March 2014
To Whom It May Concern
Re: IJEPA COO Manual
We are pleased to send “IJEPA COO Manual” which was developed through the activities of the “Project for Strengthening of the Utilization of IJEPA (Indonesia- Japan Economic Partnership Agreement), Technical Cooperation Project between Ministry of Trade and Japan International Cooperation Agency (JICA).
This Manual explains the important information and knowledge concerning the usage methods of IJEPA COO and the examination points of IJEPA COO in Japan Customs.
We hope this IJEPA COO Manual will be useful for you.
The Project for Strengthening of the Utilization of IJEPA,
Technical Cooperation Project between Ministry of Trade and JICA The Project for Strengthening of the Utilization of IJEPA
(Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement)
IJEPA COO MANUAL
March 2014
The Project for Strengthening of the Utilization of IJEPA (Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement)
Technical Cooperation between Ministry of Trade and Japan International Cooperation Agency
Daftar Isi
Panduan Pengantar Pemanfaatan SKA IJEPA (IJEPA COO) ··· 1
I. Keuntungan Pemanfaatan Tarif Preferensi IJEPA··· 2
II. Perbedaan antara EPA dan FTA ··· 6
III. Metode Pemanfaatan Tarif Preferensi IJEPA ··· 7
A) Mengidentifikasi kode item barang (Kode HS)··· 8
B) Konfirmasi Tingkat Tarif···11
C) Konfirmasi ROO (Rules of Origin)···13
D) Memperoleh SKA IJEPA ···15
Pemeriksaan Dokumen untuk Surat Keterangan Asal (SKA)···18
I. Permasalahan pada saat Pemeriksaan Dokumen / Kasus IJEPA ·19 II. Prosedur di Bea Cukai untuk Tarif Preferensi ···21
A) Persyaratan Prosedural ···21
B) Prosedur Bea Cukai untuk Tarif Preferensi di Jepang···23
III. Pemeriksaan Dokumentasi SKA ···24
Introduksi···24
A) Pengecekan Apakah SKA Diterbitkan secara Benar atau Tidak···29
B) Mencocokkan antara Barang Impor dan Barang yang Dinyatakan di SKA···46
C) Pengecekan Origin Criteria yang Dibuktikan oleh Otoritas Penerbit···56
IV. Informasi yang Berguna ···68
Lampiran 1 / Flow-Chart: Application Procedure of IJEPA COO
Lampiran 2 / IJEPA OPERATIONAL PROCEDURES referred to in Chapter 2 (Trade in Goods) and Chapter 3 (Rules of Origin)
Lampiran 3 / Notes on the completion of COO for IJEPA (English and Indonesian)
Bab ini menjelaskan pengetahuan dasar dan metode pemanfaatan sistem tarif preferensi IJEPA. Jika memanfaatkan skema tarif preferensi IJEPA untuk ekspor ke negara Jepang, bisa menjalankan bisnis dengan kondisi yang lebih unggul dari segi kepabeanan/tarif.
Pertama, dijelaskan I.) Keuntungan pemanfaatan tarif preferensi IJEPA, dan selanjutnya dijelaskan II.) Perbedaan antara EPA dan FTA, dan terakir dijelaskan III.) Metode pemanfaatan konkret mengenai tarif preferensi IJEPA.
Panduan Pengantar
Pemanfaatan SKA IJEPA
(IJEPA COO)
• Ketika barang ekspor dari berbagai negara diimpor oleh negara Jepang, pada umumnya harus membayar tarif impor yang ditentukan oleh pemerintah Jepang.
Berdasarkan aturan dasar yang ditetapkan oleh WTO, diimplementasikan tingkat tarif impor yang sama terhadap hampir semua negara. Tarif impor tersebut disebut tarif MFN (Most-Favored-Nation). (Kasus 1)
• Namun demikian, karena antara pemerintah Indonesia dan Jepang telah menyepakati EPA (IJEPA) dan telah ditetapkan tarif impor yang lebih rendah daripada tarif MFN (tarif preferentif IJEPA), maka dengan memanfaatkan tarif preferensi IJEPA ini, Indonesia bisa melaksanakan kegiatan ekspor ke negara Jepang dengan tarif yang lebih rendah daripada negara lain. (Kasus 2)
I. Keuntungan Pemanfaatan Tarif Preferensi IJEPA
InInddoonneessiiaa InInddoonneessiiaa
JaJappaann JaJappaann
• Pada gambar di bawah ini, ditunjukkan contoh item/barang yang diterapkan tarif impor yang rendah dengan memanfaatkan tarif preferensi IJEPA.
• Dalam skema IJEPA, diterapkan penurunan tarif untuk sejumlah item antara lain produk pertanian dan perikanan serta produk olahannya, tekstil dan produknya, alas kaki, produk dari kulit, dan sebagainya.
Kode HS Item Tarif Tarif Tarif IJEPA
versi 2012 MFN GSP Kelas Jul.
2008 Apr.
2009 Apr.
2010 Apr.
2011 Apr.
2012 Apr.
2013 Apr.
2014 Apr.
2015 0306.16-200,
0306.17-200
Udang kecil dan udang biasa air
dingin (dibekukan) 1.0% Tidak di-
setting A 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0%
0306.19-190 Udang (Dibekukan) 2.0% Tidak di-
setting A 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0%
0714.20-100 Ubi jalar (Dibekukan) 12% Tidak di-
setting B15 11.3% 10.5% 9.8% 9.0% 8.3% 7.5% 6.8% 6.0%
0811.90-220
Buah-buahan yang dibekukan lain (tanpa pemanis/ gula)
tambahan: pepaya, mangga, dll 7.2% 3.6% A 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0%
1803.10-000Pasta kakao (tidak dihilangkan
lemaknya) 5.0% 3.5% B5 3.0% 2.4% 1.8% 1.2% 0.6% 0% 0% 0%
1805.00-000
Bubuk kakao (tidak mengandung gula tambahan
/pemanis lainnya) 12.9% 10.5% B7 9.2% 7.9% 6.6% 5.3% 3.9% 2.6% 1.3% 0%
6101, 6103,
6105 Pakaian Pria 7.4%~
10.9%
Tidak di-
setting A 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0%
6102, 6104,
6106 Pakaian Wanita 7.4%~
10.9%
Tidak di-
setting A 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0%
Ada beberapa pola penurunan tarif preferensi IJEPA. Untuk item di Kelas A, tarifnya dihilangkan pada saat IJEPA diberlakukan (1 Juli 2008). Untuk item B5 (B7/B15), tarifnya dihilangkan dengan penurunan setiap tahun selama 6 kali (8
Contoh Kasus Tingkat Tarif IJEPA yang Unggul
• Tarif GSP (Generalized System of Preference) adalah tingkat tarif yang diterapkan untuk produk dari negara- negara sedang berkembang termasuk Indonesia yang diekspor ke negara Jepang, dan dikenakan tingkat tarif yang lebih rendah daripada tarif MFN.
• Untuk item yang telah dijanjikan dihapus/diturunkan tarif dengan IJEPA yang sudah diberlakukan (item yang diterapkan tarif preferensi IJEPA), pada dasarnya tidak diterapkan tarif GSP.
