SUBSTITUSI TEPUNG KUNYIT (Curcuma domestica Val.) DALAM PAKAN JANGKRIK KALUNG (Gryllus
bimaculatus) PADA PERIODE BERTELUR
SKRIPSI AFNIATY INTANIA
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PRODUKSI TERNAK FAKULTAS PETERNAKAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2006
RINGKASAN
AFNIATY INTANIA. 2006. Substitusi Tepung Kunyit (Curcuma domestica Val.) dalam Pakan Jangkrik Kalung (Gryllus bimaculatus) pada Periode Bertelur.
Skripsi. Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan. Fakultas Peternakan.
Institut Pertanian Bogor.
Pembimbing Utama : Ir. Hotnida C. H. Siregar, M.Si.
Pembimbing Anggota : Dra. Masniari Poeloengan, M.S.
Jangkrik merupakan salah satu satwa harapan yang memiliki daya guna sebagai hewan peliharaan serta dapat dijadikan bahan pakan dan pangan. Jangkrik memiliki mortalitas yang cukup tinggi karena rentan terhadap penyakit, terutama diare.
Peningkatan daya tahan tubuh jangkrik dapat dilakukan dengan pemberian pakan tambahan sebagai suplemen, sehingga jika daya tahan tubuh baik, maka kemampuan reproduksinya pun diharapkan akan lebih baik. Kunyit (Curcuma domestica Val.) merupakan salah satu tanaman herba yang memiliki khasiat luar biasa. Kurkuminoid yang terkandung dalam kunyit dapat berfungsi sebagai antioksidan, antibakteri, merangsang daya tahan dan kekebalan tubuh, serta meningkatkan aktivitas seksual.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan membandingkan pengaruh dari substitusi berbagai tingkat substitusi tepung kunyit (Curcuma domestica Val.) pada pakan terhadap penampilan reproduksi jangkrik Kalung (Gryllus bimaculatus).
Penampilan reproduksi yang dikaji adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan induk, produksi telur, konversi pakan terhadap produksi telur, waktu tetas, dan mortalitas induk.
Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan, dimulai sejak tanggal 16 Pebruari sampai 26 April 2006, bertempat di Bagian Non Ruminansia dan Satwa Harapan (NRSH), Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian pada fase pertumbuhan sebelumnya. Pemeliharaan pada fase bertelur (reproduksi) dimulai pada saat jangkrik berumur 51 hari.
Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan ulangan yang tidak sama. Perlakuan yang diberikan yaitu pakan campuran konsentrat dengan 0%; 0,2%; 0,4%; 0,8% tepung kunyit. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan Minitab 14 karena hasil analisis statistik menghasilkan nilai koefisien determinasi (R2) yang rendah sehingga mengindikasikan banyak faktor lain yang mempengaruhi respon/peubah yang diamati.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jangkrik dengan substitusi 0,4% tepung kunyitmemiliki produksi telur dan pertambahan bobot badan tertinggi serta konversi pakan terhadap produksi telur yang terendah selama 36 hari masa bertelur. Grafik penampilan reproduksi setelah masa bertelur hari ke-36 menunjukkan ketidakefisienan jangkrik dalam memproduksi telur. Jangkrik yang sudah mencapai masa bertelur lebih dari 36 hari lebih baik diafkir untuk dijadikan bahan pangan atau pakan agar lebih bernilai ekonomis.Daya menghambat reproduksi dan insektisida terlihat pada jangkrik dengan substitusi 0,8% tepung kunyit. Hasil ini diperlihatkan oleh jumlah produksi telur yang terendah dengan tingkat mortalitas tertinggi pada penelitian ini.
Kata kunci : jangkrik kalung (Gryllus bimaculatus), tepung kunyit, reproduksi
ABSTRACT
The Substitution of Turmeric (Curcuma domestica Val.) Meal Treatments in Cricket’s (Gryllus bimaculatus) Feed during Egg Laying Period
Intania, A., H. C. H. Siregar, M. Poeloengan
Reproduction is an important thing in rearing kalung crickets (Gryllus bimaculatus). Crickets need good feed to support their eggs production. Diarrhae is one of the common disease in this species thus feed supplements are needed to enhance cricket’s durabilities. Turmeric (Curcuma domestica Val.) contains curcuminoid that acts as antibacteria, stimulating body immune systems, and enhancing sexual activities.
