• Tidak ada hasil yang ditemukan

BERITA DAERAH KOTA TANGERANG SELATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BERITA DAERAH KOTA TANGERANG SELATAN"

Copied!
77
0
0

Teks penuh

(1)

BERITA DAERAH

KOTA TANGERANG SELATAN

No. 46,2020 PEMERINTAH KOTA TANGERANG SELATAN.

Peraturan Walikota Tangerang Selatan Nomor 46 Tahun 2020 tentang

Pola Tata Kelola Badan Layanan Umum Daerah Pusat Kesehatan Masyarakat.

PROVINSI BANTEN

PERATURAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN

NOMOR 46 TAHUN 2020012

TENTANG

SISTEM AKUNTANSI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RUMAH SAKIT UMUM KOTA TANGERANG SELATAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TANGERANG SELATAN,

Menimbang : a. bahwa Sistem Akuntansi Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan telah ditetapkan dengan Peraturan Walikota Tangerang Selatan Nomor 26 Tahun 2016 tentang Sistem Akuntansi Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan;

b. bahwa sehubungan dengan telah ditetapkannya

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum

Daerah, maka Peraturan Walikota sebagaimana dimaksud dalam huruf a perlu diganti;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Walikota tentang Sistem Akuntansi Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan;

Mengingat : 1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

(2)

3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

4. Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kota Tangerang Selatan Di

Provinsi Banten (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 188, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4935);

5. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2009 Nomor 153, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2072);

6. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587), sebagaimana telah beberapa kali

diubah, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi

Pemerintah (Lembaran Negara Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4614);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5165);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6322);

10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman

Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 (Berita Negara Tahun 2011 Nomor 310);

(3)

11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2013 tentang Penerapan Standar

Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual Pada Pemerintah Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 1425);

12. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 217/PMK.05/2015 tentang Pernyataan

Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual Nomor 13 tentang Penyajian Laporan Keuangan Badan Layanan Umum (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1818);

13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan

Umum Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1213);

14. Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 2011 Nomor 12, Tambahan Berita Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 2011 Nomor 1211);

15. Peraturan Walikota Tangerang Selatan Nomor 9 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntansi

Pemerintah Daerah (Berita Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 2014 Nomor 9);

16. Peraturan Walikota Tangerang Selatan Nomor 46 Tahun 2015 tentang Pedoman Pola

Pengeloaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah Kota Tangerang Selatan (Berita Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 2015 Nomor 46);

17. Peraturan Walikota Tangerang Selatan Nomor 66 Tahun 2019 tentang Rencana Bisnis dan

Anggaran Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan (Berita Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 2019 Nomor 66);

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN WALIKOTA TENTANG SISTEM AKUNTANSI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RUMAH SAKIT UMUM KOTA TANGERANG SELATAN.

(4)

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Walikota ini, yang dimaksud dengan: 1. Daerah adalah Kota Tangerang Selatan.

2. Pemerintah Daerah adalah Walikota sebagai unsur penyelenggara pemerintahan Daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom.

3. Direktur adalah Pemimpin BLUD RSU.

4. Rumah Sakit Umum yang selanjutnya disingkat RSU adalah Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan.

5. Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan yang selanjutnya disingkat BLUD RSU adalah unit kerja pada Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Daerah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efesiensi dan produktivitas.

6. Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat SKPKD adalah perangkat daerah pada Pemerintah Daerah selaku pengguna anggaran/pengguna barang, yang juga melaksanakan pengelolaan keuangan daerah dengan prinsip pemisahan kewenangan antara yang memerintahkan, menguji, menerima dan mengeluarkan. 7. Pengelolaan Keuangan Daerah adalah keseluruhan kegiatan yang

meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban dan pengawasan keuangan daerah.

8. Akuntansi adalah proses pencatatan, pengukuran, pengklasifikasian, pengikhtisaran transaksi dan kejadian keuangan, penginterpretasian atas hasilnya serta penyajian laporan.

9. Standar Akuntansi Pemerintahan selanjutnya disingkat SAP adalah prinsip-prinsip akuntansi yang ditetapkan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan pemerintah.

10. Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual selanjutnya disebut SAP Berbasis Akrual adalah SAP yang mengakui pendapatan, beban, aset, utang, dan ekuitas dalam pelaporan finansial berbasis akrual, serta mengakui pendapatan, belanja, dan pembiayaan dalam pelaporan pelaksanaan anggaran berdasarkan basis yang ditetapkan dalam APBN/APBD.

(5)

11. Sistem Akuntansi BLUD RSU selanjutnya disebut Sistem Akuntansi adalah serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data, pencatatan, pengikhtisaran, dan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan RSU dalam rangka pertanggungjawaban keuangan RSU.

12. Entitas Pelaporan BLUD RSU adalah RSU sesuai karakteristik Standar Akuntansi Pemerintahan BLUD yang terdiri atas 1 (satu) atau lebih entitas akuntansi yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan.

13. Entitas Akuntansi BLUD RSU adalah RSU sebagai pengguna anggaran/pengguna barang dan oleh karenanya wajib menyelenggarakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan untuk digabungkan pada entitas pelaporan Pemerintah Daerah.

14. Laporan Keuangan BLUD RSU adalah bentuk pertanggungjawaban BLUD RSU yang disajikan dalam bentuk Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Catatan atas Laporan Keuangan.

15. Laporan Keuangan Interim adalah laporan keuangan triwulanan yang diterbitkan oleh entitas akuntansi atau entitas pelaporan.

16. Laporan Realisasi Anggaran selanjutnya disingkat LRA adalah laporan yang menyajikan realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan BLUD RSU selama satu periode akuntansi.

17. Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih yang selanjutnya disingkat LPSAL adalah laporan yang menyajikan informasi kenaikan dan penurunan SAL tahun pelaporan yang terdiri dari SAL awal, SiLPA/SiKPA, koreksi dan SAL akhir.

18. Neraca adalah laporan yang menggambarkan posisi keuangan Pemerintah Daerah mengenai Aset, Kewajiban, dan Ekuitas Dana pada tanggal tertentu.

19. Laporan Operasional yang selanjutnya disingkat LO adalah laporan yang menyajikan informasi mengenai seluruh kegiatan operasional keuangan entitas pelaporan yang tercermin dalam pendapatan-LO, beban dan surplus/defisit operasional dari suatu entitas pelaporan yang penyajiannya disandingkan dengan periode sebelumnya.

20. Laporan Perubahan Ekuitas yang selanjutnya disingkat LPE adalah laporan yang menyajikan informasi mengenai perubahan ekuitas yang terdiri dari ekuitas awal, surplus/defisit-LO, koreksi dan ekuitas akhir.

(6)

21. Laporan Arus Kas adalah laporan yang menyajikan informasi mengenai sumber, penggunaan, dan perubahan kas selama satu periode akuntansi.

22. Catatan atas Laporan Keuangan adalah laporan yang menyajikan penjelasan naratif, analisis, atau daftar terinci atas nilai suatu pos yang disajikan dalam LRA, Neraca dan Laporan Arus Kas.

23. Periode akuntansi adalah periode pertanggungjawaban keuangan entitas pelaporan yang periodenya sama dengan periode tahun anggaran.

24. Basis Akrual adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat terjadi atau kejadiannya tanpa memperhatikan apakah kas atau setara kas diterima atau dibayar, digunakan dalam penyusunan Neraca.

25. Bagan Akun Standar adalah daftar kode akun buku besar yang ditetapkan dan disusun secara sistematis untuk memudahkan perencanaan, pelaksanaan anggaran, pertanggungjawaban dan pelaporan keuangan BLUD RSU.

BAB II

BASIS AKUNTANSI Pasal 2

Penyusunan laporan keuangan oleh BLUD RSU selaku entitas pelaporan dan entitas akuntansi dilakukan dengan menggunakan SAP berbasis akrual.

BAB III

SISTEM AKUNTANSI Pasal 3

(1) Sistem Akuntansi bertujuan memberikan acuan dalam proses penyusunan Laporan Keuangan BLUD RSU sebagai entitas pelaporan. (2) Penyusunan Laporan Keuangan BLUD RSU sebagai entitas akuntansi

mengacu kepada Peraturan Walikota yang mengatur sistem akuntansi Pemerintah Daerah.

Pasal 4

(1) BLUD RSU membuat laporan keuangan berdasarkan Sistem Akuntansi. (2) Sistem Akuntansi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

a. pendahuluan;

b. prosedur akuntansi BLUD RSU; c. bagan akun standar; dan

(7)

(3) Sistem Akuntansi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Walikota ini.

Pasal 5

Laporan Keuangan BLUD RSU sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dibuat untuk laporan keuangan periode 1 (satu) tahun anggaran dan Laporan Keuangan Interim untuk periode semesteran.

BAB IV

PELAPORAN KEUANGAN Pasal 6

(1) Laporan Keuangan BLUD RSU selaku entitas pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 terdiri atas:

a. LRA; b. LPSAL; c. LO; d. LPE; e. Neraca;

f. Laporan Arus Kas; dan

g. Catatan atas Laporan Keuangan.

(2) Laporan Keuangan BLUD RSU selaku entitas akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 terdiri atas:

a. LRA; b. LO; c. LPE;

d. Neraca; dan

e. Catatan atas Laporan Keuangan.

(3) Laporan keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan kepada SKPKD paling lambat 2 (dua) bulan setelah periode pelaporan berakhir untuk dikonsolidasikan oleh SKPKD menjadi Laporan Keuangan Pemerintah Daerah.

