketiga
Penulis mencari beberapa kata kunci yang berkaitan dengan lebaran dengan membuat sebuah mindmap. Dari mindmap yang dibuat, penulis mendapat beberapa kata kunci. Kata kunci tersebut adalah: excitement, hangat, dan keluarga. Pada alternatif ketiga, penulis ingin membuat bentuk lipatan kartu yang berbeda dan menyerupai referensi kartu Chinese New Year yang digunakan Shell pada tahun 2021. Berikut merupakan tampilan sketsa gambaran kartu ucapan alternatif ketiga yang telah penulis buat:
Gambar 3.13. Sketsa Alternatif 3
21 Penulis menggunakan warna hijau tua yang identik dengan warna lebaran sebagai background. Lalu, pada tampilan depan, penulis menambahkan vektor masjid dalam bentuk outline. Pada bagian dalam, penulis menyediakan ruang kosong untuk menempatkan vektor masjid, tulisan “Selamat Hari Raya Idul Fitri”, dan penempatan tanda tangan karyawan Shell di bagian bawah. Penulis pun menggunakan ornamen mandala yang merepresentasikan lebaran. Berikut merupakan preview alternatif yang telah dibuat:
Gambar 3.14. Preview Konten Alternatif 3
22 Setelahnya, penulis memberikan preview asistensi kepada pembimbing lapangan. Tidak ada masalah di bagian konten, tetapi ada sedikit revisi untuk mengganti tampilan vektor di tampilan depan karena penggunaan visualisasi masjid yang berlebihan. Penulis disarankan untuk menunjukkan beberapa vektor produk dan jasa yang disediakan Shell, seperti pom bensin, bengkel, Shell Deli2go, gedung LOBP, dan jalan raya yang menunjukkan beberapa kendaraan lalu lalang. Lalu, ornamen yang berada di background perlu dikurangi opacity-nya karena terlalu menonjol. Berikut merupakan hasil revisi yang telah dikerjakan penulis berdasarkan feedback pembimbing lapangan:
Gambar 3.15. Preview Final Revisi Sampul Alternatif 3
3.3.1.1.4 Desain Terpilih
Desain yang terpilih untuk kartu lebaran adalah alternatif ketiga. Namun, pihak Shell memberikan feedback untuk mengganti warna menjadi warna kuning.
Penambahan selanjutnya adalah pohon dan tulisan “Nature based solutions” atau
“Nature based solutions at Katingan Mentaya”.
23
Gambar 3.16. Shell Nature-based SolutionsSetelah mendapat feedback, penulis memberikan beberapa alternatif penambahan konten yang diperlukan karena pihak Shell tidak memberikan keterangan detil mengenai peletakannya. Alternatif yang dibuat juga diarahkan kembali oleh pembimbing lapangan dan terbagi menjadi 4 bagian, yaitu penempatan di sampul dan di bagian dalam kartu lebaran. Pada preview pertama, penulis menghapus seluruh gedung dan menggantinya dengan kumpulan pohon.
Gambar 3.17. Preview Alternatif 1 Penempatan Pohon
24 Pada preview kedua, penulis masih menempatkan bangunan yang merepresentasikan kota Jakarta dan menambahkan beberapa kumpulan pohon di belakangnya. Penulis juga menulis keterangan “Nature-based Solutions” di bagian kiri bawah kartu ucapan dan menambah icon pohon yang sesuai dengan referensi.
Berikut merupakan preview alternatif 2 penempatan pohon:
Gambar 3.18. Preview Alternatif 2 Penempatan Pohon
Pada preview ketiga, penulis memindahkan pohon ke bagian dalam kartu.
Berdasarkan arahan pembimbing lapangan, beliau menyarankan untuk mengikuti
referensi yang diberikan Shell, yaitu membuat tumpukkan pohon menjadi 3 bagian
dengan warna yang bergradasi. Berikut merupakan preview alternatif 3 penempatan
pohon:
25
Gambar 3.19. Preview Alternatif 3 Penempatan PohonPada preview terakhir, penulis hanya mengubah tampilan preview alternatif ketiga menjadi outline. Namun, perbedaannya adalah penulis hanya menggunakan satu warna saja supaya tampak selaras. Berikut merupakan preview alternatif 4 penempatan pohon:
Gambar 3.20. Preview Alternatif 4 Penempatan Pohon
26 Pembimbing lapangan meneruskan keempat alternatif pada pihak Shell.
Alternatif penempatan 2 pun dipilih menjadi desain final. Kemudian, ada sedikit feedback lanjutan untuk mengubah bentuk pohon menjadi bentuk brokoli.
