• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. Pada masa perekonomian global saat ini pergerakan penjualan barang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. Pada masa perekonomian global saat ini pergerakan penjualan barang"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada masa perekonomian global saat ini pergerakan penjualan barang maupun jasa dapat bergerak dengan bebas dan persaingan antar perusahaan pada sektor barang maupun jasa dituntut untuk mengembangkan usahanya pada tingkat yang lebih baik pada masa yang akan datang. Terutama pada bisnis makanan yang memiliki persaingan yang cukup besar, banyak pesaing yang keluar masuk dengan mudah. Untuk bertahan dalam persaingan industri makanan dan dapat semakin berkembang ke tingkat yang lebih tinggi sebuah perusahaan harus memiliki rencana strategi yang tepat dan harus melaksanakan semua aktivitas yang ada pada bidang operasional, pemasaran, keuangan, produksi dan bidang-bidang lain yang ada pada perusahaan secara baik dan seksama. Perusahaan yang memiliki kinerja yang efektif dan efisien akan dapat meningkatkan pertumbuhan perusahaan, dan memenangkan persaingan, sedangkan perusahaan yang memiliki kinerja kurang baik akan semakin tertinggal dan tidak dapat bersaing dengan perusahaan lain.

Industri makanan merupakan suatu bentuk usaha yang cukup prospektif diIndonesia, hal tersebut dikarenakan makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang harus terpenuhi. PT. Nippon Indosari Coperindo Tbk merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha industri roti, kue dan jenis roti lainnya yang telah berdiri sejak tahun 1995. Perusahaan Sari rotimemiliki rencana strategi dan pengimplementasian yang baik terbukti dari

(2)

jumlah penjualan yang selalu meningkat setiap tahunnya dan pada tahun 2012 PT. Nippon Indosari Coperindo telah memiliki 8 pabrik yang tersebar di Jawa, Sumatra dan Sulawesi dengan 14 lini mesin. Setiap hari PT. Nippon indosari Coperindo mampu memproduksi 1,82 juta produk untuk memenuhi permintaan konsumen. Sari Roti tersedia dalam berbagai varian rasa yang setiap tahun terus bertambah, ini membuktikan bahwa masyarakat Indonesia menerima dengan baik kehadiran Sari Roti di tengah persaingan produk roti dan kue.

Permasalahan dan tantangan mendasar yang dihadapi oleh sebuah perusahaan adalah bagaimana dapat bertahan dan bersaing seiring dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dan informasi. Tidak dapat dihindari, dengan perkembangan ini perusahaan yang sekarang sedang beroperasi harus mampu memaksimalkan fungsi yang berorintasi dalam memuaskan para pelanggannya namun dengan biaya yang terjangkau.

Untuk mencapai tujuan perusahaan sesuai kebutuhan masa kini, maka manajemen perusahaan harus mampu memotivasi bawahannya untuk mendesain, memasang, mengoperasikan, merencanakan dan menyusun program yang strategis untuk memajukan perusahaan. Ukuran kinerja keberhasilan perusahan biasanya dilihat dari segi finansial yang didapatkan pada setiap periode yang ditentukan oleh perusahaan tersebut, karena dalam setiap periodenya itu tidak dapat dijadikan indikasi bagi kemajuan perusahaan untuk periode berikutnya. Namun kunci keberhasilan perusahaan tidak hanya dilihat dari keberhasilan finansialnya saja, perusahaan juga harus memperhatikan hubungan baik dengan karyawannya, customer, dan juga pesaing bisnisnya. Keadaan seperti inilah yang akan membawa perusahaan ke dalam suatu pemikiran untuk menciptakan

(3)

inovasi-inovasi baru untuk kemajuan perusahaan dalam mengimbangi semakin meningkatnya persaingan bisnis dan mengimbangi perkembangan teknologi. “Perusahaan membutuhkan suatu sistem untuk mengukur kinerja perusahaan. Sistem tersebut disebut Balanced Scorecard. Sistem ini dapat digunakan perusahaan sebagai strategi meningkatkan kemampuan kinerja organisasi pada masa depan’’. Balanced Scorecard merupakan alat manajemen kontemporer yang didesain untuk meningkatkan kemampuan perusahaan dalam melipat gandakan kinerja keuangan luar biasa secara berkesinambungan (sustainable uotstanding financial performance ) (Mulyadi, 2009: 3). Menurut Mathius dan Erna (2011) bahwa balance scorecard memiliki keistimewaan karena mengukur kinerja perusahaan baik dari sisi finansial maupun non finansial, yaitu prespektif pembelajaran, prespektif proses bisnis internal, prespektif akuntabilitas keuangan dan prespektif kepuasan pelanggan.