Pasal 7

(1) Laporan keuangan untuk periode 1 (satu) tahun anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 merupakan bentuk pertanggungjawaban atas pengelolaan keuangan BLUD RSU.

(2) Laporan Keuangan Interim untuk periode semesteran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dipergunakan untuk kepentingan manajemen.

(8)
(9)

PERATURAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 46 TAHUN 2020

TENTANG

SISTEM AKUNTANSI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RUMAH SAKIT UMUM KOTA TANGERANG SELATAN

I. PENDAHULUAN A. Latar belakang

Penerapan Pola Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) oleh Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan memungkinkan BLUD RSU untuk melakukan pengeluaran belanja melebihi pagu sesuai ambang batas (flexible budget). Untuk itu BLUD RSU tidak perlu menyetorkan penerimaannya ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) terlebih dahulu, melainkan dapat langsung digunakan untuk membiayai pengeluarannya. Dengan praktik yang demikian maka diharapkan bahwa layanan BLUD RSU dapat menjadi lebih cepat, efisien, dan efektif tanpa terhalang oleh birokrasi yang rumit. Namun, keleluasan tersebut harus lah tetap dalam kendali Pemerintah Daerah karena status BLUD RSU yang tetap sebagai bagian dari perangkat Pemerintah Daerah.

Penerapan Pola Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) mempedomani dan memadukan berbagai ketentuan peraturan mulai dari tingkat Peraturan Pemerintah sampai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri. Fakta di lapangan menunjukkan terdapat beberapa perbedaan di antara ketentuan-ketentuan tersebut khususnya terkait dengan substansi dalam mengatur persoalan yang sama, menyebabkan perlunya Peraturan Walikota ini untuk menentukan pilihan praktik yang akan diterapkan di lapangan.

Sistem Akuntansi bertujuan memberikan pedoman bagaimana laporan keuangan BLUD RSU disusun dalam rangka mempertanggungjawabkan kinerja keuangan BLUD. Sistem akuntansi yang dilatarbelakangi oleh proses bisnis pada BLUD RSU menjelaskan rangkaian proses akuntansi yang kemudian dituangkan dalam aplikasi sistem informasi akuntansi sehingga laporan keuangan bisa tersusun secara efisien dan akurat.

Proses bisnis BLUD RSU berpedoman pada dokumen pelaksanaan anggaran BLUD RSU yang memuat anggaran yang berasal dari:

1. otorisasi kredit anggaran; dan 2. non-otorisasi kredit anggaran.

(10)

Dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang berasal dari otorisasi kredit anggaran, BLUD RSU melaksanakan perannya selaku entitas akuntansi dan mempertanggungjawabkannya melalui laporan keuangan yang disusun sesuai Peraturan Walikota terkait Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah. Sedangkan dalam mengelola anggaran pendapatan dan belanja daerah yang berasal dari non-otorisasi kredit anggaran, BLUD RSU memiliki keleluasan dan fleksibilitas dalam meningkatkan pendapatan dan melakukan belanja meskipun tidak berorientasi pada laba. Transaksi-transaksi yang demikian pun akan turut dikonsolidasikan dalam penyusunan laporan keuangan Pemerintah Daerah dengan melalui mekanisme pengesahan Pendapatan dan Belanja oleh Bendahara Umum Daerah (BUD)/Kuasa Bendahara Umum Daerah (BUD). BLUD RSU mengajukan Surat Permohonan Pengesahan Pendapatan Belanja dan Pembiayaan (SP3BP) kepada Bendahara Umum Daerah (BUD)/Kuasa Bendahara Umum Daerah (BUD) untuk dapat diterbitkan Surat Pengesahan Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan (SP2BP) sebagai dokumen sumber bagi prosedur akuntansi selanjutnya.

Sebagai entitas pelaporan, Laporan Keuangan BLUD RSU menyajikan informasi keuangan baik yang berasal dari transaksi BLUD RSU selaku entitas akuntansi dan transaksi BLUD RSU yang berasal dari penerimaan di luar otorisasi kredit anggaran. Sistem Akuntansi ini mengatur laporan yang harus disajikan BLUD RSU sebagai entitas pelaporan.

Substansi yang membedakan Sistem Akuntansi ini dengan Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah (untuk perangkat daerah) hanyalah pada bentuk laporan yang harus dihasilkan oleh BLUD RSU sebagai entitas pelaporan. Adapun prosedur akuntansi dan bagan akun standar yang digunakan tidaklah berbeda dengan yang diatur dalam Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah. Sehingga untuk prosedur akuntansi maupun akun (kode rekening) yang tidak tercantum dalam Peraturan Walikota ini mempedomani Peraturan Walikota tentang Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah. Oleh karena itu dalam Lampiran Huruf B hanya akan

mempertegas prosedur akuntansi untuk transaksi yang berasal dari non-otorisasi kredit anggaran. Demikian pula dalam Lampiran Huruf C

hanya mencuplik kode dan nama akun yang digunakan untuk transaksi yang berasal dari non-otorisasi kredit anggaran.

Dengan demikian, pembuatan aplikasi komputer Sistem Akuntansi untuk BLUD RSU disiapkan dalam rangka menghasilkan laporan keuangan untuk entitas pelaporan. Oleh karena itu aplikasi tersebut harus menggabungkan/mengintegrasikan penerapan Sistem Akuntansi untuk transaksi otorisasi kredit anggaran dan transaksi non-otorisasi kredit anggaran.

(11)

B. Ruang Lingkup

Pengelolaan keuangan BLUD RSU tidak berbeda dengan pengelolaan keuangan daerah pada umumnya yaitu terdiri dari kegiatan perencanaan (penganggaran), pelaksanaan anggaran, dan pertanggungjawaban keuangan.

1. Perencanaan (Penganggaran)

Perencanaan dan penganggaran BLUD RSU tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) BLUD RSU. Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) BLUD RSU dirinci dalam dokumen rencana bisnis dan anggaran definitif. Siklus akuntansi diawali dengan pencatatan dokumen pelaksanaan anggaran BLUD RSU. 2. Pelaksanaan Anggaran

a. Transaksi Otorisasi Kredit Anggaran

Pelaksanaan anggaran yang terkait dengan aspek keuangan “as usual” ditandai dengan pencairan anggaran yang melalui

proses sebagai berikut:

1) Pengajuan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) atau dokumen yang dipersamakan yaitu dokumen yang diterbitkan oleh pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan/bendahara pengeluaran untuk mengajukan permintaan pembayaran. Surat Permintaan Pembayaran (SPP) terdiri dari Surat Permintaan Pembayaran Uang Persediaan/Tambahan Uang Persediaan (SPP-UP/TUP),

Surat Permintaan Pembayaran Ganti Uang Persediaan (SPP-GU), dan Surat Permintaan Pembayaran Langsung (SPP-LS). 2) Pembuatan Surat Perintah Membayar (SPM) atau dokumen

yang dipersamakan yaitu dokumen yang digunakan/ diterbitkan oleh pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran untuk penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana

(SP2D) atas beban pengeluaran Dokumen Pelaksanaan Anggaran Perangkat Daerah (DPA-PD). Surat Perintah Membayar (SPM) terdiri dari Surat Perintah Membayar Uang Persediaan/Tambahan Uang Persediaan (SPM-UP/TUP),

Surat Perintah Membayar Ganti Uang Persediaan (SPM-GU), dan Surat Perintah Membayar Langsung (SPM-LS).

(12)

3) Penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) atau dokumen yang dipersamakan yaitu dokumen yang digunakan sebagai dasar pencairan dana yang diterbitkan oleh Bendahara Umum Daerah (BUD) berdasarkan Surat Perintah Membayar (SPM). Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) terdiri dari Surat Perintah Pencairan Dana Uang Persediaan/Tambahan Uang Persediaan (SP2D-UP/TUP), Surat Perintah Pencairan Dana Ganti Uang Persediaan

(SP2D-GU), dan Surat Perintah Pencairan Dana Langsung (SP2D-LS).

Dokumen-dokumen tersebut di atas mengacu pada Peraturan Walikota terkait Perbendaharaan.

b. Transaksi Non-Otorisasi Kredit Anggaran

Penerapan flexible budget pada BLUD RSU memberikan perbedaan terhadap praktik pelaksanaan anggaran yang biasanya dalam bentuk Pendapatan BLUD yang dapat langsung digunakan untuk belanja tanpa perlu disetorkan terlebih dahulu ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD). Selain itu BLUD RSU diperkenankan untuk melakukan Belanja Bendahara Umum Daerah (BUD) melebihi pagu Belanja Bendahara Umum Daerah (BUD) sebagaimana tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sepanjang tidak melewati ambang batas. Transaksi-transaksi tersebut harus mendapatkan pengesahan dari Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) selaku Bendahara Umum Daerah (BUD) untuk dapat dicatat dalam siklus akuntansi BLUD. Mekanisme prosedur pengelolaan keuangan transaksi yang berasal dari non-otorisasi kredit anggaran diatur lebih lanjut dengan Peraturan Direktur. Dokumen yang terkait dengan pencatatan atas Transaksi Non-Otorisasi Kredit Anggaran antara lain:

1) Surat Permohonan Pengesahan Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan (SP3BP) yaitu dokumen yang disiapkan oleh BLUD RSU dan diajukan kepada Bendahara Umum Daerah (BUD) /Kuasa Bendahara Umum Daerah (BUD) sebagai dasar penerbitan Surat Pengesahan Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan (SP2BP) untuk pengesahan Pendapatan dan Belanja yang berasal dari Transaksi Non-Otorisasi Kredit Anggaran.

