• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAMPAK PENGAJARAN TENTANG ROH KUDUS TERHADAP PERTUMBUHAN ROHANI BAGI SISWA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAMPAK PENGAJARAN TENTANG ROH KUDUS TERHADAP PERTUMBUHAN ROHANI BAGI SISWA"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

DAMPAK PENGAJARAN TENTANG ROH KUDUS TERHADAP

PERTUMBUHAN ROHANI BAGI SISWA

Apriaman Wau1*, Belinda Mau2

1Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way Jakarta 2Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

*Email: [email protected]

THE IMPACT OF TEACHING THE HOLY SPIRIT ON SPIRITUAL GROWTH FOR STUDENTS

Abstract: The influence of student spirituality is the process of training or imparting knowledge and tutoring children's activities with the example of a student which is characterized by honesty in teaching, spiritual growth, humility, and exemplary. The research objectives to answer several questions are: Is there an effect of the values "Development of the Teaching of the Holy Spirit? Is there a spiritual growth of Orientation School Students serving Bethany Nginden Surabaya which is marked by the Holy Spirit as Comforter? Is there the influence of the Holy Spirit in the development of ministry according to John 14:26 for Serving Orientation School Students at Bethany Nginden Church, Surabaya? This study uses an evaluation approach. The results of the study are: (1) The School for Serving Orientation must have a Bible Source as the basis for discussions related to the Holy Spirit. Besides that, books as another source of information related to the Holy Spirit can help students in learning the Word of God John 14: 15-31 in circles so that what is learned can be applied in ministry. (2) If the development of the teaching of the Holy Spirit in the Serving Orientation School can help students experience spiritual growth, then John 14: 15-31 becomes the student's reference for its application in everyday life. (3) If the development of the teaching influence of the Holy Spirit has many books that can educate people in righteousness, experience growth, and change in faith, then the teaching of the Holy Spirit can help students in learning the Word of God.

Keywords: Teaching, Holy Spirit, growth, students, Serving Orientation School

Abstrak: Pengaruh Kerohanian Siswa adalah proses melatih atau menanamkan pengetahuan serta membimbing aktivitas anak dengan keteladanan seorang siswa yang ditandai dengan kejujuran dalam pengajaran, pertumbuhan rohani, kerendahan hati dan keteladanan. Tujuan penelitian menjawab beberapa pertanyaan adalah: Apakah ada Pengaruh nilai-nilai “Pengembangan Pengajaran tentang Roh Kudus? Apakah terdapat pertumbuhan rohani Siswa Sekolah Orientasi melayani Bethany Nginden Surabaya yang ditandai dengan Roh Kudus sebagai Penghibur? Apakah terdapat pengaruh Roh Kudus dalam pengembangan pelayanan menurut Yohanes 14 : 26 bagi Siswa Sekolah Orientasi Melayani di Gereja Bethany Nginden Surabaya? Penelitian ini menggunakan pendekatan evaluasi. Hasil penelitian adalah: (1) Sekolah Orientasi Melayani harus memiliki Sumber Alkitab sebagai dasar pembahasan yang berkaitan dengan Roh Kudus. Disamping itu buku-buku sebagai sumber informasi lain yang berkaitan dengan Roh Kudus dapat menolong mahasiswa dalam belajar Firman Tuhan Yohanens 14: 15-31 di kalangan siswa Oriantasi Melayani sehingga apa yang dipelajari dapat diterapkan dalam pelayanan. (2) Jika pengembangan pengajaran Roh Kudus di Sekolah Orientasi Melayani mampu menolong siswa mengalami pertumbuhan Rohani maka Yohanes 14: 15-31 menjadi acuan siswa untuk penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. (3) Jika Pengembangan pengaruh pengajaran Roh Kudus memiliki banyak buku yang dapat mendidik orang dalam kebenaran, mengalami sebuah pertumbuhan dan perubahan iman, maka pengajaran Roh Kudus dapat menolong mahasiswa dalam belajar Firman Tuhan.

(2)

PENDAHULUAN

Roh Kudus adalah salah satu topik yang paling banyak dibicarakan di kalangan orang-orang Kristen saat ini. Banyak orang Kristen kebingungan dan simpang-siur tentang ajaran Roh Kudus ini. Kebenaran pertama yang harus dimengerti ialah bahwa Roh Kudus adalah person (Boeker, 1991:4). Harton (1976: 8) mengatakan bahwa Roh Kudus sendiri memusatkan perhatian pada Kristus dan selalu memuliakan Dia (Yoh. 15: 26;16:14).

Beberapa Gereja pemberita Injil tidak serius mengajarkan topik ini di jemaat oleh karena kurangnya pengetahuan tentang Roh Kudus. Sebagian lagi takut mengajarkannya karena takut dikritik. Sebagian orang mengajarkan bahwa Roh Kudus itu adalah semata-mata semacam zat yang dapat memenuhi orang. Ada pula orang yang mengatakan bahwa Roh Kudus itu adalah kekuatan misterius yang bekerja dalam hati manusia yang membawa kepada pertobatan dan keselamatan. Sebagian lagi percaya bahwa Roh Kudus itu semata-mata hanya pengaruh atau tenaga aktif Ilahi. Pengertian tersebut banyak memicu kesalahpahaman tentang arti Roh Kudus yang sebenarnya. Muncul berbagai pertanyaan, Siapakah Roh Kudus itu? (Olbricht, 2013: 3). Perhatikan, pertanyaannya bukan, “Apakah Roh Kudus itu?” melainkan “Siapakah Roh Kudus itu?” Ini yang menjadi pertanyaan karena Roh Kudus itu adalah bagian, individual dengan kepribadian. Roh Kudus itu Dia lebih dari sekedar suatu kekuatan atau kuasa, Dia adalah pribadi surgawi yang hidup.

Orang Kristen percaya bahwa Roh Kuduslah yang menyebabkan orang percaya kepada Yesus. Dia pulalah yang memampukan setiap orang menjalani hidup Kristen. Roh tinggal di dalam diri setiap orang Kristen sejati. Setiap tubuh orang

Kristen adalah Bait Suci tempat tinggal Roh. Roh Kudus digambarkan sebagai 'Penghibur' atau 'Penolong' paracletus dalam bahasa Latin, yang berasal dari bahasa Yunani “Parakletos”, dan memimpin mereka dalam jalan kebenaran. Karya Roh di dalam kehidupan seseorang dipercayai akan memberikan hasil-hasil yang positif, yang dikenal sebagai Buah Roh. Menurut Alex Abraham Seputra bahwa pelayanan sangat bergantung dengan pimpinan Roh Kudus atau hikmat Allah. Ketergantungan pada Roh Kudus inilah yang membuat dirinya banyak berhasil dalam pelayanan pekerjaan Tuhan (Harianto dan Yudho, 2012: 717).

Bagi Gereja Bethany Indonesia yang digembalakan oleh Alex Abraham Seputra penganjaran Roh Kudus menjadi salah satu dokrin dalam pelayanan Jemaat. Dalam Buku Holy Spirit yang diterbitkan oleh House

Bleasing, sebagai bahan pengajaran dalam

Sekolah Orientasi Melayani Gereja Bethany, disebutkan bahwa Roh ialah “Roh Kebenaran” yang diberikan oleh Allah dimana Roh Allah itu akan bersaksi tentang Yesus Kristus dan Dia akan menolong, menyertai, serta tinggal di dalam setiap orang percaya (Tanusaputera, 2009: 5).

Berdasarkan kasus tersebut di atas, maka muncul permasalahan di lapangan Sekolah Orientasi Melayani di Gereja Bethany Nginden sebagai berikut:

Pertama, ditemukan bahwa sebagian

siswa Sekolah Orientasi Melayani di Bethany Nginden tidak sepenuhnya mengerti dan memahami peranan Roh Kudus dalam kehidupan sehari hari, dikarenakan: pengetahuan tetang Roh Kudus yang dipelajari masih terbatas, seperti halnya tentang pemahaman bahasa Roh, dan siswa mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi Roh Kudus secara langung, karena Roh Kudus dalam bentuk

(3)

perwujudan Roh yang hanya bisa dirasakan namun tidak dapat dilihat dan disentuh secara nyata. Contoh pada saat pendeta mendoakan jemaat bisa saja mengalami manifestasi dan saat itulah terjadi kejang-kejang. Hal ini kemudian memunculkan pertanyaan apakah roh yang masuk dalam tubuh jemaat tersebut berasal dari Allah atau dari Roh lain.

Kedua, ditemukan bahwa sebagian

siswa Sekolah Orientasi Melayani Bethany Nginden pada umunya adalah: hidup dalam perbuatan Roh Kudus dan masih kurang memahami kehadiran Roh Kudus secara Pribadi. Contohnya siswa memahami kehadiran Roh Kudus Sebatas pikiran saat berdoa mereka berharap kehadiran Roh Kudus itu dalam Wujud Nyata.

Ketiga, ditemukan bahwa sebagian

Siswa sekolah Orientasi Melayani dalam memahami Roh Kudus adalah: Roh Kudus dipandang hanya sebatas pengetahuan berkata-kata bahasa Roh. Roh Kudus tidak sepenuhnya langsung di alami dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut, terbukti tidak semua siswa belum menghasilkan buah dari perbuatan Roh Kudus.

Keempat, ditemukan bahwa sebagian

siswa berpendapat bahwa Roh Kudus akan bekerja dalam pelayanan. Jika dikehendaki Tuhan dalam sehingga sulit diprediksi meskipun pada saat itu orang membutuhkan kuasa dari Roh Kudus. Contoh pada saat didoakan orang sakit belum tentu sembuh meskipun sudah berdoa dalam bahasa Roh dalah: mempraktekan pengajaran Roh Kudus sebatas berkata-kata dalam bahasa Roh dan tidak mengerti jelas pekerjaan Roh Kudus kapan akan terjadi karena bisa terjadi secara tiba-tiba.

