• Tidak ada hasil yang ditemukan

Misdi Hamzah *) Rois Arifin **) M. Samsun Subagyo ***)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Misdi Hamzah *) Rois Arifin **) M. Samsun Subagyo ***)"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

151 Analisis Tingkat Brand Loyality Pada Produk Handphone Merek “Nokia” Pada Mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Bahasa dan Satra Indonesia Universitas Kanjuruhan

Malang.

Misdi Hamzah *) Rois Arifin **) M. Samsun Subagyo ***)

Abstract

This research is a descriptive research with a survey approach. The purpose of this study was to analyze the level of brand loyality Nokia brand mobile products that include variables Switcher, Habitual buyer, Satisfied buyer, liking of the brand, and Commited buyer at Teacher Training Faculty of Education Language and Literature Indonesia Kanjuruhan University of Malang. The number of sample of 97 respondents. Independent variables consist of the Switcher (X1), Habitual Buyer (X2), Satisfied Buyer (X3), liking Of The Brand (X4), Commited Buyer (X5) and Brand Loyalty is the dependent variable (Y). Methods of data analysis using instrumental testing with the steps of: testing the validity of the reliability test, descriptive analysis, and crosstab analysis (Cross Tabulation)

The results of this research indicated that the percentage of each attribute of brand loyalty formation of Nokia brand mobile products are as follows: For Buyer Switcher variable percentage rate of 31%, for a variable percentage rate Habitual Buyer of 27.67%, for variable rate Satisfied Buyer percentage of 39%, for liking of The Brand variable percentage rate of 37%, and for a variable percentage rate is Commited Buyer of 54.33%.

Key Word: Brand loyalty, Switcher, Habitual buyer, Satisfied buyer, Liking of the brand, dan Commited buyer

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Dunia bisnis dari hari ke hari intensitas persaingannya makin tinggi. Persaingan itu terjadi hampir di semua sektor bisnis, termasuk pada bisnis handphone. Bisnis handphone di Indonesia, memiliki persaingan pasar yang begitu pesat ditunjukan dengan banyaknya merek- merek handphone yang ada di Indonesia. Sedikitnya terdapat tujuh merek handphone yang di kenal secara luas di pasar Indonesia, yaitu; handphone merek Nokia, Siemens, Samsung, Sony Ericsson, Motorola, Panasonic, LG. Selain itu juga masih ada lagi merek-merek handphone China yang sekarang ini banyak masuk di pasar handphone Indonesia, beberapa merek handphone China itu antara lain ialah; handphone merek Nexian, Blueberry, Mito, HT, Venera, ZTE, SPC, dll.

(2)

152

Produk handphone dengan merek tertentu mempunyai segmen dan pangsa pasar yang konsumennya fanatik, disebabkan adanya kecocokan kualitas dan harga handphone dengan selera yang dimiliki. Konsumen handphone yang fanatik tidak akan bersedia ganti merek handphone yang lain. Konsumen menjadi setia dengan merek handphone yang mampu memberikan kepuasan terhadap keinginan yang diharapkan. Kesetiaan konsumen terhadap merek handphone pilihannya disebut brand loyality, yaitu hakiki dalam membeli ulang sebuah merek yang istimewa (Peter & Olson, 2003)

Sebagai inovasi produk, handphone Nokia selalu menciptakan produk-produk baru yang lebih baik dan canggih lagi dari produk yang sudah ada sebelumnya. Melalui produk baru, inovasi baru, dan tekhnologi baru ada beberapa inovasi produk yang diberikan Nokia kepada pelanggannya, antara lain;

Nokia Express Music, merupakan salah satu produk Nokia yang sangat cocok buat pengemar musik, karena dilengkapi dengan tombol satu kali tekan yang langsung menuju ke menu pemutar musik.

Nokia Keypad Querty, ditengah banyaknya merek handphone lain yang mengeluarkan produk dengan keypad querty, dan semakin banyak pula konsumen yang menyukai handphone dengan keypad qwerty, maka untuk mempertahankan konsumen, Nokia juga menciptakan produk dengan keypad bentuk qwerty.

Nokia With GPS, program GPS atau pencari dan penunjuk jalan yang selama ini ada di mobil-mobil, sekarang sudah dapat dinikmati oleh konsumen Nokia pada produk terbarunya, sehingga dimanapun berada bisa mendapatkan info penunjuk jalan dari handphone yang dimiliki.

Dalam pemasaran dikenal istilah segmentasi pasar yang berarti usaha untuk membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok yang dapat dibedakan satu sama lain dalam hal kebutuhan, karakter atau perilaku yang mungkin akan memerlukan produk dan strategi pemasaran tertentu untuk menjangkaunya (Kotler, 2002:68).

Pelanggan yang mengkonsumsi dan menjadi loyal pada handphone merek Nokia memiliki pertimbangan tertentu, misalnya, kenyamanan dalam pemakaian dan kesesuaian produk dengan minat konsumen. Pelanggan yang loyal terhadap merek produk tertentu tidak akan mudah berganti pada merek lain. Sebaliknya, pelanggan yang tidak loyal akan mudah berganti pada merek lain, yang dimungkinkan pada faktor karateristik produk, harga, dan

(3)

153 kenyamanan pemakaian merek produk alternative. Aaker (1991) loyalitas sejumlah pelanggan terhadap merek, tentunya tidak akan dapat dipisahkan dari variabel-variabel yang membentuknya, yaitu habitual behavior, switching cost, statisfaction, liking of the brand, dan commitment. Ditengah persaingan produk handphone yang tajam serta peluang pasar yang masih besar, untuk menempatkan posisi produk diperlukan segmentasi pasar yang kuat.