SP2D SPM

(13)

2) Surat Pengesahan Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan (SP2BP) yaitu dokumen yang diterbitkan oleh Bendahara Umum Daerah (BUD) atau Kuasa Bendahara Umum Daerah (BUD) sebagai dasar pengakuan pendapatan dan belanja yang dilaksanakan tanpa melalui Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).

Dokumen-dokumen tersebut di atas mengacu pada Lampiran pada bagian Format Peraturan Walikota ini.

3. Pertanggungjawaban Keuangan BLUD RSU

Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terkait dengan keuangan, harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Selaku pengguna anggaran/pengguna barang, BLUD RSU merupakan entitas akuntansi yang wajib menyusun laporan keuangan sebagai pertanggungjawaban atas anggaran/barang yang dikelolanya. Laporan keuangan tersebut terdiri dari LRA, LO, LPE, dan Neraca untuk digabungkan dalam penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) selaku entitas pelaporan.

Selaku entitas pelaporan, BLUD RSU juga wajib menyusun laporan keuangan sebagai konsekuensi penerapan PPK-BLUD. Satu set laporan keuangan sebagai entitas pelaporan terdiri dari Laporan Pelaksanaan Anggaran (Budgetary Report), Laporan Finansial (Financial Report), dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Laporan Pelaksanaan Anggaran terdiri dari LRA dan LPSAL. Laporan Finansial terdiri dari LO, LPE, Neraca, dan Laporan Arus Kas. Catatan Atas Laporan Keuangan berisi penjelasan masing-masng komponen laporan keuangan.

Laporan tersebut wajib disajikan secara tahunan berdasarkan tahun takwim. Selain itu perlu adanya Laporan Keuangan Interim yaitu laporan keuangan yang diterbitkan di antara 2 (dua) laporan keuangan tahunan dan harus dipandang sebagai bagian integral dari laporan periode tahunan. Penyusunan laporan interim dilakukan untuk periode semesteran yang mencakup periode sejak awal tahun anggaran sampai dengan akhir periode interim yang dilaporkan.

SP2BP SP3BP

(14)

C. Siklus Akuntansi

Siklus akuntansi terdiri dari aktifitas yang diawali dengan identifikasi transaksi keuangan daerah sebagai bentuk implementasi Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pencatatan pada jurnal, posting ke dalam buku besar, penyusunan neraca saldo, serta penyajian laporan keuangan.

1. Prosedur Siklus Akuntansi

Siklus tersebut terinci atas prosedur-prosedur yang berurutan sebagai berikut:

a. Penjurnalan

Penjurnalan merupakan proses pencatatan transaksi keuangan berdasarkan bukti/dokumen pendukung transaksi secara kronologis (berurutan menurut kejadiannya) pada suatu format jurnal. Transaksi yang terjadi dalam pelaksanaan kegiatan terlebih dahulu dianalisis apakah bersifat keuangan atau tidak, hanya yang merupakan transaksi keuangan yang dicatat dalam jurnal. Penjurnalan dilakukan dengan sistem pencatatan berpasangan (double entry system), yaitu pencatatan satu transaksi pada sisi debit dan sisi kredit sekaligus guna menjaga keseimbangan persamaan akuntansi. Keseimbangan persamaan akuntansi menggambarkan posisi harta/aset selalu sama dengan sumber daya untuk mendapatkannya, yaitu:

(15)

Dengan mengacu pada persamaan akuntansi tersebut, maka ketentuan debit dan kredit untuk komponen Laporan Finansial (financial report) adalah sebagai berikut:

SALDO NORMAL BERTAMBAH BERKURANG

HARTA/ASET DEBIT DEBIT KREDIT

KEWAJIBAN KREDIT KREDIT DEBIT

EKUITAS KREDIT KREDIT DEBIT

PENDAPATAN-LO KREDIT KREDIT DEBIT

BEBAN DEBIT DEBIT KREDIT

SURPLUS (DEFISIT)-LO KREDIT KREDIT DEBIT

SURPLUS NONOPERASIONAL-LO KREDIT KREDIT DEBIT

DEFISIT NONOPERASIONAL-LO DEBIT DEBIT KREDIT

Sedangkan ketentuan debit dan kredit untuk Laporan Pelaksanaan Anggaran (budgetary report) adalah sebagai berikut:

SALDO NORMAL BERTAMBAH BERKURANG

PENDAPATAN-LRA KREDIT KREDIT DEBIT

BELANJA DEBIT DEBIT KREDIT

SURPLUS/(DEFISIT)-LRA KREDIT KREDIT DEBIT

PENERIMAAN PEMBIAYAAN KREDIT KREDIT DEBIT

PENGELUARAN PEMBIAYAAN DEBIT DEBIT KREDIT

SiLPA/(SiKPA) KREDIT KREDIT DEBIT

SALDO ANGGARAN LEBIH KREDIT KREDIT DEBIT

Elemen dari laporan tersebut dapat dirinci dalam beberapa akun/perkiraan. Akun tersebut menampung jenis harta, jenis kewajiban, jenis ekuitas, jenis pendapatan, jenis belanja/beban, atau jenis pembiayaan yang memiliki sifat dan fungsi yang sama, sebagaimana tercantum dalam Bagan Akun Standar.

(16)

Prosedur untuk menjurnal adalah sebagai berikut: 1) Analisis transaksi

Berdasarkan bukti/dokumen transaksi, analisis transaksi meliputi:

a) akun apa yang bertambah dan/atau berkurang; b) akun yang didebit dan yang dikredit; dan

c) berapa jumlah debit dan kreditnya. 2) Membuat ayat jurnal

Dalam bentuk sederhana ayat jurnal mencantumkan nama akun dan jumlahnya pada sisi debit dan kredit (total sisi debit harus sama dengan total sisi kredit).

Untuk menjelaskan bagaimana proses akuntansi atas transaksi digunakan format jurnal yang sederhana, sedangkan format jurnal yang dihasilkan dari sistem akuntansi terdapat pada Bagian Format Dokumen.

Untuk tujuan kepraktisan, jurnal dibedakan menjadi tiga jenis jurnal, yaitu jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas, dan jurnal umum. Jurnal penerimaan kas digunakan untuk menjurnal transaksi yang terkait dengan penerimaan kas. Jurnal pengeluaran kas digunakan untuk menjurnal transaksi yang terkait dengan pengeluaran kas. Jurnal umum digunakan untuk menjurnal transaksi yang tidak dapat dilakukan pada jurnal pengeluaran atau penerimaan kas. b. Posting (Pemindahbukuan)

Posting merupakan proses untuk memindahbukukan pencatatan pada jurnal ke kelompok akun yang sama dalam bentuk buku besar (ledger) secara periodik. Melalui posting, akumulasi saldo dalam jangka waktu tertentu dari suatu akun transaksi yang dicatat pada jurnal dapat diketahui. Selain posting ke buku besar, diperlukan pula proses posting ke buku besar pembantu (subsidiary ledger) yang berisi informasi rincian dari akun yang terdapat dalam buku besar, misalnya nama-nama kreditur untuk buku besar kewajiban.

(17)

c. Penyusunan Neraca Saldo Sebelum Penyesuaian

Neraca Saldo Sebelum Penyesuaian merupakan ikhtisar jumlah saldo-saldo dari masing-masing akun pada buku besar (ledger) sebelum dilakukan Jurnal Penyesuaian.

d. Jurnal Penyesuaian

Jurnal Penyesuaian digunakan untuk memutakhirkan saldo akun menjadi jumlah yang seharusnya pada akhir tahun pelaporan. Jurnal penyesuaian merupakan bagian dari siklus akuntansi sehingga berbeda dengan jurnal koreksi.

Penyesuaian dilakukan terhadap transaksi yang bersifat accrual, deferral, penyusutan/amortisasi serta persediaan. Accrual adalah suatu kondisi yang terjadi sebelum kas diterima atau dikeluarkan pada suatu transaksi pertukaran, sedangkan deferral adalah suatu kondisi yang terjadi setelah kas diterima atau dibayarkan beberapa waktu sebelumnya.

Kondisi accrual

Kondisi deferral 31 Des 20x0

Pertukaran terjadi Kas diterima/ dibayarkan

Accrual diakui

20x0 20x1

31 Des 20x0

Kas diterima/ dibayarkan Pertukaran terjadi

Deferral diakui

(18)

e. Posting (Pemindahbukuan)

Sama seperti langkah posting pada nomor 2. f. Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Neraca Saldo Setelah Penyesuaian merupakan ikhtisar jumlah saldo dari masing-masing akun pada buku besar (ledger) setelah Jurnal Penyesuaian dan postingnya.

g. Penyusunan Laporan Keuangan

Laporan keuangan yang disusun berdasarkan Neraca Saldo Setelah Penyesuaian yaitu:

1) LRA; 2) LPSAL; 3) LO; 4) LPE; 5) Neraca;

6) Laporan Arus Kas; dan

7) Catatan Atas Laporan Keuangan. h. Jurnal Penutupan (closing entries)

Jurnal Penutupan digunakan untuk menutup akun yang bersifat sementara (temporary account) pada akhir tahun anggaran.

i. Posting (Pemindahbukuan)

Sama seperti langkah posting pada nomor 2. j. Neraca Saldo Setelah Penutupan

Neraca Saldo Setelah Penutupan merupakan ikhtisar jumlah saldo dari masing-masing akun pada buku besar (ledger) setelah Jurnal Penutupan dan postingnya.

k. Jurnal Balik (Reversing Entries)

Jurnal Balik merupakan langkah yang bersifat opsional pada awal tahun anggaran berikutnya untuk transaksi deferral/accrual yang dicatat dengan revenue/expense approach.