Penempatan tulisan nature-based solution diselipkan di dalam vektor pohon supaya menjadi satu kesatuan dengan vektor yang lain. Pembimbing lapangan juga memberikan referensi gambar pohon yang bisa dijadikan acuan. Mengikuti referensi yang diberikan pembimbing, penulis membuat vektor pohon yang berbentuk brokoli. Berikut merupakan preview revisi final desain terpilih kartu lebaran Shell:
Gambar 3.21. Preview Final Alternatif 3
27 3.3.1.1.5 Finishing
Kartu lebaran yang telah memasuki finalisasi pun perlu dibuat final artwork. Hal ini bertujuan untuk membuat mockup dalam bentuk digital printing untuk mengecek kembali desain yang telah dibuat. Setelah itu, penentuan finishing perlu diberikan kepada pihak Shell beserta mockup kartu lebaran sebagai gambaran.
Dalam menentukan finishing material, penulis turut berdiskusi dengan business director untuk membahas finishing material yang akan digunakan pada kartu lebaran. Beliau mejelaskan cara kerja finishing dan file yang perlu disiapkan untuk mencetak kartu lebaran. Finishing material yang telah ditentukan dari hasil diskusi tersebut terdiri atas poly bronze, spot uv, dan emboss. Ada pun sedikit revisi untuk mengganti warna pada potongan Idul Fitri menjadi warna solid karena outline terlalu tipis untuk diberikan laminasi poly. Berikut merupakan preview hasil diskusi finishing yang akan dipakai di kartu lebaran:
Gambar 3.22. Preview Finishing Kartu Lebaran
28 3.3.1.2 Perancangan Sampul Majalah YDBA
Majalah YDBA (Yayasan Dharma Bhakti Astra) adalah majalah di bawah naungan Astra yang memiliki misi pembinaan serta pengembangan UMKM di Indonesia.
Setiap tahunnya, YDBA mengeluarkan 4 edisi majalah dengan judul yang berbeda dalam versi cetak. Namun, akibat pandemi COVID-19, majalah YDBA hanya ditampilkan dalam bentuk majalah digital yang dapat diakses melalui website YDBA, yaitu ydba.astra.co.id.
Penulis mendapat kesempatan untuk membuat sampul majalah YDBA pada periode Maret yang bertema “Semangat Melaju Bersama UMKM Melalui YDBA”.
Dalam brief yang diberikan, pihak YDBA ingin sampul majalah yang terkesan minimalis dengan warna yang cenderung cerah dan playful. Pemilihan foto sampul yang ditentukan perlu menampilkan satu produk terbaik dari review produk UMKM. Pihak YDBA pun menentukan jenis typeface yang perlu digunakan dalam proses perancangan desain, yaitu Helvetica dan FS Lola. Berikut merupakan referensi yang diberikan pihak YDBA:
Gambar 3.23. Referensi dari Pihak YDBA
Setelah mendapat referensi yang diberikan pihak YDBA, penulis juga mendapat beberapa gambaran sampul majalah dari tahun sebelumnya. Penulis mempelajari bahwa sampul majalah YDBA di periode sebelumnya berkesan kaku dan memiliki kecenderungan yang mirip dengan beberapa sampul annual report.
Warna yang umumnya digunakan sangat kontras dan solid.
29
Gambar 3.24. Sampul Majalah YDBA 2019(Sumber: http://www.ydba.astra.co.id/bulletin/)
Catatan tersebut menjadi panduan kedua penulis dalam proses perancangan desain sampul. Lalu, penulis mulai membuat 4 alternatif sketsa. Dua alternatif sketsa awal dibuat mengikuti gaya desain sampul YDBA yang dibuat sebelumnya dan sisa desain lainnya mengikuti brief yang diberikan YDBA.
