• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN."

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1.1 Latar Belakang

Bina Sarana Informatika

adalah sebuah perguruan tinggi swasta yang berbentuk akademi, berlokasi di Jakarta, Indonesia. Pada tanggal 3 Maret 1988 didirikan Lembaga Pendidikan Komputer Bina Sarana Informatika

di Depok. Lembaga p bertujuan mendidik tenaga untuk memenuhi kebutuhan S

nasional. Dengan semakin besar kepercayaan masyarakat terhadap LPK BSI, maka pada Oktober 1989

pindahkan ke Jakarta sekaligus meresmikan cabang ke 2 LPK BSI. Dengan berkantor pusat di Jakarta, kepercayaan masyarakat tumbuh semakin besar, sehingga guna mendekati peserta didik, maka secara berturut

persiapan yang matang berdi perkembangan pada tahun 1990

program pendidikan siap kerja yang bernama Informatika, dengan jurusan pertamanya

pertama pada tahun ajaran 1990/1991.

Visi

Menjadi institusi pendidikan yang berbasis Teknologi dan Informasi Misi

Menyelenggarakan pendidikan yang berbasis Teknologi dan Informasi dengan biaya yang terjangkau dan mutu yang baik

Dikutip dari (sumber :

perkembangan signifikan sejak tahun 2006, salah satu akademi yang paling menonjol perkembangannya adalah ABA

BAB 1 PENDAHULUAN

Bina Sarana Informatika (BSI) adalah sebuah perguruan tinggi swasta yang berbentuk akademi, berlokasi di Jakarta, Indonesia. Pada tanggal 3 Maret 1988 didirikan Lembaga Pendidikan Komputer Bina Sarana Informatika (LPK BSI) pendidikan ini

bertujuan mendidik tenaga-tenaga terampil atau profesional di bidang komputer, untuk memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pembangunan nasional. Dengan semakin besar kepercayaan masyarakat terhadap LPK BSI, maka pada Oktober 1989 kantor pusat yayasan Bina Sarana Inform

pindahkan ke Jakarta sekaligus meresmikan cabang ke 2 LPK BSI. Dengan berkantor pusat di Jakarta, kepercayaan masyarakat tumbuh semakin besar, sehingga guna mendekati peserta didik, maka secara berturut-turut dan dengan persiapan yang matang berdirilah cabang-cabang lainnya. Sejalan dengan perkembangan pada tahun 1990 yayasan Bina Sarana Informatika mendirikan program pendidikan siap kerja yang bernama politeknik Bina Sarana Informatika, dengan jurusan pertamanya Komputerisasi Akuntansi dan angkata pertama pada tahun ajaran 1990/1991.

Menjadi institusi pendidikan yang berbasis Teknologi dan Informasi

Menyelenggarakan pendidikan yang berbasis Teknologi dan Informasi dengan biaya yang terjangkau dan mutu yang baik

sumber : suakaonline.com), pada tahun 2012 BSI mengalami perkembangan signifikan sejak tahun 2006, salah satu akademi yang paling menonjol perkembangannya adalah ABA (Akademi Bahasa Asing) mengalami profesional di bidang komputer, dalam pembangunan nasional. Dengan semakin besar kepercayaan masyarakat terhadap LPK BSI, ayasan Bina Sarana Informatika di pindahkan ke Jakarta sekaligus meresmikan cabang ke 2 LPK BSI. Dengan berkantor pusat di Jakarta, kepercayaan masyarakat tumbuh semakin besar, turut dan dengan cabang lainnya. Sejalan dengan ayasan Bina Sarana Informatika mendirikan oliteknik Bina Sarana dan angkatan

Menjadi institusi pendidikan yang berbasis Teknologi dan Informasi

Menyelenggarakan pendidikan yang berbasis Teknologi dan Informasi

, pada tahun 2012 BSI mengalami perkembangan signifikan sejak tahun 2006, salah satu akademi yang paling mengalami

(2)

peningkatan yang semula memiliki kuota 4 kelas menjadi 7 kelas. Dari setiap pendirian cabang-cabang kampus Bina Sarana Informatika, perhatian terhadap fisik bangunan yang berkaitan dengan sarana dan prasarana utama ataupun penunjang kurang mendapat porsi memadai.