(19)

2. Prosedur Siklus Akuntansi BLUD RSU

Prosedur akuntansi BLUD RSU tidak berbeda dengan prosedur akuntansi entitas akuntansi sebagaimana tertuang dalam Peraturan Walikota tentang Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah. Hanya saja untuk transaksi yang bukan berasal dari otorisasi kredit anggaran pengakuan Pendapatan dan Belanja dilakukan menggunakan dokumen pengesahan dari Bendahara Umum Daerah atau Kuasa BUD. Jurnal di bawah ini hanya untuk transaksi non otorisasi kredit anggaran.

a. Penjurnalan Transaksi Pada BLUD RSU 1) Transaksi Anggaran

Berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA)-BLUD RSU, PPK-BLUD RSU membuat jurnal:

Estimasi Pendapatan xxx

Estimasi Perubahan SAL xxx

Apropriasi Belanja xxx

*debit atau kredit tergantung pada selisih sisi debit dengan sisi kredit 2) Transaksi Pendapatan

a) Pendapatan yang langsung disertai penerimaan Kas

Pendapatan BLUD RSU dapat diterima kasnya oleh Bendahara Penerimaan atau melalui Rekening Kas BLUD RSU, selanjutnya disebut RKB, pada bank yang ditunjuk. Baik melalui Bendahara Penerimaan maupun melalui RKB, maka pada saat kas diterima belum dilakukan jurnal. Penjurnalan dilakukan bila pendapatan tersebut telah mendapat pengesahan dari Bendahara Umum Daerah atau Kuasa BUD. Berdasarkan Surat Pengesahan Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan (SP2BP), PPK-BLUD RSU membuat jurnal:

Kas di Bendahara Penerimaan/Kas

pada RKB* xxx

Pendapatan (sesuai jenisnya)-LO xxx

Saldo Anggaran Lebih xxx

Pendapatan (sesuai jenisnya)-LRA xxx *tergantung posisi kas ada pada siapa pada saat pengesahan.

(20)

b) Pendapatan yang belum disertai penerimaan Kas

Sesuai dengan basis akrual, Pendapatan-LO sudah harus diakui meskipun belum diterima kasnya selama telah memenuhi kriteria realizable dan measurable. Berdasarkan bukti memorial/tagihan/dokumen yang dipersamakan, PPK-BLUD RSU menjurnal:

Piutang Pendapatan (sesuai jenisnya) xxx

Pendapatan (sesuai jenisnya)-LO xxx Saat kas diterima sebagai pelunasan Piutang Pendapatan tersebut, berdasarkan Surat Pengesahan Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan (SP2BP), PPK-BLUD RSU menjurnal:

Kas di Bendahara Penerimaan/Kas pada RKB* xxx

Piutang Pendapatan (sesuai jenisnya) xxx

Saldo Anggaran Lebih xxx

Pendapatan (sesuai jenisnya)-LRA xxx *tergantung posisi kas ada pada siapa pada saat pengesahan.

c) Koreksi Pendapatan

Koreksi Pendapatan bisa bersifat menambah atau mengurangi Pendapatan yang sudah dibukukan sebelumnya.

(1) Koreksi yang bersifat berulang dan sistemik pada periode yang sama atau berbeda dengan saat pengakuannya, maka koreksi dilakukan hanya pada saat kas dikeluarkan/diterima.

(a) berdasarkan Surat Pengesahan Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan (SP2BP), PPK-BLUD RSU menjurnal koreksi Pendapatan yang menyebabkan pengeluaran kas:

Pendapatan (sesuai jenisnya)-LO xxx Kas di Bendahara Pengeluaran/Kas

pada RKB* xxx

Pendapatan (sesuai jenisnya)-LRA xxx

Saldo Anggaran Lebih xxx

*tergantung posisi kas ada pada siapa pada saat pengesahan.

(21)

(b) berdasarkan Surat Pengesahan Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan (SP2BP), PPK-BLUD RSU menjurnal koreksi Pendapatan yang menyebabkan penerimaan kas:

Kas di Bendahara Penerimaan/Kas pada

RKB* xxx

Pendapatan (sesuai jenisnya)-LO xxx

Saldo Anggaran Lebih xxx

Pendapatan (sesuai jenisnya)-LRA xxx *tergantung posisi kas ada pada siapa pada saat pengesahan.

(2) Jurnal koreksi atas kesalahan yang tidak berulang adalah sebagai berikut:

(a) Bila koreksi bersifat menambah Pendapatan terjadi pada periode yang sama dengan saat pengakuannya, atau menambah Pendapatan tahun sebelumnya sedangkan laporan keuangan belum diterbitkan, maka berdasarkan Surat Pengesahan Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan (SP2BP), PPK-BLUD RSU menjurnal:

Kas di Bendahara Penerimaan/Kas pada RKB* xxx

Pendapatan (sesuai jenisnya)-LO xxx

Saldo Anggaran Lebih xxx

Pendapatan (sesuai jenisnya)-LRA xxx *tergantung posisi kas ada pada siapa pada saat pengesahan.

(b) Bila koreksi Pendapatan tahun-tahun sebelumnya bersifat menambah kas, dan laporan keuangan sudah diterbitkan, maka berdasarkan Surat Pengesahan Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan (SP2BP), PPK-BLUD RSU menjurnal:

Kas di Bendahara Pengeluaran/Kas pada

RKB* xxx

Ekuitas** xxx

Saldo Anggaran Lebih xxx

Pendapatan (sesuai jenisnya) xxx

*tergantung posisi kas ada pada siapa pada saat pengesahan. **kredit pada Piutang bila telah dicatat sebagai Piutang

(22)

(c) bila koreksi bersifat mengurangi Pendapatan terjadi pada periode yang sama dengan saat pengakuannya, atau mengurangi Pendapatan tahun sebelumnya sedangkan laporan keuangan belum diterbitkan, maka berdasarkan Surat Pengesahan Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan (SP2BP), PPK-BLUD RSU menjurnal:

Pendapatan (sesuai jenisnya)-LO xxx Kas di Bendahara Pengeluaran/Kas pada

RKB* xxx

Pendapatan (sesuai jenisnya)-LRA xxx

Saldo Anggaran Lebih xxx

*tergantung posisi kas ada pada siapa pada saat pengesahan. (d) bila koreksi Pendapatan tahun-tahun sebelumnya

bersifat mengurangi kas dan laporan keuangan telah diterbitkan, maka berdasarkan SP2BP, PPK-BLUD RSU membuat jurnal:

Ekuitas* xxx

Kas di Bendahara Pengeluaran/Kas pada

RKB** xxx

Belanja (sesuai jenisnya) xxx

Saldo Anggaran Lebih xxx

* debit pada kewajiban bila sebelumnya telah dicatat sebagai kewajiban

**tergantung posisi kas ada pada siapa pada saat pengesahan. 3) Transaksi Beban/Belanja

a) Beban/Belanja yang telah dikeluarkan Kasnya

Pengeluaran Belanja BLUD RSU dijurnal apabila telah mendapatkan pengesahan dari BUD atau Kuasa BUD. Berdasarkan Surat Pengesahan Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan (SP2BP), PPK-BLUD RSU menjurnal:

Beban (sesuai jenisnya) xxx

Kas di Bendahara Pengeluaran/Kas pada

RKB* xxx

Belanja (sesuai jenisnya) xxx

Saldo Anggaran Lebih xxx

(23)

b) Beban yang belum dikeluarkan Kasnya

Bila terdapat beban yang belum dilunasi hingga akhir tahun maka berdasarkan bukti memorial/Berita Acara Serah Terima Barang/surat tagihan/dokumen yang dipersamakan, PPK-BLUD RSU membuat jurnal penyesuaian:

Beban (sesuai jenisnya) xxx

Utang Belanja (sesuai jenisnya) xxx

Saat beban tersebut dilunasi, maka berdasarkan Surat Pengesahan Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan (SP2BP), PPK-BLUD RSU menjurnal:

Utang Belanja (sesuai jenisnya) xxx

Kas di Bendahara Pengeluaran/Kas pada RKB* xxx

Belanja (sesuai jenisnya) xxx

Saldo Anggaran Lebih xxx

*tergantung posisi kas ada pada siapa pada saat pengesahan. c) Koreksi Beban/Belanja

Koreksi Beban/Belanja bisa bersifat menambah atau mengurangi Beban/Belanja yang sudah dibukukan sebelumnya.

(1) Koreksi yang bersifat berulang dan sistemik pada periode yang sama atau berbeda dengan saat pengakuannya, maka koreksi dilakukan hanya pada saat kas dikeluarkan/diterima.