Dengan memerlukan segmentasi pasar, pada akhirnya handphone Nokia dapat menyusun suatu strategi segmentasi pasarnya dengan tepat.

Peneliti memilih lokasi penelitian di Universitas Kanjuruhan kerena dilihat dari segi ekonomi, tingkat ekonomi mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang rata-rata sudah berada pada tingkat menengah sampai menengah atas, sehingga dalam penggunaan handphone, mereka cenderung loyal pada satu merek saja. Pada beberapa pengalaman membuktikan bahwa konsumen yang tingkat ekonominya berada pada tingkat menengah ke atas, mereka tidak mau menggunakan produk handphone lain karena mereka tidak mengerti kualitas yang dimiliki oleh produk lainnya. Berdasarkan pengetahuan peneliti, mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang tingkat ekonominya termasuk dalam tingkat menengah sampai menengah atas, sehingga mereka akan cenderung loyal terhadap satu merek dalam penggunaan handphone. Berdasarkan uraian tersebut, maka penelitian ini berjudul Analisis Tingkat Brand Loyality Pada Produk Handphone Merek “Nokia” Pada Mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Bahasa dan Satra Indonesia Universitas Kanjuruhan Malang.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka permasalahan yang dapat dirumuskan ialah:

Bagaimanakah tingkat Brand Loyality produk handphone merek Nokia yang meliputi variabel Switcher, Habitual buyer, Satisfied buyer, Liking of the brand, Commited buyer pada mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kanjuruhan Malang.

Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan Penelitian

(4)

154

Untuk menganalisis tingkat brand loyality produk handphone merek Nokia yang meliputi variabel Switcher, Habitual buyer, Satisfied buyer, Liking of the brand, dan Commited buyer pada mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kanjuruhan Malang.

Manfaat Penelitian

a. Bagi pihak perusahaan, hasil dari penelitian ini diharapkan bisa digunakan bahan pertimbangan untuk menjalankan kebijakan manajemen di masa yang akan datang.

b. Bagi pihak lain, diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat untuk menjadi referensi penelitian di masa yang akan datang berkaitan dengan brand loyalty.

TINJAUAN TEORI, HIPOTESIS DAN KERANGKA KONSEPTUAL Merek (brand)

a. Sejarah Singkat Merek

Praktik pemberian merek bisa dilacak jejaknya dari sejarah perniagaan kuno. Kata

‘brand’ itu sendiri besar kemungkinan bersumber dari kata kuno Norwegia brandr, yaitu praktik pencantuman tanda kepemilikan pada hewan ternak. Bangsa Viking yang pernah menduduki Inggris cukup lama menjadikannya sebagai bahasa sehari-hari.

b. Pengertian Merek

Merek menurut Kotler (2002:460) adalah suatu nama, simbol, tanda, atau desain atau kombinasi diantaranya, dan ditujukan untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang penjual atau kelompok

c. Manfaat dan Fungsi Merek

Merek memiliki beberapa fungsi sebagai berikut, yakni :

1) Sebagai tanda pengenal untuk membedakan hasil produksi yang dihasilkan seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum dengan produksi orang lain;

2) Sebagai alat promosi, sehingga mempromosikan hasil produksinya cukup dengan menyebut mereknya;

3) Sebagai jaminan atas mutu barangnya;

(5)

155 4) Menunjukkan asal barang/jasa yang dihasilkan.

d. Sifat Merek

Menurut Keller dan Kotler (2007:358) Penentuan merek bagi semua perusahaan mencerminkan jumlah dan sifat dari unsur-unsur merek yang sama dan terbedakan yang berlaku untuk produk-produk berbeda yang dijual perusahaan. Dengan kata lain, menentukan strategi penentuan merek, termasuk memutuskan sifat unsur merek baru dan yang sudah ada untuk dikenakan pada produk baru dan produk yang sudah ada.

e. Ekuitas Merek (Brand Equity)

Ekuitas merek (brand equity) adalah nilai tambah yang diberikan pada produk dan jasa.

Ekuitas merek berbasis-pelanggan (customer-based brand equity) adalah pengaruh diferensial yang dimiliki pengetahuan merek atas respons konsumen terhadap pemasaran merek tersebut. Brand Loyality (Loyalitas Merek)

Menurut Fournier (1998) dalam Tjiptono (2011:14) Mengemukakan bahwa loyalitas merek adalah prespektif berorientasi terhadap interaksi antara pelanggan dan merek yang diyakini secara positif, dibentuk secara sukarela bersifat jangka panjang dan kuat secara afektif.

Fungsi Brand Loyality (loyalitas merek)

Menurut Durianto dkk (2001:127) dalam Marthin dan Semuel (2007:91) Beberapa potensi yang dapat diberikan oleh brand loyalty kepada perusahaan, yaitu “reduced marketing costs, trade leverage, attracting new customers, dan provide time to respond to competitive threats”

a. Reduced Marketing cost (mengurangi biaya pemasaran)

Adanya brand loyalty kaitan dengan biaya pemasaran. Biaya pemasaran akan lebih murah terutama dalam mempertahankan pelanggan dibandingkan dengan upaya untuk mendapatkan pelanggan baru. Jadi, biaya pemasaran akan menjadi kecil jika brand loyalty meningkat.

b. Trade Leverage (meningkatkan perdagangan)

Loyalitas yang kuat terhadap suatu merek akan menghasilkan peningkatan perdagangan dan memperkuat keyakinan perantara pemasaran. Semakin biasa konsumen membeli suatu produk, maka semakin tinggi frekuensi pembelian konsumen tersebut, yang pada akhirnya dapat meningkatkan penjualan.

