457
KEMAMPUAN KELANCARAN PROSEDURAL PADA SISWA KELAS X SMA
Nida Khairunnisa(1), Rinda Nurhasanah(2), Cucu Oktavianingsih(3), Anggita Maharani(4)
(1)Universitas Swadaya Gunung Jati, Jalan Perjuangan No. 1, Cirebon;
(2) Universitas Swadaya Gunung, Jalan Perjuangan No. 1, Cirebon;
(3) Universitas Swadaya Gunung, Jalan Perjuangan No. 1, Cirebon;
(4) Universitas Swadaya Gunung, Jalan Perjuangan No. 1, Cirebon;
Abstract Procedural fluency is the ability to choose, use, utilize and modify or improve procedures in solving problems. This ability as "knowing how" is very supportive of students 'success in solving problems quickly and precisely on the story questions Three Variable Linear Equation System (SPLTV) which is studied by class X students. Therefore, this study aims to determine students' procedural fluency Class X High School (SMA) on SPLTV material which is reviewed in terms of gender and knowing the differences in procedural fluency of high school students in class X of the Natural Sciences (IPA) and Social Sciences (IPS) programs which are reviewed in terms of gender. The research method will be used is a quantitative research method with a descriptive type. The instruments of this research are tests and interviews. Data processing techniques carried out in this study were in the form of test question validation and data analysis carried out in the form of differences in procedural fluency of students which were reviewed by gender through an average test of two samples. The results and discussion in this study is a description of the results of hypothesis testing that has been obtained.
Keywords: Procedural fluency, SPLTV, Gender
Abstrak Kelancaran prosedural adalah suatu kemampuan dalam memilih, menggunakan, memanfaatkan serta memodifikasi atau memperbaiki prosedur dalam menyelesaikan masalah. Kemampuan ini sebagai “mengetahui bagaimana”
yang sangat menunjang keberhasilan siswa dalam menyelesaikan masalah dengan cepat dan tepat pada soal cerita Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) yang dipelajari oleh siswa kelas X. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kelancaran prosedural siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas X pada materi SPLTV yang ditinjau dari segi gender serta mengetahui adanya perbedaan kemampuan kelancaran prosedural siswa SMA kelas X program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang ditinjau dari segi gender. Metode penelitian akan digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan jenis deskriptif. Instrumen penelitian ini adalah tes dan wawancara. Teknik
458 pengolahan data yang dilakukan pada penelitian ini berupa validasi soal tes dan analisis data yang dilakukan berupa perbedaan kemampuan kelancaran prosedural siswa yang ditinjau berdasarkan gender melalui uji rata-rata dua sampel. Hasil dan pembahasan pada penelitian ini berupa deskripsi hasil uji hipotesis yang telah diperoleh.
Kata Kunci: Kelancaran Prosedural, SPLTV, Gender
1. Pendahuluan
Matematika adalah mata pelajaran yang dipelajari disemua jenjang sekolah, mulai dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi negeri maupun swasta. Tidak diragukan lagi bahwa pembelajaran matematika berhubungan erat dengan kehidupan sehari-hari, oleh karena itu sangat penting bagi manusia mempelajarinya. Seperti yang dikemukakan oleh Ferdianto, Setiyani, dan Maharani (2015: 137) matematika merupakan ilmu dasar yang mempunyai peranan amat penting dalam upaya penguasaan ilmu dan teknologi baik ditinjau dari aspek terapan maupun aspek penalaran.
Kemampuan matematika yang rendah dapat ditingkatkan dengan mengembangkan kecakapan matematika (mathematical proficiency). Menurut Kilpatrick (Irawan, 2018) kecakapan matematika terdiri dari 5 komponen yang tidak dapat terpisahkan diantaranya: Conceptual understanding (pemahaman konsep), Prosedural fluency (kelancaran prosedural), Strategic competency (kompetensi strategis), Adaptive reasoning (penalaran adaptif), dan Productive Disposition (disposisi produktif).
Prosedural fluency (kelancaran prosedural) menurut Kilpatrick (Heid, Wilson, dan Blume, 2015: 15) merupakan keadaan dimana seseorang mengetahui beberapa kondisi untuk kapan dan bagaimana suatu prosedur dapat diterapkan dan dapat menerapkannya dengan kompeten. Dalam kecakapan matematika, kelancaran prosedural dianggap sebagai “mengetahui bagaimana” dari kemampuan matematika, kelancaran seperti itu berguna karena kemampuan dengan cepat mengingat dan akurat menjalankan prosedur secara signifikan membantu dalam penyelesaian masalah matematika.
