• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEADAAN UMUM Sejarah dan Perkembangan Perusahaan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEADAAN UMUM Sejarah dan Perkembangan Perusahaan"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

14

KEADAAN UMUM

Sejarah dan Perkembangan Perusahaan

PT Puri Sekar Asri yang terletak di daerah Pondok Labu, Jakarta Selatan didirikan oleh Ir. Subiyanto pada tahun 1976. Perusahaan ini memulai bisnis dengan

budidaya tanaman anggrek kemudian diikuti pembibitan tanaman hias. Setelah Ir. Subiyanto meninggal dunia, perusahaan diserahkan kepada Ibu Atie Subiyanto

hingga sekarang (2011). Tahun 1994 Puri Sekar Asri menjadi sebuah Perseroan Terbatas (PT) berbadan hukum nomor 228 dengan nama PT Puri Sekar Asri. Tahun 1997 PT Puri Sekar Asri menjadi anggota Asosiasi Bunga Indonesia (Asbindo).

Kantor pusat perusahaan berlokasi di Jl. Pangkalan Jati no. 513/A, Jakarta Selatan. Lokasi ini merupakan pusat kegiatan untuk divisi landscape, rental tanaman hias dan angrek. Kantor pemasaran bunga potong (Trader) mulai tahun 1995 berlokasi di Jl. H. Saidi V no. 11, Cipete, Jakarta Selatan. Saat ini perusahaan memiliki 3 kebun produksi, yaitu: kebun Cibodas yang digunakan untuk produksi bunga potong, kebun Depok, dan kebun Pangkalan Jati digunakan untuk produksi anggrek pot.

Peningkatan usaha dilakukan dengan perluasan lahan secara konsisten, serta pengembangan teknologi terapan yang kemudian sangat membantu dalam upaya peningkatan mutu dan kuantitas produksi. Saat ini perusahaan memiliki berbagai divisi kegiatan usaha, diantaranya adalah nursery, trading, landscape, rental tanaman, florist, dan dekorasi. Permintaan bunga potong yang terus meningkat merupakan peluang pasar yang cukup cerah bagi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan mulai membudidayakan bunga potong seperti gerbera, mawar, lily, lisianthus, dan ruscus sebagai daun potong.

Visi perusahaan adalah menjadi perusahaan yang unggul di bidang tanaman hias dalam hal mutu, pertumbuhan, dan kemampuan memperoleh keuntungan. Melalui visi tersebut, perusahaan berusaha untuk meningkatkan dan mengembangkan produk-produk yang berkualitas tinggi.

Misi perusahaan adalah memenuhi kebutuhan konsumen dengan produk berkualitas unggul dan memberikan pelayanan prima. Hal tersebut dilakukan untuk menciptakan hubungan yang interaktif antara perusahaan dan konsumen. Pencapaian

(2)

inovasi untuk menghasilkan produktivitas tinggi dilakukan untuk memperoleh keuntungan yang optimal untuk menjaga kesinambungan hidup perusahaan dan kesejahteraan bagi seluruh karyawan.

Lokasi Perusahaan dan Letak Wilayah Administratif

PT Puri Sekar Asri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang florikultur. Perusahaan ini berpusat di Jl. Pangkalanjati I no. 513/A, Jakarta Selatan sedangkan kantor pemasaran bunga potongnya berada di Jl. H. Saidi V no. 11, Cipete, Jakarta Selatan. Kebun produksi PT Puri Sekar Asri berlokasi di Jl. Raya Maribaya Timur Rt 03/Rw 06 Desa Cibodas, Kecamatan Lembang. Jarak dari Desa Cibodas ke ibukota kecamatan adalah 8 km. Waktu tempuh ke ibukota kecamatan dengan menggunakan kendaraan bermotor adalah 0.5 jam. Akses transportasi dan jaringan telekomunikasi yang baik memudahkan untuk mencapai lokasi perusahaan.

Desa Cibodas berada pada 6 ° 48’42” LS – 107 ° 37’3” BT dengan ketinggian 1 260 mdpl. Desa Cibodas terletak pada wilayah yang berbukit–bukit. Wilayah adminstratif Desa Cibodas berbatasan dengan Desa Wangunharja di sebelah Utara, Desa Cimenyan di sebelah Selatan, Desa Suntenjaya di sebelah Timur dan Desa Langensari di sebelah Barat.

