8 BAB II
LANDASAN TEORI A. PENELITIAN TERDAHULU
Dalam penyusunan Tugas Akhir (TA) penelitian terdahulu ini menjadi acuan dalam melakukan penelitian, sehingga penulis dapat memperkarya teori yang di gunakan dalam mengkaji penelitian yang dilakukan. Dalamzpenelitian ini, memaparkanzpenelitian terdahuluzyang relevan dengan permasalahanzantara lain :
Penelitian sejenis di lakukan oleh Bastian (2014) membahas tentang “Pengaruh persepsi kemudahan penggunaan dan kepercayaan terhadap sikap positif penggunaan layanan Mobile Banking Bank BCA”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah persepsi manfaat, kemudahan penggunaan, dan kepercayaan berpengaruh terhadap sikap positif penggunaan layanan mobile banking dan penelitian ini juga bertujuan menganalisis faktor yang paling dominan pengaruhnya terhadap sikap positif penggunaan layanan mobile banking. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah nasabah yang pernah menggunakan fasilitas layanan mobile banking. Metode yang di gunakan adalah metode deskriptif yang di dapat dari wawancara dan kuesioner dengan nasabah Bank BCA , serta mengunakan data sekunder dari perpustakaan dan buku.
Penelitian sejenis di lakukan oleh Putri (2020) membahas tentang
“Kelengkapan Data Produk Mikro di Sistem Pegadaian Digital Service Mendukung Kinerja Kantor Area Cirendeu PT. Pegadaian (Persero)”. Penelitian ini menggunakan sumber data yang digunakan dalam perancangan proyek ini tergolong dalam sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer berdasarkan atas wawancara dan sosialisasi dengan tim mikro dan beberapa nasabah selama On Job Training (OJT) di Kantor Pegadaian Area Cirendeu. Sumber data sekunder diperoleh dari beragam literatur, diantaranya dokumen legal perusahaan (RJPP), laporan-laporan jumlah OSL nasabah dan produk online Pegadaian. Penelitian ini bertujuan pengaplikasian PDS
dengan P4D dilakukan untuk nasabah dan tim mikro diharapkan dapat benar- benar mempercepat proses transaksi pembiayaan usaha mikro dan membantu tim mikro untuk kelengkapan data persyaratan nasabah pegadaian. Dalam hal ini saran dan tindak lanjut yang dapat dilakukan untuk mendukung perkemabangan transformasi dan visi PT. Pegadaian (Persero) yaitu adanya pengujian dan evaluasi terhadap kecukupan dan efektifitas system kerja perusahaan, adanya Risk Map, dimana dilakukan penentuan risiko yang dapat terjadi, dan auditor internal PT Pegadaian (Persero) perlu melakukan pengawasan dan tindak lanjut untuk setiap system aplikasi yang dibuat dan yang telah ada agar bekerja seoptimal mungkin dan mencari solusi atas kekurangan yang dimiliki.
Penelitian sejenis juga dilakukan oleh Rizqiyanto (2010) Penelitian ini membahas tentang “Analisis Technology Acceptance Model Pada Pengguna Electronic Banking di Linkungan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta”.
Hasil dari penelitian tersebut adalah Statisik penggunaan e- banking dalam lingkungan fakultas dan HUKUM UIN Syarif Hidayatullah. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan mengunakan pendekatan deskriptif. Data yang diperoleh dari wawancara, dokumentasi dan pegamatan yang dilakukan oleh penulis.
Penelitian sejenis di lakukan oleh Marjuki (2019) membahas tentang “Branding Produk Aplikasi Pegadaian Digital Service Melalui Grab Dan Gojek”. Hasil penelitian dari Marjuki adalah untuk project segi Pemasaran sangat potensial karena sekarang era transportasi online dimana banyak orang yang menggunakannya, dan project ini juga akan mengukuhkan eksistensi PT. Pegadaian Persero di mata masyarakat sehingga value yang dimiliki oleh Pegadaian akan terus meningkat secara keseluruhan dan membuat masyarakat aware tentang produk-produk Pegadaian
Demikian paparan penelitian terdahulu yang diuraikan sebelum memberikan gambaran mengenai kerangka penulisan tentang tema dan bahasan yang ditemukan serta perbandingan untuk pembahasan penelitian tentang mobile banking yang ada
pada setiap perusahaan dan penelitian tersebut dilakukan pada PT.Pegadaian (Persero) Area Malang.
