• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN TUGAS AKHIR TINJAUAN TERHADAP HARDWARE, BRAINWARE, DAN JARINGAN DALAM MENDUKUNG TUGAS POKOK DAN FUNGSI SEKSI PENGOLAHAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN TUGAS AKHIR TINJAUAN TERHADAP HARDWARE, BRAINWARE, DAN JARINGAN DALAM MENDUKUNG TUGAS POKOK DAN FUNGSI SEKSI PENGOLAHAN"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN TUGAS AKHIR

TINJAUAN TERHADAP HARDWARE, BRAINWARE, DAN JARINGAN DALAM MENDUKUNG TUGAS POKOK DAN FUNGSI SEKSI

PENGOLAHAN

DATA DAN INFORMASI DI KANTOR PELAYANAN PAJAK (KPP) PRATAMA MEDAN BARAT

O L E H

Nama : M. Doli Indra Nasution

Nim : 122600077

Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Menyelesaikan Studi Pada Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN 2015

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunianya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini.

Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Ahli Madia (A.Md). Adapun judul Tugas Akhir ini adalah

“Tinjauan Terhadap Hardware, Brainware, Dan Jaringan Dalam Mendukung Tugas Pokok Dan Fungsi Seksi Pengolahan Data Dan Informasi Di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Barat”.

Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, memberikan dukungan, motivasi dan inspirasi kepada penulis sehingga Tugas Akhir ini selesai. Ucapan terima kasih disampaikan kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Badaruddin, M.Si, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Drs. Alwi Hashim Batubara, M.Si, selaku Ketua Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

3. Ibu Arlina, SH, M.Hum selaku Sekertaris Jurusan Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

4. Bapak Togap Maruli Siburian, SE selaku Dosen Pembimbing yang telah membantu serta membimbing penulis dalam menyusun dan menyelesaikan Tugas Akhir ini dari awal hingga selesai.

(3)

5. Kepada kedua orang tua saya yang banyak berjasa, yang telah memberikan kasih sayang dan dukungan yang berlimpah serta kakak dan adik tercinta yang tak akan bias saya balas jasa-jasa mereka.

6. Bapak Muhamad Ali selaku Kepala kantor dan seluruh staff Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Barat yang bersedia meluangkan waktunya memberikan data- data yang diperlukan dalam menyelesaikan laporan tugas akhir ini

7. Bapak/Ibu Dosen Diploma III Administrasi Perpajakan FISIP USU yang telah memberikan ilmu pengetahuan terutama di bidang perpajakan kepada penulis selama menjajaki masa kuliah.

8. Untuk temen special Fajrina Laili azhar dan team POBSI Patra, MF Habib, Rido, Alif, Dody, Egi, Zaki, dan TAX B 2012 untuk support yang luar biasa sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini.

Pihak-pihak lain dan seluruh teman-teman yang namanya tidak dapat penulis sebutkan satu persatu lagi, penulis mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan hingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini.

Penulis telah berusaha semaksimal mungkin dalam penyusunan dan penyelesaian Laporan Tugas Akhir ini, namun penulis menyadari masih banyak kelemahan dari segi isi maupun tata bahasa. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi perbaikan Laporan Tugas Akhir ini.

Akhir kata penulis berharap semoga Laporan Tugas Akhir ini dapat memberikan manfaat kepada pembaca.

(4)

Medan, Juli 2015

Penulis

M. Doli Indra Nasution

(5)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR TABEL ... vii

BAB I : PENDAHULUAN

A. ... Lat ar Belakang PKLM ... 1 B. ... Tuj

uan dan Manfaat PKLM ... 3 C. ... Ur

aian Teoritis ... 4 D. ... Ru

ang Lingkup PKLM ... 14 E. ... Me

tode PKLM ... 15 F. ... Me

tode Pengumpulan Data PKLM ... 16 G. ... Sis tematika Penulisan Laporan PKLM ... 16

BAB II : GAMBARAN UMUM LOKASI PKLM

(6)

A. ... Sej

arah Umum KPP Pratma Medan Barat ... 18

B. ... Vis i dan Misi KPP Pratama Medan Barat ... 20

C. ... Lo go Perusahaan ... 22

D. ... Str uktur Organisasi Pelayanan Pajak KPP Pratama Medan Barat ... 24

E. ... Tu gas Dan Fungsi Pegawai KPP Pratama Medan Barat ... 25

BAB III : GAMBARAN DATA PKLM A. Hardware ... 32

B. Brainware ... 33

C. ... Jar ingan ... 36

BAB IV : ANALISA DAN EVALUASI A. Analisis Hardware ... 38

B. Analisis Brainware ... 40

C. Analisis Jaringan ... 44

D. Permasalahan Yang Dihadapi ... 46

(7)

E. Pemecahan Masalah ... 48 BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN

A. ... Ke simpulan ... 51 B. Saran ... 52

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

Tabel :

1. Tabel I.1. Wilayah Kerja KPP Pratama Medan Barat ………20 2. Tabel III.1 Spesifikasi IBM LENOVO M ………...33 3. Tabel III.2 Tugas Pegawai Seksi PDI KPP Pratama Medan Barat …………35 4. Tabel IV.1 workstation IBM LENOVO M ………39

(8)

DAFTAR GAMBAR Gambar:

1. Gambar I.1. Macam-macam Storage Device ………9 2. Gambar II.1. Logo Direktorat Jenderal Pajak ……….22 3. Gambar III. 1. Topologo Jaringan KPP Pratama Medan Barat ………..37

(9)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM)

Pembukaan Undang - Undang Dasar 1945 menyatakan bahwa salah satu tujuan berdiri negara Indonesia ialah memajukan kesejahteraan umum. Kesejahteraan umum diwujudkan pemerintah dengan pengelolaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Sumber penerimaan negara adalah pajak dan non pajak. Berlangsungnya sumber daya alam berupa minyak bumi mengakibatkan pendapatan negara dari

(10)

ekspor minyak bumi berkurang. Hal tersebut menjadikan pajak sebagai sumber utama pendapatan negara yang mana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015 target penerimaan pajak mencapai sebesar Rp 1.380,0 triliun dari total penerimaan negara sebesar Rp1.793,6 triliun (revisi APBN 2015)

Batang tubuh konstitusi Negara Indonesia Undang - Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 23 A menyatakan bahwa pajak dan pungutan lain yang bersifat memaksa untuk keperluan negara diatur dengan undang - undang. Lebih jelas didefinisikan dalam Undang - Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Sebagaimana Telah Diubah Terakhir (STDT) Undang - Undang Nomor 16 Tahun 2009 pasal 1 ayat 1 yaitu pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang - undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar - besarnya kemakmuran rakyat.

Direktorat Jenderal Pajak adalah penyelenggara administrasi perpajakan yang juga melakukan kegiatan pengolahan data perpajakan. Sejak dahulu kala, proses

(11)

pengolahan data telah dilakukan manusia mulai dari manusia purba dengan menggunakan alat bantu primitif dan sampai sekarang manusia memanfaatkan sistem informasi untuk kemudahan pengolahan data dan sebagainya. Sistem informasi yang dikenal masyarakat sebagai komputer telah mengalami evolusi yang panjang hingga saat ini telah membantu manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sebagai organisasi yang mempunyai tugas pokok menyelenggarakan administrasi perpajakan dan menghimpun penerimaan pendapatan negara berupa pajak tidak dapat dipisahkan dari peranan sistem informasi. Hal tersebut dapat dilihat dari keberadaan Seksi Pengolahan Data dan Informasi di kantor pelayanan pajak. Sistem perpajakan self assesment dan jumlah wajib pajak yang tidak sedikit tentu membutuhkan peranan sistem informasi untuk memberikan pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat.

Sistem informasi memberikan dukungan teknis dalam pelaksanaan administrasi perpajakan, sehingga pekerjaan / tugas yang dibebankan kepada DJP dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien.

Secara umum Sistem Informasi yang ada di kantor pelayanan pajak terbagi kedalam 3 hal utama, yaitu hardware yang digunakan, brainware yaitu orang-orang yang menggunakan, dan jaringannya. Ketiga Hal tersebut menarik bagi saya untuk mengetahui apa peranan hardware, brainware, dan jaringan dapat mendukung tugas pokok dan fungsi seksi pengolahan data dan informasi ?

(12)

Berbagai latar belakang yang ditemukan diatas, menimbulkan keterkaitan bagi penulis untuk menganalisis dan membahasnya dalam suatu laporan Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) yang berjudul

“Tinjauan Terhadap Hardware, Brainware, Dan Jaringan Dalam Mendukung Tugas Pokok Dan Fungsi Seksi Pengolahan Data Dan Informasi Di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Barat”.