(a) berdasarkan Surat Pengesahan Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan (SP2BP), PPK-BLUD RSU menjurnal koreksi yang menyebabkan pengeluaran kas:

Beban (sesuai jenisnya) xxx

Kas di Bendahara Pengeluaran/Kas pada

RKB* xxx

Belanja (sesuai jenisnya) xxx

Saldo Anggaran Lebih xxx

*tergantung posisi kas ada pada siapa pada saat pengesahan.

(24)

(b) berdasarkan Surat Tanda Setoran (STS)/dokumen yang dipersamakan, PPK-BLUD RSU menjurnal koreksi beban/belanja yang menyebabkan penerimaan kas:

Kas di Bendahara Pengeluaran/Kas pada

RKB* xxx

Beban (sesuai jenisnya) xxx

Saldo Anggaran Lebih xxx

Belanja (sesuai jenisnya) xxx

*tergantung posisi kas ada pada siapa pada saat pengesahan.

(2) Jurnal koreksi atas kesalahan yang tidak berulang adalah sebagai berikut:

(a) Koreksi bersifat menambah Beban/Belanja pada periode yang sama dengan saat pengakuan, atau menambah Beban/Belanja tahun sebelumnya sedangkan laporan keuangan belum diterbitkan, maka berdasarkan bukti memorial/Surat Pengesahan Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan (SP2BP)/ dokumen yang dipersamakan, PPK-BLUD RSU menjurnal:

Beban (sesuai jenisnya) xxx

Kas di Bendahara Pengeluaran/Kas pada

RKB* xxx

Belanja (sesuai jenisnya) xxx

Saldo Anggaran Lebih xxx

*tergantung posisi kas ada pada siapa pada saat pengesahan. (b) Bila koreksi bersifat menambah Beban/Belanja

tahun-tahun sebelumnya sedangkan laporan keuangan sudah diterbitkan, maka berdasarkan bukti memorial/ Surat Pengesahan Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan (SP2BP)/dokumen yang dipersamakan, PPK-BLUD RSU menjurnal:

Ekuitas* xxx

Kas di Bendahara Pengeluaran/Kas pada

RKB** xxx

Belanja (sesuai jenisnya) xxx

Saldo Anggaran Lebih xxx

*debit pada “Kewajiban (sesuai jenisnya)” bila sudah tercatat sebagai Kewajiban

(25)

(c) Bila koreksi bersifat mengurangi Beban/Belanja tahun-tahun sebelumnya sedangkan laporan keuangan sudah diterbitkan, maka berdasarkan bukti memorial/ Surat Tanda Setoran (STS)/dokumen yang dipersamakan, PPK-BLUD RSU menjurnal:

Kas di Bendahara Pengeluaran/Kas pada RKB* xxx Lain-Lain PAD Yang Sah-Pendapatan

BLUD-Lainnya-LO xxx

Saldo Anggaran Lebih xxx

Lain-Lain PAD Yang Sah- Pendapatan

BLUD-Lainnya xxx

*tergantung pada kas yang digunakan. 4) Transaksi Pembiayaan

a) Transaksi Penerimaan Pembiayaan

Sebagai contoh transaksi Penerimaan Pembiayaan berupa penerimaan pinjaman, maka berdasarkan Surat Pengesahan Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan (SP2BP), PPK-BLUD membuat jurnal:

Kas di Bendahara Penerimaan/Kas pada RKB* xxx

Penerimaan Pinjaman xxx

Saldo Anggaran Lebih xxx

Penerimaan Pembiayaan Yang Berasal dari

BLUD xxx

*tergantung pada kas yang digunakan. b) Transaksi Pengeluaran Pembiayaan

Sebagai contoh transaksi Pengeluaran Pembiayaan berupa pembayaran pinjaman, maka berdasarkan Surat Pengesahan Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan (SP2BP), PPK-BLUD membuat jurnal:

Pembayaran Pinjaman xxx

Kas di Bendahara Penerimaan/Kas pada

RKB* xxx

Pengeluaran Pembiayaan Yang Berasal dari

BLUD xxx

Saldo Anggaran Lebih xxx

(26)

5) Transaksi Lainnya a) Transaksi Aset

(1) Piutang

(a) Pencatatan saat timbulnya Piutang

i. Piutang yang timbul akibat Pendapatan yang belum diterima kasnya, oleh PPK-BLUD RSU dijurnal berdasarkan bukti memorial/Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD)/surat tagihan lainnya, yaitu:

Piutang Pendapatan (sesuai jenisnya) xxx

Pendapatan (sesuai jenisnya)-LO xxx ii. Tagihan selain berasal dari Piutang Pendapatan (misalnya uang muka), dibukukan oleh PPK-BLUD RSU berdasarkan bukti memorial/surat tagihan/dokumen yang dipersamakan dengan jurnal:

Piutang Lainnya (sesuai jenisnya) xxx Kas Di Bendahara Pengeluaran/

Kas pada RKB* xxx

*tergantung pada kas yang dikeluarkan.

iii. Pengakuan Piutang berupa Beban Dibayar Di Muka dilakukan melalui jurnal penyesuaian. Berdasarkan bukti memorial, PPK-BLUD RSU memutakhirkan saldo akun Beban Dibayar Di Muka dengan menjurnal:

Beban Dibayar Di Muka xxx

Beban (sesuai jenisnya) xxx

Jurnal penyesuaian dibuat seperti di atas karena pencatatan pengeluaran biaya dibayar di muka menggunakan “pendekatan beban”, yaitu mencatat seluruh biaya dibayar di muka pada saat dibayarkan, sebagai “Beban”.

(27)

(b) Pencatatan Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih Berdasarkan bukti memorial hasil analisis umur piutang, melalui jurnal penyesuaian, PPK-BLUD RSU membukukan Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih sebagai berikut:

Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih (sesuai jenisnya) xxx

Penyisihan Piutang Tak Tertagih (sesuai jenisnya) xxx

(c) Penghapusan Piutang

Penghapusan Piutang dari Neraca dapat disebabkan oleh pelunasan atau harus dihapuskan karena tidak dapat ditagih.

i. Berdasarkan Surat Tanda Setoran (STS)/dokumen yang dipersamakan, PPK-BLUD RSU menjurnal pelunasan piutang sebagai berikut:

Kas di Bendahara Penerimaan/Kas pada

RKB* xxx

Piutang (sesuai jenisnya) xxx

*tergantung yang menerima setoran.

ii. Berdasarkan Keputusan Walikota/Pejabat berwenang tentang penghapusan piutang, PPK-BLUD RSU menjurnal penghapusan piutang sebagai berikut:

Penyisihan Piutang Tak Tertagih (sesuai jenisnya) xxx

Piutang (sesuai jenisnya) xxx (2) Persediaan

Berdasarkan metode periodik yang digunakan untuk melakukan pencatatan Persediaan, maka berdasarkan berita acara inventarisasi fisik akhir tahun, PPK-BLUD RSU membuat jurnal penyesuaian:

(a) Menghapuskan saldo awal Persediaan

Beban Persediaan (sesuai jenisnya) xxx

(28)

(b) Memunculkan saldo Persediaan akhir tahun anggaran sesuai berita acara inventarisasi fisik.

Persediaan (sesuai jenisnya) xxx

Beban Persediaan (sesuai jenisnya) xxx (3) Aset Tetap

(a) Perolehan Aset Tetap

i. melalui pengeluaran Belanja, berdasarkan Surat Pengesahan Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan (SP2BP), PPK-BLUD RSU menjurnal: Aset Tetap (sesuai jenisnya) xxx

Kas di Bendahara Pengeluaran/Kas

pada RKB* xxx

Belanja Modal (sesuai jenisnya) xxx

Saldo Anggaran Lebih xxx

*tergantung pada kas yang digunakan. ii. melalui Hibah

Berdasarkan bukti memorial/berita acara hibah, PPK-BLUD RSU menjurnal:

Aset Tetap (sesuai jenisnya)* xxx

Pendapatan Hibah (sesuai jenisnya)-LO xxx *sebesar nilai yang tercantum dalam berita acara hibah

atau nilai wajar saat diterima iii. Melalui Pertukaran

 Pertukaran dengan aset yang sejenis

 Pertukaran dengan aset yang tidak serupa tanpa disertai penyerahan kas

 Pertukaran dengan aset yang tidak serupa disertai penyerahan kas

(b) Penyusutan Aset Tetap

Berdasarkan bukti memorial, PPK-BLUD RSU membukukan beban penyusutan melalui jurnal penyesuaian sebagai berikut:

Beban Penyusutan (sesuai jenisnya) xxx

(29)

(c) Penghapusan Aset Tetap

Aset Tetap BLUD RSU dapat dihapuskan karena dijual/dihibahkan atau dimusnahkan. Pencatatan akuntansi untuk penghapusan tersebut adalah:

i. Aset Tetap Dihapuskan

Berdasarkan bukti memorial sesuai dengan Surat Keputusan Direktur tentang penghapusan, PPK-BLUD RSU menjurnal:

Akumulasi Penyusutan (sesuai jenisnya) xxx Defisit Penjualan/Pelepasan Aset

NonLancar-LO xxx

Aset Tetap (sesuai jenisnya) xxx

ii. Aset Tetap Dihapuskan Untuk Dijual.