• Namun demikian, diantara item yang dikenakan tarif GSP, item yang tidak dijanjikan penghapusan/penurunan tarif melalui IJEPA maupun item yang sudah dijanjikan penghapusan/penurunan namun tarif GSP lebih rendah daripada tarif IJEPA, maka item tersebut tetap dikenakan tarif GSP. Kode HS item tersebut secara konkretnya bisa dilihat di slide berikut:
Hubungan dengan Tarif GSP
Item yang bisa diterapkan tarif GSP dari Indonesia (pada bulan April 2013)
1. Item yang dikecualikan dari penurunan tarif IJEPA (renegosiasi, eksepsi) dapat memanfaatkan tarif GSP (102 item)
0206.30-091 1515.90-410 1604.17-000 1605.55-010 1806.10-200 2101.30-000 2918.15-010 0206.41-090 1521.90-010 1604.19-090 1605.55-090 1806.20-290 2102.10-000 3505.10-100 0206.49-091 1602.20-091 1604.20-020 1605.56-010 1806.32-220 2106.90-251 3505.10-200 0306.11-100 1602.90-290 1604.32-010 1605.56-090 1806.90-220 2106.90-297 3505.20-000 0306.12-100 1603.00-010 1605.10-021 1605.57-000 1901.90-230 2204.10-000 4114.10-000 0306.14-100 1604.11-010 1605.10-029 1605.58-010 1902.40-000 2204.29-090 4114.20-010 0306.15-100 1604.12-000 1605.30-010 1605.58-090 1905.10-000 2204.30-200 4114.20-090 0306.19-110 1604.13-010 1605.40-011 1605.59-111 1905.20-000 2205.10-000 4302.11-000 0306.21-500 1604.13-090 1605.51-010 1605.59-119 1905.40-000 2205.90-200 4302.19-020 0306.22-500 1604.14-010 1605.51-090 1605.59-210 1905.90-313 2206.00-210 4302.19-090 0306.24-500 1604.14-091 1605.52-000 1605.59-291 1905.90-319 2206.00-228 4302.20-090 0306.25-200 1604.14-092 1605.53-010 1605.59-299 1905.90-329 2206.00-229 4302.30-029 0306.29-510 1604.14-099 1605.53-090 1605.61-000 2001.90-250 2208.90-123
0901.21-000 1604.15-000 1605.54-011 1605.62-000 2101.11-100 2208.90-129 0901.22-000 1604.16-000 1605.54-019 1605.69-100 2101.12-110 2918.14-000
2. Item yang tarif GSP lebih rendah daripada tarif preferensi IJEPA (1 item)
2906.11-000
• FTA adalah singkatan dari Free Trade Agreement yang berarti ‘Perjanjian Perdagangan Bebas’. FTA adalah perjanjian internasional yang dibuat diantara negara dan wilayah untuk ‘tarif yang dikenakan untuk ekspor-impor’
dan ‘menghilangkan regulasi untuk pelaksanaan kegiatan sektor jasa’.
• EPA adalah singkatan dari Economic Partnership Agreement, yang berarti ‘Perjanjian Kemitraan Ekonomi’.
EPA adalah perjanjian internasional yang lebih komprehensif dimana memiliki konten FTA dan hal-hal lain seperti ‘penataan iklim investasi’, ‘perpindahan manusia’,
‘penguatan perlindungan terhadap kekayaan intelektual’,
‘kerjasama teknis’, dan sebagainya.
II. Perbedaan antara EPA dan FTA
Berikut ini adalah prosedur untuk memanfaatkan tarif preferensi IJEPA. Akan dijelaskan sesuai dengan urutan seperti dibawah ini:
A) Mengidentifikasi kode item barang (Kode HS)
B) Mengecek tingkat tarif (konfirmasikan apakah diterapkan tarif IJEPA)
C) Mengecek ROO / Rules of Origin (konfirmasi apakah memenuhi ROO)
D) Mengajukan SKA dan memperolehnya
III. Metode Pemanfaatan Tarif Preferensi IJEPA
【Apa itu Kode HS (HS Code)?】
• Pertama, perlu mengidentifikasikan kode item (kode HS) barang ekspor.
• Kode HS adalah nomor yang ditentukan oleh perjanjian internasional, dan pada saat mengekspor/impor, setiap barang diklasifikasikan ke dalam kode HS tertentu. Dari kode HS tersebut, bisa diketahui tingkat tarif dan ROO.
• Kode HS Jepang terdiri dari 9 digit, dimana ‘chapter: 2 digit atas’, ‘Heading: 4 digit atas’ dan ‘Sub-Heading: 6 digit atas’ yang ditambahkan ‘klasifikasi detail nasional (3 digit bawah)’.
• 6 digit pertama kode HS adalah sama di seluruh dunia, dan lebih detailnya ditentukan oleh setiap negara.
Sebagai contoh, Kode HS Indonesia terdiri dari 10 digit, yakni ‘Sub-Heading: 6 digit atas’ ditambah ‘Klasifikasi detail nasional (4 digit bawah)’
• Di gambar berikut ini menunjukkan bagaimana caranya membaca Kode HS dalam daftar tarif Jepang (Japan’s Tariff Schedules).
A) Mengidentifikasi Kode Item Barang (Kode HS)
Contoh: Cara membaca Kode HS di ‘Japan’s Tariff Schedule’
Web-site Image (http://www.customs.go.jp/english/tariff/index.htm)
H.S.code
62.01 Men's or boys'overcoats,car-coats,capes,cloaks,anoraks (includingski-jackets),wind-cheaters,wind-jackets andsimilar Overcoats,raincoats,car-coats,capes,cloaks andsimilar articles : 6201.11 Ofwoolor fineanimalhair
100 1 Containing furskin 200 2Other
6201.12 Ofcotton
100 1 Containing furskin 200 2Other
6201.13 Ofman-madefibres
100 1 Containing furskin 200 2Other
6201.19 Ofother textilematerials 100 1 Containing furskin 200 2Other
Chapter 62 Articles of apparel and clothing accessories, not knitted or crocheted.
Statisticalcode
Description
Chapter:
2 digits
Heading:
4 digits
Sub-Heading:
6 digits
Klasifikasi detail nasional:
9 digits
【Cara Memeriksa Kode HS】
• Untuk SKA IJEPA, dibutuhkan pengisian Kode HS barang ekspor (Sub-Heading: 6 digit atas). Selain itu, ada banyak tarif preferensi IJEPA yang ditentukan pada setiap klasifikasi detail nasional (Jepang: 9 digit). Oleh karena itu, ketika memanfaatkan tarif preferensi IJEPA, harus mengonfirmasikan 6 digit Kode HS barang ekspor maupun 9 digit Kode HS klasifikasi detail nasional di Jepang.
• Cara memeriksa: Karena 6 digit Kode HS itu sama di seluruh dunia, maka dapat mengacu pada “Indonesian Customs Tariff Book” dll yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. 9 digit Kode HS klasifikasi detail nasional Jepang dapat mengacu pada web site Japan Custom dibawah ini (Japan’s tariff Schedule)
http://www.customs.go.jp/english/tariff/index.htm
• Namun demikian, yang menentukan item/barang dikategorikan Kode HS mana yaitu pada saat pengurusan impor di Jepang oleh petugas Bea Cukai Jepang, maka diimbau bahwa identifikasi Kode HS dikonfirmasikan oleh Bea Cukai Jepang melalui importir di Jepang.
Metode penurunan tarif preferensi IJEPA dapat mengacu pada Perjanjian IJEPA Annex 1. Versi bahasa Inggris dapat didownload dari web site Departemen Perdagangan di bawah ini:
•
Setelah dikonfirmasikan Kode HS, selanjutnya memeriksakan tingkat tarif. Tingkat tarif bisa dikonfirmasikan dengan daftar tarif (Japan’s Tariff Schedule) Bea Cukai Jepang. Silakan mengacu pada gambar pada slide berikut.•
Ada 2 metode utama dalam hal penurunan tingkat tarif preferensi IJEPA sebagai berikut:1) Item yang dihapus tarifnya langsung pada saat IJEPA diberlakukan (Tanggal 1 Juli 2008: tarifnya 0%)
2) Item yang tarifnya diturunkan secara bertahap setelah IJEPA diberlakukan (Diturunkan secara bertahap dari tarif standar dengan skala penurunan yang sama.
Penurunan pertama dilakukan pada tanggal 1 Juli 2008, dan kedua kali dan seterusnya dilaksanakan pada setiap tanggal 1 April di atas tahun 2009).