Tujuan penelitian menjawab beberapa pertanyaan adalah: Apakah ada Pengaruh

nilai-nilai “Pengembangan Pengajaran tentang Roh Kudus? Apakah terdapat pertumbuhan rohani Siswa Sekolah Orientasi melayani Bethany Nginden Surabaya yang ditandai dengan Roh Kudus sebagai Penghibur? Apakah terdapat pengaruh Roh Kudus dalam pengembangan pelayanan menurut Yohanes 14 : 26 bagi Siswa Sekolah Orientasi Melayani di Gereja Bethany Nginden Surabaya?

METODE

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan evaluasi, yang sangat tepat untuk mengevaluasi efektivitas pelaksanaan sebuah program, termasuk evaluasi penggunaan media pembelajaran (Daryanto, 2012: 2). Creswell (1994) mengatakan bahwa format rancangannya mencakup konteks atau pernyataan tentang apa yang mendasari perlunya dilakukan evaluasi terhadap suatu program, kemudian apa tujuan dilakukannya evaluasi program. Selanjutnya akan disepakati dahulu asumsi yang relevan, aturan-aturan dalam pengumpulan informasi serta cara pengumpulan informasi, pengorganisasian data, analisis data, serta verifikasi data.

Subyek penelitian adalah 10 murid di Sekolah Orientasi Melayani Gereja Bethany Nginden Surabaya. Jumlah 10 diambil dari 20% dari jumlah keseluruhan adalah 50 murid. Perhitungan ini menggunakan teori Stewart dan Shamdani yang mengatakan bahwa sampling yang memadai untuk pemilihan peserta dapat disususn yaitu bahwa sekelompok harus terdiri dari anggota-anggota dari suatu populasi yang lebih besar. Peserta dipilih sekitar 20 % dari orang-orang yang ada (Harianto, 2013: 155).

(4)

Tabel 1. Data Informan No.

Informan Kelamin Jenis Angkatan umur Pekerjaan

1 Perempuan 2012 21 Swasta 2 Laki-Laki 2014 25 Swasta 3 Perempuan 2014 45 Karyawan 4 Perempuan 2014 24 Siswa 5 Laki-Laki 2012 30 Swasta 6 Perempuan 2013 49 Swasta 7 Perempuan 2012 36 Siswa 8 Laki-Laki 2013 28 Siswa 9 Perempuan 2013 37 Swasta 10 Laki-Laki 2014 40 Swasta

Instrumen penelitian sudah dinyatakan layak oleh tiga para pakar di bidangnya dengan skor 3,75. Lebih jelas

kisi-kisi intrumen dapat dilihat sebagai berikut:

Tabel 2. Kisi-kisi Pertanyaan Angket Terbuka

Fokus Sub Fokus Butir Pertanyaan

Evaluasi Pengaruh Pengajaran tentang Roh Kudus terhadap Pertumbuhan Rohani bagi Siswa Sekolah Orientasi Melayani di Gereja Bethany Nginden Surabaya Pengembangan Pengajaran Roh Kudus?

1. Apakah Saudara mempunyai Alkitab? Jelaskan! 2. Apakah saudara percaya kepada Roh Kudus? Jelaskan! 3. Apakah yang saudara ketahui tentang Roh Kudus?

Jelaskan!

4. Bagaiamankah cara saudara mempelajari Roh Kudus? 5. Mengapakah saudara perlu mempelajari Roh Kudus,

Jelaskan?

6. Bagaimanakah saudara menerapkan Roh Kudus dalam Pelayanan? Pengaruh Pengajaran Roh Kudus bagi Pertumbuhan Kerohanian Siswa

7. Apakah Saudara membaca dan merenungkan Alkitab?Jelaskan!

8. Apakah Saudara selalu bersekutu dengan Roh Kudus? Jelaskan!

9. Bagaiaman saudara menerapkan Roh Kudus dalam pertumbuhan kerohanian saudara?

10. Bagaiaman cara Roh Kudus bekerja dalam Pelayanan saudara ?

11. Bagaimana cara saudara mempelajari Roh Kudus di Sekolah Orientasi Melayani?

12. Apakah Saudara akan merekomendasi pengajaran Roh Kudus untuk dipelajari orang lain ? Jelaskan!

Pengembangan Roh Kudus dalam Pelayanan

13. Apakah ada kendala dalam mempelajari Roh Kudus ? Jelaskan!

14. Apakah Roh kudus dalam pelayanan saudara sangat berperan?Jelaskan!

15. Sejauhmanakah peran Roh Kudus dalam kehidupan Saudara?

16. Menurut saudara, apakah ada yang perlu ditambahkan berkaitan dengan pengajaran Roh Kudus di Sekolah Orientasi Melayani di Gereja Bethany Nginden?Jelaskan! 17. Apakah saran-saran saudara berkaitan pengembangan

pembelajaran Roh Kudus di Sekolah Orientasi Melayani Bethany Nginden?Jelaskan!

18. Apakah Roh Kudus bekerja dalam pelayanan saudara? Jelaskan!

(5)

Teknik Pengumpulan Data dengan menggunakan daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain bersedia memberikan (responden) sesuai dengan permintaan penguna. Tujuan penyebaran angket adalah mencari informasi yang lengkap mengenai suatu masalah dan informasi yang baik dalam penelitian. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah pedoman wawancara, daftar observasi, dan kepustakaan yang berkaitan dengan penelitian (Sumanto: 2002, 160).

Teknik analisa data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu dari wawancara, pengamatan yang sudah dituliskan dalam catatan lapangan, dokument pribadi, dokumne resmi, gambar, foto, dan sebagainya. Dalam tahap interprestasi, keseluruhan data hasil diatas akan diinterprestasi dengan hasil temuan lain dan teori yang mendukung interprestasi dibuat untuk menjawab dari tujuan penelitian dalam menentukan

kesimpulan dari hasil penelitian ini dipakai metode komperatif antara hasil teori-teori yang menjadi landasan indikator penelitian adalah: Pertama, menemukan kategori dengan kawasannya dalam frasa penting yang diteliti. Upaya yang dilakukan ialah: (a) menafsirkan teks dari teks bahasa asli (ibrani) dan mencari kata aslinya; (b) menentukan temuan teologis dari teks asli yang ditafsir; (c) temuan teologis diimplikasikan terhadap pandangan yang diteliti. Kedua, menarik kesimpulan sebagai akhir dari proses penelitian yang dilakukan. Dalam menentukan kesimpulan dari hasil penelitian yang dipakai metode analisis komperatif antara hasil penelitian dengan teori-teori yang menjadi landasan indikator penelitian.

PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Data Deskriptif Pengembangan Pengajaran tentang Roh Kudus

Tabel 3. Percaya kepada Roh Kudus

No.

Informasi Jawaban atas pertanyaan

1 Ya, karena Roh Kudus berperan penting dalam kehidupan kekristenan sebab, ketika melakukan kesalahan maka Roh Kuduslah yang menginsafkan kita dari kesalahan 2 Percaya, karena Roh Kudus menguatkan dan berkata-kata dalam hidup saya 3 Percaya karena Roh Kudus sangat berperan penting dalam hidup saya dan selalu

mengingatkan disaat saya jauh dari Tuhan

4 Ya, saya percaya pada Roh Kudus yang menginsafkan saya dari dosa 5 Ya, saya percaya pada Roh Kudus

6 Ya, saya percaya karena Roh Kudus menjadi penuntun dan penghibur bagi saya sebab, Roh Kudus adalah Tuhan sendiri

7 Sudah, karena setelah saya kepenuhan Roh Kudus disitu saya diubahkan oleh Tuhan 8 Percaya yang mengerjakan dalam iman saya

9 Ya, karena menuntun kepada kebenaran

10 Percaya Roh Kudus itu bisa membantu menyembuhkan orang sakit dan kekuatan Roh Kudus luar biasa

Berdasarkan hasil jawaban dari 10 informan tentang Percaya kepada Roh

Kudus dapat disimpulkan bahwa 100% partisipan percaya bahwa dirinya

(6)

menerim Roh Kudus, dengan alasan: 60% ketika melakukan kesalahan maka Roh Kuduslah yang menginsafkan kita dari kesalahan, 20% karena Roh Kudus

menguatkan dan berkata-kata dalam hidup saya, 10% karena terjadi perubahan hidup, dan 10% Percaya yang mengerjakan dalam iman saya.

Tabel 4. Pengetahuan tentang Roh Kudus

No.

Informasi Jawaban atas pertanyaan

1 Roh Kudus merupakan oknum daripada Allah sendiri yang bekerja sebagai penghibur, dan yang memberi kekuatan bagi orang percaya dan bekerja untuk menyadarkan kita dari kesalahan kita.

2 Kita bisa berbahasa Roh

3 Roh Kudus pribadi Allah berikan dalam diri orang percaya untuk menjadi penghibur dan penuntun

4 Roh Kudus adalah penolong sarana untuk berkomunikasi dengan Allah bapa (berupa keluhan-keluhan yang tidak terkatakan)

5 Roh Kudus adalah pribadi kristus itu sendiri, Roh Kudus diam bersama orang percaya, Roh Kudus pribadi yang lemah lembut

6 Sang penghibur dan penuntun. Roh Kudus adalah Roh Allah yang ada di hati dan berbicara dengan lembut untuk menuntun, mengarahkan dan menegur 7 Roh penolong

8 Roh yang menuntun kita pada kebenaran 9 Roh penolong

10 Roh Kudus sebagai penghibur, pengingat

Berdasarkan hasil jawaban dari 10 informan pada tabel tersebut tentang Pengetahuan Roh Kudus dapat disimpulkan bahwa 100% menjelaskan bahwa Roh Kudus merupakan oknum

daripada Allah sendiri yang bekerja sebagai penghibur, penolong, dan memberi kekuatan bagi orang percaya.