Apabila Aset yang dihapuskan sebagaimana nomor 1) di atas dijual, maka berdasarkan bukti memorial sesuai dengan Dokumen Penjualan, PPK-BLUD RSU menjurnal:

Kas di Rekening Kas BLUD xxx

Pendapatan BLUD-Lainnya-LO xxx

Saldo Anggaran Lebih xxx

Pendapatan BLUD-Lainnya-LRA xxx (4) Aset Lainnya-Aset Tak Berwujud

(a) Perolehan Aset Lainnya

i. melalui pengeluaran Belanja, berdasarkan Surat Pengesahan Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan (SP2BP), PPK-BLUD RSU menjurnal: Aset Lainnya (sesuai jenisnya) xxx

Kas di Bendahara Pengeluaran/Kas pada

RKB* xxx

Belanja Modal Aset Lainnya (sesuai jenisnya) xxx

Saldo Anggaran Lebih xxx

(30)

ii. melalui Hibah

Berdasarkan bukti memorial/berita acara hibah, PPK-BLUD RSU menjurnal:

Aset Lainnya (sesuai jenisnya)* xxx

Pendapatan Hibah (sesuai jenisnya)-LO xxx *sebesar nilai yang tercantum dalam berita acara hibah

atau nilai wajar saat diterima (b) Amortisasi Aset Lainnya

Berdasarkan bukti memorial, PPK-BLUD RSU membukukan beban amortisasi melalui jurnal penyesuaian sebagai berikut:

Beban Amortisasi (sesuai jenisnya) xxx

Akumulasi Amortisasi (sesuai jenisnya) xxx (c) Penghapusan Aset Lainnya

Aset Lainnya pada BLUD RSU dapat dihapuskan karena dijual/dihibahkan atau dimusnahkan. Pencatatan akuntansi untuk penghapusan tersebut adalah:

i. Aset Lainnya Dihapuskan

Berdasarkan bukti memorial sesuai dengan Surat Keputusan Direktur tentang penghapusan, PPK-BLUD RSU menjurnal:

Akumulasi Amortisasi Aset Tidak Berwujud xxx Defisit Penjualan/Pelepasan Aset

NonLancar-LO xxx

Aset Lainnya (sesuai jenisnya) xxx ii. Aset Lainnya Dihapuskan Untuk Dijual.

Apabila Aset yang dihapuskan sebagaimana nomor 1) di atas dijual, maka berdasarkan bukti memorial sesuai dengan Dokumen Penjualan, PPK-BLUD RSU menjurnal:

Kas di Rekening Kas BLUD xxx

Pendapatan BLUD-Lainnya-LO xxx

Saldo Anggaran Lebih xxx

(31)

b) Kewajiban

(1) Utang Perhitungan Pihak Ketiga (PFK)

Berdasarkan potongan perhitungan untuk pihak ketiga yang tercantum pada Surat Pengesahan Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan (SP2BP), PPK-BLUD RSU menjurnal:

Kas di Bendahara Pengeluaran xxx

Utang Perhitungan Pihak Ketiga xxx Saat disetorkan kepada pihak ketiga, berdasarkan Surat Tanda Setoran (STS)/dokumen yang dipersamakan, PPK-BLUD RSU menjurnal:

Utang Perhitungan Pihak Ketiga xxx

Kas di Bendahara Pengeluaran xxx

(2) Pendapatan Diterima Di Muka

Berdasarkan bukti memorial, PPK-BLUD RSU membuat jurnal penyesuaian:

Pendapatan-LO xxx

Pendapatan Diterima Di Muka xxx

Saat Pendapatan Diterima Di Muka tersebut sudah boleh diakui sebagai pendapatan pada periode berikutnya (earned dan realized), berdasarkan bukti memorial, PPK-BLUD RSU menjurnal:

Pendapatan Diterima Di Muka xxx

Pendapatan-LO xxx

(3) Utang Belanja

Berdasarkan bukti memorial, atas Beban yang belum dibayar PPK-BLUD RSU menjurnal:

Beban (sesuai jenisnya) xxx

(32)

Saat beban tersebut dilunasi, berdasarkan Surat Pengesahan Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan (SP2BP), PPK-BLUD RSU menjurnal:

Utang Belanja xxx

Kas di Bendahara Pengeluaran* xxx

Belanja (sesuai jenisnya) xxx

Saldo Anggaran Lebih xxx

*bila menggunakan SP2D-LS, kredit pada “RK-PPKD” c) Ekuitas

Transaksi yang mempengaruhi Ekuitas, di antaranya adalah koreksi atas Pendapatan-LO atau Beban serta jurnal penutup untuk Surplus/Defisit-LO.

b. Posting (Pemindahbukuan)

Secara periodik, jurnal-jurnal tersebut diposting ke buku besar (ledger) masing-masing, selanjutnya diikhtisarkan dalam Neraca Saldo Sesudah Penyesuaian sebagai dasar penyusunan Laporan Keuangan.

c. Laporan Keuangan

Laporan keuangan yang dihasilkan dari sistem akuntansi BLUD RSU sebagai entitas pelaporan terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, Neraca, dan Catatan Atas Laporan Keuangan.

d. Jurnal Penutup

Setelah penyusunan Laporan Realisasi Anggaran dan Laporan Operasional, dibuat jurnal penutup atas akun-akun yang bersifat sementara (temporary account), sebagai berikut:

1) Jurnal Penutup atas Jurnal Anggaran

Apropriasi Belanja xxx

Estimasi Perubahan SAL xxx

Estimasi Pendapatan xxx

2) Jurnal Penutup terkait Laporan Realisasi Anggaran

a) Jurnal Penutup Pendapatan-LRA dan Belanja ke SiLPA/SiKPA

Pendapatan (sesuai jenisnya)-LRA xxx

SiLPA/SiKPA* xxx

Belanja (sesuai jenisnya) xxx

*Posisi debit/kredit SiLPA/SiKPA tergantung selisih Pendapatan-LRA dan Belanja yang akan diclose.

(33)

b) Jurnal penutup SiLPA/SiKPA dan Saldo Anggaran Lebih

Saldo Anggaran Lebih xxx

SiLPA/SiKPA* xxx

*Posisi debit atau kredit tergantung saldo SiLPA/SiKPA dan Saldo Anggaran Lebih yang akan diclose.

3) Jurnal Penutup terkait Laporan Operasional

a) Jurnal Penutup Pendapatan-LO dan Beban ke Surplus/Defisit-LO Pendapatan-LO xxx Surplus Nonoperasional-LO xxx Surplus/Defisit-LO* xxx Beban xxx Defisit Nonoperasional xxx

*Surplus/Defisit-LO pada sisi debit atau kredit tergantung selisih Pendapatan-LO dan Beban.

b) Surplus/Defisit-LO selanjutnya diclose ke akun Ekuitas-LO, melalui jurnal:

Ekuitas-LO xxx

Surplus/Defisit-LO xxx

Jumlah Surplus/Defisit-LO yang diclosing ke Ekuitas-LO ini akan menambah atau mengurangi Ekuitas awal. Dengan demikian saldo Ekuitas (akhir) yang kemudian disajikan di Neraca BLUD RSU sebagai permanent account pada tanggal pelaporan terdiri dari:

(1) saldo awal Ekuitas yang ditambah atau dikurangi Surplus/Defisit LO;

(34)

II. BAGAN AKUN STANDAR

PEMERINTAH KOTA TANGERANG SELATAN

RUMAH SAKIT UMUM KOTA TANGERANG SELATAN DAFTAR AKUN STANDAR

KODE

AKUN NAMA AKUN

1 ASET

1 1 ASET LANCAR

1 1 1 Kas dan Setara Kas

1 1 1 2 Kas di Bendahara Pengeluaran 1 1 1 2 01 Kas di Bendahara Pengeluaran 1 1 1 3 Kas di Bendahara Penerimaan 1 1 1 3 01 Kas di Bendahara Penerimaan 1 1 1 4 Kas di BLUD

1 1 1 4 01 Kas di BLUD

1 1 1 4 02 Setara Kas pada BLUD

1 1 2 Investasi Jangka Pendek

1 1 2 5 Investasi Jangka Pendek BLUD 1 1 2 5 01 Investasi Jangka Pendek BLUD - RSU

1 1 3 Piutang Pendapatan

1 1 3 4 Piutang Lain-lain PAD yang Sah 1 1 3 4 13 Piutang BLUD

1 1 5 Penyisihan Piutang Tak Tertagih 1 1 5 1 Penyisihan Piutang Tak Tertagih

1 1 5 1 4 Penyisihan Piutang Tak Tertagih- Lain-lain PAD yang Sah

1 1 6 Beban Dibayar Dimuka

1 1 6 1 Beban Pegawai Dibayar Di Muka

1 1 6 1 01 Beban Gaji dan Tunjangan Dibayar Di Muka 1 1 6 1 02 Beban Tambahan Penghasilan PNS Dibayar Di

Muka

1 1 6 2 Beban Barang Dibayar Di Muka 1 1 6 2 01 Beban Barang Dibayar Di Muka 1 1 6 3 Beban Jasa Dibayar Dimuka 1 1 6 3 01 Beban Jasa Dibayar Dimuka 1 1 6 3 02 Beban Sewa Dibayar Dimuka

(35)

1 1 7 Persediaan

1 1 7 1 Persediaan Bahan Pakai Habis 1 1 7 1 01 Persediaan Alat Tulis Kantor

1 1 7 1 02 Persediaan Dokumen/Administrasi Tender 1 1 7 1 03 Persediaan Perlengkapan Listrik dan