•
Selain itu, ada item-item di luar lingkup tarif preferensi IJEPA, dan item-item tersebut dikenakan tarif biasa (tarif MFN). Seperti telah dijelaskan di bagian ‘Hubungan dengan Tarif GSP’, untuk sebagian item tetap diterapkan tarif GSP.B) Konfirmasi Tingkat Tarif
H.S. code General Temporary WTO GSP LDC Singapore Mexico Malaysia Chile Thailand Indonesia Brunei ASEAN Philippines Switzerland VietNam India Peru 20.01
Vegetables, fruit, nuts and other edible parts ofplants, prepared or preserved by vinegar or acetic acid 2001.1 Cucumbers and gherkins
100 1 Containing added sugar 15% (15%) 12% Free 5.5% Free 3.3% 4.4% 4.4% 5.5% 6.8% 6.8% 5.5% 8.2% 6.5% 8.7% 8.7%
200 2 Other 12% (12%) 9% Free 4.4% Free 2.5% 3.3% 3.3% 4.1% 5.5% 5.5% 4.1% 6.5% 4.9% 6.5% 6.5%
2001.9 Other
1 Containing added sugar
110
(1) Papayas, pawpaws, avocados, guavas, durians, bilimbis, champeder, jackfruit, bread-fruit, rambutan, rose-apple jambo, jambosa diamboo-kaget, chicomamey, cherimoya, kehapi, sugar-apples, bullock's-heart, passion-fruit, dookookokosan, soursop, litchi, mangoes and mangosteens
10% 7.5% 3.8% Free Free Free Free Free Free Free Free Free Free Free Free Free
120 (2) Sweetcorn 17.5% 10.5% Free 1.3% Free 1.3% 3.8% 2.6% 2.6% 4.8% 2.6% 5.7% 5.7% 7.60% 6.6%
130 (3) Young corncobs 28% 16.8% Free 9.5% 8.4% 9.5% 9.5% 10.5% 10.5% 10.5% 7.6% 11.6% 11.6% 12.2% 13.7%
140 (4) Other 15% (15%) 12% Free 5.5% Free 3.3% 4.4% Free 5.5% 6.8% 6.8% 5.5% 8.2% 6.5% 8.7% 8.7%
2 Other
210
(1) Papayas, pawpaws, avocados, guavas, durians, bilimbis, champeder, jackfruit, bread-fruit, rambutan, rose-apple jambo, jambosa diamboo-kaget, chicomamey, cherimoya, kehapi, sugar-apples, bullock's-heart, passion-fruit, dookookokosan, soursop and litchi
10% 6% 3% Free Free Free Free Free Free Free Free Free Free Free Free Free
220 (2) Mangoes and mangosteens 9% 6% 3% Free Free Free Free Free Free Free Free Free Free Free Free Free 230 (3) Sweetcorn 12.5% 7.5% Free 0.9% Free 0.9% 0.9% 1.9% 1.9% 3.4% 1.9% 4.1% 2.8% 5.5% 4.7%
240 (4) Young corncobs 25% 15% 9% Free 5.5% 2.5% 3.3% 3.3% 4.1% 6.8% 6.8% 4.1% 8.2% 4.9% 6.5% 6.5%
(5) Other 12% (12%) 9% Free 4.1%
250 - Ginger 10.4% 1.5%
290 - Other 4.4% Free 2.5% 3.3% 3.3% 4.1% 5.5% 5.5% 6.5% 4.9% 6.5% 5.6%
Chapter 20 Preparations of vegetables, fruit, nuts or other parts of plants.
Statistical code
Description Tariffrate Tariffrate (EPA)
Daftar Tarif Jepang / Japan’s Tariff Schedule (Bea Cukai Jepang)
Web-site Image (http://www.customs.go.jp/english/tariff/index.htm)
Tarif yang paling rendah di antara
‘general’, ‘temporary’ ‘WTO’ adalah tarif MFN.
Tarif preferensi IJEPA lihat di sini!
• Untuk memanfaatkan tarif preferensi IJEPA, produk ekspor perlu memenuhi ROO IJEPA. ROO IJEPA adalah aturan untuk menentukan apakah produk yang bersangkutan merupakan produk berasal dari Indonesia / Jepang (apakah produk yang bersangkutan memiliki kualifikasi untuk dikenakan tarif preferensi IJEPA atau tidak).
• ROO IJEPA ditetapkan untuk setiap item (2 digit, 4 digit atau 6 digit Kode HS). Ada 3 standar/patokan untuk menentukan produk asal (Origin Criteria) seperti di bawah ini. Penjelasan mengenai Origin Criteria dapat mengacu pada daftar di slide berikut.
A. Barang yang diproduksi secara keseluruhan
B. Barang yang diproduksi hanya dari bahan berasal dari Indonesia
C. Barang yang memenuhi standar perubahan secara substansial
• SKA IJEPA diterbitkan setelah diperiksa apakah produk ekspor memenuhi salah satu dari Origin Criteria tersebut.
C) Konfirmasi ROO / Rules of Origin
Origin Criteria Penjelasan A Barang yang diproduksi secara
keseluruhan
[Wholly obtained or produced goods]
Barang yang diperoleh dan diproduksi secara utuh di dalam negara Indonesia. Ada ketentuan di pasal 29 ayat 2 Perjanjian IJEPA.
B Barang yang diproduksi hanya dari bahan yang berasal dari anggota negara perjanjian
[Goods produced exclusively from originating materials]
Barang yang keseluruhannya dibuat dari bahan yang berasal dari Indonesia saja dan diproduksi di Indonesia. Walaupun materi dari bahan primer produk (bahan langsung) digunakan produk yang bukan berasal dari Indonesia (barang impor dll), jika bahan primer tersebut berasal dari Indonesia, dikategorikan di B.
C Barang yang memenuhi kriteria transformasi substansial
[Goods satisfied substantial transformation criteria]
Barang yang diproduksi di Indonesia dengan menggunakan bahan yang bukan dari Indonesia (barang impor dll) dan memenuhi standar perubahan secara substansial yang ditentukan dalam Annex 2 Perjanjian IJEPA (Product Specific Rules: PSR). Ada 3 (tiga) kriteria dari kriteria perubahan secara substansial ini.
(1) Perubahan Kriteria klasifikasi tarif
[Change-in-tariff-classification Criteria (CTC rule)]
Sebagai hasil mengolah bahan non-original (bahan impor dll) dan memproduksi barang jadi di Indonesia, nomor klasifikasi tarif bahan dasar dan nomor klasifikasi tarif barang jadi berbeda dan memenuhi syarat, maka barang jadi tersebut diakui sebagai berasal (original) dari Indonesia.
(2) Kriteria nilai tambah
[Value-added criteria (VA rule)]
Sebagai hasil mengolah bahan non-original (bahan impor dll) dan memproduksi barang jadi di Indonesia, nilai tambah pada barang jadi melebihi persentase tertentu (contoh: 40%), maka barang jadi tersebut diakui sebagai berasal (original) dari Indonesia.
(3) Kriteria operasi pengolahan tertentu
[Specific processing operation criteria (Process rule)]
Dalam proses mengolah bahan non-original (bahan impor dll) dan memproduksi barang jadi di Indonesia, jika proses pengolahan/ produksi yang dianggap penting di Indonesia, maka produk tersebut menjadi produk yang berasal dari Indonesia.
“Perjanjian IJEPA”, “Annex 2 Perjanjian IJEPA (Product Specific Rules)”
versi bahasa Inggris dapat didownload dari web site Kementerian Perdagangan di bawah ini:
http://ditjenkpi.kemendag.go.id/website_kpi/index.php?module=ijepa2
Kriteria Umum yang Menentukan Asal Barang
(Origin Criteria)
• Jika ingin mengekspor ke negara Jepang dengan menggunakan tarif preferensi IJEPA. Perlu memperoleh SKA IJEPA (Surat Keterangan Asal: IJEPA COO) terlebih dahulu.
• SKA IJEPA diterbitkan di 86 instansi (IPSKA: Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal) seperti Disperindag daerah yang dibawah pengawasan dan yurisdiksi Direktorat Fasilitasi Ekspor dan Impor, Kementerian Perdagangan. Untuk memperoleh SKA IJEPA, perlu melalui pemeriksaan dan mendaftarkan diri di IPSKA terdekat terlebih dahulu. Setelah terdaftar, melakukan permohonan administrasi melalui web site e-SKA di bawah ini secara on-line.
http://e-ska.kemendag.go.id/cms.php
• Dokumen yang dibutuhkan untuk permohonan SKA IJEPA adalah seperti diuraikan di daftar slide berikut.
