• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. cosmetics and household di bursa efek Indonesia. Dengan hasil yang dapat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA. cosmetics and household di bursa efek Indonesia. Dengan hasil yang dapat"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

8 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

a. Penelitian Terdahulu

Penelitian tentang “Pengaruh ukuran perusahaan, pertumbuhan aset, profitabilitas dan pertumbuhan penjualan terhadap struktur modal perusahaan cosmetics and household di bursa efek Indonesia.” Dengan hasil yang dapat

diketahui bahwa variabel ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap struktur modal. Variabel pertumbuhan aset tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal. Variabel profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap struktur modal” (Siti Nurlaela, 2017).

Penelitian dengan judul “Analisa profitabilitas, likuiditas, pertumbuhan penjualan, struktur aktiva dan kebijakan deviden terhadap struktur modal.” Dengan hasil bahwa likuiditas dan struktur aktiva berpengaruh negatif signifikan terhadap struktur modal, pertumbuhan penjualan berpengaruh positif signifikan terhadap struktur modal. Sedangkan profitabilitas dan kebijakan deviden tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal” (Farisa dan Widati, 2017).

(Darma, 2017) melakukan penelitian tentang “Pengaruh ukuran perusahan, pertumbuhan penjualan, struktur aktiva dan profitabilitas terhadap struktur modal (penelitian di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2015).” Menyimpulkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh pada struktur modal, pertumbuhan penjualan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap struktur modal dan struktur aktiva dan profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal.

(2)

9

(Kartika, 2016) melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Profitabilitas, Struktur asset, Pertumbuhan penjualan dan Ukuran perusahaan terhadap Struktur Modal Perusahaan Manufaktur di Bursa efek Indonesia”

menyimpulkan bahwa profitabilitas berpengaruh negative dan signifikan terhadap struktur modal, struktur aktiva tidak berpengaruh terhadap struktur modal, pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh terhadap struktur modal, dan ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal.

(Widyaningrum, 2015) melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Profitabilitas, Struktur aktiva dan Ukuran perusahaan terhadap Struktur Modal Perusahaan (Studi Empiris pada perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2013) dengan hasil profitabilitas tidak berpengaruh pada struktur modal perusahaan, struktur aktiva berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal perusahaan dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap struktur modal perusahaan.

b. Teori dan Kajian Pustaka 1. Trade-off Theory

Trade-Off Theory merupakan teori struktur modal yang menyatakan bahwa

perusahaan menukar manfaat pajak dari pendanaan hutang dengan masalah yang ditimbulkan dari potensi kebangkrutan. Teori ini berusaha menyeimbangkan manfaat dan pengorbanan yang timbul sebagai akibat dari penggunaan hutang.

Trade-Off Theory menjelaskan adanya hubungan antara pajak, risiko kebangkrutan,

dan penggunaan hutang yang disebabkan keputusan struktur modal yang diambil perusahaan. Teori ini menyatakan bahwa perusahaan dapat menentukan target rasio hutang yang optimal, yang ditentukan berdasarkan pertimbangan antara manfaat

(3)

10

dan biaya kebangkrutan karena perusahaan memiliki hutang. Perusahaan juga harus bisa mempertimbangkan kemampuan dalam melunasi hutang tersebut.

Brigham dan Houston (2011:183) meringkas inti dari trade-off theory sebagai berikut:

a. Fakta bahwa bunga merupakan beban pengurang pajak yang menjadikan hutang relatif rendah dibanding saham biasa atau saham preferen.

b. Dalam dunia nyata perusahaan jarang menggunakan hutang 100% dalam pendanaannya, dengan tujuan untuk menjaga biaya yang berhubungan dengan kebangkrutan.

c. Hutang mempunyai tingkat ambang batas dimana biaya kebangkrutan menjadi penting bagi struktur modal yang optimal yaitu manfaat perlindungan pajak terhadap perlindungan hutang yang tinggi.

2. Packing Order Theory

Pecking order theory menyatakan bahwa pendanaan hutang yang berasal

dari eksternal bermula dari adanya defisit pada pendanaan internal. Pecking order theory menjelaskan bahwa perusahaan yang memiliki tingkat keuntungan yang

tinggi pada umumnya memiliki tingkat hutang yang relatif lebih rendah. Tingkat keuntungan yang tinggi dapat dijadikan sebagai sumber dana internal yang cukup bagi suatu perusahaan.