Gambar 3.25. Sketsa Alternatif Sampul Majalah YDBA
30 Pada alternatif 1, penulis mengikuti referensi dari pihak YDBA untuk membuat desain yang minimalis. Namun, penulis membuat desain yang cenderung kaku dan tidak menggunakan kumpulan warna yang cerah supaya masih tampak senada dengan edisi majalah di tahun sebelumnya. Lalu, alternatif 2 dan alternatif 3 bertumpu pada sampul majalah YDBA di periode sebelumnya. Penggunaan warnanya cenderung lebih solid dan menggunakan kumpulan vektor yang berasal dari elemen logo YDBA. Di alternatif 4, penulis melakukan eksplorasi layout yang menggunakan warna yang colorful. Berikut merupakan preview digitalisasi alternatif sampul majalah yang dibuat penulis:
Gambar 3.26. Preview Alternatif Sampul Majalah YDBA
31 Penulis melakukan proses asistensi pada creative director dan business director. Ada pun sedikit feedback yang diberikan adalah mengganti warna pada alternatif 4 menjadi lebih kontras. Penulis pun mengubah warna pada alternatif 4 mengikuti arahan pembimbing lapangan. Lalu, setelah menaikkan kontrasnya, pembimbing lapangan memberikan preview alternatif ke pihak YDBA. Berikut merupakan desain terpilih sampul YDBA edisi 1 pada bulan Maret:
Gambar 3.27. Preview Final Sampul Majalah YDBA
3.3.1.3 Perancangan Desain Menu, Banner, dan Flyer Lie Oppa Kupi
Penulis mendapat proyek untuk membuat desain promosi kafe Lie Oppa Kupi. Kafe
Lie Oppa Kupi adalah kafe yang baru didirikan di bulan April 2021 dan mengangkat
latar Korea Selatan sebagai konsep kafe. Pada kesempatan ini, tugas yang diberikan
pada penulis adalah membuat perancangan desain menu board, banner soft
opening, dan flyer soft opening.
32 Dalam merancang desain promosi Lie Oppa Kupi, penulis berada di bawah bimbingan Monica Cuandra selaku business director PT Dapoer Creative Indonesia. Beliau memberikan brief mengenai penggambaran kafe dan referensi desain yang bisa dijadikan acuan untuk perancangan desain menu. Brief dalam proyek ini hanya mengikuti gaya desain dari referensi yang diberikan klien dan dimodifikasi kembali menjadi lebih minimalis. Berikut merupakan referensi yang dijadikan acuan penulis selama perancangan desain menu:
Gambar 3.28. Referensi Menu Board Lie Oppa Kupi
Berdasarkan referensi yang diberikan, klien ingin menampilkan kesan yang
minimalis dengan vektor outline yang berhubungan dengan kafe. Warna yang
digunakan cenderung netral dengan layout yang berkesan minimalis. Namun, tidak
33 masalah apabila ada sentuhan yang playful sehingga desain tidak terlalu kaku.
Penulis pun mencoba membuat 3 alternatif desain menu board. Dalam perancangan desain menu board, penulis menentukan turunan dari warna kopi, teh, dan coklat.
Typeface yang digunakan pun dominan dengan handwriting dan san serif. Ada pula tambahan doodle yang berhubungan dengan menu yang ditawarkan sebagai penghias menu board. Berikut merupakan preview alternatif yang telah dibuat:
Gambar 3.29. Preview Alternatif Menu Board Lie Oppa Kupi
Ketiga alternatif diasistensikan ke business director. Alternatif 2 dan
alternatif 3 terpilih menjadi desain yang diajukan ke klien. Ada pun sedikit feedback
untuk mengubah warna background kedua alternatif menjadi warna hitam dan
mengubah warna typeface menjadi putih supaya tampak seperti papan tulis. Berikut
merupakan hasil revisi yang telah disesuaikan dengan feedback:
34
Gambar 3.30. Preview Alternatif Turunan Menu Board Lie Oppa KupiSetelah membuat alternatif yang baru, penulis mengajukan kembali hasil feedback ke business director. Alternatif 2 dengan background hitam dipilih menjadi desain final. Penulis pun mulai mengerjakan desain menu board untuk bagian food dan snacks. Selama proses pengerjaan, penulis tidak mendapat banyak feedback mengenai segi desain. Namun, revisi pengerjaan menu board umumnya berasal dari klien yang mengubah nama, jenis, dan harga di menu.