Keadaan Iklim dan Tanah

Curah hujan di Desa Cibodas pada tahun 2010 adalah 3 296.8 mm/tahun dengan 150 hari hujan. Suhu harian di Ds. Cibodas berkisar 15 °C sampai dengan 24 °C dan kelembaban relatif harian 82 % (Stasiun Klimatologi Margahayu II Lembang, 2011). Data cuaca selekapnya dapat dilihat pada (Lampiran 5 dan 6). Jenis tanah di kebun Cibodas adalah andosol dengan struktur lempung berliat sampai lempung berdebu. Tanah andosol memiliki pH antara 5.0–6.5.

Luas Area dan Tata Guna Lahan

Kebun Cibodas adalah kebun yang disewa oleh PT PSA untuk melakukan kegiatan produksi bunga potong. Kebun dengan luas 1 ha ini awalnya adalah lahan tidur

(3)

milik penduduk sekitar. Pada tahun 1996 PT PSA mulai menyewa lahan tersebut hingga saat ini (2011). Keputusan perusahaan untuk menyewa lahan di desa Cibodas antara lain disesuaikan oleh kondisi iklim dan tanah yang cocok untuk budidaya bunga potong, biaya produksi dan tenaga kerja yang murah, serta sewa lahan yang murah, dan kemudahan dalam mengakses transportasi sebagai pendukung dari proses produksi.

Luas keseluruhan kebun Cibodas adalah 1 ha, yang terbagi menjadi kebun produksi dan fasilitas penunjang. Luas kebun produksi adalah 0.85 ha berupa greenhouse yang digunakan untuk memproduksi bunga potong lily, lisianthus, mawar, gerbera, dan hortensia serta ruskus sebagai daun potong. Fasilitas penunjang seluas 0.15 ha terdiri dari kantor, mess karyawan, cool storage, packing house, gudang penyimpanan, bak penampungan air, dan lahan terbuka yang biasa ditanam sayuran oleh karyawan. Denah dari kebun Cibodas dapat dilihat pada (Lampiran 7).

Kebun Cibodas memliki 2 greenhouse yang terdiri dari 11 blok. Greenhouse I terdiri dari 9 blok dengan luas 8 000 m2. Greenhouse I digunakan untuk memproduksi bunga lily sebanyak 47 bedeng dengan luas ± 60 m2 per bedeng, bunga mawar sebanyak 36 bedeng dengan luas ± 45 m2 per bedeng, bunga gerbera sebanyak 108 bedeng dengan luas ± 30 m2 per bedeng, bunga lisianthus 6 bedeng dengan luas ± 30 m2 per bedeng, bunga hortensia, dan daun potong ruscus yang ditanam di pinggir greenhouse. Greenhouse II terdiri dari 2 blok dengan luas 500 m2. Gereenhouse II digunakan untuk memproduksi bunga lily sebanyak 2 blok.

Bangunan greenhouse diantaranya berfungsi untuk melindungi tanaman dari terpaan air hujan, mengurangi intensitas cahaya yang masuk, mengurangi tingkat serangan OPT, dan menjaga agar suhu dan kelembaban udara tetap ideal. Greenhouse yang dimiliki PT PSA berbentuk Piggy Back yang disatukan menjadi satu blok greenhouse besar (multispan). Tiang bangunan greenhouse I terbuat dari kayu yang telah diberi pondasi beton, sedangkan tiang greenhouse II terbuat dari bambu gajah yang dilapisi oleh plastik pada bagian bawahnya (pondasi). Atap bangunan greenhouse terbuat dari bahan polyethylene dengan ketebalan 2 µm. Bahan polyethylene dipilih karena harganya murah, ukuranya besar dan mudah dipasang. Kekurangan dari penggunaan atap berbahan polyethylene adalah jangka waktu penggunaannya pendek (2–3 tahun). Greenhouse memiliki dinding yang terbuat dari bahan screen. Screen

(4)

berfungsi untuk memberikan ventilasi alami yang mampu mengontrol suhu dalam greenhouse dan mengurangi serangan OPT.