B. TINJAUAN PUSTAKA 1. Pegadaian Digital Service
PegadaianzDigital Service merupakanzlayanan digital dari Pegadaian dalamzbentuk aplikasi yang berbasiszweb dan mobile.zPegadaian Digital Service akan melayani nasabah dan calon nasabah yang ingin mendapatkan informasi produk- produk Pegadaian.
Melalui produk tersebut masyarakat dapat melakukan pengajuan kredit mudah dan cepat di rumah, di manapun, dan nantinya tim mikro bisa jemput bola memproses.
Keunggulan dari Pegadaian Digital Service ini adalah dari segi kecepatannya nasabah mendapatkan pelayanan setara dengan yang diberikan oleh pelayanan di outlet Pegadaian dan mampu memberi nilai tambah berupa Persepsi nasabah terhadap aplikasi Pegadaian Digital Service ini didasari dengan
a. Kualitas layanan digital, yang dimana aplikasi tegolong cepat dan memberikan banyak informasi yang di butuhkan, membuat nasabah mendapatkan pelayanan setara dengan yang diberikan oleh pelayanan outlet pegadaian.
b. Nasabah mendapat kemudahan bertransaksi yang dimana adanya aplikasi bisa bertransaksi yang terkhusus nasabah yang tidak memiliki banyak waktu untuk datang ke outlet.
c. Dari aplikasi Pegadaian Digital Service setidaknya ada layanan utama yang bisa diakses dalam aplikasi tersebut yaitu pembukaan Tabungan Emas, Top up tabungan emas, dan bisa Gadai Online tanpa pergi ke outlet pegadaian.
2. Ekonomi Digital
Ekonomi digital merupakan kemajuan perekonomian yang menggunakan teknologi digital sebagai fungsi utama dalam melakukan transakasi elektronik yang penggunaannya menggunakan jaringan. Menurut Don Tapscott, digital ekonomi merupakan sebuah sosiopolitik dengan sistem ekonomi yang memiliki suatu karakteristik dalam sebuah bagian ruang intelejen, dengan meliputi informasi, berbagai akses instrument informasi, kapasitas informasi dan pemrosesan informasi. (Tapscott, 2014)
Menurut (Vital Wave, 2014), terdapat tiga elemen dasar dalam membentuk suatu ekonomi digital di dalam pasar yang sedang berkembang, yaitu:
a. Akses Internet
Akses Internet merupakan hal paling dasar dalam menjalankan aktivitas ekonomi digital. Akses internet ini yang menjadi penghubung antara bisnis, pemerintah dan masyarakat. Dampak dari akses internet adalah terciptanya pelayanan digital (digital service) yang terkoneksi dengan masyarakat dana data.
b. Akses Transaksional
Akses transaksional menjadikan suatu produk dan layanan menjadi dapat dinikmati dan dikonsumsi oleh masyarakat. Di dalam pasar yang berkembang ini, hal ini menjadi sesuatu yang cukup kompleks untuk mendukung keberlanjutan kemampuan akses transaksi. Akses transaksi ini memiliki dua buah manfaat seperti membuka peluang bagi jenis bisnis baru serta kemmapuan didalam mengelola efek dari economy shock.