Adapun ringkasan dari Pecking order theory yaitu

a. Pendanaan internal adalah pendanaan yang akan diutamakan penggunaannya dalam struktur modal perrusahaan,

(4)

11

b. Perusahaan akan menyesuaikan rasio pembagian dividen dengan investasi yang dimiliki perusahaan dan berupaya untuk tidak melakukan perubahan pembayaran dividen terlalu besar,

c. Pembayaran dividen yang cenderung konstan akan menyebabkan laba yang dimiliki perusahaan berfluktuasi,

d. Apabila perusahaan menggunakan pendanaan eksternal, maka perusahaan akan memilih untuk menggunakan utang terlebih dahulu dibandingkan menerbitkan saham baru. (Suad Husnan dan Enny Pudjiastuti, 2012 : 278)

3. Struktur Modal

Struktur modal merupakan gambaran bagaimana sebuah perusahaan membiayai seluruh kegiatan operasional perusahaan dari berbagai sumber pendanaan, baik pembiayaan yang bersumber dari internal perusahaan maupun eksternal perusahaan. Struktur modal mengacu pada seberapa jauh perusahaan memanfaatkan pembiayaan utang untuk meningkatkan profitabilitas suatu perusahaan (Setyawan, Topowijono, dan Nuzula 2016).

Modal sendiri merupakan sumber dana yang berasal dari pemilik yang tertanam di dalam suatu perusahaan untuk waktu yang tidak tentu atau juga bisa disebut tidak memiliki masa. Modal dari sumber eksternal merupakan modal yang berasal dari luar perusahaan. Sumber modal berasal dari pihak ketiga seperti pasar modal, supplier, bank. Sumber modal ekternal ini digunakan oleh perusahaan untuk menutupi kekurangan apabila sumber dana internal perusahaan tidak mencukupi untuk membiayai kegiatan operasional, dengan menerbitkan ekuitas baru maupun dengan berhutang kepada pihak ketiga.

(5)

12

Pengukuran struktur modal dapat diukur menggunakan rasio Debt to Asset Ratio (DAR), dan bisa juga menggunakan Debt to Equity Ratio (DER). (Murhadi, 2013:65).

a. Debt to Asset Ratio (DAR) merupakan rasio yang digunakan untuk

membandingkan antara total hutang dengan total aset perusahaan. Dengan kata lain, seberapa besar total aset yang dimiliki perusahaan yang dimana pendanaannya berasal dari hutang. Rumus yang digunakan :

𝐷𝐴𝑅 =𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑒𝑡

b. Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio untuk menilai hutang yang

digunakan untuk membandingkan antara hutang dan ekuitas perusahaan (Murhadi, 2013:61). Struktur Modal dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

𝐷𝐸𝑅 = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝐸𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠 4. Profitabilitas

Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba.

Perusahaan yang memiliki profitabilitas yang besar lebih cenderung menggunakan hutang yang cukup relatif kecil karena profitnya cukup besar untuk membiayai kebutuhan.

Perusahaan yang mempunyai profitabilitas yang besar, lebih condong untuk memakai hutang cukup relatif kecil dikarenakan profit yang ditahan cukup besar sehingga mampu membiayai besarnya dana yang dibutuhkan. Biaya internal

(6)

13

relative lebih ringan berbanding dengan biaya dari eksternal. Ini menunjukkan

profitabilitas dapat mempengaruhi struktur modal (Brigham Houston, 2011:189).

Berikut cara dalam menilai tingkat profitabilitas beserta pengukurannya, yaitu sebagai berikut :

A. Return On Asset (ROA)

ROA merupakan rasio yang menunjukkan hasil dari jumlah aset yang digunakan dalam perusahaan. Besar rasio ROA mencerminkan baiknya perusahaan karena perputaran asetnya semakin cepat untuk mendapatkan keuntungan.

𝑅𝑒𝑡𝑢𝑟𝑛 𝑜𝑛 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡 =𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑓𝑜𝑟𝑒 𝑖𝑛𝑡𝑒𝑟𝑒𝑠𝑡 𝑎𝑛𝑑 𝑡𝑎𝑥 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡

B. Return On Equity ( ROE )

ROE ialah menunjukkan besarnya prosentase yang di dapatkan dari laba bersih setelah pajak dengan total ekuitas perusahaan. Rasio ini menunjukkan efisiensi penggunaan modal. Semakin besar prosentasenya maka semakin baik pula perusahaan tersebut yang berarti bahwa posisi perusahaan semakin kuat, dan begitu juga sebaliknya.