Bangunan greenhouse I adalah bangunan lama yang dibuat pada tahun 1994. Kondisi greenhouse I kurang baik Gambar 2. Screen pada dinding greenhouse I banyak yang sobek dan hilang sedangkan greenhouse di blok G (bunga gerbera) belum terpasang atap. greenhouse II yang pembangunannya baru selesai pada bulan Maret 2011 kondisinya masih baik Gambar 3. Kurangnya perhatian perusahaan terhadap perbaikan greenhouse merupakan salah satu faktor yang mengakibatkan penurunan produksi bunga potong gerbera.

Gambar 2. Konstruksi Bangunan Greenhouse I

Gambar 3. Konstruksi Bangunan Greenhouse II

Tiang kayu Pondasi beton Atap polyethylene Dinding screen Atap polyethylene Paranet Dinding screen Tiang bambu

Pondasi bambu yang dilapisi plastik

(5)

Keadaan Tanaman dan Produksi

Bahan tanam awal yang digunakan adalah tanaman dalam media polybag yang berasal dari perusahaan Florist di Belanda. Perusahaan terakhir mengimpor bibit dari Belanda pada tahun 1997. Setelah itu, perusahaan hanya menggunakan bibit hasil anakan dari bibit asli atau biasa diberi nama bibit ex-impor. Rata–rata umur tanaman yang berada di kebun Cibodas saat ini adalah 14 bulan setelah tanam anakan. Populasi tanaman gerbera yang ada di kebun Cibodas ± 36 000 tanaman. Kontinuitas produksi dijaga dengan cara pemeliharaan yang teratur. Bunga potong yang dihasilkan kemudian dipasarkan secara individual maupun perusahaan yang membutuhkan pasokan bunga secara rutin. Hasil panen dicatat agar dapat melihat kemajuan produksinya. Produksi bunga potong gerbera PT Puri Sekar Asri bulan Januari–Juni tahun 2010 dan bulan Januari–Juni 2011 dapat dilihat pada (Gambar 4).

Keterangan: Rata-rata produksi 2010= 6 910 tangkai. Rata-rata produksi 2011= 14 343 tangkai.

Gambar 4. Produksi Gerbera PT PSA Bulan Januari–Juni Tahun 2010 dan Bulan Januari–Juni Tahun 2011

Rata–rata produksi pada bulan Januari–Juni tahun 2010 lebih rendah dibandingkan rata–rata produksi pada bulan Januari–Juni tahun 2011. Hal tersebut diduga karena curah hujan pada bulan Januari–Juni tahun 2010 lebih tinggi jika

10420 3550 5860 9500 8260 3870 17100 21600 16050 11580 10750 8980 0 500 1000 1500 2000 2500 JAN '10 FEB '10 MAR '10 APR '10 MEI '10 JUN '10 JAN '11 FEB '11 MAR '11 APR '11 MEI '11 JUN '11 Ju m lah Pro d u ksi (t an gka i) Bulan Rata-rata produksi 2011 Rata-rata produksi 2010

(6)

dibandingkan dengan curah hujan bulan Januari–Mei tahun 2011 (Lampiran 6). Curah hujan yang tinggi dengan kondisi atap dan dinding greenhouse yang terbuka dan belum selesai diperbaiki (Gambar 5a) dapat mengakibatkan penurunan kualitas bunga potong gerbera. Rendahnya produksi bunga gerbera juga dipengaruhi oleh umur tanaman. Pada tahun 2010 tanaman baru berumur kurang lebih 2 bulan setelah tanam anakan pada awal tahun 2010, sehingga produksinya masih rendah. Pada tahun 2011 produksi lebih tinggi dengan umur tanaman 14 bulan setelah tanam anakan.

Kerusakan atap mengakibatkan air hujan dan cahaya matahari langsung mengenai tanaman, mempercepat pertumbuhan gulma yang bisa menjadi inang bagi hama dan penyakit, dan memungkinkan masuknya hama penyakit ke dalam greenhouse sehingga dapat menyerang tanaman gerbera. Saat musim penghujan datang air dapat langsung masuk ke dalam greenhouse (Gambar 5b). Air hujan yang memercik dan mengenai permukaan bunga dan daun dapat menjadi jalan masuk bagi penyakit. Percikan air hujan yang mengenai permukaan bunga akan mengakibatkan permukaan bunga menjadi kotor dan tidak layak dipanen. Menurut Sheela (2008), lingkungan yang terkendali seperti di dalam greenhouse dapat meningkatkan produksi bunga potong gerbera sebesar 25 – 60 %.