• Selain itu, hal-hal detail mengenai metode pengajuan permohonan SKA IJEPA dapat ditanyakan ke IPSKA terdekat. Alamat dan nomor kontak IPSKA ada di web site di bawah ini:
http://e-ska.kemendag.go.id/cms.php/office
D) Memperoleh SKA IJEPA
• Surat Permohonan Penerbitan SKA
• Invoice
• Packing List
• Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
• Original copy Bill of Lading (B/L) atau copy Air Way Bill (AWB), atau copy Cargo Receipt (pelabuhan darat)
• Fotokopi Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) yang telah difiat-muat oleh petugas Kantor Pelayanan Bea dan Cukai di pelabuhan muat atau print out PEB yang dibuat secara Pertukaran Data Elektronik (PDE) dengan dilampiri Nota Persetujuan Ekspor (NPE)
• Perhitungan Struktur Biaya (Cost Structure) untuk produk yang prosesnya mengandung bahan baku impor
Dokumen yang dibutuhkan untuk Permohonan
SKA IJEPA
• Yang menentukan apakah diterapkan tarif preferensi IJEPA pada saat proses impor di Jepang adalah Bea Cukai Jepang sebagai negara pengimpor.
• Oleh karena itu, ketika mengonfirmasikan Kode HS, tingkat tarif dan ROO serta memastikan apakah produk yang bersangkutan dapat dikenakan tarif preferensi IJEPA, diperlukan konsultasi yang cukup dengan importir di Jepang.
• Pada saat itu, kami menganjurkan untuk memanfaatkan Advance Ruling System (pengacuan terlebih dahulu) di Bea Cukai Jepang yang akan dijelaskan di bab berikut, dan minta kepada importir mengacu pada Bea Cukai Jepang.
Perhatian: Untuk pemanfaatan tarif
preferensi IJEPA, perlu konfirmasi
sepenuhnya dengan importir Jepang!
Bab ini menjelaskan check-poin pemeriksaan dokumen SKA IJEPA yang dilaksanakan di Bea Cukai Jepang. Memahami hal-hal yang diperiksa di Bea Cukai Jepang adalah sama dengan mengetahui hal-hal apa yang harus diperhatikan pada saat menyusun SKA IJEPA, maka harap dipelajari dengan baik.
Pertama akan dijelaskan mengenai I.) Kekurang-lengkapan pada dokumen yang sering ditemukan pada saat pemeriksaan di Bea Cukai Jepang, selanjutnya II.) Hal-hal umum pada prosedur tarif preferensi di Bea Cukai Jepang, III.) Poin pemeriksaan yang konkret untuk SKA IJEPA, lalu terakhir IV.) Informasi dari Bea Cukai yang berguna bagi IPSKA dan para user.
Pemeriksaan Dokumen untuk Surat Keterangan
Asal (SKA)
• Dalam pemeriksaan dokumen SKA IJEPA di Bea Cukai Jepang, terlihat berbagai permasalahan. Berikut ini adalah contoh kasus kekurangan/kesalahan yang utama pada dokumen.
• Kekurangan/kesalahan yang dicantumkan dengan warna merah membuat SKA IJEPA tidak berlaku lagi dan tidak diterapkan tarif preferensi IJEPA, maka perlu ada perhatian yang khusus pada kekurangan/kesalahan ini.
• Selain contoh kasus yang diuraikan selanjutnya, ada juga kasus seperti SKA yang tidak ada tanda tangan dari eksportir atau diantara 3 rangkap SKA, yang dilampirkan bukan lembaran pertama yang asli tetapi lembaran ke-2 atau ke-3 sebagai salinan/kopian. Dalam kasus seperti ini, SKA IJEPA tidak berlaku, sehingga tidak diterapkan tarif preferensi.
A. Indikasi Kode HS
- Tidak ada indikasi Kode HS
- Berbeda dengan Kode HS yang diterapkan pada barang impor
B. Indikasi mengenai non-Party invoice
I. Permasalahan pada saat Pemeriksaan
Dokumen – kasus IJEPA
- Tidak ada indikasi mengenai barang yang bersangkutan akan dicantumkan dalam non-Party invoice.
- Indikasi yang dicantumkan di luar tempat yang telah ditentukan
C. Tidak ada indikasi “issued retroactively”
D. Menggunakan form bebas untuk tambahan lembaran SKA
• Supaya barang impor dari Indonesia diterapkan tarif preferensi IJEPA, perlu dapat dibuktikan barang tersebut adalah barang yang berasal dari Indonesia, yakni barang tersebut memenuhi (1) Kriteria Origin (origin criteria) dan (2) Kriteria pengiriman (consignment criteria) kepada Bea Cukai Jepang pada saat deklarasi impor ( Procedural Requirements).
• Bea Cukai Jepang melaksanakan pemeriksaan terhadap persyaratan prosedural ini berdasarkan Dokumen Transportasi.
II. Prosedur di Bea Cukai untuk Tarif Preferensi
A) Persyaratan Prosedural
Jepang Negara B:
Bea Cukai
Persyaratan Prosedural
Aturan untuk membuktikan barang memenuhi kriteria origin dan kriteria pengiriman melalui SKAyang diajukan dan dokumen transportasi yang dibutuhkan bagi Bea Cukai di negara pengimpor.
②Kriteria Pengiriman
①Kriteria Origin Negara A:
◆ Kapan mengajukan SKA:pada saat deklarasi impor
*Penundaan pengajuan SKA (maksimal 2 bulan):
1. Penundaan karena alasan force majeure (contoh:
bencana)
2. Berdasarkan persetujuan dikeluarkan sebelum ijin impor (akan diminta deposit pengamanan/jaminan)
<Tercantum jelas di dalam peraturan internal Japan>
◆ Eksepsi dari pengajuan SKA
Nilai bea cukai barang original secara keseluruhannya tidak melebihi 200 ribu yen (dalam hal ini di Jepang)
<Tercantum jelas di dalam peraturan internal>
◆ Masa Berlaku SKA:12 bulan dari tanggal penerbitan
<Pasal 41, IJEPA>
• Jika memanfaatkan sistem tarif preferensi di negara Jepang, pada dasarnya perlu mengajukan SKA kepada Bea Cukai Jepang pada saat deklarasi impor.
B) Prosedur Bea Cukai untuk Tarif Preferensi di
Jepang
• Dalam pemeriksaan dokumen SKA IJEPA, diperiksa hal-hal dibawah ini:
A) Pengecekan apakah SKA diterbitkan secara benar atau tidak
(1) Form SKA
(2) Tandatangan dan stempel yang sah di atas SKA (3) Pemilihan Waktu Penerbitan SKA
(4) Penerbitan SKA secara retroaktif (5) Kesalahan kecil/ Minor errors (6) Penerbitan ulang SKA
(7) SKA diterbitkan atas dasar permintaan dari pihak importir karena alasan dicuri, hilang, atau rusak.
B) Mencocokkan antara barang impor dan barang yang dinyatakan di SKA
(1) Deskripsi atau kuantitas barang
III. Pemeriksaan Dokumentasi SKA
Introduksi
(Hal-hal yang Diperiksa pada Pemeriksaan)
(2) Ketidakcocokan antara Kode HS yang dicantumkan di SKA dan Kode HS yang diterapkan pada barang impor.
(3) Nomor dan tanggal invoice (4) A non-Party invoice
C) Pengecekan origin criteria yang dinyatakan oleh otoritas
(1) Origin Criteria
(2) Supplementary Criteria
(3) Deskripsi material dari Jepang atau negara-negara ASEAN untuk barang Chapter 50 s/d 63
• Dalam gambar berikut, yang dikurung dengan warna hijau adalah poin pemeriksaan (A), yang warna biru adalah (B), dan warna merah adalah (C).