Tabel 5. Bagaimanakah Mempelajari Roh Kudus

No.

Informasi Jawaban atas Pertanyaan

Bagaimana cara saudara mempelajari Roh Kudus? Jelaskan!

1 Cara saya yaitu, intim dengan Tuhan melalui doa sehingga mampu peka 2 Kita harus melakukan dengan baik kalau kita sudah menerima dalam hidup

kita

3 Mempelajarinya melalui firman Tuhan/alkitab mempelajarinya, juga dari STT dan SDM

4 Berdoa

5 Roh Kudus adalah menginsafkan setiap orang percaya

6 Pengalaman pribadi sesuatu dari hati yang bicara dan sesuatu yang mustahil tapi dapat terjadi

7 Berdoa

8 Tidak ada, karena Roh Kudus pemberian Tuhan

9 Iman

10 Dengan cara mengaktifkan dalam hidup saya

Berdasarkan hasil jawaban dari 10 informan pada tabel tersebut tentang Bagaimana Memperlajari Roh Kudus

dapat disimpulkan bahwa 30% melalui doa, 10% mempelajari melalui Firman Tuhan, 10% melalui pengalaman pribadi,

(7)

10% iman dan 40% jawabannya belum jelas,

Tabel 6. Mengapa Perlu Mempelajari Roh Kudus

No.

Informasi Jawaban atas pertanyaan

Mengapakah saudara perlu mempelajari Roh Kudus, Jelaskan?

1 Supaya kita mengerti dan memahami serta dapat mengalami sendiri akan keberadaan daripada Allah sendiri

2 Karena sudah dia berikan dalam kehidupan kita mangkanya kita harus lebih tahu lagi

3 Karena pengetahuan akan Roh Kudus sangat penting serta kita juga dapat mempelajari tentang peran Roh Kudus

4 Untuk berkomunikasi dengan Allah

5 Supaya saya bisa mengerti siapa pribadi Roh Kudus

6 Karena Roh Kudus merupakan suatu pribadi dari Tuhan yaitu tritunggal 7 Karena saya mau lebih peka lagi akan suara Roh Kudus hingga kristus boleh

terpancar dari kehidupan sehari-hari

8 Sangat perlu menolong mempelajari firman menyertai 9 Untuk dapat membedakan yang salah dan benar 10 Karena Roh Kudus adalah kekuatan dari kita sendiri

Berdasarkan hasil jawaban dari 10 informan pada tabel tersebut tentang Perlu Mempelajari Roh Kudus dapat disimpulkan bahwa 30% kita mengerti, memahami, dan dapat mengalami sendiri akan keberadaan daripada Allah sendiri, 10% Karena Dia sudah memberikan Roh Kudus dalam kehidupan seseorang, 10%

pengetahuan Roh Kudus sangat penting, 10% untuk berkomunikasi dengan Allah, dan karena Roh Kudus merupakan suatu pribadi yaitu Tritunggal, 10% menolong memperljari firman, 10% untuk dapat membedakan salah dan benar, dan 10% karena Roh Kudus adalah kekuatan diri seseorang.

Tabel 7. Bagaimanakah Menerapkan Roh Kudus dalam Pelayanan

No.

Informasi Jawaban atas pertanyaan

1 Dengan cara membuahkan karakter yang baik seperti kristus sehingga menjadi berkat bagi banyak orang

2 Untuk melaui doa dan penyembahan

3 Dengan menunjukan karakter dalam keseharian kita

4 Dalam doa penyembahan berbahasa Roh (saat teduh) dalam pelayanan tidak sembarang melayani tapi tergantung pada Roh Kudus

5 Dengan tidak memadamkan Roh Kudus yang telah berdiam dalam hidupku/hatiku

6 Roh Kudus menjadi penuntun dalam kehidupan saya dan pelayanan

7 Taat dan setia pada apa yang Allah hendaki meski berat namun kekuatan selalu ada

8 Bersama dengan Roh kita

9 Dengan meminta bimbingan dari Roh Kudus 10 Bersama dengan kekuatan Allah sendiri

Berdasarkan hasil jawaban dari 10 informan pada tabel tersebut tentang Bagaimana Menerapkan Roh Kudus

dalam Pelayanan dapat disimpulkan bahwa 30% membuahkan karakter yang baik 10% Roh Kudus menjadi penuntun

(8)

10% tidak memadamkan Roh Kudus yang telah berdiam dalam hidup, 10%adanya Roh Kudus Allah menghendaki meski beratnya masalah 40% jawaban tidak jelas.

Dari tabel 3-7 dapat disimpulkan bahwa pengajaran Roh Kudus siswa SOM yang sangat mendasar sebagai beriut: (1) 60% Percaya kepada Roh Kudus berarti ketika melakukan kesalahan maka Roh Kuduslah yang menginsafkan kita dari kesalahan. (2) 100% pengetahuan Roh Kudus merupakan oknum daripada Allah sendiri yang bekerja sebagai penghibur, penolong, dan memberi kekuatan bagi

orang percaya. (3) 40% mempelajari Roh Kudus melalui doa tetapi 40% tidak bisa menjawabnya. (4) 30% belajar Roh Kudus sangat perlu karena seorang mengerti, memahami, dan dapat mengalami sendiri akan keberadaan daripada Allah sendiri. (5) 30% Roh Kudus dapat diterapkan dalam pelayanan, 30% membuahkan karakter yang baik dan 40% jawaban mengetahuinya.

Data Deskriptif Pengaruh Pengajaran Roh Kudus bagi Pertumbuhan Rohani Siswa SOM Bethany Nginden

Tabel 8. Membaca dan Merenungkan Alkitab

No.

Informasi Jawaban atas pertanyaan

1 Ya, karena firmannya Tuhan merupakan sumber kehidupan yang dapat menata hidup Kristen

2 Ya, membaca dan merenungkan

3 Ya. Karena denganmembacadanmerenungkankitadapatmengetahuiapa yang tebaik yang harus di lakukanolehsetiap orang percaya

4 Ya, sayamerenungkannya, mempelajaridanmelakukanberupaAplikasi 5 Membacadanmerenungkannya

6 ya, sayamambacadanmerenungkansetiapsaatisiAlkitabYaituFirmanTuhan 7 Pasti, karenafirman Allah adalahjalandanlangkahsaya

8 Ya, Sangatperlu 9 Ya, sangatperlu

10 Ya, sayamembacadanmerenungkansetipasaatdansetiaphari

Berdasarkan hasil jawaban dari 10 informan pada tabel tersebut tentang Membaca dan Merenung Alkitab dapat disimpulkan bahwa 10% dapat menata hidup, 60% dengan membaca dan merenungkan firman Tuhan serta

melakukan dapat mengetahui apa yang baik karena firman Allah adalah jalan bagi kehidupan orang percaya 30% sangat perlu membaca Alkitab serta merenungkan.

Tabel 9. Bersekutu dengan Roh Kudus

No.

Informasi Jawaban atas Pertanyaan

Apakah saudara selalu bersekutu dengan Roh Kudus? Jelaskan 1 Ya, karenaRoh Kudus sangat penting perananya dalam dirisaya 2 Ya, bersekutu alasannya untuk melalui doa dan penyembahan

3 Jarang, karenaakhir-akhir ini saya sibuk tetapi kalua doa dan baca firmanTuhan setiap hari

4 Ya, dalamdoadanpenyembahan

(9)

6 ya, sayabersekutudenganRoh Kudus karenatanpaRoh Kudus setiap orang percayatidakmemperolehdamaisejahtra

7 Tentu, karenaRoh Kudus

membantuuntukberdoadanmemberipenghiburansertakekuatan 8 Ya, Roh Kudus penolong

9 Ya, Roh Kudus mengingatkansayadanmenguatkan 10 Ya, Roh Kudus menimbulkankekuatan yang begitudasyat

Berdasarkan hasil jawaban dari 10 informan pada tabel tersebut tentang Bersekutu dengan Roh Kudus dapat disimpulkan bahwa 20% Sangat penting perananya karena tanpa adanya Roh kudus hidup tidak meperoleh damai Sejahtera 10% Roh Kudus menjadi

penolong 10% mengingat dan menguatkan saya 10% menimbulkan kekuata begitu dasyat 20% berdoa dalam penyembahan. 20% Jawaban Tidak jelas

Tabel 10. Penerapan Roh Kudus dalam Pertumbuhan Kerohanian

No.

Informasi Jawaban atas Pertanyaan

BagaimanasaudaramenerapkanRoh Kudus dalampertumbuhankerohaniansaudara? 1 Ya, melihat diri saya sangat penting dan yang telah di tetapkan oleh Allah

dengan mengandalkan Roh Kudus yang menjadi sumber kekuatan 2 Kita bias berubah dan intinya mengandalkan Tuhan dan berpegang Teguh 3 Dengan waktu dan Doa yang lebih banyak agar kerohanian kita dapat

bertumbuh

4 Berdoa berbahasa Roh 2 jam sehari

5 Dengan melihat dan menandai apa yang pembaharuan yang terjadi 6 Saya selalu berdoa dan meminta Roh Kudus selalu diam dan bekerja dalam

kehidupan saya

7 Roh Kudus akanmenegurjikalangkahsayasalahRoh Kudus akan menuntun ke jalan yang harus saya lalui

8 Tiap hari berdoa dan setiap saat

9 Melakukan sesuai dengan Firman Tuhan 10 Baca firmanTuhan

Berdasarkan hasil jawaban dari 10 informan pada tabel tersebut tentang Penerapan Roh Kudus dalam Pertumbuhan Rohani Seseorang dapat disimpulkan bahwa 100% menjelaskan bagaiman Roh kudus menjadi sebuah

pembaruan dalam setiap pribadi manusia mengajak kepada setiap umatnya untuk melakukan sesuai dengan firmannya karena dengan Roh Kudus kerohanian dapat bertumbuh.

