Markaz Building Unit #508
Jl. Ciumbuleuit No.73, Ciumbuleuit, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40142 Phone: +62-81315352770 Mail : [email protected] Website: id-asklaw.com
KUMPULAN KAIDAH HUKUM PUTUSAN PENGADILAN PERKARA ASURANSI
1. Putusan Mahkamah Agung Nomor 3079 K/Pdt/2019 Tanggal 2 Desember 2019 dalam perkara antara Suniah melawan PT Mandiri Tunas Finance dan PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia.
“Bahwa alasan-alasan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi dapat dibenarkan, oleh karena setelah membaca dan meneliti memori kasasi tanggal 20 Februari 2019 dan kontra memori kasasi tanggal 20 Mei 2019, dihubungkan dengan pertimbangan judex facti dalam hal ini Pengadilan Tinggi Pontianak yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri Ketapang telah salah menerapkan hukum, dengan pertimbangan sebagai berikut: - Bahwa pembelian mobil yang dilakukan oleh suami Penggugat telah diasuransikan kepada Tergugat II Nomor 019001 dengan uang pertanggungan sebesar Rp310.000.000,00 (tiga ratus sepuluh juta rupiah) dan mulai berlaku tanggal 3 Agustus 2017 sampai dengan 3 Agustus 2022, karena suami Penggugat telah meninggal dunia pada tanggal 24 September 2017 maka menjadi kewajiban Tergugat II untuk menutup sisa hutang suami Penggugat kepada Tergugat I, karena suami Penggugat telah mengasuransikan pembelian mobil tersebut dan telah membayar premi asuransi”
2. Putusan Pengadilan Negeri Yogyakarta No. 182/Pdt.G/2020/PN Yyk tanggal 21 Mei 2021 dalam perkara antara Paiman dan Sumiyati melawan PT Asuransi Jiwa Bumiputera 1912:
“Menimbang, bahwa oleh karena Para Penggugat berdasarkan bukti-bukti yang diajukan telah terbukti sebagai pemegang polis asuransi AJB Bumi Putra1912 yang sah dan telah melaksanakan kewajibannya membayar premi asuransi kepada Tergugat dan Tergugat telah terbukti lalai tidak melaksanakan prestasi sesuai yang telah disepakati /diperjanjikan maka sesuai ketentuan pasal 1267KUHPerdata Para Penggugat berhak atas penggantian biaya ganti rugi dan bunga, namun oleh karena di dalam perjanjian polis asuransi antara Para Penggugat dengan Tergugat tidak diatur ketentuan mengenai bunga maka untuk menentukan besarnya bunga yang harus dibayar oleh tergugat, Majelis Hakim berpedoman pada staatblad No.22 Tahun 1848 serta pasal 1250 KUHPerdata yang menentukan bahwa bunga yang dituntut tidak boleh melebihi 6 % setahun, dengan demikian baik ganti rugi, bunga yang seharusnya diterima oleh Para Penggugat sebagai akibat perbuatan wanprestasi oleh Tergugat adalah sebagai berikut :
Dana klaim asuransi yang seharusnya diterima untuk Penggugat I dengan nomor polis No. 2003428507 sebesar Rp 40.185.245,- sedangkan untuk Penggugat II dengan polis No. 212103096598 berhak atas dana klaim asuransi yang seharusnya diterima sebesar Rp.19.974.626,- dan
Markaz Building Unit #508
Jl. Ciumbuleuit No.73, Ciumbuleuit, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40142 Phone: +62-81315352770 Mail : [email protected] Website: id-asklaw.com