Munculnya teknologi baru dalam sistem manajerial antara lain six sigma, total quality management, balanced scorecard, dan lain sebagainya untuk mengimbangi persaingan antara perusahaan. Penggunaan balanced scorecard oleh perusahaan- perusahaan di dunia yang telah masuk dalam Fortune 1000 saat ini telah mencapai hampir 50% dari jumlah perusahaan yang ada, ini belum termasuk perusahaan yang diluar kategori fortune 1000. Sehingga penggunaan sistem balanced scorecard diakui sebagai salah satu dari ide bisnis yang banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan di dunia. Metode ini diakui oleh perusahaan-perusahaan di dunia karena dengan menggunakan alat ini penyelesaian masalah menjadi lebih cepat dan efisien.

(4)

Alat ini digunakan oleh manajemen perusahaan sebagai pedoman untuk menentukan target dan tujuan yang jelas dalam mencapai visi dan misi perusahaan. Karena dengan menggunakan alat ini, pihak-pihak dalam perusahaan akan berperan dan berhubungan antara yang satu dengan yang lainnya, sehingga tujuan dan cita-cita dari perusahaan akan berhasil.(Adiputri & Sukesti, 2014).

Mengikuti perkembangan teknologi ini, PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk, sebagai perusahaan dibidang makanan, hanya mengukur kinerja perusahaan dari segi finansialnya saja, sehingga dalam operasinya, perusahaan berjalan kurang dinamis dalam memperhatikan kebutuhan konsumen dan juga kurang efisien karena perusahaan hanya memperhatikan dari keberhasilan dari sisi finansialnya saja. Penulis berpendapat bahwa perusahaan tersebut perlu menerapkan sistem manajemen yang baik untuk mengendalikan dan memperbaiki sistem yang ada sehingga perusahaan dapat mencapai keseimbangan dari segala aspek yang diperlukan, serta mewujudkan visi dan misi perusahaan. Penggunaan balanced scorecard, dapat memberikan bahan untuk mengkomunikasikan visi, misi dan strategi, kemudian menginformasikan kepada seluruh pegawai tentang apa yang menjadi penentu sukses pada masa sekarang dan masa yang akan dating.(Yuniawati & Murwani, 2014).

Dalam rangka meningkatkan kemampuan persaingan bisnis, perusahaan harus mampu meningkatkan sumberdaya manusia agar lebih kompetitif dan unggul, oleh karena itu manajemen harus memberikan penilaian kepada karyawan yang berprestasi dan yang tidak produktif dalam bekerja. Penilaian ini penting bagi tim manajemen sebagai informasi untuk mempertahankan karyawan tersebut dalam mengambil tindakan kebijakan selanjutnya. Bagi karyawan yang dinilai

(5)

kurang produktif dalam bekerja, maka perusahaan harus berusaha meningkatkan kinerja karyawan tersebut sesuai dengan standar yang ditentukan. Menurut Nawawi (1996) ‘’penilaian kinerja adalah sebuah proses manajemen sumber daya manusia yang melakukaN proses pengamatan (observasi) terhadap pelaksanaan pekerjaan oleh seorang pekerja. Dari hasil observasi itu dilakukan pengukuran yang dinyatakan dalam bentuk penetapan keputusan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam bekerja’’. (Zuniawan et al., 2020).

Salah satu cara untuk melakukan perbaikan dan melihat kemajuan kinerja suatu perusahaan atau organisasi adalah dengan melakukan penilaian pada organisasi tersebut. Sistem penilaian yang digunakan untuk menilai suatu kinerja pada suatu organisasi harus sesuai dengan bentuk organisasi tersebut, sebab kesalahan pengunaan metode akan membuat penilaian yang dilakukan tidak mampu memberikan jawaban yang diinginkan.

