PEMBUATAN AKTA SYARIAH OLEH NOTARIS DI WILAYAH PURWOKERTO DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Analisis Kritis Terhadap Keabsahan Saksi)
Teks penuh
Dokumen terkait
Hal tersebut berbeda apabila karyawan notaris memberikan kesaksian di persidangan dalam kedudukannya sebagai saksi instrumentair, maka karyawan notaris bertanggung
Pasal 16 ayat (7) revisi Undang-Undang Jabatan Notaris menentukan: “Pembacaan akta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf l tidak wajib dilakukan, jika penghadap menghendaki
Dalam prespektif Undang-Undang Jabatan Notaris (UUJN), sebenarnya perbuatan- perbuatan yang telah dilakukan baik oleh Notaris San Smith, SH., diatur dengan jelas dalam
Hal ini berdasarkan Al-Quran surat Al-Baqarah Ayat 282, sedangkan kedudukan saksi dalam UUJN harus dihadiri paling sedikit 2 (dua) orang saksi dan saksi yang dimaksud harus
Pada kenyataannya banyak notaris yang tidak mengutamakan perlindungan hukum bagi saksi instrumenter, walaupun kesaksian dari saksi instrumenter dalam pengadilan mempunyai peranan
Pasal 16 ayat (1) huruf l dan Pasal 16 ayat (7) dan (8) termasuk ke dalam cacat bentuk akta notaris, sebab pembacaan akta oleh notaris di hadapan para pihak dan saksi adalah
4 Sementara itu, sebagaimana termaktub pada Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 yang berkenaan dengan Perubahan Undang-Undang Jabatan Notaris nomor 30 tahun 2004 UUJN
Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris selanjutnya disebut UUJN, menjelaskan bahwa notaris itu