The research about substitution of turmeric meal in cricket’s feed had been done to study and compare the effects of this feed supplement in various concentration to the reproduction performance (feed consumption, eggs production, daily weight gain, feed conversion, hatching time, and mortality) in G. bimaculatus. This research was conducted in two months at the Non Ruminant and Prospective Animal Division, Department of Animal Production and Technology, Faculty of Animal Science, Bogor Agricultural University. This research was carried out as a continuity from the previous growth phase research. A completely randomized design was used as the experimental design, with four level of treatments and unbalanced replications. The given treatments were feed substitution with 0%; 0,2%; 0,4%; 0,8% of turmeric meal. The obtained data was analyzed descriptively because the statistical analysis resulting a low determination coefficient (R2) value, thus indicating that there were another factors affecting the observed parameters. The best turmeric meal treatment was determined by the reproduction performance of G. bimaculatus during its 36 days of laying period. The reproduction performance graphic after this period showed an unefficient reproduction performance. Crickets with 0,4% of turmeric meal treatment has the highest egg production and daily weight gain, with the lowest feed conversion to egg production during the 36 days laying period. Cricket which have reached more than 36 days of laying period should be culled and transformed as food or feed substance to increase its economical value. The inhibitory and insecticide properties of turmeric can be found in crickets with 0,8% of turmeric meal treatments.
Keywords: kalung crickets (Gryllus bimaculatus), turmeric meal, reproduction
SUBSTITUSI TEPUNG KUNYIT (Curcuma domestica Val.) DALAM PAKAN JANGKRIK KALUNG (Gryllus
bimaculatus) PADA PERIODE BERTELUR
AFNIATY INTANIA D14102065
Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Peternakan pada
Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PRODUKSI TERNAK FAKULTAS PETERNAKAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2006
SUBSTITUSI TEPUNG KUNYIT (Curcuma domestica Val.) DALAM PAKAN JANGKRIK KALUNG (Gryllus
bimaculatus) PADA PERIODE BERTELUR
Oleh Afniaty Intania
D14102065
Skripsi ini telah disetujui dan disidangkan di hadapan Komisi Ujian Lisan pada tanggal 28 Agustus 2006
Pembimbing Utama
Ir. Hotnida C. H. Siregar, M.Si.
NIP. 131 881 141
Pembimbing Anggota
Dra. Masniari Poeloengan, M.S.
NIP. 131 881 141
Dekan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor
Dr. Ir. Ronny R. Noor, M.Rur.Sc.
NIP. 131 624 188
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan pada tanggal 29 September 1984 di Garut, Jawa Barat.
Penulis adalah putri pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Bapak Drs. Deden Herawan dan Ibu Euis Rohmayati.
Pendidikan dari TK sampai dengan SMU diselesaikan di kota Garut.
Pendidikan dasar diselesaikan pada tahun 1996 di SDN Kiansantang, Garut.
Pendidikan menengah pertama diselesaikan pada tahun 1999 di SMPN 2 Garut.
Pendidikan menengah atas diselesaikan pada tahun 2002 di SMUN 1 Tarogong, Garut.
Penulis diterima sebagai mahasiswa di Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) pada tahun 2002. Selama mengikuti pendidikan tinggi, Penulis pernah aktif di Himpunan Mahasiswa Produksi Ternak (Himaproter) sebagai staf Departemen Informasi dan Komunikasi pada tahun 2002- 2003, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Peternakan IPB sebagai staf Departemen Penerangan tahun 2003-2004 dan Direktur Badan Khusus Media dan Komunikasi tahun 2004-2005, serta Paguyuban Seni Teater KANDANG, Fakultas Peternakan. Penulis juga pernah aktif di kegiatan luar fakultas yaitu menjadi penyiar di Radio Komunitas IPB, Agri FM.
KATA PENGANTAR
Jangkrik merupakan salah satu satwa harapan yang pemeliharaannya dapat dikatakan ”gampang-gampang susah”. Pemeliharaan pada fase reproduksi memiliki tujuan utama untuk memproduksi jumlah telur yang banyak sehingga keuntungan maksimal dapat diperoleh. Timbulnya penyakit diare yang sering menyerang jangkrik mengakibatkan daya tahan tubuh menjadi berkurang. Permasalahan inilah yang menjadi dasar pemberian substitusi tepung kunyit pada pakan jangkrik kalung, baik pada fase pertumbuhan maupun fase reproduksi (periode bertelur). Kunyit merupakan tanaman herba yang memiliki efek farmakologis melancarkan darah dan vital energi, antiradang, antibakteri, menambah nafsu makan, dan merangsang daya tahan tubuh. Kandungan zat aktif yang terdapat pada rimpang ini juga dapat meningkatkan aktivitas seksual.