National Council of Teachers of Mathematics (Larasati dan Yunianta, 2017: 996) menyatakan dalam mengembangkan kemampuan kelancaran prosedural siswa perlu latihan. Latihan yang dilakukan oleh siswa secara mandiri akan
459 menanamkan konsep/pengetahuan prosedur dan menunjang keberhasilan belajar (Hartono dan Noto, 2017: 322). Akan tetapi, rutinnya siswa dalam berlatih memecahkan masalah dipengaruhi oleh sifat dan motivasi yang dimiliki siswa laki-laki ataupun siswa perempuan (MZ, 2013).
Menurut Fazlurrachman (Purwanti, 2013: 112) istilah gender digunakan untuk menjelaskan perbedaaan perempuan dan laki-laki. Hasil observasi dalam penelitian Geary, Saults, dan Liu (Usodo:2012) perbedaan secara biologis pada otak perempuan dan laki-laki, secara umum perempuan unggul dalam bidang bahasa dan laki-laki unggul dalam bidang matematika. Dilla, Hidayat dan Rohaeti (2018) menyatakan bahwa terdapat perbedaan sikap belajar antara siswa laki-laki dan siswa perempuan dimana siswa perempuan mempunyai strategi belajar yang lebih banyak dibandingkan laki-laki.
Pada Silabus Matematetika Wajib Kelas X Kurikulum 2013 revisi 2017 terdapat materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel atau disingkat menjadi SPLTV.
Materi ini mengandung suatu persamaan linear (persamaan dengan variabel berderajat satu) yang memiliki tiga buah variabel diantaranya dan , serta dapat diselesaikan menggunakan tiga buah persamaan yang pada akhirnya memungkinkan memiliki satu buah penyelesaian. Aplikasi SPLTV biasa kita temui dalam kehidupan sehari-hari misalnya pada penentuan harga barang (bidang ekonomi), pembuatan sketsa bangunan (bidang arsitektur) dan lain- lain. Sistem Persamaan Linear Tiga Variebel memiliki beberapa metode penyelesaian diantaranya metode eliminasi, substitusi, eliminasi-subtitusi dan determinan.
Hasil observasi peneliti pada siswa kelas X program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) Kabupaten Cirebon pada bulan September 2018. Setelah siswa mendapatkan pembelajaran tentang beberapa metode dalam menyelesaikan SPLTV, memberi gambaran bahwa siswa mengalami kebingungan dalam memilih metode penyelesaian saat mengerjakan soal latihan sehingga saat pengerjaan latihan siswa selalu bertanya tentang metode apa yang harus digunakan meskipun pada saat itu sudah dibebaskan menggunkan metode yang dipahaminya; saat mengerjakan soal cerita beberapa siswa pun masih bingung dalam membentuk model matematika; dan kebanyakan siswa masih mengalami kesalahan kecil pada beberapa tahap terakhir sebagai salah satu contoh , setelah tahap ini seharusnya atau tetapi siswa menuliskannya .
460 Kesulitan-kesulitan yang dihadapi tersebut pun berdampak siswa membutuhkan waktu kisaran 15 sampai 20 menit dalam mengerjakan satu soal cerita. Hal ini pun sejalan dengan Farida (2015) bahwa siswa banyak mengalami kesulitan saat mengerjakan soal cerita.
2. Kemampuan Kelancaran Prosedural
Kelancaran prosedural menurut NCTM (Larasati dan Yunianta, 2017:998) adalah kemampuan siswa dalam menerapkan/memilih prosedur dengan tepat dan sesuai sebagai penyelesaian masalah kontekstual, dan Rittle Johnson dan Schneider (Badjeber dan Mailili, 2018:42) menyatakan bahwa kelancaran prosedural adalah kemampuan dalam memilih atau membuat algoritma dalam memecahkan suatu permasalahan. Dari beberapa definisi tersebut dapat diketahui bahwa kelancaran prosedural merupakan suatu kemampuan dalam menerapkan/memilih/membuat suatu algoritma penyelesaian masalah secara fleksibel, efisien dan efektif.