B. Tujuan Dan Manfaat Praktik Kerja Lapangan (PKLM)

1. Tujuan Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM)

1.1. Untuk mengetahui peranan hardware, brainware, dan jaringan dan Jaringan dalam masing - masing tugas pada seksi PDI.

1.2. Untuk memperoleh pengalaman dan mengaplikasikan ilmu yang di dapat selama perkuliahan.

2. Manfaat Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) 2.1. Bagi Mahasiswa

a. Memberikan pengetahuan kepada mahasiswa tentang sistem kerja di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Barat.

b. Mampu menerapkan di lapangan dan dalam dunia kerja tentang peraturan perpajakan.

c. Mengetahui hardware, brainware, dan jaringan yang digunakan untuk menunjang kinerja petugas di seksi PDI pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Barat.

(13)

2.2. Bagi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Barat

a. Sebagai sarana untuk meningkatkan hubungan antara Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Barat degan pihak Universitas Sumatera Utara, khususnya Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan.

b. Membantu Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dalam mensosialisasikan tentang peraturan perpajakan dalam rangka meningkatkan kepatuhan perpajakan.

2.3. Bagi Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik USU

a. Meningkatkan kerjasama antara Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik USU dengan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Barat.

b. Meningkatkan persepsi umum perguruan tinggi.

c. Memperoleh masukan dan saran untuk perbaikan dan penyempurnaan kurikulum yang berlaku di Program Studi Diploma III Administarsi Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU).

C. Uraian Teoritis 1. Pengertian Pajak

Pajak adalah kontibusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang - Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar - besarnya kemakmuran rakyat.

(14)

2. Pengertian Umum

a. Sistem informasi menurut Modul Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak

“adalah kumpulan perangkat keras dan perangkat lunak yang di rancang untuk mentransformasikan data dalam bentuk yang lebih berguna”.

b. Sistem menurut Modul Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak “adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu sama yang lain, yang berfungsi bersama - sama untuk mencapai tujuan tertentu”.

c. Informasi menurut Modul Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak “adalah hasi dari pengelolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan”.

d. Komponen-komponen sistem informasi menurut Modul Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak adalah :

− Perangkat keras (hardware)

− Orang (brainware)

− Jaringan (network)

− Perangkat lunak (software) ialah sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras untuk dapat memproses data.

(15)

3. Pengertian Hardware, Brainware, Dan Jaringan 3.1. Hardware

Hardware (perangkat keras) adalah “ suatu yang bersifat fisik atau kasat mata, yaitu komputer itu sendiri sebagai benda / mesin beserta perlengkapan - perlengkapan fisik lainnya yang dibutuhkan dalam suatu sistem komputer”. (Anies dan Edi, 2004:17).

Hardware terdiri atas empat kelompok yaitu:

a. Input Device

Perangkat masukan adalah peralatan yang berfungsi untuk membaca media pembawa data, yang merupakan bahan masukan bagi sistem pengolahan data. Berikut jenis - jenis input device:

− Keyboard

Merupakan unit input yang paling populer keyboard memungkinkan user untuk memasukan data dengan menekan tombol - tombol yang diinginkan.

Touch Screen

Layar komputer yang memiliki kemampuan layar sentuh ditunjuk dengan jari yang memungkinkan user untuk memasukan data atau intruksi hanya dengan menyentuh layar dengan jari.

(16)

Touch Pad

Digunakan pada komputer laptop yang berfungsi sebagai mouse.

Pointing device, mouse.

b. Output Device

Output yang dihasilkan dari pengolahan data dapat digolongkan kedalam empat macam bentuk yaitu:

− Tulisan, baik yang berbentuk huruf, kata, angka, karakter khusus dan atau simbol- simbol lain.

− Image, yaitu dalam bentuk grafik ataupun gambar.

− Suara, baik dalam bentuk musik, pembicaraan atau percakapan.

− Bentuk yang dapat dibaca oleh mesin (machine-redable from) dalam bentuk simbol yang hanya dapat dibaca dan dimengerti oleh komputer.

Untuk mendapatkan bentuk - bentuk output tersebut, maka dibutuhkan alat untuk menampilkan bentuk keluaran tersebut yang dinamakan alat output device. Alat output device antara lain:

− Cathode rayu tube (CRT) atau yang biasa disebut monitor adalah salah satu media output yang paling populer.

− Printer merupakan alat output untuk menghasilkan informasi dalam bentuk tercetak.

− Voice output device alat untuk mengubah data keluaran sinyal digital (digital output) menjadi suara yang dapat dimengerti.

(17)

c. Processing device

Dikenal sebagai Central Processing Unit (CPU) merupakan bagian dari sistem komputer yang memanipulasi simbol, angka, huruf, dan mengendalikan bagian lain dari sistem komputer. CPU adalah inti dari komputer, yaitu bagian dalam suatu komputer dimana oprasi aritmatika dan logika dilakukan dan intruksi - intruksi komputer dieksekusi. Uraian CPU sebagai berikut:

− Control Unit (CU)

Bagian ini berfungsi mengatur dan mengendalikan seluruh peralatan yang ada pada sistem komputer. Control Unit mengatur kapan alat input menerima data dan kapan data diolah serta kapan ditampilkan pada alat output. Control unit mengartikan intruksi - intruksi dari program komputer, membawa data darialat input ke main memory, dan mengambil data dari main memory untuk diolah. Bila ada intruksi untuk perhitungan aritmatika atau perbandingan logika, control unit mengirim intruksi tersebut ke arithmatic and logic unit kembali ke main memory untuk disimpan.

− Arithmatic and logic unit (ALU)

Tugas utama dari arithmatic and logic unit (ALU) adalah melakukan seluruh perhitungan aritmatika atau matematika yang terjadi sesuai intruksi program. ALU melakukan operasi aritmatika dengan dasar pertambahan, sedangkan operasi aritmatika lainnya seperti pengurangan, perkalian dan pembagian dilakukan

(18)

dengan dasar penjumlahan. Tugas lain dari ALU adalah melakukan keputusan dan oprasi logika sesuai dengan intruksi program.

d. Storage Device

Strorage device dibagi menjadi dua yaitu:

− Main Memory

Digunakan untuk menyimpan informasi dan data yang akan diproses serta hasil dari pengolahan. Jenis dari main memory yaitu RAM (Random ACCESS Memory), dan ROM (Read Only Memory)

− Secondary Storage

Informasi yang digunakan oleh komputer kebanyakan disimpan di secondary storage atau penyimpanan eksternal. Media penyimpanan ini digunakan untuk menyimpan data dalam waktu yang relatif lama dan tidak akan hilang apabila tidak ada aliran listrik sebagaimana dalam ROM. Hal ini disebabkan karena media ini mempunyai sifat nonvolatile, artinya data tetap tersimpan ketika komputer dalam keadaan mati. Jenis-jenis media penyimpanan seperti; magenetic disk, optical disk, digital video disks (DVD), magnetic tape, dan flash disk USB.

Gambar I.1. Macam-Macam Storage Device

Sumber :

http://vanzaakijn.blogspot.com/2014/11/hardware.html

(19)

3.4. Brainware

Brainware (orang) adalah manusia yang terlibat dalam mengoperasikan serta mengatur system didalam komputer. Brainware menurut Modul Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak “adalah orang atau pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangkan sistem informasi, pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehendaki”. Brainware di seksi pengolahan Data dan Informasi :

a. Kepala seksi pengolahan

data dan informasi

Kepala seksi pengolahan data dan informasi mempunyai ikhtisar tugas melaksanakan pengumpulan, pengolahan data, penyajian informasi perpajakan, perekaman dokumen perpajakan, pelayanan dukungan teknis komputer, pemantauan aplikasi e-SPT dan e-filling serta penyimpanan laporan kinerja.

b. Operator Console (OC)

Ikhtisar tugas dari operator console ialah melaksanakan pemeliharaandan monitoring data, program administrasi perpajakan, melakukan sosialisasi program administrasi perpajakan, pengecekan, perbaikan komputer dan perangkat penunjangnya, serta mengawasi pengoprasian komputer dan back-up data dalam rangka memenuhi pelayanan terhadap pemakai. Dari poin yang telah disebutkan diatas, dapat disimpulkan bahwa tugas utama operator console ialah memberikan dukungan teknis dalam sistem informasi di kantor pelayanan pajak.

(20)

c. Pelaksana Seksi Pengolahan Data dan Informasi

− Penelaah Bahan Telaahan

Tingkat I.

− Penelaah Bahan Telaahan

Tingkat II.

− Pemroses Bahan Telaahan

Tingkat I.

− Pemroses Bahan Telaahan

Tingkat II.

− Penyajian Bahan Telaahan

Tingkat I.

− Penyajian Bahan Telaahan

Tingkat II.

3.3. Jaringan

Jaringan (network) adalah system penghubung yang memungkinkan sumber (resource) dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai. Jaringan (network) komputer menurut Modul Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak

“adalah sistem penghubung yang memungkinkan sumber (resource) dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai”.

(21)

Dan Jaringan (network) komputer “adalah sekumpulan komputer, printer atau peralatan pendukung lainnya yang dihubungkan memalui suatu media fisik (kabel,microwave) dengan menggunakan software” (Anies dan Edi,2004:77). Saat ini stand alone komputer telah banyak ditinggalkan dan beralih pada network komputer.