Jika melihat pada dasar hukum pada PP No. 19 tahun 2005, setiap satuan pendidikan mempunyai kedudukan wajib untuk menyediakan segala fasilitas yang berkaitan dengan aktifitas pendidikan. Seperti dikutip dari PP No. 19 tahun 2005 bab VII pasal 42 ayat 2, yakni : “Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan, satuan pendidikan, ruang pendidikan, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi, ruang dan/atau tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan”. Selain pandangan dari sisi hukum PP di atas, pengembangan kampus dianggap perlu dilakukan jika melihat Pedoman Penentuan Standar Pelayanan Minimal Bidang Penataan Ruang Perumahan dan Permukiman dan Pekerjaan. Penyebaran penduduk di Jakarta Barat paling banyak di Cengkareng (22,41%) jumlah penduduk di Cengkareng mencapai 510.798 jiwa (sumber : Data Agregat per Kecamatan Badan Pusat Statistik Kota Adm Jakarta Barat tahun 2010). Jika merujuk kepada Pedoman Penentuan Standar Pelayanan Minimal Bidang Penataan Ruang Perumahan dan Permukiman dan Pekerjaan Umum, kebutuhan akan fasilitas perguruan tinggi adalah 70.000 jiwa / 1 perguruan tinggi. Jumlah perguruan tinggi di area Cengkareng terdapat tiga, yakni :

1. Universitas SatyaGama

2. Cabang kampus L Universitas Gunadharma 3. Cabang kampus M Bina Sarana Informatika (sumber : carikampus.com)

(3)

1.2 Maksud dan Tujuan 1.2.1 Maksud

Adapun maksud dari rencana pengembangan kampus M Bina Sarana Informatika adalah :

1. Merencanakan pengembangan fisik bangunan, baik fasilitas utama ataupun fasilitas penunjang dalam rangka memenuhi standar minimal dari ketentuan pemerintah yang berlandaskan visi dan misi dari perguruan tinggi Bina Sarana Informatika

1.2.2 Tujuan

Tujuan dari rencana pengembangan kampus M Bina Sarana Informatika adalah :

1. Merancang sebuah cabang kampus yang memiliki sarana dan prasarana yang memadai dan mampu berfungsi dengan baik, sehingga dapat mendukung kegiatan pendidikan, dan dapat mewadahi aktifitas non akademik yang mewakili dari kebutuhan mahasiswa

2. Merancang ruang, bentuk, dan pengaturan massa yang akan mempertimbangkan fungsi dan hubungan yang ada di dalamnya, sehingga menciptakan suatu bentuk tampilan bangunan yang nantinya tetap mewakili sebuah cabang kampus namun dapat menambah nilai positif sebagai cabang kampus

1.3 Permasalahan

Ada beberapa permasalahan dalam proses perencanaan dan perancangan pengembangan kampus M Bina Sarana Informatika adalah :

1. Fungsi

a. Menentukan jenis aktifitas yang sebelumnya tidak dapat diwadahi oleh sarana ataupun prasarana yang sudah ada

b. Bagaimana menentukan kapasitas ruang dan program ruang yang dibutuhkan dengan mengikuti standar yang sudah ada sebelumnya

(4)

2. Bentuk

a. Bagaimana memanfaatkan lokasi, potensi, dan tapak eksisting

b. Bagaimana mengolah tapak eksisting dengan menggunakan konsep arsitektur terkait, sehingga tercipta suatu massa yang menyatu dengan lingkungan dan bangunan eksisting

c. Bagaimana merancang sebuah massa bangunan baru yang dapat menekan biaya operasional bangunan

d. Bagaimana merancang bangunan yang sesuai visi dan misi perguruan tinggi. Dimana misinya adalah menyelenggarakan pendidikan yang berbasis Teknologi dan Informasi dengan biaya yang terjangkau dan mutu yang baik

1.4 Ruang Lingkup Pembahasan

Lingkup pembahasan proyek ini ditekankan pada pengolahan ruang tambahan, bentuk, dan pengolahan massa tambahan ke dalam tapak. Pengolahan ruang yang dimaksud adalah dengan mempertimbangkan kegiatan dan fasilitas yang menunjang kegiatan tersebut, sehingga terciptalah suatu ruang yang fungsional.

Dari pengolahan ruang tersebut akan didapatkan suatu bentuk massa yang sesuai dengan penampilan yang akan mengekspresikan fungsi yang ada didalamnya.

Pengolahan massa dalam tapak eksisting akan memperhatikan dan mempertimbangkan fungsi dari masing masing massa, yang tentu memiliki fungsi dan kriteria masing-masing. Dengan demikian, massa eksisting dan massa baru akan memiliki kaitan baik dalam bentuk ataupun fungsi arsitektur serta saling mendukung. Tentu dari pengolahan massa ini tidak dapat dilepaskan dari potensi tapak, potensi sekitar tapak, serta tata ruang wilayah yang ada.

