1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Karya sastra merupakan hasil kreativitas manusia sebagai cerminan kehidupan manusia. Hal tersebut terlihat dari permasalahan yang dituangkan di dalam karya sastra juga sering terjadi di dunia nyata atau sebaliknya. Akan tetapi karena karya sastra merupakan hasil kreatif manusia jadi tidak semata-mata karya sastra tersebut merupakan duplikasi dari kehidupan nyata, melainkan ada unsur kreatif di dalamnya berlandaskan permasalahan yang ada di dunia nyata.
Karya sastra juga dapat dikatakan sebagai penciptaan kembali oleh pengarang dari suatu permasalahan yang nyata dengan Bahasa sebagai media penyampaiannya. Sebagai seni yang lahir dari hasil kreatif manusia, karya sastra tidak hanya sebagai media untuk menyampaikan gagasan, teori, ide atau system pemikiran manusia, akan tetapi harus mampu menciptakan kreasi yang indah dan menyenangkan.
Nilai adalah sesuatu yang dipandang baik, disukai, dan paling benar menurut keyakinan seseorang atau kelompok orang sehingga prefensinya tercermin dalam perilaku, sikap dan perbuatan-perbuatannya (EnsiklopediPendidikan, 2009:104). Segala sesuatu yang dilakukan manusia dalam hidupnya yang terlihat akan ternilai, baik dari tingkah laku, sikap, dan kepribadian. Penilaian yang diberikan oleh sekelompok masyarakat berbagai macam bentuk, salah satu yang sering kita jumpai dalam masyarakat yaitu bentuk pujian. Nilai yang diberikan oleh masyarakat atas perilaku yang baik tidak lepas dari kualitas diri manusia yang mencerminkan perilaku yang sesuai dengan norma yang berlaku dalam masyarakat tersebut.
Segala sikap yang mencerminkan kepribadian yang berkualitas tidak bisalepas oleh peran serta adanya pendidikan.
Dalam Ensiklopedi Pendidikan (2009:104) bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensidirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, bangsa dan negara.
Moral berasal dari perkataan mores yang berarti kebiasaan. Moral juga berasal dari kata latinmos (moris) yang berarti adaptasi istiadat, kebiasaan, tata cara kehidupan. Lebih jelas moral adalah kebiasaan-kebiasaan hidup yang didasari oleh tuntunan agama sebagai sesuatu kebenaran yang dating dari illahi, (Ensiklopedi Pendidikan, 2009:105). Kebiasaan
2
secara tidak sadar akan mempengaruhi pola pikir. Kebiasaan berbuat baik, pola pikirnya akan berjalan kearah yang baik. Kebiasaan berbuat licik, pola pikiryata tanpa disadari akan berbuat licik. Begitu juga dalam kebiasaan membaca sebuah novel, bila yang dibaca tidak ada unsur pendidikannya maka hanya berada pada taraf terhibur saja, tidak ada unsur kebaikan yang dapat dicontoh. Jadi tidak semua jenis novel dapat difungsikan sebagai media pendidikan.
Hal ini dapat terlihat oleh bagaimana latar belakang dari pengarangnya, pengetahuan beserta pengalaman pribadinya. Moral yang disampaikan kepada pembaca melalui karya fiksi tentunya sangat berguna dan bermanfaat.
Demikian juga moral yang terdapat dalam novel Cerita Calon Arang akan bermanfaat bagi pembaca. Moral yang ditampilkan dalam novel ini berkaitan banyak dengan penyelesaian persoalan terkait hubungan manusia dengan manusia, misalnya kejahatan itu juga pada akhirnya bisa ditumpas dengan tindakan kebaikan. Novel ini dapat dijadikan contoh bagi semua orang untuk bersikap, bergaul dan bertingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Penyampaian moral dalam karya sastra oleh pengarang dapat dilakukan melalui aktivitas tokoh ataupun penutur langsung pengarang. Dalam penuturan langsung, pengarang memberikan penjelasan tentang hal yang baik ataupun hal yang tidak baik secara langsung.
Penyampaian moral melalui aktivitas tokoh, biasanya disampaikan lewat dialog, tingkahlaku, dan pikiran tokoh yang terdapat dalam cerita tersebut.
Sebagai novel pembanding dalam penelitian ini antara lain penelitian oleh Nurul (dalam Fajri 2018) (“Tentang Kamu karya TereLiye”) yang banyak mengandung ajaran tentang nilai-nilai kehidupan yang dapat diimplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari antara lain nilai moral tentang tindakan kebaikan, kemandirian moral, keberanian moral dari tokoh zaman. Lalu penelitian oleh Indarti, 2019 (“Sirkut Kemelut karya Ashadi Siregar”) yang banyak mengandung pesan dan nilai-nilai moral yang dapat memberikan inpirasi yang positif dalam menghadapi beraneka ragam masalah kehidupan. Seperti hubungan sesama manusia dan novel ini termasuk kedalam novel avontur, yaitu jenis novel yang memusatkan kisahnya pada seorang lakon atau hero melalui garis cerita yang kronologis.
Pengalaman lakon mulai pada permulaan cerita, dan mulai pengalaman-pengalaman yang lain dan rintangan-rintangan hingga kepuncaknya yang merupakan akhir cerita.