Beberapa komputer yang saling terhubung mengunakan jaringan komunikasi yang disebut distributed procesing. Jaringan membagi komputer menjadi beberapa katagori:

a. Mainframe

Komputer besar yang paling besar, kuat dan mempunyai memori sangat besar dan mempunyai kekuatan proses sangat cepat. Jenis ini dipakai oleh oraganisasi besar dengan kebutuhan pengelolaan data yang banyak dan rumit.

b. Midrange

Komputer yang kemampuan sedikit dibawah mainframe. Maidrange dapat dipakai sebagai server atau dalam pengolahan data pada perguruan tinggi, pabrik, dan lain- lain.

c. Personal Computer

Merupakan komputer pribadi yang digunakan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan atau pengelolaan data secara individu.

d. Workstation

(22)

Menurut esty komalasari dalam blognya workstation “adalah komputer yang memanfaatkan jaringan untuk menghubungkan komputer tersebut dengan komputer lain atau komputer tersebut dengan server”.

− Server

Server berfungsi menyediakan service untuk client. Server dapat berupa mainframe atau komputer deskstop lainnya. Server menyimpan dan memproses shared data dan juga fungsi back-end yang tidak tampak oleh user, seperti mengatur aktivitas jaringan.

− Client

Client adalah point of entry yang diperlukan. User biasanya berinteraksi langsung hanya menggunakan aplikasi pada client, seringkali memasukan data, atau mengambil data untuk dianalisis.

− Sistem komunikasi data

Sistem komunikasi data adalah alat telekomunikasi yang digunakan untuk membuat, mengirim dan menerima pesan - pesan elektronik dari suatu tempat ke tempat lain yang secara geografis berbeda. Dapat disebut juga sistem telekomunikasi, tiga alat yang harus ada dalam sistem komunikasi data :

1. Alat untuk mengirim pesan

2. Saluran tempat pesan tersebut dikirim 3. Alat untuk menerima pesan

(23)

− Komponen sistem komunikasi data

Sistem telekomunikasi merupakan perpaduan antara hardware dan software yang compatible yang diatur oleh komunikasi informasi dari satu tempat ke tempat lain.

1. Komputer untuk memproses informasi (communication control unit) 2. Terminal/input output devices untuk mengirim atau menerima data 3. Jalur komunikasi (communication channel)

4. Communications processor 5. Communication software

− Topologi jaringan

Topologi jaringan adalah bagaimana konfigurasi fisik dari kabel, komputer dan perangkat lainnya. Yaitu sebagai berikut:

1. Topologi bus

Topologi ini menggunakan media fisik berupa kabel coaxian dalam bentuk satu garis lurus. Topologi ini untuk menghubungkan komputer yang tehubung dengan sederhana sehingga komputer yang ada di dalamnya dapat saling berkomunikasi.

2. Topologi star

Topologi ini diciptakan untuk mengatasi kepadatan jalur komunikasi.

Mekanisme yang dipakai mirip dengan topologi bus hanya di pusat komunikasi

(24)

mengunakan switch yang merupakan hardware pintar untuk mengantisipasi bentrokan pada saat transmisi data.

3. Topologi ring

Topologi ini merupakan alternatif yang dapat dipakai dalam merencanakan sebuah jaringan. Pada topologi ring satu komputer akan berfungsi sebagai penghasil token. Token ibarat kurir yang membawa data melalui media fisik.

Token akan membawa data melalui jalur transmisi hingga menemui tujuannya.

Pada saat token sedang digunakan untuk membawa data oleh salah satu komputer maka token tersebut akan berkeliling untuk mencari tujuannya, setelah sampai pada tujuan token akan menyampaikan data yang dibawanya.

Setelah data disampaikan token tersebut dalam keadaan bebas dan dapat digunakan komputer lain.

3.4. Peran Sistem Informasi Dalam Kantor Pajak

Sejak dahulu kala, proses pengolahan data telah dilakukan manusia mulai dari manusia purba dengan menggunakan alat bantu primitif sampai dengan sekarang manusia memanfaatkan sistem informasi. Sistem informasi yang dikenal masyarakat sebagai komputer telah mengalami evolusi yang panjang hingga saat ini telah membantu manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sebagai organisasi yang mempunyai tugas pokok menyelenggarakan administrasi perpajakan dan menghimpun penerimaan pendapatan negara berupa pajak tidak dapat dipisahkan dengan peranan sistem informasi. Hal tersebut dapat dilihat dari keberadaan Seksi Pengolahan Data dan Informasi di kantor pelayanan pajak. Sistem

(25)

perpajakan self assesment dan jumlah wajib pajak yang tidak sedikit tentu membutuhkan peranan sistem informasi untuk memberikan pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat.

D. Ruang Lingkup Praktik Lapangan Mandiri (PKLM)

Dalam melaksakan PKLM ini di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Barat maka yang menjadi ruang lingkup adalah sebagai berikut :

1. Mengetahui tinjauan terhadap Seksi Pengolahan Data dan Informasi dalam hal hardware (perangkat keras) yang dipakai dan brainware yang ada.

2. Mempelajari jaringan dalam mendukung tugas pokok dan fungsi Seksi Pengelolahan Data dan informasi.

3. Hardware, Brainware, jaringan merupakan kompenen sistem informasi utama yang selalu dibutuhkan dalam kegiatan pengolahan data.

E. Metode Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) 1. Tahapan Persiapan

Hal ini berkaitan dengan persiapan yang dilakukan oleh mahasiswa dalam melakukan Praktik Kerja Lapangan Mandiri, misalnya mengajukan judul, persetujuan judul, pembuatan proposal, seminar proposal, perbaikan proposal, persetujuan proposal, penunjukan dosen pembimbing, bimbingan dan konsultasi dengan dosen pembimbing, permohonan surat Praktik Kerja Lapangan Mandiri kepada instansi yang dituju.

2. Studi Literatur

(26)

Pada tahap ini penulis mencari dan mengumpulkan sumber - sumber pustaka seperti undang - undang, buku - buku pajak, dan literatur lainnya yang memiliki relevansi langsung dan tidak langsung dengan materi laporan.

3. Pengumpulan Data

Dalam tahap ini penulis mengumpulkan data – data berhubungan dengan rencana kegatan Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Jenis data yang akan dikumpul terbagi 2, yaitu:

a. Data Primer yaitu data yang diperoleh melalui observasi dan wawancara kepada pihak yang memahami Administrasi Perpajakan.

b. Data Sekunder yaitu data yang diperoleh melalui referensi dan buku – buku yang bersangkutan dengan objek praktik kerja lapangan mandiri.

4. Analisis Data Dan Evaluasi

Selesai data didapatkan, maka selanjutnya yang akan dilakukan oleh penulis adalah menganalisis dan evaluasi data yang di peroleh.

F. Metode Pengumpulan Data 1. Wawancara

Penulis akan melakukan wawancara kepada pihak - pihak yang merupakan objek penelitian atau pihak - pihak yang memahami materi penelitian di Lingkungan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Barat.

2. Dokumentasi

Selanjutnya penulis akan mengumpulkan informasi atau pun dokumen yang berhubungan degan Laporan Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM).

(27)

G. Sistematika Penulisan Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM)

Laporan Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) ini terjadi dari lima bab.

Ringkasan dari masing-masing bab yang ada laporan Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) adalah:

BAB I: PENDAHULUAN

Bab ini meliputi pemilihan judul, tujuan penulisan, metode pengumpulan data, ruang lingkup pembahasan, dan sistematika penulisan.

BAB II: GAMBARAN UMUM LOKASI PKLM

Pada bab ini penulis akan menguraikan sejarah singkat dari perusahaan struktur organisasi perusahaan, uraian tugas pokok dan fungsi, serta gambaran pegawai/karyawan.

BAB III: GAMBARAN DATA PKLM

Dalam bab ini penulis akan menguraikan tentang seluruh gambaran data yang berkaitan dengan judul Tugas Akhir penulis yang diperoleh dari KPP Pratama Medan Barat.

BAB IV: ANALISIS DAN EVALUASI

Melalui apa yang telah dipaparkan dan diperoleh di bab tiga akan dilakukan analisis terhadap tiga hal yaitu mengenai Hardware, Brainware, dan Jaringan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Barat. Analisis dilakukan terhadap peranan Hardware, Brainware, dan Jaringan dalam mendukung tugas pokok dan fungsi Seksi Pengolahan Data dan Informasi, dan permasalahan yang dihadapi. Dalam objek penulisan akan dibahas dan

(28)

diberikan pemecahan masalah sehingga Laporan Praktik Lapangan Kerja Mandiri (PKLM) dapat memberikan output yang membantu Seksi Pengolahan Data dan Informasi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Barat.

BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN

Berisi tentang kesimpulan yang dapat ditarik dari bab - bab sebelumnya dan saran - saran yang dapat penulis berikan untuk permasalahan yang ada.