(6)

156

c. Attracting new customer ( Menarik pelanggan baru)

Banyaknya pelanggan yang merasa puas dan suka pada merek tertentu, maka akan menimbulkan perasaan yakin atau percaya pada calon pelanggan lain untuk mengkonsumsi merek tertentu tersebut Di samping itu, pelanggan yang puas umumnya akan merekomendasikan merek yang pernah/sedang dikonsumsi kepada teman/kerabat dekatnya, sehingga akan menarik pelanggan baru.

d. Provide time to respond to competitive threats (Memberi waktu untuk merespon ancaman pesaing). Brand loyalty akan memberikan waktu pada perusahaan untuk merespon gerakan pesaing. Jika salah satu pesaing mengembangkan produk baru dan unggul, maka pelanggan yang loyal akan memberikan waktu pada perusahaan untuk memperbaruhi produk yang dihasilkan dengancara menyesuaikan atau mengadakan inovasi untuk dapat mengunguli produk baru pesaing.

Tingkat Brand Loyality

Dalam pengelolaan dan eksploitasinya tiap tingkat brand loyality mewakili tantangan pemasaran yang berbeda juga mewakili tipe asset yang berbeda. Untuk tingkat brand loyality yang ada yaitu mulai switcher (tingkat yang paling rendah dengan porsi yang paling besar), habitual buyer, satisfiedfied buyer, liking of the brand, hingga commited buyer (tingkat paling tinggi dengan porsi yang paling besar)

Kesetiaan Merek

Menurut Tjiptono (2011:13) Loyalitas merek ialah sesuatu yang mencerminkan komitmen psikologis terhadap merek tertentu. Kesetiaan pada merek (brand loyality) adalah preferensi konsistensi pada suatu merek melebihi merek yang lain.

Kerangka Konseptual

Berdasarkan tinjauan teori dan hasil penelitian terdahulu maka kerangka konseptualnya dapat digambarkan sebagai berikut:

Brand loyality

(7)

157 Keterangan:

Dalam penelitian ini variabel-variabel yang diteliti untuk melihat tingkat brand loyality yang dimiliki konsumen terhadap suatu merek produk yaitu meliputi variabel Switcher, Habitual Buyer, Satisfied Buyer, Liking of The Brand, dan Commited Buyer.

Hipotesis

Bahwa Brand Loyalty produk handphone merek Nokia yang meliputi variabel Switcher, Habitual buyer, Satisfied buyer, Liking of the brand, Commited buyer pada mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kanjuruhan Malang.

METODOLOGI PENELITIAN

Jenis, Waktu dan Lokasi Penelitian Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian Deskriptif, yaitu penelitian yang dimaksud untuk meyelidiki keadaan, kondisi, atau hal lain-lain yang sudah disebutkan, yang hasilnya dipaparkan dalam bentuk laporan penelitian (Arikunto.,2010:3).

Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2012 Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini yaitu dilakukan di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kanjuruhan Jl. S. Supriadi No 48 Sukun Malang.

Populasi dan Sampel Populasi

Switcher Habitual Buyer

Satisfied Buyer

Liking of The Brand

Commited Buyer

(8)

158

Menurut Arikunto (2010:173) Populasi adalah keseluruhan objek penelitian. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Bahasa daan Sastra Indonesia Universitas Kanjuruhan Malang yang sudah melakukan herregistrasi pada semester genap, yaitu sejumlah 425 mahasiswa.

Sampel

Menurut Indriantoro dan Supomo (2002:116) Sampel ialah sebagian dari elemen- elemen populasi. Anggota sampel disebut dengan subyek.

Variabel Penelitian

Sesuai dengan permasalahan yang diangkat, variabel yang dianalisis dalam penelitian ini adalah:

1) Loyalitas Merek (Brand Loyalty) 2) Beralih (Switcher)

3) Kebiasaan (Habitual Buyer) 4) Kepuasan (Satisfied Buyer)

5) Kegemaran Merek (Liking Of The Brand) 6) Komitmen (Committed buyer)

Devinisi Operasional Variabel

a. Brand Loyality ialah tingkatan tertinggi dalam piramida loyalitas merek, yang mana pada tingkat ini pelanggan telah benar-benar loyal terhadap merek yang biasa digunakan.

