• Tidak ada hasil yang ditemukan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman 2013

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman 2013"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman 2013 1.

(2) Kebijakan Teknis Evakuasi  Kebijakan teknis evakuasi merupakan bagian dari Skenario. Rencana Penanggulangan Bencana Erupsi Gunungapi Merapi  Menyusun sistem pengelolaan evakuasi yang didasarkan pada : 1. 2.. 3.. Skenario Erupsi Gunungapi Merapi Zonasi wilayah KRB Karakter lokal masyarakat di KRB.  Sistem pengelolaan evakuasi tersebut terdiri dari : 1. SOP Evakuasi Mandiri 2. Penentuan dan Pengaturan Jalur Evakuasi  Pelaksanaan penyusunan sistem dengan melibatkan masyarakat KRB dan instansi terkait 2.

(3) 3.

(4) Skenario Erupsi Gunungapi Merapi  Skenario Erupsi Gunungapi Merapi disusun oleh BPPTKG. (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian dan Geologi) Yogyakarta , yang mendasarkan pada kajian vulkanologi  Skenario Erupsi Gunungapi Merapi, terdiri dari : 1. Skenario Efusif 2. Skenario Eksplosif  Kedua skenario erupsi tersebut diolah BPBD Kab. Sleman dengan memperhatikan aspek sosial dan aspek spasial menjadi : 1.. 2. 3.. Skenario Plan A (Efusif ) Skenario Plan B (Efusif) Skenario Plan C (Eksplosif) 4.

(5) Skenario PLAN A 1. Letusan mendatang akan menuju sektor selatan-tenggara 2. K. Gendol-K. Opak (10 Km), K. Woro (8 Km), dan K. Kuning (8 Km) 3. Perkiraan Area Terdampak Langsung : Desa Umbulharjo, Kepuharjo dan Glagaharjo. 5.

(6) Skenario PLAN B 1. Perluasan area Skenario Plan A 2. Perkiraan Area Terdampak Langsung :. Desa Umbulharjo, Kepuharjo, Glagaharjo, Hargobinangun, Purwobinangun , Girikerto dan Wonokerto. 6.

(7) Skenario PLAN C 1. Letusan mendatang akan kesegala arah dan masuk ke semua alur sungai 2. Dominan menuju sektor selatan-tenggara mengarah ke alur K. Gendol-Opak dengan jarak luncur maksimal 15 Km. Untuk K. Woro dan K. Kuning diperkirakan jarak luncur maksimal 10 Km. Sungai yang lain jarak luncur maksimal 5 Km 3. Perkiraan Area Terdampak Langsung : Seluruh dusun di 14 Desa 7.

(8) Zonasi Wilayah KRB  Zinasi wilayah KRB didasarkan Peta KRB Gunungapi. Merapi, yang dipilah menjadi 5 SEKTOR berdasarkan sungai yang berhulu di Gunungapi Merapi 1. 2. 3.. 4. 5.. Sektor A : batas kabupaten sebelah barat – Kali Boyong Sektor B : Kali Boyong – Kali Kuning Sektor C : Kali Kuning – Kali Opak Sektor D : Kali Opak – Kali Gendol Sektor E : Kali Gendol – batas kabupaten sebelah timur.  Penentuan sungai sebagai basis pemilahan didasarkan. pada karakter ANCAMAN erupsi Gunungapi Merapi 8.

(9) PETA KAWASAN RAWAN BENCANA GUNUNGAPI MERAPI. 9.

(10) 10.

(11) SOP Evakuasi Mandiri  Masyarakat di KRB III Gunungapi Merapi bersama BPBD Kab.. Sleman menyusun Standard Operating Procedure Evakuasi bagi masyarakat dan hewan ternak di level DUSUN  Unsur SOP Evakuasi Mandiri 1. 2. 3. 4.. Tim Tanggap Darurat Dusun Titik Kumpul Dusun Titik Tujuan Pengungsian (masyarakat dan ternak) Mekanisme Komunikasi Tanggap Darurat Dusun.  SOP Evakuasi Mandiri level Dusun merupakan bagian dari. Skenario Penanggulangan Bencana level Kabupaten Sleman  Per Desember 2013, sudah ada 21 Dusun yang memiliki SOP Evakuasi Mandiri 11.