Tabel 11. Roh Kudus Bekerja dalam Pelyanan

No.

Informasi Jawaban atas Pertanyaan

BagaimanacaraRoh Kudus bekerjadalampelayanansaudara? 1 Caranya, yaitudenganmembawapenyembahdalamMelayani 2 Diamenguatkankitadanberkata-kata dalamhidupkita

3 Memberikanhati yang lebihdalamdanmelakukankehendaknya 4 Supayamenjamahhatijemaat yang sayalayani

5 Sangatdasyat

(10)

7 Memberipengalamanpribadidanmenempatkan di lading pelayanan yang tepat 8 Roh kudus

adalahsayamerasakanketikasayaberkutundennganTuhandansebagaipenuntunb agihidupsaya

9 Ya, karenaRoh Kudus penghiburbagisayadansetiap orang percayakepadaTuhan 10 Ya, kerenaRoh Kudus yang memberikankakuatandalampelayanansaya

Berdasarkan hasil jawaban dari 10 informan pada tabel tersebut tentang Roh Kudus bekerja dalam Pelayanan Seseorang dapat disimpulkan bahwa 50% berkerja didalam pelayanan, 20% menguatkan, 10% melakukan

kehendaknya, 10% memberi pengalaman pribadi, 10% Roh kudus menjadi Penghibur bagi setiap orang yang percaya.

Tabel 12. Bagaimanakah Mempelajari Roh Kudus di SOM

No.

Informasi Jawaban atas Pertanyaan

BagaimanacarasaudaramempelajariRoh Kudus di sekolahorientasiMelayani?

1 Melalui dasar kebenaranya itu Alkitab dan mendapat pengajaran melalui Som 2 Datang pada saat kelas, dan meresponi hadirat Allah

3 Mempelajari materi yang dibagikan dan mendengarkan penjelasan dari guru Som

4 Mengikuti SOM

5 Dengan bertanya tentang Roh Kudus tersebut siapa dan bagaimana 6 Roh Kudus adalah salah satu pribadi yang lemah lembut tanpa Roh Kudus

orang percaya tidak bisa hidup damai

7 Di SOM, saya semakin diteguhkan danTuhan proses saya sehingga yang dapat dari SOM bisa saya pahami dengan waktu yang lama

8 Baca firmanTuhan setiap hari

9 Mencerminkan pengajaran dari materi SOM dam mendalami dengan baik 10 Hadir setiap kelas SOM mempelajari dengan materi yang sudah dibagikan

Berdasarkan hasil jawaban dari 10 informan pada tabel tersebut tentang Bagaimana Mempelajari Roh Kudus di

SOM adalah 100% partisipannya menjelaskan mempelajari Roh kudus itu harus melalui dasar Allkitab.

Tabel 13. Merekomendasi Pengajaran Roh Kudus untuk Dipelajari Orang Lain

No.

Informasi Jawaban atas Pertanyaan

ApakahsaudaraakanberekomondasipengajaranRoh Kudus untuk di pelajari orang lain? Jelaskan

1 Ya, karena semua orang percaya harus mengikuti dalam kehidupan saya sehingga Roh Kudus sangat berperang penting.

2 Ya, Merekomondasi alasanya supaya orang lain paham tentang Roh Kudus. 3 Ya, Pasti karena setiap orang percaya dan bertumbuh tentang pengajaran Roh

Kudus

4 Ya, saya mengajarkan pada teman saya yang protestan dan katolik

5 Ya, supaya orang lain juga di berkati dengan pelajaran yang telah kita peroleh atau yang kita dapatkan

6 Ya, karena pengajaran tentang Roh Kudus sangat penting bagi setiap orang percaya

7 Ya tentu, tapi sebelum itu saya berkomunikasi dengan orang lain sehingga dia percaya akan Kristus supaya Roh Kudus dicurahkan

(11)

8 Ya, tentu sebagai orang percaya kita memerlukan Roh Kudus yang menguatkan 9 Ya.

10 Ya, berekomondasi karena memberi kekuatan

Berdasarkan hasil jawaban dari 10 informan pada tabel tersebut tentang Merekomendasi Pelajaran Roh Kudus untuk Dipelajari Orang lain dapat disimpulkan bahwa 100% menjelaskan bahwa mempelajari Roh Kudus merupakan oknum daripada Allah sendiri yang bekerja menjadi peranan penting bagi setiap orang percaya untuk merekomendasikan supaya orang lain dapat paham tetantang roh kudus.

Dari tabel 8-13 dapat disimpulkan bahwa Pengaruh Pengajaran Roh Kudus bagi Pertumbuhan Rohani Siswa SOM Bethany Nginden adalah: (1) 60% membaca dan merenung Alkitab dapat mengetahui apa yang baik karena firman Allah adalah jalan bagi kehidupan orang percaya. (2) 20% bersekutu dengan Roh Kudus karena: tanpa adanya Roh kudus hidup tidak meperoleh damai Sejahtera, berdoa dalam penyembahan dan 20% Jawaban tidak dapat menjawab dengan

benar. (3) 100% Roh kudus menjadi sebuah pembaruan dalam setiap pribadi manusia mengajak kepada setiap umatnya untuk melalukan sesuai dengan firmannya karena dengan Roh Kudus kerohanian dapat bertumbuh. (4) 50% Roh Kudus bekerja dalam Pelayanan Seseorang. (5) 100% Mempelajari Roh Kudus di SOM dapat menjelaskan bahwa belajar Roh kudus itu harus melalui dasar Allkitab. (6) 100% merekomendasi pelajaran Roh Kudus untuk dipelajari orang lain dapat bahwa mempelajari Roh Kudus merupakan oknum daripada Allah sendiri yang bekerja menjadi peranan penting bagi setiap orang percaya untuk merekomendasikan supaya orang lain dapat paham tetantang roh kudus.

Data Deskriptif Pengembangan Roh Kudus dalam Pelayanan SOM di Gereja Bethany Nginden

Tabel 14. Kendala dalam mempelajari Roh Kudus

No.

Informasi Jawaban atas pertanyaan

Apakah ada Kendala dalam mempelajari Roh Kudus? Jelaskan!

1 Tidak ada ketika kita benar-benar memiliki hati yang rindu untuk melayani sehingga peran Roh Kudus bekerja terus menerus di dalam kehidupan saya. 2 Tidak karena tidak memahami materi

3 Tidak ada

4 Tidak, tanpa Roh Kudus tidak terbatas ruang waktu

5 Tidak ada karena Roh Kudus merupakan oknum pribadi yang berdiam dalam diri atau hidup manusia sebagai penghibur dan pengingat

6 Tidak, karena sangat mudah bagi saya untuk mempelajarinya

7 Ada, proses yang Tuhan ijinkan tidak mudah namun hasil dilahirkan luar biasa 8 Sudah di pelajari dengan iman

9 Ya, karena saya sangat memerlukan di setiap saat 10 Ya,

Berdasarkan hasil jawaban dari 10 informan pada tabel tersebut tentang Kendala dalam mempelajari Roh Kudus

dapat disimpulkan bahwa 10% tidak memahami materi 10% tidak terbatas ruang waktu 80% penjelasan Tidak ada.

(12)

Tabel 15. Peran Roh Kudus dalam Pelayanan

No.

Informasi Jawaban atas pertanyaan

Apakah Roh Kudus dalam pelayanan saudara sangat berperan? Jelaskan 1 Ya, sangat berperan karena Alkitab mengajarba hwa Allah adalah Roh, jadi,

ketika kita telah memahani tentang Allah maka Roh Kuduslah yang memampukan kita untuk menikmati hadirat Tuhan.

2 Sangat berperan karena kita sungguh-sungguh melayaniTuhan maka Roh Kudus berperan dalam hidup kita

3 Ya, sangat berperan karena Roh Kudus selalu meneguh dan menguatkan saya untuk rajin pelayanan

4 Benar, tanpa Roh Kudus pelayanan tidak bergairah

5 Sangat, Roh Kudus sangatlah memiliki peran untuk memampukan saya dalam melakukan pelayanan saya dimana-mana dalam suatu gereja khususnya saat ini

6 Ya, menjadi penuntun dan juga mengingatkan saya

7 Ya tentu, karena tanpa Roh Kudus Roh Kudus saya tidak akan paham firman Tuhan dan tanpa firman Tuhan pelayanan saya sia-sia

8 Karena Roh Kudus sebagi penolong

9 Ya,

10 Ya, Roh kudus sebagai ponolong setiap orang percaya

Berdasarkan hasil jawaban dari 10 informan pada tabel tersebut tentang Perlu Roh Kudus dalam pelayanan dapat disimpulkan bahwa perlu Roh Kudus dalam pelayanan dapat disimpulkan bahwa 20% memampukan seseorang

menikmati hadiratnya, 20% sungguh-sungguh melayani Tuhan, 10% Roh Kudus menjadi Penuntun dan mengingatkan saya, 10% paham akan Firman Tuhan, 20% penolong setiap orang percaya, dan 20% tidak terjawab.

Tabel 16. Peran Roh Kudus dalam Kehidupan Seseorang

No.