Penelitian oleh Nurul Fajri, 2018 (“Tentang Kamu karya Tere Liye”). Kemudian penelitian oleh Nining, 2015 (“5 Cm karya Donny Dhirgantoro”) bahwa penulis banyak menemukan nilai-nilai moral yang dapat dijadikan pelajaran berharga dalam menjalani kehidupan diantaranya mengajarkan kepada kita tentang sabar dalam menghadapi cobaan hidup dan memahami tentang arti perjuangan. Penelitian oleh Risman Iye dan Harziko, 2019 (“Satin
3
Merah karya Brahmanto Anindhto dan Rie Yanti”) bahwa dalam penelitian ini karena di dalamnya sarat dengan nilai-nilai kehidupan, menampilkan banyak nilai moral mengenai nilai-nilai keteladanan dalam berperilaku sehingga dapat dijadikan panutan atau masukan bagi pembaca, juga memfokuskan kajian tentang nilai moral dalam penelitian ini.
Sebenarnya jika dikaji perihal jalan ceritanya, maka keempat novel di atas jelas berbeda dengan penelitian ini, yakni sama-sama mengkaji tentang nilai moral dengan objek novel dan lebih terfokus moral murni yang terdapat dalam karya sastra. Namun, jika dikaji masalah nilai atau pesan moral dari kedua novel diatas, maka sama-sama banyak mengandung nilai-nilai kehidupan. Pemilihan novel Cerita Calon Arang dalam penelitian ini karena seorang penulis novel yaitu Pramoedya Ananta Toeringin menyampaikan pesan-pesan melalui karya salah satunya yaitu dalam novel Cerita Calon Arang. Banyak nilai moral yang dituangkan dalam cerita tersebut, salah satunya yaitu nilai pendidikan moral. Pendidikan moral bisa diartikan sebagai pendidikan budi pekerti. Pendidikan moral merupakan pendidikan nilai-nilai luhur yang berakar dari agama, adat-istiadat dan budaya, munculnya nilai tersebut dalam rangka upaya untuk membangun serta mengembangkan kepribadian manusia agar mempunyai sikap, tingkah laku dan budi pekerti yang baik.
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis ingin mengeksplorasi lebihjauh tentang isi dari novel Cerita Calon Arang karya Pramoedya Ananta Toer yang berkaitan dengan nilai pendidikan moral, ingin dituangkan dalam sebuah tulisan berbentuk skripsi yang berjudul
“Nilai-NilaiMoral Dalam Novel Cerita Calon Arang Karya Pramoedya Ananta Toer.”
1.2 Rumusan Masalah
1) Bagaimana wujud nilai moral yang terkandung didalam novel Cerita Calon Arang karya Pramoedya Ananta Toer?
2) Bagaimana teknik penyampaian nilai moral yang terkandung dalam novel Cerita Calon Arang karya Pramoedya Ananta Toer?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk :
1) Mendeskripsikan nilai-nilai moral yang terdapat dalam novel Cerita Calon Arang karya Pramoedya Ananta Toer.
2) Mendeskripsikan teknik penyampaian nilai moral yang terdapat dalam novel Cerita Calon Arang karya Pramoedya Ananta Toer.
1.4 Manfaat Penelitian
Adapun hasil penelitian ini diharapkan memberi manfaat antara lain :
4 1) Secara Teoretis
a. Menambah wawasan bagi pembaca tentang keberadaan karya-karya sastra khususnya novel yang memuat nilai-nilai positif.
b. Menambah dan memperkaya media sebagai sarana pendidikan
c. Bagi peminat sastra pada umumnya diharapkan lebih mudah dalam memahami nilai-nilai pesan yang terkandung dalam sebuah karya sastra.
2) Secara Praktis
a. Untuk menambah wawasan bagi penulis dalam mengetahui nilai-nilai moral dalam novel Cerita Calon Arang karya Pramoedya Ananta Toer.
b. Memberikan manfaat bagi pembaca umumnya dan khususnya bagi penulis sendiri.
5 1.5 Penegasan Istilah
a. Nilai-nilai yaitu suatu objek, ide, tindakan dari suatu keyakinan atau kepercayaan tentang perbuatan atau penjelasan untuk memperoleh kepuasaan.
b. Moral yaitu ajaran tentang baik dan buruk yang diterima mengenai perbuatan sikap dan kewajiban.
c. Wujud nilai moral di bagi menjadi 3 yaitu, yang pertama hubungan manusia dengan tuhannya, yang kedua hubungan manusia dengan dirinya sendiri, dan yang ketiga hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkungan.
d. Moral tokoh utama yaitu perilaku tokoh utama dalam menghadapi persoalan hidup, dalam tokoh utama ada yang berperilaku baik dan ada yang berperilaku buruk.
e. Bentuk penyampaian moral, yaitu cara yang digunakan oleh pengarang untuk menyampaikan nilai moral kepada pembaca melalui cerita.
f. Tokoh yaitu orang-orang yang ditampilkan dalam suatu karya sastra yang oleh pembaca ditafsirkan memiliki kualitas moral.
g. Novel yaitu karangan fiksi yang berbentuk prosa panjang yang mengandung rangkaian cerita kehiduapn seseorang dengan orang-orang disekilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat pelaku.