Kinerja merupakan suatu tampilan keadaan secara utuh atas perusahaan selama periode waktu tertentu, merupakan hasil atau prestasi yang dipengaruhi oleh kegiatan operasional perusahaan dalam memanfaatkan sumber-sumber daya yang dimiliki. Kinerja merupakan suatu istilah secara umum yang digunakan untuk sebagian atau seluruh tindakan atau aktivitas dari suatu organisasi pada suatu periode dengan referensi pada sejumlah standar seperti biaya-biaya masa lalu atau yang diproyeksikan dengan dasar efisiensi, pertaggungjawaban atau akuntabilitas manajemen (Rivai, 2009: 604).

Pengukuran kinerja perusahaan bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan perusahaan tersebut telah tercapai. Pengetahuan mengenai kondisi yang terjadi sekarang adalah dasar perusahaan untuk melakukan perbaikan dan

(6)

melakukan langkah-langkah yang akan diambil pada tahap berikutnya. Keberhasilan perusahaan pada masa yang akan datang akan ditentukan oleh bagaimana investasi dan pengelolaan aset intelektual atau tak berwujud seperti kompetensi pekerja, loyalitas pelanggan dan pengendalian mutu, daripada fokus pada bagaimana pengelolaan dan investasi pada aset fisik. Dalam melakukan investasi ini, keberhasilan dan kegagalan suatu perusahaan tidak dapat diukur dalam jangka pendek dengan model keuangan tradisional (Wawan, 2013: 22-25).

Pengukuran kinerja yang efektif mampu menilai keseluruhan perspektif dalam perusahaan di mana pengukuran kinerja tersebut terangkum dalam suatu sistem pengukuran strategis yakni Balanced Scorecard. Balanced Scorecard (BSC) merupakan alat manajemen kontemporer yang didesain untuk meningkatkan kemampuan perusahaan dalam melipatgandakan kinerja keuangan secara berkesinambungan (sustainable outstanding financial performance) (Mulyadi, 2009:3).

Balanced Scorecard (BSC) merupakan suatu metode yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan atau oganisasi. Balanced scorecard terdiri dari dua kata, yaitu kartu skor (scorecard) dan berimbang (balanced), pada tahap eksperimen pertama kali tersebut, balanced scorecard hanya merupakan kartu skor yang dimanfaatkan untuk mencatat skor hasil kinerja para eksekutif melalui kartu skor yang hendak diwujudkan para eksekutif tersebut sangat bermanfaat dimasa depan jika dibandingkan dengan hasil kerja sesungguhnya. Selanjutnya, dari hasil perbandingan ini dimanfaatkan melalui evaluasi atas kerja para eksekutif. Kata berimbang itu dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kinerja eksekutif dapat diukur secara berimbang dari dua perspektif, yaitu dari: perspektif keuangan dan

(7)

perspektif non keuangan. Baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang secara internal dan eksternal (Moeherjono, 2012: 158).

Balanced scorecard merupakan suatu metode perlakuan kinerja yang tidak hanya mencerminkan pada kinerja keuangan saja, tetapi juga kinerja non-keuangan. Aspek non-keuangan mendapat perhatian yang cukup serius karena pada dasarnya peningkatan kinerja keuangan bersumber dari aspek non keuangan, sehingga apabila perusahaan akan melakukan berlipat ganda kinerja maka fokus perhatian perusahaan akan ditunjukan kepada peningkatan kinerja non keuangan, karena dari situlah keuangan berasal. Balanced Scorecard memberikan suatu kerangka kerja bagi pihak manajemen untuk menterjemahkan misi dan strategi organisasi kedalam tujuan dan ukuranukuran yang dapat dilihat dari empat prefektif ( Kaplan dan Norton,2000 ).

Keempat prepektif inilah yang dimaksud untuk menjelaskan penampilan suatu organisasi dari empat titik pandang berikut ini ( Kaplan dan Norton,2000 ). 1. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan, untuk menjawab pertanyaan:

bagaimana organisasi mempertahankan kemampuan sehingga organisasi terus berubah dan menjadi lebih baik?