Pelanggan jenis ini akan sulit atau bahkan tidak mau berpindah ke merek yang lainnya ketika akan membeli barang, tingkat kepuasan terhadap suatu merek yang telah dimiliki oleh pelanggan ini telah sangat tinggi.

b. Switcher ialah konsumen yang suka berpindah-pindah, pelanggan yang berada pada tingkat paling dasar dari piramida brand loyalty pada umumnya. Pelanggan dengan switcher loyalty memiliki perilaku sering berpindah-pindah merek, sama sekali tidak loyal atau tidak tertarik pada merek-merek yang dikonsumsi.

c. Habitual Buyer ialah konsumen yang membeli karena kebiasaan, aktivitas rutin konsumen dalam membeli suatu merek produk, meliputi proses pengambilan keputusan pembelian dan kesukaan terhadap merek produk tersebut. Pelanggan yang berada dalam tingkatan

(9)

159 habitual buyer dapat dikategorikan sebagai pelanggan yang puas dengan merek produk yang dikonsumsi.

d. Satisfied Buyer ialah konsumen yang puas dengan pembelian yang dilakukan. Pada tingkatan satisfied buyer, konsumen suatu merek masuk dalam kategori puas bila konsumen mengkonsumsi merek tersebut, meskipun demikian mungkin saja konsumen memindahkan pembelian ke merek lain dengan menanggung switching cost (biaya peralihan).

e. Liking of the brand ialah menyukai merek, pelanggan yang masuk dalam kategori liking of the brand merupakan pelanggan yang sungguh-sungguh menyukai merek tersebut. Rasa suka pelanggan bisa saja didasari oleh asosiasi yang terkait dengan simbol, rangkaian pengalaman dalam penggunaan sebelumnya, baik yang dialami pribadi maupun oleh kerabat atau pun disebabkan oleh perceived quality yang tinggi.

f. Committed Buyer ialah konsumen yang komitmen terhadap merek produk yang dibeli. Pada tahapan loyalitas committed buyer pelanggan merupakan pelanggan setia (loyal).

Pelanggan memiliki suatu kebanggaan sebagai pengguna suatu merek dan bahkan merek tersebut menjadi sangat penting bagi pelanggan dipandang dari segi fungsi maupun sebagai suatu ekspresi mengenai siapa sebenarnya diri pelanggan.

Sumber Data dan Metode Pengumpulan Data Sumber Data

Sumber data yang digunakan adalah data primer. Menurut Indriantoro dan Supomo (2002:147) Data primer adalah sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli (tidak melalui media perantara).

Metode Pengumpulan Data a. Wawancara

Menurut Moleong (2007:186) Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu.

Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu.

b. Kuisioner

Menurut Bakri (2009:135) Kuesioner merupakan daftar pertanyaan bagi pengumpul data dalam penelitian. Teknik pengumpulan datanya atau cara mengajukan pertanyaan tersebut pada responden bisa dilakukan baik secara lisan atau secara tertulis.

(10)

160

Metode Analisis Data

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode analisis Deskriptif dengan tekhnik prosentase, adapun langkah analisisnya ialah sebagai berikut:

Uji Instrumental a. Uji Validitas

Menurut Jogiyanto (2008:53) uji validitas adalah menunjukan bahwa suatu pengujian benar- benar mengukur apa yang seharusnya diukur. Validitas merupakan suatu keadaan apabila suatu instrumen evaluasi dapat mengukur apa yang sebenarnya harus diukur secara tepat.

b. Uji Reliabilitas

Menurut Jogiyanto (2008:41) Reliabilitas adalah tingkat seberapa besar suatu pengukur mengukur dengan stabil dan konsisten. Reliabilitas menyangkut ketepatan alat ukur.

Analisis Deskriptif

Merupakan analisis data yang bertujuan untuk mengungkapkan karakteristik sampel melalui ukuran-ukuran statistik dengan menggunakan statistik deskriptif dari seperangkat data indikator sehingga dapat disajikan menjadi gambaran yang lebih bermakna, sederhana, dan mudah dimengerti.

a. Crosstab (Tabulasi Silang)

Crosstab ialah sebuah tabel silang yang terdiri atas satu baris atau lebih dan satu kolom atau lebih (Santoso, 2002) dalam Marthin dan Semuel (2007:95) Croostab menghasilkan gabungan dari dua atau lebih variabel yang mencerminkan distribusi tabel dengan jumlah variabel dengan jumlah kategori atau nilai pembeda yang terbatas.

b. Prosentase (%)

Prosentase dapat dihitung berdasarkan jumlah responden yang menjawab kuisioner dengan skor 4 dan 5 dibagi dengan jumlah responden penelitian secara kumulatif (3x100 jawaban).

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian

(11)

161 Gambaran Umum Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kanjuruhan Malang.

Universitas Kanjuruhan merupakan proses pengembangan merger antara IKIP PGRI Malang dengan Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA) Kanjuruhan Malang yang bernaung di bawah bendera Yayasan Pembina Lembaga Perguruan Tinggi PGRI. Dengan demikian, berdirinya Universitas Kanjuruhan Malang merupakan proses pengembangan perguruan tinggi PGRI dengan SK Mendiknas nomor 106/D/0/2001.

Karakteristik Responden

a. Berdasarkan Jenis Kelamin

Tabel 4.1

Jenis Kelamin Responden

No Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%)

1 Perempuan 63 63

2 Laki-laki 37 37

Total 100 100

Sumber: Data Primer Diolah

b. Berdasarkan Lama Pemakaian Handphone Tabel 4.2

Lama Pemakaian Handphone

No Lama Pemakaian Handphone Frekuensi Persentase (%)

1 ≤1,5 tahun 5 5

2 >1,5 - 2 tahun 41 41

3 >2 - 2,5 tahun 3 3

4 >2,5 - 3 tahun 28 28

5 >3 - 3,5 tahun 7 7

6 ≥3,5 tahun 16 16

Total 100 100

Sumber: Data Primer Diolah

(12)

162

c. Distribusi Jawaban Responden

Pada bagian ini akan diketahui distribusi item-item dari variabel Beralih (Switcher) (X1), Kebiasaan (Habitual Buyer) (X2), Kepuasan (Satisfied Buyer) (X3), Kegemaran Merek (Liking Of The Brand) (X4) dan Komitmen (Committed buyer) (X5) secara keseluruhan.