Adapun indikator kelancaran prosedural menurut Kilpatrick, dkk (Lestari dan Yudhanegara, 2017), yaitu: a) Memilih prosedur; b) Menggunakan prosedur; c) Memanfaatkan prosedur prosedur; d) Memodifikasi atau memperbaiki prosedur; e) Mengembangkan prosedur.
3. Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV)
Noormandiri (2016) persamaan tiga variabel berbentuk: , dimana dan merupakan konstanta dan dan nilainya tidak sama dengan nol. Bentuk umum dari Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) sebagai berikut.
yang mempunyai satu penyelesaian untuk , yaitu .
Dalam menyelesaikan sistem persamaan linear tiga variabel (SPLTV) dapat digunakan beberapa metode penyelesaian diantaranya eliminasi dan subtitusi (Noormandiri, 2016:90), eliminasi-substitusi (Sukino, 2016) dan menggunakan konsep determinan matriks (Sinaga, dkk , 2017).
4. Gender
461 Gender (Suhra, 2013) dalam bahasa Inggris berarti jenis kelamin. Sedangkan menurut Puspitawati (2010:18) gender merupakan atribut sosial yang dibuat oleh masyarakat setempat dalam hal perbedaan peran, fungsi, pesifatan, kedudukan, tanggung jawab dan hak perilaku antara perempuan dan laki- laki.
Wang, Eccles dan Kenny (2013:1) menyatakan bahwa pola perbedaan gender dalam matematika dan kemampuan verbal dapat menyebabkan perempuan memiliki pilihan karir yang lebih luas, dibandingkan laki-laki. Dan dalam penelitiannya pun ditemukan kelompok dengan matematika tinggi dan kemampuan verbal tinggi termasuk lebih banyak dari pada perempuan.
MZ (2013) menjelaskan bahwa pembelajaran matematika jika ditinjau berdasarkan gender, dapat diketahui bahwa perempuan memiliki keunggulan dalam hal kemampuan komunikasi (verbal) matematis, motivasi, dan terorganisasi dalam belajar, sedangkan laki-laki memiliki keunggulan dalam hal kinerja, kemampuan spasial.
5. Metode
Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini akan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Beber. Responden penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Beber program IPA dan IPS. Pengumpulan data berupa tes tertulis, dan wawancara. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes bentuk soal cerita berjumlah 3 soal dan wawancara berjumlah 8 pertanyaan. Tes yang diujikan akan terlebih dahulu divalidasi oleh validator. Untuk mengetahui layak atau tidaknya soal uraian yang akan diberikan kepada siswa.
Teknik analisis data yang digunakan adalah sebagai berikut.
Tabel 1. Analisis Data
No. Rumusan Masalah Analisis data
1
Bagaimana kemampuan kelancaran prosedural Siswa kelas X program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada Materi Sistem Persamaan Linear Tiga ditinjau dari gender?
Uji Normalitas,
Uji Homogenitas, Uji Independent t-test atau Uji Mann Whitney 2 Bagaimana kemampuan kelancaran
prosedural Siswa kelas X program Ilmu
462 Pengetahuan Sosial (IPS) pada Materi
Sistem Persamaan Linear Tiga ditinjau dari gender?
3
Apakah ada perbedaan kemampuan kelancaran prosedural antara Siswa SMA kelas X program IPA dan IPS jika ditinjau dari gender?
6. Daftar Pustaka
Andri, T. (2012). Efektifitas Matematika Menggunakan Pendekatan Kontekstual terhadap Prestasi Belajar Matematika ditinjau dari Kemampuan Awal Siswa Kelas V SD Se-Kecamatan Bangunrejo Kabupaten Lampung Tengah.Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika (JIPM). Vol. 1 No. 1 Hal.1-20.
Astuti, S. P.(2015). Pengaruh Kemampuan Awal dan Minat Belajar terhadap Prestasi Belajar Fisika. Jurnal Formatif. Vol. 5 No. 1 Hal.
68-75.
Badjeber, R. dan Mailili, W. H.(2018). Analisis Pengetahuan Prosedural Siswa Kelas SMP pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Ditinjau dari Gaya Kognitif. Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika (JPPM). Vol. 11 No. 2 Hal. 41-54.