c. Entrepreneurship
Entrepreneurship memegang perananan penting didalam pengembangan sistem teknologi digital di kalangan entrepreneur. Entrepreneur memiliki fungsi dalam hal memastikan nilai yang dibuat dapat disimpan bagi negara dan masyarakat.Dalam menciptakan suatu keberhasilan ekonomi digital dalam sebuah negara diperlukan suatu transisi teknologi finansial dalam bentuk keuangan yang baru. (Radovanović, 2009)
3. Teknologi Finansial
Teknologi finansial atau yang biasa disebut sebagai fintech adalah penggunaan teknologi di dalam dunia keuangan yang menciptakan kemudahan (Douglas Arner, 2015). Sedangkan menurut Fintech weekly, teknologi finansial sebagai suatu bidang bisnis yang mengarah kepada penyedia layanan keuangan dengan perangkat lunak dan teknologi modern di dalamnya (Weekly., 2017). Selain itu teknologi finansial didefinisikan sebagai bentuk dari inovasi teknologi didalam dunia keuangan yang dapat menciptakan berbagai model bisnis, aplikasi, proses atau produk yang bersangkutan dengan dunia keuangan. (FBS, 2017)
Dilihat dari aktivitas-aktivitas teknologi finansial yang berhubungan dengan layanan keuangan, teknologi finansial dibagi menjadi lima kategori layanan (FBS, 2017), yaitu pembayaran, kliring dan penyelesaian (payment, clearing and settlement), deposito, pinjaman dan penambah modal (deposits, lending and capital raising), manajemen resiko (risk management), dukungan pasar (market support), dan manajemen investasi (investment management).
Menurut World Economic Forum (WEF), telah terjadi sebuah disruptif layanan finansial teknologi (fintech) terhadap layanan finansial tradisional, karena telah terjadi perubahan landscape industry jasa keuangan secara global. Mulai dari struktur industri sampai kepada struktur intermediasinya.
Gambar 3. 1 Pembagian Fintech menurut World Economic Forum 2015
Dari gambar 3.1, World Economic Forum mengidentifikasi dan membagi enam fungsi utama layanan finansial berupa pembayaran (payment), penyedia pasar (market provisioning), pengelola investasi (investment management), asuransi (insurance), penyimpanan dana dan penyaluran dana (deposits and lending), serta pengumpulan dana (capital raising). Pembagian ini kemudian dibagi lagi menjadi 11 klaster inovasi menjadi Crowdfunding, Alternative Lending, Shifting Customer Preferences, Connected Insurance, Insurance Disaggregation, Emerging Payment Rails, Cashless World, Smarter, Faster Machines, New Market Platforms, Process Externalisation, dan Empowered Investors.
4. Electronic Payment (E-payment)
Elektronic payment atau e-payment merupakan transaksi pembayaran yang diproses dan diterima secara elektronik E-payment merupakan suatu bentuk komitmen keuangan yang melibatkan antara pembeli dan penjual dengan difasilitasi penggunaan komunikasi elektronik. E-payment ini juga dianggap sebagai bagian dari kemunculan e-commerce, karena penyediaan fasilitas pembayaran secara elektronik dibutuhkan dalam memfasilitasi kehadiran layanan e-commerce. (Abrazhevich, 2004)
E-payment sendiri dibedakan dalam dua jenis yaitu yang terhubung dengan akun bank dan yang tidak terhubung (Bezhovski, 2016). E-payment sendiri dibedakan dalam tujuh jenis metode pembayaran yaitu: kartu pembayaran elektronik (electronics payment cards), dompet elektronik (electronics wallets / e- wallets), kartu kredit virtual (virtual credit cards), pembayaran via ponsel (mobile payment / m-payment) , loyalty and smart cards, electronics cash (e-cash), serta pembayaran kartu dengan nilai tersimpan (stored-value card payment).
Menurut (Sumanjeet, 2009), e-payment sendiri dibagi menjadi tiga bagian yaitu pembayaran mikro (micro payment), pembayaran konsumen (consumer payment), dan pembayaran bisnis (business payment). Ketiga bagian tersebut dibedakan dengan peruntukan dan besaran transaksinya. Pembayaran mikro biasanya disebut juga dengan
consumer to consumer (C2C) dengan besaran transaksi umumnya dibawah Rp130.000,00. Sedangkan target pembayaran konsumen atau business to consumen (B2C) memiliki besaran transaksi sebesar Rp130.000,00 sampai Rp650.000,00. Untuk target pembayaran bisnis atau business to business (B2B) memiliki besaran transaksi diatas Rp650.000,00.