BAB II

GAMBARAN UMUM OBJEK PKLM

A. Sejarah Singkat Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Barat

Pada tahun 1976, Kantor Pelayanan Pajak Pratama masih disebut Kantor Inspeksi Pajak (KARIKPA). Pada saat itu masih ada dua Kantor Inspeksi Pajak yaitu Kantor Inspeksi Pajak Medan Selatan dan Kantor Inspeksi Pajak Medan Utara.

Berdasarkan keputusan Menteri Keuangan No. 276/KMK/01/1989 tanggal 25 Maret 1989 tentang Organisasi dan Tata Usaha Direktorat Jenderal Pajak, sehingga Sejak April 1989 kantor Inspeksi Pajak Medan Utara diganti namanya menjadi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Utara.

(29)

Kemudian pada tanggal 29 Maret 1994 dikeluarkan keputusan Menteri Keuangan No. 94/KMK/1994. Terhitung sejak tanggal 1 April 1994, Kantor Pelayanan Pajak di Medan dipecah menjadi 4 Kantor Pelayanan Pajak yaitu:

1. Kantor Pelayanan Pajak Medan Barat yang beralamat di Jl. Sukamulia No. 17 A Medan.

2. Kantor Pelayanan Pajak Medan Timur di Jl. Diponegoro No. 30 Medan.

3. Kantor Pelayanan Pajak Medan Utara di Jl. Asrama No. 7 Medan.

4. Kantor Pelayanan Pajak Medan Binjai di Jl. Asrama No. 7 Medan.

Kemudian sesuai dengan surat Keputusan Menteri Keuangan No.

443/KMK/01/2001 tanggal 23 Juli 2001 Kantor Pelayanan Pajak Medan Barat dipecah menjadi dua yaitu Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Medan Barat dan Kantor Pelayanan Pajak Medan Polonia, yang berlaku sejak tanggal 25 Januari 2002.

Mulai 1 Juni 2006, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Medan Barat berpindah alamat ke jalan Asrama No. 7 A Medan. Kemudian sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 123/PKM/01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertical Direktorat Jendral Pajak (DJP) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 67/PMK.CI/2008, tanggal 27 Mei 2008 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Medan Barat diubah menjadi Pratama dan dipecah menjadi dua Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Barat dan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Petisah. KPP Pratama Medan Barat merupakan wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatra Utara I.

(30)

Dan wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Barat adalah Kecamatan Medan Barat yang terdiri dari 6 kelurahan yaitu:

1. Kelurahan Glugur Kota 2. Kelurahan Kesawan

3. Kelurahan Pulo Brayan Kota 4. Kelurahan Karang Berombak 5. Kelurahan Se Angul

6. Kelurahan Silalas

Tabel 1. 1. Wilayah Kerja Kantor Pelayanan Pejak Pratama Medan Barat Pengawasan dan Konsultasi I Glugur Kota

Pengawasan dan Konsultasi II Kesawan

Pengawasan dan Konsultasi III Pulo Brayan Kota Karang Berombak Pengawasan dan Konsultasi IV Sei Agul

Silalas

Sumber: KPP Pratama Medan Barat B. Visi dan Misi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Barat

(31)

Adapun Visi dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Barat adalah menjadi pengelola keuangan dan kekayan negara bertaraf internasional yang dipercaya dan dibanggakan masyarakat, serta instrumental bagi proses transformasi bangsa menuju masyarakat adil, makmur dan berperadaban tinggi.

Dan Misi dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Barat adalah:

1. Di Bidang Fiskal

Mengembangkan kebijakan fiskal yang sehat dan berkelanjutan serta mengelola kekayaan dan utang negara secara hati-hati (prudent), bertanggung jawab dan transparan.

2. Di Bidang Ekonomi

Mengatasi masalah-masalah ekonomi serta proaktif senantiasa mengambilperan strategis dalam upaya membangun ekonomi bangsa yang mampu mengantarkan bangsa Indonesia menuju masyarakat yang dicita-citakan konstitusi.

3. Di Bidang Politik

Mendorong proses demokrasi fiskal dan ekonomi.

4. Di Bidang Sosial dan Budaya

Mengembangkan masyarakat finansial yang berbudaya dan modern.

5. Di Bidang Kelembagaan

(32)

Memperbaharui diri (self reinventing) sesuai dengan aspirasi masyarakat dan perkembangan ,utakhir teknologi keuangan serta administrasi publik, serta pembenahan pembangunan kelembangaan dibidang keuangan yang baik dan akurat yang akan memberikan dukungan dan pedomanpelaksana yang rasional dan adil, dengan didukung oleh pelaksana yang potensial dan mempunyai integritas yang tinggi.

Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Barat mempunyai tugas melaksanakan penyuluhan, pelayanan, dan pengawasan wajib pajak dibidang pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Pajak Tidak Langsung lainnya dalam wilayah wewenang berdasarkan peraturan perundang- undangan yang berlaku.

Beberapa tugas dan fungsi organisasi pelaksana Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Barat adalah sebangai berikut :

1. Penetapan dan Penerbitan produk hukum perpajakan.

2. Pengadministrasian dokumen dan berkas perpajakan, penerimaan dan pengolahan Surat pemberitahuan, serta penerimaan surat lainnya.

3. Penyuluhan Perpajakan.

4. Pelaksanaan registrasi wajib pajak.

5. Pelaksanaan ekstensfikasi.

6. Penatausahaan piutang pajak dan pelaksanaan penagihan pajak.

7. Pelaksanaan pemeriksaan pajak.

8. Pengawasan kepatuhan Kewajiban Perpajakan wajib pajak.

(33)

9. Pelaksanaan konsultasi perpajakan.

10. Pelaksanaan intensfikasi.

11. Pembetulan ketetapan pajak.

12. Pelaksanaan administrasi kantor C. Logo Perusahaan

KPP Pratama Medan Barat menggunakan logo Direktorat Jenderal Pajak sebagai Logo perusahaan, dikarenakan seluruh KPP pratama Berada dibawah naungan Direktorat Jendral Pajak.

Adapun logo dari Direktorat Jendral Pajak adalah sebagai berikut:

Gambar II.1.

Sumber: Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Barat

(34)

Arti dari lambang tersebut adalah:

A. Keterangan Umum

Motto : Nagara Dana Raksa

Bentuk : Segilima, dengan ukuran 5cm dan 7cm

Tata Warna : Biru kehitam-hitaman; kuning emas; putih dan hijau

B. Makna

− Padi sebanyak 17 butir berwarna kuning emas dan kapas sebanyak 8 butir dengan susunan 4 buah berlengkung 4 dan 4 buah berlengkung 5, bewarna putih dan kelopak berwana hijau, keduanya melambangkan cita- cita Indonesia sekaligus diberi arti tanggal lahir Negara Republik Indonesia.

− sayap berwarna kuning emas melambangkan ketangkasan dalam menjalankan tugas.

− Gada berwarna kuning emas melambangkan daya upaya menghimpun, mengerahkan, mengamankan keuangan negara.

− Ruang segilima berwarna biru kehitam-hitaman melambangkan dasar negara Republik Indonesia yaitu Pancasila.

C. Arti keseluruhan

(35)

Makna dari keseluruhan lambang tersebut sesuai dengan motto

“Nagara Dana Rakca” adalah ungkapan suatu daya yang mempersatukan dengan menyerasikan dalam gerakan kerja untuk melaksanakan tugas Departemen Kuangan.

D. Struktur Organisasi Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Barat

Struktur organisasi adalah sebuah rangkaian yang mewujudkan pola tetap dari hubungan-hubungan diatara bidang kerja, namun orang mewujudkan kedudukan, wewenang dan tanggung jawab dalam sistem kerjasama.

Struktur organisasi yang digunakan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Barat adalah struktur organisasi lini dan staf, yang dipimpin oleh seseorang Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak Sumatra Utara, dan seluruh pegawai tetapnya adalah pegawai negeri sipil dibawah naungan Departemen Keuangan Negara Republik Indonesia.

Kantor Pelayanan Pajak (KPP) PratamaMedan Barat dikepalai oleh seorang kepala kantor pelayanan pajak pratama yang terdiri atas sub bagian umum dan beberapa seksi yang dipimpin masing-masing oleh seorang Kepala seksi.

Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Barat terdiri dari 11 (sebelas) seksi, diantaranya sub bagian umum dan kelompok jabatan fungsional.

Adapun bidang – bidang atau struktur organisasi yang ada di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Barat antara lain sebagai berikut:

1. Kepala Kantor 2. Sub Bagian Umum

(36)

3. Seksi Pelayanan

4. Seksi Pengawasan dan Konsultasi (WASKON I, II, III, IV) 5. Seksi Ekstensifikasi

6. Seksi Pelayanan Data dan Informasi (PDI) 7. Seksi Pemeriksaan

8. Seksi Penagihan

9. Kelompok Jabatan Fungsional

10. Deskripsi dan Aktifitas Kerja Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Barat.

E. Tugas dan Fungsi Pegawai KPP Pratama Medan Barat

Tugas dan Fungsi masing-masing akan diuraikan dalam setiap seksi, dimana Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Barat mempunyai tugas pokok yaitu melaksanakan kegiatan oprasional pelayanan perpajakan dibidang Pajak Penghasinal (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Pertambahan Nilai atas Barang Mewah (PPnBM), pajak Tidak Langsung Lainnya dalam daerah wewenangnya, berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Beberapa tugas dan fungsi organisasi pelaksanaan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Barat:

1. Pengumpulan dan pengolahan data, penggalian potensi pajak serta ekstensfikasi wajib pajak.

(37)

2. Penatausahaan dan pengecekan data Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan serta berkas wajib pajak.

3. Penataushaan dan pengecekan data Surat Pemberitahuan (SPT) Masa serta pemantauan dan penyusunan masa PPh, PPN, PPnBM dan Pajak Tidak Langsung Lainnya.