Tabel 4.3

Tabel Distribusi Frekuensi Variabel Beralih (Switcher) (X1) Indikator Sangat

Setuju

% Setuju % Cukup Setuju

% Tidak Setuju

% Sangat Tidak Setuju

%

X1.1 10 10 21 21 18 18 43 43 8 8

X1.2 8 8 33 33 19 19 28 28 12 12

X1.3 0 0 21 21 18 18 44 44 17 17

Sumber: Data Primer Diolah

Ket: X1.1 = Indikator berpindah ke merek handphone lain karena faktor harga.

X1.2 = Indikator berpindah ke merek handphone lain karena faktor model atau bentuk.

X1.3 = Indikator berpindah ke merek handphone lain karena faktor tidak tersedia di toko atau counter.

Tabel 4.4

Tabel Distribusi Frekuensi Variabel Kebutuhan (Habitual Buyer) (X2) Indikator Sangat

Setuju

% Setuju % Cukup Setuju

% Tidak Setuju

% Sangat Tidak Setuju

%

X2.1 0 0 31 31 15 15 46 46 8 8

X2.2 0 0 30 30 8 8 54 54 8 8

X2.3 8 8 14 14 24 24 41 41 13 13

Sumber: Data Primer Diolah

Ket: X2.1 = Indikator menggunakan handphone merek Nokia karena banyak orang yang menggunakan handphone tersebut.

(13)

163 X2.2 = Indikator menggunakan handphone merek Nokia hanya karena

masalah kebiasaan.

X2.3 = Indikator telah puas menggunakan handphone merek Nokia sehingga tidak ingin menggunakan handphone merek lain.

Tabel 4.5

Tabel Distribusi Frekuensi Variabel Kepuasan (Satisfied Buyer) (X3) Indikator Sangat

Setuju

% Setuju % Cukup Setuju

% Tidak Setuju

% Sangat Tidak Setuju

%

X3.1 16 16 26 26 25 25 29 29 4 4

X3.2 10 10 21 21 40 40 29 29 0 0

X3.3 10 10 34 34 23 23 29 29 4 4

Sumber: Data Primer Diolah

Ket: X3.1 = Indikator responden merasa puas atas kemampuan handphone merek Nokia dalam mengatasi problematika sambungan telekomunikasi.

X3.2 = Indikator responden merasa puas atas fasilitas yang dimiliki handphone merek Nokia.

X3.3 = Indikator responden merasa puas atas layanan yang dimiliki handphone merek Nokia.

Tabel 4.6

Tabel Distribusi Frekuensi Variabel Kegemaran Merek ( Liking of the Brand ) (X4) Indikator Sangat

Setuju

% Setuju % Cukup Setuju

% Tidak Setuju

% Sangat Tidak Setuju

%

X4.1 16 16 30 30 17 17 29 29 8 8

X4.2 6 6 20 20 18 18 48 48 8 8

X4.3 14 14 25 25 15 15 33 33 13 13

Sumber: Data Primer Diolah

Ket: X4.1 = Indikator responden menyukai handphone merek Nokia karena kualitas yang dimiliki.

(14)

164

X4.2 = Indikator responden menyukai handphone merek Nokia karena banyak orang yang menggunakannya.

X4.3 = Indikator responden menyukai handphone merek Nokia karena mencerminkan merek yang berkelas.

Tabel 4.7

Tabel Distribusi Frekuensi Variabel Komitmen (Comitted Buyer) (X5) Indikator Sangat

Setuju

% Setuju % Cukup Setuju

% Tidak Setuju

% Sangat Tidak Setuju

%

X5.1 13 13 35 35 52 52 0 0 0 0

X5.2 8 8 42 42 44 44 6 6 0 0

X5.3 20 20 45 45 35 35 0 0 0 0

Sumber: Data Primer Diolah

Ket: X5.1 = Indikator responden akan merekomendasikan kepada orang lain untuk membeli handphone merek Nokia.

X5.2 = Indikator responden merasa bangga ketika menggunakan handphone merek Nokia.

X5.3 = Indikator responden merasa percaya diri ketika menggunakan handphone merek Nokia.

(15)

129 Analisis Crosstab ( Tabulasi Silang )

a. Tabulasi silang banyaknya responden berdasarkan jenis kelamin pada masing-masing item dari masing-masing variabel

Variable Item

Pernyataan

Jenis Kelamin

Total

Laki-laki Perempuan

SS S CS TS STS SS S CS TS STS

Beralih (Switcher)

1 4 6 9 14 4 6 15 9 29 4 100

2 3 9 10 11 4 5 24 9 17 8 100

3 0 5 5 20 7 0 16 13 24 10 100

Kebiasaan (Habitual Buyer)

1 0 16 6 11 4 0 15 9 35 4 100

2 0 10 6 17 4 0 20 2 37 4 100

3 3 4 13 11 6 5 10 11 30 7 100

Kepuasan (Satisfied Buyer)

1 5 4 13 13 2 11 22 12 16 2 100

2 3 3 16 15 0 7 18 24 14 0 100

3 3 8 9 15 2 7 26 14 14 2 100

Kegemaran Merek (Liking Of The Brand)

1 5 11 10 9 2 11 19 7 20 6 100

2 2 7 9 17 2 4 13 9 31 6 100

3 5 8 9 11 4 9 17 6 22 9 100

Komitmen (Committed buyer)