Informasi Jawaban atas pertanyaan

SejauhmanaperanRoh Kudus dalamkehidupansaudara ?

1 Semua Aspek kehidupanku baik dalam pekerjaan, pelayanan, studi, dan sebagainya

2 Sejak saya telah lahir baru dan mengenal Allah sebagai juruslamat 3 Telah mengenal Allah sebagai penyelamat

4 Roh Kudus membantu dan menguatkan saya ketika saya ketika dan putus asa

5 Sejauh Saya Menghidupi Roh Kudus Itu Ia selalu berperan Aktif, selalu mendorongku untuk membangun sebuah hubungan dengan

Tuhan Ia selalu menghiburku sejauh ini saya bisa melewati semuanya tanpa menyerah

Karena Roh Kudus.

6 Tidak dapat diukur karena setiap saat saya mengundang Roh Kudus dalam hidup saya dan Roh Kuduslah yang menguasai saya

7 Sangat luar biasa, karena saya banyak diubahkan

8 Sudah

9 Saya dikuasi oleh Roh Kudus sejak saya mengenal Tuhan Yesus sebagai pengelamat

(13)

Berdasarkan hasil jawaban dari 10 informan pada tabel tersebut tentang peranan Roh Kudus dalam Kehidupan Seseorang dapat disimpulkan bahwa 10% kehidupanku baik dalam pekerjaan, 30%

lahir baru dan diubahkan, 10% membantu dan menguatkan Ketika saya ketika putus asa, 10% mendorong untuk membangun hubungan dengan Tuhan, 10% dikuasai Roh Kudus, dan 20% tidak ada jawaban.

Tabel 17. Penambahan Pengajaran Roh Kudus di SOM

No.

Informasi Jawaban atas pertanyaan

1 Sejauh ini tidak, sebab adanya SOM selalu didasari oleh Alkitab sendiri 2 Mengikuti kelas dan mempelajarai dengan baik

3 Enggak perlu ditambahkan, karena saya belajar Roh Kudus di SOM Bethany Nginden

4 Penerapan Roh Kudus dalam melayani

5 Ada misalnya, untuk sekolah orientasi melayani di Bethany Nginden perlu diberikan penjelasan dan pemahaman lebih mendalam lagi setiap jemaat tentang peranan dari Roh Kudus itu sendiri.

6 Tidak karena saya rasa pengajaran yang sudah disampaikan sudah sangat cukup baik

7 Akan lebih baik kalau kelas kecil karena tidak semua peserta SOM sudah kepenuhan Roh Kudus, jadi lebih dalam lagi untuk mengelah

8 Lebih baik lagi pembicara menggunakan dan mengeluarkan makna teologi yang sesungguhnya

9 Belajar dengan baik di kelas SOM

10 Cukup

Berdasarkan hasil jawaban dari 10 informan pada tabel tersebut tentang Penanaman Pengajaran Roh Kudus dalam SOM dapat disimpulkan bahwa 10% didasari oleh Alkitab 10% mempelajari

dengan baik, 10% pemahaman lebih mendalam lagi 10% mengeluarkan makna teologi yang sesungguhnya, dan 60% Penjelasan tidak ada.

Tabel 18. Pengembangan Pembelajaran Roh Kudus di SOM

No.

Informasi Jawaban atas pertanyaan

Apa saran-saran saudara berkaitan pengembangan pembelajaran Roh Kudus di sekolah orientasi Melayani Bethany Nginden ?

1 Mari kita dengan menikmati peranan Roh Kudus tidak hanya secara Ilmu tetapi juga sebuah pengalaman pribadi.

2 Supaya jemaat mempelajari Roh Kudus lebih dalam lagi

3 Sebaiknya pembicara yang dihadirkan adalah orang-orang yang memang memiliki dasar pengetahuan yang baik.

4 Harus lebih sungguh-sungguh lagi dan yang menyampaikan materi harus dipaparkan lebih detail lagi

5 Lebih di tingkatkan lagi

6 Seharusnya, mempelajari Roh Kudus harus dengan waktu yang lama supaya lebih jelas

7 Sudah baik

8 Ya, karena Roh Kudus sebagai penolong dan penghibur 9 Tidak ada

(14)

Berdasarkan hasil jawaban dari 10 informan pada tabel tersebut tentang Pengembangan Pembelajaran Roh Kudus dalam SOM dapat disimpulkan bahwa 10% menikmati pengalaman pribadi, 10% mempelajari Roh Kudus lebih dalam,

10% memiliki dasar pengetahuan yang baik, 10% sunguh-sungguh lagi menyampaikan Materi, 10% mempelajari Roh Kudus dengan waktu yang lama, dan 50% penjelasan tidak ada.

Tabel 19. Roh Kudus Bekerja dalam Pelayanan

No.

Informasi Jawaban atas pertanyaan

ApakahRoh Kudus bekerjadalampelayanansaudara ? jelaskan 1 Ya, bekerjakarenakitasungguh-sungguhmelayanisehinggaRoh Kudus

hadirdanmemberikankitakekuatan 2 Ya, karenakitamelayanidenganbaik.

3 Ya, ketikamelayaniharusmeresponinhadiranTuhan agar Roh Kudus bekerjadalamkehidupankita

4 Ya, Roh Kudus mengubahkan hati dan menjama hidup jemaat

5 Ya, Roh Kudus bekerja dalam pelayanan saya, terlihat ketika saya tidak mau melayani Roh Kudus mengingatkan saya dan saat itu pun hatiku langsung tergerak untuk melawan niat baruk saya untuk tidak pelayanan.

6 Ya, sangat berperan menuntun saya, di setiap saat saya melayaniTuhan. 7 Tentu, karena langkah-langkah saya, saya yakin Roh Kudus yang sertai 8 Ya, Roh kudus sangat bekerja dalam pelayanansaya

9 Ya, Roh Kudus bekerja di dalam setiap pelayanan saya, ketika saya melayani dengan sungguh-sungguh

10 Ya, Roh Kudus yang memberikan kekuatan sehingga pelayanan saya berjalan dengan baik

s

Berdasarkan hasil jawaban dari 10 informan pada tabel tersebut tentang Roh Kudus bekerja dalam Pelayanan dapat disimpulkan bahwa 100% participant percaya dengan roh kudus yang bekerja didialam pelayanan saya karna 60% sunguh-sungguh melayani Tuhan 10% meresponi kehadiran Tuhan 10% mengubah hati 10% melayani dengan baik 10% memberikan kekuatan.

Dari tabel 14-19 Pengembangan Roh Kudus dalam Pelayanan SOM di Gereja Bethany Nginden dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) 80% tidak bisa menjawab kendala dalam mempelajari Roh Kudus. (2) 20% perlu Roh Kudus dalam pelayanan karena memampukan kita menikmati hadiratnya, dapat sungguh-sungguh melayani Tuhan, dan penolong setiap orang percaya. (3) 30% peranan Roh Kudus dalam

kehidupan seseorang dapat lahir baru dan hidup diubahkan untuk mengenal Allah. (4) 60 % penanaman Pengajaran Roh Kudus dalam SOM dapat tidak dapat dijawab. (5) 50% pengembangan Pembelajaran Roh Kudus dalam SOM tidak dapat dijawab dengan jelas. (6) 60% Roh Kudus bekerja sunguh-sungguh dalam melayani Tuhan.

PEMBAHASAN

Pengembangan Pengajaran Roh Kudus

Setelah seseorang menerima Yesus sebagai Juruselamat, mereka juga menerima Roh Kudus. Roh Kudus merupakan eksklusif diberikan kepada orang-orang yang percaya. Byrum mengatakan bahwa, “Roh Kudus tidak diberikan kepada orang-orang berdosa, tetapi hanya kepada mereka yang diselamatkan. Yesus berkata ketika menjanjikan Dia kepada murid murid, „Yang

(15)

dunia tidak dapat menerima‟ (Yoh. 14:17). Contoh pertama dari mereka yang menerima Roh Kudus sesudah pertobatan adalah murid-murid, di antaranya kedua belas rasul. Sebelum hari Pentakosta ketika mereka menerima Roh Kudus, mereka telah bertobat. Pastinya, mereka telah diselamatkan, dan mereka diperintahkan menunggu di Yerusalem sampai dibaptis Roh Kudus. Ini mereka terima pada hari Pentakosta, Ketika mereka dipenuhi Roh Kudus‟ (Kis. 2:4). Dan ini tidak berbeda dari pengalaman mereka yang bertobat setelah Pentakosta (Byrum, 2005:32).

Kehadiran Allah ditengah-tengah umat-Nya dinyatakan dalam pekerjaan Roh Kudus yang memberikan bimbingan kepada orang percaya. Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan kata membimbing sebagai “memegang tangan untuk menuntun.” Thiessen mendefinisikannya sebagai peranan Roh Kudus dalam memimpin orang percaya agar tidak menuruti keinginan daging (Thiessen,1977:338). Roh Kudus adalah pribadi ketiga dari Allah Tritunggal yang datang untuk menggantikan Allah Anak dengan sepenuhnya, melanjutkan pekerjaan Kristus serta menggenapi pelayanan-Nya di bumi (Mandey, 1999:37). Roh Kudus adalah Roh Allah itu sendiri, Roh yang keluar dari diri Allah, Roh yang dimiliki oleh Allah, memiliki atribut-atribut ilahi dan Dia turut mencipta dunia ini bersama dua pribadi Allah yang lain, yaitu Allah Bapa dan Allah Anak (Owen, 2004). Roh Kudus mempunyai sifat-sifat ilahi yang sama dengan Allah sebelum dan sesudah penciptaan, dari kekal sampai kekal dan tidak dibatasi waktu dan tempat (Steven Tong, 1995:24).