4. Penatausahaan, penerimaan, penagihan, penyelesaian, keberatan dan restitusi PPh, PPN, PPnBM dan Pajak Tidak Langsung Lainnya.

5. Verifikasi dan penerapan sanksi perpajakan.

6. Pengurusan penerbitan Surat Ketetapan Pajak (SKP).

7. Penyuluhan dan pelayanan perpajakan.

8. Pengurusan tata usaha dan rumah tangga Kantor Pelayanan Pajak.

Untuk dapat melaksanakaan tugas pokok dan fungsi sesuai Keputusan Menteri Keuangan Nomor 94/KMK.01/1994 tanggal 29 maret 1994, maka pembagian tugas dan wewenang masing-masing seksi dalam struktur organisasi Kantor Pelayanan Pelayanan Pajak Pratama Medan Barat adalah:

1. Kepala Kantor

Kantor Pelayanan Pajak Pratama Merupakan penggabungan dari KPP, KPPBB dan karikpa maka Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama mempunyai tugas mengkoordinasikan pelaksanaan penyuluhan, pelayanan, pengawasan wajib pajak dibidang PPh, PPN, PPnBM, Pajak Tidak Langsung Lainya. Dalam Wilayah wewenangnya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(38)

2. Sub bagian Umum dan Kepatuhan Internal

Sub bagian umum mempunyai tugas sebagai berikut : a. Penatausahaan surat masuk dan surat keluar

b. Menyusun tanggapan/tindak lanjut terhadap Surat Hasil Pemeriksaan / Laporan Hasil Pemeriksaan dari Ditejen / Kemenkeu / BPK / BPKP / Unit Fungsional Pemeriksaan lainnya.

c. Menyusun tanggapan terhadap surat pengaduan anggota masyarakat melalui pos maupun secara langsung.

d. Menyusun laporan berkala KPP, meliputi Laporan Ketertiban Pegawai, Laporan Penggunaan Anggaran, Laporan Pemakaian Barang – Barang Milik Negara dan lain sebagainya.

e. Meneliti pelanggaran disiplin pegawai yang terjadi sesuai dengan peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010.

f. Pengadministrasian hak – hak pegawai antara lain hak cuti, asuransi kesehatan, pengangkatan pegawai, pengajuan pension dan sebagainya.

g. Pengadministrasian gaji pegawai

h. Pemeliharaan asset-aset negara serta pengadaan barang – barang kebutuhan kantor.

i. Pengelolaan dan penggunaan anggaran, serta mengelola Sistem Akuntansi Instansi.

j. Menatausahakan surat masuk ke Seksi Kepatuhan Internal.

k. Pengawasan / Kepatuhan Internal.

(39)

3. Seksi Pengolahan Data dan Informasi (PDI)

Mempunyai tugas melakukan pengumpulan, pencarian, dan pengolahan data, penyajian informasi perpajakan, perekaman dokumen perpajakan, urusan tata usaha penerimaan perpajakan, pelayanan dukungan teknis komputer, pemantauan aplikasi e-SPT dan e-filling serta penyempain laporan kinerja. Fungsi dari pengumpulan dan pengolahan data adalah ekstensifkasi pajak, pengalihan informasi dan pengalihan potensi pajak.Seksi Pengolahan Data dan Informasi terdiri dari:

a. Koordinator Pelaksana Pengolahan data dan penyajian informasi serta pembuatan monografi pajak.

b. Koordinator Pelaksana Pengolahan data dan Informasi II yang bertugas membantu melakukan pelaksanaan pemberian dukungan teknis komputer.

c. Koordinator Pelaksana Pengolahan Data dan Informasi III yang bertugas membantu melakukan urusan pengalian perpajakan dan ekstensifkasi Wajib Pajak.

4. Seksi Pelayanan

Mempunyai tugas melakukan penetapan dan penerbitan produk hukum perpajakan, pengadministrasian dokumen dan berkas perpajakan, penerimaan dan pengolahan Surat Pemberitahuan (SPT), serta surat lainnya, penyuluhan perpajakan, pelaksanaan registrasi perpajakan wajib pajak, serta melakukan kerjasama perpajakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

5. Seksi Penagihan

(40)

Mempunyai tugas melakukan penatausahaan piutang pajak, penundaan angsuran dan tunggakan pajak, penagihan aktif, usulan penghapusan piutang pajak, serta penyimpanan dokumen-dokumen penagihan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Seksi Penagihan terdiri dari:

a. Koordinator Pelaksana Penagihan Aktif yang bertugas membantu penyiapan Surat Teguran, Surat Paksa, Surat Perintah melaksanakan penyitaan, Usulan Lelang dan dukungan penagihan lainnya.

b. Koordinator Pelaksana Pemeriksaan Tata Usaha Piutang yang bertugas membantu urusan Penatausahaan piutang pajak, usulan penghapusan piutang pajak penundaan dan angsuran.

6. Seksi Pemeriksaan

Mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana pemeriksaan, pengawasan pelaksanaan aturan pemeriksaan, penerbitan dan penyaluran Surat Perintah Pemeriksaan Pajak serta pemeriksaan administrasi perpajakan lainnya.

7. Seksi Ekstensfikasi Perpajakan

Mempunyai tugas melakukan tugas pengamatan potensi perpajakan, pendataan objek pajak dan subjek pajak, pembentukan dan pemuktakhiran basis data nilai objek dalam menunjang ekstensfikasi.

8. Seksi Pengawasan dan Konsultasi I, II, III, dan IV

Seksi Pengawasan dan Konsultasi dibagi menjadi 2 (dua) kelompok tugas yaitu, Seksi Pengawasan dan Konsultasi I bertugas memberikan pelayanan dan konsultasi teknis kepada Wajib Pajak. Sedangkan Seksi Pengawasan dan

(41)

Konsultasi II, III, dan IV melaksanakan pengawasan dengan tugas sebagai berikut :

a. Melakukan pengawasan penerbitan surat teguran kepada Wajib Pajak yang belum menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT)

b. Melaksanakan penelitian dan analisa kepatuhan material Wajib Pajak.

c. Melakukan penghapusan atau pembatalan ketetapapan pajak yang tidak benar.

d. Pengusulan Wajib Pajak/PKP fiktif.

e. Pengusulan Wajib Pajak patuh.

f. Melakukan penelitian untuk mengusulkan penerbitan Surat Keterangan Fiskal (SKF).

g. Pemberian izin penggunaan mesin teraan materai.

h. Mengirimkan himbauan perbaikan Surat Pemberitahuan (SPT).

i. Melakukan kunjungan kerja ke lokasi Wajib Pajak dalam rangka pengawasan data Wajib Pajak.

j. Melaksanakan rekonsiliasi data Wajib pajak (data matching).

k. Membuat Surat Keterangan Bebas (SKB).

9. Kelompok Jabatan Fungsional

Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang- undangan yang berlaku:

a. Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahlian.

(42)

b. Setiap kelompok tersebut dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Kepala Kantor Wilayah dan Kepala Kantor Pelayanan Pajak yang bersangkutan.

c. Jumlah jabatan fungsional tersebut ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

d. Jenis dan jenjang jabatan diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

10. Seksi Pemeriksaan dan Kepatuhan Internal (RIKI)

Mempunyai tugas dalam hal pelaksanaan penyusunan rencana pemeriksaan, pengawasan pelaksanaan aturan pemeriksaan pajak serta administrasi pemeriksaan perpajakan lainnya.

(43)

BAB III

GAMBARAN DATA PKLM A. Hardware

Hardware yang digunakan di KPP Pratama Medan Barat : 1. Workstation

Terdapat 8 workstation di Seksi Pengolahan Data dan Informasi di KPP Pratama Medan Barat. Tidak Semua dari 8 workstation dipakai untuk kegiatan pengolahan data.Satu workstation berfungsi sebagai administrator server, satu sebagai administrator internet, dan enam dipakai sebagai workstation untuk melaksanakan kegiatan pengolahan data. Jenis workstation yang terdapat di Seksi Pengolahan Data dan Informasi pada KPP Pratama Medan Barat yaitu :

(44)

− IBM LENOVO M

Workstation IBM LENOVO M merupakan pengadaan pada tahun 2005. IBM LENOVO M ialah workstation terbanyak dan tertua di Seksi Pengolahan Data dan Informasi. Semua workstation pada KPP Pratama Medan Barat menggunakan IBM LENOVO M. Spesifikasi IBM LENOVO M seperti dalam tabel berikut:

Tabel III.1.