1 4 16 17 0 0 9 19 35 0 0 100

2 3 18 14 2 0 5 24 30 4 0 100

3 9 16 12 0 0 11 29 23 0 0 100

Sumber: Data Primer Diolah

(16)

130

b. Tabulasi silang antara lama pemakaian dengan masing-masing item dari masing-masing variabel

Lama Pemakaian

Beralih (Switcher) Kebiasaan (Habitual Buyer) Kepuasan (Satisfied Buyer)

Kegemaran Merek (Liking Of The Brand)

Komitmen (Committed buyer)

Item 1 Item 2 Item 3 Item 1 Item 2 Item 3 Item 1 Item 2 Item 3 Item 1 Item 2 Item 3 Item 1 Item 2 Item 3

≤1,5 tahun

STS 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1

TS 0 0 4 2 3 2 2 2 2 2 0 3 4 4 4

CS 1 1 0 0 1 1 2 2 1 0 1 0 0 0 0

S 3 3 0 2 0 1 1 1 1 2 3 2 0 0 0

SS 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

>1,5 – 2 tahun

STS 5 6 6 5 5 6 3 0 2 3 3 5 3 4 6

TS 18 12 17 21 22 19 12 14 14 16 23 15 15 14 19

CS 5 6 8 6 2 9 9 17 10 6 6 7 23 20 16

S 9 14 10 9 12 4 11 6 11 10 7 9 0 3 0

SS 4 3 0 0 0 3 6 4 4 6 2 5 0 0 0

>2 - 2,5 tahun

STS 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 1

TS 1 1 2 0 2 0 0 0 0 0 1 0 1 2 2

CS 1 1 0 1 1 1 2 2 2 1 1 0 1 1 0

S 1 1 0 2 0 1 1 1 1 2 1 2 0 0 0

SS 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

(17)

131

>2,5 - 3 tahun

STS 2 2 6 2 2 3 1 0 1 2 2 3 4 0 6

TS 10 9 11 10 14 11 5 5 5 5 10 7 9 16 12

CS 6 6 4 4 2 6 7 12 6 4 5 4 15 11 10

S 6 9 7 12 10 6 9 8 13 11 8 9 0 1 0

SS 4 2 0 0 0 2 6 3 3 6 3 5 0 0 0

Lanjutan Tabel

Lama Pemakaian

Beralih (Switcher) Kebiasaan (Habitual Buyer) Kepuasan (Satisfied Buyer)

Kegemaran Merek (Liking Of The Brand)

Komitmen (Committed buyer)

Item 1 Item 2 Item 3 Item 1 Item 2 Item 3 Item 1 Item 2 Item 3 Item 1 Item 2 Item 3 Item 1 Item 2 Item 3

>3 - 3,5 tahun

STS 0 0 2 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 2

TS 4 3 3 2 3 2 3 3 3 1 5 2 2 2 2

CS 3 4 2 1 1 3 3 3 2 4 1 2 5 4 3

S 0 0 0 5 3 1 1 1 2 2 1 2 0 0 0

SS 0 0 0 7 7 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

≥3,5 tahum

STS 0 3 1 0 0 1 0 0 0 2 2 3 4 2 4

TS 10 3 7 0 0 7 7 5 5 5 9 6 4 4 6

CS 2 1 4 11 10 4 2 4 2 2 4 2 8 8 6

S 2 6 4 3 1 1 3 4 6 3 0 1 0 2 0

(18)

132

SS 2 3 0 2 5 3 4 3 3 4 1 4 0 0 0

Total 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

Sumber: Data Primer Diolah Ket: SS : Sangat Setuju

S : Setuju CS : Cukup Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju

(19)

129 Uji Instrumen Penelitian

a. Uji Validitas

Tabel 4.8 Hasil Uji Validitas

Variabel Item Korfisien Korelasi p-value Keterangan

Beralih (Switcher)

1 0,836 0,000 valid

2 0,871 0,000 valid

3 0,638 0,000 valid

Kebiasaan (Habitual Buyer)

1 0,858 0,000 valid

2 0,694 0,000 valid

3 0,762 0,000 valid

Kepuasan (Satisfied Buyer)

1 0,917 0,000 valid

2 0,938 0,000 valid

3 0,941 0,000 valid

Kegemaran Merek (Liking Of The

Brand)

1 0,865 0,000 valid

2 0,830 0,000 valid

3 0,864 0,000 valid

Komitmen (Committed buyer)

1 0,915 0,000 valid

2 0,858 0,000 valid

3 0,900 0,000 valid

Sumber: Data Primer Diolah b. Uji Reliabilitas

Tabel 4.9 Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Alpha Cronbach Keterangan

Beralih (Switcher) 0,693 Reliabel

Kebiasaan (Habitual Buyer) 0,656 Reliabel Kepuasan (Satisfied Buyer) 0,920 Reliabel

Kegemaran Merek (Liking

Of The Brand) 0,806 Reliabel

Komitmen (Committed

buyer) 0,870 Reliabel

(20)

130

Sumber: Data Primer Diolah

Pembahasan

Deskripsi Jawaban Responden a. Beralih (Switcher) (X1)

Tabel 4.10

Hasil Kumulatif Variabel Switcher Buyer

Variabel Jawaban Skor Jawaban

Frekuensi %

Switcher Buyer (X1)