𝑅𝑒𝑡𝑢𝑟𝑛 𝑂𝑛 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦 =𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑓𝑡𝑒𝑟 𝑡𝑎𝑥 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦

(7)

14 5. Struktur aset

Struktur aset merupakan perbandingan antara aset tetap dengan total aset yang dimiliki perusahaan yang dapat menentukan besarnya alokasi dana untuk masing-masing komponen aset. Semakin tinggi struktur aset perusahaan menunjukkan semakin tinggi kemampuan perusahaan mendapatkan jaminan hutang jangka panjang (Brigham & Houston, 2014: 188). Perusahaan dengan struktur aset tinggi cenderung memilih menggunakan dana dari pihak luar atau hutang untuk mendanai kebutuhan modalnya.

Struktur aset biasanya akan menentukan struktur hutang jangka panjang maupun jangka pendek dalam perusahaan. Perusahaan yang bergerak dalam sektor manufaktur akan dapat dipastikan mempunyai perputaran persediaan bahan baku dalam jangka waktu yang pendek, sehingga menggunakan pinjaman jangka pendek dalam membiayai investasinya.

Struktur aset merupakan pertimbangan baik bagi struktur modal. Variabel ini sangat penting untuk dipertimbangkan dalam keputusan berutang. Struktur aset merupakan komponen aset perusahaan yang baik sebagai jaminan utang. Sehingga dalam variabel ini menimbulkan proksi dengan membandingan antara aset tetap dan total aset yang dapat diukur dengan fixed asset to total asset.

Rumus yang digunakan untuk menghitung struktur aset sebagai berikut:

Struktur aset =Aset tetap Total Aset 6. Pertumbuhan Penjualan

Rudianto (2009:56) menyatakan bahwa pertumbuhan penjualan merupakan volume penjualan pada tahun mendatang, pertumbuhan penjualan dapat dilihat berdasarkan data pertumbuhan historis dari tahun ke tahun. Pertumbuhan penjualan

(8)

15

merupakan perubahan kenaikan ataupun penurunan penjualan dari tahun ke tahun yang dapat dilihat pada laporan laba-rugi perusahaan. Perusahaan dikatakan baik apabila penjualan dari tahun ke tahun mengalami kenaikan, hal tersebut dapat mengakibatkan meningkatnya keuntungan perusahaan sehingga pendanaan internal perusahaan juga mengalami peningkatan.

𝑃𝑒𝑟𝑡𝑢𝑚𝑏𝑢ℎ𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 = 𝑇𝑃(𝑡)−TP(t−1)

𝑇𝑃(𝑡−1) 𝑥 100%

Keterangan:

TP (t) : Total penjualan pada tahun ini.

TP (t-1) : Total penjualan pada tahun sebelumnya.

c. Pengembangan Hipotesis

1. Pengaruh Profitabilitas terhadap Struktur Modal

Profitabilitas memiliki pengaruh terhadap struktur modal, menurut (Brigham dan Houston, 2006:40) menyatakan bahwa, perusahaan dengan tingkat pengembalian yang tinggi atas investasi akan menggunakan hutang yang relatif kecil. Tingkat pengembalian yang tinggi akan mengurangi ketergantungan pada pihak luar, karena tingkat keuntungan yang tinggi memungkinkan perusahaan untuk memperoleh sebagian besar pendanaanya dari laba ditahan.

Safitri Ana Marfuah, Siti Nurlaela (2017) melakukan penelitian tentang struktur modal dengan hasil yang dapat diketahui bahwa variabel profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap struktur modal. Dan didukung dengan penelitian dari I Gusti Ayu Suta Premawati, Gede Sri Darma (2017) melakukan penelitian tentang struktur modal (penelitian di Bursa Efek Indonesia periode

(9)

16

2011-2015). Menyimpulkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal.

H1 = Profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap struktur modal.

2. Pengaruh Struktur Aset terhadap Struktur Modal

Struktur aset merupakan perbandingan antara aset tetap dengan total aset yang dimiliki perusahaan yang dapat menentukan besarnya alokasi dana untuk masing-masing komponen aset. Semakin tinggi struktur aset perusahaan menunjukkan semakin tinggi kemampuan perusahaan mendapatkan jaminan hutang jangka panjang (Brigham & Houston, 2014: 188). Perusahaan dengan struktur aset tinggi cenderung memilih menggunakan dana dari pihak luar atau hutang untuk mendanai kebutuhan modalnya. Struktur aset biasanya akan menentukan struktur hutang jangka panjang maupun jangka pendek dalam perusahaan.