2. Perspektif Proses Bisnis Internal, untuk menjawab pertanyaan: untuk memuaskan para pemilik organisasi dan para pelanggan, proses bisnis mana yang perlu diunggulkan?

3. Perspektif keuangan, untuk menjawab pertanyaan: untuk mencapai sukses secara finansial, kinerja keuangan organisasi yang bagaimanakah yang patut ditunjukan kepada pemilik organisasi?

(8)

4. Perspektif pelanggan, untuk menjawab pertanyaan: bagaimana penampilan organisasi dimata pelanggan?

Melalui pengukuran keempat perspektif ini, manajemen perusahaan akan lebih mudah untuk mengukur kinerja dari unit bisnis saat ini dengan tetap mempertimbangkan kepentingan masa depan, mengukur apa yang telah diinvestasikan dalam pengembangan sumber daya manusia, sistem dan prosedur demi perbaikan kinerja di masa datang, serta memungkinkan untuk menilai intangible asset seperti kepuasan pelanggan, loyalitas pelanggan, dan lain-lain. Ukuran-ukuran pada masing - masing perspektif harus diseimbangkan antara ukuran output dan ukuran kepastian (penggerak kinerja), antara ukuran - ukuran objektif dan subjektif, antara ukuran internal dan eksternal, dan ukuran keuangan dan non keuangan (Hansen dan Mowen, 2004).

Perusahaan yang diteliti penulis adalah PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk. Mengatasi persaingan serta adanya perdagangan bebas membuat PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk membutuhkan suatu penilaian kinerja perusahaan yang sesuai untuk strategi jangka panjang perusahaan yang terdapat dalam Balanced Scorecard sebagai alat ukur berbasis strategis. Oleh sebab itu, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan mengambil judul “Analisis Penerapan Balanced Scorecard Untuk Meningkatkan Kinerja Pemasaran Pada PT. Nippon Indosari Corpindo TBK.

1.2 Identifikasi Masalah

(9)

1. Kinerja Pemasaran pada PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk dilihat dari perspektif pembelajaran dan pertumbuhan.

2. Kinerja Pemasaran pada PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk dilihat dari perspektif proses bisnis internal.

3. Kinerja Pemasaran pada PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk dilihat dari perspektif akuntabilitas keuangan.

4. Kinerja Pemasaran pada PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk dilihat dari perspektif kepuasan pelanggan.

1.3 Rumusan Masalah

Adapun statement rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana pengaruh nyata antara perspektif pembelajaran dan

pertumbuhan terhadap kinerja Pemasaran pada PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk ?

2. Bagaimana pengaruh nyata antara perspektif proses bisnis internal terhadap kinerja Pemasaran PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk ?

3. Bagaimana pengaruh nyata antara perspektif akuntabilitas keuangan terhadap kinerja Pemasaran PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk ?

4. Bagaimana pengaruh nyata antara perspektif kepuasan pelanggan terhadap kinerja Pemasaran PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk ?

1.4 Batasan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang ada, dapat dilihat bahwa permasalahan yang terkait dengan topik penelitian sangat luas

(10)

sehingga perlu adanya pembatasan masalah untuk peneliti memfokuskan pada 4 faktor dalam penelitian yaitu pembelajaran dan pertumbuhan, proses bisnis internal, akuntabilitas keuangan, kepuasan pelanggan, dan kinerja Pemasaran PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk.

1.5 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh pembelajaran dan pertumbuhan terhadap kinerja pemasaran PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk, pengaruh proses bisnis internal terhadap kinerja Pemasaran PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk, pengaruh akuntabilitas keuangan terhadap kinerja pemasaran PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk, dan pengaruh kepuasan pelanggan terhadap kinerja pemasaran PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk.

1.6 Manfaat Penelitian 1. Teoritis

Penelitian ini berguna sebagai pendalaman ilmu tentang penerapan balance scorecard serta sebagai praktik dalam penerapan ilmu yang diperoleh selama menjalani studi di Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Pelita Bangsa.