Menurut Junihot Simanjuntak dalam pekerjaan Roh Kudus sebagai Guru dan Pen-didik, Ia juga hadir di dunia dan dalam

kehidupan orang-orang Kristen untuk memampukan mereka dalam mengemban tugasnya sebagai bendahara Allah di dunia. Roh itulah yang memberi hikmat, kebijaksanaan, dan menuntun orang ke dalam kebenaran se-perti yang dijelaskan Alkitab dan da-lam kebenaran dalam diri Yesus Kristus (Simanjuntak, 2017:15). Seringkali banyak orang Kristen mempertanyakan mengapa harus memelajari Roh Kudus dengan benar dan memahami keberadaan-Nya sebagai Allah. Menurut Millard J. Erickson Bahwa melalui Roh Kudus inilah Allah Tritunggal menjadi nyata bagi orang percaya; Alasan kedua adalah karena kita hidup pada masa ketika karya Roh Kudus lebih menonjol dibandingkan dengan karya kedua oknum lainnya dan alasan berikutnya bahwa suasana sekarang ini lebih menekankan pengalaman, dan hanya melalui Dialah kita dapat mengalami perjumpaan dengan Allah secara encountering (Erickson, 2004:14-15). Roh Kudus memberi hidup, tinggal, dan aktif dalam diri orang percaya (Rm. 8:2, 9-11), sehingga mereka mengalami penyertaan Allah secara pribadi (Ibr. 13:5c) untuk melaksanakan amanat agung dalam kehidupan sehari-hari (I Kor. 12:4-11, Mat. 28:18-19). Dasar doktrin bahwa iman Kristen mengenal dan memercayai bahwa Allah pencipta alam semesta ini adalah Tritunggal, di mana Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus masing-masing adalah pribadi, tetapi tidak dapat dipisahkan secara esensi satu dengan yang lainnya (Sproul, 2005:73). Dengan kata lain, Roh Kudus yang sepenuhnya bersifat pribadi, hendaknya diberikan penghormatan dan perlakuan yang seimbang serta ditaati dalam konteks otoritas yang sama dengan Allah Bapa dan Allah Anak. Roh Kudus dan karya-Nya harus dipahami secara benar oleh setiap orang

(16)

percaya, sebab di dalam karya Roh Kuduslah, Allah secara pribadi bekerja di dalam diri orang percaya. Kata “Roh” dalam bahasa Yunani adalah “πνευμα” (Pneuma) yang berarti angin, udara, atau nafas. Maka dapat didefinisikan bahwa Roh Kudus adalah (Dia) yang menjadi nafas kehidupan (Mandey, 1999 :37). Dalam perjanjian lama, Roh Kudus berperan aktif dalam karya penciptaan, hal ini dapat dilihat bahwa pada waktu bumi belum berbentuk dan masih kosong, Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air (Kej. 1:2). Karya Allah yang berkaitan dengan hasil penciptaan, merupakan wujud nyata bahwa Roh Kudus turut bekerja sama dalam proses penciptaan alam semesta beserta isinya.

Erickson dalam tulisannya mendefinisikan bahwa peranan Roh Kudus dalam mengajar orang percaya adalah membantu orang-orang percaya masa kini untuk memahami dengan benar berita yang tertulis dalam Kitab Suci. Setiap orang percaya yang telah mengalami peristiwa lahir baru di dalamhidupnya ada Roh Kudus, dan Roh Kudus yang telah mengilhami penulisan Alkitab akan menerangi pikiran orang-orang percaya tersebut untuk mengerti segala hal tentang Allah; yaitu segala hal yang baik dan berkenan menurut kehendak Allah melalui isi Alkitab. Ginting dalam bukunyamengatakan; “jika para Nabi atau Rasul sebagai penulis-penulis Kitab berbicara atas nama Allah dengan kekuatan Roh Kudus (2Ptr. 1:2), maka Roh Kuduslah yang memberikan pengertian tentangapa yang mereka tulis (Ginting, 2009:40). Hal ini dapat dimungkinkan sebab Roh Kudus mampu mendeskripsikansecara lengkap dan benar apa yang menjadi kehendak Allah (1Kor. 2:10-11).

Pengembangan pengajaran Roh Kudus siswa SOM yang sangat mendasar sebagai

beriut: (1) 60% Percaya kepada Roh Kudus berarti ketika melakukan kesalahan maka Roh Kuduslah yang menginsafkan kita dari kesalahan. (2) 100% pengetahuan Roh Kudus merupakan oknum daripada Allah sendiri yang bekerja sebagai penghibur, penolong, dan memberi kekuatan bagi orang percaya. (3) 40% mempelajari Roh Kudus melalui doa tetapi 40% tidak bisa menjawabnya. (4) 30% belajar Roh Kudus sangat perlu karena seorang mengerti, memahami, dan dapat mengalami sendiri akan keberadaan daripada Allah sendiri. (5) 30% Roh Kudus dapat diterapkan dalam pelayanan, 30% membuahkan karakter yang baik dan 40% jawaban mengetahuinya.

Pengaruh Pengajaran Roh Kudus bagi Pertumbuhan Rohani Siswa SOM Bethany Nginden

Roh Kudus

Kata Roh Kudus dalam bahasa Ibrani adalah “ruah”, suatu kata yang kadang-kadang diterjemahkan dengan “angin” atau “nafas (Hinm, 2004:36).” Jadi, acuan-acuan Perjanjian Lama kepada nafas Allah atau angin dari Allah (mis Kej 2:7; Yeh 37:9-10) juga dapat mengacu kepada karya Roh Kudus. Roh Kudus itu dilukiskan sebagai nafas Allah yang memberi hidup kepada apa yang diciptakan-Nya. Kata Smith Wigleswoth: "Roh Kudus tidak akan pernah datang sampai sebuah tempat itu dipersiapkan bagi-Nya. Roh Kudus hanya dapat masuk kedalam Bait-Nya) Ketika sepenuhnya berserah sepenuh kepada-nya, karena Roh "tidak akan diam di dalam apa yang dibuat oleh tangan manusia" (Kis. 7: 48). Tatapi "pada loh-loh daging yaitu di dalam hati manusia" (2 Kor. 3: 3) (Wigleswoth, 2002:92). Dalam 1 korintus 2: 14 mengatakan bahwa "manusia duniawi

(17)

tidak dapat menerima Roh Allah". Tujuan Roh Kudus dicurahkan kepada manusia adalah bertujuan supaya manusia memiliki karakter Allah dan memiliki persekutuan yang indah bersama dengan Tuhan. Bahkan lebih daripada itu adalah supaya manusia menjadi anak-anak Allah karena dipimpin oleh Roh Allah (Rm. 8:14).

Roh Kudus adalah pribadi Allah sendiri, membicarakan topik ini memang sangat menarik. Untuk mengetahui pribadi Roh Kudus ini maka perlu untuk melihat alkitab sebagai satu-satunya sumber yang menjadi dasar kebenaran tentang Roh Kudus tersebut. Ingatlah selalu bahwa ketika orang percaya memadamkan Dia, maka orang percaya menghilangkan kesempatan bagi-Nya untuk memberkati dan menjamah hidup orang percaya dan untuk menjamah hidup orang lain melalui orang percaya. Seringkali yang menjadi sumber kesalahan dan fanatisme mengenai karya Roh Kudus adalah usaha untuk mempelajari dan memahami karya-Nya tanpa terlebih dahulu mengenalnya secara pribadi(Benny Hinn, 2004:36). Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa Roh Kudus menolong seseorang dalam doa-doanya. “Demikian juga Roh membantu dalam setiap kelemahan yang ada; sebab tidak akan tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk menuntun kepada Allah dengan keluhan-keluhannya yang tidak terucapkan” (Rm. 8:26). Yudas juga menunjukkan kedudukan Roh Kudus dalam kehidupan kita: “Akan tetapi saudarasaudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri diatas imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus” Roh Kudus seorang sahabat setia yang datang untuk melakuklan segala sesuatu yang disebutkan firman akan dilakukan-Nya. Dengan memohon kepadan-Nya untuk

menjadi adimitra dalam semua hal yang menyangkut kehidupan pribadi dan pekerjaan Tuhan. Dengan demikian bila tiba saat menyediakan khotbah, Ia selalu hadir. Ketika saat memberikan nasihat, Ia mengarahkan nasihat kepada setiap pribadi. “Dan bila Ia memegang kendali dalam kebaktian, kehadiran-Nya sangat menentukan keberhasilan kebaktian itu (Cho,2002:13).

Bound berkata, “Apa yang diperlukan gereja sekarang ini bukanlah mesin-mesin yang lebih banyak atau yang lebih baik, bukan pula organisasi- organisasi dan cara-cara yang baru, melainkan orang-orang yang dapat dipakai oleh Roh Kudus, orang-orang yang suka berdoa, orang-orang yang memiliki kuasa di dalam doa. Roh Kudus tidak mengalir melalui cara-cara yang baru (sekalipun hal itu baik juga), melainkan melalui manusia. Ia tidak datang kepada mesin- mesin, melainkan kepada manusia. Roh Kudus tidak mengurapi, rencana saja, tetapi mengurapi manusia yang suka berdoa” (Bounds, 1997:6). Berbicara Roh Kudus dalam Efesus 5:18, menggunakan istilah yunani plerousthe yang merupakan kata kerja imperatif, present, pasif, orang kedua jamak. Dimana mengandung empat unsur penting untuk memahami konsep pemenuhan itu sendiri. Pertama, dipenuhi Roh Kudus adalah perintah (imperfek) dan bukan saran. Tuhan tidak berfirman, “jika engkau mau, akan baik bagimu jika engkau dipenuhi dengan Roh.” Tuhan hanya memberikan perintah agar orang percaya dipenuhi dengan Roh Kudus, sebab ini berhubungan dengan pengaruh-Nya dalam pengalaman hidup orang percaya setiap hari.