Elektronik

1 1 7 1 04 Persediaan Perangko, Materai, dan Benda Pos Lainnya

1 1 7 1 05 Persediaan Perangkat Kebersihan dan bahan Pembersih

1 1 7 1 06 Persediaan Bahan Bakar Minyak/Gas

1 1 7 1 07 Persediaan Isi Tabung Pemadam Kebakaran 1 1 7 1 08 Persediaan Isi Tabung Gas

1 1 7 1 09 Persediaan Bahan Pakai Habis Lainnya 1 1 7 2 Persediaan Bahan/Material

1 1 7 2 04 Persediaan Bahan Obat-Obatan 1 1 7 2 05 Persediaan Bahan Kimia

1 1 7 2 06 Persediaan Bahan Baku Makanan dan Minuman

1 1 7 2 07 Persediaan Bahan/Material Lainnya 1 1 7 4 Persediaan Lainnya

1 1 7 4 01 Persediaan Lainnya

1 1 7 4 02 Persediaan Bahan Pakai Habis BLUD 1 1 7 4 03 Persediaan Bahan/Material BLUD

1 3 ASET TETAP

1 3 1 Tanah

1 3 1 11 Tanah Untuk Bangunan/Gedung

1 3 1 11 04 Tanah Untuk Bangunan Tempat Kerja/Jasa

1 3 2 Peralatan dan Mesin

1 3 2 3 Alat-Alat Besar-Alat Bantu 1 3 2 3 03 Compressor

1 3 2 3 04 Electric Generating Set 1 3 2 3 05 Pompa

1 3 2 3 07 Unit Pemeliharaan Lapangan 1 3 2 3 10 Alat-Alat Bantu Lainnya

1 3 2 4 Alat Transportasi Angkutan Darat Bermotor/Alat 1 3 2 4 01 Kendaraan Dinas Bermotor Perorangan

1 3 2 4 02 Kendaraan Bermotor Penumpang

1 3 2 4 03 Kendaraan Bermotor Angkutan Barang 1 3 2 4 04 Kendaraan Bermotor Khusus

(36)

1 3 2 4 05 Kendaraan Bermotor Roda Dua 1 3 2 4 07 Alat Angkutan Bermotor Lainnya 1 3 2 9 Alat Bengkel Bermesin

1 3 2 9 10 Alat Bengkel Bermesin Lainnya 1 3 2 10 Alat Bengkel Tak Bermesin

1 3 2 10 01 Perkakas Bengkel Konstruksi Logam 1 3 2 10 02 Perkakas Bengkel Listrik

1 3 2 10 03 Perkakas Bengkel Service

1 3 2 10 05 Perkakas Standar (Standart Tool) 1 3 2 10 12 Alat Bengkel Tak Bermesin Lainnya 1 3 2 11 Alat Ukur

1 3 2 11 05 Alat Calibrasi 1 3 2 11 07 Gelas Takar

1 3 2 11 09 Alat Timbangan Biasa 1 3 2 11 10 Takaran Kering

1 3 2 11 13 Alat Ukur Lainnya 1 3 2 14 Alat Kantor

1 3 2 14 02 Mesin Hitung ( kalkulator )

1 3 2 14 03 Alat Pengganda / Mesin Fotocopy

1 3 2 14 04 Alat Penyimpanan Perlengkapan Kantor 1 3 2 14 05 Alat Kantor Lainnya

1 3 2 15 Alat Rumah Tangga 1 3 2 15 01 Meubelair

1 3 2 15 02 Alat Pengukur Waktu 1 3 2 15 03 Alat Pembersih

1 3 2 15 04 Alat Pendingin 1 3 2 15 05 Alat Dapur

1 3 2 15 06 Alat Pemadam Kebakaran

1 3 2 15 07 Alat Rumah Tangga Lainnya (Home Use) 1 3 2 16 Komputer

1 3 2 16 01 Komputer Unit/Jaringan 1 3 2 16 02 Personal Komputer

1 3 2 16 03 Peralatan Komputer Mainframe 1 3 2 16 04 Peralatan Mini Komputer

1 3 2 16 05 Peralatan Personal Komputer 1 3 2 16 06 Peralatan Jaringan

1 3 2 17 Meja Dan Kursi Kerja/Rapat Pejabat 1 3 2 17 01 Meja Kerja Pejabat

1 3 2 17 02 Meja Rapat Pejabat 1 3 2 17 03 Kursi Kerja Pejabat 1 3 2 17 04 Kursi Rapat Pejabat

(37)

1 3 2 17 06 Kursi Tamu di Ruangan Pejabat 1 3 2 17 07 Lemari dan Arsip Pejabat

1 3 2 18 Alat Studio

1 3 2 18 01 Peralatan Studio Visual

1 3 2 18 02 Peralatan Studio Video dan Film 1 3 2 18 05 Peralatan Computing

1 3 2 19 Alat Komunikasi

1 3 2 19 01 Alat Komunikasi Telepon

1 3 2 19 03 Alat Komunikasi Radio HF/FM 1 3 2 19 04 Alat Komunikasi Radio VHF 1 3 2 20 Peralatan Pemancar

1 3 2 20 04 Peralatan Pemancar UHF 1 3 2 20 09 Peralatan Antena UHF 1 3 2 21 Alat Kedokteran

1 3 2 21 01 Alat Kedokteran Umum 1 3 2 21 02 Alat Kedokteran Gigi 1 3 2 21 04 Alat Kedokteran Mata 1 3 2 21 05 Alat Kedokteran T.H.T 1 3 2 21 06 Alat Rontgen

1 3 2 21 07 Alat Farmasi

1 3 2 21 08 Alat Kedokteran Bedah

1 3 2 21 09 Alat Kesehatan Kebidanan dan Penyakit Kandungan

1 3 2 21 10 Alat Kedokteran Bagian Penyakit Dalam 1 3 2 21 11 Mortuary

1 3 2 21 12 Alat Kesehatan Anak 1 3 2 21 13 Poliklinik Set

1 3 2 21 15 Alat Kedokteran Neurologi (syaraf) 1 3 2 21 16 Alat Kedokteran Jantung

1 3 2 21 17 Alat Kedokteran Nuklir 1 3 2 21 18 Alat Kedokteran Radiologi

1 3 2 21 19 Alat Kedokteran Kulit dan Kelamin 1 3 2 21 20 Alat Kedokteran Gawat Darurat 1 3 2 22 Alat Kesehatan

1 3 2 22 01 Alat Kesehatan Perawatan

1 3 2 22 02 Alat Kesehatan Rehabilitasi Medis 1 3 2 22 03 Alat Kesehatan Matra Laut

1 3 2 22 04 Alat Kesehatan Matra Udara 1 3 2 23 Unit-Unit Laboratorium

1 3 2 23 03 Alat Laboratorium Hidro Kimia

(38)

1 3 2 23 12 Alat Laboratorium Umum 1 3 2 23 14 Alat Laboratorium Kedokteran 1 3 2 23 16 Alat Laboratorium Kimia 1 3 2 23 18 Alat Laboratorium Patologi 1 3 2 23 24 Alat Laboratorium Farmasi

1 3 2 23 38 Alat Laboratorium Proses Pengolahan Panas 1 3 2 23 43 Alat Laboratorium Uji Kulit, Karet dan Plastik 1 3 2 23 53 Alat Laboratorium Biologi Peralatan

1 3 2 23 54 Alat Laboratorium Biologi 1 3 2 23 63 Alat Laboratorium Lainnya

1 3 2 27 Alat Proteksi Radiasi/Proteksi Lingkungan 1 3 2 27 05 Proteksi Sumber Radiasi

1 3 2 32 Persenjata NonSenjata Api 1 3 2 32 01 Alat Keamanan

1 3 2 35 Alat Keamanan dan Perlindungan 1 3 2 35 01 Alat Bantu Keamanan

1 3 1 35 02 Alat Perlindungan

1 3 3 Gedung dan Bangunan

1 3 3 1 Bangunan Gedung Tempat Kerja 1 3 3 1 01 Bangunan Gedung Kantor

1 3 3 1 02 Bangunan Gudang

1 3 3 1 04 Bangunan Gedung Instalasi dan Kesehatan 1 3 3 1 08 Bangunan Gedung Tempat Ibadah

1 3 3 1 13 Bangunan Gedung Pos Jaga

1 3 3 1 27 Bangunan Gedung Tempat Kerja Lainnya

1 3 4 Jalan, Instalasi dan Jaringan 1 3 4 1 Jalan, Instalasi dan Jaringan 1 3 4 1 01 Jalan Area RSU

1 3 4 11 Instalasi Air Minum Bersih 1 3 4 11 01 Air Tanah Dalam

1 3 4 21 Instalasi Listrik 1 3 4 21 01 Jaringan Transmisi 1 3 4 22 Jaringan Telepon

1 3 4 22 01 Jaringan Telepon di Atas Tanah

1 3 5 Aset Tetap Lainnya

1 3 5 4 Barang Bercorak Kebudayaan 1 3 5 4 02 Lukisan

(39)

1 3 5 4 08 Barang Bercorak Kebudayaan Lainnya

1 3 7 Akumulasi Penyusutan

1 3 7 1 Akumulasi Penyusutan Peralatan dan Mesin 1 3 7 1 01 Akumulasi Penyusutan Peralatan dan Mesin 1 3 7 2 Akumulasi Penyusutan Gedung dan