IBM LENOVO M

IBM LENOVO M Output device Monitor IBM Flat 17’’

Input device IBM USB Keyboard dan Mouse Processing device Intel Core i5-3550 CPU @ 3.30 GHz

Realtek ac 97 audio

Storage device 512MB (1x512) 667MHz DDR2 SDRAM 80GB HDD DATA II

7200 rpm

Sumber : Seksi Pengolahan Data dan Informasi KPP Pratama Medan Barat, 2015 2. Printer

(45)

Printer yang digunakan oleh Seksi Pengolahan Data dan Informasi pada KPP Pratama Medan Barat adalah Docuprint Fuji Xerox. Setiap Seksi di KPP Pratama Medan Barat hanya memiliki satu printer saja, dikarenakan adanya jaringan yang memungkinkan satu printer dipakai efektif oleh beberapa orang.

B. Brainware

Adapun pegawai yang bertugas di Seksi Pengolahan Data dan Informasi pada KPP Medan Barat ada enam orang termasuk seorang kepala seksi, tiga pelaksana dan dua orang operator console. Berikut profil dari pegawai di Seksi Pengolahan Data dan Informasi KPP Pratama Medan Barat:

1. Nama : NOVITA LINDA SITOMPUL, S.E., M.Si.

Pangkat : Penata Tk.I/IIId Jabatan : Kepala Seksi

Pendidikan Terakhir : Magister Ekonomi Pembagunan

2. Nama : JOHANNA GULTOM, S.Sos.

Pangkat : Penata Tk.I/IIId Jabatan : Pelaksana

Pendidikan Terakhir : Sarjana Sosial Politik

3. Nama : SERI ULINA

Pangkat : Penata Muda Tk.I/IIIb Jabatan : Pelaksana

Pendidikan Terakhir : Sekolah Menengah Atas

(46)

4. Nama : SUPRIADI C.H TAMBUNAN, S.S.T.

Pangkat : Penata Muda/IIIa Jabatan : Pelaksana

Pendidikan Terakhir : Program Diploma IV Keuangan Spesialisasi Akuntansi

5. Nama : ANGGIAT MAROJAHAN SIMANJUNTAK

Pangkat : Pengatur/IIc Jabatan : Operator Console

Pendidikan Terakhir : Program Diploma I Keuangan Spesialisasi Perpajakan

6. Nama : MUHAMMAD IKHWAN

Pangkat : Pengatur Muda/IIa Jabatan : Operator Console

Pendidikan Terakhir : Program Diploma I Keuangan Spesialisasi Perpajakan (Sumber: Seksi Pengolahan Data dan Informasi KPP Pratama Medan Barat)

Berikut ini tugas pegawai di Seksi Pengolahan Data dan Informasi pada KPP Pratama Medan Barat Sebagai Berikut:

Tabel III.3.

Tugas pegawai di Seksi Pengolahan Data dan Informasi pada KPP Pratama Medan Barat.

Tk 1

Johanna Gultom

Perekaman SPT

PerekamanAIKet Masuk Keluar

(47)

Tk 1

Seri Ulina

Perekaman SPT Pemb. Perekaman SPT Tk

3

Supriadi C H Tambunan Perekaman SPT

Srt.masuk Srt.

Keluar Tk

1

Anggiat M S Monitoring Data, dan program administrasi

Tk 3

M. Ikhwan Monitoring Data, dan program administrasi

Sumber :Seksi Pengolahan Data dan Informasi KPP Pratama Medan Barat

C. Jaringan

Terdapat tiga jaringan di KPP Pratama Medan Barat yaitu : 1. Intranet Direktorat Jenderal Pajak

Jaringan intranet Direktorat Jenderal Pajak merupakan tulang punggung system informasi Direktorat Jenderal Pajak di KPP Medan Barat. Jaringan ini diperoleh dari Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak. Jaringan KPP Medan Barat terhubung dengan jaringan Direktorat Jenderal Pajak secara nasional melalui satu router di KPP Medan Barat. Router tersebut terhubung dengan melalui fiber optic dengan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Dalam jaringan ini digunakan Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak (SIDJP), Sistem Informasi Perpajakan (SIP), SISMIOP,

(48)

SIG, SIPMOD, portal DJP. Sistem informasi yang telah disebutkan tersebut mutlak digunakan dalam penyelesaian tugas.

2. Internet

Surat Edaran Direktorat Jenderal Pajak Nomor SE-136/PJ/2010 penggunaan fasilitas e-mail, serta akses internet dan intranet di Lingkungan Direktorat Jenderal Pajak memberikan paying hokum terhadap penggunaan internet secara seluas – luasnya untuk kepentingan pelaksanaan tugas Kantor Pelayanan Pajak.

3. Jaringan wilayah lokal (Local Area Network)

Merupakan suatu sistem yang memungkinkan bagi beberapa user untuk menggunakan komputer, disk drive, file danatau printer pada suatu saat yang bersamaan. Jaringan ini berfungsi dalam wilayah yang kecil yang mempunyai radius 600 meter.

Gambar III.1

Topologi Jarigan KPP Pratama Medan Barat Telkom Speedy KPP MEDAN BARAT

switch

SERVER

HUB

Pemeriksa Penagihan

PDI

Waskon I,II,III,IV Extensifikasi

Umum

(49)

BAB IV

ANALISIS DAN EVALUASI A. Analisis Hardware

Hardware yang digunakan di KPP Pratama Medan Barat : 3. Workstation

Terdapat 8 workstation di Seksi Pengolahan Data dan Informasi di KPP Pratama Medan Barat. Tidak Semua dari 8 workstation dipakai untuk kegiatan pengolahan data. Satu workstation berfungsi sebagai administrator server, satu sebagai administrator internet, dan enam dipakai sebagai workstation untuk

Pelayanan & TPT Konsultasi

(50)

melaksanakan kegiatan pengolahan data. Kondisi ideal yang ditetapkan untuk sistem informasi Direktorat Jenderal Pajak ialah satu orang satu komputer (one man, one computer). Dengan adanya 8 komputer untuk 6 orang di Seksi Pengolahan Data dan Informasi KPP Pratama Medan Baratdapat dikatakan bahwa secara kuantitas (quantity) workstation yang ada telah sesuai.

Jenis workstation yang terdapat di Seksi Pengolahan Data dan Informasi KPP Pratama Medan Barat yaitu :

− IBM LENOVO M

Workstation IBM LENOVO M merupakan pengadaan pada tahun 2005. IBM LENOVO M ialah workstation terbanyak dan tertua di Seksi Pengolahan Data dan Informasi. Semua workstation pada KPP Pratama Medan Barat menggunakan IBM LENOVO M. Spesifikasi IBM LENOVO M terdapat di tabel sebagai berikut:

Tabel IV.1.

IBM LENOVO M

IBM LENOVO M Output device Monitor IBM Flat 17’’

Input device IBM USB Keyboard dan Mouse Processing device Intel Core i5-3550 CPU @ 3.30 GHz

Realtek ac 97 audio

Storage device 512MB (1x512) 667MHz DDR2 SDRAM 80GB HDD DATA II 7200 rpm

(51)

Sumber : Seksi Pengolahan Data dan Informasi KPP Pratama Medan Barat, 2015 Kemampuan yang dimiliki IBM LENOVO M dalam mendukung sistem informasi pada Seksi Pengolahan Data dan Informasi KPP Pratama Medan Barat terbilang cukup. Dapat kita lihat bahwa IBM LENOVO M dengan spesifikasi hardware pada Tabel IV.1. Prosesornya Intel Core i5-3550, prosesor ini cukup tinggi dengan Windows yang digunakan adalah windows 7 yang telah diupgrade dari windows XP. Dan memiliki RAM yang rendah hanya sebesar 512 MB tapi hal ini tidak berperan penting untuk menjalankan kegiatan di Seksi Pengolahan Data dan Informasi KPP Pratama Medan Barat, dimana dalam kegiatan di Seksi Pengolahan Data dan Informasi tidak memerlukan komputer dengan RAM yang tinggi.

4. Printer

Printer yang digunakan oleh Seksi Pengolahan Data dan Informasi pada KPP Pratama Medan Barat adalah Docuprint Fuji Xerox. Setiap Seksi di KPP Pratama Medan Barat hanya memiliki satu printer saja, Perbandingan 6 orang memakai 0,168 printer hal ini tidak pernah menimbulkan masalah. Dikarenakan adanya jaringan yang memungkinkan satu printer dipakai efektif oleh beberapa orang.

Secara keseluruhan Hardware yang dimiliki Seksi Pengolahan Data dan Informasi sangat mendukung dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

Hardware yang dimiliki oleh KPP Pratama Medan Barat merupakan hardware dengan spesifikasi tinggih. Sehingga, kemampuan perangkat keras tersebut sudah cukup memadai dalam mendukung tugas pokok dan fungsi Seksi Pengolahan Data dan Informasi.