Dicek apakah SKA diterbitkan secara benar atau tidak Kesesuaian antara barang impor dan barang yang dinyatakan di SKA
Pengecekan kriteria origin/asal (origin criteria) yang dinyatakan oleh otoritas penerbit
A
B C
C B
ISSUED RETROACTIVELY
A
A
A B
B
C B B
Official Seal
Signature Signature
By exporter
BY SEA
FROM JAKARTA, INDONESIA TO TOKYO, JAPAN
ON BOARD DATE : February 19, 2012 VESSEL : ZEIKANMARU
ZEIKAN SHOJI CO., LTD.
24-4, KAIGAN-CHO, TOKYO, JAPAN
ZAIMU INTERNATIONAL CO., LTD.
KAWASAN INDUSTRI MODERN CIKANDE
JL. MODERN INDUSTRY X KAV.G2
Materials of non-Parties: Woven Fabrics
Processes in the non-Party: Weaving The non-Party: Thailand
000000, September 21, 2010
ZAIMU INTERNATIONAL
000000, February 22, 2012 ACU
C ZP001February
10, 2012 GROSS
WEIGHT:
5000KGM NO MARK 500CTNS Men’s SUITS
HS CODE: 6203.11
0000-00 1 1
Hal-hal yang perlu dicantumkan pada SKA IJEPA adalah sebagai berikut (Protokol IJEPA, Annex 3 Chapter 3).
No.14 akan dijelaskan nanti dengan detail, hal-hal ini perlu dicantumkan kolom 4. (mengacu pada contoh 1 dan 2).
1. Nama, alamat, negara eksportir 2. Nama, alamat, negara importir 3. Nomor sertifikat
4. Asal barang
5. Nomor dan tanggal invoice 6. Detail transpor (jika diketahui)
7. Nomor klasifikasi tarif HS yang diubah pada tanggal 1 Januari 2002
8. Tanda, nomor, jumlah dan jenis kemasan; Deskripsi barang
9. Kuantitas/Jumlah (Unit) 10. Kriteria preferensi
(Persyaratan Data Minimal untuk SKA IJEPA)
14. Dalam hal barang yang kode HS-nya chapter 50 sampai 63, materi yang berasal dari negara pihak perjanjian atau negara ketiga / non-Party dari ASEAN, nama negara pihak perjanjian atau negara ketiga tersebut dimana dilaksanakan proses atau operasinya (terbatas pada kasus dimana proses tersebut digunakan untuk produksi produk tersebut).
Contoh 1) Kain tenun utama ditenun di negara Thailand
Contoh 2) Materi non-Parties: Kain tenun Proses di non-Party: Menenun Negara non-Party: Thailand
Di bagian ini, dijelaskan ‘A) Pengecekan apakah SKA diterbitkan secara benar atau tidak’ dari ketiga poin pemeriksaan dokumen SKA IJEPA.
Hal-hal di bawah ini akan diperiksa untuk pengecekan apakah SKA IJEPA diterbitkan dengan benar atau tidak.
(1) Form SKA
(2) Tanda tangan dan stempel yang sah di atas SKA (3) Pemilihan Waktu Penerbitan SKA
(4) Penerbitan SKA secara retroaktif (5) Kesalahan kecil / Minor error (6) Penerbitan ulang SKA
(7) SKA diterbitkan atas dasar permintaan dari pihak importir karena alasan dicuri, hilang, atau rusak.
A) Pengecekan Apakah SKA Diterbitkan Secara
Benar atau Tidak
• Harus menggunakan form IJEPA SKA (FORM IJEPA) yang ditentukan secara sah.
• Jika semua cantuman tidak dapat diisi di dalam 1 lembar form SKA IJEPA, maka halaman kedua dan seterusnya pun harus menggunakan form SKA IJEPA yang ditentukan secara sah.
• Ketika mengekspor dari Indonesia ke negara Jepang, ada kemungkinan dapat menggunaan salah satu dari 2 (dua) tarif preferensi, yakni IJEPA dan GSP (Generalized System of Preferences).
• Karena setiap ROO berbeda, maka perlu diperhatikan.
(Di halaman 5 ada daftar item yang dapat digunakan GSP (yang berlaku pada tahun 2013) sebagai referensi).
• Untuk GSP, digunakan FORM A, dan jika salah dalam menggunakan FORM A untuk mengajukan tarif preferensi IJEPA, tarif preferensi IJEPA tidak diterapkan.
(1) Form SKA
Contoh: Antara negara Jepang dan Indonesia, terdapat 2 (dua) sistem preferensi, yakni IJEPA dan GSP (Generalized System of Preferences). Jika Form A diajukan, maka tarif preferensi IJEPA tidak diterapkan.
Harus menggunakan Form yang tepat untuk IJEPA yang telah ditentukan.
Form yang sama harus digunakan untuk SKA halaman tambahan
• Untuk kolom 9, diperlukan tanda tangan dari eksportir.
Untuk kolom 10, diperlukan stempel resmi IPSKA dan tanda tangan dari penandatangan terdaftar.
• Contoh stempel resmi dan tanda tangan penandatangan terdaftar untuk kolom 10 perlu dilaporkan oleh pemerintah Indonesia kepada pemerintah Jepang, dan Bea Cukai Jepang akan memeriksa apakah stempel dan tanda tangan di SKA IJEPA itu sama dengan stempel dan tanda tangan yang telah diberitahukan sebelumnya.
• Oleh karena itu, walaupun stempel dan nama penandatangan terdaftar diubah di Indonesia, jika prosedur pemberitahuan kepada pihak Jepang belum selesai, maka Bea Cukai Jepang tidak menganggap sah pada SKA IJEPA yang dicantumkan stempel dan tanda tangan yang telah diubah tersebut.
•
Jika stempel dan penandatangan terdaftar diubah di Indonesia, perlu diberitahukan kepada pihak Jepang dan mulai digunakannya setelah diberitahukan ijin pemakaiannya oleh Kementerian Perdagangan.(2) Tanda tangan dan stempel yang sah di atas
SKA
ZAIMU INTERNATIONAL CO.,LTD.
Cek apakah tanda tangan dan stempel telah terdaftar atau tidak.
0000-00
Signature Signature
By exporter
1 1
ZEIKAN SHOJI CO.,LTD.
24-4, KAIGAN-CHO, TOKYO, JAPAN
ZAIMU INTERNATIONAL CO.,LTD.
KAWASAN INDUSTRI MODERN CIKANDE, JL. MODERN INDUSTRY X KAV.G2, SERANG, INDONESIA
000000, February 22, 2012
000000, February 22, 2012 HS CODE:
6203.11 BY SEA
FROM JAKARTA, INDONESIA TO TOKYO, JAPAN
ON BOARD DATE : February 19, 2012 VESSEL : ZEIKANMARU
Keterlambatan pemberitahuan oleh satu pihak akan menimbulkan masalah pada pihak yang lain.
Jika tanda tangan dan stempel resmi diubah oleh salah satu pihak, SKA dengan stempel atau tanda tangan yang sudah diubah itu tidak dianggap sah sampai ada pemberitahuan.
Kedua pihak harus mempersiapkan nama dan spesimen/contoh tanda tangan serta impresi stempel.
<Rule10, OP>
Official Seal
• Pada prinsipnya, SKA IJEPA perlu diterbitkan sebelum pengiriman/shipment atau tidak lebih dari 3 hari dari tanggal pengapalan.
• Untuk istilah ‘tidak lebih dari 3 hari’, termasuk tanggal pengiriman/shipment. Termasuk juga hari Sabtu, Minggu, tanggal merah/hari libur.
• Jika SKA diterbitkan setelah periode ini, maka perlu dicantumkan ‘issued retroactively’ di SKA IJEPA.
(3) Pemilihan Waktu Penerbitan SKA
<Rule 3(a), Part 2, Operational Procedure: OP>
Men’s SUITS
ZAIMU INTERNATIONAL CO., LTD.