keuntungan yang seharusnya didapatkan setiap bulan, dengan perhitungan bunga sebesar 6 % pertahun (0,5 % perbulan) dari dana yang menjadi hak Para Penggugat atau sebesar Rp Rp 40.185.245,- + Rp.19.974.626,-, x 0,5% = Rp. 402.851x24 = Rp.9.668.428,- sehingga total ganti rugi yang harus dibayar oleh Tergugat kepada Para Penggugat adalah Rp 40.185.245,- + Rp.19.974.626,-, + Rp.9.668.428,- sedangkan terhadap ganti rugi untuk biaya legal sebagaimana yang termuat dalam surat bukti P-20 karena biaya tersebut merupakan biaya jasa untuk kuasa/Pengacara Para Penggugat dan biaya yang timbul akibat pendaftaran perkara ini (vide P-21) maka biaya- biaya tersebut tidak dapat dibebankan kepada Tergugat, karena dalam perkara perdata pada prinsipnya tidak ada kewajiban bagi para pihak untuk menggunakan jasa pengacara, sehingga dana untuk jasa pengacara tidak bisa dibebankan kepada Tergugat, oleh karena itu petitum gugatan penggugat yang menuntut agar tergugat dihukum untuk membayar ganti rugi kepada Para Penggugat sebesar Rp. 88.207.800, haruslah dikabulkan sebagian yaitu sebesar Rp 40.185.245,- + Rp.19.974.626,-, + bunga sebesar Rp.9.668.428,-, sehingga Total yang harus dibayar Tergugat kepada Para Penggugat adalah sebesar Rp.69.848.298,- (enam puluh sembilan juta delapan ratus empat puluh delapan ribu dua ratus sembilan puluh delapan rupiah), secara tunai dan sekaligus.”
3. Putusan Mahkamah Agung RI No. 698 PK/Pdt/2001 tanggal 27 Februari 2003 dalam perkara antara PT. Wataka General Insurance VS Intercontinental Maritime PTE LTD, PT. Layar Sentosa Shipping Corporation:
“Secara yuridis tertanggung mempunyai kewajiban untuk memberitahukan keadaan yang sebenarnya dari kapal yang akan diasuransikan, jika ternyata ada yang disembunyikan sewaktu penutupan polis asuransi maka perjanjian asuransi batal demi hukum.”
4. Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 505K/Pdt.SusBPSK/2013 tanggal 9 Desember 2013 dalam perkara antara Ferryanto Gani sebagai debitur melawan PT Asuransi Central Asia sebagai penanggung:
“Hubungan hukum yang terjadi antara Penggugat dengan Tergugat berdasarkan Polis Asuransi merupakan sengketa dalam ruang lingkup perdata yang menjadi kewenangan Pengadilan Negeri. Oleh karena itu, Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen tidak berwenang untuk memeriksa dan memutus perkara a quo.”
Markaz Building Unit #508
Jl. Ciumbuleuit No.73, Ciumbuleuit, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40142 Phone: +62-81315352770 Mail : [email protected] Website: id-asklaw.com
5. Putusan Mahkamah Agung Nomor 2914K/Pdt/2001 tanggal dalam perkara antara PT.
Multi Makmur Matari vs. Bank Ekspor Impor Cabang Jakarta Pancoran dan Asuransi Wahana Tata Cabang Jakarta Pondok Indah:
“Bahwa Termohon Kasasi/Penggugat tidak melunasi hutang (kreditnya) karena keadaan terpaksa (overmacht) tidak dapat dibenarkan. Terbakarnya stock barang dagangan Penggugat tidak terkait dengan perjanjian kredit dan karenanya tidak menghapus atau mengurangi kewajiban Penggugat seperti diatur dalam perjanjian kredit. Penerima kredit tetap terkait dengan perjanjian kredit walaupun barang jaminan terbakar, karena menurut hukum seluruh kekayaan Penggugat merupakan jaminan utang”.