(52)

B. Analisi Brainware

Sistem informasi Direktorat Jenderal Pajak dikelola oleh Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan yang dipimpin oleh seorang Penata Tk.I/IIId Pada kantor wilayah sistem informasi dikelolah oleh Bidang Dukungan Teknis Komputer dan Konsultasi. Pada tingkatan kantor pelayanan pajak dikelolah oleh Seksi Pengolahan Data danInformasi.

Terdapat enam orang pegawai di Seksi Pengolahan Data dan Informasi di KPP Pratama Medan Barat yang terdiri dari :

1. Satu orang Kepala Seksi Pengolahan Data dan Informasi.

2. Dua orang Operator Console 3. Tiga orang pelaksana

Berikut ini profil dari masing-masing pegawai pada Seksi Pengolahan Data dan Informasi di KPP Pratama Medan Barat:

7. Nama : NOVITA LINDA SITOMPUL, S.E., M.Si.

Pangkat : Penata Tk.I/IIId Jabatan : Kepala Seksi

Pendidikan Terakhir : Magister Ekonomi Pembagunan

8. Nama : JOHANNA GULTOM, S.Sos.

Pangkat : Penata Tk.I/IIId Jabatan : Pelaksana

Pendidikan Terakhir : Sarjana Sosial Politik

(53)

9. Nama : SERI ULINA

Pangkat : Penata Muda Tk.I/IIIb

Jabatan : Pelaksana

Pendidikan Terakhir : Sekolah Menengah Atas

10. Nama : SUPRIADI C.H TAMBUNAN, S.S.T.

Pangkat : Penata Muda/IIIa

Jabatan : Pelaksana

Pendidikan Terakhir : Program Diploma IV Keuangan Spesialisasi

Akuntansi

11. Nama : ANGGIAT MAROJAHAN SIMANJUNTAK

Pangkat : Pengatur/IIc Jabatan : Operator Console

Pendidikan Terakhir : Program Diploma I Keuangan Spesialisasi Perpajakan

12. Nama : MUHAMMAD IKHWAN

Pangkat : Pengatur Muda/IIa Jabatan : Operator Console

Pendidikan Terakhir : Program Diploma I Keuangan Spesialisasi Perpajakan (Sumber: Seksi Pengolahan Data dan Informasi KPP Pratama Medan Barat) a. Kepala Seksi Pengolahan Data dan Informasi

Adapun syarat menjadi seorang Kepala Seksi Data dan Informasi sebagai berikut:

(54)

− Pangkat/Golongan Penata/III/c

− Pendidikan Formal strata I/Diploma IV

Pada profil Kepala Seksi Pengolah Data dan Informasi KPP Pratama Medan Barat memiliki pangkat Penata Tk.I/IIId dengan tingkat pendidikan Magister Ekonomi Pembagunan sehingga Kepala Seksi Pengolahan Data dan Informasi di KPP Pratama Medan Barat telah memenuhi persyaratan menduduki jabatan Kepala Seksi Pengolahan Data dan Informasi.

Tugas Kepala Seksi Pengolahan Data dan Informasi terdapat pada Bab I dan tugas tersebut sudah dikerjakan dengan baik. Hal tersebut, dapat dilihat tidak adanya keluhan mengenai kinerja Seksi Pengolahan Data dan Informasi di KPP Pratama Medan Barat.

b. Operator Console

Adapun syarat menjadi seorang Operator Console yaitu:

− Pangkat/Golongan Pengatur Muda/IIa

− Pendidikan Formal Diploma I

Pada profil pegawai Seksi Pengolahan Data dan Informasi di KPP Pratama Medan Barat yang telah dijelaskan di atas dapat kita lihat bahwa Operator Console yang terdapat di KPP Pratama Medan Barat terdiri dari dua orang, seorang memiliki pangkat/golongan Pengatur/IIc dengan tingkat pendidikan Program Diploma I Keuangan Spesialisasi Perpajakan dan seorang lagi memiliki pangkat/golongan

(55)

Pengatur Muda/IIa sehingga, Operator Console KPP Pratama Medan Barat telah memenuhi syarat menduduki jabatan Operator Console.

Tugas Operator Console terdapat pada Bab I semua tugas Operator Console kecuali pengecekan, perbaikan komputer dan perangkat penunjangnya dapat dilakukan dengan baik. Hal tersebut dikarenakan tidak ada ketentuan yang mengatur batas sampai mana Operator Console harus memperbaiki Hardware yang rusak.

c. Pelaksana

Adapun telah kita ketahui jumlah pelaksana pada Seksi Pengolahan Data dan Informasi KPP Pratama Medan Barat terdiri dari tiga orang pelaksana, yang pertama bernama Johanna Gultom memiliki pangkat/golongan Penata Tk.I/IIId dengan pendidikan terakhir Sarjana Sosial Politik yang bertugas merekam SPT dan AIKet, yang bernama Seri Ulina memiliki pangkat/golongan Penata Muda Tk.I/IIIb dengan pendidikan terakhir Sekolah Menengah Atas dengan tugasnya merekam dan pembetulan SPT. Dan satu lagi bernama Supriadi C H Tambunan memiliki pangkat/golongan Penata Muda/IIIa dengan pendidikan terakhir Program Diploma IV Keuangan Spesialisasi Akuntansi dengan tugasnya merekam SPT. Satu diantaranya belum memenuhi syarat menjabat sebagai pelaksana dimana syarat menjadi pelaksana minimal pendidikan formal diploma I. Akan tetapi tidak ada keluhan dari Kepala Seksi Pengolahan Data dan Informasi KPP Pratama Medan Barat dari tugas mereka menjadi seorang pelaksana.

Secara keseluruhan Brainware yang dimiliki Seksi Pengolahan Data dan Informasi di KPP Pratama Medan Barat mendukung dalam menjalankan tugas pokok

(56)

dan fungsi Seksi Pengolahan Data dan Informasi. Masih terdapat Kekurangan jumlah Pelaksana dan tingkat pendidikan satu diantara pelaksana yang ada. Namun, hal tersebut tidak berpengaruh banyak terhadap kinerja Seksi Pengolahan Data dan Informasi.

C. Analisi Jaringan

Terdapat dua jaringan di KPP Pratama Medan Barat yaitu : 4. Intranet Direktorat Jenderal Pajak

Jaringan intranet Direktorat Jenderal Pajak merupakan tulang punggung sistemi nformasi Direktorat Jenderal Pajak di KPP Medan Barat. Jaringan ini diperoleh dari Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak. Jaringan KPP Medan Barat terhubung dengan jaringan Direktorat Jenderal Pajak secara nasional melalui satu router di KPP Medan Barat. Router tersebut terhubung dengan melalui fiber optic dengan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Dalam jaringan ini digunakan Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak (SIDJP), Sistem Informasi Perpajakan (SIP), SISMIOP, SIG, SIPMOD, portal DJP. Sistem informasi yang telah disebutkan tersebut mutlak digunakan dalam penyelesaian tugas.

5. Internet

Surat Edaran Direktorat Jenderal Pajak Nomor SE-136/PJ/2010 penggunaan fasilitas e-mail, serta akses internet dan intranet di Lingkungan Direktorat Jenderal Pajak memberikan payung hukum terhadap penggunaan internet secara seluas – luasnya untuk kepentingan pelaksanaan tugas Kantor Pelayanan Pajak.

(57)

Layanan internet yang dimiliki KPP Pratama Medan Barat memiliki akses internet dengan kualitas baik. Keberadaan internet ini juga membuka pintu masuknya virus yang membuat komputer tidak beroprasi atau operasinya terganggu. Internet juga membahayakan keamanan data Kantor Pelayanan Pajak dalam UU KUP diatur mengenai kewajiban merahasiakan data wajib pajak. Diberikan sanksi pidana bagi mereka yang melangar hal ini. Kehadiran internet yang bebas dilihat sebagai sarana refreshing pegawai. Pengawasan terhadap pegawai dalam menggunakan internet dilakukan oleh diri sendiri dan Kepala Seksi dapat menegur dan mencabut akses internet pegawai yang lebih banyak online dari pada bekerja.

6. Jaringan wilayah lokal (Local Area Network)

Merupakan suatu sistem yang memungkinkan bagi beberapa user untuk menggunakan komputer, disk drive, file dan atau printer pada suatu saat yang bersamaan. Sehingga efektifitas dan efisiensi tugas Seksi Pengolahan Data dan Informasi menjadi lebih produktif.

Berbeda dengan internet yang keamanannya data kantor tidak terjamin, mengunakan LAN keamanan lebih terjamin karena IP lokal jaringan hanya sampai sebatas switch dan selanjutnya ruter akan menyambungkan dengan IP publik.

Kekurangan mengunakan LAN dimana jika ada komputer yang terkena virus maka komputer lain ikut terkena virus juga.

(58)

Hardware, Brainware dan Jaringan adalah komponen utama sistem informasi.