I Gusti Ayu Suta Premawati, Gede Sri Darma (2017) melakukan penelitian tentang struktur modal (penelitian di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2015) menyimpulkan bahwa struktur aktiva berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal. Angrita dan Delicia (2017) serta Nurul dan Listyorini (2017) yang juga melakukan penelitian mengenai struktur modal menyatakan bahwa struktur aset berpengaruh signifikan terhadap struktur modal.

H2 = Struktur Aset berpengaruh signifikan terhadap struktur modal.

3. Pengaruh Pertumbuhan Penjualan terhadap Struktur Modal

Pertumbuhan penjualan adalah kenaikan jumlah penjualan dari tahun ke tahun atau dari waktu ke waktu (Habibah dan Andayani, 2015). Perusahaan yang

(10)

17

memiliki keuntungan yang meningkat, memiliki jumlah laba ditahan yang lebih besar. Peningkatan laba perusahaan meningkatkan jumlah modal sendiri yang berasal dari laba ditahan. Penjualan yang relatif stabil dan selalu meningkat pada sebuah perusahaan, memberikan kemudahan dari perusahaan tersebut untuk memperoleh aliran dana eksternal atau utang untuk meningkatkan operasionalnya. Perusahaan dengan tingkat penjualan yang relatif stabil dapat lebih aman memperoleh banyak pinjaman dan menanggung beban tetap yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang penjualannya tidak stabil Brigham dan Houston (2011:188).

Menurut penelitian (Ningsih, 2016) melakukan penelitian mengenai struktur modal dengan hasil pertumbuhan penjualan berpengaruh signifikan terhadap struktur modal.

Hal ini sesuai dengan hasil penilitian dari Nurul Anggun Farissa dan L.

W. Widati (2017) pertumbuhan penjualan berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal.

H3 = Pertumbuhan Penjualan berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal.

4. Pengaruh Pengendalian Tahun terhadap Struktur Modal

Karena adanya perbedaan tahun dalam pengambilan data antara variabel bebas terhadap variabel terikat maka peneliti membuat variabel dummy untuk mengendalikan tahun. Nilai struktur modal pada tahun 2018 dalam penelitian ini sangat bervariasi. Ada beberapa perusahaan yang memiliki nilai profitabilitas, struktur aset dan pertumbuhan penjualan pada tahun 2017 terbilang stabil tetapi nilai struktur modal pada tahun 2018 tidak stabil dan cenderung sangat rendah.

(11)

18

Dalam penelitian ini, akan diuji apakah pengendalian tahun mempengaruhi struktur modal di perusahaan property dan real estate. Pengendalian tahun dalam penelitian ini diproyeksikan dalam variabel dummy.

H4 = Pengendalian tahun berpengaruh pada struktur modal.

Referensi

Dokumen terkait

Terutama antibiotik seperti aminoglikosida, amphotericin B , dan vancomycin (gentamycin) yang mempunyai jendela terapetik sempit baiknya dihindarkan dari pasien geriatri

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan kejadian kehamilan preeklamsi pada ibu hamil trimester 3 di wilayah

Kereta Tempelan adalah suatu alat yang dipergunakan untuk mengangkut barang yang di rancang untuk di tarik dan sebagian bebannya di tumpu oleh

Adapun judul Penelitian dalam Laporan Akhir ini adalah Pengaruh Penambahan Volume Mikroba Dan Enzim Terhadap Pembuatan Bioetanol dari Singkong Karet

Untuk meningkatkan kinerja dosen UKWMS dengan hasil data yang ada bahwa dosen-dosen sudah memiliki psychological capital yang sangat tinggi maka faktor di

Bagi saya tanggung jawab pekerjaan saya cukup besar, sehingga saya tidak sanggup menerima tanggung jawab.. yang

Apa yang digunakan dalam bekerja Dampak Hasil/ Outcome Keluaran/ Output Kegiatan Input METODE PELAKSANAAN M E T O D E P E N Y U S U N A N 7... RESULTS =

Kepergian Tatengkeng kudengar ketika aku berada di Ja- karta. Sungguh aku tennenung sejenak. Kita kehilangan se- orang pekerja seni, seorang penyair kenamaan. Banyak