STS 37 12,3

TS 115 38,3

CS 55 18,31

S 75 24,97

SS 18 5,94

Total 300 100

Sumber: Data Primer Diolah b. Kebutuhan (Habitual Buyer) (X2)

Tabel 4.11

Hasil Kumulatif Variabel Habitual Buyer

Variabel Jawaban Skor Jawaban

Frekuensi %

Habitual Buyer (X2)

STS 29 9,67

TS 141 46,95

CS 47 15,65

S 75 24,97

SS 8 2,64

Total 300 100

Sumber: Data Primer Diolah

c. Kepuasan (Satisfied Buyer) (X3)

(21)

131 Tabel 4.12

Hasil Kumulatif Variabel Satisfied Buyer

Variabel Jawaban Skor Jawaban

Frekuensi %

Satisfied Buyer (X3)

STS 8 2,64

TS 87 28,97

CS 88 29,3

S 81 26,97

SS 36 11,9

Total 300 100

Sumber: Data Primer Diolah

d. Kegemaran Merek (Liking of The Brand) (X4) Tabel 4.13

Hasil Kumulatif Variabel Liking of The Brand

Variabel Jawaban Skor Jawaban

Frekuensi %

Liking of The Brand (X4)

STS 29 9,67

TS 110 36,67

CS 50 16,67

S 75 24,9

SS 36 11,9

Total 300 100

Sumber: Data Primer Diolah e. Komitmen (Commited Buyer) (X5)

Tabel 4.14

Hasil Kumulatif Variabel Commited Buyer

Variabel Jawaban Skor Jawaban

Frekuensi %

Commited Buyer (X5)

STS 0 0

TS 0 0

CS 131 43,67

S 122 40,67

SS 41 13,67

(22)

132

Total 300 100

Sumber: Data Primer Diolah

f. Loyalitas Merek (Brand Loyality)

Tabel 4.15

Tanggapan Responden Terhadap Atribut Pembentukan Brand Loyalty Produk Handphone Nokia

Atribut Kumulasi Skor Jawaban Responden Total

1 2 3 4 5

Switcher Buyer Habitual Buyer Satisfied Buyer Liking Of The Brand Commited Buyer

37 29 8 29

0

115 141 87 110

0

55 47 88 50 131

75 75 81 75 122

18 8 36 36 41

300 300 300 300 300

Sumber: Data Primer Diolah

Berdasarkan tabel 4.15 maka dapat diketahui tingkat prosentase masing-masing atribut pembentukan brand loyalty dari produk handphone merek Nokia adalah sebagai berikut:

a. Switcher Buyer = (75+18)/300x100%

=31%

b. Habitual Buyer =(75+8)/300x100%

=27,67%

c. Satisfied Buyer =(81+36)/300x100%

=39%

d. Liking Of The Brand =(75+36)/300x100%

=37%

e. Commited Buyer =(122+41)/300x100%

=54,33%

Implementasi Hasil Penelitian

(23)

133 Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis crosstab (Tabulasi Silang) adapun uji signifikansi yang digunakan ialah uji validitas dan uji reliabilitas. Dimana diketahui bahwa variabel yang berpengaruh dominan yaitu variabel commited buyer (X5). Untuk variabel Commited Buyer usaha yang harus dilakukan oleh perusahaan Nokia agar konsumen dapat komitmen terhadap handphone Nokia adalah sebagai berikut: Nokia harus menciptakan suatu produk yang dapat menumbuhkan rasa komitmen konsumen terhadap handphone tersebut.

SIMPULAN DAN SARAN SIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat prosentase masing-masing atribut pembentukan brand loyalty dari produk handphone merek Nokia adalah sebagai berikut: Untuk variabel Switcher Buyer tingkat prosentasenya sebesar 31%, untuk variabel Habitual Buyer tingkat prosentasenya sebesar 27,67%, untuk variabel Satisfied Buyer tingkat prosentasenya sebesar 39%, untuk variabel Liking Of The Brand tingkat prosentasenya sebesar 37%, dan untuk variabel Commited Buyer tingkat prosentasenya ialah sebesar 54,33 %.

SARAN

Setelah mempelajari, menganalisa dan menyimpulkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka diajukan beberapa saran antara lain:

a. Diharapkan perusahaan selalu berupaya untuk meningkatkan jaminan atas kualitas produk yang ditawarkan kepada konsumen, dengan harapan mampu menciptakan loyalitas konsumen terhadap produk.

b. Diharapkan perusahaan selalu berupaya untuk memberikan berbagai fasilitas yang ditawarkan kepada konsumen, termasuk dalam kebijakan harga yang ditawarkan keapada konsumen.

c. Diharapkan perusahaan juga memberikan jaminan atas ketersediaan produk yang ditawarkan, diharapkan para konsumen dapat dengan mudah mendapatkan produk.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi. Rineka Cipta. Jakarta

Azizah. 2011. Analisis Brand Loyalty Pada Nasabah Bank BCA Cabang Jambi. Artikel. Fakultas Ekonomi Universitas Batanghari Jambi

Bakri, Masykuri. 2009. Metode Penelitian Kualitatif Tinjauan Teoritis & Praktis. Edisi Revisi.

Cetakan Ketiga. Visipress Media. Surabaya

Indriantoro, Nur dan Bambang Supomo. 2002. Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Manajemen dan Akuntansi. BPFE. Yogyakarta

J. Supranto. 2001. Statistik Teori dan Aplikasi. Edisi Keenam. Penerbit Erlangga. Jakarta

(24)

134

Jogiyanto. 2008. Pedoman Survei Kuesioner: Mengembangkan Kuesioner, Mengatasi Bias dan Mengatasi Responden. Badan Penerbit Fakultas Ekonomi UGM. Yogyakarta

Jonathan, Sarwono. 2007. Analisis Jalur Untuk Riset Bisnis Dengan SPSS. Penerbit ANDI.