Gambar 5. Kondisi Greenhouse pada Blok G: (a) Greenhouse yang Belum Selesai Diperbaiki, (b) Kondisi Greenhouse Setelah Hujan

(7)

Struktur Organisasi dan Ketenagakerjaan

PT Puri Sekar Asri merupakan perusahaan baru dengan stuktur organisasi yang masih sederhana dan bersifat sentralisasi. Fungsi-fungsi umum seperti pemasaran, administrasi, logistik, akuntasi dan pengaturan sumberdaya manusia masih dilakukan di kantor pusat, sedangkan bagian produksi hanya menjalankan fungsi produksi. Struktur organisasi di PT PSA dari jabatan tertinggi hingga terendah secara berturut-turut adalah direktur utama, direktur, manager, kepala bagian (divisi), dan karyawan (Lampiran 8).

PT PSA dipimpin oleh direktur utama yang bertugas mengelola perusahaaan dan merencanakan strategi perusahaan. Direktur utama langsung membawahi direktur. Direktur bertugas membuat kebijakan serta prosedur kerja, memeriksa prosedur kebijakan yang dijalankan oleh perusahaan, dan membina hubungan baik dengan instansi pemerintah dan swasta yang terkait dalam kegiatan usaha. Direktur langsung membawahi manajer pemasaran, manajer kebun Lembang dan manajer umum.

Manajer pemasaran berperan dalam mengelola perencanaan pemasaran. Manajer pemasaran langsung membawahi karyawan bagian pemasaran. Tugas dan tanggung jawab manajer pemasaran adalah: 1) Melaksanakan rencana berbagai aktivitas strategi pemasaran dengan segmentasi pasar yang jelas; 2) Menetapkan target setiap program aktivitas pemasaran, serta melakukan evaluasi keefektifan strategi yang digunakan; 3) Memastikan program operasional yang telah direncanakan berjalan dengan baik; 4) Memberi masukan kepada Direktur mengenai situasi dan kondisi pasar dari waktu ke waktu; 5) Membina kerjasama dengan konsumen untuk mendukung tercapainya target pemasaran; 6) Melakukan kontrol terhadap pemakaian budget secara efektif dan efisien serta dapat dipertanggungjawabkan.

Wewenang manajer pemasaran diantaranya: 1) Mengusulkan budget tahunan dan meminta persetujuan direktur untuk menggunakan biaya dalam aktivitas pemasaran sesuai dengan budget yang disetujui; 2) Turut menentukan vendor (suplier yang akan

bekerjasama); 3) Menentukan konsep aktivitas promosi yang akan dilakukan; 4) Melakukan koordinasi dengan semua bagian yang terkait dengan tugas dan tanggung

(8)

Manajer produksi berperan dalam mengelola perencanaan produksi. Manajer produksi langsung membawahi kepala divisi packing, kepala divisi produksi dan kepala

divisi umum dan logistik. Tugas dan tanggung jawab manajer produksi adalah: 1) Membuat usulan kebijakan, saran, peraturan, dan prosedur kerja yang berlaku di

divisi masing–masing; 2) Melakukan supervisi, pengarahan, dan pembinaan kepada tiap

divisi atas pelaksanaan program kerja, dan tercapainya sasaran perusahan; 3) Menerapkan teknik budidaya yang benar dan sesuai prosedur untuk masing–masing

jenis tanaman agar tercapai target produksi dengan kualitas produk yang layak jual; 4) Membina kerjasama dengan suplier unuk mendukung terlaksananya prosedur kerja dan tercapainya target produksi; 5) Melakukan kontrol terhadap penggunaan budget secara efektif dan efisien serta dapat dipertanggungjawabkan.

Wewenang manajer pemasaran diantaranya: 1) Mengusulkan budget tahunan dan meminta persetujuan direktur untuk menggunakan biaya dalam aktifitas pemasaran sesuai dengan budget yang disetujui; 2) Turut menentukan vendor (suplier yang akan bekerjasama); 3) Melakukan koordinasi dengan semua bagian yang terkait dengan tugas dan tanggung jawab manajer produksi.