6. Putusan Pengadilan Negeri Solok Nomor 24 / Pid. B / 2012 / PN. Slk tanggal 18 Juli 2012 dengan terdakwa H. Ardianto Pgl. Anto:
“Menimbang, bahwa dalam dakwaan kesatu telah dapat dibuktikan bahwa terbakarnya toko Kurnia Maju milik terdakwa adalah akibat dari dibakar oleh saksi SUBHAN, saksi BENI dan BUJANG dan tidak dapat dibuktikan bahwa yang menyuruh membakar adalah terdakwa, sehingga dengan demikian tidak ada perbuatan dari terdakwa yang telah menimbulkan kerugian kepada pihak Asuransi karena kebakaran tersebut tidak dilakukan oleh terdakwa;
Menimbang, bahwa dengan telah dibayarnya klaim terdakwa bukanlah merupakan kerugian bagi pihak Asuransi karena pada prinsipnya pihak Asuransi berkewajiban untuk membayar klaim terdakwa sebagai akibat dari terbakarnya toko terdakwa sebagaimana yang telah diperjanjikan;”
7. Putusan Mahkamah Agung Nomor 147 K/Pdt/2014 tanggal 17 Juli 2014 dalam perkara antara PT. Asuransi Harta Aman Pratama, Tbk vs Khairy Guirgis:
“Bahwa adalah menjadi prinsip hukum bahwa nilai pertanggungan dalam hukum asuransi, bila telah terpenuhi syarat unrtuk membayar nilai pertanggungan kepada tertanggung, maka menjadi kewajiban hukum bagi penanggung untuk membayar nilai pertanggungan, sesuai dengan perjanjian pertanggungan asuransi, lagi pula tertanggung melunasi pembayaran polis, pihak penanggung yang tidak membayar nilai pertanggungan, adalah ingkar janji/wanprestasi.”
Markaz Building Unit #508
Jl. Ciumbuleuit No.73, Ciumbuleuit, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40142 Phone: +62-81315352770 Mail : [email protected] Website: id-asklaw.com
8. Putusan PT Semarang Nomor 310/PDT/2020/PT SMG tanggal 12 Agustus 2020 dalam perkara antara Aryo Kuncoro Aji vs PT. Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG:
“Menimbang, bahwa dengan telah diisi dan ditandatanganinya formular permohonan/pengajuan transaksi produk Unit-Link PT. Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG oleh Penggugat pada tanggal 23 Februari 2019 maka haruslah dipandang bahwa Penggugat telah menyetujui semua syarat-syarat yang ditentukan oleh PT. Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG termasuk didalamnya penerapan E-SPAJ;
Menimbang, bahwa karena penerapan implementasi penggunaan E-SPAJ telah berlaku sejak tanggal 24 Juni 2016 (bukti T.1) sedangkan Permohonan Penggugat atas Produk Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG pada tanggal 23 Februari 2019, maka sebenarnya Pengugat telah mengetahui dan menyetujui syarat umum dan syarat khusus asuransi termasuk didalamnya penerapan E-SPAJ tersebut;
Menimbang, bahwa atas pertimbangan tersebut, Majelis Hakim Tingkat Banding berpendapat bahwa Tergugat yang melekatkan E-SPAJ pada kedua polis atas nama Penggugat tersebut bukanlah merupakan Perbuatan melawan hukum”
9. Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 439/Pdt.G/2014/PN.Jkt.Sel tanggal 9 April 2015 dalam perkara antara RR. L. Nuning Lestari M vs PT CIMB Sun Life danPT.
Bank CIMB Niaga, Tbk:
“Menimbang bahwa bukti T.I – 6 sampai dengan T.I – 10, yang diajukan Tergugat I yang merupakan upaya Tergugat I untuk mencari atau menelusuri rekam jejak/sejarah kesehatan Almarhum Agoes Soegiarto setelah meninggal dunia, yang ditelesuri atau dicari ke rumah sakit, dan pemeriksaan USG, Laboratorium, menurut Majelis hal ini tidak dapat dibenarkan, seharusnya sebelum Tergugat I menyetujui permohonan asuransi yang diajukan oleh almarhum Agoes Soegiarto, sudah terlebih dahulu memastikan atau memeriksakan kesehatan almarhum Agoes Soegiarto, apabila ada keraguan atau kecurigaan terhadap informasi kesehatan yang diberikan oleh Agoes Soegiarto;
Menimbang, bahwa setelah Tergugat I menyetujui permohonan asuransi jiwa kredit yang di ajukan oleh almarhum Agoes Soegiarto, dapatlah disimpulkan Tergugat I telah menyetujui atau membenarkan informasi yang diberikan oleh Agoes Soegiarto;”
Markaz Building Unit #508
Jl. Ciumbuleuit No.73, Ciumbuleuit, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40142 Phone: +62-81315352770 Mail : [email protected] Website: id-asklaw.com
10. Putusan Mahkamah Agung Nomor 1007 K/Pdt/2014 tanggal 9 September 2014 dalam perkara antara PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) vs PT Baruna Shipping Line:
“Bahwa alasan-alasan tersebut tidak dapat dibenarkan, oleh karena Judex Facti dalam hal ini Pengadilan Tinggi Jakarta yang membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tidak salah dalam menerapkan hukum, karena telah tepat dan benar, bahwa pihak-pihak dalam Perjanjian Polis Asuransi dalam perkara a quo adalah Termohon Kasasi/Penggugat dan Pemohon Kasasi/Tergugat, sehingga tidak ditariknya pialang asuransi in casu P.T. Global Insurance Brokers sebagai pihak tidak menyebabkan gugatan a quo menjadi tidak sempurna.