Pendekatan pemecahan permasalahan yang digunakan dalam penyelesaian perencanaan ini melalui beberapa tahap, yaitu :

• Pengumpulan data : 1. Studi lapangan 2. Wawancara

(5)

• Melakukan analisa terhadap 3 aspek perencanaan, yaitu :

1. Aspek manusia (human system), yang diperhatikan disini adalah : a. Kegiatan manusia

b. Hubungan antar kegiatan c. Kapasitas kegiatan

d. Perfomance requeriment dari masing-masing kegiatan

e. Luasan ruangan yang berdasarkan kegiatan, dan fasilitas pendukung lainnya

f. Persyaratan ruang yang berdasarkan fungsi khusus yang ada di dalamnya

g. Hubungan antar ruang

2. Aspek lingkungan (environment system), yang diperhatikan disini adalah : a. Data teknis tapak

b. Kondisi sekitar tapak c. Potensi tapak

d. Potensi sekitar tapak

e. Orientasi tapak terhadap keadaan sekitar f. Sirkulasi sekitar tapak

g. Analisa kebisingan h. Respon terhadap iklim i. Analisa penghijauan j. Analisa pintu masuk

3. Aspek bangunan (building system), yang diperhatikan disini adalah : a. Bentuk dan penampilan bangunan yang harus memperhatikan

bangunan eksisting

b. Pengolahan massa dalam tapak yang disesuaikan dengan fungsi massa, fungsi tapak, dan fungsi yang ada disekitar tapak

c. Pemilihan sistem struktur dan konstruksi jika ada hubungannya dengan kondisi bangunan eksisting

d. Pemilihan sistem utilitas bangunan yang melihat pada sisi efisiensi ekonomi

(6)

• Merumuskan konsep perancangan berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dari analisa permasalahan di atas

• Mewujudkan konsep perancangan pada disain 2 atau 3 dimensi (media gambar) baik sebagai bahan studi konsep atau rencana gambar kerja

1.5 Sistematika Pembahasan

Sistematika pembahasan yang akan digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah sebagai berikut :

 Bab 1 : Pendahuluan

Bab ini berisikan latar belakang, maksud dan tujuan, permasalahan, ruang lingkup, metode pembahasan, dan sistematika pembahasan

 Bab 2 : Tinjauan Umum Proyek

Bab ini berisikan deskripsi proyek, jenis-jenis produk perguruan tinggi pengertian dan sistem akademik sebagai salah satu produk dari perguruan tinggi, analisa bangunan eksisting, dan studi banding

 Bab 3 : Tinjauan Khusus Tema

Bab ini berisikan, latar belakang pemilihan tema, pengertian tehadap tema, dan studi banding tema sejenis

 Bab 4 : Analisa Perencanaan

Bab ini berisikan tentang analisa fisik tapak, analisa kegiatan, analisa massa- massa bangunan eksisting terhadap rencana massa bangunan baru, dan analisa massa bangunan baru terhadap tapak

 Bab 5 : Konsep Perancangan

Bab ini berisikan kesimpulan dari analisa-analisa yang menjadi dasar dalam perencanaan yang berupa kriteria, dan batasan proses skematik disain

Referensi

Dokumen terkait

Hasil uji ANOVA juga membuktikan pengaruh yang sangat signifikan untuk penurunan konsentrasi Total Amonia Nitrogen pada tiap perlakuan yang diberikan, p < 0,01.. Hal

Dengan teori tersebut peneliti mengambil dua jurnal penelitian sebagai pembanding, adapun jurnal yang didapatkan yaitu berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh

Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa persepsi trust, persepsi keamanan dan persepsi kemudahan berpengaruh pada minat menggunakan internet banking, sedangkan persepsi

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas maka permasalahan yang terkait dengan penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh yang signifikan dari

Analisis Sistem Informasi E-Learning tentunya menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang muncul dalam proses pelaksanaan

Ketika proses regenerasi terus berjalan, akhirnya individu- individu dalam satu subpopulasi menggerombol dalam daerah optimum lokal dan tidak mampu menghasilkan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pisau pengupas pada alat pengupas sabut kelapa sistem mekanis meliputi gaya pengupasan kelapa, desain pisau, analisa

Perkiraan yang masuk akal atau Reasonable Expectation menyatakan bahwa tanpa menguraikan apakah suatu zat dalam suatu produk makanan masuk secara alami dalam campuran