Hardware, Brainware dan Jaringan yang tidak baik akan menghasilkan sistem informasi yang tidak baik membuat visi dan misi Direktorat Jenderal Pajak untuk menciptakan sistem administrasi perpajakan modern yang efektif, efisien dan dipercaya masyarakat tidak tercapai.

Seksi Pengolahan Data dan Informasi mengemban tugas pokok dan fungsi dalam hal pengolahan data dan informasi. Sehingga, ketersedian Hardware, Brainware, dan Jaringan yang memadai dipelukan untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi tersebut.

D. Permasalahan Yang Dihadapi

Berdasarkan berbagai uraian diatas terdapat berbagai permasalahan yang dihadapi Seksi Pengolahan Data dan Informasi KPP Pratama Medan Barat.

Permasalahan dihadapin ialah permasalahan umum yang tidak mengganggu pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Seksi Pengolahan Data dan Informasi permasalahan ini sebaiknya diatasi. Permasalahan yang dihadapi Seksi Pengolahan Data dan Informasi di KPP Pratama Medan Barat.

1. Hardware, brainwar, dan jaringan yang memadai tidak didukung SIDJP

Hardware, brainware, dan jaringanya yang baik tetapi SIDJP sebagai sistem informasi terdepan Direktorat Jenderal Pajak kurang mendukung. Sebagai sistem informasi yang telah menghabiskan investasi begitu besar SIDJP memiliki banyak kendala. Lambat dan sering macet (freez) merupakan keluhan-keluhan yang sering ditunjukan kepada SIDJP.

(59)

Struktur database SIDJP yang besar memerlukan perbaikan dan peningkatan pihak perbankan swasta yang memiliki metode pengolahan data yang sama dengan SIDJP yaitu pengolahan data dan pemutahiran seketika dan terpusat menghabiskan investasi yang lebih sedikit, tetapi kinerja lebih baik dari SIDJP.

2. Pembagian Hardware yang tidak diketahui waktunya

Masih terkait dengan permasalahan pengadaan hardware adalah pengadaannya tidak sesuai waktunya. KPP Pratama Medan Barat membutuhkan Workstation agar satu orang satu komputer dapat dipenuhi sejak KPP Pratama Medan Barat beroprasi.

Kekurangan Hardware sangat berpengaruh yang dapat mengakibatkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Seksi Pengolahan Data dan Informasi terganggu.

KPP Pratama Medan Barat tidak mengetahui kapan lagi dan jenis hardware yang akan diperoleh kedepannya di KPP Pratama Medan Barat.

3. Kurangnya jumlah Pelaksana

KPP Pratama Medan Barat memiliki tiga orang Pelaksana, jumlah tersebut tentu kurang, mengingat tugas pelaksana sanggatlah berat. Dengan banyaknya tugas yang dibebankan kepada Pelaksana yang berjumlah sedikit, dapat menimbulkan kejenuhan dalam bekerja.

4. Internet tidak aman dan rawan penyimpanan

Seperti pernah dibahas sebelumnya bahwa, internet dapat mengakibatkan virus dari luar masuk yang membuat komputer tidak beroperasi optimal. Data wajib pajak pun dapat diambil hacker dan orang-orang tidak bertangung jawab lainnya yang

(60)

mengakibatkan tersebarnya rahasia wajib pajak. Penggunaan internet highspeed juga rawan terjadi penyimpanan penggunaan internet untuk kepentingan pribadi seperti download lagu, download film dan situs sosial.

C. Pemecahan Masalah

Berbagai permasalahan diatas perlu dicari pemecahan masalah. Alternatif pemecahan masalahnya antara lain.

1. Terus menyempurnakan SIDJP

Struktur database SIDJP yang besar memerlukan penyempurnaan pihak perbankkan swasta yang memiliki metode pengolahan data yang sama dengan SIDJP pengolahan data dan pemutahiran seketika dan terpusat menhabiskan investasi yang lebih sedikit, tetapi kinerjanya lebih baik dari SIDJP.

Masalah SIDJP ini merupakan masalah paling genting untuk segera direalisasikan mengingat tantangan yang dihadapi Direktorat Jenderal Pajak kedepannya semakin besar. Target penerimaan pajak yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi akan diikuti peningkatan jumlah wajib pajak. Hal tersebut memerlukan SIDJP yang lebih baik.

2. Pengadaan Hardware sesuai kebutuhan

Pengadaan hardware sebaiknya tetap dilakukan secara terpusat tetapi diperlukan transfer kebutuhan dari KPP sebagai pengguna dengan Kantor Pusat yang akan melakukan pengadaan. KPP juga harus memberitahukan kebutuhan dengan

(61)

benar dan jelas. Pengadaan yang sesuai kebutuhan dan tepat waktu akan membuat hardware yang ada dimamfaatkan secara efektif.

3. Menambah jumlah Pelaksana

Agar kegiatan Pengolahan Data dan Informasi KPP Pratama Medan Barat dapat berjalan optimal, sebaiknya Pelaksana ditambah. Mengingat tugas sebagai pelaksana sangatlah berat.

4. Menggunakan Firewall dan antivirus

Firewall atau tembok-api menurut wikipedia “adalah sebuah sistem atau perangkap yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang tidak aman”. Sebuah tembok-api diterapkan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang antara jaringan local dan jaringan lainnya.

Firewall umumnya juga digunakan untuk mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. DJP sesuai amanat undang-undang wajib pajak melindungin data wajib pajak. Salah satu perlindungan yang mudah dan murah yang dapat dilakukan Seksi Pengolahan Data dan Informasi KPP Pratama Medan Barat memasang Firewall. Antivirus Symantec yang dimiliki KPP Pratama Medan Barat adalah antivitus untuk melindungin secara personal bukan untuk melindungi jaringan akibatnya pegawai yang tidak rajin mengupdate antivirus akan akan terserang virus yang dapat menginfeksi workstation yang lain. Perlindungan pada jaringan akan mengakibatkan virus tidak dapat dapat masuk ke jaringan dan tidak dapat menyebar.

(62)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Berdasarkan berbagai uraian yang telah penulis kemukakan dalam bab – bab sebelumnya, kesimpulan yang dapat diambil dari Tugas Akhir ini antara lain:

1. Hardware

Hardware yang dimiliki Seksi Pengolahan dan Informasi KPP Pratama Medan Barat mendukung Seksi Pengolahan Data dan Informasi dalam mengerjakan tugas pokok dan fungsinya. Kemampuan perangkat keras tersebut sangat memadai dalam

(63)

mendukung tugas pokok dan fungsi Seksi Pengolahan Data. Hardware – hardware baru yang ada tidak hanya dapat mendukung sekarang, tetapi di masa yang akan datang masih dapat mengikuti perkembangan informasi.

2. Brainware

Brainware yang dimiliki Seksi Pengolahan Data dan Informasi KPP Medan Barat mendukung dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi Seksi Pengolahan Data danInformasi. Masih terdapat kekurangan dalam jumlah Pelaksana dan tingkat pendidikan seorang Pelaksana. Namun, hal tersebut tidak berpengaruh banyak terhadap kinerja seksi Pengolakan Data dan Informasi.

3. Jaringan

Jaringan yang dimiliki KPP Medan Barat mendukung Seksi Pengolahan Data dan Informasi. Jaringan ini merupakan jaringan yang memadai. Jaringan ini tersusun atas komponen – komponen sistem komunkasi data terbaik. Hal tersebut juga dibuktikan ketika mengakses internet dan intranet dapat berjalan lancer dan cepat.

B. Saran

1. Pengadaan hardware sesuai kebutuhan.

Pengadaan hardware sebaiknya tetap dilakukan dari Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak kemudian didistribusikan ke KPP. Namun, pengadaannya berdasarkan kebutuhan yang diajukan KPP.KPP juga harus memberitahukan kebutuhannya dengan benar dan jelas.

2. Menggunakan Antivirus

Referensi

Dokumen terkait

SISTEM PELAYANAN WAJIB PAJAK PADA SEKSI PELAYANAN KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA MEDAN TIMUR..

Penerbitan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Secara Jabatan Pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Barat”. Tugas akhir ini adalah salah satu syarat untuk

h. Pengawasan kepatuhan kewajiban perpajakan wajib pajak.. Struktur Organisasi dan Tugas Pokok serta Fungsinya dari Setiap Seksi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Barat.

Seksi Fasilitasi Pembiayaan dan Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan urusan pemerintahan bidang koperasi dan usaha mikro di lingkup Seksi Fasilitasi Pembiayaan

Struktur Organisasi dan Tugas Pokok serta Fungsinya dari Setiap Seksi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Barat... Struktur organisasi adalah bagan yang

Tugas Pokok serta Fungsi Setiap Seksi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Timur.. Kantor Pelayanan Pajak Pratama M ooan Timur ini dikepalai oleh

Tugas dan fungsi masing-masing akan diuraikan dalam setiap seksi, dimana Kantor Pelayanan Pajak Medan Belawan mempunyai tugas pokok melaksanakan kegiatan operasional

Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Barat mempunyai tugas pokok yaitu. melaksanakan kegiatan operasional pelayanan perpajakan di