0000-00 1 1
DISTRICT OFFICE IN TANGERANG BY SEA
FROM JAKARTA, INDONESIA TO TOMAKOMAI, JAPAN
ON BOARD DATE: February 23, 2012 VESSEL: ZEIKANMARU
000000, February 22, 2012 ZAIMU INTERNATIONAL CO., LTD.
KAWASAN INDUSTRI MODERN CIKANDE JL.MODERN INDUSTRY X KAV.G2 SERANG, INDONESIA
ZEIKAN SHOJI CO., LTD.
24-4, KAIGAN-CHO, TOKYO, JAPAN
NO MARK 500BAGS
000000, February 22, 2012
HS CODE: 6203.11
Pada prinsipnya, SKA harus diterbitkan sebelum pengiriman/
shipment atau tidak lebih dari 3 hari dari tanggal pengiriman/shipment.
Akhir pekan dan hari libur termasuk untuk menghitung ‘3 hari’.
Official Seal Signature
By exporter
Signature
• Jika SKA IJEPA tidak diterbitkan sebelum pengiriman / shipment atau dalam 3 hari setelah tanggal pengiriman / shipment, dan diterbitkan di kemudian hari, maka harus dicantumkan “ISSUED RETROACTIVELY” di SKA IJEPA.
• Dalam hal penerbitan retroaktif, harus dicantumkan
“ISSUED RETROACTIVELY” pada kolom 8 serta tanggal pengiriman/shipment di kolom 3.
• Contoh kasus yang dibutuhkan penerbitan retroaktif dapat dilihat di Referensi 1 dan Referensi 2.
• Tampaknya ada contoh kasus dimana importir Jepang meminta penerbitan secara retroaktif walaupun sebenarnya tidak perlu diterbitkan secara retroaktif (walaupun SKA IJEPA dapat diterbitkan tidak lebih dari 3 hari sejak tanggal pengiriman / shipment). Tidak ada alasan maupun keuntungan dari penerbitan retroaktif dengan sengaja. Jika terjadi kasus seperti ini, berdasarkan petunjuk teknis ini, diberitahukan bahwa penerbitan retroaktif tidak diperlukan kepada importir Jepang atau meminta kepada importir Jepang supaya mereka bertanya pada Bea Cukai Jepang.
(4) Penerbitan SKA secara retroaktif <Rule
3(b), Part 2, OP>
Referensi 1
(Kasus) Yang mana yang penerbit
0000-00 1 1
BY SEA
FROM JAKARTA, INDONESIA TO TOMAKOMAI, JAPAN
ON BOARD DATE: February 19, 2012 VESSEL: ZEIKANMARU
ZAIMU INTERNATIONAL CO., LTD.
Cantumkan tanggal pengiriman di kolom 3.
Perhitungan 3 hari: mengacu pada slide berikut
③Sebagai penerbitan retroaktif
②Cek tanggal pengiriman dari B/L dll.
①Cek tanggal penerbitan
ISSUED RETROACTIVELY
000000, February 22, 2012 ZAIMU INTERNATIONAL CO., LTD.
KAWASAN INDUSTRI MODERN CIKANDE JL. MODERN INDUSTRY X KAV.G2 SERANG, INDONESIA
ZEIKAN SHOJI CO., LTD.
24-4, KAIGAN-CHO, TOKYO, JAPAN
Cantumkan “ISSUED RETROACTIVELY”
dalam kolom 8.
000000, February 22, 2012 Official
Seal Signature
By exporter
Signature
Reference 1
(Kasus) Yang mana yang penerbitan retroaktif?
Reference 2
(Kasus) Yang mana yang penerbitan retroaktif?
6 hari
3 hari
4 hari
4 hari
4 hari Sebelum
3 hari
• Dalam sistem e-SKA saat ini, ada layar untuk mengisi
“Date of Shipment”, dan jika pengisian sudah selesai, sesuai dengan kebutuhan dan secara otomatis tercantum kalimat “ISSUED RETROACTIVELY” di kolom 8 SKA IJEPA.
• Mohon diperhatikan untuk mengisi tanggal pengiriman
“Date of Shipment” yang benar.
Mohon mengisi “the date of shipment” di sini. Dalam kondisi tertentu, “ISSUED RETROACTIVELY” dicantumkan dalam SKA secara otomatis.
<Jika SKA tidak lengkap>
- Kesalahan kecil (Minor errors):
⇒ Bea Cukai memutuskan kesalahan kecil sampai mana yang dapat diabaikan.
- Kesalahan lain
⇒ Penerbitan ulang SKA
• Ketika ada kesalahan dalam pencantuman SKA IJEPA dan pihak Bea Cukai Jepang menganggapnya sebagai kesalahan kecil (minor error), maka SKA IJEPA tersebut tetap berlaku.
• Jika kesalahannya seperti ketidaksamaan, tidak tercantum, salah tulis yang ringan atau penulisannya tidak tercakup pada kolom yang telah ditentukan, dianggap sebagai kesalahan kecil (minor errors).
Sebagai contoh: nama negara importir seharusnya
‘JAPAN’ tetapi ditulis ‘HAPAN’ di kolom 2.
• Namun, jika kesalahan isi pencantuman SKA IJEPA dianggap oleh Bea Cukai Jepang sebagai bukan kesalahan kecil (kesalahan besar), maka SKA IJEPA tidak berlaku lagi, sehingga harus menerbitkan ulang SKA IJEPA agar dapat diterapkan tarif preferensi IJEPA.
• Misalnya, kesalahan yang berhubungan dengan pertimbangan keabsahan SKA IJEPA seperti “DMI” atau
“ACU” yang perlu dicantumkan di kolom 5 (kriteria origin) tidak dicantumkan, tidak akan dianggap sebagai kesalahan kecil (minor errors).
(5) Kesalahan kecil (Minor errors) <Rule 5, OP>
Kesalahan kecil (Minor errors) seperti ketidaksamaan atau kelalaian pencantuman yang ringan, salah ketik, keluar dari kolom yang telah ditentukan bisa diabaikan, jika kesalahan kecil tersebut tidak mempengaruhi keabsahan SKA atau ketelitian informasi yang termasuk pada SKA.
Tidak tercantumnya kriteria preferensial termasuk DMI atau ACU tidak dapat diabaikan.
ZAIMU INTERNATIONAL CO., LTD.
0000-00
ISSUED RETROACTIVELY
1 1
BY SEA
FROM JAKARTA, INDONESIA TO TOKYO, JAPAN
ON BOARD DATE: February 19, 2012 VESSEL: ZEIKANMARU
000000, February 22, 2012 ZAIMU INTERNATIONAL CO.,LTD.
KAWASAN INDUSTRI MODERN CIKANDE JL. MODERN INDUSTRY X KAV.G2 SERANG, INDONESIA
ZEIKAN SHOJI CO.,LTD.
24-4, KAIGAN-CHO, TOKYO, HAPAN
C
000000, February 22, 2012 Men’s SUITS NO MARK 500BAGS
HS CODE: 6203.11
Official Seal Signature
By exporter
Signature
• Dalam hal SKA IJEPA yang sudah diterbitkan, isinya tidak boleh dikoreksi dengan mencoret dan menambahkan atau dengan menggunakan correction pen dan sebagainya. Oleh karena itu, jika ada kesalahan dalam pencantuman dan ingin dibetulkan, maka SKA perlu diterbitkan kembali.
• Misalnya dalam kasus dimana telah diterbitkan SKA IJEPA dengan dicantumkan beratnya 4000kg namun sebenarnya berat barang ekspor adalah 5000kg, SKA tidak dapat dikoreksi, maka SKA perlu diterbitkan ulang.
(6) Penerbitan ulang SKA <Rule 4, OP>
ZAIMU INTERNATIONAL CO., LTD.
0000-00
ISSUED RETROACTIVELY Men’s SUITS
1 1
BY SEA
FROM JAKARTA, INDONESIA TO TOKYO, JAPAN
ON BOARD DATE: February 19, 2012 VESSEL: ZEIKANMARU
000000, February 22, 2012 ZAIMU INTERNATIONAL CO., LTD.