5. E-Wallet
E-Wallet atau Dompet Elektronik adalah layanan web atau program yang berguna untuk menyimpan dan mengontrol informasi belanja online seorang user, seperti informasi login, password,alamat pengiriman pembeli, dan informasi detail tentang kartu kredit user. Informasi pelanggan tersebut akan disimpan dalam suatu tempat sentral yang aman. E-Wallet menyediakan cara yang nyaman, cepat, dan aman kepada penggunanya untuk melakukan transaksi secara online di seluruh dunia dari toko manapun dan siapapun. (Mohammad Salah Uddin, 2014)
Dompet elektronik atau E-Wallet dapat menggantikan fungsi dompet biasa ke dalam suatu aplikasi atau program dan menghilangkan kebutuhan masyarakat akan beberapa kartu yang ada dalam dompet. E-Wallet juga menyediakan beberapa fitur keamanan yang tidak dimiliki oleh dompet biasa. E-Wallet memungkinkan penggunanya untuk melacak informasi tagihan dan pengiriman sehingga transaksi menjadi lebih cepat dan aman. (Mohammad Salah Uddin, 2014)
6. OVO
OVO adalah aplikasi E-Wallet yang dikenalkan oleh PT Visionet Internasional yang terafiliasi dengan Grup Lippo. OVO hanya bisa diakses melalui Smartphone yang sudah menggunakan sistem operasi iOS melalui App Store ataupun Android melalui Google Play Store. OVO adalah aplikasi untuk membantu penggunanya bertansaksi secara online agar transaksi bisa dilakukan dengan lebih aman dan cepat. Untuk dapat menggunakan OVO, user harus membuat akun melalui nomor handphone dan melalui beberapan tahapan.
OVO juga merupakan untuk tempat menyimpan saldo uang yang dimiliki user dengan cara mengisi saldo OVO Cash sebagai saldo utama user untuk bertransaksi melalui transfer ataupun dengan OVO Point yang bisa dikumpulkan dengan cara berbelanja dan mendapatkan cashback atau loyalty program dari OVO. OVO juga bukan hanya mempermudah transaksi online, tapi sekarang banyak tenant atau toko yang bisa bekerja sama dengan OVO untuk bisa melakukan pembayaran melalui OVO walaupun bukan toko online. Cara mengisi saldo di aplikasi OVO cukup banyak, bisa dari Kartu Debit, Kartu Kredit, ATM (Automated teller machine), Internet atau Mobile Banking, Merchant OVO, ataupun booth yang sudah disediakan oleh OVO. (OVO, 2019).
7. Pengertian Investasi
Menurut PSAK Nomor 13 dalam Standar Akutansi Keuangan per 1 Oktober 2004 investasi adalah suatu asset yang digunakan oleh perusahaan untuk pertumbuhan kekayaanya (accretion of wealth) dengan mengunakan distribusi hasil investasi seperti bunga, royalty, deviden dan uang sewa untuk nilai investasi ataupun manfaat lain bagi perusahaan yang akan berinvestasi maka manfaat yang akan di peroleh oleh perusahaan yaitu melalui hubungan perdangangan. Investasi di bagi menjadi empat yaitu :
a. Investasi lancar yaitu investasi yang pencairannya dengan cepat dan dapat di miliki selama satu tahun atau kurang dari satu tahun.
b. Investasi jangka panjang adalah investasi yang pencairanya membutuhkan jangka waktu lebih lama dan dapat di miliki lebih dari satu tahun.
c. Investasi properti adalah investasi pada tanah dan bagunan yang sudah tidak di operasikan lagi oleh perusahaan yang berinvestasiatau perusahaan lain dalam grup yang sama dengan perusahaan yang berinvestasi.
d. Investasi dagang adalah investasi yang di tunjukan kepada pedangang agar mempermudah bisnis atau menjaga hubungan perdagangan.
Investasi atau penanaman modal dapat di artikan secara umum yaitu kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi (natural person) ataupun badan hukum dalam upaya untuk meninkatkan dan mempertahankan nilai modalnya baik berupa uang tunai ( cash money), peralatan (equipment), asset tidak bergerak, hak atas kekayaan intelektual, maupun keahlian.