Manajer umum perperan dalam mengelola ketenagakerjaan dan keuangan perusahaan. Manajer umum langsung membawahi kepala divisi HRD dan kepala divisi

accounting dan financial. Tugas dan tanggung jawab manajer umum adalah: 1) Merencanakan, mengorganisir dan mengontrol cash flow perusahaan; 2) Menerima,

memeriksa, memproses dan mengontrol seluruh pengeluaraan perusahaan; 3) Mengontrol pembayaran kepada suplier melalui bagian financial; 4) Mengkoordinir

laporan keuangan yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan; 5) Membuat administrasi, perizinan, dan surat menyurat yang berhubungan dengan perusahaan dan kegiatannya.

Wewenang manajer umum diantaranya: 1) Melakukan pemeriksaan dan kontrol terhadap seluruh transaksi keuangan perusahaan, termasuk yang terkait dengan divisi lain; 2) Mengusulkan budget tahunan dan meminta persetujuan direktur untuk menggunakan biaya dalam aktifitas pemasaran sesuai dengan budget yang disetujui; 3) Menentukan perusahaan yang akan bekerjasama dengan perusahaan; 4) Mengatur penugasan supir dan penggunaan kendaraan operasional.

(9)

Tenaga kerja PT Puri Sekar Asri terdiri dari tenaga kerja tetap dan tenaga kerja tidak tetap. Tenaga kerja tetap merupakan merupakan staf kantor yang berada di kantor pusat Jakarta dan kebun. Tenaga kerja tidak tetap merupakan karyawan kebun yang bekerja secara harian. Total tenaga kerja tetap di kebun Cibodas yaitu 12 orang. Tenaga tidak tetap diperoleh dari masyarakat yang tinggal di sekitar kebun. Tenaga tidak tetap hanya datang jika ada pekerjaan yang bersifat borongan.

Karyawan kebun dan karyawan kantor masuk setiap hari. Pekerjaan dimulai pada pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 15.30 WIB. Waktu istirahat pukul 12.00– 13.00 WIB, sedangkan di kebun jam istirahan ditambah yaitu pada pukul 09.00– 09.30WIB. Tenaga kerja tetap di kantor kebun mendapatkan libur secara bergilir dalam satu bulan. Tenaga kerja tidak tetap mendapatkan uang lembur untuk mengganti libur.

Sistem penggajian dilakukan berdasarkan tingkat pendidikan, keterampilan dan jabatan yang dimiliki oleh tenaga kerja. Upah karyawan harian dihitung berdasarkan jumlah hari kerja dalam satu minggu. Selain upah dan gaji yang diterima karyawan, perusahaan juga memberikan tunjangan seperti jaminan kesehatan, biaya makan, tunjangan Hari Raya dan insentif khusus untuk pekerja lembur. Gaji untuk tenaga kerja pria diberikan pada akhir bulan, sedangkan upah tenaga kerja wanita diberikan tiap akhir minggu. Upah yang diterima oleh tenaga kerja tidak tetap sebesar Rp 20 000,00 per HKW (hari kerja wanita) dan Rp 35 000 per HKP (hari kerja pria). Upah borongan

akan dihitung sesuai prestasi kerja karyawan. Upah lembur dihitung sebesar Rp 5 000,00 per jam, sehingga upah yang diperoleh setiap karyawan akan berbeda.

Gambar

Gambar 2. Konstruksi Bangunan Greenhouse I

Referensi

Dokumen terkait

Sebagai pemimpin tertinggi pada divisi redaksi bertanggung jawab terhadap segala macam kebijakan, manajemen, serta kegiatan redaksi.Pemimpin Redaksi bertanggung jawab

Berpusat di Bandung dengan 695 orang karyawan tetap (posisi Maret 2009), PT INTI telah berkiprah dalam bisnis telekomunikasi selama 35 tahun. Sumber daya manusia yang dimiliki

Adanya batas wewenang dan tanggungjawab satuan fungsi organsasi merupakan tujuan utama dibentuknya struktur organisasi. Susunan organisasi dan tata kerja Perusahaan Daerah Air

10/DIR-SK/PHS/XI/11 pada tanggal 17 November 2011 tentang struktur organisasi RS Grha Permata Ibu yang menyelenggarakan pelayanan rumah sakit dipimpin oleh seorang