(11)

Hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber informasi untuk menambah pengetahuan dan sebagai bahan referensi tambahan untuk melakukan penelitian ilmiah dengan topik yang sama.

1.7 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan laporan penelitian adalah sebagai berikut: Bab I Pendahuluan

Merupakan pendahuluan yang membahas mengenai latar belakang masalah, identifikasi masalah, perumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, sistematika penulisan, dan definisi opersaional.

Bab II Tinjauan Pustaka

Merupakan kajian pustaka yang membahas mengenai landasan teori, penelitian terdahulu, kerangka pemikiran, dan hipotesis penelitian.

Bab III Metodologi Penelitian

Merupakan bab yang membahas mengenai metodologi penelitian yang berisi antara lain jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, populasi dan sampel, metode pengumpulan data, dan metode analisis data.

Bab IV Hasil Dan Pembahasan

Merupakan bab yang membahas mengenai gambaran perusahaan mulai dari profil atau sejarah perusahaan, visi misi perusahaan, struktur organisasi perusahaan, strategi perusahaan dan produk - produk perusahaan. Selain itu bab ini juga menguraikan tentang hasil dan pembahasan penelitian.

(12)

Bab V Kesimpulan Dan Saran

Merupakan bab yang berisi kesimpulan dan saran dari seluruh penelitian yang telah dilakukan. Kesimpulan dapat dikemukakan masalah yang ada pada penelitian serta hasil dari penyelasaian penelitian. Sedangkan saran berisi mencantumkan jalan keluar untuk mengatasi masalah dan kelemahan yang ada. Saran ini tidak lepas ditujukan untuk ruang lingkup penelitian.

1.8 Definisi Operasional

Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan adalah tatanan yang dijunjung tinggi dalam memenuhi kebutuhan konsumen, peningkatan soft skill tenaga pemasaran, peningkatan jumlah kerjasama dan networking, dan pembelajaran kepuasan konsumen.

Perspektif proses bisnis internal adalah pola laku pimpinan dalam peningkatan manfaat produk, peningkatan kualitas produk, Peningkatan kualitas system pemasaran, dan peningkatan system informasi terhadap kebutuhan konsumen.

Perspektif akuntabilitas keuangan PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk adalah upaya peningkatan jumlah dan Jenis branding produk, peningkatan akuntabilitas keuangan, dan peningkatan system informasi yang dibutuhkan konsumen.

Perspektif kepuasan pelanggan PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk adalah upaya meningkatan stake holder atau pelanggan PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk, peningkatan kepuasan konsumen, peningkatan kepuasan system informasi

(13)

yang di butuhkan konsumen, peningkatan manfaat produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, dan peningkatan kualitas produk yang sesuai dengan harapan konsumen.

Kinerja PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk adalah upaya melaksanakan fungsi-fungsi perusahaan, menyelenggarakan penelitian untuk kepentingan konsumen, melakukan inovasi produk untuk meningkatkan penjualan, menjadi pelopor perusahaan kartu prabayar terbaik dan memecahkan berbagai permasalahan konsumen dengan cara berinovasi.

Referensi

Dokumen terkait

: Salah satu aliran dalam disiplin linguistik yang memperkenalkan suatu teori yang memandang bahasa sebagai bagian dari fenomena sosial yang tentunya berhubungan dengan

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanaman Evodia suaveolens yang didapatkan dari toko tanaman hias di Baranangsiang Bogor, isolat kapang endofit

Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan

Manfaat praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengguna laporan keuangan (investor) bahwa dengan menggunakan informasi keuangan (arus

Ltd including 3ea double block and bleed valve tee assemblies, consisting of Barred tee, 3D bend, flanges & fittings as required, for the 2 bawal wells & Tembang T6 well

Pengelolaan DAS adalah suatu proses formulasi dan implementasi kegiatan atau program yang bersifat manipulasi sumberdaya alam dan manusia yang terdapat di daerah

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pengangguran adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama

Hasil pengujian aktivitas antioksidan ekstrak n-heksana,etil aseta, n-butanol dan senyawa murni dengan DPPH free radical scavengging effect menunjukkan bahwa fraksi etil asetat