Penelitian ini merupakan lanjutan dari fase pertumbuhan yang dilakukan oleh Dian Susilawati. Informasi yang lengkap mengenai pengaruh kunyit pada fase pertumbuhan dan reproduksi diperlukan agar peternak ataupun masyarakat yang ingin beternak jangkrik memiliki pengetahuan dalam penggunaan pakan tambahan (suplemen) berupa tepung kunyit pada jangkrik. Semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat dan menambah khazanah informasi mengenai budidaya jangkrik terutama jenis Gryllus bimaculatus.
Bogor, 28 Agustus 2006
Afniaty Intania
DAFTAR ISI
Halaman
RINGKASAN ... i
ABSTRACT ... ii
RIWAYAT HIDUP ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR TABEL ... vii
DAFTAR GAMBAR ... viii
DAFTAR LAMPIRAN ... ix
PENDAHULUAN Latar Belakang ... 1
Perumusan Masalah ... 2
Tujuan ... 2
Manfaat ... 3
TINJAUAN PUSTAKA Taksonomi, Morfologi, dan Habitat Jangkrik Kalung ... 4
Siklus Hidup dan Reproduksi Jangkrik ... 5
Alat Reproduksi ... 6
Perkawinan ... 7
Telur Jangkrik ... 8
Penetasan ... 9
Mortalitas ... 10
Pakan Jangkrik ... 11
Daun Singkong ... 11
Konsentrat ... 12
Kunyit ... 13
Taksonomi dan Morfologi Kunyit ... 13
Kandungan, Zat Aktif, dan Manfaat ... 13
METODE Lokasi dan Waktu ... 16
Materi ... 16
Jangkrik ... 16
Kandang dan Peralatan ... 16
Media Bertelur dan Penetasan ... 17
Pakan ... 17
Rancangan ... 19
Peubah yang Diamati ... 19
Prosedur ... 21
HASIL DAN PEMBAHASAN
Keadaan Suhu dan Kelembaban Kandang ... 25
Penampilan Reproduksi Induk Jangkrik Kalung ... 25
Konsumsi Pakan ... 27
Produksi Telur ... 31
Total Produksi Telur per Ekor ... 31
Produksi Telur Harian per Ekor ... 33
Bobot Badan dan Pertambahan Bobot Badan Induk ... 35
Konversi Pakan terhadap Produksi Telur ... 38
Waktu Tetas ... 40
Mortalitas Induk ... 41
Penentuan Kadar Substitusi Tepung Kunyit Terbaik ... 42
KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan ... 44
Saran ... 44
UCAPAN TERIMA KASIH ... 45
DAFTAR PUSTAKA ... 46
LAMPIRAN ... 50
DAFTAR TABEL
Nomor Halaman
1. Karakteristik Produksi dan Reproduksi Jangkrik Kalung
(Gryllus bimaculatus) ... 6 2. Kandungan Nutrisi Daun Singkong (per 100 gram) ... 12 3. Komposisi Kimia Kunyit dan Tepung Kunyit ... 14 4. Efek Farmakologis Zat Aktif yang Terkandung dalam Rimpang
Kunyit ... 15 5. Kandungan Nutrisi Pakan Konsentrat, Tepung Kunyit, dan
Daun Singkong ... 18 6. Mutu Tepung Kunyit (Curcuma domestica Val.) ... 18 7. Rataan dan Koefisien Keragaman Penampilan Reproduksi
Jangkrik Kalung dengan Substitusi Tepung Kunyit dalam
Pakan Konsentrat ... 26 8. Rataan Konsumsi Pakan Jangkrik Kalung Selama Masa Bertelur
dengan Substitusi Tepung Kunyit dalam Pakan Konsentrat ... 29 9. Rataan Bobot Badan Jangkrik Kalung Betina Selama Masa Bertelur
dengan Substitusi Tepung Kunyit dalam Pakan Konsentrat ... 35 10. Nilai Kumulatif dan Rataan Penampilan Reproduksi Jangkrik Kalung Selama 36 Hari Masa Bertelur dengan Substitusi Tepung Kunyit
dalam Pakan Konsentrat ... 43