Dilla, S.C., Hidayat, W., dan Rohaeti, E. E. 2018. Faktor Gender dan Resiliensi dalam Pencapaian Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMA. Journal of Medives. Vol.2 No. 1 Hal. 126- 136.
Ferdianto, F., Setiyani, S., dan Maharani, A. 2015. Uji Komparasi Antara Kemampuan Penalaran Matematis Mahasiswa yang Berasal dari Lulusan SMA IPA dan Bukan IPA pada Mata Kuliah Kalkulus III di Unswagati Cirebon. Jurnal Euclid. Vol. 2 No. 1 Hal. 137-145.
Hartono, W . dan Noto, MS. Pengembangan Modul Berbasis Penemuan Terbimbing untuk Meningkatkan Kemampuan Matematis pada Perkuliahan Kalkulus Integral. Juranal JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika). Vol. 1 No. 2 Hal. 320-333.
Herawati, R.F., Mulyani, S. dan Redjeki, T.(2013). Pembelajaran Kimia Berbasis Multiple Representasi ditinjau dari Kemampuan Awal terhadap Pstasi Belajar Laju Reaksi Siswa SMA Negeri 1 Karanganyar Tahun Pelajaran 2011/2012. Vol. 2 No. 2 Hal.38-43.
Irawan, B. P.(2018). Kecakapan Matematis (Mathematical Proficiency) Siswa dalam Pembelajaran Open Ended di Sekolah Menengah Pertama. Juranal Perspektif Pendidikan. Vol. 12 No. 1 Hal. 60-71.
463 Larasati, F.A. dan Yunianta, T. N. H. 2017. Analisis Kelancaran Prosedural Siswa Sekolah Menengah Pertama pada Materi Operasi Aljabar. Jurnal Mitra Pnedidikan. Vol.1 No.10 Hal.995- 1006.
Lestari, K. E. dan Yudhanegara, M. R.(2017). Penelitian Pendidikan Matematika (Panduan Praktis Menyusun Skripsi, Tesis, dan Laporan Penelitian dengan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi Disertai dengan Model Pembelajaran dan Kemampuan Matematis).
Bandung: PT. Refika Aditama.
MZ, Z.A.(2013). Perpektif Gender dalam Pembelajaran Matematika.
marwah. Vol.12 No. 1 Hal. 15-31.
Noormandiri, B. K.(2016). Matematika Jilid 1 untuk SMA/MA Kelas X Kelompok Wajib. Jakarta: Erlangga.
Soebagyo, J.(2017). Profil Pembelajaran dalam Mengakomodasi Mathematical Proficiency. Jurnal Euclid. Vol. 3 No. 2 Hal. 474-490.
Sinaga, B., dkk.(2017). Matematikauntuk Siswa SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Edisi Revisi 2017. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Sukino, S.(2016). Matematika Jilid 1A untuk SMA/MA Kelas X Semester 1 Kelompok Wajib. Jakarta: Erlangga.
Suhra, S. (2013). Kesetaraan Gender dalam Perspektif Al-Quran dan Implikasinya terhadap Hukum Islam. Jurnal Al-Ulum. Vol. 13 No.
2 Hal. 373-394.
Purwanti, K.L. 2013. Perbedaaan Gender terhadap Kemampuan Berhitung Matematika Menggunakan Otak Kanan pada Siswa Kelas 1. SAWWAI. Vol. 9 No. 1 Hal. 107-122.
Puspitawati, H.(2010). Perspektif Peran Gender terhadap Pekerjaan Domestik dan Publik pada Mahasiswa IPB. Yin Yang : Jurnal Studi Gende dan Anak. Vol. 5 No. 1. Hal. 17-34.
Usodo, B. 2012. Karakteristik Intuisi Siswa SMA dalam Memecahkan Masalah Ditinjau dari Kemampuan Matematika dan Perbedaan Gender. AKSIOMA. Vol.1 No. 1 Hal. 1-14.
Wang, M.T., Eccles, J.S., dan Kenny, S. 2013. Not Lack of Ability but More Choice: Individual and Gender Difference in Choice of Careers in Science, Technology, Engineering, and Mathematics. Association Psychological Sciene. Vol. 20 No. 10 Hal. 1-6. doi:
10.1177/0956797612458937.