8. Keuntungan Investasi
Raharjo (2006:17), menjelaskanzmengenai keuntungan dari investasizyang diperoleh seorang investorzketika berinvestasi dapatzberbentuk:
a. Capitalzgain (adanyazapresiasi harga)
Jenis keuntunganzyang di dapatkan oleh investor adalahzharga jual beli instrument investasi tersebutzmengalami kenaikan sehingga apabilazdijual investor akan mendapatkan keuntungan dari selisih hargazjual dan harga beli. Besaranzkeuntungan capital gain tidakzdapat ditentukan secarazpasti dan bergantungzpada kinerja instrumentztersebut.
b. Devidenz(bagian keuntungan)
Keuntunganzyang diperoleh yaitu darizpembagian keuntungan laba bersihzoperasional suatu perusahaan dan biasanyazpemengang saham perusahaanzpublik akan memperoleh dividenzjika kinerja perusahaanzbagus. Untuk besaran pembagianzdividen disetiap instrumentzinvestasi berbeda-beda.
c. Interestzincome (pendapatan bunga)
Jeniszkeuntungan yang dapat diperoleh yaitu darizpendapatan bunga. Misalkan instrument obligasizsecara berkala akan membayarzpendapatan bunga (coipon)
kepadazpara pemilik obligasi, dan untukzbesaran pembayaran bunga inizbiasanya telah diketahuizsebelumnya dan telahzdisepakati keduazbelah pihak.
9. Tipe - tipe investasi
Ana Rokhmatussa’dyah (2011) dalam hal ini ada dua tipe investasi yaitu investasi langsung dan investasi tidak langsung.
a. Investasi langsung
Investasi langsung adalah investasi yang di lakukan bagi mereka yang sudah memiliki modal dapat langsung dapat langsung berinvestasi dengan cara membeli asset keuangan dari suatu perusahaan dan investasi langsung ini dapat di lakukan baik melalui perantara ataupun dengan cara lain. Investasi langsung sendiri ini memiliki beberapa macam seperti investasi langsung yang tidak dapat di perjual belikan yaitu seperti tabungan dan deposito, yang ke dua yaitu investasi langsung yang dapat di perjual belikan meliputi investasi langsung di pasar uang, investasi langsung di pasar modal dan investasi langsung di pasar turunan.
a. Investasi tidak langsung
Investasi tidak langsung adalah investasi yang terjadi ketika pihak yang memiliki modal atau dana yang kelebihan maka dapat melakukan keputusan investasi tidak langsung. Keuntungan dari investasi tidak langsung ini adalah pemilik modal atau dana tidak terlibat secara langsung atau cukup dengan membeli asset keuangan dalam bentuk saham atau obligasi. Bagi mereka yang memilih investasi tidak langsung umumnya cenderung tidak terlibat dalam pengambilan keputusan penting pada suatu perusahaan. Contonya, bagi mereka yang membeli saham dan obligasi yang di jual dipasar modal melalui perantara atau perusahaan investasi dan perantara tersebut akan mendapatkan kentungan yang di anggap sebagai upah jasa (fee). Sementara itu pengertian dari perusahaan investasi yaitu perusahaan yang menyediakan jasa
keuangan dengan cara menjual sahamnya ke public dan mengunakan dana yang di peroleh untuk diinvestasikan ke dalam portofolionya.
10. Pengertian Emas
Emas merupakan unsur kimia yang ada di dalam tabel periodik yang memiliki symbol Au (bahasa latin : aurum) yang artinya adalah cahaya fajar dan juga memiliki nomer atom 79. Emas adalah logam mulia yang sifatnya lunak dan sangat mudah untuk ditempa, untuk kekerasanya sekitar antara 2,5-3 skala mohs, untuk berat jenisnya tergantung pada jenis dan kandungan logam yang lainya. Terbentuknya emas ini di karenakan terjadinya proses magmatisme atau pengkonsentrasian di permukaan, beberapa terjadinya endapan terbentuk dikarenakan proses metasomatisme kontak dan larutan hidrotermal, sedangkan terjadinya pengkonsentrasian adalah secara mekanis yang menghasilkan endapan letakan (placer). Genesa emas di bedakan menjadi dua yaitu endapan primer dan endapan plaser. (Dipraja,2011:5)
Emas selain digunakan sebagai perhiasan emas juga di gunakan sebagai standar keuagan di banyak negara. Pengunaan emas dalam bidang keuangan yaitu
berdasarkan nilai moneter absolut dari emas itu sendiri sebagai mata uang di seluruh dunia, meskipun secara resmi di bursa komoditas dunia harga dari emas yang di cantumkan adalah dalam mata uang dolar Amerika. Bentuk pengunaan emas di dalam bidang moneter lazimnya berupa bullion atau emas batangan dalam berbagai berat gram sampai kilogram.