Bahwa sesuai dengan hasil pemeriksaan, Termohon Kasasi/Penggugat telah dapat membuktikan dalil gugatannya untuk sebagian, yaitu bahwa Termohon Kasasi/Penggugat telah membayar premi asuransi pada Pemohon Kasasi/Tergugat melalui pialang, namun Pemohon Kasasi/Tergugat sebagai pihak penanggung tidak membayar nilai pertanggungan atas KM. Baruna Mega milik Termohon Kasasi/Penggugat yang mengalami kecelakaan, peristiwa mana termasuk dalam cakupan Polis Asuransi, sehingga telah benar Pemohon Kasasi/Tergugat telah ingkar janji yang menimbulkan kerugian pada Termohon Kasasi/Penggugat, sebaliknya Pemohon Kasasi/Tergugat tidak dapat membuktikan dalil sangkalannya bahwa Termohon Kasasi/Penggugat tidak memenuhi syarat untuk menerima pembayaran klaim asuransi dari Pemohon Kasasi/Tergugat”
11. Putusan PT DKI Jakarta Nomor 458/PDT/2014/PT.DKI tanggal 9 September 2014 dalam perkara antara PT AXA Mandiri Financial Services vs Dahlan Sinambela:
“Menimbang, bahwa dalam lampiran bukti P1,T1, T6, lampiran Polis yang berupa Surat Permintaan asuransi jiwa, pada angka 8a Data Kesehatan, pokoknya tertanggung memberikan keterangan, dalam keadaan sehat, tidak pernah ke dokter, tidak pernah/sedang menderita penyakit/gangguan kelainan pada, antara lain system kemih dan kelamin, sakit pinggang, sakit/nyeri saat buang air kecil, saluran kencing, kencing batu/ kencing berpasir, batu ginjal, kencing berdarah, kencing nanah, sakit prostate, gagal ginjal, penyakit kelamin;
Menimbang, bahwa berdasarkan bukti T3, yang berupa surat keterangan dokter rumah sakit, dokter bernama J. DIDONG SINULINGGA,Sp.B tertanggal 8 Agustus 2012, yang pada pokoknya ULI SINAMBELA (tertanggung), pada pokoknya ULI SANAMBELA (Tertanggung) pada tanggal 8 Agustus 2011, tanggal 15 Agustus 2011, tanggal 19 Agustus 2011, tanggal 26 Agustus 2011 pernah dirawat jalan karena sulit buang air kecil dan dirawat inap pada tanggal 02 Agustus 2011 sampai dengan tanggal 05 September 2011, dan tanggal 23 September 2011 sampai dengan tanggal 24 September 2011, karena sulit buang air kecil;
Menimbang, bahwa berdasarkan bukti T3 maka terbukti ULI SINAMBELA pernah dirawat jalan maupun dirawat inap karena menderita sakit sulit buang air kecil,
Markaz Building Unit #508
Jl. Ciumbuleuit No.73, Ciumbuleuit, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40142 Phone: +62-81315352770 Mail : [email protected] Website: id-asklaw.com
sehingga menurut hemat Pengadilan Tinggi ULI SINAMBELA (Tertanggung) ketika mengajukan Surat Permintaan Asuransi Jiwa telah memberikan keterangan, pernyataan serta penjelasan yang tidak benar;”
12. Putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat No. 6//Pdt.Sus/Pailit/2013/PN.Niaga.Jkt.Pst tanggal 21 Maret 2013 dalam perkara antara Ny.Tuti Supriati vs PT Asuransi Jiwa Buana Putra:
“Menimbang, bahwa karena sebagai Debitur atau Termohon Pailit adalah Perusahaan Asuransi yaitu PT..ASURANSI JIWA BUANA PUTRA, maka berdasarkan pasal 2 ayat 5 Undang-undang No.37 Tahun 2004, permohonan pernyataan Pailit hanya dapat diajukan oleh Menteri Keuangan;