(12) Penentuan Jalur Evakuasi  Penentuan Jalur Evakuasi didasarkan pada SOP. Evakuasi Mandiri level Dusun yang dibahas bersama dengan BPBD Kab. Sleman  Jalur evakuasi dipilih berdasarkan : Jarak dan waktu tempuh evakuasi 2. Topografi jalan 3. Ketersediaan sarana transportasi evakuasi 4. Jumlah Pengungsi dan jumlah hewan ternak 1.. 12.

(13) 13.

(14) SEKTOR A No 1 2 3 4 5 6. Dusun/ Huntap Tunggularum Ngandong Nganggring Turgo Ngepring Kemiri JUMLAH. Jumlah Penduduk (jiwa) 595 884 815 836 887 611 4.628 14.

(15) Jalur Tunggularum. 6 km. Baik. Jalur Ngandong, Ngangring. 5 km. Baik. Jalur Turgo, Ngepring, Kemiri. 8,5 km. Baik. 15.

(16) SEKTOR B No. 1 2 3 4. Dusun/ Huntap. Kaliurang Barat Kaliurang Timur Boyong Ngipiksari JUMLAH. Jumlah Penduduk (jiwa). 1.054 1.429 794 850 4.127 16.

(17) Jalur Kaliurang Barat, Kaliurang Timur, dan Boyong Jalur Ngipiksari. 6,6 km 8,2 km. Baik Baik 17.

(18) SEKTOR C No. Dusun/ Huntap. 1 Pangukrejo. 2 Gondang 3 Balong 4 Karangkendal JUMLAH. Jumlah Penduduk (jiwa). 457 672 528 212 1.869 18.

(19) Jalur Pangukrejo, Gondang, Balong Jalur Karangkendal. 7,3 km 4,7 km. Baik Rusak Berat, belum ditentukan sebagai Jalur Evakuasi oleh DPU. 19.

(20) SEKTOR D No. 1 2 3 4 5 6. Dusun/ Huntap. Jumlah Penduduk (jiwa). Kopeng Batur Huntap Batur Kepuh Manggong Pagerjurang. 176 349 636 306 126 177. JUMLAH. 1.770 20.

(21) Panjang jalur. 7 km. 3,2 km Rusak Berat. 2014 ABPBN – BPBD Kab. Sleman. 3,8 km Baik. Sebagian Jalan Propinsi 21.

(22) SEKTOR E No. 1 2 3 4 5 6 7. Dusun/ Huntap. Kalitengah Lor Kalitengah Kidul Srunen Singlar Glagahmalang Gading Jetissumur JUMLAH. Jumlah Penduduk (jiwa). 312 313 445 346 277 276 247 2.216 22.

(23) Panjang jalur. 8 ,6 km. 4,6 km Rusak 4 km Rusak Berat. 2014 (BNPB – BPBD KLATEN) 23.

(24) Rekapitulasi Barak Pengungsian Barak Wonokerto. Kapasitas 200. Dusun Tunggularum. Pengungsi 576. Kekurangan (432). Girikerto. 300. Ngandong & Ngangring. 1.114. (814). Purwobinangun. 500. Turgo. Ngepring, Kemiri. 2.285. (1.685). Shelter ACT Candibinangun. 1.400 300. Kaliurang Barat, Kaliurang Timur, Boyong Ngipiksari. 3.277 850. (2.437) (550). Brayut. 300. Pangukrejo, Gondang. 1.129. (829). Plosokerep. 300. Balong, Karangkendal. 740. (440). Kiyaran. 300. Kopeng, Batur, Huntap batur. 1.161. (661). Wukirsari. 320. Kepuh, Manggong, Pagerjurang. 609. (409). Glagaharjo. 100. Kalitengah Lor, Kalintangah Kidul, Srunen. 1.070. (870). Gayam. 300. Singlar, Glagahmalang, Gading. Jetissumur. 1.146. (846). 4.320. 13.957. (9.973). Terdapat perbedaan Daya Tampung Pengungsi 24.

(25) Ketersediaan Tempat Pengungsian  Jumlah Tempat Pengungsian berdasar jenisnya Jenis. Efusif. Eksplosif. Jumlah. Balai Desa. 5. 5. 10. Barak. 10. 9. 19. Non Balai Desa – Non Barak. 1. 5. 6. Jumlah. 16. 19. 35.  Daya Tampung Tempat Pengungsian Jenis. Efusif. Eksplosif. Jumlah. Balai Desa. 1.020. 1.550. 2.570. Barak. 2.750. 3.050. 5.800. Non Balai Desa – Non Barak. 1.400. Belum ada data. 1.400. Jumlah. 5.170. 4.600. 9.770 25.