11. Macam – macam investasi emas
Emas merupakan bahanzyang sangat mudah untuk dileburkan dan juga emas dapat dibuat menjadi bentuk yangzbermacam – macam. Ada beberapa alternative yang dapat dipilih saat ingin mengunakan emaszsebagai investasi yaitu emas dalam bentukzbatagan, perhiasan dan koin (Salim,2010:23).
a. Emaszbatangan
Investasi emaszbatangan adalah investasi yang paling umum di kalangan masyarakat. Emas batangan ini menjadi favorit untuk investasizdikarekanan sifatnya yang gampang dibeli maupun dijual. Keuntungan dari investasizemas batangan ini akan di peroleh dalam jangka waktu yang cukup lama dan untuk pembelian emas batangan ini akan didampingizsertifikat keaslian dan berat emas, dan keuntunganzlainnya dari investasi emas ini adalah tidak di kenaizpajak atau biaya lainya.
Emas batangan atau lantakanzadalah emas yang terdiri dari variasizsatuan mulai dari 1 gram hingga I kg. bentukzyang paling umum dari emaszbatangan adalah gold bar yaitu seperti batubata dengan kadar 22zkarat atau 24 karat. Saatzingin melakukan investasi emaszbatangan ini harus mengetahuizkomponen – komponen yang menjadizdasar perhituganzdasar transaksi, kelebihan yang ada padazemas lantakan serta resiko yang melekatzdan juga tips untuk memulai investasi emaszlantakan. Perhitungan investasi emas lantakan tidak serumitzyang kita bayangkan, investasi emaszlantakan hanya melakukan proseszbeli, simpan dan jual.
Kelebihan danzkekurangan dari emas lantakan yangzperlu dipahami dan salah satu kelebihan dari emas lantakanzatau logam mulia merupakan barang yang dikenalzdan dimiati oleh hamper semua orangzsehingga tidak perlu khawtir ketika akan menjualzemas lantakan atau logam mulia. Resikozdalam investasi emas lantakan adalah resikozpenyimpanan. Emaszlantakan merupakan logamzberharga yang berukuran kecil, jadi haruszberhati – hati dalamzmenyimpan karena emas sangatzrentan terhadap masalah kehilangan baikzdisebabkan pencurian maupun kelalaian.
b. Emasaperhiasan
Investasiaemas perhiasan ini mempuyai kelebihanzyaitu emasnya bisa digunakan di saat-saat tertentu dan banyakzsekali perempuan yang memilih investasi ini dikarenakanzbukan hanya untuk dipakaizinvestasi saja tapi juga bisaadigunakan di
saat-saat tertentu. Meskiimemiliki keindahan emaszperhiasan bukan pilihan yang tepat untukzinvestasi karena harga jualnya tidak sebaik dengan hargazbelinya, karena saat menjual pedagangzemas tidak menyertakan dan akan menghitung hargazemasnya saja.
Apalagi jika emasztersebut sering dipakai sehingga warna dari emas tersebutzberubah menjadi kusamzdan tergores maka harga yangzdiberikan penjual bisa membuat kitazbatal untuk menjualnya. Kecuali ketikabmenjual harga emas pada saat harga emas naik dengan signifikan dibandingkanzsaat membeli. Emas perhisan ini di bagicmenjadi dua yaitu emas buatanzpabrik (factory made) dan emaszbuatan tangan (handcmade).
Emas buatan pabrik (factory made) yaitu perhiasan emas yang di buat dalam jumlah yang banyak, tidak sulit untuk membelinya dan menjual kembali emas tersebut. Dan kelebihan dari emas buatan pabrik ini adalah banyaknya model yang tersedia.
Emas buatan tangan (hand made) yaitu emas yang dibuat berdasarkan pesanan dan melalui sentuhan tangan pengrajin emas. Untuk harga belinya emas buatan tangan ini lebih tinggi dikarenakan di buat dengan jumlah yang terbatas, semakin unik modelnya maka semakin mahal harganya karena ongkos pembuatannya lebih mahal.