KAWASAN INDUSTRI MODERN CIKANDE JL. MODERN INDUSTRY X KAV.G2 SERANG, INDONESIA
ZEIKAN SHOJI CO., LTD.
24-4, KAIGAN-CHO, TOKYO, JAPAN
NO MARK 500 BAGS C
GROSS WEIGHT:
4000KGM
000000, February 22, 2012
HS CODE: 6203.11
ZP001 February 10, 2012
Menghapus, menambahkan, dan mengubah tidak diperbolehkan untuk SKA yang sudah diterbitkan.
Sebagai contoh, dalam kasus dimana berat yang benar adalah 5000 kg.
Official Seal
Eksportir atau agen sah harus minta penerbitan ulang SKA jika pada SKA yang sudah diterbitkan terdapat informasi yang tidak benar / salah.
Signature By exporter
Signature
<Jika SKA dicuri, hilang, atau rusak>
⇒ Pihak eksportir menerbitkan SKA baru
• Jika ada permintaan penerbitan ulang SKA IJEPA karena dicuri, hilang, rusak dsb dari importir, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk penerbitan ulang SKA IJEPA.
• Di dalam kolom 8 SKA IJEPA yang diterbitkan ulang perlu dicantumkan tanggal penerbitan ulang dan nomor sertifikasi SKA IJEPA asli.
• Masa berlaku SKA IJEPA yang diterbitkan ulang sama dengan masa berlaku SKA IJEPA yang dulu/asli.
Artinya, 12 bulan sejak tanggal penerbitan SKA IJEPA asli.
• Jika SKA IJEPA sudah diterbitkan ulang, SKA IJEPA asli tidak berlaku lagi.
(7) SKA diterbitkan atas dasar permintaan dari
pihak importir karena alasan dicuri, hilang,
atau rusak <Rule 3, OP>
ZAIMU INTERNATIONAL CO., LTD.
0000-00 1 1
BY SEA
FROM JAKARTA, INDONESIA TO TOKYO, JAPAN
ON BOARD DATE: February 22, 2012 VESSEL: ZEIKANMARU
000000, February 22, 2012 ZAIMU INTERNATIONAL CO., LTD.
KAWASAN INDUSTRI MODERN CIKANDE JL.MODERN INDUSTRY X KAV.G2 SERANG, INDONESIA
ZEIKAN SHOJI CO., LTD.
24-4, KAIGAN-CHO, TOKYO, JAPAN
000000, February 22, 2012
The date of issuance and the certification number of the original certificate of origin are December 15, 2011 No. 0000-00
Official Seal
Menerbitkan SKA baru dengan nomor sertifikat baru
• Tanggal penerbitan dan nomor sertifikasi SKA asli harus dicantumkan di kolom 8 SKA baru.
• Masa berlaku SKA baru:sama dengan SKA asli
• SKA asli tidak berlaku lagi.
Signature By exporter
Signature
Di bagian ini, dijelaskan ‘B) mencocokkan antara barang impor dan barang yang dinyatakan di SKA’ dari ketiga poin pemeriksaan dokumen SKA IJEPA.
Hal-hal di bawah ini akan diperiksa untuk melihat B) Apakah barang impor cocok dengan barang yang dicantumkan di SKA IJEPA.
B) Mencocokkan antara Barang Impor dan Barang yang Dinyatakan di SKA
(1) Deskripsi atau kuantitas barang
(2) Ketidakcocokan antara Kode HS yang dicantumkan di SKA dan Kode HS yang diterapkan pada barang impor.
(3) Nomor dan tanggal invoice (4) A non-Party invoice
• Tarif preferensi IJEPA diterapkan pada barang dan kuantitas yang tercantum di dalam SKA IJEPA.
• Nama item yang dicantum di SKA IJEPA harus sama secara substantif dengan nama item di atas invoice (dan kalau bisa sama dengan nama item Kode HS).
• Penulisan nama item tidak harus persis sama, namun jika Bea Cukai Jepang menginterpretasikan tidak sama secara substansial, maka SKA IJEPA yang bersangkutan tidak berlaku lagi.
(1) Deskripsi atau kuantitas barang
Petugas Bea Cukai menganggap SKA yang bersangkutan itu berlaku jika deskripsi barang di SKA cocok secara substansial dengan deskripsi barang di invoice.
ZAIMU INTERNATIONAL CO., LTD.
0000-00 1 1
BY SEA
FROM JAKARTA, INDONESIA TO TOKYO, JAPAN
ON BOARD DATE: February 19, 2012 VESSEL: ZEIKANMARU
000000, February 22, 2012 ZAIMU INTERNATIONAL CO., LTD.
KAWASAN INDUSTRI MODERN CIKANDE JL.MODERN INDUSTRY X KAV.G2 SERANG, INDONESIA
ZEIKAN SHOJI CO., LTD.
24-4, KAIGAN-CHO, TOKYO, JAPAN
C
GROSS WEIGHT:
5000KGM
000000, February 22, 2012 Men’s SUITS NO MARK 500BAGS
HS CODE: 6203.11
ZP001 February 10, 2012
Official Seal
Pada dasarnya, tarif preferensi diterapkan hanya pada barang/item dan kuantitas yang telah tercantum di SKA.
Signature By exporter
Signature
• Karena IJEPA ROO (Rules of Origin) yang sekarang berdasarkan pada Kode HS yang tertera di Tariff Schedule tahun 2002, maka untuk membuktikan originalitas produk yang Kode HS nya tertera di SKA IJEPA, dapat merujuk pada 6 digit Kode HS di Tariff Schedule tahun 2002. [Rule 1 (b), Section 1, Part 2, Operational Procedure] (Namun, jika di SKA IJEPA ada Kode HS yang mengacu pada Tariff Schedule tahun 2012 dan Kode HS nya sesuai dengan barang yang diekspor, maka untuk memastikan originalitas produk, SKA IJEPA itu berlaku).
• Kadang kala terjadi kasus dimana Kode HS di SKA IJEPA tidak benar dan berbeda dengan Kode HS barang impor, maka harap berhati-hati.
• Untuk barang yang dapat dianggap sebagai barang berasal dari Indonesia dengan jelas seperti kriteria origin barang yang bersangkutan adalah ‘A’ (secara keseluruhan diproduksi di Indonesia) atau ‘B’ (barang yang diproduksi hanya dari materi dari Indonesia), kadang kala diterapkan tarif preferensi walaupun ada kesalahan pada Kode HS di SKA IJEPA. Namun demikian, hal seperti ini diputuskan oleh pemeriksaan sesuai kasus secara individu, maka diharapkan
(2) Ketidakcocokan antara Kode HS yang
dicantumkan di SKA dan Kode HS yang
diterapkan pada barang impor
ZAIMU INTERNATIONAL CO., LTD.
0000-00 1 1
BY SEA
FROM JAKARTA, INDONESIA TO TOKYO, JAPAN
ON BOARD DATE: February 19, 2012 VESSEL: ZEIKANMARU
000000, February 22, 2012 ZAIMU INTERNATIONAL CO., LTD.
KAWASAN INDUSTRI MODERN CIKANDE JL.MODERN INDUSTRY X KAV.G2 SERANG, INDONESIA
ZEIKAN SHOJI CO., LTD.
24-4, KAIGAN-CHO, TOKYO, JAPAN
000000, February 22, 2012 Men’s SUITS NO MARK 500BAGS
HS CODE: 6203.11
Kadang kala terjadi perbedaan interpretasi klasifikasi Kode HS.
Kode HS harus dicantumkan dengan 6 digit di kolom 4.
<Rule 1, OP>
Dalam kasus Kode HS yang tidak ada di daftar konsesi tercantum secara tidak benar, maka tarif preferensi tidak dapat diterapkan.