Bangunan

1 3 7 2 01 Akumulasi Penyusutan Gedung dan Bangunan

1 3 7 3 Akumulasi Penyusutan Jalan, Instalasi, dan Jaringan

1 3 7 3 01 Akumulasi Penyusutan Jalan, Instalasi, dan Jaringan

1 5 ASET LAINNYA

1 5 1 Tagihan Jangka Panjang

1 5 1 1 Tagihan Pinjaman Jangka Panjang 1 5 1 1 05 Tagihan Jangka Panjang Lainnya

1 5 2 Kemitraan Dengan Pihak Ketiga 1 5 2 1 Sewa

1 5 2 1 01 Sewa

1 5 3 Aset Tidak Berwujud 1 5 3 1 Aset Tidak Berwujud 1 5 3 1 01 Hak Cipta

1 5 3 1 02 Paten 1 5 3 1 03 Lisensi 1 5 3 1 04 Software

1 5 3 6 Akumulasi Amortisasi Aset Tidak Berwujud 1 5 3 6 01 Akumulasi Amortisasi Aset Tidak Berwujud

1 5 4 Aset Lain-lain

2 KEWAJIBAN

2 1 KEWAJIBAN JANGKA PENDEK 2 1 1 Utang PFK- Pajak

2 1 1 3 Utang PFK-PPh

2 1 1 3 01 Utang PFK-PPh Pasal 21 2 1 1 3 02 Utang PFK-PPh Pasal 22 2 1 1 3 03 Utang PFK-PPh Pasal 23

(40)

2 1 1 3 04 Utang PFK-PPh 4 Ayat 2 2 1 1 4 Utang PFK-PPn

2 1 1 4 01 Utang PFK-PPn

2 1 1 5 Utang PFK-Taperum 2 1 1 5 01 Utang PFK-Taperum

2 1 1 6 Utang PFK-Iuran Wajib Pegawai 2 1 1 6 01 Utang PFK-Iuran Wajib Pegawai 2 1 1 9 Utang PFK-BLUD

2 1 1 9 01 Utang PFK-BLUD 2 1 5 Utang Belanja 2 1 5 2 Utang Belanja

2 1 5 2 02 Utang Belanja Barang dan Jasa 2 1 5 3 03 Utang Belanja Modal

2 1 5 5 Utang Belanja Lainnya 2 1 5 5 01 Utang Belanja Lainnya 2 1 5 6 Utang Belanja BLUD 2 1 5 6 01 Utang Belanja BLUD

2 2 KEWAJIBAN JANGKA PANJANG 2 2 3 KEWAJIBAN JANGKA PANJANG 2 2 3 1 Kewajiban Jangka Panjang BLUD 2 2 3 1 01 Kewajiban Jangka Panjang BLUD 2 2 3 1 02 Kewajiban Jangka Panjang Lainnya

3 EKUITAS 3 1 EKUITAS 3 1 1 Ekuitas 3 1 1 1 Ekuitas - LO 3 1 1 1 01 Ekuitas - LO

3 1 1 2 Ekuitas Untuk di Konsolidasikan 3 1 1 2 01 RK PPKD

4 PENDAPATAN - LRA

4 1 PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) - LRA 4 1 4 LAIN-LAIN PAD YANG SAH - LRA

4 1 4 17 Pendapatan BLUD - LRA

4 1 4 17 01 Pendapatan BLUD-Jasa Layanan Yang Bersumber dari Masyarakat

4 1 4 17 02 Pendapatan BLUD-Hibah

4 1 4 17 03 Pendapatan BLUD-Hasil Kerjasama Dengan Pihak Lain

(41)

4 1 4 17 04 Pendapatan BLUD - Yang Bersumber dari APBD

4 1 4 17 05 Pendapatan BLUD Lainnya

5 BELANJA

5 1 BELANJA OPERASI 5 1 1 Belanja Pegawai-LRA

5 1 1 1 Belanja Gaji dan Tunjangan-LRA

5 1 1 1 01 Gaji Pokok PNS/ Uang Representasi-LRA 5 1 1 1 02 Tunjangan Keluarga-LRA

5 1 1 1 03 Tunjangan Jabatan-LRA 5 1 1 1 04 Tunjangan Fungsional-LRA

5 1 1 1 05 Tunjangan Fungsional Umum-LRA 5 1 1 1 06 Tunjangan Beras-LRA

5 1 1 1 07 Tunjangan PPh/Tunjangan Khusus-LRA 5 1 1 1 08 Pembulatan Gaji-LRA

5 1 1 1 09 Iuran Jaminan Kesehatan-LRA

5 1 1 1 21 Iuran Asuransi Kecelakaan Kerja dan Kematian-LRA

5 1 1 2 Belanja Tambahan Penghasilan PNS - LRA 5 1 1 2 01 Tambahan Penghasilan berdasarkan beban

kerja-LRA

5 1 1 2 04 Tambahan kelangkaan profesi-LRA Penghasilan berdasarkan 5 1 1 2 05 Tambahan Penghasilan Lainnya-LRA

5 1 1 6 Insentif Pemungutan Retribusi Daerah 5 1 1 6 01 Insentif Pelayanan Kesehatan-LRA Pemungutan Retribusi

5 1 1 7 Uang Lembur-LRA 5 1 1 7 01 Uang Lembur PNS-LRA

5 1 1 8 Belanja Pegawai BLUD 5 1 1 8 01 Honorarium PNS

5 1 1 8 02 Honorarium Non PNS 5 1 1 8 03 Uang Lembur dan Piket

5 1 2 Belanja Barang dan Jasa

5 1 2 1 Belanja Persediaan Bahan Pakai Habis 5 1 2 1 01 Belanja Persediaan Alat Tulis Kantor 5 1 2 1 02 Belanja Dokumen/Administrasi Tender

(42)

5 1 2 1 03 Belanja Persediaan Alat Listrik dan Elektronik (lampu pijar, baterai kering) 5 1 2 1 04 Belanja Persediaan Perangko, Materai, dan Benda Pos Lainnya 5 1 2 1 05 Belanja Persediaan peralatan kebersihan dan bahan pembersih 5 1 2 1 06 Belanja Persediaan Bahan Bakar Minyak/Gas 5 1 2 1 07 Belanja Pemadam Kebakaran persediaan Pengisian Tabung 5 1 2 1 08 Belanja Persediaan Pengisian Isi Tabung Gas 5 1 2 1 09 Belanja Persediaan Bahan Medis

5 1 2 1 10 Belanja Bahan Pakai Habis Lainnya

5 1 2 2 Belanja Persediaan Bahan/ Material 5 1 2 2 04 Belanja Persediaan Bahan Obat-Obatan 5 1 2 2 05 Belanja Persediaan Bahan Kimia

5 1 2 2 06 Belanja Persediaan Bahan Baku Makanan dan Minuman 5 1 2 2 07 Belanja Persediaan Bahan/Material Lainnya

5 1 2 3 Belanja Jasa Kantor 5 1 2 3 01 Belanja Jasa Telepon 5 1 2 3 03 Belanja Jasa Listrik

5 1 2 3 05 Belanja Jasa Surat Kabar/ Majalah 5 1 2 3 06 Belanja Jasa Kawat/Faksimili/Internet

5 1 2 4 Belanja Premi Asuransi

5 1 2 4 01 Belanja Premi Asuransi Kesehatan

5 1 2 4 02 Belanja Jasa Premi Asuransi Barang Milik Daerah

5 1 2 4 03 Belanja Premi Asuransi Lainnya

5 1 2 5 Belanja Perawatan Kendaraan Bermotor 5 1 2 5 01 Belanja Jasa Servis

5 1 2 5 02 Belanja Penggantian Suku Cadang

5 1 2 5 03 Belanja Bahan Bakar Minyak/Gas dan Pelumas

5 1 2 5 05 Belanja Pajak Kendaraan Bermotor

5 1 2 6 Belanja Cetak dan Penggandaan 5 1 2 6 01 Belanja Cetak

5 1 2 6 02 Belanja Penggandaan

Referensi

Dokumen terkait

Teknik perbanyakan lempuyang wangi secara in-vitro telah dikuasai; media dasar MS dengan perlakuan ZPT (auksin, sitokinin dan thidiazuron) dengan konsentrasi yang tepat

Bisa memutar nada suara manusia atau musik format WAV yang akan dipakai untuk bunyi bel.. Terdapat 3 tombol untuk mengatur Tanggal

Puji syukur kepada Allah SWT, atas rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah yang berjudul “Hubungan antara Tingkat Kehadiran Ibu di Kelas Ibu Hamil dengan

Pada makalah ini, berbagai rekomendasi dipaparkan guna pengembangan teknik olah citra, baik dari segi pengambilan data visual hingga proses pengolahan citra untuk mendapatkan

Selain olahraga kegiatan ini juga sebagai pengembangan pariwisata dalam upaya mengenalkan potensi wisata di Kota Tasikmalaya, yakni wisata arung jeram di Sungai

Tes validitas ini hanya diterapkan pada variabel yang menggunakan skala ordinal dengan indikator likert yaitu variable preferensi konsumen dan atribut produk.Validitas

pengikatan perjanjian kredit dalam satu hari, jumlah plafond kredit yang diajukan debitur terlalu kecil, dan telah ada yang mewakili orang yang bersangkutan dari pihak

pembimbing tugas akhir ini yang telah bersedia meluangkan waktu, mencurahkan perhatian, dan membagikan ilmu pengetahuannya untuk membantu dan membimbing penulis dalam