Gambar 3.31. Preview Final Menu Board Lie Oppa Kupi
35 Penulis melanjutkan untuk membuat banner soft opening untuk Lie Oppa Kupi. Pengerjaan banner ini langsung diarahkan oleh business director. Banner ini berdimensi 1,5 m x 2 m dan akan ditampilkan di sebelah kafe. Menurut brief yang diberikan, layout banner tidak perlu disesuaikan dengan menu board. Penulis hanya perlu mengikuti referensi dan memodifikasinya sesuai keinginan klien. Objektif utama pembuatan banner ini adalah untuk menarik perhatian masyarakat sehingga perlu menggunakan warna yang lebih cerah dan kontras. Business director juga melampirkan referensi banner yang dapat dipertimbangkan sebagai acuan perancangan desain. Berikut merupakan referensi yang digunakan penulis selama pengerjaan desain banner:
Gambar 3.32. Referensi Banner Lie Oppa Kupi
Penulis membuat beberapa 2 alternatif banner soft opening. Namun,
kesannya masih terlalu kaku dan tidak mencolok sehingga penulis berdiskusi
dengan business director. Berdasarkan hasil diskusi dengan business director,
penggunaan asset yang menyerupai tiket di referensi bisa digunakan sebagai acuan
grafis penghias dan layout teks dapat menggunakan alternatif 2. Berikut merupakan
hasil eksplorasi desain yang telah dibuat penulis berdasarkan diskusi:
36
Gambar 3.33. Hasil Diskusi Desain Banner Lie Oppa KupiPenulis melakukan eksplorasi warna-warna lain yang cerah dan mencolok.
Ada pula alternatif lain untuk menyesuaikan desain menu board, yaitu penggunaan
warna hitam dan warna turunan dari kopi. Berikut merupakan hasil eksplorasi
warna yang telah dilakukan penulis sepanjang perancangan desain banner soft
opening Lie Oppa Kupi:
37
Gambar 3.34. Preview Eksplorasi Desain Banner Lie Oppa KupiSetelah melakukan proses ekplorasi warna desain banner, penulis
mengirimkannya kembali ke business director untuk diasistensi. Proses asistensi
berlangsung lancer karena tidak ada lagi tambahan revisi dari beliau. 6 alternatif
tersebut kemudian dikirim ke pihak klien. Berikut merupakan preview final desain
terpilih banner soft opening Lie Oppa Kupi:
38
Gambar 3.35. Preview Final Desain Banner Lie Oppa KupiUsai pembuatan banner soft opening, penulis pun mulai mengerjakan flyer.
Flyer yang akan dicetak berukuran A5. Brief yang diterima penulis adalah pada
bagian depan menggunakan turunan dari desain banner soft opening dan pada
bagian belakang menggunakan desain menu board yang memuat keseluruhan menu
Lie Oppa Kupi. Pengerjaan flyer tergolong cepat karena hanya merupakan turunan
banner dan menu board. Berikut merupakan preview hasil flyer yang telah dibuat
penulis:
39
Gambar 3.36. Preview Desain Flyer Lie Oppa KupiPenulis melakukan asistensi dengan business director. Namun, setelah adanya pertimbangan, business director ingin membuat flyer yang dapat digunakan berulang kali sehingga desain flyer perlu diubah sedikit. Beliau mengarahkan untuk menampilkan beberapa produk andalan Lie Oppa Kupi dan ada bagian bawah yang bisa digunting. Bagian tersebut adalah kupon yang bisa ditukar sebagai promo dalam pembelian produk Lie Oppa Kupi. Pada bagian belakang, tidak banyak mendapat revisi. Penulis hanya diminta untuk mengganti headlines “Our Menu”
dengan typeface yang berbeda dan kontras. Tambahan sub-headlines yang catchy
juga boleh ditambahkan dan dibebaskan business director. Beberapa referensi
layout juga diberikan sebagai acuan desain.
40
Gambar 3.37. Referensi Desain Flyer Lie Oppa KupiDalam pengerjaan revisi, penulis juga menambah asset grafis yang menggunakan warna yang cerah, seperti merah, kuning, biru, dan hijau. Ada pula vektor outline berbentuk tangan yang memegang sumpit dan sendok dengan gaya desain yang mirip di menu board sebagai penghias. Berikut merupakan hasil revisi yang telah penulis buat:
Gambar 3.38. Preview Revisi Desain Flyer Lie Oppa Kupi
41 Asistensi kembali dilakukan ke business director. Secara layout, tidak ada masalah yang berlebihan. Penulis disarankan untuk memperbesar logo Lie Oppa Kupi dan memperkecil typeface “WE ARE NOW OPEN”. Lalu, penambahan asset menu bitterballen bisa ditambah dan diletakkan di bagian atas supaya tidak terkesan kosong. Penambahan asset gunting yang lebih kecil dan dots area potong yang berbentuk bulat. Di bagian belakang, vektor yang berada di belakang headlines dihilangkan dan dibuat polos. Sisa revisi lainnya adalah mengubah tata bahasa di bagian kupon. Berikut merupakan hasil final desain flyer Lie Oppa Kupi:
Gambar 3.39. Preview Final Desain Flyer Lie Oppa Kupi