Pengaruh Pengajaran Roh Kudus bagi Pertumbuhan Rohani Siswa SOM Bethany Nginden adalah: (1) 60% membaca dan

(18)

merenung Alkitab dapat mengetahui apa yang baik karena firman Allah adalah jalan bagi kehidupan orang percaya. (2) 20% bersekutu dengan Roh Kudus karena: tanpa adanya Roh kudus hidup tidak meperoleh damai Sejahtera, berdoa dalam penyembahan dan 20% Jawaban tidak dapat menjawab dengan benar. (3) 100% Roh kudus menjadi sebuah pembaruan dalam setiap pribadi manusia mengajak kepada setiap umatnya untuk melalukan sesuai dengan firmannya karena dengan Roh Kudus kerohanian dapat bertumbuh. (4) 50% Roh Kudus bekerja dalam Pelayanan Seseorang. (5) 100% Mempelajari Roh Kudus di SOM dapat menjelaskan bahwa belajar Roh kudus itu harus melalui dasar Allkitab. (6) 100% merekomendasi pelajaran Roh Kudus untuk dipelajari orang lain dapat bahwa mempelajari Roh Kudus merupakan oknum daripada Allah sendiri yang bekerja menjadi peranan penting bagi setiap orang percaya untuk merekomendasikan supaya orang lain dapat paham tetantang roh kudus.

Pertumbuhan Rohani

Karya Roh Kudus atas orang percaya tidak dapat dipisahkan dari karya besar penyelamatan manusia. Dan menurut pemahaman Paulus masalah keselamatan berpusat pada bagaimana masalah dosa dapat diselesaiakan (Manuain, 1990:25). Menurut Paulus dosa adalah pemberontakan terhadap Allah, sikap tidak takluk kepada ketentuan Allah (Rm. 8:7), dan ketidaktaatan terhadap Allah (Rm. 11:32). Alasan dosa inilah yang menjadi dasar penyelamatan Allah terhadap manusia, dan di dalam penyelamatan inilah Roh Kudus berkarya atas manusia. Harun Hadiwiyono dalam bukunya yang berjudul “Inilah Sahabatku” mengatakan bahwa Roh

Kudus datang kepada orang percaya, untuk menerapkan hasil karya penyelamatan. yang telah diperoleh Yesus melalui kematian, kebangkitan, dan kenaikan-Nya ke Sorga (Hadiwiyono, 2006:128). Roh Kudus bertugas untuk melanjutkan, menyelesaikan, dan menyempurnakan pekerjaan Allah Bapa dan Anak. Jadi melalui Roh Kudus karya penyelamatan Allah dapat terwujud nyatakan dalam pribadi manusia, sebab oleh karya Roh Kudus manusia dapat mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan (1Kor. 12:3), dan melalui karya Roh Kudus pula manusia memiliki karakter Kristus.

Konsep Perjanjian Lama mengenai peranan Roh Kudus, kembali dikonfirmasi dalam konteks Perjanjian Baru. Penulis-penulis Perjanjian Baru memahami bahwa seluruh perkataan nabi-nabi perjanjian lama merupakan perkataan yang berasal dari Roh Kudus (Kis. 1:16; 4:25; 28:25; Rm. 7:6). Jadi sesuai dengan kepercayaan terhadap salah satu pokok pengakuan Iman Nicea, bahwa Roh Kudus telah berfirman dengan perantaraan para Nabi dalam masa perjanjian lama maka Roh Kudus juga berperan dalam kehidupan masyarakat perjanjian baru melalui para Rasul, untuk membimbing orang-orang percaya kepada kebenaran Allah yang sejati. Peran Roh Kudus mengajar orang percaya tidak hanya dibatasi pada area agama saja, melainkan pada seluruh area hidup manusia. Niftrik dalam bukunya menjelaskan karya Roh Kudus dalam mengajar orang percaya melalui Alkitab, untuk menjelaskan bahwa Kristus merupakan Tuan yang mengatur dan bertanggungjawab di segala lapangan hidup (Niftrik & Boland, 2008:401). Sebab Peranan Roh Kudus dalam mengajar merupakan suatu hala yangi sangat penting, karena Roh Kudus menentukan pertumbuhan kerohanian orang percaya. Namun Roh

(19)

Kudus hanya akan mendiami pribadi yang telah mengalami lahir baru, untuk selanjutnya mengajar orang percaya memahami rahasia Ilhai.

Dalam Yohanes 16:8-9 Yesus berkata bahwa Roh Kudus akan datang untuk menginsafkan dunia akan dosa, karena mereka tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Namun setelah Roh Kudus tercurah dalam peristiwa Pentakosta, dijelaskan bahwa orang banyak yang sebelumnya ikut menyalibkan Yesus bertobat dan percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, melalui Injil yang diberitakan Petrus (Kis. 2:23). Menurut Eldon Ladd ada makna yang tersembunyi di dalam peristiwa kematian Kristus yang tidak dapat dilihat oleh mata lahiriah, dan hanya dapat dipahami oleh pencerahan adi kodrati.40 Jadi hanya oleh penerangan Roh Kudus sajalah manusia dapat memahami makna salib yang sesungguhnya, sehingga manusia mengakui bahwa Yesus yang mati disalib itu adalah Tuhan ( Ladd, 1974: 490- 491).

Roh Kudus adalah ikatan cinta kasih dalam relasi Bapa dan Putra. Roh Kudus bertindak sebagai pemersatu Allah Tritunggal dan juga di dalam Gereja (Mat. 28:19). Roh Kudus memungkinkan manusia yang tidak kudus bersatu dengan Allah yang kudus, dan mengambil bagian dalam kekudusan Allah. Roh Kudus bekerja dalam hati manusia untuk mampu mengkontemplasikan kebenaran Allah Tritunggal dan wahyu Allah yang menyelamatkan manusia. Demikian juga dalam kerangka pemahaman teologi Trinitas, bahasa dogmatik tidak selalu mencukupi untuk mengantar umat pada pengalaman kehadiran Allah dan pertanggungjawaban iman. Karya keselamatan Allah Tritunggal bagi manusia hadir bukan hanya untuk ditempatkan

dalam justikasi iman, namun juga untuk mengalami, merasakan, mendengarkan, dan mengkontemplasikan cinta kasih Allah yang besar, yang tidak terukur oleh manusia. Cinta itu adalah kenyataan kehadiran Allah yang riil dalam kehidupan manusia, dan Allah sebagai Cinta Kasih dikenali dalam diri Roh Kudus (Vorgrimler, 2005:60).

Shipman dalam bukunya yang berjudul Pembaharuan Pelayanan Mimbar, mengatakan suatu kalimat pertama dalam alinea bukunya bahwa firman Allah merupakan suatu pekerjaan rohani. Jadi, bila pengkotbah ingin berhasil dalam penyampaian kotbahnya, hal yang mendasar adalah ia harus mengenal Kristus dan dipenuhi Roh Kudus. Dengan demikian, ia dapat memberitakan Firman Allah dengan baik (Shipman, 2006:5). Beny solihin menjelaskan bahwa, Ilmuminasi adalah bimbingan untuk memahami firman yang diinspirasikan-Nya. Roh Kudus bukan hanya pengarang sesungguh-sungguhnya, melainkan juga satu-satunya penafsir Alkitab yang sejati. Ia terlibat dalam proses penafsiran (hermeneutik) karena Ia adalah Roh Kebenaran (Graham, 1985:40-43). Roh Kudus sebagai Parakletos (“Penolong”; Yoh. 14:13, 26: 15:26) selalu mendampingi pengkotbah dalam menemukan arti yang sesungguhnya dari teks-teks Alkitab. John MacArthur, Jr. menyimpulkan hal ini dengan mengatakan bahwa, “ Ilmuminasi adalah pekerjaan Roh Kudus yang membukakan mata rohani sesorang untuk mengerti arti firman Tuhan (MacArthur, 1992:103). Dalam Gereja yang sedang berkembang, Allah melalui Roh Kudus bekerja membentuk suatu kelompok baru terdiri orang-orang yang setia dan menjadi teladan. Itu juga bagian dari rencana-Nya. Allah yang merancang dan peduli telah memanggil umat-Nya kepada kehidupan kemuridan dan

(20)

pelayanan, suatu kehidupan yang berbeda dengan cara hidup dunia yang egois.

Pengembangan Roh Kudus dalam Pelayanan SOM di Gereja Bethany Nginden

Yohanes 14:16-17 memberitahukan bahwa Roh Kudus akan mendiami orang percaya sampai selama-lamanya. Pernyataan di dalam Perjanjian Baru ini memang berbeda dengan pelayanan Roh Kudus dalam PL. Dalam Yohanes 14:17, Roh Kudus disebut sebagai Roh Kebenaran. Kata kebenaran yang digunakan di sini adalah ἀληθεία (alētheia), yang berarti kebenaran, lebih spesifik menunjuk kepada kebenaran dalam arti kejujuran dan tidak ada kepalsuan. Wiersbe mengatakan, Roh Kebenaran berarti Roh Kudus menggunakan Firman untuk menghukum orang-orang berdosa dan mengarahkan orang-orang kudus9 , sebagaimana Firman itu adalah kebenaran (Yoh. 17:17). Tentang pengertian κόσμος (kosmos) atau dunia, Wesley memberikan penjelasan, orang yang tidak mengasihi Allah atau takut akan Allah, tidak dapat menerima, karena Dia tidak terlihat olehnya – mereka tidak memiliki indera spiritual, tidak ada mata batin untuk membedakan Dia, apalagi mengenali Dia (Wesley, 1999:14-17).