(26) Rekapitulasi Jalur Evakuasi Sektor. Jumlah Penduduk (jiwa). Panjang Jalur Evakuasi. A. 4.628 4.127. 19,5 km. Baik Baik. 1.770. 14,8 km 12 km 7 km. E. 2.216. 8,6 km. 4,6 km Rusak 4 km Rusak Berat. JUMLAH. 14.610. 61,9km. B C D. 1.869. Kondisi. Baik 3,2 km Rusak Berat 3,8 km Baik. 26.

(27) Peta Jalur Evakuasi Skenario Efusif (Plan A dan Plan B). Dusun yang diungsikan. Barak Pengungsian & Barak Ternak. Jalur Evakuasi. Sungai. 27.

(28) Rekapitulasi Kondisi Jalur Evakuasi  Kondisi jalur evakuasi sbb: 1. Rusak Berat 11,63% 2. Rusak sepanjang 7,43% 3. Baik sepanjang 80,94% Yang akan diperbaiki pada tahun 2014 1. Ruas Cakran – Kopeng sepanjang 4,2 km.  Ruas jalan yang belum ditentukan sebagai Jalur Evakuasi oleh. DPUP : 1. 2. 3. 4. 5.. Ruas Babadan – Ngandong (3 km) Ruas Nganggring – Barak Girikerto (Baik) Ruas Ngepring – Kemiri (Rusak Ringan 2 km) Ruas Karangkedal – Barak Plosokerep (Rusak Berat 2 km) Ruas Watuadeg – Barak Kiyaran (Baik) 28.

(29) Evakuasi Ternak  Untuk jalur evakuasi ternak IDENTIK dengan jalur. evakuasi penduduk  Untuk penentuan lokasi Barak Ternak masih akan dilakukan kajian lebih lanjut dengan mempertimbangkan: Lokasi Barak Penduduk 2. Ketersediaan Tanah Lapang 3. Ketersediaan Air 4. Ketersediaan Pakan 1.. 29.

(30) Peta Wilayah yang Diungsikan Skenario Eksplosif (Plan C). 30.

(31) Jalur Evakuasi Skenario Eksplosif  Untuk penentuan Ruang dan Jalurnya masih dikaji. lebih lanjut dengan mempertimbangkan : Jumlah penduduk yang diungsikan 2. Jumlah ternak yang diungsikan 3. Lokasi dan daya tampung Tempat Pengungsian 4. Kondisi jalan yang ada 1.. 31.

(32) Pengaturan Jalur Evakuasi  Jalur evakuasi merupakan jalan yang sangat vital. dalam penanggulangan bencana erupsi Gunungapi Merapi (dan Banjir Lahar Hujan)  Jalur evakuasi harus dalam kondisi baik, agar memberi jaminan dapat digunakan dengan aman saat SOP Evakuasi dijalankan  Jalur evakuasi dipisahkan (tidak digunakan) sebagai jalur transportasi penambangan pasir (jalur normalisasi)  Perlu SK Bupati atau Perbup dalam pengaturannya. 32.

(33) Kondisi Jalur Evakuasi Ruas Kopeng – Batur - Pagerjurang. 33.

(34) Terima kasih 34.

(35)

Referensi

Dokumen terkait

Judul Skripsi : Strategi Pengelolaan Bencana Banjir di Kabupaten Nganjuk (Studi di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Nganjuk dalam Pengelolaan Bencana Banjir

Penanggulangan banjir merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya bencana banjir, baik bencana banjir yang terjadi karena alam maupun bencana banjir yang

Berdasarkan wasil wawancara tersebut dalam penanggulangan bencana banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi tidak mengalami kendala yang

Upaya Pemerintah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) merupakan jawaban dari berhasil atau tidaknya penanggulangan bencana banjir di kecamatan Pelalawan dan

masalah penelitian ini adalah sebagai berikut : “Bagaimanakah Koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo dalam Penanggulangan Bencana Erupsi

xi ANALISIS KINERJA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI KOTA TANJUNGPINANG Oleh Poppy Amelia NIM : 180563201076 ABSTRAK Bencana banjir

Strategi program dalam rangka pengurangan resiko bencana banjir Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Banjarmasin yang menjadi penanggung jawab dalam masalah tersebut telah membentuk

Maka penulis menarik kesimpulan sebagai berikut: Strategi organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Nagekeo dalam rangka pengurangan risiko bencana banjir di Kabupaten