Menimbang, bahwa ternyata dalam permohonan pernyataan Pailit ini diajukan oleh NY.TUTI SUPRIATI maka berdasarkan pasal 2 ayat 5 (Undangundang No.37 Tahun 2004, NY.TUTI SUPRIATI tidak berhak untuk mengajukan permohonan pernyataan pailit yang debiturnya atau Termohon Pailitnya PT.ASURANSI JIWA BUANA PUTRA, yang oleh karena itu beralasan untuk menyatakan permohonan pernyataan Pailit yang diajukan oleh Pemohon Pailit tidak dapat diterima;”
13. Putusan Mahkamah Agung Nomor 2506 K/Pdt/2011 tanggal 28 Maret 2012 dalam perkara antara Ny. Milo Herlina Vs. PT. Asuransi Jiwa Mega Life di Jakarta Cq. PT.
Asuransi Jiwa Mega Life Cabang Pontianak:
“Bahwa alasan tersebut dapat dibenarkan, oleh karena Pengadilan Tinggi/Judex Facti telah salah menerapkan hukum dengan pertimbangan sebagai berikut:
- Berdasarkan pasal 257 KUHD yang menentukan “Perjanjian pertanggungan ada seketika setelah hal itu diadakan; hak dan kewajiban kedua belah pihak dari penanggung dan dari tertanggung berjalan mulai saat itu, malahan sebelum Polis ditandatangani...”
- Bahwa persyaratan/dokumen pendukung pengajuan asuransi telah diterima oleh pihak Tergugat dan premi semesteran sebesar Rp.
6.525.000,- dan telah masuk ke rekening Tergugat pada tanggal 16 September 2009 sehingga telah lahir hubungan hukum perjanjian pertanggungan antara Penggugat dan Tergugat sekalipun polis belum ditanda tangani oleh Tergugat;
- Bahwa penerbitan Polis Asuransi merupakan kewajiban Penanggung /Tergugat, sehingga kelambatan penerbitan Polis tidak dapat dijadikan alasan untuk perolehan pembayaran kerugian…”
Markaz Building Unit #508
Jl. Ciumbuleuit No.73, Ciumbuleuit, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40142 Phone: +62-81315352770 Mail : [email protected] Website: id-asklaw.com
14. Putusan Putusan Mahkamah Agung Nomor 2041 K/Pdt/2009 tanggal 17 Maret 2010 dalam perkara antara PT. Asuransi Sinar Mas vs Joko Dwi Santoso (Orang Tua Nathan Putra Perdana)
“Bahwa alasan-alasan kasasi dari Pemohon Kasasi/Tergugat tidak dapat dibenarkan, Judex Facti tidak salah dalam menerapkan hukum, bahwa Penggugat dengan klaimnya terhadap biaya operasi anaknya di RS MH. Thamrin karena Penggugat sendiri merupakan peserta program Asuransi Kesehatan Simas Medicare;
Bahwa tindakan Tergugat tidak membayar klaim asuransi Penggugat atas alasan bahwa adanya kelainan bawaan dari anak Penggugat yang dioperasi hingga meninggal dunia tidak dijamin oleh pihak asuransi/ Tergugat, merupakan kekeliruan karena penyakit anak Penggugat bukan merupakan kelainan/cacat bawaan tapi disebabkan Pemuntiran usus hingga perlu di lakukan tindakan operasi, dengan demikian Penggugat berhak atas klaim asuransi dan harus dibayarkan oleh Tergugat karena telah menimbulkan kerugian pada Penggugat”
15. Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 392/Pdt.G/2013/PN.Mdn tanggal 11 September 2014 dalam perkara antara Zulfiandi vs PT. Asuransi Multi Artha Guna, Tbk Cabang Medan, PT. Asuransi Multi Artha Guna, Tbk Pusat dan PT. Clipan Finance Indonesia, Tbk Cabang Medan:
• “Bahwa mengenai penolakan Tergugat I dan II atas Klaim Asuransi yang diajukan oleh Penggugat dengan alasan bahwa pada saat kendaraan berada di bengkel tidak ada pengamanan dan penjagaan dari pihak bengkel atau tidak berada dalam pengawasan dari Penggugat sehingga memperbesar resiko kehilangan, menurut pendapat Majelis Hakim setelah melihat dan mempelajari isi Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia khususnya Bab IV pasal 8 tidak ada ditentukan klausul mengenai standar pengamanan yang bagaimana yang harus dipenuhi oleh si Tertanggung untuk menghindari resiko atas kehilangan kendaraan tersebut, oleh karena itu alasan penolakan Tergugat I dan II tentang hal ini tidak dapat dibenarkan;
• Bahwa mengenai penolakan Tergugat I dan II atas klaim asuransi yang diajukan oleh Penggugat dengan alasan bahwa ternyata kendaraan tersebut telah dipergunakan untuk tujuan komersial yaitu mengangkut sawit, padahal dalam Polis Asuransi telah ditentukan mengenai penggunaan kendaraan adalah Non Commercial, menurut pendapat Majelis Hakim apabila dilihat ketentuan pasal 4 point 10 Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia disebutkan bahwa yang dimaksud dengan Penggunaan Komersial adalah Penggunaan atas kendaraan bermotor tersebut untuk disewakan atau menerima balas jasa, sedangkan terbukti dipersidangan bahwa kendaraan bermotor yang dibeli oleh Penggugat telah dipergunakan oleh Penggugat sendiri untuk mengangkut barang - barang hasil bumi yang dibeli oleh
Markaz Building Unit #508
Jl. Ciumbuleuit No.73, Ciumbuleuit, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40142 Phone: +62-81315352770 Mail : [email protected] Website: id-asklaw.com
Penggugat sendiri dari desa untuk dijual ke pasar dan bukan untuk disewakan mengangkut sawit sebagaimana dimaksudkan oleh Tergugat I dan II, dengan demikian alasan penolakan Tergugat I dan II tentang hal ini tidak dapat dibenarkan.”
16. Putusan Mahkamah Agung Nomor 548 K/Pdt.Sus-BPSK/2015 tanggal 22 September 2015 dalam perkara antara PT Asuransi Cigna vs Dio Utama Putra, Dkk
“Bahwa terlepas dari alasan-alasan kasasi, pokok perkara a quo adalah mengenai pelaksanaan suatu perjanjian yaitu Perjanjian Perlindungan Asuransi Jiwa Kredit antara almarhum Supardi (Termohon I) dengan PT Asuransi Cigna (Pemohon Keberatan) sehingga almarhum Supardi bukan termasuk konsumen, sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Pasal 1 angka 2 Keputusan Memperindag. Nomor 350/MPP/Kep/12/2001 tentang Pelaksanaan Tugas dan Wewenang BPSK, karena itu sengketa a quo adalah sengketa pelaksanaan perjanjian (ingkar janji) bukan sengketa konsumen sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Pasal 1 angka 8, sehingga BPSK in casu BPSK Kota Padang tidak berwenang memeriksa dan memutus perkara a quo”
17. Putusan Mahkamah Agung Nomor 318 K/Pdt.Sus-BPSK/2018 tanggal 18 April 2018 dalam perkara antara PT Asuransi Astra Buana vs Santo Edi Simatupang:
“Dikarenakan pokok sengketa antara Pemohon Keberatan (Teradu) dengan Termohon Keberatan (Pengadu), adalah karena tidak dicairkannya atau tidak dibayarnya klaim asuransi atas kehilangan barang jaminan berupa mobil milik Termohon Keberatan yang sebelumnya telah diikat dengan perjanjian asuransi, maka sengketa antara Pemohon Keberatan dengan Termohon Keberatan secara absolut mengandung unsur wanprestasi yang merupakan kewenangan Peradilan Umum (PN) dan bukan merupakan kewenangan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK), dengan demikian cukup alasan untuk membatalkan putusan Judex Facti dengan mengabulkan permohonan kasasi/Pemohon Keberatan, dan menyatakan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Medan tidak berwenang untuk memeriksa dan mengadili perkara a quo;”