Mac Donald dan Farstad mengatakan, dalam Perjanjian Lama Roh Kudus datang dalam berbagai kesempatan, tetapi sering meninggalkan mereka. Sekarang Roh Kudus datang untuk menetap selamanya (MacDonald, 1995: 14-16). Seiring dengan era Perjanjian Baru yang mulai berlaku sejak kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus, maka dapat diyakini bahwa Roh Kudus tidak akan pernah meninggalkan orang percaya. Mulai dari hari Pentakosta (Kis. 2), Roh Kudus mulai mendiami orang-orang percaya

secara permanen. Berdiamnya Roh Kudus secara permanen merupakan pemenuhan janji Allah untuk selalu beserta umat-Nya dan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Fakta bahwa Roh Kudus tidak akan pernah meninggalkan seorang percaya juga dapat dilihat dalam Efesus 1:13-14 di mana dikatakan bahwa orang-orang percaya “dimeteraikan” oleh Roh Kudus yang “diberikan sebagai jaminan bagian untuk bisa sampai memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan semua milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.” Dimeteraikan oleh Roh Kudus menggambarkan kepemilikan. Roh Kudus tinggal dalam orang percaya yang hidup dalam kedagingan. Orang Kristen Korintus yang hidup dalam kedagingan, yang melakukan inses, membawa saudara seiman ke pengadilan, dan dosa-dosa lain, tetap didiami oleh Roh Kudus (2Kor. 6:19). Apabila hanya kelompok tertentu saja yang didiami oleh Roh Kudus, maka orang Kristen Korintus seharusnya tidak didiami oleh Roh Kudus. Roh Kudus tinggal pada diri orang percaya secara permanen. Bukan hanya Roh Kudus tinggal dalam semua orang percaya, tetapi Ia juga tinggal secara permanen.

Pengembangan Roh Kudus dalam Pelayanan SOM di Gereja Bethany Nginden dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) 80% tidak bisa menjawab kendala dalam mempelajari Roh Kudus. (2) 20% perlu Roh Kudus dalam pelayanan karena memampukan kita menikmati hadiratnya, dapat sungguh-sungguh melayani Tuhan, dan penolong setiap orang percaya. (3) 30% peranan Roh Kudus dalam kehidupan seseorang dapat lahir baru dan hidup diubahkan untuk mengenal Allah. (4) 60 % penanaman Pengajaran Roh Kudus dalam SOM dapat tidak dapat dijawab. (5) 50% pengembangan Pembelajaran Roh Kudus

(21)

dalam SOM tidak dapat dijawab dengan jelas. (6) 60% Roh Kudus bekerja sunguh-sungguh dalam melayani Tuhan.

KESIMPULAN

Dari Tujuan penelitian diatas maka dapat disimpulkan bahwa hal Pertama, Sekolah Orientasi Melayani harus memiliki Sumber Alkitab sebagai dasar pembahasan yang berkaitan dengan Roh Kudus. Disamping itu buku-buku sebagai sumber informasi lain yang berkaitan dengan Roh Kudus dapat menolong mahasiswa dalam belajar Firman Tuhan Yohanens 14 : 15-31 dikalangan sehingga apa yang dipelajari dapat diterapkan dalam pelayanan.

Kedua, jika pengembangan pengajaran

Roh Kudus di Sekolah Orientasi Melayani mampu menolong siswa mengalami pertumbuhan Rohani maka Yohanes 14 : 15-31 menjadi acuan siswa untuk penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiga, jika pengembangan pengaruh

pengajaran Roh Kudus memiliki banyak buku yang dapat mendidik orang dalam kebenaran, mengalami sebuah pertumbuhan dan perubahan iman. maka pengajaran Roh Kudus dapat menolong mahasiswa dalam belajar Firman Tuhan.

Daftar Pustaka

Boeker, Traugott G.R. (1991). Baptisan dan

Kepenuhan Roh Kudus. Malang,

Gandum Mas.

Bounds, M. E. (1997). Power Through Prayer. New York: Simon and Schuster.

Byrum, R. Russell.( 2005). Holy Spirit

Baptism and the Second Cleansing.

James L. Fleming.

Cho, Yonggi. Roh Kudus adalah Mitra Saya. Jakarta: YPI Imanuel.

Creswell, John W. 1994. Research Design:

Qualitative and Quantitative

Approaches. California: Sage

Publications, Inc.

Daryanto. (2012). Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Erickson, M. J. (2004). Teologi Kristen,

volume 3. Malang: Gandum Mas.

Ginting, E.P. (2009). Khotbah dan Pengkhotbah. Jakarta: BPK. Gunung

Mulia.

GP, Harianto dan Yudho, Bambang. (2012). Sang Visioner Abraham Alex Tanuseputra. Yogyakarta: Andi.

GP, Harianto. (2013). Metodologi Kuantitatif

dan Kualitatif. Surabaya:STT Bethany.

Graham, Billy. (1985). Roh Kudus: Kuasa

Allah dalam Hidup Anda. Bandung:

Lembaga Literatur Baptis.

Hadiwiyono, Harun. (2006). Inilah Sahadatku. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Harton, Stanley M. (1976). Oknum Roh

Kudus. Malang: Gandum Mas.

Herbert, Vorgrimler. (2005). Trinitas: Bapa,

Firman dan Roh Kudus.Yogyakarta:

Kanisius, 2005.

Hinn, Benny. (2004). Selamat Datang Roh

Kudus.Jakarta: Imanuel Publishing

House.

Junihot, Simanjuntak M. (2017). Ilmu Belajar

dan Didaktika Pendidikan

Kristen.Yogyakarta: Andi.

Ladd, George E. (1974). A Theology of The

New Testament. Grand Rapids:

Eerdmans.

MacArthur, John. (1992). Rediscovering

Expository Ppreaching; Balancing the Science and Art of Biblical Expository.

Dalas: Word.

MacDonald, W .& Farstad A. (1997).

Believer's Bible Commentary: Old and New Testaments. Nashville: Thomas

(22)

Mandey, (1999). Betapa hebat kuasa-Nya. Pare: Departemen Literatur dan Media Massa MP-GpdI.

Manuain, J. (1990). Doktrin dan Konteks. Malang: Institut Injili Indonesia.

Mounce, William D. (1993). The Anaytical

Lexicon to the Greek New Testament.

Grand Rapids: Zondervan Publishing House.

Niftrik, G.C. Van & Boland, B.J. (2008).

Dogmatika Masa Kini. Jakarta: BPK

Gunung Mulia.

Olbricht, Owen D. (2013). The Holy Spirit. Benton: Searcy.

Owen, J. (2004). The Holy Spirit His gifts and

power Scotland.United Kingdom: Christian Focus Publication.

R.C., Sproul (2005). Kebenaran-kebenaran

Dasar Iman Kristen Essential. Malang,

Indonesia: Literatur SAAT.

Shipman, Michael K. (2006). Pembaharuan

Pelayanan Mimbar. Bandung: Yayasan

Kalam Hidup, 2006.

Sumanto. (2002). Pembahasan Terpadu

Sistematika dan Metodologi Riset I.

Yogyakarta: Andi.

Tanuseputra, Abraham Alex. (2009). Roh

Kudus. Surabaya: House Bleasing.

Thiessen, Henry C. (1997).Teologi

Sistematika. Malang: Gandum Mas.

Tong, Stephen. (1995). Roh Kudus Doa dan

Kebangunan. Surabaya, Indonesia:

Momentum.

Wesley, J. (1999) Wesley's Notes: John. Logos Library System; Wesley's Notes. Wigleswoth, Smith. (2002) Jamahan Roh

Kudus. Bandung: Revival Publishing

Gambar

Tabel 2. Kisi-kisi Pertanyaan Angket Terbuka
Tabel 3. Percaya kepada Roh Kudus  No.
Tabel 4. Pengetahuan tentang Roh Kudus  No.
Tabel 6. Mengapa Perlu Mempelajari Roh Kudus  No.
+7

Referensi

Dokumen terkait

14 lapangan (groundtruthing) mencakup pengambilan data parameter perairan , data terumbu karang dan mangrove. Tahap ketiga yaitu pengolahan data survei lapangan

Air ini tidak dapat digunakan pada tanah dengan drainase buruk dan juga perlu pengolahan tanah secara khusus untuk mengurangi salinitas misalnya dengan mengalirkan air bersih

gariepinus dengan betina spesies-spesies ikan lele lokal Asia tersebut mengindikasikan bahwa ikan lele dumbo bukanlah ikan lele hibrida hasil hibridisasi antara

Limbah industri merupakan buangan yang keberadaannya di tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungannya karena tidak mempunyai nilai ekonomi. Limbah industri tersebut

(1) Pemerintah Daerah yang daerahnya mengalami Bencana Nasional dan/atau Peristiwa Luar Biasa dapat mengajukan permintaan Dana Darurat kepada Menteri dengan melampirkan paling

Tradisi Banjar masih eksis sampai saat ini meskipun terbentur dengan perkembangan zaman yang tidak bisa ditolak keberadaannya, dikarenakan tradisi banjar mampu memberi manfaat

6 Salah satunya yang dapat dilakukan adalah melakukan penelitian yang menghasilkan referensi yang nantinya diharapkan spesies ikan yang ada di sungai Lawe Meulang

Pasal 110 mengatur kewajiban wali untuk mengurus diri dan harta orang yang berada di bawah perwaliannya, wali wajib memberikan bimbingan agama, pendidikan dan keterampilan