Official Seal
Dalam kasus ketidakcocokan Kode HS, jika salah satu kondisi di bawah ini terpenuhi, maka diterapkan sebagai yang berlaku:
(a) Kriteria origin yang diuraikan di SKA adalah “Barang yang secara keseluruhan diperoleh atau diproduksi di negara pihak/Party (A)” atau “Barang yang secara keseluruhannya diproduksi dari materi yang berasal dari negara pihak/Party (B)”, dan sekaligus tidak diragukan lagi untuk menentukan barang yang bersangkutan sebagai barang yang berasal dari negara pihak/Party.
(b) Kecuali kondisi (a) tersebut di atas, aturan spesifik produk (product specific rules) untuk Kode HS dijelaskan di SKA dan Kode HS yang diterapkan untuk barang impor itu sama, dan sekaligus tidak diragukan lagi untuk menentukan barang yang bersangkutan sebagai barang yang berasal dari negara pihak/Party.
(c) Kecuali (a) dan (b) tersebut di atas, terdapat alasan yang dapat dipertimbangkan atas
ketidakcocokan Kode HS, dan barang sudah dikonfirmasikan sebagai barang berasal dari negara pihak/Party.
Signature By exporter
Signature
• Perlu dicantumkan nomor dan tanggal invoice yang digunakan pada saat importir melakukan deklarasi impor di kolom 7 SKA IJEPA.
(3) Nomor dan tanggal invoice
<Field 7, Appendix 1-b, OP>
ISSUED RETROACTIVELY
0000-00 1 1
BY SEA
FROM JAKARTA, INDONESIA TO TOKYO, JAPAN
ON BOARD DATE: February 19, 2012 VESSEL: ZEIKANMARU
ZAIMU INTERNATIONAL CO., LTD.
KAWASAN INDUSTRI MODERN CIKANDE JL.MODERN INDUSTRY X KAV.G2 SERANG, INDONESIA
ZEIKAN SHOJI CO., LTD.
24-4, KAIGAN-CHO, TOKYO, JAPAN
C
GROSS WEIGHT:
500.00MT
000000, February 22, 2012 Men’s SUITS NO MARK 500BAGS
HS CODE: 6203.11
ZP001 February 10, 2012
Mencantumkan nomor dan tanggal invoice di kolom 7.
Invoice harus diterbitkan untuk ekspor barang ke negara pihak tujuan pengimpor.
Official Seal Signature
• Gambar pada halaman selanjutnya menjelaskan mekanisme Non-Party-Invoice (invoice dari bukan negara pihak).
• Sebagai contoh, ketika pengimpor Jepang (A) mengimpor barang yang diproduksi oleh perusahaan Indonesia (C) melalui perusahaan Singapura (B), barang akan dikirim dari Indonesia ke Jepang. Namun demikian, SKA yang digunakan untuk customs clearance untuk barang tersebut di Jepang adalah SKA IJEPA yang diterbitkan di Indonesia, tetapi invoice (invoice X) diterbitkan di Singapura yang bukan negara pihak IJEPA dan dikirim ke Jepang. Dalam kasus seperti ini, invoice yang dikirim dari Singapura ke Jepang (invoice X) disebut Non-Party-Invoice.
• Dalam hal Non-Party-Invoice, cara pencantuman di SKA IJEPA berbeda berdasarkan apakah pada saat penerbitan SKA sudah diketahui nomor Non-Party- Invoice atau belum. Hal itu dijelaskan pada gambar di halaman selanjutnya.
(4) Invoice dari non-Party/bukan negara pihak
(A non-Party invoice) <Rule 7 and Field 7,
Appendix1-B, OP>
①order pembelian
③Barang
②order pembelian
A Non-Party invoice
invoice Y
Produsen C Indonesia
Kontraktor B Singapura
Jika nomor non-party-invoice sudah diketahuipada saat penerbitan SKA maka cantumkan nomor dan tanggal invoice X.
Jika nomor non-party-invoice belum diketahui pada saat penerbitan SKA maka cantumkan nomor dan tanggal invoice Y.
Kasus [1]
Kasus [2]
Importir A Jepang
Dicantumkan nomor dan tanggal invoice X yang diterbitkan untuk pengimporan.
0000-00 1 1
BY SEA
FROM JAKARTA, INDONESIA TO TOKYO, JAPAN
ON BOARD DATE: February 19, 2012 VESSEL: ZEIKANMARU
000000, February 22, 2012 ZAIMU INTERNATIONAL CO., LTD. KAWASAN
INDUSTRI MODERN CIKANDE, JL.MODERN INDUSTRY X KAV.G2, SERANG, INDONESIA
ZEIKAN SHOJI CO., LTD.
24-4, KAIGAN-CHO, TOKYO, JAPAN
B
000000, February 22, 2012 Men’s SUITS NO MARK 500BAGS
HS CODE: 6203.11
JK001 February 10, 2012
DISTRICT OFFICE IN TANGERANG GROSS
WEIGHT:
500.00MT
The goods will be invoiced in a non-Party.
HI JK Company zzz, xx, Amoy, Singapore
Harus dicantumkan “the goods will be invoiced in a non-Party” serta nama dan alamat orang/
perusahaan yang menerbitkan invoice tersebut di kolom 8.
• Jika sudah diketahui nomor Non-Party Invoice (invoice X) pada saat penerbitan SKA IJEPA, maka nomor dan tanggal Non-Party Invoice (invoice X) tersebut dicantumkan di kolom 7.
• Selain itu, dicantumkan kalimat “The goods will be invoiced in a non-Party” serta nama perusahaan dan alamat penerbit Non-Party Invoice (invoice X) di kolom 8.
Kasus [1] Jika nomor non-party-invoice sudah diketahui pada saat penerbitan SKA IJEPA <Rule 7 and Field 7, Appendix1-B, OP>
Official Signature Seal
By exporter
Signature
• Jika belum diketahui nomor Non-Party Invoice (invoice X) pada saat penerbitan SKA IJEPA, maka nomor dan tanggal invoice yang dikirim dari Indonesia ke Singapura (invoice Y) dicantumkan di kolom 7.
• Selain itu, dicantumkan kalimat “The goods will be subjected to another invoice to be issued in a Non-party”
serta nama perusahaan dan alamat penerbit Non-Party Invoice (invoice X) di kolom 8.
•
Kasus [2] Jika nomor non-party-invoice belum diketahui pada saat penerbitan SKA IJEPA <Rule 7 and Field 7, Appendix1-B, OP>
Mencantumkan nomor dan tanggal invoice Y yang diterbitkan oleh eksportir yang diterbitkan SKA.
0000-00 1 1
BY SEA
FROM JAKARTA, INDONESIA TO TOKYO, JAPAN
ON BOARD DATE: February 19, 2012 VESSEL: ZEIKANMARU
ZAIMU INTERNATIONAL CO., LTD. KAWASAN INDUSTRI MODERN CIKANDE, JL.MODERN INDUSTRY X KAV.G2, SERANG, INDONESIA
ZEIKAN SHOJI CO., LTD.
24-4, KAIGAN-CHO, TOKYO, JAPAN
C
000000, February 22, 2012 Men’s SUITS NO MARK 500BAGS
HS CODE: 6203.11
ZP001 February 10, 2012
DISTRICT OFFICE IN TANGERANG GROSS
WEIGHT:
500.00MT
The goods will be subject to another invoice to be issued in a non-Party. HI JK Company zzz, xx, Amoy, Singapore
Harus dicantumkan “the goods will be subject to another invoice to be issued in a non-Party” serta nama dan alamat orang/perusahaanyang akan menerbitkan invoice lain di kolom 8.
Official
Di bagian ini, dijelaskan ‘C) Pengecekan kriteria origin (origin criteria) yang dibuktikan oleh otoritas penerbit’ dari ketiga poin pemeriksaan dokumen SKA IJEPA.
Dalam hal C) kriteria origin yang dibuktikan oleh Instansi Penerbit, diperiksakan hal-hal dibawah ini.
C) Pengecekan Origin Criteria yang Dibuktikan oleh Otoritas Penerbit
(1) Origin Criteria
(2) Supplementary Criteria
(3) Deskripsi material dari Jepang atau negara-negara ASEAN untuk barang Chapter 50 s/d 63