18. Putusan Mahkamah Agung Nomor 1318 K/Pdt/2019 Tanggal 17 Juni 2019 dalam perkara antara PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia vs Agus Suwandi:
“Bahwa Pemohon Kasasi/Tergugat sebagai Penanggung telah wanprestasi dengan menolak membayar claim asuransi yang menjadi tanggungan Tergugat kepada pihak Penggugat karena meninggalnya Tertanggung (isteri Penggugat) dengan alasan Tertanggung meninggal karena penyakit asma bronkial berdasarkan keterangan dari dr Bunga, namun berdasarkan bukti P-19 dr Bunga telah mencabut keterangannya, sehingga asuransi a quo yang
Markaz Building Unit #508
Jl. Ciumbuleuit No.73, Ciumbuleuit, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40142 Phone: +62-81315352770 Mail : [email protected] Website: id-asklaw.com
didasarkan kepada medical record, tidak pasti kematian Tertanggung karena penyakit kronis, oleh karena Tergugat tidak mampu membuktikan kalau sebab penolakan tersebut termasuk dalam pengecualian perjanjian asuransi maka harus membayar polis asuransi yang telah ditandatangani oleh Tergugat tersebut kepada Penggugat”
19. Putusan Mahkamah Agung Nomor 1605 K/Pdt/2018 Tanggal 10 Agustus 2018 dalam perkara antara PT Asuransi Mega Pratama vs Tuan Benny dan Tuan Usman dan PT Bank Syariah Mandiri Kantor Pusat:
“Bahwa Penggugat telah melunasi kewajibannya pada Turut Tergugat, dengan demikian maka hak klaim asuransi dengan Nomor Polis PL.1211821C.0029 ada pada Penggugat dan menjadi kewajiban Tergugat untuk membayar klaim sesuai kewajiban hukum Tergugat sebagai perusahaan asuransi;
Bahwa Tergugat yang selalu menghindar untuk membayar klaim asuransi terbukti telah melakukan perbuatan melawan hukum”
20. Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 373/Pdt.G/2013/PN.Jkt.Sel tanggal 29 Oktober 2013 dalam perkara antara PT. Nusa Flying International vs PT. Asuransi Tugu Pratama Indonesia:
“Menimbang, bahwa mengenai Klaim asuransi dalam perjanjian Personal Accident and Loss of Licence Insurance Polis No. 1100035 tidak diatur mengenai pilihan penyelesaian sengketa dan perjanjian Personal Accident and Loss of Licence Insurance Polis No. 1100035 tersebut digabung menjadi satu dalam satu gugatan dengan klaim asuransi Aircraft Hull All Risk and Liabilities Insurance Polis No. 1100034 sedangkan dalam klaim asuransi Aircraft Hull All Risk and Liabilities Insurance Polis No. 1100034 Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tidak berwenang secara absolut untuk memeriksa dan mengadili, maka Majelis berpendapat seharusnya mengenai klaim Asuransi Personal Accident and Loss of Licence Insurance Polis No. 1100035 diajukan dalam gugatan tersendiri sehingga terpisah dengan perjanjian Aircraft Hull All Risk and Liabilities Insurance Polis No. 1100034, dengan demikian oleh karena itu mengenai klaim Asuransi Personal Accident and Loss of Licence Insurance Polis No. 1100035 haruslah dinyatakan tidak dapat diterima”