Yogyakarta

Keller, Kevin Lane dan Philip Kotler. 2007. Manajemen Pemasaran. Edisi 12. Jilid 1. Indeks.

Jakarta

Koentjaraningrat. 1986. Metode Metode Penelitian Masyarakat. Penerbit Gramedia. Jakarta Komputer, Tim Wahana. 2001. Pengolahan Data Statistik Dengan SPSS 10.0. Edisi Pertama.

Salemba Infotek. Jakarta

Komputer, Wahana. 2003. 10 Model Penelitian dan Pengolahannya dengan SPSS 10.01.

Penerbit ANDI. Yogyakarta

Kotler, Philip. 2002. Manajemen Pemasaran. Edisi Milenium 2. Indeks. Jakarta

Kotler, Philip dan AB. Susanto. 2001. Manajemen Pemasaran Indonesia. Buku 2. Salemba Empat, Jakarta

Kuncoro, Mudrajad. 2003. Metode Riset untuk Bisnis & Ekonomi. Penerbit Erlangga. Jakarta Malo, Manase dkk. 1986. Materi Pokok Metode Penelitian Sosial. Penerbit Karunika

Universitas Terbuka. Jakarta

Mardani, Ronny Malavia. 2003. Petunjuk Praktis Operasional SPSS. Edisi Revisi. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang. Malang

Marthin, Johannes dan Hatane Semuel. 2007. Analisis Tingkat Brand Loyalty Pada Produk Shampoo Merek “Head & Shoulders”. Jurnal Manajemen Pemasaran, Vol 2, No 2, Oktober 2007:90-102

Mberu, Fitri Mustika Sari. 2009. Analisis Brand Loyalty Pada Konsumen Produk Air Minum Dalam Kemasan Merek Aqua Studi Pada Konsumen Di Kelurahan Tlogomas Kota Malang. Artikel.

Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang

Moeleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Cetakan keduapuluh empat.

Remaja Rosdakarya. Bandung

Mulyono, Agung dan Fendi Ahmadi. 2012. Analisi Brand Loyalty Terhadap Merek Deterjen Rinso, Attack, Dan Daia. Artikel. Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Jember

Nazir, Moh. 2011. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Jakarta Pasaribu, Amudi. 1983. Pengantar Statistik. Ghalia Indonesia. Jakarta

Santosa, Purbayu Budi dan Muliawan Hamdani. 2007. Statistika Deskriptif dalam Bidang Ekonomi dan Niaga. Penerbit Erlangga. Jakarta

Sugiono, 2001. Statistika Non Parametric Untuk Penelitian. Alfabeta. Jakarta Tjiptono, Fandy. 2011a. Pemasaran Jasa. Bayu Media. Sleman

Tjiptono, Fandy. 2011b. Seri Manajemen Merek 01 Manajemen & Strategi Merek. Andi Offset.

Yogyakarta

Wibowo, Tony Ariadi. 2010. Analisis Tingkat Brand Loyalty Pada Produk Shampoo Merek

“Clear” Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi . Universitas Islam Malang. Skripsi.

Universitas Islam Malang

http://www.untukku.com/artikel-untukku/pengertian-loyalitas-untukku.html http://karlinaindahpurwanti.blogspot.com/

Gambar

Tabel Distribusi Frekuensi Variabel Beralih (Switcher) (X 1 )  Indikator  Sangat  Setuju  %  Setuju  %  Cukup Setuju  %  Tidak  Setuju  %  Sangat Tidak  Setuju  %  X1.1  10  10  21  21  18  18  43  43  8  8  X1.2  8  8  33  33  19  19  28  28  12  12  X1.3
Tabel 4.9  Hasil Uji Reliabilitas

Referensi

Dokumen terkait

The response of the Indonesian public to the cases of Prita and Bibit-Chandra and their success sto- ries in controlling the authorities indicate a significant existence of

Validitas dari lembar kerja siswa adalah 4,4, ke- praktisan dari LKS (validator mengatakan bahwa LKS dapat digunakan dalam kegiatan pembela- jaran dengan revisi kecil,

Menurut Frank Jefkins (1995:98), media relations atau hubungan pers adalah usaha untuk mencari publikasi atau penyiaran maksimum atas suatu pesan atau informasi

Kajian Pustaka Pada bab ini memberikan kajian teori yang menjadi landasan masalah yang akan dibahas dan sebagai bahan dalam proses penelitian, yaitu matriks, vektor, jaringan

yang juga menyebabkan kurangnya minat mahasi wi Cina dan juga India untuk melibatkan diri di dalam pilihanraya kampus, Jika dilihat seC81'8 jel.. m nunj yang pilibanraya kampus

 Tulisan lepas berisi opini seseorang yang mengupas tuntas suatu masalah yang.. sifatnya aktual dan/atau kontroversial untuk

Mardiyah, L Ulul , Yennike Tri Herawati, dan Eri Witcahyo, 2014, Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan Antenatal oleh Ibu Hamil di Wilayah Kerja

We hypothesised that (1) LR would decompose faster in a southern site with higher temperature sum compared to that of a northern site, (2) LR would affect soil organic